If You Can Make Me Fall in Love with You !

Rate : M

Cast : ChanBaek and find it in your self

Length : Chaptered

Disclaimer : ChanBaek and This story is MINE xD

Genre : School life, Romantic, Little bit Angst, fluff

.o.o. .o.o.

"Wow. Aku terharu, Chanyeol. Sangat terharu"

.o.o.o.o.o.o.

Chanyeol hanya bersiul-siul disamping temannya yang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Chanyeol berniat untuk menyatakan perasaannya pada Baekhyun hari ini. Day – 5 waktu taruhan mereka akan berakhir. Chanyeol benar-benar tidak rela jika ia yang menjadi Pembantu teman bodohnya. Yeah walau Chanyeol juga dikategorikan teman yang bodoh, sih. Idiot lebih tepatnya.

"Dude, Kau punya rencana untuk segera memulai pertunjukan kita?" Jongin berkata tanpa menolehkan wajahnya ke arah pemilik telinga peri itu. Chanyeol terdiam. Sebenarnya Chanyeol sudah punya rencana. Tapi Chanyeol masih ragu.

"Yeah. Mungkin?" Chanyeool kembali berbalik tanya. Jongin memutar bola matanya malas

"Oh mengharukan. Park Chanyeol –yang mengaku si playboy sekolah butuh waktu berhari-hari hanya untuk menaklukan seorang Baekhyun. Wow aku benar-benar terharu," Sekarang Sehun yang mengeluarkan suaranya. Sehun benar-benar tidak menyangka Chanyeol akan mengalami kesulitan. Sehun menyeringai.

"Kalian kira ini semua mudah? Baekhyun mungkin benar-benar straight. Mendekatinya saja sudah membuat aku jengkel. Demi apapun. Dia benar-benar tidak peduli denganku" Chanyeol frustasi. Berharap teman-temannya mengerti keadaannya. Tapi nyatanya salah. Ketiga teman bodohnya itu hanya memandang Chanyeol datar.

"Chanyeol, kau lebih terlihat seperti lelaki yang tidak bisa mengejar cintanya" Kris berkata dengan nada mengejek. Jongin dan Sehun tertawa saat itu juga. Mereka memegang perut mereka yang menjadi –sedikit sakit karena tertawa tanpa henti. Chanyeol mendengus.

"Aku punya rencana. Aku akan menjalankannya istirahat nanti" ketika temannya berhenti tertawa. Argh padahal mereka sudah bahagia karena –menurut mereka Chanyeol akan kalah taruhan ini. Tapi Chanyeol ya tetap Chanyeol. Chanyeol akan terus mendapatkan apa yang ia inginkan. Bagaimanapun caranya.

"Terserah kau" Sehun membalasnya dengan raut wajah seperti biasa. Datar. Seakan hidupnya sedatar wajah albino miliknya.

Chanyeol mengangkat bahunya. Mata Phoenix miliknya melihat sesosok mungil dengan headset yang menggantung indah di kedua telinganya. Orang itu menoleh. Chanyeol menyeringai. Chanyeol menggerakan Kakinya mendekat kearah sosok mungil alat taruhan mereka itu. "Chanyeol, hey mau kemana kau?" Sehun berteriak.

"Mungkin mendekati calon suaminya itu" Jongin mengedikkan bahunya.

Chanyeol terus melangkah. Tetapi pada saat sosok mungil itu menoleh dan melihat wajahnya, lelaki mungil itu –Baekhyun langsung mempercepat langkahnya. Chanyeol yang melihat itu juga langsung mempercepat langkahnya. Bibir plum miliknya menyeringai saat langkahnya hanya tinggal satu meter dari Baekhyun. Dengan cepat tangannya menarik pergelangan tangan milik Baekhyun. Telinga perinya bisa mendengar suara decakan malas dari bibir pria mungil itu

"Baek.." Chanyeol baru mengucapkan satu kata.

"Lepas" Baekhyun berontak. Tetapi Chanyeol menahan tawanya saat tenaga Baekhyun tidak mampu melawan pergerakan dari Chanyeol.

"Kumohon Chanyeol, lepaskan aku" Baru kali ini Chanyeol melihat Baekhyun seberantakan ini. Chanyeol mendesah pelan. Perlahan Chanyeol membawa tubuhnya mendekati lelaki mungil itu. "Semoga kau menyukai kejutanku, sayang" Chanyeol menyeringai saat Baekhyun –sedikit membolakan matanya. Dengan cepat Chanyeol membalikkan tubuh raksasanya itu dan kembali berjalan kearah teman-temannya. Chanyeol mendesah saat melihat respon Baekhyun yang –menurutnya terlalu datar. Baekhyun tidak terlihat merona ataupun berteriak. Biasa saja. Seperti menganggap perkataan Chanyeol hanyalah angin.

.o.o.o.o.

Chanyeol memutuskan untuk tetap belajar dikelas. Tidak ada acara membolos untuk kali ini. Ia benar-benar berdebar membayangkan hal yang sudah ia rancang kali ini. Chanyeol benar-benar tidak tau mengapa ia bisa seperti ini. Biasanya jika ingin menyatakan cinta –bulshit pada incarannya, Chanyeol langsung saja menyatakannya. Tidak ada acara debar-debaran disekitar dadanya. Itu benar-benar mengganggu.

Chanyeol sempat berdecih pelan saat matanya melihat Baekhyun memasuki kelasnya. Bukan, Baekhyun bukan teman sekelasnya. Baekhyun berjalan mendekat kearah Lee Songsaengnim –mungkin membicarakan tugas. Baekhyun sempat tertawa kecil saat Guru Lee sedang membicarakan hal aneh. Guru itu memang suka sekali membuat lelucon. Mata Baekhyun melengkung. Membuat Chanyeol tak bisa berhenti memandangi lelaki mungil itu. Jongin yang melihat Chanyeol memperhatikan Baekhyun, hanya menyeringai.

"Chanyeol, aku harap air liur-mu tidak menetes karena terus-menerus menatap Baekhyun" Chanyeol ingin membunuh Jongin sekarang juga. Si hitam-bodoh itu berteriak dengan suara yang sangat menyeramkan. Chanyeol memandang Jongin tajam. Sekarang seluruh kelas mentertawakannya. Terutama Jongin, Sehun dan Kris. Tiga orang idiot itu terawa dengan mulut yang terbuka lebar. Chanyeol kembali memperhatikan depan kelasnya –Baekhyun lebih tepatnya. Mata bulatnya dapat melihat Baekhyun meringis. Tanda tak nyaman dengan keadaan ini.

Perlahan tawa menjengkelkan itu hilang satu-persatu.

Kalau bukan Guru Lee yang memberhentikannya, Chanyeol berani jamin pasti tawa nista teman-temannya tidak akan terhenti.

"Semuanya harap tenang. Baekhyun akan memberikan sedikit pengumuman" semuanya mengangguk patuh. Perlahan Baekhyun berjalan tengah kelas –didepan kelas.

"Selamat Siang semua"

"Siang" Baekhyun tersenyum ketika telinganya mendengar respon dari murid dikelas ini.

"Aku akan memberikan sedikit pengumuman. Aku mendapat amanat dari ketua OSIS kita, Junmyeon Hyung yang hari ini tidak bisa hadir dan menyampaikan hal yang cukup penting ini. Aku hanya memberi tahu kalian, Bahwa yang akan menampilkan pentas seni untuk minggu ini adalah kelas XI-B. Yang artinya itu adalah kelas kalian. Aku dan segenap rekan OSISku memohon partisipasi kalian. Kalian juga bisa mengundang teman kalian untuk menjadi bintang tamu. Terima kasih perhatian kalian" Baekhyun langsung membungkukkan tubuh mungilnya sesaat setelah menyampaikan pengumuman. Dan juga membungkuk kepada Mr. Lee dan berjalan mendekati pintu.

"Baekhyun Tunggu" Baekhyun menghentikan kaki mungilnya dan menolehkan kepalanya.

"Ya, Chanyeol. Ada apa?" Baekhyun berkata dengan raut Baekhyun yang bingung.

"A –Ah tidak. Tidak jadi" Semua teman dikelasnya tertawa. Hari ini Chanyeol ditertawakan karena Baekhyun. Baekhyun menatap wajah Chanyeol datar. Dan langsung memutar knop pintu kelas Chanyeol. Dan bergegas keluar.

"Get Well Soon, Chanyeol" Chanyeol membuka gumpalan kertas yang baru saja dilempar dari teman idiotnya yang tingginya menyamai dirinya –Kris. Dan ia dapat melihat ketiga manusia nista itu Tertawa.

"Baiklah, ayo kita mulai lagi belajarnya"

Chanyeol mendesah malas. Belajar lagi.

.o.o.o.o.

Kriing

Bel pergantian jam berbunyi. Begitu Mr. Lee menggerakan kakinya keluar dari kelas, keempat pangeran itu –Chanyeol, Jongin, Sehun dan Kris juga melangkahkan kakinya keluar kelas mereka. Seperti biasaa, mereka memasuki markas.

Chanyeol mendudukan dirinya disofa dan menghela nafasnya untuk menyalurkan rasa lelahnya sehabis naik tangga untuk masuk kemarkas mereka. Jarinya menginturksikan sang maknae –Sehun untuk mengambil minuman dikulkas. Sedangkan yang disuruh hanya menurut.

"Chanyeol, sebenarnya apa rencanamu?" yang paling tinggi diantara mereka –Kris bertanya.

"Rahasia. Kalian hanya perlu menonton pertunjukan yang aku sediakan" Chanyeol menyeringai. Berkhayal yang tidak-tidak. Ia membayangkan Baekhyun yang akan menjadi miliknya. Eh? Chanyeol langsung menggelengkan kepalanya.

"Kau kenapa, bro?" Sehun bertanya seraya meminum minuman yang Sehun ambil tadi. "Ah kau membayangkan kau tidur dengan Baekhyun ya?"

"BODOH!" Chanyeol berteriak. Semuanya tertawa. Baiklah sifat Chanyeol hari ini benar-benar menyenangkan –untuk ditindas.

"Yayaya. Well, kapan kau akan menjalankan pertunjukanmu?"

"Istirahat nanti"

"Wow, kau bergerak cepat" Chanyeol mengedikkan Bahunya. "Aku hanya ingin memenangkan taruhan ini" Jongin menatap wajah Chanyeol datar.

"Well, aku harap kau tidak terjebak dengan Baekhyun. Aku mendoakanmu. Semoga saja Baekhyun tidak mempermalukanmu" Chanyeol mendelik. Kenapa jongin jadi Banyak biacara, sih?

Keempat lelaki tampan itu terus melanjutkan obrolan mereka. Ruangan itu menjadi mendadak sangat berisik karena suara tawa yang dihasilkan keempat pemuda itu. Sampai salah satu dari mereka bersuara –menyela obrolan mereka.

"Bung, istirahat 5 menit lagi" Kris berkata sambil menunjukan jam tangan mahal miliknya. Chanyeol mengangguk. Dan mulai bangkit dari duduknya. Ketiga temannya mengikuti Chanyeol.

Chanyeol terus melangkah ke ruang audio dimana terdapat microfone yang bisa langsung disambungkan ke speaker sekolah. Bel Istirahat berhenti berbunyi. Perlahan Chanyeol menekan tombol power untuk menyalakan microfone. Sekarang microfone sudah menyala. Dengan ragu Chanyeol mendekatkan bibir kissable miliknya untuk berbicara di microfone.

" Untuk seluruh siswa/siswi SMA Gyeondam diharapkan untuk segera berkumpul di aula. Sekali lagi dimohon untuk seluruh siswa-siswi SMA Gyeongdam segera berkumpul di aula. Terima kasih" suara berat milik Chanyeol menghentikan perkataannya.

Kakinya melangkah menuju aula. Setiap bunyi langkah kakinya membuat Chanyeol semakin berdebar. Chanyeol dan ketiga temannya sudah sampai di aula. Matanya menangkap Baekhyun yang sedang duduk di barisan paling depan. Chanyeol meneringai –didalam hatinya sungguh ia benar-benar harus membuang urat malunya demi taruhan konyolnya.

"Oke Guys maaf mengganggu kalian" Suara bariton Chanyeol mulai menggema di Aula. Wanita yang ada mulai bergerak seperti cacing kepanasan

"Suara Chanyeol sangat sexy!"

Chanyeol dapat mendengar teriakan dari wanita SMA Gyeongdam. Chanyeol terkekeh saat melihat Baekhyun mengembungkan pipinya. Pasti Baekhyun iri –batin Chanyeol

"Aku disini hanya ingin menyatakan suatu hal kepada seseorang yang spesial"

Chanyeol menyeringai. Semua wanita disana menjerit. Berharap namanya disebut oleh Chanyeol. Karena baru kali ini Chanyeol menyatkan perasaannya didepan publik.

Chanyeol menatap Baekhyun yang berada dibarisan paling depan –dengan Jongdae dan Tao. Chanyeol menghela nafasnya. Kenapa ia jadi gugup?

"Byun Baekhyun" Suara Chanyeol terdengar lagi. Semua orang disana mulai berbisik-bisik. Apakah orang spesial yang Chanyeol maksud adalah Baekhyun?

"Apa lagi" Baekhyun yang sepertinya belum sadar hanya menjawab dengan raut wajah malas malasan. Mata Baekhyun membola saat Chanyeol menariknya kehadapan para warga sekolah Gyeongdam.

"hei Lepas!" Baekhyun memukul tangan Chanyeol. Chanyeol meringis kesakitan. Pukulan Baekhyun cukup kuat. Semua audience terdiam menonton drama menarik dihadapannya. Chanyeol menyeringai saat ia melihat teman-temannya menatap mereka –Chanyeol dan Baekhyun dengan mata yang membola.

"Dengarkan, Baek. Aku hanya mengatakannya sekali"

"Jangan Coba-coba mempermainkan Baekhyun!" telinga Chanyeol mendengar Jongdae dan Tao berteriak. Chanyeol memutar bola matanya malas

"Diamlah" Chanyeol memohon. Dan keduanya terdiam. Chanyeol tersenyum puas

"Baek, Aku tau kau tidak menyukaiku, Bahkan.. kau membenciku. Sebut saja ini seperti drama. Aku mencintai orang yang tidak menyukaiku sama sekali" Chanyeol terkekeh.

"Aku benar-benar tertarik denganmu, Baek. Aku mencintaimu. Sejak –"

"Cukup" Baekhyun mengeluarkan suaranya. Tapi Chanyeol menulikan pendengarannya.

"Aku hanya bisa tersenyum idiot saat bersamamu, Baek. Aku.. sial aku benar-benar mencintaimu. Chanyeol mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun. Chanayeol dapat melihat Baekhyun menahan nafasnya.

"Would you be mine?" Chanyeol berbisik. Tetapi yang lain masih bisa mendengarnya. Mulai terdengar sorak-sorakan dari warga sekolah. Chanyeol melirik teman-temannya. Mata phoenixnya bernada meremehkan. Chanyeol dapat melihat Kris menepuk dahinya.

"Chanyeol. Jangan seperti ini" Baekhyun memohon. Baekhyun benar-benar tidak tau harus berkata apa. Disatu sisi Baekhyun merasa ia dipermainkan oleh Chanyeol. Disatu sisi Baekhyun tidak mau berprasangka buruk. Dan disisi lain, Baekhyun benar-benar tidak tega menolak Chanyeol. Bukan, bukan karena Baekhyun mencintai Chanyeol. Jika saja Chanyeol hanya seperti ini dihadapan teman sekelasnya –seperti yang dilakukan Daehyun Baekhyun masih bisa menolak. Tapi kali ini? Didepan semua. Semuanya. Siswa dan Guru ada disini. Baekhyun menatap bola mata Chanyeol. Mencari tanda bahwa Chanyeol berbohong. Tapi, Baekhyun tidak menemukannya.

Baekhyun menoleh kearah Jongdae dan Tao. Kedua sahabatnya hanya memandangnya seolah memberi kekuatan Dan kepercayaan. Baekhyun paham, kalau kedua sahabatnya itu menginginkan terbaik untuknya. Dengan hati yang mantap, Baekhyun berbicara dengan pelan

"Untuk saat ini aku percaya padamu. Aku tidak mungkin mempermalukan-mu disini"

Baekhyun menghembuskan nafasnya. "Tolong, jangan sia-siakan kepercayaanku padamu. Baru kali ini aku menerima seorang lelaki."

Chanyeol bernafas lega. Ia tidak malu. Dan ia menang taruhan! Chanyeol menyeringai.

"Terima kasih, Baekhyun. Aku mencintaimu" Baekhyun tidak membalasnya. Matanya menoleh kearah sahabatnya yang sedang memandangnya dengan raut wajah 'Bagaimana' Baekhyun hanya mengucapkan tanpa suara 'akan aku ceritakan' dan kepalanya menoleh kearah Chanyeol lagi.

Matanya membulat saat ia melihat Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun hingga hidung mereka bersentuhan. Baekhyun juga dapat melihat Chanyeol memiringkan kepalanya. Dan perlahan Baekhyun dapat merasakan benda lembut dan basah menempel dibibirnya. Kulit halusnya juga dapat merasakan tangan besar Chanyeol yang merengkuh lembut pinggangnya.

Baekhyun ingin memberontak. Tapi bibir milik Chanyeol seolah menguncinya. Baekhyun melemas saat bibir bagian atasnya dapat merasakan sedang dihisap lembut. Baekhyun hanya terdiam. Tidak tau harus melakukan apa. Sampai stok udara diparu-parunya menipis, Baekhyun memukul pelan dada Chanyeol. Chanyeol yang mengerti akhirnya melepaskan tautan mereka. Chanyeol dan Baekhyun dapat mendengar jelas suara tepukan meriah dari siswa. Chanyeol mengecup dahi Baekhyun sekilas.

"Terima Kasih yang telah datang hanya untuk melihat kami berdua" Chanyeol tersenyum dan membungkukan badannya. Kepalanya menoleh saat hanya melihat raut datar milik Baekhyun. Mungkin Baekhyun terpaksa? Memang!

"Sayang, kau kenapa?" Chanyeol terkekeh geli saat Baekhyun mendengus dengan bibir dikerucutkan.

"Jangan memanggilku dengan panggilan itu bodoh!" Baekhyun memukul pelan lengan Chanyeol dan berjalan menuju Jongdae dan Tao. Baekhyun memutar bola matanya malas saat melihat raut wajah sahabatnya yang terlihat seperti orang bodoh.

"Baekhyun, kau berpacaran dengannya?" dengan ragu Baekhyun mengangguk. "Aku tidak mungkin mempermalukannya" Tao dan Jongdae mengangguk paham.

"Baiklah, yang tidak aku sangka adalah adegan ciu –"

"Cukup Jongdae. Ayo kekantin Tao –ya" Baekhyun berjalan menuju kantin. Tapi langkahnya terhenti saat melihat tangannya digenggam oleh kekasih ehm barunya ehm.

"Kenapa lagi Chanyeol?" Chanyeol mendesah malas.

"Pertama, Aku ingin memanggilmu dengan sebutan Baby dan kau memanggilku dengan sebutan Giant"

"Hei itu seperti –"

"Kedua, aku ingin setiap istirahat kita memakan satu kotak bekal berdua denganmu. Tidak ada penolakan, Baby" Chanyeol mendekatkan bibirnya ke pipi milik Baekhyun. Tapi Baekhyun langsung menjauhkan wajahnya.

"Terserah."

"Panggil aku Giant"

"Tidak Mau"

"Jika kau tidak mau, aku akan memanggilmu smurf"

"Baiklah, Baiklah, Giant. Puas?" Chanyeol tersenyum. Dan langsung menarik tangan Baekhyun untuk segera kekantin.

"Jongdae, menurutmu Chanyeol serius?" Tao bertanya pada Jongdae. Tao mengangkat bahunya

"Kita hanya perlu menjaga si Bacon. Kita harus benar-benar memastikan bahwa Baekhyun bukan barang mainan Chanyeol dan teman-temannya" keduanya mengangguk. Dan berjalan menyusul Baekhyun untuk ke kantin.

Jongdae, Tao kuharap kalian cepat temui kebenarannya

.o.o.o.o.

TBC

.o.o.o.o.

Cuplikan Chapter depan

Baekhyun telah selesai bernyanyi. Semua orang bertepuk tangan. Tetapi matanya tertuju pada dua orang dihadapannya Kris dan Chanyeol

Kris mengangkat tangannya yang memegang kunci tinggi-tingga hingga Baekhyun bisa melihatnya –mungkin. Dan Chanyeol yang mengambil kunci mobil itu sambil menyeringai.

"Wow. Aktingmu hebat, Chanyeol"

"Aku mengerti perasaanmu"

"Aku tidak mencintainya, Jongin"

"Kau berbohong"

"Kalau aku pembohong, kalian itu apa?"

"Berani sekali kalian mempermainkan Sahabatku brengsek! Enyahlah kalian"

"Entahlah, aku menghawatirkannya

.o.o.o.o.

A/N : Hai aku bawa kelanjutannya. Maaf aku hanya update sudut pandang Chanyeol sebeluh tragedi di aula. Sebenarnya aku ingin update yang di cuplikan. Tapi aku ingin tahu respon kalian. Chapter depan Obsesi Chanyeol terhadap Baekhyun akan dimulai! Haha /tertawa nista/

Untuk Oh, Baekhyun Aku undur updatenya. aku sedang tidak mod. hehe :3

Penasaran ga sama trailernya? Mungkin aku akan sedikit lama updatenya. Aku ingin tau respon kalian XD


Thanks To :

CH.1 : DahsyatNyaff .921025 || dandelionleon || LeeEunin || devrina || Special bubble || chika love baby baekhyun || septhaca || ShinJiWoo920202 || winter park chanChan || Maple fujoshi2309 || SaraswatiNinukparklili || Nenehcabill || KyusungChanbaek || kotomeharu22 ||tutyuy

CH.2 : julihrcotomeharu22 || neli amelia || devrinaSFA30 || windeerlu || KyusungChanbaek || septhaca || Babby Byunie || Nenehcabillparklili || farfaridah16 .9ms.R || Ohmypcy || bee || ShinJiWoo920202 || winter park chanChan || Special bubble || Maple fujoshi2309 || chanchanhwang || Kin Ocean || chanchan19

Dan semua yang sudah review di Chap 3 ! maaf belum aku sebut XD

Mind To Review Again?