If You Can Make Me Fall in Love with You !
Rate : M
Cast : ChanBaek and find it in your self
Length : Chaptered
Disclaimer : ChanBaek and This story is MINE xD
Genre : School life, Romantic, Little bit Angst, fluff
"Aku tidak mencintainya, Jongin"
Baekhyun masih tidak menyangka dengan apa yang telah terjadi hari ini. Dirinya;Sudah;Resmi;Menjadi;Kekasih;Chanyeol. Tentu saja hal itu telah menjadi headline surat kabar disekolah. Banyak sekali yang merasa terkejut dengan berita ini. Baekhyun yang dikenal sangat membenci Chanyeol, tapi sekarang telah menjadi kekasih Chanyeol. Berada dipihak 'bawah' pula. Siaaal. Baekhyun benar-benar tidak mau mengakui hal it. Baekhyun rasa ia benar-benar cocok menjadi pihak 'atas'. Baekhyun pikir itu benar-benar memalukan. Tadi pada saat insiden Chanyeol menyatakan cintanya, dan mereka –Chanyeol dan Baekhyun beranjak ke kantin, keduanya kembali bertengkar. Yang membuat Baekhyun berfikir mereka memalukan adalah topik pembahasan. Mereka membahas pihak 'atas' dan pihak 'bawah'
Masih jelas di ingatan Baekhyun bahwa saat itu matanya berkilat menahan emosi. Dirinya bertambah emosi ketika netranya melihat Chanyeol tersenyum mengejek. "Aku pihak atas, Chanyeol" Baekhyun bertambah emosi saat Chanyeol tertawa terbahak-bahak. Chanyeol benar-benar idiot.
"Firstly, kau lupa Baby? Kau harus memanggilku Giant" Chanyeol mendengus menahan tawa saat melihat raut wajah datar milik Baekhyun yang perlahan mengangguk. "Secondly, kau harus menerima takdir, baby. Kau mungil, aku tinggi. Mana mampu kau 'menunggangi' ku?" Chanyeol tertawa geli ketika melihat Baekhyun menyemburkan Jus Stawberry-nya karena kata 'menunggangi' . Baekhyun mendengus. Dengan pasrah Baekhyun mengangguk dan mengatakan
"Ya Ya Ya. Terserah kau saja"
Sambil menggerakkan kepalanya kekanan dan kekiri. Chanyeol yang melihat itu hanya tersenyum tipis. Baekhyun benar-benar terlihat seperti anak kecil. Perlahan tangan besar milik Chanyeol merambat untuk mengusak pelan rambut si mungil yang berada disampingnya sekarang –karena Chanyeol berpindah tempat. Baekhyun yang dapat merasakan belaian lembut di Rambut Cokelat miliknya menolehkan kepala dan memasang wajah polos miliknya. "Kenapa?" Chanyeol hanya menggeleng dan menggigit pelan hidung mungil milik Baekhyun.
"Berhenti ber-ekspresi seperti itu, Baby. Aku ingin memakanmu sekarang juga"
Baekhyun memutar bola matanya malas. Chanyeol memang pandai sekali menggoda. Tapi Baekhyun bersyukur dirinya tidak jatuh dalam perkataan Chanyeol. Yeah setidaknya –Belum. Baekhyun hanya kembali memasukan Nasi goreng kimchi miliknya kedalam mulutnya. Mata bulan sabitnya kembali menangkap Chanyeol yang sedang asik memandanginya. Baekhyun berfikir. Apa penampilannya aneh? "Kenapa memandangiku, Channyeol? Apa aku aneh?" Chanyeol tertawa melihat wajah lucu Baekhyun yang terlihat kebingungan
"Tidak. Kau sangat cantik, Baby" Baekhyun terdiam. Nasi goreng ditenggorokannya mendadak sulit untuk ditelan. Baekhyun berusaha menyembunyikan suara detak jantung miliknya.
"Tutup mulutmu, idiot. Aku ini Tampan" Baekhyun menengguk minumnya. Baekhyun mengumpat. Ada apa sih dengan jantungnya? Keningnya berkertu saat melihat Chanyeol membuka mulutnya dan menunjuk nasi goreng mliknya. Tidak ingin berdebat, Baekhyun langsung menyuapi Chanyeol. Raut wajah Baekhyun kembali menjadi datar. Wanita SMA Gyeongdam kembali menjerit seperti orang kesetanan.
"Ya Tuhan, mereka romantis!"
"Baekhyun, kau munafik! Kau mengatakan kalau kau membenci Chanyeol"
"Andai aku menjadi Baekhyun"
Dan masih banyak lagi gunjingan yang orang lain berikan untuk pasangan baru ini. Baekhyun hanya menghela nafasnya tanda ia tidak nyaman dengan situasi ini. Mata mungil miliknya kembali ia paksakan untuk melihat sosok jangkung disebelahnya. Chanyel sedang menggenggam tangannya. "Kau akan terbiasa, Baby" Baekhyun tidak memperdulikannya. Chanyeol terkekeh. Apa Baekhyun cemburu? Haha berharap tinggi sekali kau, Park. Chanyeol yang gemas karena Baekhyun tidak memperdulikannya hanya menggenggam kedua pipi Baekhyun –terlihat seperti memaksa Baekhyun untuk melihatnya. Baekhyun terus meenpuk tangan besar Chanyeol yang menggenggam pipinya dan bergerak kekanan dan kekiri. Demi apapun, Baekhyun terlihat seperti boneka elastis.
Baekhyun memejamkan matanya saat dirinya melihat Chanyeol mendekatkan wajahnya. Chanyeol yang melihat hal itu hanya terkekeh geli. Baekhyun pati mengira kalau dirinya akan Chanyeol cium. Yeah walau kenyataannya memang dicium, sih. Tapi Chanyeol beersungguh-sungguh. Ciumannya hanya dipipi. Tidak lebih.
"Baby, buka matamu." Chanyeol rasanya ingin sekali memakan Baekhyun sekarang. Baekhyun terlihat bergetar ketakutan seraya menggelengkan kepalanya sehingga surai cokelatnya sedikit mengenai Chanyeol. "Aku berjanji tidak akan melakukan apapun." Perlahan Baekhyun mulai membuka kedua matanya yang mendapati jaraknya sangat dekat dengan Chanyeol. Jantungnya kembali berdentum dengan cepat. "Baek, minggu ini kelasku yang akan pentas seni. Berminat menjadi special guest? Uhm –yeah aku dengar kau bisa, bernyanyi?" Baekhyun yang masih tergugup. Hanya menganggukan kepalanya.
"Yeah, sedikit"
Chanyeol tersenyum sangat cerah. Baekhyun kembali bergidik. Baekhyun sangat beerharap Chanyeol melepaskannya. Karena, matanya dapat melihat kehadiran tiga orang idiot yang sejenis dengan Chanyeol telah hadir disini. Itu Jongin, Sehun dan Kris. Tiga mahluk sok tampn, sok tenar, sok pintar –yeah walau kenyataannya begitu –tetapi selalu bertingkah idiot.
"Chanyeol, lepaskan aku. Ya, aku akan menyanyi untuk kelasmu itu"
Chanyeol tersenyum sangat lebar. Membuat Baekhyun ingin menghantam kepala Chanyeol ke dinding rumahnya.
Ah pasti kehidupan Baekhyun sangat tenang nanti. Baekhyun menggelengkan kepalanya. "Chanyeol, lepas" Baekhyun dapat melihat ketiga orang idiot dibelakang Chanyeol sedang tersenyum –idiot menyeringai. Terutama Jongin. Si hitam itu malah tertawa tanpa suara sekarang.
"Cium aku, Baby" Chanyeol meminta. Sekarang ketiga temannya yang membolakan matanya. Sedangkan Baekhyun hanya menatap Chanyeol datar. Perlahan wajah Chanyeol mendekat kewajah Baekhyun. Baekhyun hanya bisa berdiam diri tubuhnya sudah direngkuh erat oleh raksasa ini. Bagaimana bisa ia kabur?
"Dude, lebih baik kalian melakukannya dikamar mandi"
Itu Jongin! Itu suara Jongin. Chanyeol mendecak malas dan menoleh keearah belakang tempat dimana terdapat teman-teman idiotnya. Baekhyun yang melihat kesempatan untuk lolos-pun akhiirnya mendorong tubuh Chanyeol dan segera berlari menuju kelasnya.
"Hei Baby! Mau kemana?" teriakan Chanyeol menggema di sekitar kantin. Sejenak, suasana kantin kembali tenang. Chanyeol terkekeh saat melihat Baekhyun menendang udara kosong. Bibirnya tersenyum saat mlihat Baekhyun berbalik badan.
"Aku ingin kekelas, Giant-ku" teriakan Baekhyun langsung disambut siulan dari penghuni kantin. Chanyeol menyeringai. Sedikit senang saat Baekhyun memanggilnya dengan sebutan Giant.
"Ayo pulang bersama, Baby. Aku akan mengajakku keapartemenku"
Baekhyun membolakan matanya dan mendesis "Bodoh" dan langsung berlari menuju ruang kelasnya. Chanyeol yang melihat respon Baekhyun hanya terkekeh. Benar-benar menggemaskan. "Bro, kau mengajaknya keapartemen? Ingin mengajaknya bermain ditempat tidurmu?" sahabatnya yang paling muda –Sehun bertanya. Chanyeol hanya mengangkat bahunya.
"Mungkin?"
Semuanya menatap Chanyeol dengan waspada. "Jangan menatapku seperti itu. Aku hanya mengajaknya menjadi special guest saat acara pentas seni kita. Aku akan mengajaknya berlatih diapartemenku." Kedua temannya mengangguk. Sehun dan Kris. Tapi tidak dengan Jongin.
"Kau menjadikannya Bintang Tamu?" Jongin bertaya, yang ditanya hanya mengangguk. Tanda menyetujui.
"Aku juga akan memberi tau soal taruhan kita pada saat ia tampil" Jongin dapat melihat Chanyeol tersenyum miring. Jongin mendadak prihatin pada Baekhyun. Baekhyun tidak salah apa-apa, tetapi kena imbas permainan mereka. Jongin menghembuskan nafasnya.
"Apa itu tidak terlalu, Jahat?"
Chanyeol, Kris dan Sehun yang mendengar Jongin mengatakan seperti itu hanya mengerutkan keningnya. Bingung.
"Lupakan" sela Jongin agar sahabatnya tidak terlalu memikirkan hal itu.
.o.o.o.o.
Bel tanda selesainya pelajaran pun berbunyi. Semua siswa sedang bersiap-siap untuk berggas pulang kerumahnya masing-masing. Termasuk pemuda mungil dengan surai cokelat yang sedang memasukkan buku pelajarannya kedalam tas berwarna Baby Blue-nya. Setelah Baekhyun pastikan tidak ada barang yang tertinggal, Baekhyun langsung melangkahkan kakinya mninggalkan ruang kelas yang tersisa kedua sahabatnya, Tao dan Jongdae. Sebenarnya hari ini mereka bertiga berniat menemani Tao untuk membeli produk Gucci terbaru. Tapi sayangnya Baekhyun lebih dulu mempunyai janji dengan ehm –kekasih barunya. Baekhyun sempat berdebat dengan Tao yang hampir menangis karena merasa Baekhyun lebih mementingkan Chanyeol. Padahal, demi apapun Baekhyun sama sekali tidak peduli. Tetapi Baekhyun bukanlah seorang yang mudah melanggar janjinya. Akhirnya dengan penuh perasaan Tao-pun mengerti. Kedua orang itu –Jongdae dan Tao segera bergegas keluar kelas. Tidak ingin membuang waktu. Masalahnya, jika Tao sudah berada didalam mall, dipastikan mereka akan pulang kurang lebih setelah 5 jam. Hh –menyusahkan.
"Panda, aku ingin kekamar mandi" Tao hanya mengangguk dan jari panjang miliknya menunjuk kearah parkiran "Aku tunggu dimobil" Jongdae hanya mengangguk.
Dengan sedikit bersiul, Jongdae berjalan dengan memasukkan kedua tangannya disaku celananya. Tetapi siulannya berhenti saat telinganya mendapati suara wanita yang tengah mendesah. Berani sekali mereka melakukan hal itu disini –pikirnya
Tanpa memperdulikan hal itu, Jongdae langsung bergerak membuka pintu Toilet. Dan matanya membulat saat terdapat dua orang yang berbeda gender sedang berpagutan. Yang lebih membuat Jongdae kaget adalah... lelaki itu, Chanyeol. Kekasih baru sahabatnya. Tunggu, bukankah Baekhyun dan Chanyeol memiliki janji? Oh Jongdae dapat mengambil kesimpulan. Sahabatnya menunggu diparkiran sedangkan lelaki brengsek –Chanyeol ini sedang ask bercumbu dengan wanita lain. Jongdae merasa dadanya sesak sekarang. Baekhyun, Sahabatnya, dipermainkan?
Dengan penuh emosi Jongdae melangkahkan kakinya mendekat kearah Chanyeol dan memutar tubuh Chanyeol. Dan Pukulan dari Jongdae telak mengenai rahang tegas milik Chanyeol. Sedangkan sang wanita sudah melarikan diri entah kemana.
"Brengsek! Beraninya kau mempermainkan sahabatku? Sialan!" Jongdae benar-benar sudah tidak dapat mengontrol emosinya. Jongdae lagi-lagi bertambah emosi saat melihat Chanyeol menyeringai
"Temanmu saja yang bodoh. Jebakanku benar-benar bekerja dengan baik"
Jongdae mengayunkan tangannya. Tetapi tidak sampai mengenai Chanyeool. "Aku akan segera menyuruh Baekhyun memutuskanmu" Jongdae membuang pandangannya kesegala arah. Chanyeol sedikit panik. Tetapi dengan tenang Chanyeol berkaa
"Jika kau mengatakannya, aku pastikan Sahabat bodohmu itu sulit berjalan besok. Hari ini dia akan mengunjungi apartemenku, bukan?" Chanyeol menyeringai. Airmata Jongdae akhirnya terjatuh juga. Dirinya tidak rela jika Baekhyun, Sahabatnya disentuh oleh makhluk laknat ini.
"Jangan pernah menyentuh Baekhyun, Brengsek" Chanyeol hanya tertawa dan berjalan meninggalkan Jongdae.
.o.o.o.o.
Bakhyun melihat jamnya dengan raut wajah datar. Chanyeol lama sekali. Seharusnya Baekhyun tau, kalau Chanyeol bukanlah orang yang tepat waktu. Untuk menghilangkan rasa bosannya, Baekhyun mengeluarkan telepon genggam miliknya. Jemari lentiknya ia gerak-kan keatas dan kebawah untuk mencari lagu yang pas. Baekhyun kembali menganggukan kepalanya perlahan mengikuti irama musiknya. Tetapi baru saja ia memejamkan matanya tangannya sudah ditarik dengan seseorang. Baekhyun mendecak. Apa Chanyeol tidak bisa bergerak lembut?
"Chanyeol sa –kit" matanya membola saat dihadapannya berdiri seorang yang –mengaku mencintainya. Jung Daehyun. Baekhyun menahan nafasnya saat Daehyun menenggelamkan di ceruk leher miliknya.
"Baek. Aku mencintaimu. Tapi kau menolakku. Kenapa justru kau menerima Chanyeol?" Daehyun bertanya dengan lirih. Baekhyun memejamkan matanya. Mencoba merasakan apa yang sedang Daehyun rasakan.
"Dae-ah, sekali lagi, maaf. Aku, Aku tidak bisa menolak Chanyeol. Ia melakukannya didepan publik. Jika aku menolaknya, dia akan menahan malu" Baekhyun dapat merasakan seragamnya basah. Daehyun menangis. Oh ya Tuhan! Baekhyun benar-benar merasa bersalah sekarang.
Baekhyun menegang saat Daehyun mengecup bahunya singkat. "Aku mencintaimu, Baek. Semoga kau bahagia. Tolong peluk aku, Baek. Untuk terakhir kali" tangan Baekhyun terulur untuk membalas pelukan Daehyun. Baekhyun jadi ikut menangis. Apa dirinya sangat berarti bagi, Daehyun?
Pelukan itu hanya berlangsung selama dua menit. Jika saja Baekhyun merasa tangannya ditarik oleh seseorang. Cengkramannya sangat kencang Baekhyun akan mengeluarkan jurus hapkidonya sekarang. Baekhyun menolehkan kepalanya saat melihat Chanyeol yang ternyata orang yang menariknya. Baekhyun jadi mengurungkan niatnya. Chanyeol memeluk posesif tubuh Baekhyun dan mengecup lehernya singkat. "Jangan sentuh Baekhyun. Dia milikku, Daehyun-ssi"
Daehyun yang mendengar pengakuan itu hanya menahan rasa sakitnya dengan cara memejamkan matanya. Perlahan Daehyun mulai membuka matanya dan berjalan mendekat kearah pasangan itu.
"Jaga dia, Chanyeol. Aku tidak akan ragu untuk mengambilnya darimu jika saja aku melihatnya tersakiti karena jiwa brengsekmu" Daehyun berkata dengan tenang tetapi penuh penekanan dan kembali melangkah menuju mobil miliknya. Chanyeol yang merasakan Baekhyun berontak hanya semakin mengeratkan pelukannya
"Bodoh. Aku tidak bisa bernafas"
Baekhyun mengerucutkan bibirnya. Chanyeol kembali tertawa idiot. Tawanya tidak berhenti. Melihat hal itu membuat Baekhyun memutar bola matanya malas. "Berhenti tertawa, idiot. Aku menunggumu 10menit yang lalu. Dasar lamban" Baekhyun melangkahkan kakinya menuju mobil milik Chanyeol tentu saja. Sedangkan sang pemilik mobil hanya tersenyum tanpa dosa. "Maaf Baby. Mr Hwang memanggilku tadi" Baekhyun mengangguk singkat.
"Oh"
"Jangan cemburu, Baby. Aku hanya tertarik padamu. Fyuuh" jiwa gombal Chanyeol mulai keluar. Baekhyun bergidik geli. Siapa juga yang cemburu?
Tanpa sadar Baekhyun memasukan tangannya diantara Lengan dan Tubuh Chanyeol. Chanyeol yang merasakan sentuhan Kulit Baekhyun dikulitnya mulai merasakan hormonnya memberontak. Kulit Baekhyun benar-benar halus. Chanyeol menjadi benar-benar tidak sabar untuk segera menuju apartemennya. Haha~ Dasar Licik. Setaunya, Hal seperti ini tidak masuk dalam susunan rencana mendekati Baekhyun di acara taruhan mereka. Tapi biarlah. Sekali-sekali tidak apa, Kan?
Chanyeol membukakan pintu mobil untuk sang kekasih. Baekhyun yang melihat itu hanya memandang Chanyeol datar. "Aku punya tangan sendiri, Okay"
Chanyeol menghela nafasnya. Apa Baekhyun sama sekali tidak tertarik dengannya?
Chanyeol mengendarai dengan kecepatan sedang. Mata Phoenixnya melirik Baekhyun yang sedang tersenyum sambil mengetik pesan.
"Baby? Kau berkirim pesan dengan siapa?" dengan penasaran yang tinggi akhirnya Chanyeol bertanya.
"Jongdae. Jongdae dan Tao sedang berbelanja sekarang"
Tubuh Chanyeol menegang. Jongdae? Bagaimana jika Jongdae mengatakan kejadian tadi pada Baekhyun? Bagaimanapun Caranya, Chanyeol harus menghentikan ini. Chanyeol menginjak rem mobil miliknya dengan cekatan. Yang membuat semua yang ada didalam mobilnya terlonjak. Termasuk Baekhyun dan Handponenya. Baekhyun menatap miris pada handponenya. Dan matanya beralih pada seseorang yang sedang mengendarai. Pasti Chanyeol sengaja.
"Yach! Kau merusak ponselku" Baekhyun berteriak. Membuat Chanyeoo kuwalahan. Dengan perlahan Chanyeol mengusap pelan bahu Baekhyun
"Maaf, Baby. Aku akan segera menggantinya"
Baekhyun sepertinya marah. Terbukti dari wajahnya yang terlihat dalam mood yang buruk. Tapi Baekhyun benar-benar menggemaskan sekarang. Chanyeol tersenyum.
"Kau ingin aku cium? "
Baekhyun memukul pelan kepala Chanyeol. Sedangkan yang dipukul hanya tertawa.
.o.o.o.o.
Keduanya telah sampai di apartemen Chanyeol. Ruangan yang terlihat klasik langsung menyapa indra penglihatan Baekhyun. Chanyeol memang pandai sekali memilih tempat yang dapat menyejukkan mata. Baekhyun mendecak kagum. Dari dulu Baekhyun menginginkan apartemen. Tetapi ayah dan ibunya tidak pernah mengizinkannya. Entah apa alasannya. Pernah sekali, Baekhyun menangis saat sang Ayah tidak mengizinkannya membeli apartemen. Saat itu, Baekhyun selalu menyela perkataan Ayahnya. Alhasil Ayahnya membentak.
Baekhyun memasang raut wajah datar saat mengingat hal tersebut. Chanyeol yang melihat perubahan raut muka Baekhyun dengan perlahan tangannya bergerak untuk merangkul Baekhyun. Si mungil tidak memberontak. Baekhyun menolehkan wajahnya sehingga dapat melihat dengan jelas Rahang tegas Chanyeol. "Chanyeol, Diapartemenmu ada teman-temanmu?"
Chanyeol yang merasa dipanggil-pun menoleh. "Hm? Tidak. Aku tidak mau orang idiot itu mengacaukan acara kita berdua, Baby" Baekhyun mengangguk mendengar penjelasan Chanyeol. Sedangkan yang paling tinggi hanya tersenyum dengan lesung pipinya.
Cklek
Mereka telah sampai dikamar Apartemen Chanyeol. Lagi-lagi Baekhyun mendecak kagum. Chanyeol yang melihat binar di mata Baekhyun hanya terkekeh. Menggemaskan. Seperti Puppy. Baekhyun berjalan menuju sofa untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Chanyeol juga terduduk disampingnya. Tetapi perlahan Chanyeol menidurkan tubuhnya dengan paha Baekhyun sebagai Bantalnya. Baekhyun tertegun. Saat merasakan benda yang cukup berat terasa dibagian pahanya. Baekhyun menunduk. Netranya memandang lurus mata Chanyeol yang juga sedang menatapnya. Keduanya masih terdiam dan saling menatap satu sama lain. Sampai yang memiliki mata bulan sabit memutuskan eyecontact mereka. Chanyeol terlihat kecewa. Tercipta suasana Canggung disini. Baekhyun kembali menahan nafasnya saat Chanyeol mengusak wajah tampannya di sekitar perut Baekhyun. Baru kali ini Baekhyun merasakan sensasi aneh disekitar perutnya. Baekhyun memejamkan matanya berusaha keras agar Chanyeol tidak mendengar dentuman jantungnya yang menggila.
"Baek, matamu sangat indah"
Baekhyun tersenyum tipis. Jari lentiknya dengan ragu mulai menyisir pelan rambut Chanyeol yang berwarna sedikit kecoklatan. "Terimakasih, Chanyeol"
Chanyeol tertegun saat indra pendengarannya dapat menangkap suara lembut Baekhyun. Baru kali ini Baekhyun berkata dengan lembut dengannya. Sejenak, Chanyeol melupakan penyebab mereka menjadi sepasang kekasih. Taruhan. 3 Hari lagi pengungkapan taruhan. Dan tandanya 3 hari lagi Hubungan mereka akan berakhir. Entah mengapa, Chanyeol khawatir Baekhyun membencinya.
"Baek, buatkan aku makanan." Chanyeol mengelus lembut pipi Baekhyun. Baekhyun menepis lembut tangan Chanyeol.
"Bagaimana aku bisa membuatkan makanan jika saja kau tidak mau bangkit dari pangkuanku?" Chanyeol kembali tersenyum lebar saat mendengar perkataan ketus Byun Baekhyun. Dengan semangat, Chanyeol bangkit dari acara tiduran-nya. "Ayo Baby, buatkan banyak makanan"
Baekhyun memutar bola matanya malas. "Tentu saja, Giant" Baekhyun tertawa saat melihat wajah kaget Chanyeol. Dan bergegas membuatkan makanan untuk sang kekasih.
Dengan lihai Baekhyun memasakkan nasi goreng untuk Chanyeol. Yeah Baekhyun memang hanya bisa memasak nasi goreng. Chanyeol mendelik saat nasi goreng dengan telur mata sapi tersaji didepannya.
"Apakah ini enak?"
Baekhyun kembali memasang raut wajah datar. Enak saja Chanyeol meremehkan masakannya.
Chanyeol yang melihat perubahan raut wajah Baekhyun hanya tersenyum memperlihatkan deretan giginya dan mulai memasukan sesendok nasi goreng buatan sang kekasih.
"Enak, Baby. Tetapi aku berani jamin. Tubuhmu lebih enak daripada nasi gorengmu"
CTAK
Chanyeol mengusap kepalanya pelan saat sendok nasi melayang dan mendarat tepat dikepalanya. Baekhyun menyeringai. "Berani kau berbicara kotor pada ku, aku akan memberikanmu seluruh jurus hapkido milik-ku"
Chanyeol menelan ludah gugup. Baekhyun yang melihat kegugupan Chanyeol hanya tertawa.
Chanyeol yang merasa dipermainkan bangkit dari duduknya dan mendekat kearah Baekhyun. Tangannya bergerak untuk menggelitiki bagian tubuh Baekhyun yang sensitif. Pinggangnya. Baekhyun tertawa terbahak-bahak saat jemari Chanyeol seperti menusuk-nusuk pinggangnya.
"Cukup, Chanyeol."
Baekhyun mengusap matanya yang mulai mengeluarkan airmata karena terlalu banyak tertawa. Chanyeol tersenyum singkat pada Baekhyun. Perlahan Chanyeol mendekatkan wajahnya. Baekhyun sempat panik. Tetapi Baekhyun menghela nafasnya dengan tenang.
Bibir Chanyeol sekarang sudah merekat erat di bibir milik Baekhyun. Dengan penuh kelembutan, Baekhyun mencoba membalas. Chanyeol tersenyum dalam ciumannya saat mengetahui Baekhyun membalas. Walau masih terasa kaku.
Chanyeol yang merasa tidak nyaman mulai mengangkat tubuh Baekhyun dan bergerak menuju tempat tidurnya. Baekhyun meringis pelan saat tubuhnya bersentuhan langsung dengan tempat tidur milik Chanyeol. Baekhyun sempat terlonjak kaget saat Chanyeol menindihnya. Sial! Baekhyun sangat panik sekarang.
"Tenanglah, Baek. Aku tidak akan menyentuhmu lebih"
Baekhyun mulai bernafas lebih tenang. Tetapi itu hanya berlangsung lama ketika Chanyeol mulai menyatukan tautan bibir mereka. Ciuman itu semakin dalam. Membuat Baekhyun merasakan mabuk kepayang. Puas dengan rasa bibir Baekhyun, Kecupan Chanyeol mulai bergerak kearah leher yang lebih mungil. Baekhyun bergerak gelisah ketika bibir Chanyeol mengenai titik tersensitifnya. Leher bagian kanan miliknya. Baekhyun semakin menegang saat kecupan Chanyeol perlahan mulai berubah menjadi gigitan kecil.
Ssh Aah
Desahan yang Baekhyun tahan akhirnya keluar. Chanyeol yang mendengar desahan Baekhyun semakin membuat libidonya membludak naik. Dengan perlahan Chanyeol membuka kancing seragam milik Baekhyun satu-persatu. Baekhyun menahan tangan Chanyeol. Tetapi Chanyeol meletakan Tangan Baekhyun agar dilingkarkan dilehernya.
Chanyeol masih asik dengan kegiatanya. Memberi 'tanda' bahwa Baekhyun adalah miliknya. Milikmu, Chanyeol? Yakin?
Tanda itu semakin bertambah banyak. Chanyeol mulai turun kearah dada Baekhyun yang terdapat tonjolan kecil berwarna Coklat muda. Sementara bibir Chanyeol membuat tanda, Dengan ragu Tangan besar milik Chanyeol mengusap Nipple Baekhyun perlahan. Desahan Baekhyun semakin menggila. Baekhyun merasa ternodai sekarang. Tapi.. Baekhyun menyukainya.
Keduanya masih asik dengan kegiatannya.
"Chanyeol ! Cepat Buka pintunya bodoh!" Baekhyun terlonjak kaget saat mendengar suara Jongin diluar sana. Dengan sekuat tenaga Baekhyun mendorong Chanyeol. Dengan nafas yang memburu. Baekhyun berkata kalau diluar ada Jongin. Dengan malas Chanyeol beranjak dari 'acaranya' .
Dengan panik Baekhyun langsung memakai Seragamnya. Penampilannya sedikit acak-acakan. Jadi Baekhyun langsung berjalan ke dapur untuk membasuh wajahnya. Sedikit menyesal. Awas saja. Baekhyun kesini untuk mencoba mencari lagu yang bisa ia nyanyikan di pentas seni kelas Chanyeol nanti. Tapi mereka malah berujung diranjang. Baekhyun menghembuskan nafasnya.
.o.o.o.o.
Baekhyun terduduk disamping Chanyeol yang sedang mengobrol dengan Jongin. Mata Jongin melirik Baekhyun yang terlihat acak-acakan.
"Wow Chanyeol, Apa yang kalian lakukan?"
Jongin bertanya dengan nada menyelidik.
"Tidak ada. Jongin. Chanyeol aku ingin pulang sekarang" Baekhyun bernada ketus. Jongin hanya mengangguk. Chanyeol langsung bangkit dari duduknya
"Baek, kau marah padaku?" Baekhyun menggelengkan kepalanya. "Aku hanya ingin beristirahat dan menentukan lagu apa yang akan aku bawakan pada saat pentas seni kelasmu, Chanyeol".
Chanyeol tersenyum sekilas "Ayo aku antar"
Baekhyun menggeleng. "Aku bisa pulang sendiri. Sampai jumpa, Chanyeol"
Perlahan Bayangan Baekhyun menghilang ditelan jarak. Chanyeol yang melihat Baekhyun pergi hanya tersenyum tipis. "Chanyeol, Kita tidak membuat skenario agar kau meniduri Baekhyun, Ingat? Aku pikir itu terlalu menyakitkan jika Baekhyun mengetahui kalau ia menjadi mainan-mu, Chanyeol" Chanyeol tertegun. Benar kata Jongin. Seharusnya ia bisa menahan nafsunya. Tapi demi apapun, Baekhyun sangat menggairahkan tadi.
"Kau mencintainya, Yeol"
"Entahlah, Aku menghawatirkannya" Chanyeol menghela nafasnya
H-1 Pentas Seni Kelas Chanyeol.
Hari ini benar-benar membosankan. Pelajaran pertama sampai jam istirahat nanti Baekhyun freeclass. Kenapa? Gurunya izin karena suatu hal. Jadilah Baekhyun hanya bermalas-malasan dengan kedua temannya yang asik bermain kartu. Jongdae memandang Baekhyun dengan tatapan sendu. Baekhyun yang merasa diperhatikan menolehkan wajahnya dan mendapati Jongdae yang menatapnya seperti tatapan.. Kasihan?
"Hei Spongebob. Ada apa denganmu?" Jongdae mendengus. Dalam keadaan seperti ini Baekhyun masih saja bercanda. Jadi Jongdae hanya bisa menggeleng.
"Chen, Tao. Aku akan tampil dipentas seni kelas Chanyeol. Aku harap kalian datang" Baekhyun berkata dengan sangat semangat. Jongdae membulatkan matanya.
"Tidak, Bacon. Kau tidak boleh tampil apa-apa disana" Baekhyun yang merasa dilarang hanya mengerutkan keningnya.
"Tidak usah khawatir, Jongdae. Aku bisa menjaga diri" Baekhyun tersenyum.
Sebenarnya Jongdae sudah curiga pasti terdapat suatu hal di pentas seni Chanyeol nanti. Jongdae hanya mengusap wajahnya kasar. Temannya terlalu polos atau apa?
Ketiganya terlonjak saat mendengar bell Istirahat berbunyi. Baekhyun langsung mengambil kotak bekal yang sudah ia janjikan pada Chanyeol. Baru saja ia ingin melangkahkan kakinya menuju taman sekolahnya tetapi tepat didepannya sudah terdapat Chanyeol. Baekhyun tidak harus melihatnya. Baekhyun benar-benar sudah hafal wangi mint milik Chanyeol.
Chanyeol langsung menarik tangan Baekhyun agar segera bergegas menuju taman sekolah. Tidak memperdulikan tatapan tajam dari Jongdae.
Sesaimpainya, Chanyeol langsung mendudukan dirinya diatas rerumputan hijau. Terasa sangat segar. Baekhyun juga mengikuti langkah Chanyeol untuk duduk di sebelahnya dan membuka perlahan kotak bekalnya. Menampakkan Bulgogi buatan Ibu Baekhyun.
Chanyeol mulai memakan bulgogi itu dengan lahap. "ini enak, Baby. Siapa yang membuat?"
Baekhyun tersenyum menampakkan giginya ''Ibuku"
Chanyeol hanya mengangguk dan mulai melanjutkan makannya.
"Baek, sepulang sekolah ikut aku. Aku akan membelikanmu Tuxedo untuk tampil besok" Baekhyun menggeleng. Tanda tidak setuju. Baekhyun punya Banyak sekali tuxedo d rumahnya.
"Tidak ada penolakan, sayang"
Baekhyun hanya memasang raut wajah datar. Serterah apa kata Chanyeol, Baekhyun tidak peduli. Keduanya nampak terlihat mesra. Tidak memperdulikan tatapan orang disekitar. Termasuk ketiga teman Chanyeol yang sedang mengintip kegiatan mereka.
"Aku pikir cerita cinta mereka akan seperti di drama-drama"
Ucap salah satu lelaki yang paling putih disana. Kedua temannya yang lain hanya mengangguk.
.o.o.o.o.
Hari ini adalah hari dimana Baekhyun akan tampil di pentas seni kelas Chanyeol. Sekarang Baekhyun sedang bersiap-siap. Rambutnya yang berwarna hitam –kemarin Chanyeol juga membawa Baekhyun ke salon untuk mengganti warna rambut –dipadukan dengan Tuxedo berwarna putih –pemberian Chanyeol kemarin. Bagaimanapun Caranya, ia harus terlihat manly nanti! Baekhyun sedikit memberikan sentuhan Eyeliner disekitar matanya agar matanya yang tersenyum dapat tercetak dengan jelas. Perfect. Sekarang Baekhyun hanya perlu menunggu Chanyeol datang menjemputnya.
Handponenya berdering tanda pesan masuk.
Fr; Chanyeol
Aku sudah didepan rumahmu. Aku harap kau terlihat cantik hari ini, Baby. Haha
Baekhyun terkekeh. Langsung saja Baekhyun menuruni anak tangga dan membuka pagar rumahnya. Baekhyun bersyukur ibu dan ayahnya tidak berada di rumah hari ini. Jadi Baekhyun tidak harus menjelaskan dengan siapa dirinya pergi. Yeah mengingat ayahnya tidak menyukai Chanyeol. Mata bulan sabitnya menangkap Chanyeol yang sedang bersender di pintu mobil merahnya sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya. Sangat tampan!
"Chanyeol, aku sudah siap" Chanyeol membuka kaca matanya. Matanya sedikit membola. Baekhyun, benr-benar mempesona!
"Kau Can –"
"Tampan" Chanyeol hanya mengangguk malas dan membukakan pintu untuk Kekasih nya yang bisa dipastikan hari ini adalah hari terakhir Baekhyun bersifat lembut padanya.
Keduanya hanya terdiam menikmati desiran angin yang berasal dari jendela yang sedikit Baekhyun buka. Chanyeol benar-benar terhanyut dengan pikirannya. Apa yang akan terjadi nanti? Baekhyun membencinya. Itu pasti. Tapi Chanyeol gengsi –tentu saja untuk meminta maaf. Temannya akan habis mengejeknya. Jadi yang Chanyeol butuhkan hanya akting.
Sekarang mereka telah sampai di sekolahnya. Tangan Chanyeol masih menggenggam erat pergelangan tangan milik Baekhyun. Menariknya agar mengikuti langkahnya yang bergegas menuju Ruang Seni. Sekarang mereka berdua telah duduk dibagian nomor dua dari depan. Baekhyun dapat melihat Chanyeol sangat resah. Kenapa sih Chanyeol ini?
Waktu terus bergulir sampai pada saatnya Baekhyun yang akan tampil kali ini. Jantung Baekhyun bekerja dua kali lebih cepat.
What Is Love
I lost my mind
(aku kehilangan pikiranku)
when you walk into my sight
The whole world around you get in slow motion
Please tell me if this is love
(saat kau berjalan di dalam pandanganku
Seluruh dunia di sekitarmu menjadi slow motion
Tolong beri tahu aku apakah ini cinta)
Perlahan Baekhyun memejamkan matanya. Mencoba menahan detakan jantungnya menggila.
Love is everywhere, it lets me forget hurt, help take away sadness, learn to care
Fought before, cried before, still can hug/embrace
Please tell me if this is love
(Cinta ada dimanapun, membuatku melupakan sakitku, membuang kesedihanku, belajar untuk menyayangi
Dahulu bertengkar, menangis, namun masih bisa memelukmu
Beri tahu aku jika ini adalah Cinta)
Baekhyun kembali membuka matanya mata bulan sabitnya dapat melihat Chanyeol yang sedang menatapnya intens dan tersenyum kearahnya
When I hold your hand, the whole world envies
When you kiss me, I realize that this feeling will never change
(Ketika aku menggenggam tanganmu, seluruh laki-laki iri
Ketika kau menciumku, aku sadar kalau perasaan ini tak akan berubah)
Mata Baekhyun membola saat melihat hoobaenya –Joy yang beradaa di samping Chanyeol menarik lembut leher Chanyeol. Dan menyatukan Tautan mereka. Baekhyun memejamkan matanya berharap ia sedang bermimpi.
They say forever, maybe not anymore
However you trusted that I would love you no matter what, you will slowly understand
(Mereka mengatakan selamanya, mungkin tidak lagi
Entah bagaimana kau akan percaya kalau aku mencintaimu apa adanya, kau akan mengerti aku dengan perlahan)
Chanyeol menyeringai saat Kris menatapnya dalam hati, ia berkata tidak seharusnya ia mencampakkan Baekhyun.
I don't know why, nothing can replace this feeling
Love is unexpected, you let me become the best man
As long as I'm by your side, life becomes glorious
(Cinta itu tidak terduga, kau membiarkanku menjadi laki-laki terbaik
Sejauh aku bisa berada di sampingmu, hidup ini menjadi luar biasa)
Baekhyun membuka kedua matanya. Semua orang memberikan tepuk tangan untuknya. Tetapi mata Baekhyun hanya terdapat pada satu titik. Dihadapannya. Segera Baekhyun turun dari Panggung.
Kris mengangkat Kunci mobil miliknya –mungkin dan melemparnya ke arah Chanyeol. Chanyeol tersenyum menyeringai ke arah Baekhyun. Tertawa meremehkan.
"Selamat menerima kebodohanmu, Byun Pedas"
Dengan percaya diri Chanyeol merasa Baekhyun akan menangis sebentar lagi. Tapi nyatanya?
Baekhyun bertepuk tangan meriah. "Wow, Chanyeol. Aktingmu sangat bagus, Chanyeol" Baekhyun menyeringai.
"Bagaimana? Merasa puas telah mempermainkanku? Semoga aku bisa menjadi barang taruhan kalian lagi" setelah berkata dengan penuh penekanan, Baekhyun memutuskan untuk segera keluar dari ruangan itu. Seharusnya dirinya menurut saat Jongdae mengatakan jangan menghadiri pentas seni itu. Baekhyun benar-benar benci dengan Chanyeol. Siapa yang tidak sakit hati menjadi barang taruhan? Baekhyun sangat ingin menangis. Tapi satu lagi, ia menegaskan. Ia tidak mencintai Chanyeol.
"Baek, kau baik-baik saja?"
Suara itu mengagetkan Baekhyun. Baekhyun terkekeh. "Kau pikir aku menangis setelah mengetahui kelakuan bejat kalian?" Baekhyu menyeringai.
"Kau mencintainya, Baek"
"Aku Tidak mencintainya, Jongin"
"Kau pembohong"
"Jika aku adalah pembohong, lalu kalian apa?" skak mat. Jongin tidak bisa menjawab.
"Aku pergi dulu. Jongdae dan Tao menungguku ditaman" dengan cepat Baekhyun meninggalkan Jongin dan segera bergegas dari tempat nista itu.
To Be Continued...
.o.o.o.o.
A/N : Haii aku update xdd bagaimana? Apa kalian menyukainya? Aku tau alurnya terlalu cepat. Well, aku benar-benar ingin segera menampilkan Obsesi Chanyeol terhadap Baekhyun. Apa alurnya terlihat sangat mirip dengan CCC? Seriously, aku benar-benar berfikir keras agar alurnya tidak sama. Karena aku tidak bermaksud untuk menyontek. Well, isn't my style(?)
Mind To Review?
