"Baek... kenapa kau tidak menolak Chanyeol saat itu?"

Baekhyun tersenyum singkat pada Tao. Mengetukan jari telunjuknya di ujung dagunya. "Kenapa ya?" Baekhyun malah balik bertanya. Yang lebih mudah mendengus kesal.

Baekhyun terkekeh saat melihat Tao yang mengembungkan pipinya. Sehingga terlihat benar-benar seperti panda. "Entahlah.. aku pikir Chanyeol tidak –buruk?"

Tao mengerutkan keningnya saat mendengar pujian –tidak sengaja yang Baekhyun lontarkan untuk Chanyeol. "Setauku.. kau tidak menyukainya." Baekhyun kembali terkekeh. "Dunia itu berputar kan?" Tao membolakan matanya saat mendengar kata-kata Baekhyun. Baekhyun... menyukai Chanyeol?

Jawabannya adalah, Ya. Baekhyun mulai menyukai Chanyeol. Terkadang tingkah konyol Chanyeol menjadi hiburan tersendiri. Walau Baekhyun terkadang masa bodo dengan Chanyeol.. tapi perlu kalian ketahui, Baekhyun akan selalu tersenyum jika mengingat tingkah bodoh Chanyeol.

.

.

.

Dan Baekhyun akan mentertawai dirinya sendiri ketika mengingat dimana moment pengungkapan 'taruhan'. Bodoh.

.

.

.

Baekhyun membenci Chanyeol

Baekhyun ingin Chanyeol pergi menghilang...

.

.

.

Dari Pikirannya

.

.

Well, dunia itu berputar, kan?

.

...

If You Can Make Me Fall in Love with You !

Rate : M

Cast : ChanBaek and find it in your self

Length : Chaptered

Disclaimer : ChanBaek and This story is MINE xD

Genre : School life, Romantic, Little bit Angst, fluff

P.S : Aku memberikan FF ini rating M karena banyak kata-kata yang kasar. Ayo kita berimajinasi^0^

.

.

.

.

...

.

Here We Go...

Awal Chanyeol menyetujui ajakan Taruhan konyol Jongin, sebenarnya ada alasan tertentu mengapa dirinya menyetujui ajakan si hitam itu. Yang pertama tentu saja ia ingin mempermainkan si tuan Byun pedas itu. Yang kedua karena Baekhyun sangat menyebalkan. Dan masih banyak beberapa alasan lain yang membuat Chanyeol meng'iyakan' ajakan Jongin. Tapi..

"Kau Milikku, Baek"

Chanyeol sendiri tertegun saat bibirnya mengucapkan kata-kata itu. Emosi yang meluap karena rumor gila itu membuat Chanyeol tidak dapat mengontrol emosinya. Dan Chanyeol semakin tertegun saat melihat tatapan sinis yang Baekhyun layangkan untuknya. Tapi, Chanyeol tidak peduli. Sama sekali tidak peduli. Chanyeol tetap menahan kedua tangan Baekhyun saat si mungil itu mulai berontak. Chanyeol mendekatkan keningnya kearah kening Baekhyun.

Baekhyun mengedikkan bahunya berusaha untuk melepaskan cengkraman si idiot. Baekhyun merasakan matanya memanas. Posisi seperti ini kembali mengingatkannya pada perlakuan –brengsek Chanyeol. Tidak hanya itu. Posisi ini... mengingatkannya pada masa lalunya.

Chanyeol masih tetap menatap Baekhyun intens tidak terpengaruh tatapan iri ataupun decakan kagum dari siswa lain. Chanyeol menahan senyumnya saat Baekhyun berhenti memberontak. Jarak keduanya benar-benar dekat. Hidung mancung Chanyeol bersentuhan dengan pipi sebelah kiri milik Baekhyun. Chanyeol terenyak. Chanyeol dapat merasakan setetes air yang berjalan melewati pinggir tulang hidung miliknya. "Apa maumu, brengsek"

Baekhyun mengumpat kasar. Chanyeol hanya tersenyum lebar dan segera menjauhkan wajahnya dari wajah mungil milik Baekhyun. "Kau tanya apa mauku?" masih dengan berbisik, Chanyeol kembali mendekatkan wajahnya. Tetapi saat ini, Chanyeol menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Baekhyun. Baekhyun dapat mendengar jantungnya yang berdentum kencang. Sial. Chanyeol memang paling hebat jika membuat kerja jantungnya berkali-kali lebih cepat.

Baekhyun menegang saat sebuah benda basah menyentuh leher jenjangnya –yang sedikit tertutup kerah seragamnya. Baekhyun membeku. Tidak tau harus melakukan apa saat ini. Baekhyun dapat mendengar dan melihat keterkejutan siswa Gyeongdam saat pergerakan Chanyeol mulai terlihat.

Chanyeol masih asik dengan kegiatannya. Seolah-olah leher Baekhyun adalah permen, pemuda dengan sebutan 'Yoda' itu masih asik menghisap, menyesap bahkan menggigit leher Baekhyun. Tidak memperdulikan pandangan seluruh siswa sedang tertuju pada mereka.

Chanyeol dapat merasakan Baekhyun mencengkram bahu atletis miliknya. Chanyeol tersenyum saat suara desahan Baekhyun mulai terdengar –walau sedikit. Chanyeol menjulurkan lidahnya dan membuat gerakan memutar disekitar tanda yang selesai ia buat. Chanyeol menyesap pelan'tanda' itu dan perlahan mulai menjauhkan wajahnya. Mata phoenixnya dapat melihat Baekhyun yang terlihat Shock.

Chanyeol menangkup kedua pipi Baekhyun dengan tangannya dan dalam sekejap, bibir plum milik Chanyeol mendarat tepat di bibir tipis milik si mungil. Pemuda bertelinga peri itu kembali menyesap bibir Baekhyun yang demi apapun terasa manis. Melumat dengan lembut sesuai dengan irama di sekitar jantungnya. Sedikit tersentak, kaget saat Baekhyun mulai membalasnya.

Dengan senyuman singkat didalam ciuman mereka, Chanyeol mulai merengkuh pinggang milik Baekhyun dan Baekhyun mengalungkan tangannya dileher Baekhyun. Membuat suasana menjadi lebih panas dan kali ini... seluruh siswa SMA Gyeongdam tau. Secara tidak langsung, Baekhyun adalah milik Chanyeol.

"Sudah aku bilang mereka tidak putus!"

Chanyeol menundukan wajahnya ketika Baekhyun memukul pelan dadanya menandakan pemuda mungil itu kehabisan oksigen. "Mauku... kau, jadilah milikku"

Baekhyun tertegun. Chanyeol tersenyum singkat melihat reaksi si mungil. Mata bulan sabit milik Baekhyun terus menghindari tatapan Chanyeol. Keduanya masih terdiam diantara kerumunan siswa yang sedang menonton drama dadakan itu.

"Dude, Cukup! Hentikan tingkah mesum-mu itu!" Suara semi-bariton milik pemuda berkulit tan itu menghentikan suasana tegang sekaligus romantis itu. Jongin menarik bahu lebar milik Chanyeol sehingga pemuda tinggi itu sedikit menjauhi Baekhyun.

Chanyeol mendelik tidak suka. Untuk pertama kalinya, Chanyeol melayangkan tatapan tajam yang serius ke Jongin. Tapi, Jongin tidak peduli. Jongin langsung menggenggam lembut tangan Baekhyun yang juga masih dalam kungkungan Chanyeol. Jongin mendengus melihat tatapan Chanyeol yang seperti akan membunuhnya. "Come on, Dude. Lepas pelukanmu. Ada hal penting yang mau aku bicarakan dengan si pendek"

"..Yach Hitam!"

Baekhyun kembali memberontak. Baekhyun terengah saat ia tidak kunjung bisa lepas dari pelukan Chanyeol. Baekhyun terus memutar otaknya hingga...

" ... Arrgg! Shit!"

Chanyeol mengangkat kaki kirinya dengan kedua tangan yang memegang sekitar tulang keringnya. Sakit sekali.

Baekhyun memanfaatkan kesempatan itu untuk berlari. Setelah berada disamping Jongin, Baekhyun menyelipkan tangannya diantara lengan kekar milik Jongin. Membuat Jongin menolehkan kepalanya dan mendapati tatapan polos milik Baekhyun yang sedang tersenyum -diikuti matanya. "Ayo, Jongin!"

Jongin hanya menurut dengan wajah dungunya. Mereka berdua asik berjalan sambil bercanda seolah kejadian beberapa menit yang lalu tidak pernah terjadi. Mengabaikan tatapan datar milik Chanyeol yang sebenarnya terlihat menggebu-gebu.

Chanyeol bisa menebak. Jongin menyukai Baekhyun-nya.

Huh? Memangnya Baekhyun mau menjadi milikmu?

.o.o.o.o.

Keduanya masih diposisi yang sama. Tapi bedanya.. Ini sedikit.. Pemaksaan?

Baekhyun berusaha mengeluarkan tangannya diantara lengan Jongin. Tetapi dengan santainya, Jongin tetap merekatkan lengannya dengan tangan Baekhyun. Seharusnya Baekhyun tau, kalau Komplotan Idiot -Chanyeol, Jongin, Sehun dan Kris itu sama saja. Mereka satu hati. Pemaksa tapi idiot. Sok tampan padahal tampanan dirinya -menurut Baekhyun.

Baekhyun tersenyum lega saat Jongin melepaskan tangannya. Tetapi satu detik kemudian Baekhyun menatap tajam pemuda tan itu. Yang ditatap tersenyum lebar sehingga hal itu membuat Baekhyun semakin ingin menghabis si hitam idiot dengan jurus hapkidonya. "Tanganku sakit, hitam!"

Baekhyun menatap jengkel Jongin yang sedang tertawa. "Setidaknya aku menolongmu, iyakan?" Jongin menahan tawa dan menaik-turunkan alis tebal miliknya. Raut wajah Baekhyun berbeda, seperti cemas?

"Chanyeol brengsek"

Jongin mengerutkan keningnya. Setau Jongin, Chanyeol memang sudah brengsek sejak dulu. Dan 98,88 persen orang mungkin sudah mengetahuinya. Sisanya mungkin orang-orang atau wanita-wanita yg mengagumi Chanyeol.

Dengan perlahan, Jongin merangkul bahu pemuda bermata bulan sabit itu untuk duduk di kursi pinggiran lapangan basket itu. Jongin mengusap pelan rambut Baekhyun yang berwarna hitam pekat. "...Sembarangan saja ia menciumku"

Baekhyun berkata dengan nada merajuk membuat telapak tangan Jongin merambat turun kearah pipi chubby milik si mungil dan menekannya pelan. Sehingga pipi Baekhyun mengembung. Lucu sekali. "Nah Kau seharusnya berterima kasih padaku" Baekhyun mengerutkan keningnya menatap Jongin. Untuk apa ia berterimakasih?

Seperti Mengerti arti tatapan Baekhyun, Jongin melanjutkan kata-katanya. "Si Tiang idiot itu bisa saja melakukan adegan ranjang didepan publik. Tadi saja ku lihat dari wajahnya, Chanyeol seperti ingin memakan- yach! Baek.. Tunggu aku!"

Baekhyun berlalu begitu saja. Tidak peduli dengan perkataan Jongin. Tapi omong-omong tentang pembicaraan Jongin, Itu tandanya... Chanyeol sudah sering melakukan hal 'kutip' ?

Baekhyun mendesah kecewa. Sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya. "Kenapa?" Baekhyun terlonjak saat melihat Jongin sudah ada disampingnya. Baekhyun menggeleng.

Ia Tidak Apa - Apa, kan?

.ooOoo.

Baekhyun menenggelamkan wajahnya diantara lipatan tangannya yang membentuk segitiga. Masalah yang menumpuk membuat suasana kelas yang sedang free menjadi tidak berarti bagi Baekhyun. Kedua teman berisiknya sedang asik membicarakan orang yang baru-baru ini ditaksir oleh si wajah kotak.

Saat si Jongdae memberi tau nama sang pujaan hati, bukan dukungan yang ia dapat dari sahabatnya melainkan tawaan nista. Jongdae mendengus kesal. Jongdae akan membalas perbuatan kedua bocah itu.

Tao mengerucutkan bibirnya saat merasakan kepalanya dipukul pelan oleh jongdae. "Apa? Panda eksotis!"

Tao menggeram "Yach! Sadar diri, Unta Kotak!"

Baekhyun menutup kedua telinganya saat yang sedikit tertutup helaian rambut hitamnya. "Kalian diamlah"

Tao dan Jongdae menghentikan aktivitas mereka dan menoleh kearah Baekhyun yang tampak kehilangan moodnya. "Kau kenapa, Bacon?"

Baekhyun mengangkat wajahnya dan menatap sahabatnya bergantian. "Kyungsoo Kembali"

Keduanya tersentak kaget. Dan masing-masing menampilkan wajah tegangnya. "K -Kapan?" Jongdae bertanya dengan gugup. Tao hanya menggigit bibir bagian bawah miliknya.

"Besok"

Baekhyun menghela nafasnya. Gelisah, tentu saja.

Jongdae mengangguk tanda mengerti. "Jadi itu yang membuat kau tidak bersemangat?" Baekhyun menggeleng. Tidak hanya itu.

Baekhyun masih membayangkan saat bibir plum milik Chanyeol menyesap hangat bibir si pemuda mungil. Hal itu tidak bisa Membuatnya tenang. Jongdae dan Tao yang melihat Baekhyun diam mulai gelisah. Tidak biasanya Baekhyun seperti ini. Semenjak kepulangan mereka setelah menginap dirumah Chanyeol membuat Baekhyun berubah. Baekhyun menjadi lebih diam dan Kulitnya sedikit pucat. Jongdae dan Tao tau, sangat tau malah kalau sahabat mungilnya sedang mengalami masa-masa terberat. Mulai dari Chanyeol yang seperti menarik ulur hatinya, Janjinya Pada Luhan dan ... Kembalinya Kyungsoo. Itu cukup membuat Baekhyun gila.

Tao melangkahkan kakinya kemudian mengambil kursi dan duduk disamping Baekhyun. Mengusap lembut bahunya, dan memeluknya. Tao dapat merasakan tubuh Baekhyun bergetar. Jongdae melayangkan tatapan bertanya pada Tao. Tao menggeleng pelan.

"Aku tidak tau hal apa yang akan Kyungsoo lakukan lagi padaku"

Bukan, Baekhyun sebenarnya tidak ingin mengatakan hal itu. Tao memeluk tubuhnya erat. Dan perlahan Baekhyun mulai tenang. Si Panda memang paling hebat dalam menenangkan seseorang. "Baixian, Kami kehilangan sosok Bacon-mu, kembalilah. Kita akan membantumu"

Tao juga ikut menangis merasakan apa yang Baekhyun rasa.

Jongdae membuang wajahnya. Sebenarnya ia ingin menangis. Jongdae benar-benar kehilangan sosok Baekhyun yang.. Menjadi Vitamin di dalam kelompoknya.

.ooOoo.

Baekhyun menatap datar papan mading di hadapannya yang berisikan "Byun Baekhyun memacari dua pria sekaligus" dan terdapat fotonya dengan Chanyeol dan... Fotonya dengan Daehyun di taman kemarin. Baekhyun sedikit terkejut. Siapa yang dengan beraninya memotretnya?

Baekhyun merobek dengan asal berita itu. Kemudian melangkahkan kakinya untuk memasuki kelasnya dengan wajah yang fucking flat. Wajah Baekhyun semakin tidak berbentuk saat Chanyeol dan Jongin berada didepan kelasnya. "Baek kekantin bersamaku?" yang lebih tinggi mulai bertanya. Chanyeol mendesah pelan saat Baekhyun hanya terdiam dengan tatapan kosong.

"Baek, mau membolos bersamaku? Aku akan mentraktirmu beribu eskrim stoberi! Mau ya?" kali ini si pemuda berkulit tan yang mengajak. Tetapi responnya tetap sama. Terdiam. Menunggu kedua mahluk idiot itu memberi jalan.

Mata bulan sabitnya melihat Daehyun berjalan kearah pintu untuk keluar kelas. Baekhyun tersenyum singkat. "Daehyun-ah !" dengam sedikit berlari Baekhyun bergerak dan mendekati Daehyun. "Ya, Baekby?"

Baekhyun mengembungkan pipinya sehingga membuat Daehyun membola. Damn, Daehyun benar-benar dibuat mabuk kepayang oleh Baekhyun. "Jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu. Jja! Ayo kekantin"

Baekhyun menarik pergelangan tangan Daehyun yang terdiam mematung. Karena.. Kaget?

Kita beralih pada dua pemuda tampan dengan perbedaan warna kulit ini. "Yeol, menurutmu apa mereka berpacaran?"

Jongin menghela nafasnya saat Chanyeol menggelengkan kepalanya. "Yeol, bagaimana jika itu benar?"

"Dia Milikku"

Jongin tertegun mendengar perkataan Chanyeol. "Yeol, bagaimana jika yang Daehyun maksud di Status SNSnya benar-benar Baekhyun?"

"Dia Milikku"

Jongin mendengus sebal. "Yeol, kau lihat mading, kan? Disana selain ada foto ciumanmu dengannya, di mading juga terdapat foto Daehyun yang mengecup kening Baekhyun mesra. Apa kau percaya?"

Jawaban dan makna yang sama "Dia Milikku".

Oh oke, mungkin Chanyeol hanya belajar kata-kata itu semasa ia di sekolah dasar.

.ooOoo.

Kaki-kaki mungilnya ia gerakan untuk menjelajahi ruangan penuh dengan buku-buku yang menjulang tinggi. Kelasnya kembali Free setelah jam istirahat. Baekhyun tidak mengerti apa guru-guru disini memakan gaji buta? Jarang sekali guru yang datang jika pada hari rabu. Apalagi Ms. Song. Wanita itu sepertinya guru yang paling malas.

Maka dari itu, Baekhyun memutuskan pergi keperpustakaan. Sendiri... Itu lebih baik.

'I do Believe all the love you give'

Gumaman seuntaian lirik lagu meluncur indah dari bibir mungilnya. Baekhyun menghentikan langkahnya ketika matanya melihat Novel berjudul 'Holding Hands' dihadapannya. Dengan sedikit menjinjit, Baekhyun mengambilnya. Dan mulai membaca satu persatu halamannya.

Novel klasik kisah SMA yang menceritakan tentang pasangan Minho (laki-laki) dan Sulli (perempuan) yang membenci Minho karena kesalahan Minho dimasa lalu. Tetapi waktu bergulir begitu saja sehingga Sulli merasakan ada yang hilang saat Minho tidak lagi mengucapkan kata maaf dan mengucapkan kata 'kau milikku' lagi.

Baekhyun masih asik membaca novel namun aktivitasnya terganggu saat cahaya yang awalnya terang namun semakin gelap karena tertutup bayangan. Baekhyun mendongak dan terlonjak saat melihat Chanyeol berada dihadapannya dengan tatapan yang... menyeramkan?

Sejenak Baekhyun takut saat Chanyeol menatapnya intens. Masih dengan tangan kiri yang menggenggam novelnya, Baekhyun berangsut mundur. Nyalinya kembali menurun. Chanyeol tersenyum tipis.

Dengan secepat kilat Baekhyun menabrak Chanyeol dan melarikan diri mengabaikan novelnya yang terbuka tergeletak di lantai pada Bab 6 dan halaman 180 yang berisi sebuah percakapan :

"Jangan Pergi, Minho Oppa. Aku menyesal karena pernah membencimu."

Sulli menangis ketika mendengar dentingan panjang dari mesin pendetak jantung

Yeah semoga itu hanya novel.

... ... ...

Baekhyun masih berlari menuju kearah pintu. Tapi sial, terkunci! Baekhyun memutar tubuhnya dan mendapati Chanyeol yang berdiri tegap dihadapannya dan mulai mendekat kearahnya. Baekhyun menatap sosok jangkung itu tajam sedangkan Chanyeol membalas Baekhyun dengan senyumannya.

Baekhyun menundukan wajahnya saat Chanyeol mendekat kearahnya. Baekhyun juga tidak tau, sejak kapan ia menjadi lemah seperti ini? Baekhyun itu lelaki, kan?

Baekhyun dapat merasakan Chanyeol mengangkat wajahnya. Sehingga kedua hazel milik mereka saling bertatapan satu sama lain. Saling meminta untuk memahami perasaan sang pemilik. "Chanyeol, lepaskan aku" Baekhyun meminta dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. Kalian boleh menghujatnya 'munafik' saat ini. Baekhyun hanya ingin perasaannya tidak semakin dalam.

Baekhyun memejamkan matanya saat ia dapat merasakan Chanyeol merekatkan hidungnya ke hidung milik Baekhyun. Baekhyun dapat merasakan kehangatan yang menjalar dipipinya saat Chanyeol juga mengusap pelan kedua pipi ranumnya. Dengan secepat kilat, Baekhyun ikut merasakan kehangatan bibirnya yang sedang dilumat Chanyeol dengan penuh perasaan. Tubuh Baekhyun bergetar. Chanyeol dapat merasakan itu. Chanyeol menahan tubuh Baekhyun dengan merangkul pinggang ramping milik Baekhyun. Chanyeol mengakhiri ciumannya dengan sedikit menyesap bibir Baekhyun. Chanyeol tersenyum singkat saat mata Phoenixnya kembali bertatapan dengan hazel milik Baekhyun.

Chanyeol menurunkan pandangannya sehingga dapat melihat bibir Baekhyun mulai membengkak karena ulahnya. Chanyeol menenggelamkan wajahnya diceruk leher Baekhyun dan mengusak wajahnya pelan. "Kau sangat cantik, Baek"

Rona merah muda kembali menjalar di sekitar pipi Baekhyun. Padahal, Baekhyun paling benci dibilang Cantik. Tapi Chanyeol..

Baekhyun terlalu sibuk menikmati detakan jantungnya sehingga lupa bagaimana seharusnya ia menghajar Chanyeol karena sudah mengatakan kalau ia Cantik.

"Kau Milikku, Baek"

Baekhyun kembali masuk kedalam mode singa betina.

... ... ... ...

Baekhyun mengemudikan mobilnya dengan detak jantung yang beraturan. Hal itu dapat diliihat ketika Jongdae maupun Tao bertanya, Baekhyun menjawabnya dengan setengah berteriak. Baekhyun mengusap wajahnya kasar saat Tao dan Jongdae menggodanya. Baekhyun menyesal karena menceritakan kejadian di perpustakaan. Sekarang, ketiga mahluk berisik itu –karena ada Luhan sedang mentertawakan Baekhyun. "Baek, kau menolaknya disaat ia sedang dalam mode romantis"

"Lalu? Kalian rela aku kembali disakiti olehnya, begitu?"

Dengan nada yang tinggi Baekhyun membentak ketiganya. Tawa nista itu kembali terdengar. 'Oke, ganti topik pembicaraan. Bagaimana bisa di mading terdapat fotomu yang sedang dicium Daehyun?"

Baekhyun menghela nafasnya.

Flashback

Baekhyun melangkahkan kakinya kearah taman yang berada di jarak 10 meter dari rumahnya. Suasanya senja yang menenangkan membuat Baekhyun ingin cepat tiba di taman itu dan memborong es krim paman Han yang terkenal sangat lezat itu. Baekhyun menghentikan langkah kakinya di kedai eskrim paman Han dan tersenyum pada sang pegawai. "Oh, Hai Baek! Eskrim stoberi?"

Baekhyun mengangguk semangat. "Tolong berikan sedikit topping cokelat diatasnya!"

Setelah Baekhyun mendapatkan apa yang ia mau, kaki mungilnya langsung melangkah mencari tempat duduk disekitar taman itu. Setelah mendapat tempat, Baekhyun langsung membuka eskrim kesukaannya dan mulai memakannya.

Baekhyun mengangkat wajahnya saat ia merasakan bayangan didekatnya. Jung Daehyun berada disampingnya. "Oh, Hai. Daehyun"

Daehyun tersenyum singkat. "Sedang apa disini, Baek?"

Baekhyun mengerucutkan bibirnya. "Aku bosan dirumah. Jadi aku membeli eskrim dan memakannya disini" Baekhyun tertegun saat Daehyun mengusap pelan sudut bibir Baekhyun. Dan Daehyun bangkit dari duduknya. Otomatis Baekhyun ikut bangkit.

Daehyun mengerutkan keningnya.

Baekhyun memandang Daehyun dengan tatapan polosnya. "Kau mau kemana?"

Baekhyun semakin tertegun saat melihat Daehyun menangis. "kau.. kenapa?"

Baekhyun hanya terdiam saat Daehyun memeluk tubuhnya erat. Menghirup aroma sampoo yang Baekhyun kenakan. "Terimakasih atas segalanya, Baek"

"Terimakasih telah mengizinkan aku menyukaimu."

"Maaf jika aku benar-benar mengganggumu"

Daehyun melepaskan pelukannya. "Aku akan menjalani kemoterapi untuk sedikit menyamarkan penyakitku diJepang dengan Zelo, Adikku." Daehyun tersenyum tampan. Sedangkan Baekhyun terlonjak kaget. Daehyun terkekeh. Daehyun menarik tengkuk milik Baekhyun dan dalam hitungan detik, Baekhyun dapat merasakan kehangatan yang menjalar disekitar keningnya.

Daehyun mencium keningnya cukup lama.

"Aku benar-benar mencintaimu" Baekhyun dapat melihat Daehyun menghapus air matanya. Baekhyun merasa sangat bersalah. Dengan perlahan, Baekhyun memeluk Daehyun erat. Pelukan seorang sahabat –bagi Baekhyun.

"Aku menyayangimu, sahabatku."

Baekhyun memejamkan matanya seirama dengan Daehyun. "Semoga lekas sembuh"

Keduanya berpelukan diantara matahari senja yang mulai tenggelam. Indah. Sungguh indah.

Flashback End

Jongdae mengerutkan keningnya saat melihat Baekhyun menangis. Sungguh, hidup Baekhyun benar-benar seperti drama di Tv. "Aku mohon, jangan pernah bercerita tentang Chanyeol dan Daehyun ke Kyungsoo.. itu terlalu berbahaya"

Ketiga sahabatnya hanya mengganggu.

Baekhyun menambah kecepatannya agar cepat sampai di Bandara Incheon dan segera menjemput adiknya, Byun KyungSoo.

.

.

If You Can, Make Fall in Love With You

.

.

.

Now, I really Fall in Love With You. Congrats.

.

.

To Be Continued...

.

.

Review?

.o.o.o.o.

A/N : Yang bisa menebak bagaimana sifat Kyungsoo sebenarnya, akan mendapat hadiah(?)

Maaf ChanBaek momentnya sedikit.

Tertanda,

Peteryeol yang sedang klepek-klepek melihat moment ChanBaek di RN Fansign(?)

[01 Februari 2015]