Baekhyun dan ketiga sahabatnya telah sampai dibandara, kepalanya bergerak, bola matanya menyipit agar dapat menemukan yang ia cari, adik tirinya yang baru saja tiba. Merasa tak kunjung menemukan, Pemuda mungil itu lebih memilih menelpon, namun juga tak kunjung dijawab oleh pemiliknya. "Baek, benarkah adikmu pulang hari ini? sudah 30 menit kita menunggu, tapi adik tirimu tak kunjung tiba." Luhan menggeram jenuh. Semua orang tau, bahwa menunggu adalah kegiatan yang amat membosankan. Luhan rasanya ingin pulang saja.
Baekhyun melirik tajam sahabat rusanya. "Kau bisa pulang, rusa sialan! Aku masih punya Panda dan unta yang selalu setia menunggu." Mulut Baekhyun memang bisa setajam itu, lebih tajam dari mulut penggosip wanita. jika seperti ini, kesannya Luhan adalah pihak yang paling tidak setia kawan.
Akhirnya Luhan hanya mencibir kesal.
keempat orang itu tersentak kaget begitu melihat sosok yang dengan tiba-tiba memeluk Baekhyun dari belakang. "Hyung! Aku merindukanmu~" Baekhyun memutar tubuhnya. Dan kemudian tersenyum kecil, membalas pelukan hangat adiknya.
"Soo-ya! Aku juga merindukanmu." Kedua adik-kakak tiri itu saling memeluk satu sama lain. Menggambarkan kerinduan yang terpendam selama mereka berpisah —mungkin.
"Hey, Panda. Apa cuma aku yang merasa hal ini? Kyungsoo memang tersenyum, tapi aku merinding melihat senyumannya." Terkadang omongan Jongdae memang tak waras, tapi ada benarnya juga. tapi sayangnya bukan Tao yang mengangguk. Pemuda bermata rusa yang mengangguk pelan. "Aku juga merasa seperti itu. Aura satan-nya menguar sekali."
Tao hanya satu-satunya yang membantah. "Apa yang kalian bicarakan? Mereka berdua —Baekhyun dan Kyungsoo terlihat menggemaskan, kok. Aih, apa gen tampan tak mereka dapatkan?"
"Aissh! Tao, pelankan ucapanmu!" Tao wajahnya yang paling jantan dan terlihat menyeramkan diantara mereka berempat, namun siapa sangka, Tao hanyalah seonggok pemuda tinggi yang terlihat sangar diluar, namun begitu polos dan tak berhati-hati saat melakukan suatu hal.
Hingga kedua pemuda mungil yang sedang bermesraan menoleh, "Oh, Kyungsoo-ya. Mereka adalah sahabatku."
Dan mereka mulai berkenalan satu sama lain.
.
.
.
If You Can Make Me Fall in Love with You !
By: Citrus614
Rate : M
Cast : ChanBaek and find it in your self
Length : 3k+ Word(s)
Disclaimer : ChanBaek and This story is MINE xD
Genre : School life, Romantic, Little bit Angst, fluff
WARN! Typo(s) BOY X BOY
.
.
.
...
Here We Go
...
..
.
.
Mereka sedang dalam perjalanan pulang. Jongdae, Tao dan Luhan memilih ikut untuk mengakrabkan diri dengan adik tiri temannya.
Mereka tampak saling melempar lelucon hingga amat berisik didalam mobil. "hyung, apa hyung baik-baik saja ketika tak ada aku?" diantara ramai tawa dan canda, pertanyaan Kyungsoo membuat keadaan jauh lebih hening sekarang. "Aku baik, Kyungsoo. Hanya ada sedikit masalah, tapi aku bisa menyelesaikan dengan baik."
Kyungsoo mengangguk paham dan tersenyum. "Kyungsoo! kakakmu mengalami masa sulit akhir-akhir ini." Lagi-lagi itu Tao. Baekhyun benar-benar merutuk pelan mulut sahabatnya yang terus-menerus berkata tanpa berfikir.
Mata doe milik Kyungsoo menatap Tao penasaran. "Oh ya? aku penasaran. Ayo cerita, Tao-ie." Bola mata kyungsoo berbinar, penasaran. Namun Baekhyun benar-benar khawatir memikirkan hal yang kemungkinan terjadi dikedepannya. "Kakakmu jatuh cinta dengan seseorang yang ia benci."
Dan kemudian seisi mobil ricuh dengan siulan dari ketiga teman idiotnya. Kyungsoo hanya tertawa singkat. "Siapa namanya, guys?" Tidak! Jangan sampai Kyungsoo mengetahui siapa itu Chanyeol.
"Namanya —"
"Well guys, aku lapar. Ayo kita makan siang! Aku yang traktir!" dan ketiga temannya bersorak senang. Baekhyun rela dompetnya menipis, asal Kyungsoo tidak masuk ke dalam urusannya.
Setidaknya untuk sekarang. Untuk yang akan mendatang, biarlah berjalan dan mengalir seperti air.
.
Baekhyun siap menjalankan aktivitasnya dimalam hari dengan menggunakan piyama berwarna biru muda dengan corak domba chibi. aktivitas? Maksudku seperti nonton TV, bermain playstation ataupun ponsel. Well, apalagi sekarang ada Kyungsoo, setidaknya ia tak sendirian.
Setoples snack masih berada digenggamannya. Seraya menonton drama-drama ataupun acara musik, jemari lentiknya bergerak mengambil beberapa buah snack dan memakannya.
Sofanya berdecit pelan, Baekhyun menoleh, terdapat Kyungsoo yang ikut duduk disampingnya. "Hyung, aku akan berada disekolah yang sama denganmu." Baekhyun berhenti mengunyah snacknya. Mengerjapkan bulan sabit kepunyaannya. Berharap apa yang ia dengar semata-mata hanya guyonan dari adik tirinya. Meski rasanya mustahil.
Kyungsoo merenggangkan tubuhnya. Mengambil dua buah snack dan mengunyahnya bersemangat. "Well, jadi aku bisa terus melindungi hyung." Baekhyun mendengus jengkel mendengar perkataan Kyungsoo.
"Aku sudah genap tujuh belas tahun. Aku rasa aku bisa menjaga diriku sendiri..." Baekhyun kehilangan moodnya yang istimewa. "... jadi kau tak perlu repot-repot menjaga kakakmu. Seharusnya aku yang menjagamu, bodoh." Pemuda mungil itu lebih memilih berjalan menuju kamarnya. Mungkin tidur adalah pilihan yang tepat.
Baekhyun merebahkan tubuhnya di ranjang queen size miliknya. Meraih ponselnya dan mulai menjelajah media sosial. alisnya mengerut begitu jemarinya tanpa sadar menuliskan hangul 'Park Chan Yeol' dan mulai membuka profile tersebut.
Baekhyun penasaran aktifitas apa saja yang dilakukan pemuda jangkung yang akhir-akhir ini menginvansi pikirannya. Dengan rasa penasaran, jemari lentiknya terus scroll kebawah dan semakin kebawah.
Dan kemudian ia menyesal karena telah melakukan kegiatan stalking seperti ini.
diantara foto yang Chanyeol posting, sepertinya foto ini adalah yang paling populer. Foto ini diposting tepat satu hari setelah Chanyeol dengan brengseknya menyatakan bahwa Baekhyun adalah barang taruhannya.
terlihat Chanyeol yang tengah memegang segelas Wine ditangan kanannya, dan tangan kirinya merangkul seorang wanita cantik, juga kunci mobil yang digenggam Chanyeol ditangan kirinya. Lengkap dengan caption yang begitu menyesakkan.
"Mendapat wanita dan mobil sekaligus. Hanya Park Chanyeol yang dapat melakukannya."
Haha, bajingan.
Baekhyun jadi meragukan kata-kata cinta yang pemuda jangkung lontarkan padanya akhir-akhir ini. "Seharusnya aku sadar bahwa mereka memang sedang merencanakan sesuatu." bibir mungil itu mendesah pelan.
Dengan bodohnya, Baekhyun kembali melanjutkan kegiatan stalkingnya. "AH SHIT! BODOH." Baekhyun menggeram frustasi begitu menyadari bahwa ibu jarinya membelai pelan tombol 'Suka'.
Dan lebih sial, begitu pemuda mungil itu ingin batal menyukai, loadingnya bergerak begitu lama.
Bangsat.
Baekhyun bergetar panik begitu messengernya berdenting menandakan ada satu pesan masuk, lengkap dengan nama Chanyeol di atasnya.
박찬열
Wah, Mimpi apa aku. Seorang Byun Baekhyun menyukai postinganku?
08.45 PM
변백현
Berisik.
08.46 P.M
박찬열
Tunggu. jika aku tidak salah, postingan yang kau sukai adalah postingan lama.
08.46 P.M
변백현
Hanya lewat di Timelineku. Jangan percaya diri.
09.00 P.M
박찬열
Yeah, siapa yang tidak percaya diri jika postinganku di sukai oleh tuan putriku?
09.00 P.M • Read
박찬열
Baekhyuna! Hey, kau hanya membaca pesanku?
09.00 P.M • Read
박찬열
Ah, arraso. Kau malu, kan? Baiklah. Sampai jumpa disekolah, princess.
09.03 P.M • Read
박찬열
Aku selalu mencintaimu.
09.05 P.M•Read
변백현
Berisik sekali
09.15 P.M
Baekhyun melempar ponselnya. Menenggelamkan wajahnya diantara bantal-bantal kesayangannya. berusaha menutupi rona merah yang kian menjadi-jadi. "Astaga, ini tidak boleh terjadi." kata-kata Chanyeol terus terngiang ditelinganya. Hingga tidurnya terasa begitu tak tenang.
.
Pagi hari di SMA Gyeongdam terlihat begitu ramai ketika Byun Baekhyun berjalan berdampingan dengan adik tirinya, Kyungsoo.
Kyungsoo sedikit risih, begitu mendengar bisikan-bisikan tentang betapa mempesonanya mereka berdua. Yeah, berbeda dengan Baekhyun, Kyungsoo lebih menyukai ketenangan dibandingkan dengan kericuhan. Itu sebabnya Kyungsoo selalu menyingkirkan orang-orang yang sekiranya dapat menimbulkan masalah dihidup mereka berdua.
Apapun caranya.
Langkah mereka terhenti begitu melihat ada 2 tubuh jangkung yang menghalangi jalan mereka. Kyungsoo lebih memilih bergeser untuk mendapatkan jalan, menarik pergelangan tangan kakaknya untuk segera menjauh.
"Chanyeol, lepaskan tanganku!" Sekiranya umpatan sang kakak yang membuat langkahnya terhenti. Menatap bingung pemuda jangkung yang sedang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Mata bulat miliknya menatap datar pemuda bertelinga lebar yang sedang berkicau didepan kakaknya. "Oh, astaga Baekhyunku..." Baekhyun melebarkan kelopak matanya. Mencoba menimbulkan kesan yang garang. "Apa?"
Baekhyun mendesis jengkel begitu menatap wajah idiot Chanyeol yang melirik saudara tirinya dengan begitu merendahkan. "Jadi kau menolakku hanya karena bocah ini? ..." Chanyeol menyeringai begitu pemuda yang ia panggil 'bocah' menatapnya nyalang. "... apa kau mencoba untuk jadi pihak yang memasuki disini?"
BRUK
"Argh, shit." Chanyeol benar-benar tidak memprediksi bahwa pukulan 'bocah' akan semengerikan ini.
"Kyungsoo! Yach! Cukup!" telinga perinya dapat mendengar sosok mungil kesayangannya mencoba menghentikan pukulan bertubi-tubi yang di layangkan oleh Kyungsoo Kyungsoo atau apapun itu, Chanyeol tak peduli.
Chanyeol mencoba membalas namun lagi-lagi ia harus menelan ludah begitu Kyungsoo balik mematahkan serangan Chanyeol dengan memelintir lengan besar si raksasa.
Chanyeol menjerit, Sehun hampir melepas tawanya sedangkan Baekhyun memeluk Kyungsoo untuk melerai pertikaian. "Jaga ucapanmu brengsek!" Kyungsoo yang sering Baekhyun lihat adalah Kyungsoo yang begitu lembut. Biarpun kata-katanya sarkatis, tapi Kyungsoo tidak ingin mengotori lidahnya dengan perkataan nista seperti itu. "Kyungsoo, sudahlah."
Kyungsoo paling tak suka dilerai, tapi berhubung kakaknya yang menyuruhnya selesai, maka Kyungsoo lebih memilih mendorong tubuh kakaknya pelan, dan berlari menyusuri lorong. Mencoba mencari sendiri kelasnya tanpa bantuan sang kakak.
Baekhyun menghela nafasnya pelan melihat adiknya merajuk. Pemuda mungil bersurai ebony itu merapihkan blazernya. Dan mulai berjalan jika saja jemari besar milik Chanyeol tidak menariknya lebih dulu untuk mengikuti langkahnya yang sukar dijangkau oleh simungil. "Chanyeol, jam pelajaran akan segera dimulai." Jemari lentiknya memukul pelan lengan Chanyeol sebagai permintaan agar dilepaskan.
"Setidaknya bertanggung jawablah, wajahku hancur karena kekasihmu itu." Baekhyun mengembungkan pipinya begitu tau Chanyeol masih mengira Kyungsoo adalah kekasihnya.
Chanyeol mendobrak pintu uks dan langsung menginstruksikan adik kelas ekskul pmr untuk keluar dari uks. menurut saja, atau kau akan kena masalah oleh si brengsek yang terkenal seantero sekolah.
Chanyeol mendorong Baekhyun hingga pemuda bermata bulan sabit itu sedikit terjungkal di ranjang uks. "Hey, yang ingin diobati itu kau, bukan aku." Baekhyun melipat kedua tangannya di bawah dada. Menatap tatapan Chanyeol yang begitu intens, Setitik rona merah muncul, dan menjalar hingga ke telinga.
Baekhyun membuang muka.
Chanyeol terkekeh pelan. Pemuda tinggi itu mendudukan dirinya tepat disamping simungil. Mendekatkan wajahnya ke wajah feminim Baekhyun. Baekhyun meringis begitu melihat terdapat sedikit lebam disudut bibir kiri Chanyeol akibat ulah bar bar adik tirinya. "Akan aku ambilkan obatnya." Baekhyun melepas blazer sekolahnya. Menyisakan seragam putih yang begitu pas dengan tubuh sintalnya. ia bangkit, mencari kotak obat yang mungkin saja bisa meredakan ngilu.
Sibuk mencari obat, Baekhyun tidak menyadari tatapan intens Chanyeol yang begitu menjadi. Chanyeol tidak mengerti, sejak kapan seorang pria begitu menarik perhatiannya? Atau memang hanya Baekhyun yang bisa menarik perhatiannya? Pesona Baekhyun memang sangat kuat, pemuda mungil itu memang terkadang jutek, kasar, namun manis, polos dan seksi disaat yang bersamaan.
Apalagi mereka hanya berdua diruangan ini, dengan Baekhyun yang menggunakan seragam putihnya yang nyaris transparan, dengan celana hitam yang cukup ketat atau memang area kaki si mungil yang terlihat sangat sintal. Menggoda sekali untuk ukuran si Brengsek Chanyeol yang hormonnya begitu tak terkendali.
Dengan langkah yang begitu pelan, Chanyeol mendekati Baekhyn yang sedang sibuk menunangkan alkohol ke kain kasa. Setelah berada tepat dibelakang Baekhyun, Pemuda jangkung itu mengangkat tangan kanannya hingga menopang tubuhnya, sedangkan tangan kirinya ia masukan ke saku celananya.
Sehingga begitu Baekhyun berbalik, maka wajah mereka nyaris menempel, bibir mereka nyaris menyentuh satu sama lain dan hidung mereka sudah berdampingan sempurna. "C-Chanyeol-ah." Baekhyun mencoba melihat apapun asal tidak menatap bola mata Chanyeol. Mata poenixnya menatap tajam mata bulan sabit yang sekarang berada dalam kungkungannya. "Apa kau mencoba menggodaku?" Baekhyun menelan ludah mendengar suara hushky Chanyeol yang begitu mendayu di telinganya.
Baekhyun hanya menggeleng pelan. "Aku tidak menggoda siapapun." Baekhyun mencoba mendorong, namun kakinya melemas begitu hidung bangir Chanyeol menghirup aroma lehernya dengan begitu dalam. "Tapi dimataku hari ini kau begitu..." Chanyeol mengecup singkat ceruk lehernya. "Cantik dan..." Chanyeol menyesap leher Baekhyun pelan dan begitu lembut, "Seksi." Dan kemudian mendaratkan bibir tebalnya di bibir tipis Baekhyun yang terasa pas dalam rengkuhannya. Pemuda jangkung itu melumat, menyesap, menggigit dan meresapi bagaimana bibir si mungil bisa terasa begitu manis dan terlalu sayang untuk dilepaskan.
Chanyeol terus melumat bibir bawah Baekhyun, menggigitnya pelan untuk mendapatkan izin dari sang empunya. Sementara tangan kanannya sudah bergerak menurun, merangkul pinggang ramping Baekhyun dan mengusapnya pelan, tangan kirinya juga tak dibiarkan menanggur. Ia lebih memilih menggunakan tangan kirinya untuk menikmati bagaimana sintalnya bokong kebanggaan milik Baekhyun. "Nghh—"
Akhirnya Baekhyun mendesah pelan, membuat Chanyeol menyeringai bangga begitu tau Baekhyun balas melumat bibir atasnya. Chanyeol begitu menikmati bibir Baekhyun atau bahkan bokong Baekhyun yang sekarang juga tengah telapak tangan nistanya ia nikmati. "Aaaargh!" terlalu asik dengan kegiatannya, Chanyeol sampai melupakan Baekhyun yang membawa kasa yang beralkohol, hingga simungil itu menempelkan kasa tepat di luka lebam milik Chanyeol.
Berhasil bebas dari kungkungan Chanyeol, Baekhyun mendorong tubuh raksasa itu hingga terjungkal di ranjang uks. Baekhyun mendekat dan kembali menempelkan kasa dingin itu diluka Chanyeol. "Dasar bajingan! Seharusnya aku tau, kau ada maksud tertentu mengajakku ke UKS." Melihat Chanyeol meringis pelan, Baekhyun berbalik, bergegas meninggalkan ruangan.
Chanyeol tentu saja tidak akan rela jika Baekhyun meninggalkannya begitu saja. Dengan cepat lelaki jangkung itu berdiri dan menarik pergelangan tangan simungil. Dan kemudian merangkul pinggang rampingnya, mengecup intens pemuda mungil yang lagi-lagi hanya bisa membolakan matanya. "Apa kau mau dihukum karena telat masuk?" Chanyeol membanting tubuh Baekhyun hingga terlentang di ranjang uks. "Yach! Apa yang kau lakukan?"
Baekhyun sudah bersiap untuk mengeluarkan jurus andalannya sebelum Chanyeol menjatuhkan badannya tepat disamping Baekhyun. Memeluk pemuda mungil itu dari samping dan memejamkan matanya. "Temani aku disini. Kepalaku sangat pusing..." menarik kepala Baekhyun untuk mendekat kedadanya. "... selamat tidur"
Baekhyun masih membuka matanya. Terasa jelas dan begitu membekas, ciuman di pucuk kepalanya yang mampu membuat jantungnya terus bekerja 3 kali lebih cepat.
.
Jongdae mendengus pelan begitu kedua temannya ditambah dengan adik temannya menyuruhnya mencari Baekhyun yang entah kemana. Kyungsoo sedang merajuk sih karena kejadian tadi pagi, jadi si mata bulat enggan untuk mencari kakak kesayangannya.
Jadilah Jongdae dijadikan korban untuk menginvansi seluruh ruangan di sekolah.
Awalnya, Jongdae ke markas Pangeran Sekolah namun tak ada Baekhyun dan Chanyeol disana. Setelah bertanya, Jongdae mendapat jawaban dari Sehun, dua kunyuk itu berada di UKS, mungkin. Karena terakhir kali Chanyeol lebam, pasti urusannya sama UKS.
Jongdae menurut saja, ia bergegas menuju uks dan terkejut begitu melihat Jaehyun, salah satu anggota PMR yang berjaga tertidur pulas diluar uks. "Hoi, Jae. Bangun-bangun." Sang adik kelas terjaga, kaget melihat sosok kakak kelasnya yang menyambut pandangannya.
"Jongdae sunbae, ada apa?"
Jongdae berdeham. "Apa Baekhyun ada didalam?" Jaehyun mengangguk pelan.
"Dari jam pertama mereka masih didalam." Jongdae tersedak ludahnya sendiri. Berarti, mereka sengaja membolos? "Ah, thanks Jae. Kau mengapa tidur diluar?"
Jongdae terkekeh kecil melihat wajah geram Jaehyun. "Chanyeol sunbae menyuruhku keluar ruangan. Sunbae brengsek tapi kok banyak yang suka, yah hyung?" Jongdae menepuk bahunya pelan.
"Hukum alam, Jae. Tidak bisa dipaksakan."
Jongdae mendorong pintu uks dan membola dengan apa yang ia lihat. Chanyeol dan Baekhyun yang tengah tertidur pulas, saling berpelukan begitu erat. Seolah-olah ranjang uks hanya ada satu buah. "Chanyeol brengsek! Kau apakan sahabatku!" Pikiran Jongdae meliar begitu melihat blazer dengan nametag Byun Baek Hyun tergeletak tepat dibawah ranjang.
"Arrrgh! aish! Apalagi ini!?" Chanyeol terbangun karena merasa pukulan bertubi-tubi di lengan gagahnya.
"Jongdae?" Mendengar namanya dipanggil, ia menoleh. "Kami menghawatirkanmu ternyata kau asik bermesraan dengan tiang listrik ini? kesini kau, bajingan kecil!" Baekhyun mencebikkan bibirnya.
Baekhyun turun dari ranjang dan bergegas keluar. tak menghiraukan Chanyeol ataupun Jongdae yang sedang berdebat. "Mengganggu tidurku saja." Baekhyun membuka pintu uks dan terkejut melihat Jaehyun yang berdiri sambil menyeringai.
"Kau berantakan sekali sunbae..." reflek, Baekhyun merapihkan bajunya, Rambutnya dan tentu saja celananya. "... eum, by the way, kissmarknya masih terlihat sunbae." pipinya merona parah. dengan segera, Baekhyun menutup kissmark dengan tangannya. Berbalik masuk dan mencoba mencari plester.
"Park Chanyeol sialan!"
.
Baekhyun melahap jjajangmyun dihadapannya dengan begitu kasar. saus hitamnya meninggalkan jejak disekitar bibirnya. Pipinya mengembung, bibirnya mengerucut lucu, namun para sahabatnya menatap jijik cara makan simungil yang sangat tak beretika. "Hei kurcaci, makan yang benar." Baekhyun mendelik mendengar Tao memanggilnya kurcaci.
"Bicara apa kau, panda kelebihan kalsium?" Tao balas menatap tajam Baekhyun. Kemudian mendesis pelan. "KURCACI. apa kau tuli?!"
Baekhyun menunjuk-nunjuk Tao dengan sumpit ditangannya. "Hei Tao, aku lebih tua beberapa bulan darimu! Jangan kurang ajar!" Tao hanya menjulurkan lidahnya, mengejek. Kyungsoo yang paling tenang hanya terkekeh mendengar pertikaian kakaknya dengan sahabatnya.
Seketika hening begitu melihat Chanyeol duduk tepat disamping Baekhyun. Sadar akan kehadirannya membawa kesunyian, Chanyeol mencoba ramah. "Hello guys, aku duduk disini, okay?" tanpa menunggu persetujuan, Chanyeol memakan makanan yang ia beli.
Sadar sedang ditatap, Chanyeol mendongak. menatap pemuda mungil bermata bulat yang juga tengah menatapnya sinis. "Ah, adik ipar, maaf atas ucapanku tadi pagi" si idiot itu tersenyum menatap Kyungsoo tanpa rasa bersalah.
"Jangan terlalu ketus. Bersiaplah, kau akan dipanggil paman oleh anakku nanti." Ucapannya membuat Baekhyun tersedak. Dan tambah tersedak begitu Chanyeol mengusap perutnya. "Yach! lepaskan tanganmu bodoh!" Baekhyun mendengus jengkel.
Kyungsoo menatap hyungnya penasaran. "Apa maksudnya, Hyung?" Baekhyun mengembungkan pipinya. Menyumpit lobak putih dan menyantapnya. "Tak usah didengarkan. Dia tak waras."
Luhan, Tao dan Jongdae tertawa keras-keras. "uuuuh, Chanyeol yang malang."
Chanyeol mendelik kesal. Namun dengan cepat tersenyum manis menatap Baekhyun. "mommy, daddy hukum nanti diranjang."
Kyungsoo memutar bola matanya malas. "Si brengsek itu."
.
Kyungsoo menunggu sang kakak yang sedang mengambil di parkiran. Jemarinya mengetik beberapa pesan dengan begitu lincah. "Hey adik ipar." Kyungsoo menghembuskan nafasnya malas.
Kyungsoo hanya berdeham malas. "Hm." Chanyeol mengerutkan keningnya mendengar jawaban Kyungsoo, namun bagaimanapun, ia harus mendekatkan diri pada Adiknya, jika sudah dapat restu, maka lebih mudah lagi. "Hei, kupikir satu keluarga kalian mempunyai gen yang sama. Kalian manis."
Sepertinya Kyungsoo menyadari modus terselubung Chanyeol. "Jauhi kakakku." Chanyeol shock mendengar penuturan Kyungsoo yang sangat tepat pada sasaran.
"Kenapa?"
Kyungsoo menatapnya tajam. Chanyeol balas menatapnya dengan santai. "Kau tidak benar-benar mencintai kakakku. Binar Matamu hanya menginginkan suara kakaku ketika berada dibawah kekuasaanmu." kyungsoo Berbisik. Namun masih terdengar jelas ditelinga peri pemuda jangkung dihadapannya.
Chanyeol berusaha menahan emosinya. Tangannya mengepal, namun ia hanya tersenyum tipis menghadapi adik Baekhyun yang amat sok tau ini. "Dengar yah, bocah."
Chanyeol menyeringai. "Aku memang brengsek, tapi jika itu mengenai perasaanku, aku tidak main-main." Kyungsoo mengangguk sok bijak. "Silahkan. Coba saja."
Kyungsoo menggigit bibir bawahnya pelan. "Jujur, aku lebih suka kakakku mempunyai kekasih seperti temanmu yang tadi pagi." Kyungsoo balas menyeringai dan berjalan menjauh, masuk ke mobil Baekhyun dan menghilang dari pandangan Chanyeol.
"Sehun?" Chanyeol terkekeh pelan. "Dia memilih manusia tembok seperti Sehun?" Chanyeol kembali melanjutkan jalannya.
.
Baekhyun memandangi Adiknya yang sedang berbicara dengan Chanyeol. Namun begitu adiknya berjalan mendekati mobil, ia langsung memasang headsetnya. Berpura-pura. "Hyung."
Baekhyun menoleh dan tersenyum. "Baiklah, ayo kita pulang."
"Jauhi Chanyeol, hyung." Baekhyun rem mendadak. Kaget dengan ucapan adiknya. "Aku juga tidak mendekat padanya, Kyungsoo. Dia yang mendekatiku." Baekhyun menatap adiknya, mencoba meyakinkan.
"Hm, tapi kau menyukainya, hyung. Kau mencintainya." Baekhyun mencoba mengelak. "Tidak, Kyungsoo."
Kyungsoo masih keras kepala. "Kau iya, hyung. Tolong jauhi dia. Aku tak ingin hyung disakiti." Disituasi seperti ini, Baekhyun hanya bisa mengangguk menerima.
"Baiklah."
Baekhyun mendengar Kyungsoo menghela nafas lega. "Ia seperti ingin selalu memakanmu hidup-hidup hyung. Tatapannya liar sekali." Baekhyun hanya merona tipis.
.
.
...
To Be Continue
...
..
.
A/N : Udah berapa abad aku ga lanjut FF ini? lamaaa banget yaaa x'')) well, seperti yang aku bilang di NOTICE chap sebelumnya, aku ga munafik, aku bingung harus ngetik apa karena melenceng jauh dari planning awal. well, semoga Chapter ini memuaskan lah yaaa~ semoga kalian ga kecewa /bow/ makasiii banget yang rela-relain review FF kampret kaya gini, aku bener-bener berterimakasih. tulus bangeet. makasih udah nunggu FF ini. makasih 300 reviewnya /bow seratus delapan puluh derajat./
Mind To Review?
Mumpung lagi liburan, mungkin saya dapet banyak inspirasi dan fast update. muehehe. makanya, review banyak-banyak juseyo /kedip kedip/
bdw, jika kalian berkenan, mind to read FF Translate aku? Judulnya Bad Boyfriend karya author fychanbaek dr philipina^_^ beri reeview juga disana yaa! terimakasih.
see you at next chapter~
