Disclaimer : Bleach punya Tite Kubo sepenuhnya. Segala jenis dan bentuk dalam cerita OOC ini produk dari saya!

Pairing : IchiRuki

Genre : Romance

Rate : M

Warning : Typo, OOC, Gaje dan entah mungkin penyakit semacamnya.

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Rukia melepas semua pakaiannya, menggulung rambutnya dengan jepit rambut kemudian gadis itu memasukkan tubuhnya kedalam bath up. Kakaknya sudah mempersiapkan air hangat untuknya, berendam dengan busa sabun.

Gadis itu tersenyum malu saat memflashback kejadian di dalam mobil. Terima kasih kepada seatbelt yang tadi sempat ngadat dan Ichigo membantunya membuka dan terjadi ciuman perpisahan yang begitu panas.

Mobil dan panas, gadis itu mukanya tambah memerah. Mengingat kejadian didalam mobil setelah mereka keluar dari lift.

Ichigo menuntunnya menuju mobil dan membuatnya masuk duluan kedalam mobil. Pria itu melakukan seperti perkataannya, memanfaatkan waktu yang tinggal satu jam dengan sebaik-baiknya. Pria itu melakukannya dengan cepat namun lembut di kursi belakang.

Rukia merasakan getaran aneh diperutnya, organ diantara kedua kakinya itu semakin basah.

Tiba-tiba pintu kamar mandinya diketuk oleh seseorang. "Ruki, kau tidak tidur di kamar mandi bukan?" tanyanya. Itu suara yang berasal dari Grimmjow.

Rukia menggerakkan tubuhnya gusar, ia memposisikan dirinya untuk duduk karena sebelumnya ia merendamkan tubuh hingga lehernya.

"Aku akan keluar sebentar lagi, jadi jangan masuk!" ucap Rukia sedikit menggertak.

"Oh, oke gadis manis, bukankah aku juga sudah beberapa kali melihatmu tanpa baju?" tanya Grimmjow dari luar.

Rukia tidak menjawab dan segera mencari sesuatu untuk memperingatkan Grimmjow yang berdiri dibalik pintu. Rukia mendapatkannya, sebuah botol shampo berbentuk silinder itu ia lemparkan kesana. Rukia mendengar Grimmjow cekikikan.

"Lihat saja setelah aku keluar dari sini, pangeran manis," bentak Rukia.

Grimmjow menghentikan tertawanya, "Sejak kapan aku jadi manis, aku itu seorang pria macho, gadis manis."

Rukia tidak menjawab dan hanya memberenggutkan bibirnya. Tak ada lagi suara mengejek dari Grimmjow.

"Oke. Kami menunggu dibawah, dan tolong cepatlah sayang," ucap Grimmjow.

"Oke pria cerewet," jawab Rukia.

Dan Rukia kembali mendengar Grimmjow yang tertawa.

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Ketika Rukia turun ke lantai bawah, mereka bertiga sudah duduk disana dengan cangkir kopi dan cemilan. Rukia langsung ikut duduk didekat Hisana.

"Kau sakit? Kenapa memakai sweater seperti itu?" tanya Hisana.

Tentu saja perhatian dari ketiga orang itu langsung menuju kearahnya.

"Aku tidak sakit hanya ingin memakai sweater saja," jawab Rukia.

"Hey.. Hey.. Kau tidak melakukan sesuatu yang aneh dengan Ichigo bukan?" tanya Grimmjow sambil menyungging senyum tipis.

"Aneh apa? Apa makan burger dan cola di taman itu menjadi hal yang aneh? Dia hanya mentraktirku," jawab Rukia agak ketus.

"Burger dan cola? Aku kira kau makan es krim?" tanya Grimmjow.

"Itu setelahnya," jawab Rukia.

"Dan soal serangga, kau mengangkat teleponku disana?" tanya Uryuu.

"Tentu, dan karena itu aku memakai sweater sialan ini," jawabnya lagi.

Grimmjow menghela napas pelan, "Tapi kau, es krimmu strawberry?" itu lebih tepat disebut pernyataan.

"Ya, mulai mencoba menyukai strawberry." jawab Rukia datar.

Raut muka Uryuu sedikit berubah, pria itu menutup rahangnya kuat sebelum ia membuka suara, "Seberapa besar dia berpengaruh padamu Rukia?" tanya Uryuu.

"Kenapa semuanya tiba-tiba begitu peduli padaku dan takut akan sesuatu yang aku lakukan diluar sana?" bentaknya. "Aku hanya makan, oke. Ditaman. Digigit serangga dan memakai sweter sialan ini untuk menyembunyikannya agar kalian tak mengira ini sebuah kiss mark. Dan pembicaraan ini cukup. Apa salahnya jika aku dekat dengan Ichigo?" tanyanya.

Damn! Karena sweater semuanya jadi begini.

"Jelas itu salah Rukia. Melalui kau, kemungkinan besar dia mendekatimu untuk balas dendam, pada keluarga Ishida," jawabnya. "Ayahku salah satu penyebab ibunya meninggal, tolong ingat itu Ruki."

Rukia menggedik tak percaya dan Hisana hanya mendengarkan mereka bicara.

"Bro, pembicaraan itu tolong untuk lain kali," ucap Grimmjow. Ia menepuk punggung Uryuu pelan.

"Aku yakin dia bukan orang yang seperti itu, dan cukup oke, aku tidak mau membahasnya lagi," ucap Rukia, gadis itu berdiri dan hampir meninggalkan ruang keluarga.

"Ruki, Uryuu hanya khawatir dan jujur aku juga baru mengetahui ini, setidaknya jaga jarakmu dengannya," ucap Grimmjow.

Rukia hanya melengos dan langsung pergi dari sana. Sana tidak berkomentar apa-apa karena dia juga baru mengetahui kenyataannya, "Aku rasa, kita harus memberinya waktu."

"Aku tidak tahu sejak kapan ia menjadi berbeda," keluh Uryuu.

"Aku juga menyadarinya, bro," jawab Grimmjow.

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Selama seminggu lebih itu Rukia terus menghindari Grimmjow tak terkecuali dengan Uryuu. Ia selalu pulang bersama Rangiku - setelah gadis itu pulang dari liburannya ke Italia - dan menolak dijemput oleh keduanya atau tidak memperdulikan mereka. Permintaan Uryuu dan Grimmjow untuk menghindari Ichigo terlaksana dengan sendirinya. Pria berambut cokelat legam rapi itu sibuk dan diangkat menjadi direktur beberapa hari yang lalu dengan PA si Hisagi dan sekarang pos manajer keuangan sudah diisi oleh orang lain. Seorang wanita bernama Senjumaru Shutara.

Stres yang terkumpul karena pekerjaan kantor, rasa rindu pada Ichigo serta pesan dari Uryuu-Grimmjow membuatnya kehilangan napsu makan, bahkan setiap pagi dirinya selalu mual-mual. Bahkan stressnya mengganggu siklus bulanannya. Gadis itu belum mendapatkan menstruasinya bulan ini.

Saat pulang dari bekerja, Rukia menyempatkan diri untuk pergi ke apotik, membeli testpack. Saat ia sampai di rumah, sudah ada Grimmjow dan Uryuu di ruang tamu, Sana sudah pasti ada shift malam dan Rukia langsung berlalu menuju kamarnya. Ia tahu jika Uryuu mengikutinya.

Uryuu menghalangi Rukia saat dirinya ingin masuk ke dalam kamar. Pria itu memegangi knop pintu dan berada disamping Rukia.

"Apa kau akan seperti ini sedang pertunangannya seminggu lagi?" tanya Uryuu.

"Terima kasih telah mengingatkanku, tapi aku butuh istirahat jadi bisakah melepaskan tanganmu bro?" tanya Rukia, gadis itu menatap Uryuu.

Uryuu menyadari bahwa gadis itu benar-benar terlihat capek dan pucat, "Kau sakit?" tanya Uryuu, suaranya melembut.

"Butuh sedikit istirahat," jawab Rukia.

Uryuu melepaskan tangannya dari pintu dan menyuruh Rukia masuk ke dalam kamarnya. Pria itu kembali ke ruang tamu sedang Rukia segera ke kamar mandi. Gadis itu harus segera memulainya.

"Ichi...Direktur, bisakah kita bertemu malam ini? Maksudku setengah jam lagi?" tanya Rukia.

"Kau tidak apa-apa Rukia? Kau terdengar sakit," tanya Ichigo lembut. Ada nada cemas disana.

Rukia tersenyum membayangkan Ichigo khawatir padanya, seperti saat tubuhnya terkena kopi panas.

"Sedikit tidak enak badan tapi aku baik-baik saja, ada hal yang ingin aku sampaikan kepadamu," jawab Rukia, gadis itu menyungging senyuman manis.

"Aku masih berada di kantor, bagaimana jika kita bertemu ditempat parkir dan aku menawarkan makan malam," jawab Ichigo.

"Bisa traktir aku beberapa gelas es krim strawberry?" tanya Rukia.

"Baik, kita bertemu setengah jam lagi, angel," jawab Ichigo, kemudian pria itu mematikan handphonenya.

Ichigo tersenyum sangat senang mengetahui fakta bahwa gadis itu meneleponnya dan meminta bertemu apalagi diluar jam kantor. Ia segera melanjutkan pekerjaannya di laptop miliknya yang berlogo peach tergigit itu*.

Rukia segera berganti baju dengan sweaterdress dengan campuran warna abu-abu dan hitam, melengkapi bajunya, Rukia memakai stoking hitam dan juga sneaker wedges dengan warna yang tak beda jauh dengan sweaterdressnya. Kemudian Rukia merapikan rambutnya ditambah polesan bedak dan lipgloss pinknya. Tak lupa Rukia membawa tas tangan yang bertali panjang. Rukia siap keluar tetapi ia tak cukup bodoh dengan lewat pintu depan, jadi Rukia pergi lewat pintu belakang.

Ichigo sudah menunggui Rukia - 5 menit lebih cepat dari yang mereka janjikan - dan tubuhnya ia senderkan pada mobilnya. Pria itu menyungging senyuman, tetapi senyuman itu hilang seketika setelah ada suara wanita yang memanggil namanya.

"Ichi," sapa wanita itu.

Rukia berjalan cepat dan lincah ketika ia sudah melihat Ichigo bersandar pada mobilnya tetapi tiba-tiba ada seorang wanita hamil yang mendahului dirinya untuk mengagetkan Ichigo.

"Lisa?" ucap Ichigo, lelaki itu tampak kaget sebentar dan kemudian memasang wajah datar.

"Dingin sekali pada wanita yang pernah jadi pacarmu. Ingat, aku juga pernah mengandung anakmu," ucap wanita itu sambil tersenyum lebar.

"Jangan bercanda," bentak Ichigo tak terima.

Rukia membungkam mulutnya dan berjalan cepat bersembunyi dibalik tiang basement. Gadis itu meneteskan air mata sambil memegangi perutnya. Apa perkataan wanita itu benar adanya?

"Jika aku memberitahu aku punya anak 5 tahun sebelum bayiku ini, apa yang akan kau lakukan?" tanya Lisa.

"That's impossible," ucap Ichigo emosi. Pria itu memberi jeda sebelum ia mengucapkan kalimat lainnya. Itu mungkin saja terjadi, pikirnya.

"Masuk ke mobilku, kita perlu bicara," ucapnya datar.

Wanita itu menaikkan sedikit bibirnya, tersenyum mengejek, "Kau pikir aku akan dengan senang hati masuk? Aku bersama suamiku," jawab Lisa.

"I don't fucking care 'bout your husband. Come on in, now!" bentak Ichigo.

Rukia juga terkaget mendengar suara Ichigo yang tiba-tiba meninggi. Gadis itu menyeka air mata yang tadi sudah menetes di pipinya. Ia mengintip saat Ichigo menarik wanita itu dengan sedikit kasar menuju kedalam mobilnya. Entahlah, dada gadis itu menjadi berat.

Sebelum Ichigo masuk kedalam mobilnya, pria itu terlihat mengambil ponsel dari saku jasnya. Sepertinya lelaki itu ingin menghubungi seseorang. Tiba-tiba ponsel dalam tasnya bergetar. Gadis itu segera mengangkatnya. Tertera disitu nama Ichigo yang memanggilnya.

"Hallo, sir," jawab Rukia.

"It's Ichi, love. Kau sampai dimana? Bisakah kita bertemu setengah jam lagi?" tanya Ichigo.

"Aku masih dijalan menuju kantor. Tidak masalah, lalu kita bertemu dimana?" tanya Rukia.

"Tolong tunggu aku di lobby, aku tidak ingin hal buruk terjadi padamu lagi jika kita harus bertemu disuatu tempat," ucap Ichigo.

Rukia menyungging senyuman tipis lalu menjawab, "Terima kasih dan sampai jumpa sebentar lagi."

"Sampai jumpa, darling," jawab Ichigo.

Rukia mematikan ponselnya. Dari sana didengarnya pintu mobil yang ditutup dan suara mesin yang mulai menyala. Hatinya sedikit mencelos.

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Sudah lebih dari 45 menit Rukia menunggui Ichigo di lobby kantor tetapi pria itu belum juga menunjukkan batang hidungnya. Lelaki itu juga tidak memberi kabar.

"Sudah ingin pulang karena menunggu lama?" tanya Ichigo tiba-tiba saat Rukia sudah berdiri dari duduknya di kursi lobby dan mengambil tas yang diletakkan disampingnya.

Rukia terlonjak kaget, menatap Ichigo sebentar lalu menunduk, "Maaf," ucapnya singkat.

Ichigo memegang dagu Rukia, mendongakkan wajah Rukia agar menatap wajahnya.

"Harusnya aku yang minta maaf," jawab Ichigo. Pria itu menundukkan wajahnya lalu mencium bibir Rukia. Menempelkannya lalu menjilat bibir Rukia. Gadis itu membuka. Tangan Ichigo menariknya agar mendekat pada tubuhnya, melingkarkan tangan satunya pada pinggang Rukia sedang yang satunya masih di dagu gadis itu.

Rukia membalas ciuman Ichigo. Tangannya berada di dada dan berpegangan pada jas Ichigo. Rukia sedikit terlonjak kaget ketika Ichigo memperdalam ciuman dan menariknya mendekat.

Ichigo menyudahi ciuman itu. Ia menempelkan keningnya pada kening Rukia baru kemudian menjauhkan wajahnya. Mengamati, Ichigo melihat semburat merah di pipi Rukia. Ia tersenyum tipis.

"Mau memaafkanku?" tanya Ichigo dan Rukia menjawab dengan anggukan.

Masih memegang dagu Rukia, ia mengusap bibir basah Rukia dengan ibu jarinya. Gadis itu terlihat lebih sexy.

"Jika sebuah ciuman mampu untuk membuatmu tidak marah kepadaku, seharusnya sedari dulu aku melakukannya," ucap Ichigo.

"Ciuman? Sedari dulu?" tanya Rukia, ia memukul dada Ichigo pelan, "Tidak semua ciuman pria aku terima."

Ichigo tertawa pelan, "Oh oke. Aku perlu mengingatnya." Ichigo memegangi tangan Rukia. Mata gadis itu intens menatapnya. Polesan lipgloss yang ada di bibir gadis itu tidak mengering walau tadi mereka sudah mengadu bibir. Ia jadi ingin menciumnya lagi.

"Sir, boleh aku bertanya?" tanya Rukia.

"Anything, love," jawab Ichigo.

"Aku tidak sengaja melihat anda bersama wanita hamil, boleh aku tahu siapa dia?" tanya Rukia.

"Teman kuliah," jawab Ichigo. Pria itu menyunggingkan senyum, "Ex sebenarnya."

"Ex? Girlfriend?" tanya Rukia.

Ichigo mengangguk, "Sudah sejak 6 tahun yang lalu. Love berhenti membicarakan dia, please," jawab Ichigo.

Rukia menangkup wajah Ichigo. Gadis itu menggigit bibirnya, "Bolehkah aku memberimu ciuman?" tanya Rukia.

Ichigo memasang wajah datarnya, "Jadi ada apa ini?"

"Umm.. Sir, jika anda ...,"

"Aku tentu saja memperbolehkanmu, kau ingin menghadiahiku dimana?" tanya Ichigo.

Rukia kembali memukul dada Ichigo lalu menarik tangan Ichigo. Rukia naik ke kursi tunggu lobby itu dan mendekatkan wajahnya pada Ichigo, mengecup sebentar.

"Jangan berfikir aku akan puas dengan hadiah ini," bisik Ichigo

Rukia mengangguk cepat dan tiba-tiba Ichigo sudah membopongnya.

"Kupikir kau ingin menemuiku untuk memberikan kejutan. Karena tidak maka aku yang mengejutkanmu."

Rukia hanya tertawa pelan. Ichigo melangkah menuju pintu keluar.

"Aku memberikan oleh-oleh titipan dari Rangiku," jawab Rukia. "Sekotak besar cokelat Itali."

"Tidak biasanya dia seperti itu, jadi mau ke flat ku?" tanya Ichigo.

Gadis itu hanya diam saja dan kemudian semburat merah muncul di wajah putihnya.

Ia mau saja datang kesana. Apalagi mengingat perkataan Ichigo jika ia membawa dirinya ke flat maka Ichigo tidak akan membiarkan dirinya pulang dan bergumul seharian di tempat tidur. Itu sesuatu yang hebat. Tapi ...

"Kau memikirkan perkataanku kemarin?" tanya Ichigo.

Rukia terlalu malu untuk mengangguk.

"Atau kau takut pada Uryuu?" tanya Ichigo. "Kuanggap diammu sebagai ya. Oke kalau begitu, kita makan malam terlebih dahulu lalu kuantar kau pulang."

Rukia mengangguk setuju. Gadis itu melingkarkan kedua tangannya pada leher Ichigo, mendekatkan bibirnya di telinga Ichigo.

"Terima kasih," ucapnya. 'Terima kasih sudah jujur padaku dan begitu menyayangiku, terima kasih'.

Rukia melihat sebentar ke arah perutnya. Belum saatnya untuk memberitahukan Ichigo bahwa ia berbadan dua. Mengatakan bahwa didalam rahimnya ada nyawa yang akan tubuh menjadi anaknya. Belum saatnya.

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Mereka berdua pulang ketika jam menunjukkan pukul 10 malam. Tadi mereka berdua pergi makan di restoran Vietnam dan pergi sebentar makan beberapa gelas es krim strawberry. Sebenarnya Ichigo sedikit tidak percaya juga dengan permintaan Rukia. Musim sudah hampir berganti, masuk ke dalam musim gugur. Suhu saja sudah merendah beberapa hari ini.

"Masuk dan segera istirahatlah," ucap Ichigo. Lelaki itu mencium sebentar kening Rukia. Kemudian turun menuju bibirnya, mencuri kecupan singkat. "Selamat malam, love."

Rukia tersenyum sebentar lalu berucap, "Selamat malam, Ichi." Rukia mencium pipi Ichigo kemudian secepat kilat ia turun dari mobil Ichigo.

Ichigo tersenyum senang memperhatikan Rukia yang salah tingkah dan memerah itu tetapi senyumannya pudar ketika Rukia terkaget dan berhenti di depan mobilnya. Ichigo mengikuti arah mata Rukia. Gadis itu terlihat takut oleh tatapan Uryuu. Pria itu sudah berdiri didekat mobilnya.

Rukia menyadari Uryuu menatap datar, antara ekspresi marah dan kesal. Ichigo turun dari mobil.

"Masuk Rukia. Kita bicara didalam setelah aku berbicara pada Ichigo," ucap Uryuu ia tak memandang Rukia tapi sudah menatap kesal pada Ichigo.

Ichigo tersenyum pada Rukia dan mengangguk. Memintanya agar menuruti perkataan Uryuu.

Setelah Rukia pergi barulah Ichigo membuka suara, "Jadi apa yang ingin kau katakan padaku?"

"Jauhi adikku Ichigo, atau kau akan menyesal karena saat kau menyakitinya aku orang pertama yang akan membunuhmu."

"Kau kenal aku Uryuu. Perkataanmu tidak cukup menakutiku."

"Dan kau kenal aku. Aku tidak pernah main-main dengan perkataanku," jawab Uryuu datar.

"Apa kau berfikir aku mendekatinya untuk balas dendam? Sudah berapa lama kau mengenalku dan kau menilaiku rendah seperti itu? Jika aku melakukannya, aku hanya akan melakukan pada keluargamu. Camkan itu." ucap Ichigo. Pria itu segera masuk ke dalam mobilnya dan menstater, meninggalkan Uryuu yang masih berdiri disana.

Uryuu menjambak rambutnya frustasi. Jika sudah seperti ini mana mungkin ia akan percaya perkataan Ichigo.

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Rukia menunggui Uryuu di ruang tamu dengan perasaan was-was dan perasaannya tambah tidak enak ketika Uryuu masuk ke rumah dengan pintu yang sedikit dibanting.

Tapi saat pria itu menatapnya, tatapannya sudah melembut. Rukia bangkit dari duduknya dan Uryuu segera menangkupkan kedua tangannya pada wajah Rukia dan mencium keningnya.

"Tolong maklumi kekhawatiranku Rukia," ucap Uryuu.

Rukia hanya mengangguk mengerti, "Aku tahu tapi aku percaya pada Ichigo, Uryuu. Dia begitu jujur kepadaku."

Uryuu meremas pelan lengan Rukia. "Kumohon, jangan berharap terlalu banyak Rukia. Istirahatlah, dan Ruki, pertunangannya besok," ucap Uryuu.

Rukia terbelalak, "Kenapa dipercepat?"

"Kita bicarakan besok saja dan ambilah cuti," jawab Uryuu. "Aku pulang."

Rukia segera pergi ke kamarnya setelah Uryuu pergi. Kenapa pertunangannya dipercepat?

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Ichigo menyandarkan punggungnya itu di kursi direktur. Tubuhnya begitu kesal meminta istirahat. Memejamkan mata sebentar setelah seharian penuh ia bekerja. Hanya ada rapat dan rapat.

Pria itu membuka mata ketika seseorang masuk ke dalam ruangannya. Ia menimbulkan bunyi yang sedikit berisik dan tidak biasa. Dan orang itu adalah adiknya. Tidak biasa karena ia ke kantornya dengan gaun pesta.

"Kurasa hari ini bukan waktu yang baik untuk lembur," ucap Yuzu.

"Onii-chan apa kau sedang memikirkan cara untuk merebut wanita polos itu? Tidak ada waktu sekarang," ucap Karin.

"Apa yang kalian katakan?"

"Jaegerjaquez, bro, mereka memajukan tanggal ulang tahun pernikahan mereka. Ada desas-desus mereka akan mengumumkan pertunangan anaknya, Grimmjow. Bukankah dia kekasih dari wanita itu?" tanya Yuzu.

"Oh God! Jangan bilang kau sedikit telmi setelah duduk disana seminggu ini," cibir Karin.

"Memajukan tanggal? What the fuck," Ichigo mengepalkan tangannya.

"Undangannya diantarkan pagi tadi setelah kau berangkat." jawab Yuzu.

"Dan setiap kali aku meneleponmu kau ada di ruang rapat." Sambung Karin.

Ichigo segera berdiri, mengendurkan dasi dan berjalan melewati Yuzu dan Karin, "Kita bertemu disana, kirimi pesan dimana tempatnya," ucap Ichigo lalu segera keluar dari ruangannya.

Karin segera mengambil i-phone nya dan mengirimi bbm pada Ichigo, menurutinya.

Ichigo melepas dasinya dan melempar di kursi samping kemudinya. Ia memukul stir mobilnya.

Bajingan sekali si Uryuu Ishida. Apa yang dilakukannya pada keluarga Jaegerjaquez sehingga mereka mempercepat pertunangan?

Pria itu segera menyetir mobilnya. Keluar dari parkir perusahaan dan melesat cepat menuju jalan raya. Ia harus segera merapikan diri dan merebut gadisnya. Mengklaim ia sebagai miliknya. Tidak peduli bagaimana nantinya ia akan mencoreng nama baik keluarganya, Kurosaki.

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Pesta begitu ramai saat Ichigo masuk ke ballroom hotel Grand Royals. Meja-meja tamu tertata rapi. Di depan sana ada kue tart meninggi. Ichigo melihat adiknya sudah sampai terlebih dahulu rupanya disini.

Ichigo berjalan mendekat ke arah Yuzu yang sedang berdiri di dekat pajangan bunga bersama ayahnya. Menikmati wine merah di tangannya.

Pria itu memakai setelan jas hitam, ayahnya pun juga. Sedang adik pertamanya itu memakai gaun warna biru tosca. Ichigo tidak melihat sosok Karin sehingga yang pertama kali ia tanyakan adalah dirinya.

"Aku disini bro, bisa ikut aku," tanya Karin.

Lelaki itu menatap Karin sebentar lalu menuruti adiknya. Ia memakai gaun dengan warna sama dengan Yuzu hanya modelnya terlihat lebih sexy dan ketat. Soal fashion, adiknya yang satu ini begitu nyentrik dan ia biasa dengan itu. Dilarangpun adiknya yang satu ini tidak akan peduli.

Karin keluar dari ballroom dan menuju taman kemudian ia berhenti, menunjuk ruangan disebelah ballroom disalah satu kaca ruangannya. Terlihat dari dalam Grimmjow sedang mencium bibir seseorang dari belakang. Dari proporsi tubuhnya, wanita itu bukan Rukia. Wanita itu lebih tinggi, curvy dan abundant.

"Kau tahu apa yang kau pikirkan bukan?Hubungan.. Oh oke," ucap Karin berhenti sebelum menyelesaikan kalimatnya saat melihat wajah Ichigo mengeras.

Darn it! Pria itu menyelingkuhi Rukia di malam pertunangan mereka?

"God! Aku tidak menyangka kisah cinta gadismu lebih buruk dari punyaku," cela Karin.

Disana, Ichigo melihat Grimmjow menutup gorden yang tadi terbuka. Dan di depannya seorang gadis dengan penampilan yang begitu cantik muncul tak lebih sedetik dari itu. She is fucking gorgeous! Ichigo terpesona pada Rukia.

Sebelum Rukia sempat mengucapkan sepatah kata, Ichigo sudah menariknya. Membawa gadis itu ke pelukannya dan mengambil bibirnya, menciumnya.

"Oke, kurasa kalian butuh waktu berdua," ucap Karin pada mereka. Dia memutar bola matanya mengerti dan segera pergi.

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Bersambung ….

Logonya Peach gapapa yah hahaha, soalnya di anime udah sering ada nanas dan anggur kkk~

27-11-2014