Disclaimer : Bleach punya Tite Kubo sepenuhnya. Segala jenis dan bentuk dalam cerita OOC ini produk dari saya!

Pairing : IchiRuki

Genre : Romance

Rate : M

Warning : Typo, OOC, Gaje dan entah mungkin penyakit semacamnya.

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

MAKASIH BUAT MINA YG UDAH REVIEW, FOLLOW AND FAVE MAAF G BISA BALES SATU-SATU REVIEW DARI KALIAN,

SELAMAT MEMBACA AJA, BUAT YANG UDAH KANGEN ATAU GIMANA HAHAHA...

PLAYLISTNYA SIH KALO BISA THOUSAND YEARS ~ CRISTINA PERRI AMA SHE'S MY KIND OF RAIN~TIM McGraw

Since I found you, I never stopped thinking about you ~ Ichigo Kurosaki

Rukia tidak bisa menyembunyikan lagi senyuman manisnya. Satu jam yang lalu resmi sudah ia bernama Nyonya Kurosaki.

Ichigo segera meletakkan tangan Rukia di lengannya. Memintanya secara tersirat agar memegang padanya.

Sertifikat pernikahan sudah ada di tangannya, dengan begitu ucapannya dua hari yang lalu direalisasikannya. Rukia sudah legal menjadi istrinya dan menyandang nama Kurosaki.

Ichigo tersenyum getir. Mengingat dirinya yang beberapa waktu yang lalu begitu muak pada nama keluarga ayahnya itu. Dia belum bisa memaafkan ayahnya atas ibunya. Ichigo menyingkirkan pikiran itu jauh-jauh darinya sekarang. Bukan waktunya memikirkan hal pahit seperti itu.

Rukia berjalan mengimbangi langkah Ichigo, untung saja suaminya itu berjalan pelan. Wajahnya memerah ketika dirinya menyebutkan kata suami-Ichigo-nya. Ketika Ichigo berhenti di lobby kantor catatan sipil, Rukia mendongak dan memandang Ichigo.

"Ada apa?" tanya Rukia.

"Setidaknya kita bisa memberi pertunjukan pada para stalker kita," jawab Ichigo.

"Stalker?"

"Paparazzi, wife," jawab Ichigo.

"Tapi aku tidak melihat mereka," jawab Rukia.

Ichigo hanya tersenyum lalu mengecup bibir Rukia. Lalu menginvasi sebentar, memberikan lumatan panas di dekat pintu masuk.

Saat Ichigo melepas ciumannya dengan segera ia memposisikan tangannya di pinggang Rukia, menuntunnya kearah mobil yang sudah menunggu mereka. Sopir mereka sudah membukakan pintu.

"Ini semua karena ponsel Karin," ujar Ichigo ketika ia sudah duduk di mobil. Perlu menjelaskan pada Rukia karena istri imutnya itu masih terlihat binggung.

"Sebelum berita tentang kita termuat di koran, ponsel Karin terjatuh dan kau tahu sendiri jika ponsel itu jatuh ke tangan paparazzi. Karin memfoto kita waktu di rumah sakit dan beberapa foto kita yang lain. Tunggu, apa ini terdengar seperti aku menganggap Karin seorang stalker?" tanya Ichigo.

Rukia hanya tertawa kecil, "Yah, aku tidak keberatan sama sekali jika mereka memberitakan sesuatu yang benar tentang kita bukan tentang gosip-gosip murahan tak penting."

"Lagipula, wife, para ibu-ibu diluar sana harus gigit jari karena taipan muda dari kerajaan Kurosaki sudah tidak available lagi. Aku sudah menjadi milikmu."

"Kurasa banyak wanita yang cemburu padaku," jawab Rukia. Dia buru-buru mencium pipi Ichigo. Ichigo malah membalasnya dengan ciuman menuntut di bibir Rukia.

"Yuichi!" ucap Ichigo disela-sela ciumannya. Dia memandang ke kaca depan.

Yuichi yang sedang menatap jalan diluar berkata, "I've heard and seen nothing, sir."

###

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Rukia menatap cermin dengan ragu. Alisnya bahkan hampir bertautan satu dengan yang lainnya. Ia mengelus bandul kalung yang sudah menempel di lehernya. Memang cantik, sangat cantik tapi itu terlihat berlebihan untuk seorang Rukia. Apa yang dipikirkan Ichigo saat memberikan satu set berlian itu pada Rukia?

"Cantik," ujar Ichigo yang sudah ada di belakang Rukia. Ia memeluk wanitanya dari belakang dan mengecup pelan leher Rukia dan sedikit menjilatnya.

"Ya, mereka cantik," ujar Rukia. dirinya mematap Ichigo dari cermin.

Ichigo tersenyum, "Bukan mereka tapi kau, sayang. Tapi kenapa kau terlihat tidak senang?" tanya Ichigo.

"Karena kurasa ini berlebihan."

Ichigo tersenyum, "Tidak ada yang berlebihan jika itu untukmu. Aku akan membantumu memasang hiasan rambut."

Hiasan itu berupa manic-manik kecil berwarna putih yang membentuk bunga. Ichigo memasangnya disamping messy bun milik Rukia. Wanitanya itu sudah seperti pengantin sungguhan dengan gaun panjang off shoulder berwarna putih. Bibir merah mudanya menyunggingkan senyum ketika Ichigo mencium lehernya lagi.

"Jangan ada tanda, Ichigo. Aku tidak akan bisa menatap mereka malam ini!" ucap Rukia. Pipinya yang terpoles blush on bertambah merah.

Ichigo tertawa pelan di telinga Rukia sambil mengelus perut Rukia yang semakin membesar setiap harinya dibalik gaunnya itu, "Beri aku ciuman di bibir dan kita akan segera pergi. Juga, dimasa yang akan datang nanti ingatkan aku agar melarangmu memakai gaun yang terlalu memperlihatkan punggung cantikmu ini!"

Ichigo menaik-turunkan jemarinya dipunggung Rukia, mengelus pelan lalu mencumbu bibir Rukia tetap dari belakang. Tidak puas dengan posisi mereka, Ichigo memutar tubuh Rukia dan mencium lagi Pelan, kecupan, jilatan basah di bibir Rukia serta merta dilakukannya. Ketika Rukia ingin mengisi udara ke rongga dadanya, Ichigo menjauh membiarkan Rukia menghirup. Mata pengantinnya itu sayu dan dadanya naik turun, kembang kempis. Terlihat menggairahkan dan siap disantap.

"Kenapa?" tanya Rukia masih kekurangan udara.

"Apanya yang kenapa?" tanya Ichigo.

"Membiarkan aku memakai gaun seperti ini?"

"Malam ini kau pengantinku. Lagipula dengan adanya anak kita diperutmu aku tidak perlu susah untuk mengusir pandangan lapar para pria kearahmu. Dengan sendirinya mereka akan mengetahui seberapa kuat dan jantannya aku."

Rukia memaksa bibirnya agar tidak membentuk senyuman apalagi tertawa, "Oh God! Lihat seberapa percaya dirinya kau."

"Knock..knock... Seberapa lama lagi Yuichi harus menunggu" tanya Karin. Gadis itu langsung masuk begitu saja kedalam kamar mereka.

"Selalu saja menginterupsi. Itu hal yang tidak sopan, Karin," keluh Ichigo.

Siku Rukia menyodok perut Ichigo dengan sengaja. Rukia sedikit melirik, memperingatkan. Mengelus perutnya sendiri kemudian berkata, "Terima kasih Karin sudah mempersiapkan makan malam keluarga dihari pernikahan kami."

"Bukan hanya aku saja nee-san, Yuzu juga. Lagipula ini semua ide dari tou-san. Jangan biarkan mereka menunggu. Sudah saatnya pengantin kita menampakkan diri malam ini."

Rukia mengangguk mengerti kemudian Ichigo meletakkan tangan Rukia di lengannya. Karin mendahului mereka keluar dari kamar dan segera turun ke bawah.

###

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Hanya membutuhkan waktu 15 menit, mobil mereka sudah memasuki hotel Grand Hyatt. Restorannya yang telah di booking malam hari ini sudah dipenuhi undangan-yang hanya keluarga dan beberapa teman dekat mereka dan kolega yang dikenal lama.

Tamu undangan terlihat gembira dan bertepuk tangan saat pemeran utama malam ini sudah muncul didepan mereka.

Acara segera dimulai dengan Yuzu dan Karin yang membawa acara. Yah, walau makan malam keluarga harus ada beberapa hiburan dan pesta dansa bukan. Lagipula tidak enak hanya ada acara makan malam mengingat acara ini dibuat formal.

Si kembar membuka acara malam hari itu dengan nyanyian. Yuzu bernyanyi Thousand years yang diiringi suara piano yang dimainkan Karin.

Ichigo tersenyum lalu mencium pipi Rukia. Terdengar erangan kecemburuan-yang pasti hanyalah candaan- dari beberapa orang di meja mereka-berisi keluarga Ishida, Kurosaki, Kuchiki dan Jaegerjaquez- setiap meja berisi 10 kursi.

Grimmjow berdehem, "Kalian keterlaluan. Itu membuatku juga ingin segera menjadikan Nell istriku!" ucapnya.

"Bersabarlah! Kau harus punya mental kuat sebelum menjadikanku seorangJaegerjaquez," Nelliel menimpali.

Grimmjow terlihat mencibir ketika melihat Uryuu tertawa, "Aku harus menunggu kakak menyebalkanku itu menikah dulu. Sungguh melelahkan."

"Ingin cepat-cepat melepas masa lajang, huh?" tanya Uryuu.

"Bagaimana tidak dengan godaan si wanita cantik calon istriku ini? Tentu saja harus segera."

Percakapan mereka mengalir begitu saja hingga makan malam dihidangkan. Di meja itu kemudian didominasi oleh nenek Ichigo-ibu dari sisi kaa-san nya- yang bercerita mengenai masa mudanya dan suaminya bahkan hingga menjalar diluar cerita.

Perhatian mereka kembali tertuju ke depan ketika Yuzu mulai berbicara lagi setelah makan malam. Ia menginstruksikan Sozuke Aizen untuk maju ke depan. Si pria taipan tampan itu sok kaget dan menunjuk dirinya sendiri dan tersenyum. Ia maju mengikuti permintaan Karin. Dirinya mencium pipi Karin lalu berdiri di sampingnya. Sedang Yuzu keluar dari balik tirai dengan membawa Rangiku yang mengenakan mini dress untuk menari. Begitu sexy dan terbuka dan begitu pendek.

"Aku rasa ini sedikit ada kesenjangan," Rukia tertawa renyah.

"Keluarga Sozuke sudah seperti saudara dengan keluarga Kurosaki dan aku kira Karin tidak sungkan untuk meminta bantuan darinya, menghibur tamu kita. Tapi kenapa dengan kesenjangannya?"

"Lihat saja tatapan mematikan Ichimaru ketika Karin menyebut tarian tango," bisik Rukia.

Ichigo menahan tertawanya. Ketika seorang playboy mendapat wanita dan playboy satunya yang lain malah mendapat kesempatan manis dari adiknya, itu pemandangan langka. Seorang playboy akan membatasi daerah kekuasaannya. Harapan Ichigo hanya jangan sampai mereka memutuskan kontrak kerja kedua perusahaan karena seorang Rangiku Matsumoto. Ya, Ichigo. Itu bisa saja terjadi. Rangiku Matsumoto bisa membuat itu terjadi, jawab hatinya pada logikanya.

Wanita itu begitu cantik dan sudah dari sejak SMA ia bagaikan putri, yang utama dan pertama, daripada gadis lain dimanapun ia berada. Pesonanya bisa membuat para model papan atas menggigit jari mereka. Wanita itu pencampuran antara sexy dan dosa. Banyak para konglomerat dan taipan muda mengincarnya. Walau hanya dengan posisinya yang bekerja sebagai accounting di perusahaannya, bukan berarti tidak ada pria kaya yang tidak meliriknya. Nama keluarganya saja sudah membuat mereka ingin memiliki Rangiku. Tetapi tidak dengan Ichigo. Dia lebih memilih Rukia, wanitanya, si polos yang menakjubkan.

Disana Aizen membisikkan sesuatu pada Rangiku dan wanita itu tersenyum dan membalas Aizen. Teman barunya-Ichimaru Gin- pandangannya terlihat menggelap menahan amarah ketika tarian sudah dimulai. Ichigo memutuskan untuk mengalihkan pandangan dari Gin dan mendapati Rukia memperhatikannya.

"Kupikir di waktu yang akan datang, kau harus mengajariku, husband!"

"Dengan senang hati nyonya Kurosaki!" jawab Ichigo lalu ia berbisik, "Apalagi mengajarimu diatas tempat tidur."

Rukia mencubit perut Ichigo dengan pipi memerah. Lalu mencoba mengalihkan pandangan kearah Rangiku yang menari. Ia bisa mendengar tawa tertahan Ichigo disampingnya.

Pasangan itu tidak buruk juga walau agak terlihat salah. Terlihat keren karena Aizen dan Rangiku bisa memiliki chemistry yang nyata. Pikir Rukia.

Tepuk tangan menggema begitu keras setelah tarian yang saling menempelkan tubuh itu selesai. Bahkan banyak yang memberikan standing applause tak terkecuali dengan Rukia.

Dilihatnya dari kejauhan Ichimaru Gin mengangkat bokongnya yang sexy dari tempat duduk dan langsung maju kedepan. Memberikan senyuman sebelum tangannya mengeklaim pinggang Rangiku menuju tubuhnya, memeluknya dari samping dan menuju mejanya. Rukia tersenyum senang. Mereka baru terlihat cocok di matanya. Mantan Rangiku pun kalah jika dibanding kecocokan mereka saat ini-termasuk Uryuu.

"Oh, Ichimaru-san," ucap Rukia. Ichigo yang berada disamping Rukia merengkuh dirinya.

Gin mengambil tangan Rukia dan mencium punggungnya. "Malam yang indah nyonya Kurosaki tetapi aku takut aku tidak bisa mengikuti waltz dance malam ini."

"Tidak apa, aku sangat senang kau sudah bisa hadir malam ini," jawab Rukia.

Tanpa diduga Gin mengecup singkat bibir Rukia dan kelakuannya itu mendapat perhatian dari tamu yang hadir. Wajah Ichigo seketika mengeras.

"Jaga sikapmu atau aku akan mematahkan lehermu!" desis Ichigo.

"Easy there, amico*. Kau tidak boleh menciderai apalagi membunuh bestman-mu! Aku hanya memberikan selamat lagipula aku harap anakmu nanti setampan aku."

Rangiku yang dari tadi mendapat pandangan dari Ichigo- seolah matanya menginstrusikan untuk menjaga pasangan pestanya- langsung memegang dagu Gin dan menciumnya. Kecupan lalu basah.

"Aku akan merindukanmu, angel. Kita akan bertemu saat kau akan membutuhkanku sebagai bridesmaid-mu," ucap Rangiku memeluk Rukia erat dan mencium pipinya.

"Satu hal Kurosaki-kun, aku bersama Gin karena ciumannya yang dahsyat," jawab Rangiku.

Ichigo melirik kesal, "Kau mengatakan itu didepan bayiku? Dan apa kau sedang membaca pikiranku?"

Rangiku menurunkan bulu matanya lalu menggerakkan tangannya, mengisyaratkan agar Ichigo menyudahi ceramahnya, "Bawa saja Rukia pergi dari sini. Dan kau cantik jika dia kasar, cakar saja. Sampai jumpa," jawab Rangiku. Ia menggandeng Gin agar segera pergi dari sana. Tidak perduli lagi dengan tatapan Ichigo yang kesal padanya. Ingat! Menggoda Ichigo adalah salah satu kesenangannya.

"Ichigo, bukankah ada yang aneh dengan Rangiku?" Tanya Rukia. "Dia bilang sampai jumpa lagi, bukankah aku bisa bertemu dengannya kapanpun aku mau?"

"Dia menyerahkan surat pengunduran diri seminggu lalu dan pindah bersama Gin ke Italy, kau tidak diberitahu olehnya?" Tanya Ichigo.

"Tidak. Tapi jika dia pindah kesana apa itu menjadi berita baik atau buruk?"

"Mungkin belum saatnya untuk bercerita padamu. Beberapa minggu ini banyak permasalahan yang terjadi diantara kita bukan?"

"Tapi apa maksudnya itu agar aku mencakarmu?" Tanya Rukia.

"Kuajari kau untuk mempraktikannya."

"Benarkah? Apa itu? Lalu dimana?" Tanya Rukia yang masih kebingungan.

"Di ruang tidur. Di atas ranjang," bisik Ichigo.

Sekali lagi Rukia mencubit perut Ichigo dengan pipi memerah seperti tomat rebus.

###

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

Roses are red, Violets are blue, the sun shines as bright as my love does for you ~ Anonymous

Ichigo tersenyum lebar dengan bunga mawar merah yang terbawa dan terbungkus rapi di tangannya. Tangan satunya lagi yang membawa tas kerjanya langsung ia berikan pada Yuichi, menyuruh sopirnya itu untuk meletakkan di ruang kerjanya.

Kejutan. Ya. Itu yang sedang di praktikkan oleh Ichigo. Secara hukum sudah 2 minggu yang lalu Rukia menjadi istrinya dan mereka berdua tidak melakukan bulan madu. Mereka sepakat bulan madu yang akan mereka lakukan adalah setelah janji suci altar mereka terucap. Jadi hari ini Mr. Smexy itu akan memberikan kejutan untuk Rukia. Kecil memang. Hanya, Ichigo meluangkang waktu untuk pulang lebih cepat, menginginkan makan siang di rumah sebelum istrinya itu membawakan ke kantor.

Ichigo melangkah pelan menuju dapur, berhenti sebentar saat Rukia membelakangi pintu, sedang memasak -entah apa yang ada diatas penggorengan- yang jelas baunya sangat enak.

Istrinya itu terlihat sedikit berantakan dengan rambut hitam legamnya yang di updo bun yang tidak beraturan dan terlalu ke atas. Saat berbalik sebentar, Ichigo memperhatikan perut Rukia yang membesar kemudian wanitanya itu sibuk lagi di penggorengannya.

Ichigo langsung memeluknya dari belakang sedang bunga yang dibawanya tadi ditaruh diatas meja counter yang ada di belakang Rukia.

Rukia tersentak kaget kemudian tersenyum begitu ia mengenali aroma tubuh Ichigo. Campuran bau tubuhnya sendiri, sabun, aftershave dan parfum.

"Kejutan? Tidak biasanya kau pulang sepagi ini," ucap Rukia masih mengurusi penggorengannya. Tangannya yang satu memegang spatula dan satunya membelai pipi Ichigo.

Ichigo mencium leher Rukia, "Tidak biasanya rambutmu kau updo, ini terlihat sangat sexy," jawab Ichigo.

"Apa kau suka?" tanya Rukia yang sedikit mengeliat karena geli.

Ichigo menghembuskan napasnya pelan di belakang telinga Rukia, menggigit kecil telinganya, "Sangat suka. Aku sangat berharap bayi kita segera lahir kemudian aku bisa..." ucap Ichigo mengaggantung lalu mematikan kompor.

Rukia tahu Ichigo menginginkannya untuk memperhatikan ucapan suaminya itu, "Bisa apa, Ichigo?" tanya Rukia.

"To take you from behind. In the kitchen. Fast and
hard."

Klontang...

Tiba-tiba saja perhatian Ichigo buyar ketika ia mendengar benda jatuh itu. Bukan Rukia yang berbuat tetapi dari arah belakang, tepat disudut kanan. Ichigo segera menajamkan pengawasannya dan mendelik.

"Kami-sama!" ucap Karin. Mulutnya menganga lebar, tangannya memegangi mangkuk kaca yang dipegangnya semakin erat. Ia tadi sudah menjatuhkan sendoknya ke lantai.

"Apa yang kau lakukan disana, Karin? Sejak kapan kau..?" Ichigo menatapnya horor.

"Aku sedang menikmati cocktail buahku disini," Karin menekankan, menunjuk tempat duduknya dan meja panjangnya yang berada di kanan dapur, "Ketika kau masuk dan mengatakan hal vulgar itu!" ucap Karin tak ingn kalah.

"Karin, kau hanya salah dengar oke!" ucap Ichigo.

"Telingaku masih baik saja Ichigo. Oh ya Tuhan," ucap Karin melangkah mendekati mereka dan segera mengambil sendok baru, "Aku belum berumur 18 dan kau membiarkanku mendengarkan itu dari mulutmu sendiri. Hanya berpindahlah ke kamar, oke!" ucapnya lalu pergi dari dapur.

Wajah Rukia memerah, "Aku tadi ingin memperingatkanmu," Rukia melirik keatas kearah Ichigo, "Karin belum genap 18?" tanya Rukia.

"Sweet Jesus Christ, jangan kau ucapkan umurnya, schatz. Aku merasa sangat bersalah," jawab Ichigo. "Dia dan Yuzu hanya terlalu cepat menyelesaikan masa SMA nya, kelas akselerasi."

"Bisakah aku mendapatkannya?" tanya Ichigo.

Rukia menatapnya tak mengerti lalu menghidupkan kompornya lagi.

"Sebuah ciuman. Setidaknya karena aku pulang lebih awal dan ini hari valentine, sayang?" tanya Ichigo.

"Sekarang? Tidak setelah makan siang nanti? Lalu mana cokelatku?" tanya Rukia. Itu salah satu kebiasaan mereka yang lainnya. Ciuman setelah makan siang.

"Aku bisa merayumu untuk melakukan lebih. Aku tidak akan memberikannya, takut meracunimu karena kebanyakan cokelat," jawab Ichigo.

Rukia mendorong tubuh Ichigo agar duduk di kursi counter.

"Letakkan pantat sexymu itu disana dan biarkan aku menyelesaikan masakanku," ucap Rukia lalu mengecup singkat bibir Ichigo.

Pria itu duduk lalu. menyerahkan buket bunga mawar. Rukia tersenyum dan membauinya, "Harum dan cantik, terima kasih, Ichigo," ucap Rukia.

"Tidak ada ciuman untukku karena bunganya?" tanya Ichigo, mencoba bercanda dengan memajukan bibirnya lucu.

Rukia tertawa kemudian mengecup Ichigo, lebih singkat lagi dari yang tadi. Ia mengacungkan spatula ke wajah Ichigo.

"Tetap di tempatmu, suamiku!" jawab Rukia.

"Aku akan menurutimu, istriku," jawab Ichigo.

Rukia tetap sibuk dengan masakannya. 15 menit berlalu Ichigo menguap lebar dan masakan Rukia dari tadi belum ada habisnya. Sebenarnya kemana para pelayannya yang berjumlah lebih dari 5 orang itu? Pasti istri cantiknya yang melarang mereka untuk membantu. Hamil 4 bulan saja masih banyak maunya, keluh Ichigo.

"Kemana Nyonya Mila Rose dan yang lainnya. Kau menyuruh mereka untuk tidak mengganggumu lagi saat kau memasak untukku?" tanya Ichigo.

"Hanya meminta mereka istirahat sebentar," jawab Rukia tanpa mengalihkan pandangannya. Ia mengusap pelan punggungnya.

"Lihat, kau kecapekan," ujar Ichigo.

Rukia hanya menggeleng. Ada ide jahil yang segera melintas di kepala Ichigo. Jari telunjukknya ia gerakkan di punggung Rukia, menelusurinya kebawah dan tangan istrinya itu segera menangkap tangannya.

"Behave yourself, young boy," ucap Rukia yang melotot ke arah Ichigo.

"Young boy?" tanyanya. Ichigo langsung mengangkat Rukia ala bridal style, "Seorang anak kecil tidak akan bisa mengangkatmu seperti ini," Ichigo merebut spatula dari tangan Rukia dan meletakkannya.

Rukia menatap nanar ke penggorengan saat Ichigo menjauh dari sana.

"Gosong, masakanku gosong Ichigo," ucap Rukia.

"Nyonya Mila, tolong ambil alih pekerjaan disini," ucap Ichigo keras-keras agar suaranya bisa menjangkau pelayannya itu yang entah berada dimana-di rumahnya yang luas.

"Kau tega, aku memasak makanan yang kuidamkan dan kau membuatnya gosong," ujar Rukia, air mata sudah jatuh dari sudut matanya.

Ichigo mencium mata Rukia, mencoba merayunya, "Itu akan beres dan aku akan membuat kau memakan semuanya karena aku akan membuatmu kehabisan tenaga," jawab Ichigo.

Tidak ada jawaban dari Rukia, pandangan istrinya itu melengos dari wajahnya.

Oh, ya ampun. Hormon ibu hamilnya kumat. Jadi dia sekarang dimarahi karena membuat perkedel daging sapi-nya gosong? Dia lebih memilih perkedel sapi berbau amis daripada dirinya-flesh blood living sexy man? Kasihan sekali kau, Ichigo. Sungguh sangat kasihan.

###

Ichigo meletakkan Rukia di pinggiran tempat tidur. Istrinya itu bersedekap marah tapi hal itu malah menampakkan dada Rukia yang sekarang tambah membesar dan membusung.

Ichigo melepas jas dan dasinya. Lalu membuka kemeja, sepatu lalu celananya. Hanya meninggalkan boxernya. Ia lalu berjongkok didepan Rukia.

"Tidak mau memaafkanku, sayang?" tanya Ichigo.

Rukia tidak pongah dari protes diamnya. Ichigo mengelus pelan tangan Rukia dan menciumnya.

"Aku ingin malam pertama kita, siang ini," ucap Ichigo. Bagus, ia mulai mendapatkan perhatian Rukia.

Rukia menatapnya lalu menghembuskan napas panjang. Perlahan wajahnya memerah.

"Kau akan mendapatkannya hari ini," ucapnya malu lalu mengalihkan pandangannya. "Aku tahu kau menahannya lebih dari dua minggu. Ini sudah trimester keduaku, dokter bilang tidak apa .uh.. asalkan kita berhati-.. hati."

Ya Tuhan. Bagaimana bisa dia begitu malu pada dirinya? Ia sudah resmi menjadi suaminya sekarang.

Ichigo membantu melepaskan apron dari tubuh Rukia. Ichigo mengulurkan tangannya pada Rukia, memintanya berdiri dan menuntunnya ke kamar mandi.

"Didalam?" tanya Rukia.

"Aku harus mandi-kita," ralat Ichigo.

Ichigo menggoda Rukia lagi, "Dan kau yang akan membersihkanku dan menyabuniku, istriku," ucap Ichigo.

Rukia tersenyum dan mengangguk. Memerah dan sedikit gemetar.

BERSAMBUNG …..

Kaichou No S ©_SheWonGirl_

29 MARET 2015

*Amico : buddy