Warning : Content shonen-ai, incest, mungkin OOC/ memang OOC, Typo(s), AU,AT, etc.

Chara/Pair : Hotaru, Shinrei

SAMURAI DEEPER KYO

Tidak Ada Pengecualian © hagane runa

Semua ada batasannya. Ada larangan, ada pula yang diizinkan. Semua itu pasti untuk kebaikan pihak yang bersangkutan, kan?

Hari dimana musim semi akan datang.. tentu tak sehangat yang kita kira. Shinrei berjalan sendirian di pinggir jalan menuju ke kota. Ia akan membeli sarung tangan baru. Kenapa? Karena Hotaru telah menyembunyikannya agar Shinrei tidak jadi pergi keluar rumah bersamanya hari ini. Hotaru salah. Shinrei tetap memutuskan untuk pergi tanpa sepasang sarung tangannya. Jujur saja, Shinrei cukup kedinginan. Yah.. mau bagaimana lagi. Sebenarnya ia tetap pergi karena ia sedang ingin sekali untuk memakan sepotong shortcake di toko favoritnya.

"Hngg.. jauh sekali.. aku kedinginan hiiih.." Shinrei mengeluh sambil merinding kedinginan karena anginnya terus berhembus. Ditambah badannya yang sekarang semakin kurus karena ia sedang terserang malas makan.

Sesampainya di cafe, ia langsung memesan coklat panas dan bluberry shortcake yang ia inginkan. Membuang beberapa waktu yang ia miliki untuk menikmati hidangan yang ia inginkan sejak kemarin. Setelah itu, ia pergi dan langsung berjalan pulang.

Belum sampai lima meter ia keluar dari café, ponselnya berbunyi.

"Tuan fubuki.. harus kuangkat"

"Moshi moshi .. di sini Shinrei, ada yang bisa kubantu"

"Ya.. untung saja kau mengangkat panggilan ini. Tolong segera pindahkan properti yang ada di gudang sanggar ke dalam gedung C ya, karena besok akan dipakai." Jelas Fubuki

"Baik. Aku akan segera ke sana"

.

.

Setengah haripun Shinrei buang dengan melakukan pekerjaan itu. Ingat, tanpa sarung tangan, tanpa syal.. sekuat apa sih dia tidak melindungi dirinya sendiri dengan bahan yang bisa membuatnya tetap hangat.

.

.

Sesampainya di rumah, rasanya ia sudah membeku kedinginan. Tangannya, lehernya, kepalanya.. hii pasti rasanya sangat tidak enak. Saat masuk ke dalam rumah ia langsung digotong oleh Hotaru masuk ke dalam sambil dipikul layaknya karung beras. Didudukannya Shinrei di sofa. Hotaru peluk dengan erat sambil mengatur panas yang keluar dari dirinya untuk menghangatkan Shinrei.

"Kau dingin. Aku tidak suka dingin.." sambil memeluk Shinrei.

".. hangat.." balas Shinrei singkat

Beberapa waktu berlalu. Hotaru kembali angkat bicara..

"Mau ku batkan coklat panas?" Tanya Hotaru

"…"

Saat Hotaru lihat ternyata Shinrei sudah tertidur. Akhirnya Hotaru menidurkannya dan menyelimutinya lalu duduk di sofa yang tak jauh dari tempat Shinrei berada. Saat Hotaru hendak mengambil majalah, ia mendengar Shinrei mengigau.

".. cake.. hmm.. zzz " dengkuran halus mulai terdengar dari arah Shinrei yang sedang tertidur dengan ekspresi wajah tersenyum.

"Haah.. kalau kau manis seperti itu terus, aku bisa terkena diabetes kalau begini caranya.." kata Hotaru sambil membuang napas panjang.

.

.

Owari

.

A/N : hola.. haa.. Author lega deh abis nulis cerita yang ini.. Author lagi gak pengen banyak omong deh.. langsung aja lah yaa… next..