Warning : Content shonen-ai, incest, mungkin OOC/ memang OOC, Typo(s), AU,AT, etc.
Chara/Pair : Hotaru, Shinrei
SAMURAI DEEPER KYO
Disclaimer : Kamijyo akimine
Saat Shinrei ada © hagane runa
.
.
Di siang hari yang terik, Hotaru sedang asyik menonton tv. Ia sedang menyaksikan acara misteri orang yang kembali, padahal diketahui sudah meninggal. Ia menonton sangat serius tetapi tiba-tiba saja ia terlonjak kaget saat ada yang memanggilnya.
"Hotaru.. tolong ambilkan garam di lemari atas.." Anna memanggilnya
"E? baik.." Hotaru berjalan kearah dapur dan segera mengambil botol garam dari tempat yang cukup tinggi itu. Setelahnya, ia memberikan botol itu sambil bertanya,
"Besok .. kalian jadi pergi sekeluarga?" Tanya Hotaru
"Iya.. ayah sudah bilang begitu. Mau bagaimana lagi. Tenang saja nanti aku tinggalkan uang kok.." Anna berjalan menuju tempat dimana terdapat foto Shinrei. Letaknya tak jauh dari meja makan.
"Shinrei, besok aku, Yu an dan seluruh keluargaku harus pergi. Tolong jaga Hotaru ya.." seakan meminta permohonan. Tunggu.. yang dimintai tolong sebenarnya memang sudah tiada semenjak hari itu..
.
.
"Shinrei.. oi bakaniki.. hei bangun, bodoh" kata Hotaru sambil berjalan menuju futon yang terdapat Shinrei di dalamnya. Saat dibuka selimutnya, Hotaru jelas melihat tubuh yang sudah kaku sambil menunjukan senyuman ringan. Tubuhnya sudah mendingin. Saat Hotaru meletakkan jari telunjuk dibawah hidung Shinrei, sudah tidak ada lagi hembusan karbondioksida yang keluar dari sana. Kaget. Itu sudah pasti.. tanpa sadar ia menitikan air mata dan memeluk jasad itu dengan erat. Sedih, saangat sedih. Padahal semalam ia baru saja menghabiskan waktunya ke festival musim panas untuk melihat kembang api. Terlalu cepat semua ini terjadi. Hotaru yang cuek dan tidak pernah peduli sekarang menangis tersedu-sedu. Entah bagaimana air matanya mengalir sederas itu..
.
.
.
"Anna, kau berdoa lama sekali di situ.. masakannya.." Hotaru memanggil Anna yang sedari tadi masih duduk di sana
"AAAA?! Astaga aku hampir saja lupa, thanks for it.."
"Mmm.."
.
.
Keesokannya, saat Hotaru terbangun..
Cess.. klang .. klong..
"Kedengaran Anna atau Anthony sedang masak sesuatu.. apa mereka semua tidak jadi pergi ya?"
Saat berjalan ke dapur, yang ia temui adalah Shinrei. Ya. Shinrei.
"Keikoku.. sudah bangun, ya?" katanya
'Shinrei..'
"Sarapan sudah siap…" jelasnya sambil tersenyum
"Kok.. Shinrei sudah me.."
"Ng? kenapa?"
Hotaru mengangguk dan langusung berjalan cepat menuju foto Shinri yang berada di atas meja. Ia langsung menutup dan menidurkan bingkai itu.
"Hari ini Keikoku mau kemana? Bagaimana kalau kita jalan-jalan?"
'Shinrei benar ada di sini..'
"Hari ini senggang kan?" Shinrei mengacak rambut Hotaru. Hotaru hanya diam
"Kau kenapa, Kei?" Tanya Shinrei bingung
Sebenarnya Hotaru menangis segera saja ia menjawab
"Ada keringat yang masuk ke mataku.."
'Terima kasih tuhan.. tolong jangan bawa ia pergi lagi…
.
.
"Sudahlah.. jangan lari lagi.. hoshh.. hosh.. aku lelah ah" kata Hotaru
"A.. hahaha masa sudah lelah. Lihat, kita sudah sampai hutan mibu.. ahh indahnya" Balas Shinrei
Saat mereka sedang duduk berdua, mereka mulai berbincang..
"Kei, kau tidak membuat keluarga Yu an kerepotan kan? Aku sudah menyusahkan mereka.. aku jadi tidak enak.."
'Tuhan.. jangan bawa ia pergi..'
" Hei, lihat.. aku menemukan batu berbentuk tetesan air.. kau mau? Ini untukmu"
"Kau curang.. aku juga mau cari yang unik ah.." balas Hotaru.
.
.
"Keikoku.. ayo main shogi! Kita sudah lama tidak main shogi. Yang menang.. boleh minta satu permintaan, oke?!"
"Baik!"
"Etto Shin, aku jarang main shogi 'Semenjak kau meninggalkanku aku tak pernah memainkannya lagi, katanya dalam hati' tapi aku akan main tiap hari mulai sekarang. Aku juga belum bisa main mahjong"
"Oh.."
"Shinrei sudah pulang kan?"
"Kau akan terus di sini, kan?"
"Kakak nggak akan kemana-mana lagi, kan?"
Hotaru bertanya bertubi-tubi hingga akhirnya ia menangis lagi. Lagi.
"Laki-laki tidak boleh menangis.. kau sendiri yang memberitahuku seperti itu."
"Aku.. akan selalu ada di sisimu, Yu an, Anna, Fubuki dan semuanya untuk menjaga kalian.." Shinrei mengusap rambut Hotaru
"Ingatlah itu, Keikoku.. tak terasa kau sudah tumbuh dewasa ya"
"Jaga dirimu baik-baik ya.."
"Jangan malas mengerjakan tugasmu,"
"Jangan membuat Anna marah,"
"Jangan melawan kalau Yu an menasehatimu,"
"Ja.. jangan..,"
"Jangan sampai kau melupakanku ya, Kei..,"
"Ternyata waktuku memang segini saja. Maafkan aku, ya, Kei..,"
" Terima kasih untuk hari ini.." Shinrei tersenyum di tengah tangisnya.. begitu pula Hotaru yang juga menangis. Hotaru berdiri dan menyenggol papan Shogi dan segera memeluk Shinrei yang sebagian tubuhnya sudah menghilang perlahan.
"Jaga dirimu baik-baik ya.. aku sudah tidak punya waktu lagi, sampai jumpa.. Hotaru aka Keikoku.. jaa na.." seketika bayangan itu pun menghilang menjadi cahaya yang terpantul dari langit sore.
.
.
'Saat pulang ke rumah setelah upacara pemakaman, isi rumah terlihat putih.
Aku melihat Anna mencuci baju Shinrei sambil berkaca-kaca.
Aku terus diam dan merenung.
Saat lonceng rumah Yu an berbunyi, kukira Shinrei akan pulang dan berkata "Aku pulang"
Hingga kini aku tak pernah berpikir soal kematian.
Kematian berarti tak ada lagi.
Mulai sekarang, Shinrei tidak aka nada lagi di saat aku senang, sedih atau bosanku.
Tak ada lagi yang mengusap kepalaku.
Ia tak ada..'
Cesss.. klang.. klong..
'Shinrei?!' segera Hotaru terbangun dari tidurku.
"Hei, mau tidur sampai kapan, Hotaru?" Tanya Anna sambil tertawa
"Anna.. Shinrei mana?"
"Bicara apa kau? Shinrei selalu ada di sisi kita. Entah bagaimana tadi aku bermimpi. Ia tersenyum tapi tampak susah. "Jangan menangis lagi" katanya. Dalam mimpi aku berpikir, ada 'saat kematian' dan 'setelah kematian'. Aku rasa, ia tidak mau kau bersedih terus. Jangan buat Shinrei cemas. Kita harus kuat. Kita memang tak bisa melihatnya. Tapi Shinrei selalu ada di sisi kita, menjaga kita" jelasnya kepada Hotaru. Air mata Hotaru mengalir lagi tanpa komando. Itulah yang reflek terjadi setelah mendengar perkataan Anna.
.
.
'Dari jauh, rasanya ada suara berkata "Laki-laki tidak boleh menangis.'
'Aku akan kuat. Lebih kuat. Lebih kuat lagi. Itu janjiku padanya.'
.
.
.
OWARI..
A/N : hello, gimana ficnya.. berhasil membuat kalian nangis? Berkaca-kaca? Terharu?ngejleb? atau bagaimana? Author sendiri sebenernya agak "baper-an" pas nulis ini.. yosha.. next or no for the drabble?
