Chap 1 Aku hanya ingin bahagia
.
Wanita dengan baju dress putih selutut berbalut gardigan rajut warna pink melangkah cepat dengan kedua kaki nya, sepatu flat hitam mempermudah dirinya untuk melangkah, dikedua tangannya memegang paper bag belanjaan dari berbagai macam merek terkenal, wanita itu berada dimall ternama dicina, berjalan mengikuti wanita dengan tubuh yg jauh lebih tinggi darinya, wanita itu memiliki kaki panjang sehingga wanita dengan gardigan pink melangkah lebih cepat karna memiliki kaki lebih pendek dari wanita yg berada di depannya. Belum lagi dia terlihat kesulitan karna tangannya penuh dengan paper bag belanjaan.
sedangkan Wanita berkaki panjang itu hanya membawa tas tangan di tangan kanannya, berjalan dengan anggun dan menarik banyak mata pengunjung, wanita itu cantik sangat cantik dengan pakaian mahal dan make up yg membuat dirinya terlihat menawan, banyak pasang mata yg melihatnya, bisa dilihat jika wanita berkaki panjang tersebut adalah wanita dari kalangan bangsawan.
Kedua wanita berbeda tinggi badan itu memasuki satu toko pakaian.
Wanita berkaki panjang memilih pakaian, sedangkan wanita dengan rambut hitam lurus sepinggang dan kaki lebih pendek itu menghela nafas kasar, dia sangat lalah, setidaknya ketika wanita berkaki panjang itu sedang memilih baju, dia bisa istirahat sejenak.
Wanita berkaki panjang dengan rambut hitam bergelombang memasuki ruang coba pakaian, dia telah memilih baju dan setelah memakainya dia keluar.
"Bagaimana hae? Apa ini terlihat pas dibadan ku?"
hae atau donghae, Wanita manis dengan tubuh kurus itu bangun dari jongkoknya, dia berdiri tegak tersenyum melihat wanita yg lebih tinggi darinya itu memakai pakaian yg sangat cantik menurutnya.
"Kau sangat cantik yona unnie"
Yona wanita bertubuh langsing dan tinggi semampai itu tersenyum "oke, aku ambil ini "
Yona masuk kedalam ruang ganti, mengganti baju, dan kemudian memberikan kepada pelayan toko dan membayarnya.
Menyerahkan belanjaan yg dia beli ke pada donghae.
Donghae meringis, tak ada tempat ditangannya jika wanita cantik bak boneka barbie yg diikutinya itu ingin menambah belanjaannya.
Yona yg dipegang oleh wanita manis didepannya, dia berfikir sejenak kemudian mengeluarkan suaranya.
"Kau lelah hae"
Donghae tersenyum bahagia, dia menganggukkan kepalanya lucu.
"Tapi kurasa aku masih harus membeli sepatu"
Donghae terlihat lesu"tapi.. bukankah tadi kita sudah mengelilingi seluruh mall ini unnie"
Yona menaruh satu jari tangannya didagu, dan dia mengangguk "kau benar, sepatunya tak ada yg menarik disini"
Donghae tersenyum, dia sudah lapar dan sangat lelah , setidaknya yona akan berbaik hati memberinya makan setelah berbelanja.
"Jadi.. apa belanja nya sudah selesai unnie?"
"yup.. mari kita pulang"
Yona melangkahkan kakinya, diikuti donghae yg terlihat lesu karna harapannya tidak tercapai.
.
.
Disoul salah satu gedung tinggi dengan interior yg menawan, disalah satu ruangan bertuliskan CEO di pintu ruang tersebut terdapat pria tampan dengan tubuh tinggi dan berbentuk indah tertutup oleh jas mahalnya, pria itu terlihat sibuk, dengan pekerjaannya.
pandangan teralihkan ketika melihat satu pesan masuk dilayar komputernya.
Dia tersenyum menampilkan kedua dimple di wajah menawannya , satu email masuk, dan dia membukanya. Senyumnya mengembang ketika membaca isinya.
'Aku merindukan mu siwon'
Siwon pria menawan berumur 26 tahun Membalas dengan cepat, email dari seseorang yg merindukannya yg berada nan jauh disana.
.
.
Donghae sedang berkutat didapur, memasak makanan untuk makan malam, dia tersenyum dan bersenandung kecil, makanan yg dia masak harus memiliki rasa yg lezat, oleh karena itu dia masak dengan penuh kegembiraan.
Seorang wanita paruh baya cantik menghampirinya, "makanan sudah siap hae"
Donghae membalikkan badannya, tersenyum melihat wanita paruh baya yg sangat cantik menurutnya.
"Sudah umma "
.
Siwon memasuki caffee, sudah malam, melepas lelah setelah bekerj. sudah menjadi rutinitasnya setelah bekerja melepas lelah didalam caffe ini.
Dia tersenyum melihat sang pemilik menyambut kedatangannya, wanita cantik dengan celana jeans biru dan kemeja putih dan rambut hitam lurus sebahu itu terlihat fress meski bekerja seharian didalam caffe miliknya."kau sudah datang siwon?"
Siwon tersenyum, melangkahkan kakinya duduk ditempat biasa, sengaja dikosongkan oleh sang pemilik meja dengan bangku sofa nyaman yg berada di pojok dekat cendela.
"Kekasihmu belum dateng jae?"
Jaejong wanita cantik itu tersenyum ",kau yg pertama siwon "
.
.
Donghae merapikan meja makan, wanita itu masih terlihat gembira, meski lelah tak ada guratan kelelahan diwajahnya, makanan tertata rapi, semua sudah siap, dia tersenyum dan berdoa 'semoga masakan ini lezat, dan mereka menyukainya'
Dia melangkahkan kakinya kedalam ruangan keluarga disana dia melihat dua wanita berbeda usia sedang duduk santai dan berbicara.
Dia tersenyum, memandang kedua wanita itu, ada satu harapan didalam pandangannya.
"Apa yg kau lakukan hae?"
Dongahe terkaget, mendengar suara bass yg mengganggu khayalannya.
"Tidak appa" donghae tersenyum, menampilkan deretan gigi putihnya.
Pria paruh baya yg menegur donghae itu terlihat acuh.
"Makanan sudah siap appa, aku akan memanggilkan umma dan unnie untuk makan"
Donghae melangkahkan kakinya, mendekati dua wanita yg sedang asik berbicara.
Setelahnya mereka berkumpul untuk makan bersama.
Donghae senyum melihat ketiga orang yg disayanginya begitu menikamati makanan yg dimasaknya, dia terlihat puas masakannya hari ini sukses menurutnya.
"Bagaimana hubungan mu dengan stave yona?" Satu satu nya pria yg berada diruang makan itu berbicara.
Yona menghentikan kunyahannya, dia tersenyum"baik appa, hubunga kami sangat baik"
Mereka berbincang, donghae hanya memperhatikan ketiga orang yg disayanginya itu berbicara.
"Ahh.. besok aku akan mengundang rekan bisnis ku untuk makan malam bersama"
"Dia berasal dari korea, dan kuharap kalian bisa menyambutnya dengan baik"
Wanita paruh baya itu menghentikan suapannya, dia terdiam memandang pria paruh baya yg duduk bangku utama disebelahnya.
"Kau kenapa sayang?" Pria paruh baya itu menggenggam tanagan wanita paruh baya itu.
"Entahlah, sejak kau pergi meninggalkan kami untuk menikahi wanita jalang itu, aku tak menyukai kata kata korea"
Pria paruh baya itu merubah wajahnya menjadi sendu, yona memandang wanita paruh baya itu dengan penuh kasih sayang, dan donghae menundukan wajahnya.
"Maafkan aku, semua sudah berlalu victoria, kini aku sudah berada disini bersama mu"
"Tapi kau datang setelah wanita jalang itu telah mati " victoria wanita paruh baya yg masih cantik diusianya itu meneteskan air matanya.
Pria paruh baya menenangkannya, dengan mengenggam tangan sang istri"kita sudah pernah membahas ini, aku minta maaf, keadaan yg membuatku meninggalkan mu dan yona, maafkan aku sayang" pria paruh baya itu mencium jemari sang istri, sedangkan yona menghampri sang umma yg sedang menangis dan memeluknya.
Donghae diam, senyum diwajahnya memudar ketika mereka berbicara sendu, dia menundukkan wajahnya, menyatukan jemarinya dan meremasnya.
Victoria wanita paruh baya dengan rambut coklat bergelombang itu berhenti sendu, dia mencoba tersenyum dan menangkan keluaganya.
Pria paruh baya dan yona terlihat tenang"umma sudah baik"
"Hmm.. " wanita itu menganggukan kepalanya.
"Aku minta maaf sayang, kita lanjutkan makan, dan membicarakan masalah rekan bisnisku setelah ini, maafkan aku merusak makan malam kita"
.
Krauch..
Tiga orang di meja makan itu sekali lagi menghentikan makannya, mereka memandang seorang wanita dengan pakaian dress biru selutut berdiri dibelakang mereka. Wanita itu memegang perutnya dan tersenyum "maaf" hanya itu yg diucapkan donghae wanita yg berdiri dengan gelisah atas kesalahan perutnya yg berdemo minta diisi oleh sang pemilik.
.
Donghae merbahkan tubuhnya dikasur single kecil miliknya,
terlihat lelah, seharian dia mengikuti yona kakak tirinya berbelanja, tanpa makan dan minum, mengelilingi mall yg sangat luas dan juga belanjaan yg tak sedikit.
Ditambah ketika pulang dia harus merapikan seluruh isi rumah yg sangat luas, dan masak tanpa makan seharian, dia belum mengisi perutnya sejak pagi, salahkan yona yg menelponnya disaat dia akan menyuapkan sarapan paginya, untuk datang ke mall.
Dia menarik nafas, bersyukur mereka menyisahkan makanan banyak malam ini, sehingga dia bisa mengisi perutnya.
donghae menatap langit langit kamarnya yg terlihat kusam, dia terlihat sendu, ingatannya kembali ketika mendengar perbincangan mereka tadi dimeja makan , masalah sulit yg dihadapinya ketika datang pertama kali kenegara bambu ini.
Mereka menolak donghae awalnya, tapi tak lama mereka menerima kehadiran donghae dikeluarga ini.
Ini keluarga ayahnya sebelum menikah dengan ibunya.
Donghae memejamkan matanya, dia bersyukur keluarga ini menerimanya, kenyataan pahit yg mengatakan jika dia sebenarnya bukan siapa siapa di keluarganya ini.
Kenyataan dia hadir sebelum ayah dan ibunya menikah, dan dia mengetahui jika ayahnya Yg sekarang bukan lah ayahnya sebenarnya.
.
.
Tbc.
