Suara tangis anak bayi menggema diseluruh ruag persalinan , rasa lega menghiasi wajah dokter dan perwat yg membantu, bahagia itu wajah para dokter dan suster yg melihat bagaimana lucunya bayi yg baru lahir itu.
"Selamat, anak anda perempuan dan lahir dengan sehat tanpa ada yg kurang dari tubuhnya"
Dokter wanita itu memberikan wajah bayi itu pada sang ibu yg sedang mengatur nafasnya.
Ibu yg melahirkan anak itu tak melihat, dia memalingkan wajahnya "jauhkan anak itu dari ku dok"
Sang dokter mengkerutkan keningnya 'mungkin dia masih lelah'
Bayi itu dijauhkan dari sang ibu, dimandikan dan diberikehangatan.
Dokter keluar dari ruang oprasi membawa ibu dan bayi, keluarga ibu melahirkan terlihat lega melihat keadaan sang ibu baik baik saja.
Dokter tersenyum melihat reaksi keluarga yg berlebihan menanyakan keadaan sang ibu,
Tapi ada keanehan dalam pertananyaan dari keluarga pasien.
'Tak ada yg menanyakan keadaan bayi'.

Bayi dimasukkan kedalam ruang pasien tempat ibu yg melahirkan.
Dia sedang membuka mata, bahkan sang suster yg membawanya terlihat gemas dan ingin menggendong terus bayi mungil itu.
"Bayi membutuhkan asi, anak nyonya dia sangat lucu dan menggemaskan, apa anda ingin menyusuinya sekarang, saya rasa air susu anda sudah anda miliki"
SUster itu berbicara, tangan sibuk dengan bayi, ingin mengangkatnya dan memberikan kepada sang ibu.
Sang ibu dan orang yg didalam ruangan itu seolah tak perduli, mereka mengabaikan, dan tak ingin menganggap.
"Aku tak ingin menyusui, itu menyusahkan, jauhkan anak itu dari ku" sang ibu betkata dingin, dan menatap tajam suster yg akan memberikan bayi itu kepada sang ibu.
"Ta-tapi~"

Suara lain menyela ucapan sang suster yg terlihat kaget.
"Kau tak dengar jika anakku tak ingin menyusui anak itu, jauhkan dari sini, aku tak ingin melihat bayi itu" wanita paruh baya yg terlihat cantik berkata tanpa menoleh kepada suster, dua pria yg berbeda usia hanya diam tanpa menoleh, seolah tak memperdulikan ucapan kedua wanita disana.

Sang suster keluar dengan menatap iba kepada bayi yg didorongnya.
'Kau baru lahir, tapi keluargamu tak menerima mu, sebenarnya apa kesalahanmu bayi mungil ?'
Sang suster meneteskan air mata, hidup bayi kecil ini pasti akan sulit nantinya.

.

.

********** AKU HANYA INGIN BAHAGIA ********

.

.

Chap 3. Aku Hanya Ingin Bahagia

.

Siwon sedang berada diruangan kerjanya, merapikan dokumen yg berceceran disana sini, pria berlesung pipi itu tersenyum ketika pandang matanya tertuju pada pigura kecil diatas mejanya.
Dia mengambil figura itu dan bersandar dibangkunya. Menatap dalam figura.
"Sedang apa kau sekarang? Aku sungguh merindukan mu"

.

.
Donghae sedang berada didalam kamarnya, bibirnya mengrucut lucu, kamar kecil dan kusam itu terdengar ramai dengan ocehannya, dia sedang bersantai sejenak dikamarnya, keluarganya sudah pergi semua tadi pagi, pergi dengan aktifitas masing masing.
"Kau tau siwonie, kyunie, hari ini mereka baik terhadap ku"
Donghae tertawa sumringah.
"Mereka mengajak ku makan malam bersama mereka"
Donghae tertawa, mengungkapkan kebahagiaan foto kecil tanpa figura dikamarnya.
foto Masa kecil dirinya, siwon dan kyuhyun adiknya .

"Kalian taukan, sejak dulu aku tak pernah makan bersama keluargaku, tapi sekarang mereka mengajak ku, dan yg lebih mengejutkan lagi, bukan hanya kami, ada tamu appa dari korea yg akan makan bersama kami"

"Ahh... bila mendengar nama korea, aku jadi merindukan siwonie "

"Tapi baju apa yg harus aku pakai?"
Donghae berdiri membuka lemari pakainnya yg terlihat tua.
"Hmm.."
Donghae berfikir ketika melihat tumpukan bajunya yg hanya dalam tumpukan lipatan kecil.
"Bajuku hanya segini, dan semua sudah terlihat kusam"
Donghae mengrucutkan lagi bibirnya.
Donghae berbalik memandang foto yg diletakkan diatas nakas kecil samping kasurnya.
"Menurut kalian, baju mana yg harus aku pakai?"
Donghae meletakan jari telunjuk kanan didagunya,.dia tersenyum.
"Hmm.. bagaimana jika aku kekamar unnie, dia memiliki banyak baju bagus"
Donghae terkekeh. Yg seketika terngingat tingkah yg selama ini menjadi rutinitasnya.
"Ahh... jika mereka pergi berhari hari aku bisa menggunakan baju dan peralatan make up mereka, tapi mereka pasti akan pulang sebentar lagi"
Donghae membulatkan mulutnya, dan membuka lebar matanya.
"Aduh, aku sudah lama bersantai, mungkin mereka akan pulang sebentar lagi, aku bahkan belum merapikan rumah"

" sudah dulu ya siwonie, kyunie, aku akan membersihkan rumah dulu, dan kemudian menyiapkan semuanya untuk menyambut tamu appa"
"Dadah..."
Donghae melambaikan tangannya sebelum menutup pintu secara cepat.

.

.

"Umma yakin ingin mengajak donghae makan bersama kita?" Yona wanita cantik tinggi dan ramping itu berjalan mengikuti sang ibu , hari ini dia dan ibunya sedang berada dibutik langganan mereka.

Victoria menganggukan kepalanya, tangannya sibuk memilih baju yg cocok dipakai untuknya.

"Appa mu yg menyuruh ku untuk mengajaknya, kemungkinan mereka bisa membawa pergi donghae setelah bertemu donghae"

"Maksudnya ?" Yona masih mengekori ibunya yg terlihat mengambil gaun berwarna merah.
"Apa menurut mu ini bagus?" Yona mengangguk.
Victoria tersenyum, dan mengamati kembali baju yg dipilihnya.
"Mereka adalah tetangga appamu waktu tinggal dikorea, mereka mengenal donghae, dan mereka ingin menjodohkan donghae dengan anaknya"
Victoria memberikan baju kepada pelayan yg mengikutinya. Dan melanjutkan memilih baju.
Yona tertawa terbahak, "kau serius umma"
Victoria menghentikan tangannya yg sedang memilih baju. dan menatap anaknya yg sedang tertawa keras.
"Jangan tertawa terlalu keras, kau mau dianggap gila sayang"
"Habis itu sangat lucu umma, apa mereka bisa menerima donghae?" yona menahan tawanya.
Victoria mekanjutkan memilih baju, "jika mereka tau mungkin akan menolak, tapi jika mereka tidak tau mungkin mereka akan menerima, lagi pula mereka yg meminta "

Yona sudah berhenti tertawa, meski masih ada senyum geli diwajahnya"bagaimana mereka tidak tau, umma mengajak dia makan bersama kita, kau kan taukan bagaimana cara dia makan, ih.. " yona menirukan gaya ingin muntah "itu sangat menjijikan"

Victoria hanya mengangkat bahu "kita bisa menyuruhnya untuk minum saja "
Yona menganggukan kepalanya.
Victoria mengambil gaun Berwarna pink berlengan , dan dengan panjang selutut.
"Bagaimana menurut mu?" Victoria memperlihatkan gaun itu kepada yona.
"Bagus"
Victoria tersenyum, mengarahkan dirinya kepelayan butik "ada ukuran kecilnya?"
Sang pelayan mengiyakan.
"Aku ingin ukuran lebih kecil dari ini"
Pelayan butik mengambil baju yg diberikan victoria, dan mencari ukuran kecil sesuai dengan keinginan pelanggannya.

"Kau ingin memberikan untuk siapa umma?"

"Donghae, aku ingin memberikan kesan baik kepada tamu kita"

Meraka duduk di bangku yg disediakan oleh butik.
"Ahh.. kalian sangat semangat menjodohkan donghae, mereka rekan bisnis appa, aku yakin dia orang yg sangat kaya, apa kalian menyesali perbuatan kalian terhadap donghae?"

"Tidak"jawab victoria cuek "aku hanya ingin dia cepat pergi, lagi pula kita sudah tidak membutuhkan donghae, kekayaan keluarga donghae sudah menjadi hak milik kita"

Victoria menyandarkan tubuhnya disofa, dan tersenyum "bersyukur dia tidak bisa membaca, jadi dia tidak tau isi surat kuasa kekayaan itu, dan ibu nya meninggal sebelum menulis surat wasiat atas hak kekayaan mereka itu keuntungan bagi kita , jadi ayah mu dan donghae yg memilikinya"

Yona terkekeh. "Itu karna umma tidak membiarkan dia sekolah"

Victoria tersenyum "kau bantulah dia berdandan, lagi pula dia tidak akan bisa kembali kesini lagi"

Yona mengkerutkan keningnya"kau yakin?"

Victoria mengangguk"donghae sangat bodoh, dia hanya naik pesawat sekali waktu dia kesini, dan dia tak mengerti apapun"

Yona menganggukkan kepalanya.
"Lagi pula, orang korea itu pasti akan membuangnya setelah tau kebodohannya" lanjut victoria

"Kalian tidak takut perusahaan mereka akan menuntut kepada perusahaan kita, jika mereka tau umma?"

Victoria tersenyum kepada anaknya"mereka bukan perusahaan biasa, mereka tak pernah mencampuri urusan pribadi dengan perusahaan, jadi kau tenang saja"
Victoria berdiri setelah pelayan datang dan memberikan pesanan yg diminta oleh victoria.

.

.

Pintu bertuliskan CEO choi grup itu diketuk.
Seseorang yg mengetuk berbicara"tuan tan datang pak"
Terdengar suara dari dalam ruangan bertuliskan CEO choi grup pada pintunya"suruh dia masuk"
wanita berpakaian kerja rapi membuka pintu dan mempersilahkan tamu bosnya untuk masuk kedalam ruangan bertuliskan CEO choi grup.

Pria yg didalam mengangkat kepalanya ketika tamunya datang, dia menatap datar tamunya yg berjalan kesofa yg berada diruangannya "ada apa kau kesini?"

Tamunya terkekeh"santai choi, kau terlihat jelek seperti itu"

Pemilik ruangan memutar malas matanya.
"Aku selalu tampan tuan tan "

Pria pemilik ruangan berdiri berjalan menghampiri tamunya.

"Aku hanya mengunjungi mu, semalam ku dengar dari yunho kau terlihat kacau" pria bermarga tan itu menyilangkan kakinya, bersandar pada sofa dan menyamankan duduknya.

"Ada angin apa kau menghawatirkan ku?." Siwon berdecih"pasti ada maunya"

Pria cina yg lama tingga dikorea itu terkekeh"kau selalu tau maksud kedatanganku"

Siwon mengikuti tamunya dia duduk santai setelah sekretarisnya masuk dan meletakkan dua minuman dimeja mereka, sekretaris keluar dan mereka kembali melanjutkan pembicaraan.

"Kau tau sebentar lagi ulang tahun heechul, aku ingin memberikan pesta menarik untuknya"

Siwon mengkerutkan keningnya"apa ada hubungannya dengan ku?"

Tan hangeng sahabat choi siwon dari sma sipemilik ruangan memutar malas matanya.
"Tentu, kau memiliki kapal layar, dan aku ingin meminjamnya untuk pesta"

"Yak.. kau juga memiliki kapalkan?"

Hangeng memukul 'sayang' kepala siwon.
"Yak ini sakit" siwon mengelus kepalanya.
"Kau lupa atau bodoh, kapalku berada dicina semua, bukan dikorea"
"Salahmu menaru seluruh kapal disana"

Hangeng membuang malas nafasnya. "Aku hanya memiliki dua kapal laut dan itu untuk keperluan pekerjaan disana, dan lagi keluarga ku banyak yg tinggal disana, dan akan menjadi hiburan untuk ku ketika ku pulang kampung" hangeng tersenyum, siwon memutar malas matanya.

.

.

Donghae tersenyum memandang wajah dan tubuhnya didepan kaca, dia terlihat berbeda hari ini, kakaknya mendandaninya dengan sangat baik. Dan dia sangat bahagia akan hal itu, kakaknya memberi perhatian tak terduga padanya.
"Kau puas?"
Dongha berbalik dan memandang yona yg berdiri dibelakangnya.
Donghae tersenyum dan mengangguk bahagia" aku terlihat sangat berbeda unnie, kau memang sangat hebat" donghae mengacungkan kedua jempolnya dihadapan yona.
Yona mengangkat bahunya acuh" aku seorang model, dan aku memiliki salon ternama, hal seperti ini sangat mudah untukku"
Donghae menatap kagum kakak tirinya tersebut.
"Kau sangat hebat unnie"
"Aku tau" yona berjalan merapikan peralatan make up yg digunakan untuk donghae.
"Kau ambilah ini" yona memberikam make up yg tadi dia gunakan untuk mendandani donghae.
Donghae menatap bahagia" untukku?"
Yona tersenyum acuh" kau tak pernah memakai make up, jadi ku berikan ini untuk mu, dan lagi aku tak pernah memakai barang bekas"

Donghae mengambil peralatan make up. yg diberikan oleh yona, dia bahagia dan memeluk erat yona.
"Trimakasih unnie"

.

.

Tamu yg ditunggu sudah datang mereka berkenalan singkat dan sang tamu tak henti hentinya tersenyum melihat donghae 'anak itu tumbuh dengan baik, meski tubuhnya tak banyak berkemba, tapi dia sangat menggemaskan ' sang tamu terkekeh Dalam hati melihat bagaimana donghae terlihat paling kecil diantara mereka.

Kini mereka sedang berada dimeja makan, donghae terlihat sangat bahagia, jantungnya pun tak henti hentinya berteriak bahagia.

Dia menatap makhluk yg berada diruangan itu, mereka makan dan sesekali berbincang, donghae tersenyum dan tersipu ketika sang tamu memujinya sesekali.

Mimpi apa donghae semalam, sampai kebaikan datang kepadanya hari ini, dia sangat bahagia, dan dia bersyukur untuk malam ini.
Apalagi dengan kedatangan tamu nya malam ini, dia tidak menyangka jika tamu ayahnya adalah...

"Tuan choi bagaimana masakan nya? Apa ini terasa enak? " Ayah Donghae yg berada dibangku utama bertanya kepada tamunya yg duduk tak jauh darinya.
"Ini sangat enak tuan lee, aku sangat menyakainya "
Donghae tersipu ketika mendengar pujian dari tuan choi atas masakan yg dia masak , ayah siwon yg baru dia tau ketika nyonya choi memberitahukannya.

"Kau makan sedikit sekali sayang, apakah kau sedang diet?" Nyonya choi melihat donghae yg terlihat makan dengan sangat perlahan.

"Dia selalu seperti itu nyonya choi, dia tidak menyukai jika dirinya menjadi gemuk, itu tidak sehat menurutnya, makanya dia selalu diet".victoria yg duduk disamping donghae menjelaskan kebalikan dari kebiasaan donghae.

Nyonya choi menggenggam punggun tagan donghae yg diatas meja, "kau terlihat sangat kurus sayang, makanlah yg banyak, terlalu kurus juga tidak baik untuk kesehatan mu"
nyonya choi tersenyum lembut kepada donghae, donghae tersenyum dan mengangguk, dia benar benar bahagia malam ini.

.

.
.

Acara makan malam mereka selasai, kini keluarga mereka sudah berada diruang keluarga, mereka berbicara soal donghae.
Donghae hanya menunduk duduk diantara yona dan ibunya. Nyonya dan tuan choi berada disofa dihadapannya, sedangkan tuan lee berada disofa singgle.

"Bagaimana merut kalian, aku ingin membawa donghae bersama kami untuk kami pertemukan dengan siwon" nyonya choi tersenyum lembut kepada keluarga lee yg duduk dihadapannya.
"Anak kami sangat sibuk, dia akan sulit kesini, jadi kami ingin membawa donghae kekorea, siwon pasti sangat bahagia ketika bertemu donghae" lanjutnya.

Victoria tersenyum dan merangkul donghae, sedangkan donghae menatap penuh binar terhadap tamu ayahnya.
"Itu terserah donghae, aku akan menyerahkan keputusan kepada itu kepadanya "
Victoria menatap donghae dan tersenyum ketika melihat biar dimata donghae yg menatapnya balik.
"Apa kau setuju hae?"
"Aku setuju umma"jawab donghae antusias.

.

.

"Kau terlihat lelah siwon? Ada apa dengan mu?" Yunho pria bermata musang itu mendudukkan dirinya diatas sofa yg berada dicaffee milik jaejong kekasihnya . Sudah ada zoumi pria cina tinggi dan hangeng pemilik hotel besar dikorea, duduk disebelah siwon.
Siwon menarik nafas sejenak"pekerjaanku benar benar banyak belakangan ini"
Yunho sahabat siwon mengangguk.
Jaejong datang membawa empat minuman untuk para pelanggan yg menjadi langganannya selama ini.
Dia meletakkan minumannya, wanita itu sangat cantik malam ini.
Yunho menarik tangan kekasihnya, untuk duduk dipangkunnya, jaejong memukul ringan dada kekasihnya"ada mereka yun" yunho mengangkat acuh bahunya, dia melingkarkan tangannya dipinggang jaejong kekasihnya. Dan mengecup singkat bibir kekasihnya"aku merindukan mu, dan aku tak perduli pada mereka"
Ketiga pria yg duduk bersamanya tadi hanya memutar malas matanya.
"Kau menyebalkan yun" zoumi dan hangeng, pria cina yg lama tinggal dikorea itu mengrutu kompak.

.

.

.

Donghae tersenyum, merebahkan tubuhnya diatas kasur, dia memandang cincin yg berada dilehernya. Yg menggantung manis dikalung yg dibelikan oleh yona kaka tirinya, karna kerja kerasnya membantu yona dan temannya berbelanja.

"Ini hari kebahagian ku siwonie, tunggu aku sebenter lagi, aku akan datang untuk mu suamiku"

.

.

Tbc.