Anak berumur 3 tahun sedang berlari kecil diruang tamu yg cukup luas, berlari sambil tertawa mengejar anak berumur 2 tahun.
Mereka anak perempuan, berlari dengan riang dan gembira. Ada boneka barbie ditangan anak berumur dua tahun, "ayo hae unnie, kejal kyunie, nanti kyunie kacih boneka klo hae unnie bica kejal kyunie" anak 2 tahun itu berbicara riang, tertawa bahagia dan sang kakak mengejar dengan semangat.
Boneka mainan yg tak pernah dimiliki oleh sang kakak, oleh karena itu dia sangat semangat mengejar adik yg meski setahun lebih muda tetapi lebih tinggi dan lebih besar darinya.
Mengingat asupan nutrisi sang adik lebih bagus darinya.
"Kyunie jangan lali kencang kencang hae kan cucah nangkepnya" dongae terlihat lelah, badan kecilnya dia dudukkan dilantai.
Kyuhyun mempotkan bibirnya lucu.
"Ahh.. Hae unnie payah"
"Abicnya kyunie lalinya kencang cih, kan hae jadi cape"
Kyuhyun menghampiri sang kakak, "ya cudah, kyunie gg jadi kacih bonekanya deh"
Donghae terlihat lesu, wajahnya memelas. Dia sangat menginginkan boneka itu.
"Baiklah, hae akan kejal kyunie... Cekaraaaangg... "
Donghae berdiri, kyuhyun yg sudah berjarak setengah meter darinya tangkap secara tiba tiba, kyuhyun yg memang belum siap sampai terjatuh, sehingga butt nya mengenai lantai.
"Kyunie kenaaaaa" donghae tertawa ketika dia bisa menangkap kyuhyun, badannya menimpan kyuhyun yg jatuh duduk dan memeluknya. dan tanpa donghae sadari kyuhyun yg merasa sakit karna buttnya menimpa lantai mulai terisak.
"Hikss hikss hikksss... "
Donghae masih tertawa, dia berdiri dan melompat lompat bahagia karna dia akan mendapatkan boneka. "Holleeee holleeee .. Hae bica tangkap kyunieee"
Kyuhyun yg merasa terabaikan oleh kakaknya mulai menangis kencang. "Huwaaaaa... Huwaaa... Ummaaaaaa... "
Donghae berhenti melompat, dan menatap adiknya bingung "kyunie mengis?"
Kyuhyun masih menangis dan donghae yg tak tau harus apa, hanya diam melihat dengan wajah bingung.
"Akh.." donghae terjatuh, ada yg menariknya kebelakang dengan kasar hingga dia terjatuh.
Kini donghae yg terisak, dia jatuh terlentang dan kepalanya membentur lantai, dalam isakannya donghae meleihat jika adiknya sudah berada dipelukan sang wanita cantik, wanita cantik itu menangkat sang adik yg menangis.
Wanita itu menatap tajam donghae, donghae terlihat takut, isakannya tertahan.
"Apa yg kau lakukan dengan kyuhyun ha!" wanita itu berteriak, donghae diam, dan menundukkan wajahnya, dia benar benar sangat takut.
"Kau tak apa apa sayang" wanita itu berkata lembut kepada sang adik yg menangis dipelukannya.
Kyuhyun mengangguk dan kembali wanita itu menatap tajam donghae sambil memebelai lembut kepala kyuhyun.
"Hari ini kau tak akan dapat makan, dan tidur dilantai" wanita itu berkata kejam terhadap dongae yg masih kecil, donghae masih terisak dan menganggukan wajahnya.
"Iya umma"
"Ajummaa.. " stella wanita cantik yg menggendong kyuhyun, sedikit berteriak memanggil maid dirumahnya.
Para maid berkumpul, ada 5 orang, satu orang dituggaskan untuk mengurus kyuhyun.
"Apa yg kalian kerjakan ha!"
Mereka tertunduk ketika sang majikan mulai memarahi, "aku sudah menugaskan kalian untuk menjauhkan anak itu dari kyuhyun, kenapa kalian masih biarkan anak kotor itu mendekati anakku?"
Wanita itu terlihat marah, para maid tak ada berani yg menjawab.
"Dan kau!" tella menunjuk wanita yg ditugaskan menjaga kyuhyun.
"Kemana saja kau, aku membayar mu untuk menjaga kyuhyun, bukan meninggalkannya bersama anak itu"
"Ma.. Maafkan saya nyonya lee, taa.. Tadi saya membuatkan susu untuk nona kyunie. Saya tidak tau jika mereka sudah bersama nyonya"
Stella membuang kasar nafasnya. "Aku terima alasan mu" wanita itu berkata angkuh.
"Kalian, jangan berikan makanan pada anak itu, dan jangan berikan dia kasur untuk tidur"
Stella bersama kyuhyun yg berada digendongannya pergi meninggalkan para maid. setelah maid itu mengiyakan perintah sang majikan.
Mereka bubar setelah majikan meninggalkan mereka.
Tak menghiraukan anak kecil yg masih teisak karna sakit dikepala dan sakit hatinya yg masih kecil.
"Umma.. "Anak kecil itu terisak lirih.
.
Sudah malam, donghae meringkuk dilantai yg telihat agak kotor, ini kamarnya bersama ajuma yg menjaganya dulu, tidak besar karna memang ini kamar untuk maid.
Ajuma yg menjaganya sudah pergi ketika dia umur 2thn lebih.
Sang ajuma sangat menyayanginya, merawat dan menjaganya.
Dulu kamarnya lebih baik, rapi dan bersih bahkan memiliki ranjang.
Tapi setelah ajuma pergi, entah kemana ranjangnya, dia hanya tidur dengan beralaskan kasur tipis dilantainya.
Tapi ketika mendapatkan hukuman, kasurnya menghilang entah kemana.
Umurnya masih tiga tahun, tak tau pasti apa kesalahannya, hingga kasurnya menghilang.
bersyukur karna malam ini musim panas, jadi anak itu tak terlalu kedinginan.
Perutnya lapar, meminta makan sudah dia lakukan, tapi tak ada yg memberikannya, anak kecil yg tak mengerti apapun hanya bisa menangis Sambil memanggil nama sang umma dan sang appa sampai lelah dan kemudian tertidur.
.
.
-AKU HANYA INGIN BAHAGIA -
.
Chap 5. Aku Hanya Ingin Bahagaia.
.
Donghae sedang bergulung dikasur barunya, ini sangat lembut dan baru pertama kali dia menikmati kasur seperti ini, menatap langit langit kamarnya yg indah dan bersih.
"Ini seperti mimpi" donghae tertawa, dia sangat bahagia.
Menepuk nepuk pipinya, mengingatkan dia apakah ini mimpi atau tidak.
Membulatkan mata dan mulutnya ketika menyadari jika ini bukanlah mimpi.
Memeluk bantal yg wangi dan lebut donghae benar benar bahagia.
"Siwooonieeee... " donghae mengambil boneka nemo disampingnya, menatap boneka itu dengan tertawa malu malu.
"Nemo, hari ini aku sangaaat senaaang, kau tau kenapa?"
Donghae memulai ceritanya panjang lebar, mulai dari kedatangannya kekorea, bertemu siwon, makan malam bersama keluarga choi sampai bertemu teman temannya siwon.
Donghae tak memiliki teman, tak ada yg ingin menjadi temannya dulu, dia tak tau mengapa, tapi setiap dia keluar dan mendekati anak sumurannya, mereka selalu menjauh dan mengejeknya.
Donghae suka bercerita, bercerita tentang apapun, terutama kejadian yg dia lakukan sehari hari, tak ada yg mau mendengarkan dan tak ada yg mau bermain bersamanya, Jadi yg dia lakukan adalah bermain sendiri dan bercerita pada barang miliknya.
Oleh karena itu dia sangat bahagia ketika siwon mengenalkan dia dengan teman temannya tadi.
Donghae terus bercerita kepada boneka nemo pemberian siwon dulu, sampai lelah dan kemudian tertidur.
.
.
Siwon keluar dari kamarnya, dia sudah rapi dengan pakaian kerjanya, dan satu tas kerja ditangan kanannya.
Berhenti sejenak ketika menatap kamar donghae, kamar itu tertutup rapat dan tak terdengar suara.
"Apa dia masih tidur?"
Melirik jam, siwon bergumam "jam 7"
Siwon menggelengkan kepalanya, dan tersenyum "anak manja yg bisa bangun siang"
Siwon melangkah menuruni tangga, tersenyum melihat orang tuanya sudah berada dimeja makan.
Menyapa kedua orang tuanya ketika sudah sampai dimeja makan.
Siwon mendudukkan dirinya berhadapan dengan ibunya, diantara mereka ada ayahnya yg duduk dibangku utama meja makan.
"Kau tak melihat donghae sayang?" nyonya choi bertanya dengan suara yg sangat lembut, tangannya sibuk memberikan lauk untuk suaminya.
"Ku rasa dia belum bangun umma, kamarnya masih sepi"
Nyonya choi tersenyum, dia menghentikan kegitannya ketika lauk untuk suaminya sudah cukup.
Matanya mengarah kesiwon."mungkin dia sangat lelah, atau dia terbiasa bangun siang, mengingat keluarganya sangat memanjakannya"
Siwon menganggukan kepanya dan kemudian memakan makanannya.
Nyonya choi menatap suaminya untuk meminta persetujuan membicarakan maksud kedatangan dongae, tuang choi menanggukan kepalanya.
Dan nyonya choi tersenyum ketika suaminya menyetujui, dia kembali menatap siwon yg sedang makan.
"Siwon?"
Siwon mengehentikan makannya dan menatap ibunya.
"Menurut mu bagaimana dengan donghae?"
Siwon terlihat berifikir, mencoba mencerna pertanyaan ibunya, siwon tersenyum,"dia manis dan menggemaskan, hmm... Dan dia juga anak yg sangat lugu umma"
Nyonya choi tersenyum, menatap sekilas suaminya yg juga tersenyum.
"Lalu apa kau menyukainya?"
"Hmm.. Aku menyukainya." siwon menganggukan kepala dan kembali makan.
Nyonya choi dan tuan choi telihat bahagia.
"Hmm.. Kau tau maks~~"
"Ummaaaa... Aku pulaaaaaang ... " suara wanita muda yg terdengar merdu menggema di mension mewah milik keluarga choi. Menghentikan nyonya choi yg ingin menjelaskan niatnya membawa donghae kerumahnya.
Wanita muda itu memeluk errat nyonya choi, ketika nyonya choi berdiri menyambut kedatangan putri yg habis melakukan studytur diluar kota selama dua minggu.
"Kau baik baik saja sayang" nyonya choi berkata lembut sambil memeluk punggung anaknya yg sedikit lebih tinggi darinya.
Wanita berambut hitam bergelombang itu mengangguk dalam dekapan sang umma. "Aku baik baik saja umma, dan aku sangaaat merindukaaan mu"
Sang ayah memasang wajah cemburu."kau tak merindukan ayah henry?"
Henry melepaskan pelukan sang umma dan memeluk sang ayah. "Aku jugaa merindukan mu appa"
Sang ayah tersenyum dan memeluk erat anak wanitanya.
Siwon menggelengkan kepalanya, melihat 'temu haru' ayah dan anak.
"Kau tidak merindukan oppa tampan mu ini moci?"
Hanry mempoutkan bibir tebalnya, membuat bibi cubynya terlihat menggemaskan.
"Aku tak mau memelukmu, karna kau masih memanggil ku moci"
Siwon terkekeh "mociku yg menggemaskan, itu karna pipimu bulat dan sangat lucuu... "
Siwon mencubit gemas pipi henry yg berdiri disampingnya.
"Yaakkk oppaa ini sakiiitttttt"
Henry mencoba melepaskan cubitan pipi kakanya, ayah dan ibu mereka hanya terawa melihat kebiasaan 'temu sayang' adik dan kakak itu.
Sehingga dia melupakan tentang niat mereka membicarakan perjodohan siwon dan donghae.
.
.
Siwon berada didepan pintu, sebuah pintu apartemen mewah.
Ada yg harus dia kunjungi sebelum berangkat bekerja, mengingat pertemuan ini lebih dari penting dari pekerjaan paginya.
Siwon memencet bel didekat pintu apartemen dihadapannya, dengan sabar dan senyum mengembang dibibirnya, menampilkan kedua lesung dipipinya yg membuat dia terlihat lebih tampan.
Dua kali memencet dan pintu terbuka, menampilkan seseorang dibalik pintu.
"Kau sudah datang?" suara orang itu terdengar lembut.
Siwon tersenyum melihat orang dibalik pintu itu.
"Hmm.."
.
.
Matahari sudah terik, donghae mengerjapkan matanya, dia menatap sekelilingnya dan tersenyum ketika mengingat dimana dia sekarang, tak ingin bangun, dia hanya ingin menikmati tempat tidur barunya yg sungguh sangat nyaman.
Victoria ummanya bilang, dia tak perlu bangun pagi ketika tinggal dirumah siwon, karna itulah kebiasaan orang kaya.
Dia mempercayai ucapan victoria, karna donghae adalah anak penurut dan sangat lugu yg benar benar percaya pada ucapan siapapun.
Jadi yg dia lakukan adalah bersantai menikmati pagi dengan nyaman tanpa memikirkan keadaan rumah hari ini. Sesuatu yg tak pernah didapatkan seumur hidup.
"Ahhh... Untuk pertama kalinya dalam hidupku ... Aku bisa tidur dengaaan nyaman tanpa sakit dibadanku "
Donghae tertawa dengan sangat bahagia.
.
.
Henry mengerjapkan matanya, dia memandang bingung objek yang berdiri canggung dihapannya.
'Siapa anak kecil ini?' fikir henry bingung.
Dia memandang sekeliling, rumahnya terlihat sepi, mata hari sudah terik terlihat dari cahaya matahari yg masuk kedalam rumanya lewat jendela.
'Tak ada yg bisa ditanya selain anak ini' fikirnya
henry kembali menatap objek dihadapannya, wanita dengan tinggi 153cm, wajah manis dan menggemaskan seperti anak anak. Dengan ragu henry bertenya. "Hey nak, kamu siapa?"
Donghae wanita yg menjadi objek kebingungan henry menunjuk hidung mancungnya. "Aku donghae, istri siwonie.." ada kalimat malu malu diakhir kalimatnya.
Henry membulatkan matanya lucu, dia terlihat shok "aa...aap.
.pa ma...mak...sud.. pan.. Mu... " entah kenapa suara henry tergagap.
Dongae terlihat malu malu, dia terlihat menggemaskan untuk menjawab.
"Kami sudah menikah dan kami suami istri"
Henry terlihat frustasi, "oppa menikah kapan?"
"Apa dia menikah ketika aku tidak dirumah?"
"Bagaimana ini bisa terjadi?"
"Anak ini bahkan terilihat masih kecil"
"Bahkan sepertinya umurnya jauh dibawah ku"
"Sejak kapan oppa menjadi pedofil"
Henry Wanita berpipi bulat yg terlihat imut dan menggemaskan itu sedang membolak balikkan tubuhnya.
Membuat donghae bingung melihatnya, donghae ingin mengentikannya, tapi donghae sangat malu, karna ini pertemuan pertama mereka.
Nyonya choi datang, menatap bingung anak wanitanya yg terlihat kacau, henry berjalan mondar mandir didepan donghae yg sedang menatap bingung henry, wanita yg lebih tinggi darinya.
Menghampiri henry nyonya choi bertanya setelah menepuk bahu anak wanitanya "kau kenapa?"
Henry menatap Choi Leetuk ibunya, dia sudah berhenti mondar mandir, dia memegang bahu ibunya dan mengguncangnya "yak, umma katakan ini bohong?'
Leetuk mengkerutkan keningnya terlihat bingung "apa maksud mu?"
Henry menunjuk donghae yg sedang menatap bingung kearahnya"anak ini, benar dia istri oppa?"
Nyonya choi mencerna ucapan anaknya, dan tersenyum "bukan istri, tapi calon istri sayang"
Henry membulatkan matanya, donghae menunduk malu.
"Apa?"
Suara henry menggema keseluruh ruangan, nyonya choi tersenyum diabuatnya.
.
.
.
Siwon tersenyum, jam 12 siang, sekarang jam makan siang.
Dia sedang duduk direstoran mewah untuk makan siang, terlalu tepat waktu, tidak biasanya dia melakukan itu.
Dia tidak sendiri ada seorang wanita berkulit putih bersih yg duduk dihadapannya.
Wanita ini lah yg membuat ia menjadi tepat waktu untuk makan.
Sudah ada makanan yg memenuhi mejanya, dia sedang makan bersama wanita yg duduk dihadapannya.
"Aku hanya meninggalkan mu selama 14 hari, tapi kau sudah terlihat berbeda siwon"
Wanita itu menyentuh dagu siwon yg ditumbuhi dengan jenggot tipis..
Siwon tersenyum Dan menggenggam tangan halus wanita itu "kau pergi, aku jadi hilang semangat untuk merawat diri"
wanita berkulit putih yg duduk dihadapan siwon itu tersenyum "kau terlalu mengada ngada"
Siwon terkekeh dan mencium tangan wanita itu "aku selalu merindukan mu"
"Aku juga merindukan mu siwon"
Mereka saling meremas tangan, menyalurkan kerinduan mereka.
"Apa henry merepotkan mu disana?"
"Tidak, dia anak yg pintar dan dia sangat mudah memahami"
"Dia adikku, jadi dia pasti pintar seperti oppanya"
Wanita itu terkekeh "kau terlalu percaya diri"
Siwon mengangkat bahunya.
"Jika aku tak peraya diri, aku tak mungkin mendapatkan Dosen cantik seperti mu sayang"
Wanita itu mencubit ringan tangan siwon yg digenggamnya. "Kau selalu membuatku tersipu dengan gombalan mu"
"Itu fakta sayang, bukan gombalan"
Siwon menatap wanita yg duduk dihadapannya, wanita itu cantik dengan rambut hitam yg bergelombang, kulit putihnya benar benar membuat ia cocok mengenakan apapun, bibirnya merah alami, matanya sungguh indah, sungguh siwon sangat memuja wanita ini "kau tau kibum? Aku sangat mencintaimu"
Siwon berdiri menghampiri wanita yg duduk dihapannya, dia menunduk dan mencium dalam kibum, kekasihnya yg sangat dia cintai.
.
.
.
"Apa kau bilang?"
Choi leetuk membulatkan matanya, dia sedang duduk dihalaman belakang bersama henry anak nya.
"Mereka sudah menjadi kekasih semenjak mereka kuliah umma"
"Mengapa siwon tak membicarakan itu padaku?"
"Oppa ingin menjadi sukses dimata kalian terlebih dahulu, kemudian dia akan membicarakan ini kepada kalian setelahnya, lagipula kibum unni juga belum siap bertemu kalian"
"Apa wanita itu baik?"
Henry mengangguk "dia sangat baik umma"
"Lalu bagaimana dengan Donghae? , donghae baik dan sangat mencintai siwon, dia lebih cocok dengan siwon henry, umma lebih menyetujui siwon dengan donghae"
Henry membuang nafasnya, dia menatap ummanya "kau tau umma, kibum unnie itu adalah dosenku, dia adalah wanita cantik dan sangat pintar, aku yakin umma menyukainya setelah melihatnya"
Nyonya choi menggeleng "aku tak yakin dengan wanita yg mendekati siwon henry, kau ingat ?,semua wanita yg mendekati oppamu hanya karna oppa mu adalah pewaris choi grup"
Henry menggukkan kepalanya "kau benar umma, aku ingat selalu medapatkan titipan dari wanita wanita yg mengejarnya"
Henry memajukan wajahnya, meletakkan kedua tangannya dimeja bundar yg menjadi jarak antara dirinya dan ibunya "kau tau umma, kibum unnie berbeda, dia wanita berkelas dan sangat anggun, pertama bertemu aku langsung mengaguminya, jadi aku langsung tau mengapa oppa sangat menyukainya"
Leetuk menatap malas anaknya. "Dia dosen, dan dia pasti sudah tua"
Henry terkekeh "dia masih mudah umma, dia seumuran dengan oppa" henry menatap serius leetuk.
"Dan kibum unnie adalah anak dari pemilik yayasan rumahsakit soul umma"
.
.
.
Leetuk terdiam, memandang kosong televisi dihadapannya, disampingnya ada donghae yg sedang menatap serius televisi yg menayangkan drama korea.
Ini sudah sore, henry sudah pergi setelah mendapat telpon dari temannya, dia sengaja berada dirumah karna ingin menemani donghae.
Leetuk kembali mengingat percakapan dengan henry, tentang kekasih siwon, kibum.
Dia pernah mendengar nama itu, tapi samar.
Dia hanya mengetahui ayah kibum, tuan kim sipemilik yayasan rumah sakit soul.
Siapa yg tidak mengetahui tuan kim.
Tapi yg menjadi topik pemikirannya bukan karna ketenaran dan kekayaan tuan kim, toh dia masih lebih kaya dari tuan kim. yg menjadi pemikirannya sekarang adalah kim kibum, anak dari tuan kim.
Dia pernah mendengar dari teman temannya jika anak dari tuan kim itu sangat cantik dan pintar
Dia sangat sopan dan intinya anak tuan kim itu adalah menantu idaman bagi para orang tua yg mengenalnya.
Leetuk mengela nafas kasar, donghae mendengarnya dan menatap leetuk yg duduk disampingnya.
"Kau kenapa ajuma?"
Nyonya choi menatap donghae, fikirannya sedang mumet dan mencoba tersenyum kepada donghae "tidak apa apa sayang"
Donghae menganggukan kepalanya dan kembali menonton televisi, dia sungguh serius menonton karna ini pertama kalinya dia bisa menonton dengan tenang tanpa harus merasa takut jika keluarganya tahu dan memarahinya.
Donghae tertawa ketika melihat adegan lucu ditv. Sungguh dia sangat bahagia berada disini.
Nyonya choi menatap donghe yg sedang tertawa, ada kegusaran dihatinya. dia mengira siwon tak memiliki kekasih, jadi ia mengira jika siwon masih menyukai donghae dan menunggunya.
Donghae mencintai anaknya dan nyonya choi juga menyukai donghae karna anak itu begitu lugu, manis dan menggemaskan, jadi dia ingin siwon bersama donghae.
Tapi di sisi lain dia juga ingin memiliki menantu seperti kibum, jujur didalam hatinya dia senang karna kekasih kibum adalah siwon anaknya.
Tapi... Bagaimana dengan donghae...? Bagaimana dia menjelaskan kepada donghae Dan keluarga keluarganya?.
Kembali dia menghela nafas Kasar, kepalanya sungguh pusing, dia perlu istirahat. donghae kembali menatapnya bingung.
"Ku rasa aku perlu istirahat Sayang, tak apa jika aku meninggalkan mu sendiri"
Dongae mengagguk dan leetuk pergi kekamar untuk menenangkan fikirannya.
"Seharusnya aku bertanya kepada siwon sebelum membawa donghae kesini"
.
.
Tbc.
Makasih yg udah ripiu .^^
