Hai bertemu lagi denganku di chap 3 semoga kalian ga kecewa sama chap ini selamat membaca!

WARNING(s) : TYPO, ABAL-ABALAN, GAJE, OOC, etc

Disclaimer : FT punya Hiro-sensei, aku hanya meminjam karakter-karakternya


No one POV

Sekarang Lucy sedang berada di rumah Krystal, dengan senang hati Krystal menawarkan Lucy untuk tinggal bersamanya, dan mereka berdua menjadi sangat dekat semenjak Lucy menceritakan semuanya kepadanya.

Lucy pun beranjak dari kasurnya, berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka, dan langsung pergi ke ruang makan.

Disana Krystal sedang memasak, sepertinya dia belum menyadari akan kehadiran Lucy disana.

"Ohayou Krys." Sapa Lucy dan sukses membuat Krystal kaget.

"Oh Lucy, ohayou," Krystal tersenyum, "pancake?" Tanyanya, dibalas anggukan oleh Lucy.

Krystal langsung mengambil piring, menaruh dua pancake, menuangkan sirup maple dan berbagai macam berry, dan menaruhnya di meja, "selamat menikmati."

Lucy pun mulai memakannya dan dia tersenyum, "hei, ini enak sekali."

Krystal pun tersenyum senang karna Lucy menyukai masakannya, "terima kasih."

"Tidak masalah."

"Ne Lucy, setelah ini apa yang akan kau lakukan?" Tanya Krystal.

Sebenarnya, Lucy sendiri juga tidak tau apa yang akan dilakukannya.

Pertama, dia tidak mau pulang ke Mansion Heartfillia.

Kedua, dia ingin memasuki sebuah guild, tapi sekarang dia tidak punya sihir lagi.

Hal itu hanya membuat Lucy sakit kepala, "entahlah Krys, aku jug tidak tau apa yang akan kulakukan nanti," Lucy pun menghela nafasnya "tapi aku sangat ingin bergabung ke sebuah guild."

Krystal pun menepuk tangannya, "ah, gimana kalau kau bergabung dengan Scarlet Destiny?" Tanya Krystal.

Scarlet Destiny adalah nama Guild dimana Kiyo dan Krystal berada, dari semua cerita yang telah diceritakan oleh mereka berdua, rata-rata anggota Scarlet Destiny mempunya sihir yang unik.

Lucy hanya menatap Krystal, "bagaimana dengan sihirku? Dan apa mereka mau menerimaku?"

"Ah, tenang saja, mereka pasti akan menerimamu kok, lalu tentang sihirmu, aku bisa melatihmu Water Magic, dan Kiyo juga bisa mengajarimu Ice Magic, tidak burukkan?" Jelas Krystal.

Mendengar itu Lucy tersenyum senang, "tidak buruk juga, aku mau!"

"Baiklah, setelah makan, kita langsung bersiap-siap dan pergi menuju guild." Ucap Krystal.

Mereka pun mulai menghabiskan makanan mereka, bersiap-siap, dan berjalan menuju guild.


Lucy POV

Akhirnya kami tiba juga di guild, semua orang menyapa kami. Lalu aku melihat Kiyo bersama seorang laki laki berambut kuning dan bermata hitam berjalan mendekati kami.

"Hai Krys, Lucy." Sapa Kiyo.

"Hai juga Kiyo," jawabku "hei,siapa dia?" Tanyaku sambil melihat ke arah pemuda berambut kuning itu.

"Dia? Panggil saja dia Lightning Freak." Jawab Kiyo dengan malas.

"Apa maksudmu Ice Popsicle? Ngajak berantem?" Ucap laki-laki itu kesal.

"Diam lah, kau terlalu berisik."

"Tch, bilang saja kau takut untuk duel denganku."

"Apa? Sejak kapan aku takut denganmu? Ayo sini maju."

Mereka berdua mulai berkelahi, aku hanya melongo melihatnya, mereka berdua mengingatkanku kepada Natsu dan Gray, sampai akhirnya sebuah suara menghentikan perkelahian itu.

"KIYO! REN! HENTIKAN PERTARUNGAN TIDAK BERARTI INI SEKARANG JUGA ATAU AKU AKAN MENGHUKUM KALIAN!"

Teriakan Krystal membuat Kiyo dan 'Ren' berhenti berkelahi, ketakutan terlihat jelas di wajah mereka.

"A- a- aye! Kami tidak bertengkar lagi, lihat?" Ucap Kiyo, sambil merangkul Ren dengan gemetar, Ren pun mengangguk ketakutan, aku hanya terkikik geli melihatnya.

"Bagus, awas kalau aku melihat kalian bertengkar lagi." Ucap Krystal dengan dingin, "Lucy, ayo kita ke ruang master, kau ingin bergabungkan?" Ajaknya.

"Lucy akan bergabung? Yeah! Kau bisa bergabung dengan timku, ada Krystal dan Ren juga, kita bisa melakukan misi bersama." Ucap Kiyo dengan semangat.

"Hmm, baiklah aku akan bergabung dengan timmu."

"Yosh, ayo kita ke ruangan master!"

Kiyo langsung menggandeng tanganku dan berlari meuju ruangan master mereka, dia berlari sanyat cepat, aku bahkan tidak menapakkan kaki ku dilantai, aku hanya menghela nafas, sampai akhirnya kami tiba di depan ruang master, Kiyo pun mulai mengetuk pintunya.

TOK..TOK...

"Masuklah... pintunya tidak dikunci." Sahut seseorang dari dalam.

Kami pun membuka pintunya, di dalam ruangan itu terlihat dua orang sedang berbicara tentang sesuatu.

"Hai Eva, Keigo"

"Hai Kiyo, ada perlu apa?" Tanya seorang perempuan berambut putih keunguan dan bermata biru tua.

"Kau tau Lucy kan? Yang sudah ku ceritakan kemarin? Dia ingin bergabung dengan kita." Jelas Kiyo.

"Oh begitu." Angguk Eva mengerti, dan dia langsung melihat kearahku.

"Hai, kau pasti Lucy kan? Aku Evangeline Michealis, panggil saja aku Eva, aku menjadi wakil ketua disini," Sapa Eva sambil mengulurkan tanganya "senang bertemu denganmu."

"Hai juga Eva, aku Lucy Heartfillia, senang bertemu denganmu juga." Jawabku sambil menjabat tangannya.

"Hai Lucy, aku Keigo Ashenbert, aku master guild ini. Krystal dan Kiyo telah menceritakan banyak hal tentangmu." Ucap laki-laki berambut hitam dan bermata merah itu.

Aku sedikit kaget saat melihat Keigo, wajahnya terlihat sangat muda, mungkin umurnya hanya berbeda beberapa tahun dari ku dan dia sudah menjadi guild master? Aku pun berdecak kagum.

"Jadi, kalian sudah tau apa yang telah terjadi kepadaku?" Tanyaku hati-hati.

"Kami hanya mengetahuinya sedikit, mereka berdua tidak menceritakan secara detail kepadaku, kalau kau tidak keberatan, kau mau menceritakannya kepada kami?" Tanya Eva.

Aku pun tersenyum dan memulai ceritaku, dan aku melihat ekspresi mereka, spertinya mereka sedikit kaget dengan ceritaku.

"...jadi begitulah kejadiannya. Dan aku sangat ingin bergabung dengan guild ini." Ucapku menyelesaikan ceritaku.

"Oh Lucy, tentu saja kami akan menerimamu, aku percaya kalau kau tidak melakukan itu dan lagi tidak masalah kalau kau bisa melakukan sihir atau tidak, kau bisa berlatih mencari sihir baru." Jelas Eva dengan senyumnya.

"Sungguh?" Tanyaku tidak percaya.

"Tentu saja, lalu dimana kau mau aku menaruh guild markmu?" Tanya Keigo, dia berjalan ke sebuah lemari dan mengambil sebuah cap.

"Hmm, dilengan kiri atas?"

"Tentu saja." Sebelum Keigo mengecap tanganku, aku menghentikannya.

"Kau tidak bertanya warna apa yang diinginkan?"

"Tidak, karna cap guild kita sedikit unik, cap kita mencerminkan sihir yang kita punya, contohnya liat guild mark Kiyo, itu berwarna putih kebiruan karna sihirnya adalah es." Jelas Keigo, aku pub kengangguk mengerti.

Setelah Keigo mengecap tanganku, pertama guild mark itu bercahaya dan kemudian mulai menampakkan warnanya, aku pun tersentak melihat warnanya, hitam dengan sedikit warna gold.

"Ngg? Hitam?" Tanyaku bingung.

Semua orang hanya diam, sepertinya mereka juga bingung, sampai akhirnya suara Kiyo memecahkan keheningan.

"Hey Lucy, sekarang kau kan sudah menjadi anggota guild ini, aku harus mengenalkan kau kepada yang lainnya! Dah Eva, Keigo, sampai nanti."

Kiyo langsung menarikku lagi keluar dari ruangan itu, sepertinya tidak lama lagi tanganku akan putus kalau Kiyo terus terusan menarik tanganku ini

No One POV

"Hey Keigo, apakah kau merasakannya?" Tanya Eva.

"Ya, aku merasakannya dengan jelas, tapi sepertinya dia tidak menyadarinya." Ujar Keigo.

"Sepertinya kita harus berhati-hati."

"Tentu saja."


Kiyo dan Lucy pun sampai di aula guild, disana semua orang sedang melakukan kegiatannya masing masing.

"Hmm, kita harus mulai dari mana ya." Tanya Kiyo sambil mencari-cari orag yang tepat.

"Baiklah kita ke petir gila itu saja dulu." Ucapnya.

Mereka mulai berjalan menghampiri laki-laki yang tadi bertengkar dengan Kiyo.

"Hey, kuning sialan."

"Apa lagi? Kau tidak puas dimarahi Krystal tadi?" Tanyanya dengan acuh, dia pun melihat ke arah Lucy.

"Ah tadi kita belum sempat berkenalan, namaku Ren Vesallies, panggil saja aku Ren, senang bertemu denganmu." Dia mengulurkan tanganya, Lucy pun menjabatnya kembali.

"Hai Ren, aku Lucy Heartfillia, senang bertemu denganmu juga." Ucap Lucy sambil tersenyum.

Kiyo langsung melepaskan tangan mereka berdua.

"Lucy, jangan lama-lama berjabat tangan dengannya, nanti kau bisa terkena virus gila olehnya." Ucap Kiyo pelan tidak ingin ketahuan oleh Ren, walaupun sebenarnya Ren mendengarnya.

"Hey! Sembarangan, malahan kalau Lucy berada didekatmu terus, dia bisa punya penyakit idiot mu itu."

"Ugh sudahlah kalian berdua, bagaimana kalau Krystal melihatnya?" Ucap Lucy mengingatkan mereka berdua, tentu saja itu berhasil membuat mereka berdua diam.

"Sudahlah, aku mau memperkenalkan Lucy kepada yang lainnya." Kiyo menariknya pergi dari sana.

Mereka pun mulai berkeliling guild, baru beberapa orang saja yang telah mereka temui, kata Kiyo, yang lain sedang menjalankan misi, Lucy telah bertemu dengan Altaretta, gadis dengan rambut blonde dan beriris emerald, Rin, adiknya Ren yang berambut kuning dan beriris ruby, Viera, yang sepertinya kurang menyukaiku berambut salmon dan bermata merah darah.

Yang lainnya dia tidak terlalu mengingat nama mereka, untungnya mereka semua menerima kehadiran dirinya, ya, Lucy hanya perlu bertemu dengan sisanya, berharap mereka juga menerima dirinya.

Wendy POV

Aku, Juvia-san, Happy, Carla, dan Lily baru saja pulang dari misi kami, aku sudah tidak sabar untuk bertemu Lucy-san, aku sangat merindukannya.

"Aye minna, kami kembali!" Ucap Happy.

"Semua, nakama kita telah kembali, mari berpesta!" Teriak seseorang, aku tidak tau siapa yang berbicara, disini terlalu ramai.

Aku hanya tersenyum lega, tapi senyumku tidak bertahan lama, aku mencari sosok Lucy-san, tapi nihil aku tidak bisa menemukannya.

"Ne minna, dimana Lucy-san?" Tanyaku.

Tiba-tiba, suasana di dalam guild menjadi berubah, hening, tidak ada yang berbicara.

"Ng, minna?" Perasaanku mengatakan, sesuatu telah terjadi kepada Lucy-san.

Belum ada yang menjawab pertanyaanku.

"Minna? Dimana Lu-" Ucapanku terpotong oleh Natsu-san.

"Jangan pernah sebut nama itu lagi!"

"Tapi kenapa?" Aku benar-benar bingung sekarang.

"Dia...dia telah membunuh Cana Wendy, nakama kita."

Apa!?

No One POV

Wendy menatap tidak percaya kepada semua orang.

"Kalian bercandakan?"

"Tidak Wendy, kami tidak bercanda, untuk apa kami bercanda?" Ujar Erza.

"Lu..Lucy-san tidak akan pernah melakukan itu, dia terlalu baik untuk melakukan hal sekejam itu." Wendy mulai menangis.

"Sudahlah Wendy, kau tidak perlu menangis untuk pembunuh itu."

"Kau tau, kami menghajarnya hingga ia babak belur, dan mengusirnya, saat itu dia terluka parah, mungkin dia sudah tidak selamat lagi sekarang." Ucap Levy, mencoba untuk mendekati Wendy yang sedang menangis.

PLAKK...

Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Levy, Levy memegang pipinya, semua orang terkejut, ya Wendy baru saja menampar Levy.

"We..Wendy, kenapa kau menamparku?" Tanya Levy.

Wendy menghapus air matanya, "kenapa? Kau tanya kenapa? Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau melakukan ini kepada Lucy-san? Kau tau betapa menderitanya Lucy selama ini? Dia..." Wendy menggantungkan kalimatnya "ugh, aku harus mencari Lucy-san sekarang juga."

Wendy berlari keluar guild, diikuti oleh Carla. Juvia yang melihat Wendy ingin sekali mengejarnya, sampai tangannya di tahan oleh Gray.

"Kau mau kemana? Mengikutinya? Dan menjadi penghianat?" Tanya Gray dengan dingin.

Juvia langsung melepaskan tangan Gray darinya dengan kasar, dan mendorongnya.

"Wendy benar, kalian tidak tau betapa menderitanya Lucy semenjak kedatangan Lisanna dari Edolas, sudah berapa lama itu? Setengah tahun, ya setengah tahun kalian menjauhinya dan mengabaikannya, dan kau tau, betapa senangnya Lucy saat tau Levy dan Cana mengajaknya untuk melakukan misi bersama? Aku tidak percaya kalian melakukan itu kepada Lucy, aku keluar dari guild ini."

Setelah Juvia menyelesaikan kalimatnya, dia langsung berlari keluar mengejar Wendy, berharap gadis itu belum terlalu jauh.

"Natsu, aku juga kecewa kepadamu, kau menghajar Lucy sampai dia terluka parah? Tidak, natsu yang ku kenal tidak akan pernah melakukan itu, aku sama sekali tidak mengenalmu, aku pegi dari sini," Happy terbang menjauhi Natsu, "Lily, kau ikut? Aku tidak bisa membiarkan sahabatku mati."

Lily mulai terbang menjauhi Gajeel, "maaf, yang dikatakan Happy benar, aku juga sama sekali tidak mengenalmu, aku juga pergi dari sini."

"Tidak Happy, kembali sekarang juga." Teriak Natsu dari bawah.

"Kau tidak bisa lagi menyuruhku, kau bukan siapa-siapa lagi bagiku."

Happy dan Lily terbang keluar dari guild, Natsu dan Gajeel mencoba untuk mengejar mereka sampai suara master menghentikan mereka.

"Natsu! Gajeel! Kalau kau sampai keluar dari pintu itu, kalian juga ku anggap sebagai penghianat Fairy Tail."

Natsu dan Gajeel pun diam di tempat, mereka tidak mau di cap sebagai penghianat.

Natsu memukul dinding hingga retak, rahangnya mengeras, wajahnya menampakan kemarahan yang besar.

'Lucy Heatfillia, kau akan membayar ini semua!'


-Di Magnolia Park-

Wendy sudah berusaha sebisa mungkin mencari Lucy, yang dia temukan hanya tetesan darah, yang dia duga pasti itu darah Lucy.

"Carla, apa kau menemukan sesuatu?" Tanyanya.

"Aku menemukan ini di sekitar pinggir kota, sepertinya ia melarikan diri ke hutan." Ujar Carla sambil menunjukan sebuah pita.

"Itu pitanya Lucy-san! Aromanya masih tertinggal dipita itu, walau tidak terlalu ketara karna darah." Jawab Wendy.

"Mungkin kita bisa mencari Lucy dengan ini." Wendy mengangguk setuju, baru saja mereka mau jalan, Juvia memanggil mereka.

"Wendy, Carla, kalian dimana?"

"Juvia-san! Aku disini." Ucap Wendy sambil melambaikan tangannya. Juvia pun bergegas mendekati Wendy.

"Untung saja aku menemukanmu," ucap Juvia "apa yang telah kau temukan?"

"Ng, tadi Carla menemukan pita milik Lucy-san, dengan ini mungkin kita bisa menemukannya."

"Baiklah, ayo kita berangkat, tapi kita tunggu Happy dan Lily dulu, baru berangkat."

Akhirnya mereka bertiga menunggu Haply dan Lily di taman, setidaknya sudah sekitar 15 menit mereka menunggu, untung saja Happy dan Lily sudah datang.

"Ayo kita berangkat!" Seru Juvia.

"AYE SIR!"

Setelah berjalan 20 menit di pinggir kota Magnolia, mereka masih belum menemukan apa-apa.

"Hey, mari kita beristirahat." Ajak Lily, disambut dengan anggukan dari senua orang.

"Aku akan mencari makanan terlebih dulu, kalian tunggu disini ya."

Wendy beranjak dari duduknya dan mulai berjalan mencari makanan, walaupun mereka sesang berada di hutan, tapi disini hampir tidak ada yang bisa dimakan.

"Ugh, harus aku cari dimana lagi ini?"

Tiba-tiba matanya tertuju kepada suatu semak, disana terdapat banyak berry yang tidak dia ketahui namanya.

Baru saja Wendy akan memakannya, sebuah suara mengagetkannya.

"Apa yang kau lakukan disini?"

Seorang laki-laki berambut coklat, dan bermata hijau berjalan mendekati Wendy.

"Ah, maaf apakan ini kebunmu? Maaf aku tidak meminta izin." Ucap Wendy sambil membungkuk 90°.

"Ah tidak, ini bukan kebunku,lagi pula tempat inj juga bukan kebun, ini hanya tumbuhan liar, dan berry yang tadi hampir kau makan itu beracun, beruntung kau tidak jadi memakannya." Jelas laki-laki itu.

"Terima kasih karna sudah menolongku," Ucap Wendy "kalau aku boleh tau, siapa namamu?"

"Tidak masalah, namaku Yuuri Ryushizaki, kalau kau?"

"Aku Wendy Marvell"

"Oke Wendy, apa yang kau lakukan di hutan ini?"

"Aku sedang mencari temanku, menurut informasi yang ku dapatkan, ia sedang terluka parah, maka dari itu, aku harus segera menemukannya." Ucap Wendy sambil menghela nafasnya.

"Kalau aku boleh tau, siapa nama temanmu dam bagaimana penampilannya?" Tanya Yuuri.

"Ng, dia berambut pirang sepundak, matanya berwana karamel, dan kulitnya berwarna putih, oh ya namanya Lucy, Lucy Heartfillia." Terang Wendy.

"Huh? Lucy Heartfillia?"

"Iya, kenapa? Kau mengenalnya?" Tanya Wendy.

"Aku tidak terlalu mengenalnya, tapi di guild ku baru saja kedatangan anggota baru, namanya Lucy Heartfillia."

Kalimat Yuuri sukses membuat Wendy kaget, 'jangan-jangan itu Lucy-san?'

"Tolong antar aku dan temanku kesana." Pinta Wendy, dan Yuuri pun mengiyakan, Wendy berlari menjemput yang lainnya dan mereka berlima berjalan mengikuti Yuuri dari belakang.

'Lucy-san, semoga itu benar-benar dirimu.'

-TBC-


Baiklah, cukup segitu dulu untuk chap 3.

Jadi, gimana untuk chap 3 ini? Sepertinya aku terlalu berlebihan untuk chap ini hehe.

oh and thank you for zebzy1 karna telah memperbolehkanku memakai nama Scarlet Destiny XD.

dan aku akan berusaha sebisa mungkin bakal cepat update, mungkin paling lama 2/3 hari sekali.

oke, jangan lupa di review ya, supaya aku semangat ngelanjutin ceritanya.

sekian untuk hari ini.

Salam,

-SkySorceress72-