Donghae tersenyum melihat ibu dan ayahnya sedang bercanda bersama kyuhyun adiknya.
Ayahnya sedang duduk sambil memangku kyuhyun, dan sang ibu duduk disamping mereka.
Mereka berada diruang keluarga, menonton kartun sambil bercanda.
Tawa terdengar dari mereka, dan donghae terkikik ketika sang ayah menggelitik sang adik.
Anak berumur tiga tahun itu mengusap kepalanya yang kusam, ketika melihat sang ayah dan sang ibu memberikan usapan lembut dikepala adiknya.
Dia tersenyum ketika melukakannya, membayangkan jika elusan dikepalanya itu adalah elusan lembut dari ayah dan ibunya.
Mereka mencium pipi gembul kyuhyun, dan kyuhyun menjadi terkikik karnanya.
Donghae menyentuh pipi kotornya, dengan kedua tangannya dan dia hanya bisa tertawa menggelengkan kepalanya, seolah dialah yg mendapat ciuman itu.
Kembali donghae melihat keluarganya, dia berada dibalik tembok, mengintip, berdiri agak jauh dari keluarganya.
Ayah dan ibunya mengetahui keberadaannya, tapi mengabaikannya, karna sudah terbiasa.
Bel rumah itu berbunyi, keluarganya masih betah bercanda dengan adiknya, karna ada maid yg akan membukanya.
Ini hari libur jadi keluarganya berkumpul.
Maid mendatangi stella dan songhyun orang tua donghae dan kyuhyun.
Maid itu menunduk hormat "maaf nyonya tuan"
Stella dan songhyun menatap maid yg berdiri disamping sofa yg mereka duduki. "Siapa yang datang?" stella bertanya, mendengar jika suara bel rumahnya tadi berbunyi.
"Tuan dan nyonya choi, penghuni baru rumah sebelah"
Stella dan songhyun saling menatap, dan mereka tersenyum.
Mereka mengetahui jika akan ada penghuni baru yg akan menempati rumah yg berada disampingnya, pemiliknya sudah dikenal oleh songhyun sebelumnya, mengingat mereka sama sama pengusaha.
"Baiklah suruh mereka masuk, kami sudah menunggu mereka"
Maid membungkuk dan pergi menemui tamu mereka.
Donghae masih melihat dari jauh, ketika ada seorang maid lain mendatanginya. "Apa yg kau lakukan disini? Akan ada tamu, kau kembalilah kekamar" maid itu memerintah, suaranya menandakan ketidak sukaan terhadap donghae.
Donghae menatap polos, "tapi hae macih mau dicini ajuma"
Maid wanita itu menatap tajam donghae, dan donghae menunduk "kau menolak atau kau tak bisa makan hari ini"
Donghae diam, ada getaran ketakutan ditubuh kecilnya.
"Jadi, sekarang kembalilah kekamar mu, atau kemanapun selama kau tidak telihat oleh mereka"
Donghae kecil mengangguk, ketika maid memerintah, dia pergi kembali kekamarnya yg kusam dan agak kotor.
Diruang keluarga sudah ramai oleh tamu, ada anak kecil seumuran donghae diantara tamunya.
Anak itu menatap kyuhyun yang berada dipangkuan stella. Menghampiri dan mengusap lembut pipi kyuhyun yg terlihat gembul.
"Ajuma ini ciapa?,dia sangat lucu?"
Empat orang dewasa diruangan itu tersenyum, ketika anak itu mengusap pipi kyuhyun.
Kyuhyun menatap polos anak laki laki yang menyentuh pipinya.
"Dia kyuhyunie sayang, kau mau bermain bersamanya?"
Anak itu menatap stella serius "bolehkah?"
Stella mengangguk, dan kyuhyun hanya diam tak mengerti.
Stella mendirikan kyuhyun dipangkuannya, membalikkan tubuh kyuhyun agar menghadapnya.
"Kyunie.. Mau bermain bersama siwon oppa?"
Kyuhyun mengerjapkan matanya dan tersenyum, dia mengangguk.
Stella tersenyum dan menurunkan kyuhyun dari pangkuannya, dan membiarkan kyuhyun bermain bersama siwon, anak keluarga choi tetangga baru mereka.
Orang dewasa itu berbincang setelah anak mereka diserahkan kepada babysiter kyuhyun untuk menjaga anak mereka.
Donghae terlihat bosan dikamar, memutar matanya melihat kepenjuru kamar, hanya ada debu dilantai dan lemari kecil untuk menyimpan pakainnya.
Membuka dan menutup lemari itu, melihat pakaiannya yg berantakan, tak ada maid yg mau merapikan.
Didalam hanya ada beberapa baju, baju semasa ia memiliki pengasuh, tak bertambah.
Memanyunkan bibirnya, dia sungguh bosan, padahal dia baru beberapa menit didalam.
Membuka kamar, melihat kekiri dan kekanan, lorong itu sepi, mungkin para maid sibuk memasak.
Dia keluar secara perlahan, lewat pintu belakang melihat para maid memang benar sibuk memasak, dia tersenyum.
Melangkahkan kakinya halaman belakang, mencari apapun untuk dimainkan.
Kyuhyun dan siwon sedang main bersama, ada bola karet ditangan siwon, dia melemparkan kepada kyuhyun, dan kyuhyun menangkap dengan senang hati.
Babysiter hanya duduk mengawasi, dua anak kecil itu tertawa ketika bermain, bermain lempar bola.
Dua anak kecil yg menggemaskan, bola yg dilempar siwon tak bisa ditangkap kyuhyun, kyuhyun memanyunkan bibirnya ketika bola itu menggelinding menjauh darinya.
"Yaahhh bolanya..pelgi.. Woniee oppa"
Kyuhyun menunjuk bola yg semakin menjauh darinya, siwon menghampiri kyuhyun, sama sama menatap bola yg menggelinding menjauhi mereka.
"Ya cudah, nanti bial siwonie yg ambil, kyunie dicini caja cama ajuma ya"
Kyuhyun mengangguk, dan menghampiri babysiter yang sedang duduk sambil tersnyum kepada mereka, dia tak perlu menghawatirkan bila siwon yg mengambil, karna bola itu menggelinding didalam halaman belakang yang terjamin aman untuk anak anak.
Kyuhyun duduk dipangkuan babysiternya ketika siwon menjauh untuk mengambil bola.
Donghae sedang memainkan ranting pohon yg ada ditanah, ranting kecil, dia hanya menggambar abstrak ditanah, sambil berjongkok.
Bersenandung tak jelas, sambil terkikik sendirian.
Kegiatannya terhenti ketika ada bola karet didepannya, matanya berbinar ketika mainan datang sendiri kepadanya.
"Wahhh.. Mainaann " donghae terlihat bahagia, dia mengambil bola itu dan melompat lompat sendiri.
Siwon mengerjapkan matanya, melihat pemandangan didepannya, bolanya sedang dipeluk oleh anak kecil, lebih kecil darinya.
Bajunya terlihat sudah lusuh karna pudar warnanya, dan juga terlihat agak kekecilan ditubuhnya.
Rambutnya hitam panjang, tapi terlihat tak terurus.
"Kau ciapa?"
Donghae anak kecil yg memegang bola berhenti melompat, dia menatap anak kecil yg tadi bertanya.
Membulatkan mata dan mulutnya, anak laki laki didepannya itu terlihat tampan, pakainnya bersih dan rapi, baunya harum seperti adiknya, dia bahkan bisa menciumnya dari jarak satu meter.
Donghae hanya bisa bergumam "wah.. "
dan Siwon hanya menatap bingung, anak kecil yg berwajah kotor tapi masih terlihat keimutannya, meski tubuhnya kecil ringkik.
.
- AKU HANYA INGIN BAHAGIA -
.
.
Chap 6. Aku hanya ingin bahagia.
.
Donghae memanyunkan bibirnya, dia terlihat bosan dikamarnya, ini sudah malam ketika rumah besar itu sepi, pemilik rumah tak ada mereka semua sibuk dengan urusannya, bahkan leetuk pergi ketika mendapat telpon dari temannya yg sakit katanya, dia harus menjenguk dan terpaksa meninggalkan donghae sendiri dirumah.
Dia keluar dari kamar, menatap sebentar kamar siwon "siwonie belum pulang.. Hufs.. " kembali dia membuang nafas bosan.
Ini bukan rumahnya, dichina dia bisa melakukan apapun ketika dia sendiri, bahkan dia lebih menyukai jika semuanya pergi, karna dia bisa bebas melakukan apapun.
Tersenyum, perlahan membuka kamar siwon yg tak terkunci.
Memutar matanya kepenjuru kamar, dia hanya bisa bergumama "waahh " dengan wajah yg lucu.
Melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar, kamar yg bercat sama dengan kamar yg sekarang dia tempati.
Kamar seorang pria dengan meja yang terdapat banyak alat alat yg tidak donghae tau namanya, ada lemari yg digunakan untuk buku buku, sofa dan televisi, ada beberapa foto siwon yg diletakkan dilemari tanpa pintu menurut donghae.
Ada kasur besar dan meja kecil dikanan kirinya, kamar yg sangat luas dan rapi.
Donghae tersenyum, melihat foto foto siwon yg menempel didining, menatap dalam pada foto itu, 'siwon masih sangat tampan seperti dulu, bahkan lebih tampan'
Kembali pipinya merona.
.
Siwon pulang kerumah, ini sudah malam, melihat jam ditangannya, jam 9 malam.
Melangkah memasuki rumah, tersenyum ketika maid menyambut.
Dia tak mampir malam ini di cafe jaejong, karna dia harus menemani kekasihnya berbelanja kesupermarket, makan malam bersama dan kemudian meninggalkan kekasihnya karna masih ada pekerjaan yg harus dia selesaikan malam ini.
Melangkah menaiki tangga, menuju kamarnya yg berada dilantai dua.
Mengerutkan keningnya ketika melihat kamarnya terbuka.
'Siapa didalam?'
Mengangkat bahu, 'mungkin ummanya yang ada didalam'
Memasuki kamarnya dan berhenti pada langkah kedua, ketika mengetahui siapa yg berada dikamarnya.
"Donghae?"
Donghae yg sedang duduk dipinhgir kasur siwong tersentak, menatap siwon yg berdiri tak jauh dari pintu, dia hampir saja menjatuhkan figura kecil yg sedang dipegangnya.
"Kau sudah pulang siwonie?" ada nada takut dalam ucapan donghae.
Siwon melengkahkan kakinya, memasuki kamar lebih dalam.
"Kau sedang apa dikamar ku?",siwon berkata lembut.
Donghae melatakkan dengan takut figura siwon dinakasnya, dia langsung berdiri dan berbicara tergagap.
"Itu... Aku hanya.. " tak bisa memberi alasan, karna dia sendiri tak tau mengapa dia masuk kedalam kamar siwon.
Mendekati donghae, siwon sudah berada didepan donghae setelah meletakkan tasnya disofa yg berada dikamarnya, siwon melipat kedua tangannya didada. Menatap donghae yg kini menunduk, terlihat jika gadis itu sedang ketakutan.
"Kau tekihat ketakutan, apa adahal yang baru saja kau lakukan dikamar ku?"
"Itu.. Aku.. Aku.. Hanya.. " kembali donghae teragagap, sungguh dia bingung harus menjawab apa.
Siwon telihat bingung, ingin bertanya lebih jauh, tapi gadis didepannya sudah bergetar.
Tak ingin mencurigai, tapi mengecek kamar setelah donghae pergi tak masalahkan, siapa tau donghae mengambil sesuatu, melihat bagaimana donghae terlihat takut dan kaget ketika siwon datang.
Mengela nafas, "baiklah jika kau tak bisa mengatakannya, kau bisa keluar dari kamarku"
Dengan cepat donghae keluar dari kamar siwon, setelah dia membungkuk berkali kali kepada siwon sambil merucap "maaf" disetiap bungkukannya.
Siwon melihat kepenjuru kamarnya, 'tak ada yg berubah', hanya letak figura yg ada dinakasnya, dia melihat jika foto itu dipegang donghae tadi.
"Apa yang dia lakukan dikamarku?"
Menghela nafas siwon tak ingin ambil pusing, dia melangkah kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
.
Donghae memegang dadanya setelah dia menutup kamarnya, dadanya berdetak sungguh cepat, dia sangat takut tadi.
Bayangan lalu menghinggap diotakknya.
*flashback.
"Kau tau, memasuki kamar tampa ijin itu sungguh kejahatan" stella berteriak kepada donghae kecil yg ketika itu berumur 4 tahun.
Donghae hanya menunduk, dia memasuki kamar adiknya, karna dia sungguh menyukai kamar adiknya yg indah.
Menarik lengan donghae, donghae hanya menunduk ketakutan, entah sudah berapa kali lengannya memerah karna cengkraman dari mereka yg tak menyukai donghae.
"Maaf umma" donghae terisak, dia menangis.
"Kau mau mencuri dikamar kyunie hah !"
Donghae tak mengerti kata mencuri, tapi dia sungguh sudah sering mendengar kata itu terlontar untuknya.
Donghae hanya terisak ketika sang ibu memukul tubuh ringkiknya.
"Kau jangan menangis, kau tau tak ada orang yg menyukai anak yg suka menangis"
Donghae menahan isakannya, tubuhnya sungguh sakit ketika ummanya memukul dengan tas tangan yg dipegangnya.
"Apa yg kau laukan dikamar ku hae?" yona berteriak kepada donghae yg ketika itu sedang melihat lihat tulisa yona dibuku tulis, sungguh dia benar benar ingin bisa menulis dan membaca.
Yona sungguh tak menyukai karna dia memang menyimpan nilai jelek disalah satu bukunya, takut ketahuan, memarahi donghae yg ketika itu membuka salah satu bukunya.
Dia masih remaja waktu itu, ketika sang kakak menyeret paksa dia keluar dari kamarnya.
Dan kembali donghae mendapat hukuman setelahnya.
Karna sang kakak menuduhnya mencuri barang milik yona.
*flashback off.
Menghela nafas, "semoga siwon tak bilang aku mencuri"
Donghae kembali kekasurnya, memegang dadanya yg masih berdetak kencang, dia sungguh takut dihukum oleh siwon.
Hukuman itu sungguh menakutkan dan donghae tak menyukai itu.
.
Donghae terlihat gelisah, dia tak bisa tidur, matanya sulit terpejam.
Membalikkan badan kekiri dan kekanan, dia tetap tidak bisa menemukan kenyamanan untuk tidur.
Menundukkan dirinya dan seketika itu dia tau penyebabnya
Perutnya berbunyi, dia ingat jika dia belum makan malam ini.
Menghela nafas, dia turun dari kasurnya, keluar untuk mencari makan didapur, tak perlu takut mengingat pemilik sudah mengijinkan nya untuk melakukan apapun sesukanya.
Donghae berjalan kedapur, rumah terlihat sudah gelap ketika dia menuju dapur.
Mereka mungkin sudah tidur mengingat ini sungguh sudah larut.
Membuka kulkas, banyak bahan makanan didalamnya.
Dia tersenyum dan mengambil salah satunya untuk dimasak.
Melilrik penanak nasi untuk mengecek nasi, 'masih banyak' dia tersenyum, setidaknya dia hanya memasak lauk.
Mulai memasak, tak ada yg terganggu, mengingat rumah ini sangat luas dan setiap kamar memiliki ruang kedap suara.
Bersenandung kecil sambil memasak.
Dia tersenyum ketika masakan sudah matang, mengambil nasi dalam jumlah yg banyak, mengingat dua hari dia tinggal dirumah ini, dia hanya makan sedikit sekali untuk menjaga sikapnya.
Meletakkan nasi dan lauk dimeja makan yg ada didapur dan menepuk tangannyasambil tersenyum melihat karanya "selamat makaan"
Dia mulai makan dengan lahap.
.
Siwon keluar dari ruang kerjanya, jam 1 malam, malam ini dia harus lembur dirumah mengingat ada presentasi yg harus dia lakukan besok.
Dia haus, minuman dimejanya sudah habis tadi, jadi dia menuju dapur untuk mengambil minum.
Mengerutkan keningnya ketika sampai didekat dapur, melihat wanita sedang makan dengan lahap, makannya begitu berantakan, dilihat bagaimana ada banyak nasi berjatuhan dimeja, wanita itu menyuap dalam jumlah yg banyak.
Sedikit jijik melihat bagaimana cara gadis itu maka, tapi entah kenapa meskipun dia agak jijik dia terus menatap wanita itu.
Dia melihat didekat pintu dapurnya, wanita yg makan tak menyadarinya karna dia sungguh menikmati makannya.
Siwon, ingatan masa kecil dulu telihat jelas diotaknya, wanita yg sedang makan seperti itu pernah dilihatnya, wanita yg sama hanya dalam masa yg berbeda.
*flashback.
Siwon sedang bermain petak umpet bersama kyuhyun dirumah kyuhyun, umurnya sekitar lima tahun waktu itu.
Mencari agak kesulitan mengingat rumah kyuhyun tidak lah kecil.
Siwon melangkahkan kakinya sambil memanggil nama kyuhyun.
"Kyunie.. Kamu dimanaa ?"
Kakinya membawanya kedapur, dia melihat ada pergerakkan diujung dapur. Dia tersenyum dan coba mendekati secara perlahan.
Dia ingin mengagetkan objek yg dikira kyuhyun, tapi diurungkan karna dia terlihat kaget dengan apa yg dilihatnya.
Seorang gadis kecil makan dengan sangat terburu, anak kecil itu makan tanpa sendok ditangannya.
Nasi tanpa lauk, dan siwon bisa membayangkan jika makanan itu sangat hambar.
"Donghae?"
Donghae gadis kecil yg sedang duduk dilantai membulatkan matanya, dia terlihat kaget ketika mengetahui siapa yg memanggil namanya, menatap takut pada siwon, ditangannya ada piring yg terisi nasi yg hanya tinggal sedikit.
Tangan kanan donghae sudah berlumuran nasi, dipipi dan bagian mulut donghe juga sudah banyak nasi.
"Ci..woniee.. Mengapa kecini?", donghae terlihat ketakutan, dia sungguh takut jika semua penghuni rumah ini tau jika siwon melihatnya.
Siwon tersenyum "aku mencari kyunie, kau melihatnya?"
Donghae menggeleng kuat. "Hae tak melihatnya ciwonie"
Siwon terlihat kecewa, "baiklah.. " dia kembali menatap donghae "kau sedang apa hae?"
Menunjukkan piringnya dan dia tersenyum, melupakan ketakutannya. "Hae cedang makan, hae cangat lapal"
"Mengapa kau makan dibawah, dan makan tak menggunakan sendok?"
Donghae menggaruk pipinya, nasi dipipinya semakin bertambah mengingat ditangannya ada nasi yg menempel, "hae biaca makan dicini ciwonie" dia bersemu ketika siwon bertanya padanya.
Siwon terlihat bingung, baru ingin beratanya kembail ketika mendengar suara dari belakangnya.
"Kau sedang apa disini tuan muda"
Siwon membalikkan tubuhnya, dan tersenyum ketika melihat maid paruh baya yg menghampirinya.
"Aku sedang mengcari kyunie, tapi aku tak menemukannya. Aku mencari kesini dan
Aku malah bertemu donghae disini"
"Donghae?" ada raut tak suka dari maid itu.
Siwon menganggukan kepalanya, membalikan badan untuk melihat donghae.
"Dong~~" mengerutkan keningnya, melihat tak ada donghae ditempat tadi, hanya ada sisa nasi disana.
"Kemana donghae?" siwon terlihat bingung, karna tak melihat donghae.
Maid tersenyum, mencoba mengalihkan perhatian siwon, yg terlihat sedang mencari donghae. "tadi nona kyuhyunie berada dikamarnya tuan muda, dia sedang berada didalam selimut, dia bilang takut tuan muda menemukannya"
"Benarkah?"
Maid itu mengangguk.
Dan siwon pergi kekamar kyuhyun untuk menemukan gadis kecil yg sedang dicarinya tadi.
Dia tak tau jika donghae berada disisi lain sedang ketakutan sambil memegang piring ditanganya.
.
*flashback end.
"Siwonie?"
Donghae terlihat kaget ketika matanya sedang berputar mengelilingi dapur, dan berhenti didepan pintu dapur dn meljhat siwon sedang berdiri disana, dia hampir tersedak dalam mengunyah.
Siwon yg tadi melamun tersentak, dan menatap donghae sambil berusaha tersenyum.
Menghabiskan makanan yg ada dimulutnya, donghae minum dan menyeka mulutnya dengan punggung tangannya.
Dia kembali menunduk ketika siwon duduk didepannya setelah mengambil air minum dikulkas.
Menatap donghae penuh minat "kau mengejutkan ku dengan cara makan mu"
"Maafkan aku" donghae masih meunduk meremas tangannya, yg dia letakkan dipangkuannya.
Menyilangkan tangan didada, dan bersandar pada bangku yg didudukinya. "Bisa kau jelaskan cara makanmu barusan?"
Donghae diam, dia tak berani menatap siwon, dia takut siwon tak menyukainya.
"Dulu aku pernah melihat anak kecil makan dengan sangat berantakan, tidak ku sangka ketika dia besar dia masih memiliki kebiasaan uniknya itu"
Siwon tersenyum, mengambil tisu yang ada dimeja makan itu "ini kau bersihkanlah wajahmu"
Donghae menatap takut pada siwon, mengambil dengan ragu tisu dari tangan siwon.
"Tri..ma..ka..sih"
Siwon tersenyum, menyanggah kedua tangannya dimeja, menyatukan jemarinya, dia menatap donghae.
"Kau tak perlu takut, aku tak akan membicarakan ini pada siapapun, aku akan menutup mulutku"
Donghae masih menunduk, setelah mengusap wajahnya dengan tisu yg diberikan siwon.
Dia masih takut menatap siwon, mengingat tadi dia masuk kamar siwon tanpa ijin.
"Hei kita berdua disini, tak baik mengabaikan orang yg berada dihadapanmu"
Donghae masih diam, dia masih tak berani menatap siwon.
Siwon menghela nafas, "aku sudah bilang jika aku akan merahasiakan masalah ini hae, jadi kau tak perlu takut padaku"
Dengan ragu donghae mulai mengeluarkan suaranya."Terima kasih"
Siwon tersenyum, "tak perlu sungkan"
Siwon meminum minumannya.
"Ada pertanyaan diotakku hae, Dulu kau makan sediri dilantai, aku ingin bertanya, tapi selalu gagal, karna lupa, heheee ... apa kau masih ingat?"
Donghae berfikir, dia tentu masih ingat, tapi sangat memalukan jika siwon tau kenyataannya. "Aku sudah lupa"
Siwon mengangguk dan kembali minum.
Masih dalam menunduk "hmmmm... " donghae terlihat ragu mengatakannya, tapi dia harus mengatakan, jika tidak ingin dihukum oleh siwon. "Ma..masalah dikaamarmu taaadi.. Aku sunghuh minta maaf"
Terlihat tertarik siwon kembali bertanya"sebenarnya apa yg kau lakukan dikamar ku?"
"Tidak ada, tiba tiba aku hanya ingin melihat kamarmu, dan aku melihat fotomu kamarmu" menjawab dengan tergagap, donghae meremas kuat jemarinya. Dia meaih menunduk.
Siwon menangguk "kau tak berniat mengambil sesuatu dari kamarku kan?",ada nada bercanda dipertanyaan siwon.
Donghae mengangkat wajahnya, menatap siwon penuh shok "sunghuh aku tak mengambil apapun dari kamarmu, aku hanya masuk dan melihat kamarmu, jadi aku mohon jangan hukum aku"
Donghae merancau, ada guratan keakutan diwajahnya dia memegang tangan siwon sambil memohon, siwon telihat bingung dan kaku menanggapi, dia hanya bercanda tapi donghae menganggap terlalu serius.
"Hei tenanglah" siwon mencoba menenagkan, menggenggam balik tangan donghae.
Dia tersenyum ketika donghae natapnya.
"Aku tau kau tak mengambil apapun, aku hanya bercanda"
Donghae terlihat bingung, tapi tak lama ada senyum manis menghiasi wajahnya.
"Jadi kau tak akan menghukumku?"
"Kau tak memiliki salah, tak mungkin aku menghukum mu,"
Siwon terkekeh "kau ini lucu sekali hae"
Donghae terlihat bahagia.. "Trimakasih siwonie... "
"Aku yg seharusnya minta maaf karna sempat berfikir kau mengambil sesuatu dikamarku"
Donghae terlihat kembali sendu. "Maksudmu?"
Siwon tersenyum. "Aiss.. Jangan memasang wajah seperti itu hae, itu menyedihkan, kau tak bilang alasanmu masuk kekamarku dan kau ketakutan ketika aku bertanya, jadi aku berfikiran hal yg buruk tentang mu"
Donghae kembali menunduk "maafkan aku"
Siwon telihat bersalah "aiss.. Seharusnya aku yg meminta maaf hae"
"Tapi aku yg salah siwonie"
"Kau tak salah hae, kau hanya penasaran, tak apa kau mau masuk kemarku"
Donghae mengangkat wajahnya, ada guratan kebahagiaan disana "benarkah?""
"Siwon tersenyum dan mengangguk.
Donghae terlihat senang "jadi tak apa aku bermain kekamarmu?"
Donghae terlihat bahagia.
"Tapi sebelum itu kau harus mengetuk pintu jika aku didalam dan meminta ijin jika aku diluar"
Donghae mengangguk dia tertawa
"Aiss kau sangat manis ketika tertawa " siwon mengacak lembut rambut donghae.
Donghae tersipu, dan ada kebahagiaan diwajahnya, orang pertama yg megacak lembut rambutnya, dia sungguh hangat dengan perlakuan itu."apa kau begitu menyukainkamar ku?"
Donghae menangguk. "Aku menyukainya, karna banyak fotomu disana"
Siwon tertawa, "aiss.. Kau ini, aku ada didepanmu, mengapa kau masih harus melihat fotoku"
Donghae cemberut "kaukan selalu bekerja, dan tak selalu dirumah"
"Baiklah, jika seperti itu aku akan memberikan fotoku pada mu"
Donghae berbinar "benarkah."
"Untuk fans beratku, tak masalah memberikan sebuah foto"
Meski bingung dengan kata 'fans' donghae tetap bahagia, setidaknya dia bisa mendapatkan foto siwon.
"Makananmu masih banyak, kau lanjutkanlah makan mu"
Tersenyum canggung "baiklah" donghae mencoba menyuap nasi kemulutnya, agak canggung dan sedikit jaga sikap, dia menyuap dengan hati hati.
Siwon yg melihatnya terkekeh "kau tak usah seperti itu, kita hanya berdua dan aku sudah melihat gaya makanmu yg unik, jadi kau makanlah tanpa beban, aku menyukainya"
Donghae tersipu, "benarkah tak apa apa?"
Siwon menganggukan kepalanya,"kau makanlah seperti biasa"
Donghae terlihat senang "terimakasih.. "
Dan ketika dia akan menyuap dalam jumlah banyak, dia menghentikannya
Menatap siwon yg kembali bingung.
"Ada apa? Kenapa tak jadi makan hae?"
"Kau mau makan?"
Siwon terkekeh "aku tak lapar, kau makanlah, aku akan menemanimu, makan sendiri itu sungguh menyedihkan"
Donghae kembali tersipu "terimakasih, kau sangat baik pada ku"
Kembali terenyum, "tak usah sungkan, lanjutkanlah makanmu"
Donghae makan, dan siwon yg menemani, sesekali siwon bertanya pada donghae, dan dijawab oleh donghae dengan raut wajah kebahagiaan.
Donghae banyak cerita pada siwon, hanya cerita apa yg dia lakukan hari ini.
Siwon tersenyum, tak menyangka jika donghae begitu banyak bicara ketika dia bersedia mendengarkan.
Tak ada kecanggungan pada donghae ketika bercerita dengan siwon.
Siwon menyukai ketika donghae bercerita, raut wajahnya sungguh menggemaskan karna bercerita sambil tertawa dan tersenyum.
Dan malam ini, dilalui oleh siwon donghae untuk berbagi cerita.
.
.
Tbc.
Trimakasih buat yg setia dengan fic ini, terutama buat yg selalu ripiu
Saranghae..
