WARNING(s) : TYPO, ABAL-ABALAN, GAJE, OOC, etc
Disclaimer : FT punya Hiro-sensei, aku hanya meminjam karakter-karakternya
No One POV
Yuuri, Wendy, Juvia, Carla, Happy, Lily sedang berjalan menuju guild, mereka berjalan dalam keheningan.
"Ng, apakah kita masih jauh?" tanya Happy.
"Tidak, sedikit lagi kita sampai," Yuuri menengok ke arah Happy dan "Kucingnya berbicara! Dan dia mempunyai sayap juga!" sepertinya dia baru menyadari hal itu.
"Serius? Apakah dari tadi dia tidak melihat kita?" tanya Lily.
"Kau juga berbicara!" seru Yuuri.
"Tentu saja." ujar Carla.
"Bagaimana mungkin kucing bisa berbicara? Bahkan mempunyai sayap!" tanyanya
"Ya, kami bukan kucing biasa, kami exceed."
"Exceed?"
Tiba-tiba suara ledakan menghentikan pembicaraan mereka, "apa yang terjadi?" tanya Juvia.
"Oh tidak, ini buruk. Kita harus cepat." ucap Yuuri.
mereka berlari menuju sumber ledakan, dan itu berasal dari belakang guild.
"Dark guild sialan, semuanya...ayo serang!" teriak Keigo.
Semua orang mulai menyerang dark guild itu, tapi mereka tidak ada habisnya.
"Ugh, mereka tak ada habisnya!" seru Ren "Lightning Demon Breath!"
"Janganlah mengeluh nii-chan," ucap Rin "Music Magic: Death Chant"
Serangan yang di berikan oleh Rin dan Ren berdampak cukup besar, hampir melumpuhkan setengah dari lawan yang sedang mereka hadapi.
Ditempat Lucy, dia sedang mencoba bertarung bersama Kiyo dan Krystal. Tiba-tiba seseorang menyerang Lucy dari belakang, dia tidak sempat menghindar, dia menutup matanya dan...
"Sky Dragon Roar!"
Lucy membuka matanya, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Wendy?!"
"Lucy-san!" Wendy langsung berlari memeluk Lucy "aku senang kau tidak apa-apa"
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Lucy.
"Ng, bagaimana kalau ku ceritakan nanti? Pertama kita harus menyelesaikan ini dulu." ucap Wendy, Lucy pun mengangguk setuju.
Akhirnya, pertempuran itu pun selesai, tentu saja dimenangkan oleh Scarlet Destiny.
"Yeah! Kita menang!" seru Kiyo.
"Dan tentu saja aku yang paling banyak mengalahkan mereka!" ucap Ren dengan pedenya
"Tch, pede sekali kau yellow freak, tentu saja aku!"
"Aku!"
"Aku!"
"Kalian bertengkar?"
"Tentu saja tidak!" ucap Ren dan Kiyo berbarengan.
"Bagus" ucap Krystal.
"Mereka mengingatkanku pada Natsu, Gray, dan Erza." ucap Happy.
"Ya, mereka sangat mirip." ujar Lily sambil mengangguk.
"Woah! Kucingnya berbicara!" seru Kiyo.
"Dan kau baru menyadarinya? Kau sama saja seperti bocah tadi." ucap Carla dengan ketus.
"Dan jangan bilang kau tidak menyadari kalau mereka punya sayap?" tanya Ren.
"Woah! Mereka punya sayap! Keren! Aku juga mau punya kucing seperti mereka, Lucy, apakah itu kucingmu?" ujar Kiyo.
"Dasar lemot."
"Apa maksudmu yellow freak?"
"Diamlah kalian berdua." ucap Eva yang tiba-tiba muncul dibelakang mereka bersama Keigo.
"Eva! Kau mengagetkanku." seru Ren.
"Maaf."
"Jadi, apakah itu kucingmu?" tanya Kiyo sambil menunjuk ke arah Happy.
"Bukan, ini bukan kucingku," ucal Lucy "tapi dia sahabatku."
"Lucy! Kau memang yang terbaik!" ucap Happy, dia memeluk Lucy, Lucy hanya terkikik geli.
"Oh ya Lucy, kenapa kau bisa mengenal mereka? Siapa mereka?" tanya Krystal.
"Mereka...anggota Fairy Tail."
"Lebih tepatnya, mantan anggota Fairy Tail." ucap Juvia membenarkan.
"Apa? Mantan?" tanya Ren.
"Sepertinya lebih baik jika kita mendengarkannya di dalam." ajak Keigo.
Lucy hampir menangis saat Wendy dan Juvia bercerita kenapa mereka keluar dari Fairy tail, semua orang di guild hanya diam, tidak ada yang bersuara sedikitpun.
"Jadi kami keluar karna kami percaya kalau Lucy sama sekali tidak melakukannya, dan kami juga merasa kalau itu bukan mereka. Mereka sangat berbeda dari yang seharusnya kami kenal." jelas Lily sambil mengakhiri ceritanya.
"Aku...aku tidak percaya kalian melakukannya." ujar Lucy.
"Jadi, kau tidak suka kami disini?" tanya Happy.
"Tidak, bukan itu maksudku, aku senang salian ada disini, tapi kalian seharusnga tidak melakukannya untukku." jelas Lucy.
"Ya, itu sudah terjadi dan kami sama sekali tidak tau mau kemana, jadi bisakah kami masuk ke guild ini?" tanya Juvia.
"Tentu saja kalian bisa, 6 anggota baru dalam sehari, jelas ini sangat langka." ujar Eva.
"Ayo kalian ikut aku agar aku bisa memberikan guild mark kepada kalian." ujar Keigo.
Setelah menunggu, akhirnya mereka menampakkan wujud mereka.
"Lucy-san! Kami sudah resmi menjadi anggota guild, lihat!" seru Wendy sambil menunjukan guild mark di tangannya, guild mark Wendy berwarna biru langit.
"Wah, selamat kalian semua, aku juga ikut senang!" seru Lucy.
"Ehm, maaf menggangu kalian semua, karna hari ini spesial, kita kedatangan 6 anggota baru. Karna itu mari kita berpesta!" seru Keigo dari atas panggung, semua orang bersorak gembira, mereka menyelamati Lucy dan lainnya.
Sekarang sudah jam 7 pagi, semua orang masih tertidur di aula guild. Di salah satu sisi, kita bisa melihat Lucy dan Kiyo tidur bersebelahan, wajahnya terlihat sangat damai.
"Hey, sepertinya lebih baik kita tidak perlu membangunkan mereka, mereka sangat lucu!" seru seseorang.
"Aku setuju denganmu Retta! Mereka sangat manis saat berdua!" balas yang lainnya.
"Krystal! Retta! Bagaimana pun juga kita harus membangunkan mereka, ini sudah jam 7 pagi." ucap seseorang.
"Ah Viera, kau nggak seru!" seru Krystal di sambut dengan anggukan Retta. Viera hany memutar matanya.
"Baiklah, hey Lucy, Kiyo, cepatlah bangun!" seru Retta, tidak ada reaksi dari mereka berdua.
"Sepertinya kita harus berteriak," saran Viera "dalam hitungan ketiga, oke?"
"Satu..."
"Dua..."
"Tiga."
"LUCY! KIYO! CEPAT BANGUN!"
Tentu saja, mereka berdua langsung bangun seketika, wajah mereka terlihat kusut setelah di bangunkan dengan cara seperti itu.
"Hey! Kalian tidak perlu berteriak! Bisa tuli nanti aku kalau mendengar teriakan cempreng kalian bertiga!"
Dan alhasil, karna ucapan Kiyo tadi, sekarang dia sudah pingsan karna diserang oleh ketiga gadis itu.
"Ada apa ribut-ribut?" tanya Lucy sambil mengusap matanya.
"Oh, selamat pagi Lucy!" sapa ketiga gadis itu.
"Pagi, jam berapa sekarang?" tanyanya.
"Sekarang sudah jam 7 lebih, ayo cepat bangun, aku ingin mengajakmu melakukan misi hari ini." ucap Krystal, Lucy hanya mengangguk, mereka berempat berjalan menuju bar guild.
"Pagi Genta!" sapa Viera.
"Pagi juga Viera, kalian mau pesan apa?" tanya laki-laki berambut hitam itu, dari wajahnya sepertinya dia sudah berumur 30 tahun lebih.
"Aku mau pancake blueberry sama ice milk tea saja." pesan Krystal.
"Aku mau pancake coklat dan coklat hangat." pesan Altaretta.
"Aku mau roti bakar, dengan bacon dan telur setengah matang, lalu minumannya lemon tea hangat." pesan Viera.
"Aku mau waffle dengan selai strawberry dan minumnya milkshake strawberry." pesan Lucy.
"Baiklah, aku akan segera membuatnya." ujar Genta.
Setelah sekitar 15 menit menunggu, makanan pun datang.
"Ini dia pesanan kalian." ucap Genta sambil menaruh pesanan mereka di meja.
"Terima kasih Genta, oh ya, kenalkan ini Lucy, kau belum semoat berkenalan dengannya kan?" ujar Krystal.
"Jadi ini Lucy, hai Lucy, namaku Genta, aku yang memiliki bar di guild ini." sapa Genta.
"Hai juga Genta-san, aku Lucy, senang bertemu denganmu."
"Baiklah, aku harus pergi dulu, selamat menikmati makanan kalian." pamit Genta lalu pergi ke bar.
Para gadis mulai memakan makanan mereka dengan nikmat, diselingi dengan bercandaa. Setelah selesai mereka langsung berjalan menuju papan permintaan.
"Hey, apa kalian menemukan job yang menarik?" tanya Retta.
"Aku belum menemukannya, bagaimana dengan kalian berdua?" tanya Viera.
"Begitu pula denganku." ujar Krystal.
"Bagaimana dengan ini? Menghancurkan sebuah dark guild yang menyerang sebuah kota, bayarannya juga lumayan 500.000 jewels." ucap Lucy sambil memberikan posternya ke Retta.
"Boleh juga, kalian setuju?" tanya Retta.
"Baiklah, sepertinya akan seru." ujar Viera di sambut anggukan dari Krystal.
"Baiklah, kita akan berangkat 1 jam lagi, ayo bersiap-siap, dan kita bertemu lagi di stasiun, oke?" jelas Retta, semuany mengangguk dan pergi ke rumah masing-masing untuk bersiap-siap.
"Oh ya Lucy." panggil Krystal, mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah mereka.
"Ada apa?" tanya Lucy.
"Begini, kemarin saat kita bertarung melawan dark guild itu, aku menemukan sesuatu," Krystal merogoh kantung jaketnya, mengambil sesuatu dan memperlihatkannya kepada Lucy "kau tau apa ini?"
Lucy tersentak saat melihat benda itu, "itu kan salah satu celestial key? Tapi, kenapa itu berwarna merah ruby? Aku tidak pernah melihatnya." ujar Lucy.
"Benarkah? Kalau begitu kunci ini untukmu saja." ucap Krystal sambil memberi kuncinya kepada Lucy.
"Kau memberikannya kepadaku?" tanya Lucy.
"Ya, selain itu, aku bukan Celestial Mage, aku tidak tau cara menggunakannya." jelas Krystal di balas dengan anggukan Lucy.
"Baiklah, terima kasih Krys."
"Sama-sama."
"Oh ya, kita masih punya waktu kan? Aku ingin tau kunci apa ini, ayo kita kesana." ucap Lucy sambil menunjuk sebuah lapangan. Krystal mengangguk setuju dan mereka berjalan menuju lapangan itu.
Setelah sampai, Lucy mulai melakukan hal yang biasa ia lakukan saat memanggil roh bintang baru.
"Aku orang yang terhubung dengan dunia roh bintang memintamu untuk menjawabku, aku buka gerbang dari roh bintang!" seru Lucy, kunci itu mengeluarkan cahaya, dan seseorang muncul di depan Lucy.
"Halo Lucy-sama, ada perlu apa memanggilku?" tanya seorang perempuan, wajahnya sangat cantik, dia mempunyai rambut berwarna merah menyala, bermata oranye dan memakai gaun ala dewi yunani berwarna merah dengan motif api di ujung gaunnya.
"Apa kau roh bintang juga?" tanya Lucy.
"Ya, namaku Hemera, aku adalah Dewi Matahari, salah satu dari 6 roh dewa-dewi yunani." jelas Hemera.
"Wow, aku tidak pernah mendengar kalau kunci seperti itu ada." ujar Lucy.
"Ya, sama seperti kunci zodiak, kunci kami sangatlah langka, hanya beberapa orang di dunia ini yang mempunyai kunci itu." ujar Hemera dan membuat Lucy kagum.
"Akan aku jelaskan lebih lanjut, kunci kami terdiri dari Zeus dewa petir, Poisedon dewa laut/air, Erebus dewa kegelapan, Gaea dewi bumi, Hemera dewi matahari/api, dan Theia dewi cahaya, dan sekarang kau sudah memiliki kunci dewi api, oh ya, aku mempunyai 1 kunci lagi, yaitu Erebus, dewa kegelapan, aku ingin kau memilikinya," jelas Hemera sambil memberikan kunci berwarna hitam obsidian kepada Lucy "baiklah Lucy, aku harus kembali, dan aku bisa dipanggil kapanpun kau membutuhkan ku, permisi." setelah mengatakan itu, Hemera langsung menghilang.
"Wow Lucy, sekarang kau mempunyai 2 kunci! Dan sepertinya merek kuat-kuat." ucap Krystal.
"Yah, sepertinya begitu, baiklah, aku akan memanggil 1 roh lagi, lalu kita langsung pulang, oke?" ucap Lucy, lalu mulai memanggil roh Erebus.
Lalu muncul seorang laki-laki berparas tampan dengan berambut hitam, bermata ungu gelap, dan memakai baju ala dewa yunani berwarna hitam, dan sepatu sendal berwarna hitam.
"Halo Lucy-sama, namaku Erebus, sepertinya tadi Hemera sudah menjelaskan semuanya kepadamu, jadi aku tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi, lalu aku bisa di panggil kapanpun kau membutuhkanku, aku permisi." lalu Erebus menghilang dari hadapan mereka berdua.
"Sepertinya dia tipe orang yang kurang bergaul ya." ujar Krystal, Lucy pun mengiyakan perkataan Krystal tadi.
"Sepertinya, oh ya kita harus bergegas! Kita tidak punya waktu lagi." ujar Lucy sambil menarik Krystal menjauh dari lapangan menujh rumah mereka.
Tidak butuh waktu lama untuk bersiap-siap, setelah itu mereka langsung berlari menuju stasiun untuk bertemu dengan Altaretta dan Viera.
"Hosh...hosh...apha...khalian...telahh...menunggu...lhama?" tanya Krystal, dia sudah kehabisan nafas karna berlari tadi, Lucy pun juga sama.
"Tidak juga, oh ya aku sudah membeli tiket untuk kita berempat, ayo kita harus segera naik, kalau tidak nanti kita akan ketinggalan." jelas Retta.
Keempat gadis itu berjalan menuju salah satu kereta, mencari tempat duduk yang kosong, dan menempatinya. Tidak lama kemudian kereta mulai berangkat, para gadis mulai bergosip tentang laki-laki di guild.
"Menurutku ya, Kiyo dan Ren itu sungguh kekanakan." ujar Krystal, para gadis yang lain juga setuju.
"Tapi, setidaknya Ren itu lebih baik dari pada Kiyo, dan Ren lebih keren dari pada Kiyo." ucap Retta.
"Hoo, jadi ceritanya kau suka sama Ren begitu?" sindir Viera.
"Apa? Aku tidak suka kepadanya!"
"Ayolah, tidak usah malu-malu!" ucap Lucy.
Ketiga gadis itu hanya tertawa melihat wajah Retta yang memerah.
"Sudahlah, berhenti mengodaiku!" ucal Retta kesal.
"Baiklah baiklah, oh ya Lucy, bagaimana hubunganmu dengan Kiyo?" tanya Krystal dan lertanyaan itu sukses membuat pipinya memerah.
"Apa maksudmu? Aku dan Kiyo tidak ada hubungan apa-apa!" ujar Lucy.
"Hoo, jadi bisa kau jelaskan kenapa kau tidur bersebelahan dengannya tadi pagi?" tanya Viera, Krystal dan Retta tertawa kencang.
"Aku tidak tidur bersebelahan dengannya." ujar Lucy, mukanya sekarang sudah merah padam.
"Ah ayolah Lucy, mau bukti?" Retta mengeluarkan sebuat lacrima kecil, dan menampilkan sebuah foto dimana Lucy dan Kiyo tidur bersebelahan.
"Itu...ngg...ah sudahlah, ganti topik...ganti topik!"
Ketiga gadis itu tertawa lagi karna reaksi Lucy saat diberikan foto itu, oh sungguh malang nasibmu Luce.
"Oh ya, kau sudah bertemu dengan Zero dan Rafi belum?" tanya Viera.
"Belum, memang siapa mereka?" tanya Lucy.
"Mereka adalah S class mage di guild kita, kau tau? Mereka itu sangat kuat! Zero jarang memakai kekuatan sihirnya, dia lebih suka menggunakan pedang, lalu untuk Rafi, sebenarnya kekuatannya sedikit aneh, karna dia bisa memanjangkan tubuhnya sesuka hati, bisa dibilang sihirnya merubah bagian tubuhnya menjadi karet, walau begitu tapi jangan anggap remeh dia, bahkan saat Kiyo mengajaknya duel, Kiyo langsung kalah dalam 1 kali serangan." jelas Krystal panjang lebar.
"Yup, hanya saja Zero lebih pendiam, suka tidur, suka minum sake, kalau Rafi, dia sangat suka makan, apapun dia makan, kalau Zero pendiam, Rafi malah kebalikannya, malah bisa dibilang dia lebih idiot dari pada Kiyo." tambah Retta. Lucy pun ber'oh' ria dan menganggukan kepalanya.
"Berbicara tentang sihir, aku penasaran, apa sihir kalian?" tanya Lucy.
"Kau belum tau ya? Baiklah, aku adalah Water Demon Slayer, sama seperti Ren, hanya saja dia petir, dan aku air, aku juga bisa menggunakan sihir penyembuh, tapi jarang kugunakan." jelas Krystal.
"Kalau aku Dreaming Magic, jadi aku bisa memanipulasi mimpiku menjadi kenyataan, sebenarnya sebelum itu aku suka tidur tiba-tiba, tapi begitulah cara kerja sihirku, tidur, bermimpi, dan membuatnya menjadi kenyataan." jelas Viera.
"Aku tidak pernah tau kalau sihir seperti itu ada." ucap Lucy.
"Tentu saja, karna hanya aku yang mempunyai sihir ini." ujar Viera dengan bangga.
"Haha, baiklah Viera, kalau aku Fencing Magic, jadi pedangku ini juga memiliki sihir, aku bisa melakukan apapun dengan pedangku ini, seperti menambah pedangku dari bayangan, menambah kecepatan bertarungku, kurang lebih sih seperti itu, selebihnya liat saja nanti." jelas Retta.
"Sihir kalian semua unik-unik ya." ucap Lucy.
"Karna dari itu, guild kami disebut juga 'guild dengan sihir-sihir unik.'" ucap Krystal.
Setelah berbincang-bincang lama, tidak kerasa kalau mereka hampir sampai ditempat tujuan mereka.
"Pemberhentian selanjutnya Stasiun Gliberrish, sekali lagi..."
"Kita hampir sampai, ayo bersiap-siap." ucap Lucy.
Para gadis pun mulai bersiap-siap, kereta pun berhenti, para gadis turun dari kereta, berjalan menuju sebuah kota, kota itu bernama Gliberrrish, dan sepertinya ini kota perdagangan.
"Bagaimana kalau kita mencari tempat menginap dulu baru pergi ke rumah mayor kota ini?" usul Viera.
Semuanya setuju dengan usul Viera, mereka mulai mencari penginapan yang terjangkau, lalu memesan kamar untuk mereka berempat, beristirahat sebentar, lalu berangkat menuju tempat mayor itu tinggal.
"Permisi, kami dari Scarlet Destiny ingin bertemu denga mayor kota ini." ucap Krystal, lalu pintu pun terbuka, menampakkan seorang perempuan dengan baju maid.
"Bisakah kalian memperlihatkan guild mark kalian?" tanya maid itu.
Lalu para gadis mulai memperlihatkan guild mark mereka.
"Kalian benar, ayo masuk, tuan sudah menunggu kehadiran kalian." ucap maid itu sambil membukakan pintu untuk mereka.
Para gadis memasuki rumah itu, berjalan kesebuah ruangan, sepertinya ruang kerja.
"Aku sudah menunggu kedatangan kalian! Silahkan duduk dulu, baru aku akan menjelaskan tugas kalian." ucapnya. Mereka pun mulai duduk, tapi karna kursinya hanya 2, cuma Lucy dan Retta yang duduk, Viera dan Krystal berdiri.
"Pertama, perkenalkan namaku Don, kalian bisa panggil aku Mayor Don."
"Baiklah Mayor Don, aku Altaretta, yang disampingku ini Lucy, dan yang berdiri ini adalah Krystal dan Viera." ujar Retta.
"Ok, sekarang ke tugas kalian, selama sebulan ini, sebuah dark guild menyerang kita, namanya adalah Black Khronos, menculik anak-anak, mengambil bahan makanan, kami tidak pernah tau kapan mereka akan menyerang lagi, tapi sekitar seminggu yang lalu, aku menyuruh seseorang untuk melacak mereka, tapi sampai sekarang dia belum kembali," jelasnya "aku ingin kalian menemukan guild itu, menghancurkannya, dan membawa anak-anak kembali dengan selamat."
"Tapi, kau sama sekali tidak tau lokasi dark guild itu?" tanya Viera, mayor pun menggeleng.
"Tidak, tapi menurut informasi yang ku dapat dari masyarakat sekitar, dark guild itu berada di sekitar barat daya hutan kota ini."
"Itu informasi yang cukup bagus, baiklah kita akan segera melaksanakannya." ujar Krystal.
"Terima kasih, kalian boleh pergi sekarang."
"Ayo, kita harus berangkat sekarang." ucap Lucy.
Mereka pun beranjak dari tempat duduknya, berjalan keluar dari rumah itu, dan berhenti di suatu tempat.
"Baiklah, kita harus dibagi menjadi 2 tim, Krystal dan Lucy akan mencari guild itu di hutan barat daya, lalu aku dan Retta akan mencari informasi dari masyarakat sekitar, lalu kita kumpul lagi saat jam makan malam nanti di restoran dekat penginapan, oke?" jelas Viera, mereka pun mengangguk setuju dengan usul Viera.
Lalu mereka berpencar untuk melakukan tugas masing-masing, Lucy dan Krystal berjalan menuju hutan barat daya, Viera dan Retta berusaha mencari informasi di kota ini.
"Lucy, menurutmu dimana lokasi guild itu?" tanya Krystal.
"Aku tidak tau, tapi ini dark guild kan? Pasti guild mereka berada di dalam hutan ini." ujar Lucy.
Mereka berdua pun masuk ke dalam hutan, sudah hampir setengah jam mereka berjalan tapi mereka tidak menemukan apa-apa.
"Kenapa tidak ada apa-apa disini? Membuatku kesal saja."
"Tenanglah Krys, disaat seperti ini kita harus tenang."
Krystal pun menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya, dia melihat ke sekelilingnya, lalu dia memicingkan matanya.
"Hey Lucy, sepertinya aku menemukan sesuatu, lihat!" ujar Krystal sambil menunjuk sesuatu, itu adalah sebuah bendera guild, dari gambar bendaranya sepertinya itu dark guild yang mereka cari.
"Ya, misi pertama sukses!" ujar Lucy, mereka pun beregas pergi dari situ, berharap tidak ada yang melihat mereka, kalau sampai itu terjadi mereka bisa dalam bahaya.
"Jadi kau sama sekali tidak tau apa-apa tentang dark guild ini?" tanya Retta, orang itu hanya menggelengkan kepalanya.
Retta menghela nafasnya "terima kasih."
"Retta!" teriak seseorang dari jauh.
"Viera! Apa kau menemukan sesuatu?"
"Ya cuma sedikit, katanya biasanya mereka menyerang kota ini saat malam hari."
"Ya lumayanlah dari pada tidak dapat apa-apa, ayo kita kembali ke penginapan, aku merasa mereka berdua sudah kembali." ajak Retta, dan mereka berdua berjalan menuju penginapan mereka.
Benar saja Krystal dan Lucy sudah sampai di penginapan mereka, wajah mereka terlihat lelah.
"Hei kalian berdua, apa kalian menemukan dimana lokasi guild itu?" tanya Viera.
"Tentu saja," ucap Lucy "guild mereka berada di pedalaman hutan, butuh waktu setengah jam untuk sampai kesana."
"Bagus, jadi kapan kita akan menyerang mereka?" tanya Retta.
"Lebih cepat, lebih baik."
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC~
Hai, ketemu lagi dengan saya, gimana chap 4? Seru ga? Kayaknya aku terlalu banyak memberikan dialog disini, tpi ga masalah kan?
Oh ya, kan aku udah jelasin tentang sihir mereka, kira-kira ada yang mau memberi saran untuk nama mantra-mantranya?
Dan untuk Biku-niichan, maaf ya kalau ocmu berbeda dari yang seharusnya karna aku pengen di guild ga ada yg benci Lucy :D
Makasih buat yang udh mau ngereview cerita ini, sampai jumpa di chap 5!
Mind to R&R?
-SkySorceress72-
