Aaa8. Aku Hanya Ingin Bahagia
.
.
Leteuk berdiri memandang taman lewat jendela kamarnya, tangannya dia tumpukkan diatas perutnya, ada guratan penyesalan diwajahnya.
"maafkan umma siwon, umma tak menyangka jika kau punya kekasih sebelumnya"
Siwon memandang leteuk yang membelakanginya, mereka sedang membicarakan alasan kedatangan donghae kerumahnya.
"aku tau, ini salahku yang tak jujur pada kalian soal kekasihku"
"umma yang salah, seharusnya umma bertanya dulu padamu sebelum umma membawanya kesini"
Siwon tersenyum, meski ada rasa kecewa dihatinya, dia menghampiri leteuk dan memeluk wanita yang menjadi ibunya.
"biar aku yang menjelaskan pada donghae, aku tau jika umma tak bisa bicara padanya"
Leteuk tersenyum, mengelus tangan anaknya yang melingkar diperutnya "trimakasih sayang"
.
.
Siang yang cerah, matahari bersahabat hari ini, musim dingin sudah tiba, berkat matahari yang terik, udara menjadi hangat hari ini.
Donghae memandang trotoar yang memprlihatkan beberapa orang berlalu lalang disana, dia sedang duduk didalam kedai eskrim, menunggu pesanannya datang sambil memandang kemanapun yang dapat dia pandang.
Meletakkan tangannya diatas meja, dia tersenyum ketika pesanannya sampai "trimakasih" donghae sedikit menunduk kepada pelayan yang memberikan pesanannya.
Matanya berbinar melihat eskrim sudah ada didepannya, kapan terakhir dia makan eskrim? Itu sudah lama sekali, mungkin setelah dua tahun kedatangannya kecina, pemberian yona, karna yona tak habis memakannya, itupun dia harus berperan sebagai anjing untuk mendapatkan eskrim.
Mengabil sendok, dia benar benar tak sabar untuk memakannya. Menghela nafas, tapi dia harus menunggu seseorang yang mengajaknya kesini, orang itu pergi untuk menerima telpon tadi, sudah lama, donghae sedikit bosan menunggu.
"kemana siwonie?" donghae memutar dimatanya, mengelilingi kedai, mencari siwon yang tadi mengajaknya kekedai eskrim.
Donghae tesenyum, siwon sudah terlihat, siwon berjalan kearahnya.
"maaf, aku terlalu lama"
Donghae tersenyum "tidak masalah"
"pesanannya sudah sampai, mengapa kau tak memakannya?"
"aku menunggumu"
"eskrim akan meleleh, aku sudah datang, makanlah"
Donghae menganggukan kepalanya, Matanya membulat, ada binaran kesenangan diwajahnya ketika satu sendok eskrim sampai dimulutnya "wahhh ini sangat enaakkk.. aku menyukainya haha" donghae tertawa, dan bersemangat makan, dia makan eskrim yang sudah lama tak ia rasakan, bajunya kembali kotor karna lelehan eskrim yang tak sampai dimulutnya'
Siwon makan sedikit, memandang donghae yang kembali makan seperti anak kecil, pandangannya sulit diartikan. Meletakkan sendok siwon tak bernafsu makan.
Dia hanya menatap donghae yang kini eskrim sudah hampir habis, bagaimana bisa dia makan secepat itu?
"donghae"
Donghae tersadar dari dunianya, dia melupakan jika siwon ada bersamanya, dia menghentikan cara makan brutalnya, memelankan sendok yang tadi sudah hampir masuk kedalam mulutnya. Donghae menatap siwon yang kini memandang jalan lewat jendela.
"apa kau ingat tempat ini?
Donghae menatap bingung siwon, dan memutar pandangannya kesekeliling kedai eskrim yang mereka singgahi, dahinya mengkerut, dia tak mengingat tempat ini.
Siwon mengalihkan pandangannya, dia menatap donghae yang terlihat kebingungan.
"kau mungkin sudah melupakannya"
Kembali donghae memandang bingung siwon.
"donghae.. kita pernah makan eskrim disini dulu, tempat diamana kita makan eskrim sebelum kita menikah"
"benarkah?" donghae terlihat bahagia, dia tersenyum dan kembali menatap sekekeliling, tapi kembali dia tak mengingatnya.
"tempat ini sudah berubah, mungkin itu yang membuatmu tak mengingatnya"
Donghae mengangguk, pantas dia tak mengingat sama sekali.
Siwon memandang kedalam kedai "tempat ini memiliki banyak kenangan, aku dan kyuhyun sering makan eskrim disini, ketika kami bermain ditaman, dan ketika kami pulang sekolah" siwon tersenyum mengingatnya, matanya masih belum memandang donghae yang terdiam menatapnya "kyuhyun sangat menyukai eskrim, dan aku senang melihat bagaimana binar matanya ketika dia melihat eskrim"
Donghae tersenyum, "hmm.. kyuhyunie memang sangat menyukai eskrim" dia memandang jendela, donghae pernah harus menerima hukuman karna tak sengaja memakan eskrim kyuhyun yang terabaikan dimeja, donghae ingat, waktu itu kyuhyun meninggalkan eskrimnya karna dia harus pergi ketoilet, donghae yang melihat eskrim yang terabaikan dia langsung memakannya karna dia sungguh menginginkannya.
Kyuhyun kembali dan dia menangis ketika donghae memakan eskrimnya, ummanya datang dan memberikan hukuman padanya, donghae harus jalan terpincang karna ummanya memukul kakinya dengan kayu sapu berkali kali.
Tapi esoknya kyuhyun datang padanya dan meminta maaf sambil membawakan eskrim untuk donghae.
"maafkan aku karna mengenang adikmu, karna setiap kali kesinii aku selalu teringat tentangnya" siwon memberikan tisu yang ada diatas meja kepada donghae.
Dengan kikuk donghae menerima, dia membesihkan cepat wajahnya, pasti wajahnya sangat berantakkan. "tidak apa apa, aku juga merindukannya"
Siwon memandang datar donghae yang terlihat salah tingkah didepannya "setelah dia tak ada, kau datang menghiburku, kemudian kita dekat dan menjadi teman, aku merasa kyuhyun meninggalkan mu untuk menemaniku"
Donghae diam memandang siwon yang kini menatapnya.
"kau tau aku sungguh bahagia kau hadir, menghilangkan kesedihanku karna kehilangan kyuhyun, dan aku berjanji setelahnya untuk tidak akan membiarkan mu pergi dariku, sampai aku menikahi mu agar kau tak pergi" siwon terkekeh "lucu sekali bukan, itu pemikiran polos diriku waktu kecil agar kau tak pergi meninggalkanku"
Siwon menghela nafas dan memainkan eskrim yang mulai meleleh dengan sendok "tapi kenyataannya kau pergi meninggalkanku, aku sedih setelah kau pergi, bahkan aku mengurung diri setelah kepergian mu"
"sampai..." siwon kembali mengankat kepalanya, menatap donghae yang diam mendengarkannya " aku mendengar kabar jika aku akan memiliki adik, aku sungguh senang ketika itu, henry hadir dan memberiku keceriaan kembali"
"donghae ..., masa kecil kita adalah masa dimana kita belum bisa berfikir dewasa, melakukan apapun untuk mempertahankan milik kita"
"semua sudah berlalu, sama seperti kedai ini yang akan berubah, masa kecil tak sama dengan sekarang, dulu aku menganggapmu sebagai milikku, tapi ...sekarang kau hanyalah teman untukku"
"soal kedatanganmu kesini, aku sudah tau, aku tak tau kau mengharapkan atau tidak, dengan usulan perjodohan dari orang tua ku, tapi melihat kau mau datang jauh kesini, aku yakin jika kau menginginkan, tapi ... " siwon menghela nafas, dia benar benar ingin mengakhiri percakapan ini "aku minta maaf, karna aku tak bisa menerima perjodohan ini"
Mata donghae membulat, dia diam memandang siwon "apa maksud mu?"
"aku sudah memiliki kekasih dan hanya dia yang akan aku nikahi, aku sangat mencintai kekasihku, jadi aku berharap kau bisa mengerti'
Donghae terlihat shok dia hanya diam memandang siwon yang kini menyentuh tangannya yang diletakkan diatas meja "aku akan menjadi teman yang baik untukmu"
Donghae mencoba tersenyum, ada sesuatu yang terasa sakit dihatinya, meski dia tak tau apa "hmm" hanya gumaman yang keluar dari mulut donghae sambil mengangguk.
"aku mengajakmu kesini karna aku ingin membicarakan ini, maaf jika aku terlalu banyak bicara" siwon melepaskan tangannya "terimakasih karna kau mau mengerti, hmmm... " siwon terlihat ragu untuk berucap "apa kau bisa pulang sendiri?"
Belum memproses perkataan siwon, donghae masih dalam lamunan meski wajahnya tersenyum dan mengarah kesiwon, dia hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut siwon.
Siwon tersenyum "aku harus pergi, aku memiliki urusan setelah ini, sekali lagi trimakasih karna telah memahami"
Siwon berlalu setelah mengelus lembut kepala donghae, meninggalkan donghae yang menatap sedih kearahnya, donghae menundukkan wajahnya, dia ingin menangis, tapi dia tak bisa menangis, air matanya sangat sulit keluar, harapan kebahaiaan dia hanya siwon tapi kenyataannya.. "siwonie.."
.
.
Yunho memandang wajah tampannya pada kaca dikamarnya, dia tersenyum senyum sendiri melihat ketampanannya "kau benar benar tampan yun, pantas saja para wanita tak bisa berpaling padamu" yunho berkata pada pantulan kaca didepannya.
"kau terlalu percaya diri, kau akan ditinggalkan wanita jika mereka mendengar ucapanmu barusan"
Yunho memutar malas matanya, sejak kapan pria tua itu sudah ada dikamarnya. "kau hanya iri dengan ketampananku, masa muda mu sangat menyedihkan karna tidak memiliki ketampanan seperti ku"
Yonchun pria tua yang kini duduk dikasur yunho itu memandang malas pada anaknya "aku ini sang casanova, banyak wanita yang mengantri untuk menjadi kekasihku, kau fikir wajahmu itu diturunkan dari siapa?"
Yunho membalikkan tubuhnya, dia menatap malas ayahnya "berhenti memanggakan diri orang tua, ada apa kau kekamar ku?"
" kau yang memulai"
Yunho mengankat acuh bahunya, dia berjalan kelemari pakaiannya.
"kau mau kemana?"
yunho mengambil jas didalam lemarinya, "ini malam minggu, dan sebagai pria tampan tak pantas rasanya jika kau berada didalam rumah"
yonchun terkekeh, merebahkan tubuhnya pada kasur anaknya "aku tak perlu berpenampilan seformal itu untuk memikat gadis"
"itu karna kau tak mengerti style, hei kau belum menjawab pertanyaanku, mengapa kau ada dikamarku?"
"aku hanya ingin mengobrol padamu, seharian kau sibuk, padahal kau yang menyuruhku tinggal menemanimu"
Yunho tersenyum, dia menghampiri ayahnya dan duduk dipinggir kasur, jas hitam sudah dikenakannya "aku sedang mencari jejaknya, yang ku tau dia tinggal dichina sekarang"
Yonchun menatap anaknya, dia duduk menegakkan tubuhnya "secepat itu? Jangan berbohong, aku bahkan tak bisa menemukannya selama ini"
Yunho tersenyum "aku menggunakan cara modern, sedangkan menggunakan cara kuno, jelas aku lebih unggul darimu"
Pria tua itu memutar malas matanya "lalu kau tau dimana dia tinggal sekarang"
"aku belum mengetahui soal itu, aku hanya mengetahui jika dia pindah kechina setelah ibunya meninggal, anak buahku baru akan berangkat besok untuk mencarinya"
"aku harap kau bisa cepat menemukannya"
Yunho tersenyum dan berdiri "baiklah aku akan berangkat sekarang, kau jadilah ayah yang baik dirumah"
"apa maksudmu? Mana ada anak berpesan seperti itu pada ayahnya"
Yunho terkekeh, dia berjalan menuju pintu untuk keluar.
"yun"
Yunho berbalik menghadap yonchun duduk dikasur menatap dirinya.
"trimakasih"
Yunho tersenyum dan berlalu setelahnya.
.
.
Siwon keluar dari kamarnya, dia menatap pintu kamar donghae sejenak, seharusnya mereka berangkat bersama malam ini, tapi donghae belum pulang sejak dia meninggalkannya dikedai tadi.
Berfikir jika donghae ingin menenangkan dirinya, dia meninggalkan kamar donghae turun dari tangga melihat keadaan ruamahnya yang sepi seperti biasa, orang tuanya pergi, adiknya sudah berangkat bersama kekasihnya.
.
.
Dongahe berjalan lemah, sudah hampir malam ketika dia keluar dari kedai eskrim, dia tak bisa pulang karna dia tak membawa uang, bersukur siwon sudah membayar eskrim mereka, berjalan tak tau arah, ingin sekali dia pulang merebahan tubuhnya, tapi bagaimana dia pulang, bahkan dia tak tau dimana dia sekarang, jalanan ini sepi, bahkan langitpun sudah gelap, menatap sekeliling hanya ada beberapa mobil yang berlalu lalang.
Udara semakin dingin, dan donghae hanya menggunakan dress berwarna hijau melekat ditubuhnya, dongahe memeluk tubuhnya ketika dia sudah benar benar merasa kedinginan. Dan dongae sungguh sangat lapar hari ini, udara dingin dan patahati membuat perutnya tak terkontrol hari ini.
"ummaa.. appa.. hae lapar"
.
.
Mobil jaguar hitam berjalan dijalan, pria tampan yang mengendarainya, pria itu bersenandung mengikuti alunan lagu yang terdengar didalam mobilnya. Tangannya dia ketuk ketukkan distir mobilnya, menganggukan kepalanya mengikuti alunan musik.
Menatap kaca depan mobilnya "hujan?' pria itu tersenyum, ketika rintikan hujan mengenai mobilnya.
hujan selalu mengingatkannya pada masa lalu, "bagaimana dia sekarang?" pria itu tersenyum, dan mempercepat laju mobilnya
.
Dongahe merasakan jika tetesan air mengenai tubuhnya, dongahe mendongakkan kepalanya dan mengulurkan satu tangannya untuk menerima rintikan air itu "hujan?" donghae tersenyum, dia menyukai hujan.
Terdiam lama menatap hujan, sampai hujan perlahan semakin deras turun, donghae tersadar dari kekagumannya, Dia melihat sekeliling, tak ada tempat untuk berteduh, dia tak boleh pulang dengan keadaan basah, dia mulai panik, mengingat masa lalu, diamana baju basahnya terkena hujan kemudian dia tak boleh menggantinya sampai baju itu kering dengan sendirinya, mendapat hukuman tak makan dan tidur diluar, bersyukur daya tahan tubuh donghae kuat hingga dia hanya flu setelahnya, tidak mendapatkan penyakit parah setelah tidur diluar dalam keadaan basah.
Dia berlari mengikuti trotoar disamping jalan raya, bajunya kini sudah mulai basah, dia sudah lelah dan dia pasrah hingga dia terduduk ditrotroar dipinggir jalan, hujan semakin deras mengguyur tubuhnya, donghae memeluk dirinya, dirinya sudah mulai merasa lelah dan dingin, mengingat ini bukan hujan dimusim semi, ini hujan dimusim dingin.
.
.
Siwon ada didalam mobil, dia melajukan mobil dalam dalam kecepatan sedang, tak perlu terburu, mengingat acara masih satu jam lagi dimulai.
Menatap jalan, hujan terlihat semakin deras turun "apa dia sudah pulang? " ada rasa khawatir dalam dirinya, tapi... " dia sudah bersar, buat apa aku menghawatirkannya, dia pasti bisa pulang sendiri"
Mengangkat acuh bahunya siwon mengendari mobil sambil bersenandung mengikuti alunan musik dimobilnya.
.
.
Wajah pria itu mengkerut, merasa mellihat seseorang yang sedang duduk dirotoar, ini hujan, mengapa orang itu hanya diam tanpa berpayung.
Pria yang berada didalam mobil itu menghantikan mobilnya, memarkirkan mobilnya didekat seorang yang jelas ketika dia perhatikan semakin dekat jika itu seorang wanita, sebenarnya berfikir paranoid, jika itu hantu, tapi jiwa kebaikannya mengatakan jika itu adalah manusia yang mungkin sedang kehujanan.
Wanita itu masih menyembunyikan wajahnya pada lututnya, dia tak menyadari jika ada lampu mobil yang menyorotnya.
Pria itu mecari sesuatu dibangku belakang, seingatnya dia meletakkan payung disana., tersenyum ketika dia menemukannya.
Dia keluar dan mengunakan payung itu untuk menghalaunya dari tetesan hujan yang membasahi tubuhnya.
Pria itu terdiam ketika melihat pemandangan didepannya, merasa familiar dengan keadaan ini, melihat wanita yang meringkuk memeluk dirinya ditengah hujan deras.
.
.
"hei.. apa yang kau lakukan disini?"
Donghae tersentak ketika mendengar suara yang bertanya padanya, dia mendongakkan kepalanya ketika melihat siapa yang bertanya padanya.
"owhh... kau.. temannya siwon?" orang itu terlihat terkejut.
Donghae menatap bingung pria yang kini terkejut sambil memayunginya, "kau siapa?"
"ahh.. kau melupakan ku?"
Donghae mengerjapkan matanya, wajahnya sudah tak terkena rintikan hujan karna pria yang berdiri didepannya kini sedang memayunginya.
Pria itu tersenyum, menjulurkan tangannya untuk membantu donghae untuk bangun. "bangunlah.."
Donghae menyambut dengan ragu, dia berdiri sedikit kesusahan karna tubuhnya lemas.
"kau tidak apa apa?" pria itu terlihat khawatir.
Dongahe menggeleng lucu "aku baik baik saja"
Kembali pria itu tersenyum "baguslah, aku ingin bertanya apa yang kau lakukan disini?," pria itu sedikit menyudutkan, dan berfikir sejenak ketika donghae hanya menatapnya penuh kebingungan " disini hujan dan aku ingin menghadiri acara, jadi lebih baik aku bertanya ketika kita didalam mobil, kau pasti kedinginan"
Donghae menatap polos, dia mengangguk lucu.
"ais.. kau itu lucu sekali" pria itu terlihat berbinar dengan pandangan lugu donghae
Dongahae hanya mengerjapkan matanya, Pria itu terkekeh "mari kemobil, aku memiliki penghangat didalam mobil"
Donghae bingung dan bertanya dalam hatinya, siapa pria ini? Seperti pernah melihat tapi dia tak tau siapa? Jadi donghae hanya diam ketika pria itu mengajaknya, pria itu tersenyum ketika melihat keraguan dan ketakutan donghae.
"tenanglah, aku ini orang baik dan aku teman siwon, bahkan kita pernah bertemu sebelumnya."pria itu menarik pergelangan tangan donghae, dan berjalan kearah mobil " sebernarnya aku kecewa karna kau melupakanku, tapi... tidak masalah, yang penting hangatkan dulu tubuh mu dan aku akan memperkenalkan diriku kembali"
Donghae mengerjapkan matanya ketika pria itu membukakan pintu mobil untuknya, "masuklah"pria itu tersenyum.
Dengan ragu donghae berkata "tapi aku basah, mobilmu akan ikut basah nanti"
"tidak masalah, aku akan mengeringkannya nanti"
Pria itu menutup pintu setelah donghae masuk, berputar untuk mengambil posisi duduk dibangku pengendara, sebelumnya dia kebelakang untuk mengambil selimut yang dia letakkan dibagasi.
"nahh.. pakailah selimut ini, aku yakin kau sangat kedinginan"
Pria itu memberikan donghae selimut yang tadi dia ambil dari bagasi mobil.
"trimakasih" donghae mengambil dengan ragu, dan menyelimuti tubuhnya.
Pria itu tersenyum, dan menyalakan mesin mobilnya, "ahh.. aku yunho, jung yunho"
"hmm? Jung yunho"
Pria itu tersenyum kepada donghae,"kita pernah bertemu sebelumnya, dikaffe ketika siwon mengajakmu"
Donghae masih terlihat bingung, selama pertemuan itu dia hanya menunduk dan tak memperhatikan mereka, jadi wajar jika dia hanya samar mengingat wajah yunho, lagi disana bukan hanya yunho yang berkenalan dengannya.
"ahh sayang sekali jika kau tak mengingat ku, tapi tak masalah kau harus mengingatku setelah ini" yunho tersenyum kepada donghae ketika donghae mengangguk.
'aiss mengapa wanita ini sangat menggemaskan' fikir yunho ketik melihat bagaimana donghae mengagguk lucu padanya.
"ahh..kau terlihat lebih muda dariku, jadi... panggil aku oppa"
"oppa?"
"iya" yunho terlihat bersemangat, dia teringat waktunya "ahh aku lupa, aku harus menghadiri ulangtahun heechul malam ini, dia akan mengamuk jika telat, hmm kau mengenal heechul kan?"
Donghae terlihat berfikir, heechul wanita yang terlihat jutek tapi sangat cantik, dongahe mengingatnya, wanita itu selalu berkata pedas padanya.
Donghae hanya mengangguk, tanpa bersuara.
Kembali yunho menjadi gemas, ingin sekali memeluk donghae dan mengurungnya dikamar agar bisa dia peluk sepuasnya, tapi dia menahannya, dia tak ingin dikatakan mesum karna merasa gemas dengan tingkah lugu wanita yang duduk disampingnya.
Yunho menjalankan mobil "aku ingin mengantar mu pulang, tapi mungkin akan banyak memakan waktu, bagaimana jika kau ikut bersama ku kesana?"
Donghae menatap pakaian basahnya yang tertutup selimut. "bajuku basah"
"kau tenang saja, aku akan mengurusnya" yunho tersenyum penuh arti. Dan donghae hanya diam menatap bingung yunho.
.
Kapal pesiar megah dengan hiasan cahaya lampu yang terlihat menawan, kapal pesiar itu terlihat mewah dan didatangi oleh orang orang berpenampilan elegan dan menawan, semua wanita memakai gaun menawan dan mahal, wajah mereka dihiasi oleh make up yang membuat wajah mereka terlihat menarik, para pria memakai jas formal yang mahal dan terkesan mewah menggambarkan jika mereka bukan lah pria biasa, hujan yang tadi mengguyur membasahi karpet merah yang disediakan oleh para undangan yang datang, hujan kini hanya rintik rintik, menhabiskan hujan yang tadi mengguyur lebat,membuat sang pemilik acara dikapal pesiar bernafas lega.
Para wartawan berdiri menunggu siapa saja yang keluar dari dalam mobil yang datang, dan berjalan dikarpet merah, layaknya acara penghargaan untuk para artis, para wartawan memfoto mereka yang berjalan dan memandang kagum pada tamu yang terlihat menawan.
Donghae keluar dengan tampang bingungnya ketika yunho membukan pintu untuknya, dia sunguh terlihat cantik malam ini, yunho yang membawanya kesalon dan butik tadi, meski sedikit memakan waktu, tapi dia yakin jika dia belum telat datang.
Yunho tersenyum ketika donghae menyambut tangannya, dia benar benar merasakan sesuatu yang berbeda melihat wajah cantik wanita yang kini terlihat gugup
"apa ini yang pertama untuk mu?"
Donghae menatap yunho dan mengangguk.
"peganglah tanganku jika kau gugup" yunho meletakkan satu tangan donghae pada lenganya, mereka berjalan bersama.
Donghae mengencangkan pegangannya pada lengan yunho, dia benar benar gugup melihat para wartawan memberikan cahaya yang keluar dari kamera mereka. Yunho merasakannya, dia mengelus tangan donghae yang semakin kencang menggenggam lengannya.
.
Didalam kapal pesiar itu dihiasi dengan dekorasi yang indah dan menawan, para tamu terkagum melihat keindahannya, mereka semua berkumpul didalam, dan berbica sambil mengagumi pesta yang dibuat indah dan sangat megah.
Sang pemilik acara belum menampakkan wajahnya, dia masih bersembunyi untuk memberi kejutan untuk para tamu yang datang.
Siwon sedang bersama hangeng, berbicara pada tamu yang kebetulan mereka kenal, tamu disini sebagian besar adalah tamu heechul yang terdiri dari pelanggan dari kalangan atas dan para artis beserta modelnya.
Zoumi terlihat sedang membujuk kekasihnya yang sedang merajuk, entah karena apa, mereka berdua sedang duduk dibangku yang disediakan, siwon hanya menggeleng melihat tingkah adiknya yang tak pernah dewasa.
Siwon dan hangeng sedang asik berbicara, ketika yunho datang dengan senyum mengembang menyambut sapaan para tamu yang mengenalnya, para wanita memandang dan berbisik tentang siapa wanita yang dirangkul yunho pada malam ini.
Yunho sudah memiliki kekasih, dan semua orang tau itu, mengingat mereka pernah ada dimedia, yunho seorang pengusaha besar, dan jaejong kekasihnya seorang koki yang wajahnya selalu tampil ditelevisi, tapi malam ini pria itu bersama wanita yang bukan kekasihnya.
Dongahe masih terlihat gugup, ketika melihat pandangan aneh orang orang yang menatapnya, malam ini donghae didandani dengan sangat cantik, tapi dia tetap tak percaya diri, semua memandang seolah ingin menendang dan dia sungguh tersingkir akan hal itu.
Percakapan hangeng, siwon dan kolega mereka terhenti, ketika menyadari ada bisik bisik tentang yunho, menatap malas pria yang kini tebar pesona pada wanita dan siapapun yang menayapanya, siwon dan hangeng menyadari jika yunho tak sendiri, tak jelas dengan wajah siapa yang dibawa yunho karna wanita itu kini menutup dirinya pada lengan yunho.
"siapa yang dibawa yunho" hangeng berkata, dan meminum wine digelasnya.
Siwon mengankat bahu. "entahlah, tapi ku yakin jika wanita itu tak secantik jaejong"
Hangeng mengangguk, dia mengiyakan melihat bagaimana wanita itu terlihat kurus dan dan tak tinggi, bahkan terlihat sulit dengan sepatu yang dia gunakan.
"lihatlah cara jalannya"
Siwon tersenyum, "benar, mungkin yunho bertemu dijalan"
Hangeng terkekeh "dia merasa marah ketika kekasihnya menyuruhnya datang sendiri, bukankah dia tak suka datang sendiri ketika dipesta?"
Siwon mengiyakan, dia mengkerutkan keningnya, ketika merasa mengenali tubuh wanita itu, rambut wanita itu digerai, dan diberi gelombang, warna rambutnya hitam, dan entahlah siwon merasa familiar dengan tubuh kecil itu.
Dia masih belum bisa melihat jelas, karna sekarang wanita itu terhalang oleh orang yang berdiri tak jauh darinya, yunho masih berbincang dan belum mendatangi mereka.
Hangeng menegur dan siwon tersadar. "owh.. aku merasa mengenal wanita itu"
"benarkah?" hangeng kembali menatap yunho dan wanita yang merangkul lengan yunho.
Yunho tersenyum dan melambaikan tangan ketika melihat dua sahabatnya yang sedang berdiri menatapnya. Siwon dan hangeng hanya menatap malas, mereka membuang wajah dan kembali berbicara pada kolega mereka. Yunho cemberut, tapi tetap melangkah kearah sahabatnya, setelah tersenyum pada donghae yang terlihat sedikit berbeda malam ini.
Pembawa acara berbicara ketika yunho hampir menyapa hangeng dan siwon, pandangan mereka tertuju kepada pembawa acara yang berdiri dipanggung yang disediakan dipesta untuk pemain musik yang dibayar untuk memeriahkan pesta ulang tahun heechul.
Hangeng dan siwon menyedari jika yunho datang ingin berbalik menghadap yunho, tapi diurungkan karna kini pandangan mereka tertuju pada tiga wanita yang kini sudah berdiri diatas panggug, tiga wanita cantik dengan kulit putih dan rambut hitam, wajah yang dipoles sedemikian rupa mempercantik wajah yang memang sudah dari awal memang cantik.
Yunho bahkan tak berkedip, donghae agak kesulitan melihat mengingat dia berdiri diantara pria pria tinggi, bahkan haknya pun tak bisa membuat tubuhnya mengalahkan tinggi pria yang kini menghalangi pandangannya.
Semua mata yang melihat sedikit berhenti bernafas, 'bagaimana ada wanita secantik itu?' fikir mereka bersama, bahkan artis dan model yang datang tak bisa mengalahkan kecantikan ketiga wanita yang kini berdiri diatas panggung.
"mereka terlalu pamer" henry berkata ketus, tapi dia tersenyum setelahnya, ketika melihat bagaimana tiga wanita itu kini sedang tersenyum, memutar pandangannya dahinya berkerut ketika melihat donghae yang sedang merangkul yunho "apa wanita itu kini sedang merayu yunho oppa?". Wajahnya menampakkan ketidak sukaan, dia sangat tidak menyukai donghae semenjak dia tau jika donghae mengaku sebagai istri kakaknya, 'tidakkah dia tau diri bagaimana tampangnya yang seperti anak kecil!' itulah fikir henry'
"kau berbicara sesuatu?"
Henry tersentak dari lamunannya ketika zoumi yang duduk disampingnya menyentuh lengannya.
"tidak" hanya jawaban singkat yang diberikan henry, zhoumi merasa tak ingin bertanya lebih lanjut, mengetahui bagaimana sifat kekasihnya yang terlihat tak ingin diganggu dia kembali mendengarkan suara pembawa acara yang kini sedang mempersilahkan heechul untuk berbicara.
heechul salah satu wanita yang ada diatas panggung berbicara, mengucapkan termakasih pada tamu yang hadir, dua wanita, jaejong dan kibum yang berdiri sedikit dibelakangnya hanya tersenyum melihat para tamu yang memandang kagum pada mereka.
Siwon, hangeng dan yunho masih terpaku pada kecantikan kekasih mereka, bahkan yunho hampir melupakan keberadaan donghae yang berdiri disampingnya.
Donghae hanya diam, dia bahkan hanya bisa mendengar suara heechul yang sedang berbicara tanpa bisa melihatnya, menatap kedepan, donghae diam dan terpaku ketika dia menyadari siwon kini ada dihadapannya.
DEG
Ada seseuatu dihatinya melihat bagaimana tampannya siwon malam ini, siwon tak menyadari karna fokus pada kekasihnya yang berdiri diatas panggun dan kini tersenyum kepadanya.
Donghae diam menatap siwon, hatinya berdetak sangat kencang, ada apa dengan dadanya? Donghae menyentuh dadanya dengan tangan yang bebas, dada yang berdetak semakin kecang, matanya masih mentap siwon, ada kebahaigaan ketika dadanya berdetak semakin kencang terus menerus.
Siwon sangat tampan malam ini, jujur donghae sangat terpana, siwon masih belum menyadarinya, donghae mengaguminya, banyak pria disini dan mereka tampan dan menawan, bahkan pria yang donghae rangkul juga sangat tampan, tapi... siwon berbeda, donghae benar benar merasakan sesuatu yang amat besar pada pria yang kini sedang tersenyum menatap wanita yang berada diatas panggung.
.
.
suara alunan musik klasik kini mendominasi acara ulang tahun yang dirayakakan heechul, ada yang berdansa dilantai utama, sang pemilik acara bersama kekasihnya, tak lama empat sahabatnya mengikuti.
Tiga pasangan begitu menawan disana, berdansa saling pandang membuat mata yang melihat menjadi iri karna mereka terlihat sempurna, Donghae juga ikut melihat ketika tiga pasangan itu berdansa dilantai utama yang disediakan untuk dansa, siwon belum menyadari kedatangannya karna sebelum yunho berucap, siwon sudah melangkah menghampiri kekasihnya yang akan turun dari panggung, yunho pun harus meminta ijin padanya untuk menghampiri kekasihnya setelah kekasihnya terlihat menampakkan ketidak sukaannya pada wanita yang dirangkul oleh yunho.
Donghae masih terpana ketika banyak orang membicarakannya, dia tak menyadari banyak pasang mata yang menampilkan ketidak sukaannya kepada donghae, dikarenakan dia datang bersama dengan yunho, sang pengusaha tampan, entahlah mungkin mereka iri atau memang tak meyukainya, tapi yang pasti mereka membicarakan sambil berbisik mengutarakan hal ketidak sukaannya.
Donghae sadar dari keterpanaannya ketika ada suara yang mengganggunya. "kau lihat, mereka bahkan sangat sempuna, tidakkah kau sadar, jika kau tidak ada apa apanya dibandingkan mereka"
Donghae berbalik, melihat henry sedang meinkan gelas berisi minuman berdiri menatap tak suka padanya. Donghae hanya diam ketika henry menyeringai, "kau tau siapa mereka?"
Donghae menggeleng, karna dia memang tak tau. Kembali henry menyeingai menatap tiga pasang yang terlihat sempurna ketika berdansa "hangeng oppa adalah adalah pengusaha yang hotel ternama, sedangkan kekasihnya heechul unnie adalah seorang desainer yang mendunia, dan pria yang tadi datang bersama mu adalah hyuno oppa dia adalah pemilik mall terbesar dikorea sedangkan kekasihnya adalah koki yang sangat hebat"
Henry kembali menatap donghae yang menatap bingung dirinya, "dan siwon oppa kau mungkin sudah tau siapa dia, jadi aku tak perlu menjelaskan tentang dirinya,, hanya satu yang perlu kau ketahui, jika wanita yang kini berdansa dengannya adalah kekasihnya, kibum unnie, dia adalah seorang dosen yang sangat pintar, dan dia juga berprofesi sebagai seorang dokter, jadi .." henry menatap donghae dari kepala sampai kaki, seperti menilai kemudian menatap penuh ejek "kau jangan bermimpi untuk menadapatkan atau mendekati mereka"
Donghae diam, memproses ucapan henry, ketika henry pergi meninggalkannya untuk menghampiri kekasihnya yang mengajaknya untuk berdansa, mereka berempat sudah berada dilantai dansa, terlihat menawan dan mempesona, tak lama beberapa pasangan mengikuti mereka.
Donghae diam, menatap dirinya, bahkan pakaian yang membuat dia tertawa gembira ketika mencobanya tak bisa menandingi mereka yang berada dipesta ini, dia menghela nafas, dan kembali merasa terasingi dan terpojok, ketika dia baru menyadari banyak pasang mata yang menatap tak suka padanya, dirinya telah kalut, ketika mendengar bisikan tak pantas untukknya .
"lihatlah, bahkah dirinya tidaklah cantik"
"benar apa dia tak mengaca"
"mencoba merayu yunho"
"ahh,, tidakkah dia sadar dengan wajahnya"
"bahkan dia terlihat kampungan meski dia menggunakan pakaian mahal sekalipun"
"entah cara apa yang digunakan untuk merayu yunho"
"mungkin dia memamerkan tubuhnya untuk bisa kepesta bersama yunho"
Sindiran dia dengar, dia ingin menampiknya tapi sayang sindiran itu begitu panjang, bahkan ketika dia meninggalkan tempat semula dia berdiri.
dia mencoba mengabaikan, mengingat sudah terbiasa dengan sindirian yang memekakan telinganya, perutnya lapar dan belum terisi, melihat jika banyak makanan, dia menghampiri tanpa memperdulikan mereka yang membicarakannya.
Mata donghae berbinar ketika makanan terlalu banyak dihadapannya, mengambil piring dan mengambil setiap makanan dalam jumlah yang besar, dia sungguh lapar malam ini.
Piringnya sudah penuh ketika ada suara yang mengagetkan dirinya dan hampir membuat makanan yang dipiringnya jatuh.
"apa kau bisa menghabiskan semua makanan itu?"
Donghae berbalik melihat siapa yang sudah membuat makanannya hampir saja terjatuh, dia membulatkan matanya ketika melihat siapa yang mengagetkannya.
"siwonie.." suaranya tergagap, dia tak tau sejak kapan siwon menghentikan dansanya dan ada dibelakangnya.
Siwon tersenyum, mellihat wajah kaget donghae, dansa mereka berhenti dan mereka berkumpul dimeja bulat dengan enam bangku untuk diduduki, hanya empat bangku yang terisi mengingat henry dan zoumi masih asik berdansa dan heechul dan hangeng yang sedang menyapa tamu, yunho sempat bercerita jika dia datang bersama donghae, yunho belum menjelaskan dimana mereka bertemu, karna siwon sudah terlanjur pergi ketika melihat donghae sendiri berada dimeja tempat makanan, bahkan dia sempat mendengar bisik ketidak sukaan mereka kepada donghae.
"kau lapar?"
Donghae menunduk dan mengangguk, dua tangannya sudah tersita dengan piring yang berisi banyak makanan.
"ingin bergabung bersama kami" suara siwon meramah, donghae mengangkat wajahnya sedikit meragu dan menggeleng, dia sadar jika dia tak pantas bersama mereka.
Siwon mengkerutkan keningnya "kenapa?"
Donghae menatap sekekeliling, para wanita disana masih menatap suka padanya, siwon menyadari dia mengmbil piring donghae yang berisi makanan.
Donghae hanya menatap protes tapi siwon tersenyum "tak usah perdulikan mereka, kemarilah aku akan perkenalkan kau dengan kibum"
Siwon menarik tangan donghae dengan satu tangannya yang bebas, dengan terpaksa donghae mengikuti dari belakang, wajahnya menunduk karna tau para wanita tak suka menatapnya.
Yunho jaejong dan kibum menghentikan perbincangan mereka, ketika siwon datang dengan donghae, donghae masih menunduk karna dia menyadari jaejong menatap tak suka padanya.
Siwon meletakan makanan donghae diatas meja, dia menarik satu bangku disamping yunho untuk diduduki oleh donghae, yunho tersenyum menatap donghae yang kembali terlihat kikuk.
"maaf jika tadi aku meninggalkanmu" suara yunho sarat akan penyesalan.
"tidak apa apa" donghe masih menunduk, siwon sudah duduk diantara kibum dan donghae.
"ahh donghae.. ini kibum dan kibum ini donghae " siwon memperkenalkan mereka, kibum tersenyum melihat donghae menatap kikuk dirinya.
Kibum dan donghae saling berkenalan, meski donghae telihat kikuk menyambut luran tangan kibum untuk berjabat tangan, donghae tercengang dengan kelembutan tangan kibum, sedangkan kibum langsung menatap siwon ketika menyentuh tangan donghae yang sedikit kasar, ingin bertanya sebenarnya, tapi takut menyinggung, jadi kibum hanya tersenyum dan kembali duduk ketika mereka sudah melepaskan jabatan tangan mereka.
"kau mengambil makanan sebanyak itu siwon?" yunho bertanya ketika mellihat piringg yang berisi banyak makanan diatas meja, mengingat tadi siwon yang meletakkannya.
"tidak itu milik donghae, dia terlalu lapar" siwon terkekeh, donghae menunduk malu.
siwon menyadari jika ucapannya terdengar menyindir, "maafkan aku, aku tak bermaksud-"
"tidak apa apa" donghae tersenyum kepada siwon, siwon terlihat lega dan mempersilahkan donghae untuk makan.
Mereka berbicara ketika donghae sibuk dengan makanannya, dia makan dengan pelan, padahal dia sangat lapar malam ini, mereka berempat berbicara tentang dunia mereka, jaejong tak memperdulikan kehadiran donghae, dia tak ingin donghae diantara mereka, entahlah dia tak menyukai kehadirannya sejak kekasihnya membawa donghae kepesta, ditmabah yunho terkadang memberikan prhatiannya pada gadis itu. yunho menyadari dan bertanya "kau baik baik saja?" jaejong hanya tersenyum dan membalas "i'm ok" yunho tersenyum, mengecup punggung tangan kekasihnya memberikan ketenangan untuk kekasihnya, dia tau dan merasakan jika ada hal yang sedang difikirkan oleh kekasihnya.
Yunho belum menceritakana bagaimana pertemuannya dengan donghae, mengingat donghae tadi sangat menyedihkan ketika dia temukan, dia tak ingin donghae merasa malu, karna donghae tak ingin menceritakan sedang apa dia duduk ditrotoar dalam keadaan hujan.
Sesekali siwon melirik donghae yang makan dengan sangat pelan, dia tau jika donghae sedang menjaga sikap, tapi dia tak bisa berbuat banyak mengingat ini masih didalam pesta dan banyak orang yang melihat.
.
.
Donghae kecil berlari ketika hujan, dia berjalan pulang dari taman ketika hujan datang.
Bajunya sudah basah karna hujan tak tanggung turun, sangat deras dan tak membiarkan dirinya untuk mencari tempat berteduh.
Wajahnya tersenyum ketika melihat rumahnya sudah dekat, dia berlari, sebenarnya ingin bermain hujan, tapi apalah daya, perutnya lapar karna tak ada yang memberikan makanan ditaman.
Biasanya akan ada orang yang memeberinya makanan ketika dia bermain ditaman, merasa kasihan bagaimanapun penampilan donghae serperti pengemis.
Hari ini mungkin karna cuaca teduh, tak ada orang yang berada ditaman.
Donghae menunggu pintu gerbang yang besar dirumahnya terbuka. Dia tak boleh mengetuk ketika pintu itu tertutup, harus menunggu terbuka baru dia masuk.
Memeluk dirinya sendiri, dongae kedinginan, perutnya lapar sangat terasa.
Dia berjongkok didepan pintu, dia sudah lelah berdiri, membiarkan tubuhnya terkena hujan, karna tak tau harus berteduh dimana.
"Appa umma dingiinn.. " donghae menggigil.
"Eh.. Hujannya belenti" donghae mengangkat wajahnya ketika hujan tak datang pada tubuhnya.
Membulatkan matanya ketika melihat anak laki laki membawa payung untuk menutupi dirinya dan donghae.
Anak itu berdecih "kau tak tau jika ini hujan, hujan hari ini sangat dingin karna sudah memasuki musim dingin, kau sangat bodoh mengapa duduk disini ketika kau kedinginan seperti itu"
Donghae mengerjapkan matanya, "kau siapa?"
Anak itu memutar malas matanya "ini pakailah" memberikan payung itu pada donghae "aku tak tau apa yang kau lakukan disini, tapi pakailah payung ini agar kau tak kehujanan dan pakailah jaket ini agar kau tak kedinginan"
Anak laki laki itu memberikan jaket yang dia gunakan pada donghae yang hanya diam berdiri memegang payung pemberian anak laki laki yang kini memakaikan jaket padanya.
"Dan siapa namamu?"
"Hae" donghae menjawab.
"Nah hae, aku haru pergi karna aku ada acara" anak kecil itu tersenyum, membuat mata musangnya membentuk bulan sabit.
Menghampiri supir yang menunggunya sambil tersenyum, tuan mudanya selalu baik pada siapapun yang terlihat menyedihkan.
Anak laki laki itu berhenti ketika ingin memasuki mobil, membalikkan tubuhnya melihat donghae yang diam menatap bingung dirinya.
"Ku harap kita bisa bertemu lagi hae" melambai anak itu kemudian memasuki mobil.
"Kita berangkat ajjussi"
"Baik tuan yunho"
.
.
