WARNING(s) : TYPO, ABAL-ABALAN, GAJE, OOC, etc

Disclaimer : FT punya Hiro-sensei, aku hanya meminjam karakter-karakternya


Lucy POV

Aku memasuki guild bersama Krystal, semuanya terlihat seperti bisa, beberapa orang menyapa kami berdua, lalu kami berjalan menuju bar, dan menyapa Genta.

"Pagi Genta." sapaku.

"Hai juga Lucy, hai Krystal."

"Hai Genta, aku ingin memesan makanan, bolehkan?"

"Tentu saja, apa yang kau inginkan?"

Kami berdua mulai memesan makanan untuk sarapan, kami berdua tidak sempat sarapan tadi karna kami kesiangan, lihat saja, sekarang sudah jam 9 pagi.

Aku memesan oatmeal dengan macam-macam berry dan berry mix smoothie. Krystal memesan omelet daging dengan sayuran dan jus jeruk. Setelah menunggu 15 menit makanan kami berdua datang, kamk langsung memakan sarapan kami dengan tenang sampai seseorang mengagetkanku dari belakang.

"Lucy!"

Aku tersedak membuatku terbatuk-batuk, dibantu Krystal yang memberiku air putih, aku pun langsung meminumnya dan berterima kasih, hingga.

"Happy! Jangan mengagetkanku! Hampir saja aku mati." seruku kesal.

"Oh ayolah Lucy, kau terlalu berlebihan." ujar Happy sambil cekikikan, membuatku hanya memutar mataku.

"Lalu, ada perlu apa denganku?" tanyaku.

"Oh ya, tadi katanya Kiyo, dia ingin mengajakmu jalan-jalan keliling kota, kau tidak pernah berkeliling seluruh kota Acranall kan?" jelas Happy.

Semburat merah muncul dipipiku, Kiyo mengajakku jalan-jalan? Wah, sangat aneh.

"Kau menyukainyaa~~" ujar Happy, ya sama seperti dulu...dia selalu saja melakukan itu, tentu saja itu membuatku menjadi 'sedikit' kesal.

"Happy! Aku tidak menyukainya!" ujarku dengan suara sedikit keras.

"Apakah ada seseorang yang mengatakan 'suka'!?" teriak seseorang, aku menoleh ke sumber suara, disana terlihat Retta dan Rin melihatku dengan mata yang berbinar.

oo, ini tidak akan bagus...ucapku dalam hati.

"Jadi Lucy, siapa yang kau suka?" tanya Rin.

"Aku tidak menyukai siapapun." ujarku.

"Oh ayolah Lucy, jangan berbohong kepada kami, aku tau kau menyukai seseorang." ucap Retta disertai anggukan dari Rin.

Aku hanya melihat mereka dengan tatapan tidak percaya, oh mereka mengingatkanku kepada Mirajane dan yang lainnya, dasar matchmaker.

"Retta percayalah padaku, oke?" ucapku dengan pelan, Retta dan Rin hanya mengangguk, wajah mereka tampak lemas, aku hanya terkikik melihat mereka.

"Baiklah Lucy, kami percaya, tapi kalau ada seseorang yang kau suka, kau harus memberi tahu kami." ujar Rin.

"Iya, aku janji."

Mereka berdua langsung berjalan ke meja mereka tadi dan mulai berbincang bincang lagi. Aku hanya menghela nafas dan melanjutkan sarapanku yang terpotong karna mereka tadi.

"Lucy!"

Aku tersedak makananku lagi, kenapa semua orang suka menggangguku saat makan?

"Aduh...siapa lagi sih?" ucapku kesal.

Aku melihat Kiyo berdiri dibelakangku sambil menunjukan grinnya.

"Oh maaf Lucy, kau tidak apa-apa kan?" tanyanya.

"Iya, aku tidak apa-apa...ada perlu apa?" tanyaku.

"Ah, apakah Happy sudah memberitahumu?" aku menaikkan sebelah alisku, sampai aku menyadari sesuatu.

"Tentang keliling kota itu? Yup, dia sudah memberi tauku"

"Jadi bagaimana?"

"Tentu saja aku mau, jadi...kapan kita berangkat?" tanyaku.

"Bagaimana kalau setelah kau makan, kita berangkat?" ujarnya.

"Setuju."


Aku dan Kiyo sedang berada di pusat kota Acranall, disini sangat ramai, tadi saja aku sampai menabrak orang beberapa kali. Kami berdua berjalan KE sebuah toko Es Krim, setelah mencar tempat duduk,aku memesan Strawberry Sundae sedangkan Kiyo memesan Blueberry Ice Cream.

"Bagaimana hari ini?" tanya Kiyo.

"Ya, hari ini menyenangkan. Terima kasih telah mengajakku berkeliling." ucapku.

"Tidak masalah." ujarnya.

Setelah itu, keadaan disekeliling kami menjadi sepi, tidak ada yang memulai percakapan lagi, aku hanya menghela nafas, sampai akhirnya Kiyo mulai berbicara.

"Hey, dimana kau dapatkankunci itu?" tanyanya. Aku melihat ke arah kunciku dan mengambilnya.

"Aku menemukannya tepat sebelum aku pergi menjalankan misi bersama Krystal,Viera, dan Retta."

Kiyo hanya mengganguk, sambil mengambil sesuap es krim lagi.

"Setelah ini, kita mau kemana?" tanyaku, aku melihat Kiyo, dia sepertinya sedang berfikir.

"Bagaimana kalau kita langsung pulang saja? Tapi besok kita, dengan Krystal, Ren dan Happy melakukan misi bersama, gimana?" jelasnya.

"Baiklah, aku juga sudah lelah. Ayo cepat hasbiskan es krimnya." ujarku.

"iya iya."

Kiyo dan aku langsung menghabiskan es krim yang tersisa, 5 menit kemudian kami membayar es krim itu dan pergi keluar dari toko itu. Kami berdua mampir ke toko hadiah sebentar, membeli sesuatu untuk orang-orang di guild, dan langsung pulang ke guild.

No One POV

"Kami pulang" seru Kiyo.

"Selamat datang kalian berdua." sapa Keigo.

"Kami bawa oleh-oleh, satu orang satu ya, ambil yang mana saja yang kalian suka." jelas Lucy.

Semua orang bergegas mengerubungi Lucy, mengambil barang yang mereka suka, tidak lupa mengakatakan terima kasih kepada mereka berdua.

"Jadi Lucy, bagaimana kencanmu?" tanya Rin, semburat merah muncul di pipi Lucy.

"Oh ayolah Rin, ini bukan kencan oke?" ujar Lucy.

"Lucy, kalian berkeliling kota berdua, BERDUA Lucy...bagaimana mungkin itu tidak bisa disebut kencan?" tanya Retta.

Lucy hanya memasang tampang melasnya, dan meninggalkan mereka, sepetinya dia terlalu lelah untuk menanggapi mereka, Lucy berjalan ke bar, memesan segelas Lemon Tea dan Frozen Youghurt, sambil membuatnya, Genta memulai percakapan.

"Wajahmu tampak lesu, ada apa?" tanyanya, Lucy melirik ke arah Genta dan menidurkan kepalanya di meja.

"Yah, Rin dan Retta selalu berkata kalau aku menyukai Kiyo, apapun yang kulakukan bersama Kiyo pasti mereka mengomentarinya, aku tidak sanggup menglayani mereka." jelasnya sambil menghela nafas, Genta hanya terkikik mendengarnya.

"Yah, lagu pula mereka berdua tidak sepenuhnya salah, kau dan Kiyo memang cocok." ujar Genta.

"Oh tidak, kau juga" ujarnya.

"Haha, maaf Lucy, ini pesananmu, selamat menikmati." Genta menaruh pesanan Lucy di meja, dia mengucapkan terima kasih dan mulai menyantapnya.

Lucy mendengar suara rusuh dibelakangnya, dia menengok kebelakang, lagi-lagi Kiyo dan Ren bertengkar, Lucy hanya menggeleng kepala dan mulai makan lagi.

Tiba-tiba 'sesuatu' menghantam tubuhnya dari belakang, membuatnya tersedak lagi dan jatuh dari bangku. Siku-siku mulai muncul di dahi Lucy, dia berusaha untuk berdiri, lalu dia menyadari kalau yang menghantamnya tadi itu adalah Kiyo.

"Kiyo! Ren! Bisa tidak kalian tidak bertengkar, dan menggangu makanku? Kalau kalian tidak berhenti, akan ku hajar kalian berdua!" teriak Lucy, Ren dan Kiyo menatap Lucy ketakutan, dan mereka meminta maaf.

"Ma- maafkan aku, nyonya."

Oke, bahkan mereka berdua menyebut Lucy dengan sebutan 'nyonya', Luc hanya menghela nafas dan mulai melanjutkan makannya, hingga dai sadar kalau makanan dan minumnya tumpah berserakan, bahkan gelasnya sudah pecah, Lucy menatap makanannya dengan tatapan tidak percaya.

"ngg, Lucy? Kau baik-baik saja?" Krystal berjalan mendekati Lucy.

"Ha? Aku? Tentu saja aku baik-baik saja!" ujar Lucy.

'kau sebut itu baik-baik saja?' tanya Krystal dalam hati

Setelah itu Lucy berjalan menghampiri Kiyo dan Ren, senyuman muncul di bibirnya, walau menurut Kiyo dan Ren, senyum itu mengerikan, mereka berdua hanya berdiri disana, dan menelan ludah mereka.

"Kiyo...Ren" ucap Lucy pelan.

"I..iya...Lu..Lucy?"

"LUCY KICK!"

Tendangan Lucy membuat mereka berdua terpental ke atap guild, semua orang hanya tertawa melihat Kiyo dan Ren babak belur karna seorang gadis.

"Lucy, apa kau tidak berlebihan?" tanya Viera, Lucy membalikan badannya.

"Tidak, itu sesuai dengan apa yang mereka lakukan." ujar Lucy mantap.

"Lucy~ kau jahat sekali." ujar Ren, dia berjalan menuju Lucy, sambil mengusap perutnya.

"Maaf maaf, itu bisa jadi pelajaran untuk kalian untuk tidak mengganguku saat makan." jelas Lucy.

Ren hanya menangis di sudut guild, ditemani oleh saudarinya disana.

"Lucy, besok kita jadi menjalankan misikan?" tanya Kiyo.

"Tentu saja, apa yang kau dapatkan untuk kita?" tanya Lucy.

"Ya, hanya sebuah misi untuk menghancurkan sebuah dark guild, kau tau? sekarang ini banyak sekali dark guild yang ada, mungkin bertambah 4% dari jumlah dark guild tahun lalu." jelas Kiyo, Lucy hanya mengangguk mengerti, mereka berdua berjalan menuju Krystal, Ren dan Happy, memberitahukan tentang misi itu, dan mereka berdua setuju.


Sekarang sudah jam 8 malam, Keigo dan Eva berjalan keluar dari guild, menuju ke suatu tempat.'

Di dekat Hutan, disana ada Rune Knights, untuk apa Keigo dan Eva bertemu Pasukan Magic Council?

"Halo Keigo dan Eva, terima kasih telah datang kesini." ujar Lahar, kapten Rune Knights

"Tidak perlu basa-basi, ada perlu apa?" tanya Keigo to the point.

"Sikapmu inilah yang membuat Para Dewan tidak suka padamu," Keigo hanya memutar bola matanya "baiklah, kau tau kan tentang Dark guild yang bertambah pesat akhir-akhir ini?"

Keigo dan Eva mengangguk.

"Para Dewan ingin guild kalian, Scarlet Destiny, dan Fairy tail berkerja sama untuk mencari tahu tentang Dark Guild itu." jelas Lahar yang membuat Keigo dan Eva terkejut.

"Apa? bekerja sama dengan Fairy Tail? tidak, aku tidak mau, lebih baik kami bekerja sendiri daripada bekerja sama dengan mereka." ujar Eva.

"Ini perintah dari Dewan Sihir, kalian tidak bisa membantahnya, yang kami inginkan hanya jawaban 'ya' atau 'tidak', kalian harusnya senang kalu guild kalian di tunjuk untuk melakukan misi ini, selama ini, guild kalian tidak pernah mempunyai rekor bagus dengan Para Dewan." ujar Lahar, Keigo dan Eva hanya diam, mereka tau kalau mereka tidak pernah mempunyai rekor yang baik dengan Dewan Sihir.

"Bagaimana dengan Lucy? apakan dia akan baik-baik saja kalau kita menerima misi ini?" tanya Eva.

"Aku tidak tahu, naiklah, aku akan bertanya kepada Lucy terlebih dahulu, baru memutuskannya." ujar Keigo.

"Apa jawaban kalian?"

"Beri kami waktu, setelah itu aku akan datang ke Magic Council lusa dan memberikan jawabannya." ujar Keigo.

"Lusa, tidak boleh lebih, lusa kau harus datang kesana, baiklah, aku pamit, sampai jumpa di Era lusa nanti." setelah mengatakan itu, Lahar dan pasukannya bergegas pergi, meninggalkan Keigo dan Eva.

'Lucy, aku harap kau baik-baik saja mendengar berita ini.' ucap Keigo dalam hati.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC~

HUAA, AKU BENER-BENER MINTA MAAF KARNA GAK UPDATE SELAMA 2 MINGGU...

Kalian harus tau, beberapa hari yang lalu, aku buka FFN dari Hp, pas mau klik login, malah ada 504 no service atau apalah itu aku lupa, aku gak bisa on di FFN selama beberapa hari, baru hari ini aku bisa (pas aku buka FFN aku langsung ngetik dan langsung ngepublish).

Terus Wi-Fi dirumahku mati, aku ga bisa internetan, bahkan aku sampai on di Warnet :'D.

Semoga kalian gak kecewa sama aku dan tentunya cerita ini, aku ga tau bakal update chap 7 kapan, karna aku udh kelas 9, tugas lagi menumpuk, banyak ulangan, dan aku gak sempet buka hp.

untuk BlackHage-Chan, yup...Viera bisa memanupulasi mimpinya, kurang lebih sihirnya itu seperti di chap sebelumnya.

oke sudah dulu deh untuk chap 6, terima kasih buat yang sudah menfollow,memfavorit, dan merevien cerita ini...Arigatou Gozaimashu!

Mind to R&R?

-SkySorceress72-