Kyuhyun menatap lembaran foto yang dia dapatkan pagi ini sebelum meninggalkan kediaman Kim. Hera memberikannya tanpa sepengetahuan siapapun. 'Eomma menemukannya dalam gudang. Eomma pikir kau berhak menyimpannya.'
Foto keluarga sebelum ada Hera dan Henry yang tidak pernah dia miliki selama ini. Seingatnya appanya membakar semua hal yang berhubungan dengan Youjin eomma. Tapi syukurlah masih tersisa dan Hera berbaik hati menyerahkan itu padanya.
Kyuhyun menyisipkannya ke dalam dompet. Dipandanginya seolah belum puas. Ada appanya, dirinya dan eomma Youjin dalam foto tersebut. Ibunya nampak berbeda. Memang seingatnya eomma kandungnya berbeda dengan orang lain. Youjin eomma sangat pendiam, tidak menyahut saat diajak bicara dan hanya diam sepanjang hari. Sekarang Kyuhyun baru mengerti perilaku Youjin. Wanita yang melahirkannya adalah wanita gila.
TEEETTT!
Kyuhyun menjatuhkan dompetnya karena terkejut. Changmin tertawa berhasil mengejutkan sahabatnya.
"Kau ingin membunuhku Changmin?!"
"Uu marah." Changmin bertahan diatas motornya. "Salahmu. Kuminta untuk menghubungiku tapi hingga aku tidak bisa tidur semalaman dan bertamu ke rumahmu pagi-pagi, kau tetap melupakanku."
Kyuhyun mengusap dadanya. Merilekskan ketegangan yang masih ada. "Kau datang ke rumah?" tanya Kyuhyun.
Changmin mengangguk. "Hera ahjuma bilang kau baru saja pergi jadi aku segera menyusulmu ke sini. Yok naik, kuantar kau pulang."
Kyuhyun segera naik ke motor Changmin, mereka pergi dari halte tersebut melupakan dompet yang dijatuhkan Kyuhyun.
0o0o0o
Jung Woon mematut dirinya di depan cermin. Menata kerahnya hingga rapi lalu menyimpul dasi. Telephone genggamnya berdering saat itu. Tanpa menunggu waktu dia mengangkat benda persegi diatas nakas. Menggeser layarnya menerima panggilan tanpa melihat id pemanggil.
"Ya?" Jung Woon bergerak pada lemari yang terbuka, memilih jas untuk dipakainya hari ini. Matanya menangkap jas berwarna silver. Dia keluarkan jas tersebut dari dalam lemari seraya mendengarkan seseorang berbicara di seberang sambungan.
"Kau menemukannya?" Jung Woon berhenti bergerak. Senyum lega merekah saat dia mendengar apa yang disampaikan orang suruhannya. "Kirim laporannya padaku. Segera."
Ternyata tidak perlu menunggu lama agar dia mendapatkan informasi tentang Youjin. Dan bodohnya dia selama ini tidak mendengar kata hatinya. Dia abaikan nuraninya yang berteriak menasihati. Cari wanita itu dan meminta maaflah! Seperti pengecut dia lebih memikirkan diam dan mengabaikan semuanya, seolah semua akan baik-baik saja.
0
"Kibummieee~~ bangun. Ayo keluar cuacanya sedang bagus." Donghae mengganggu Kibum pagi-pagi. Matahari memang sudah tinggi. Hey ini musim panas. Dia juga seorang pelajar. Liburan ini dia ingin sesuatu yang berbeda. Keluarga sudah sepakat untuk tidak pergi bepergian seperti yang biasa mereka lakukan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai gantinya mereka akan lebih banyak di rumah dan menghabiskan waktu bersama.
Tapi apa yang dilakukan Kibum sekarang? Anak itu bermalasan di bawah selimutnya dan mengabaikan Donghae sejak tadi.
Donghae berhenti mengguncang Kibum. Apa yang dia lakukan hanya menambah nyenyak tidur bocah itu sepertinya. "Kenapa kau bermalasan begini Kibum?" manyun Donghae. Dia turun dari ranjang adiknya, menghentakkan kaki keluar.
Siwon berada didapur, membuat kopi hitam kesukaannya. Donghae muncul dengan wajah ditekuk, berjalan menghentak. Bahkan begitu duduk di kursi bar mini di dapur mereka, Donghae langsung merebahkan kepala.
"Wae?" tanya Siwon.
"Kibum pemalas!" umpat Donghae kesal.
Siwon menoleh ke tangga saat melihat sang ayah muncul. "Appa, kau bekerja?" tanya Siwon heran. Mereka sepakat untuk menghabiskan waktu bersama di rumah, bukan?
Jung Woon tersenyum meminta maaf. Menghampiri mereka lalu duduk di salah satu kursi. Dia menoleh pada Donghae yang tidak merubah posisinya. Tangan tuanya yang masih kekar mengusap rambut Donghae, mendapati sang ayah mengusap kepalanya Donghae membalik posisi kepala hingga menghadap sang ayah. "Kau juga menyebalkan appa!" sungutnya masih merajuk.
Jung Woon terkekeh. "Ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Aku usahakan agar cepat selesai." Siwon mengambil gelas lain dan mengisinya dengan kopi buatannya. Gelas tersebut diserahkan pada Jung Woon.
"Aku juga mau Siwon hyung." Kibum muncul tiba-tiba. Masih dengan piyama dan rambut sedikit acak. Dia menempati kursi di sisi lain sang ayah, hingga kini Jung Woon berada diantara si tengah dan si bungsu.
Siwon dan Jung Woon menatap Kibum seolah protes. Kibum memutar matanya dengan malas. "Baiklah, air hangat saja." putusnya membuat yang lain tersenyum. Jung Woon beralih mengacak rambut Kibum.
"Kau mungkin memang sudah sembuh Kibum, tapi takar konsumsi kopimu."
Kibum hanya mengangguk menerima nasihat sang ayah.
"Kalau dipikir, ginjal itu sangat bagus, bukan." Siwon menyerahkan air hangat pada Kibum, yang langsung diteguk perlahan. "Sudah berapa lama dan Kibum tidak mengeluhkan apapun."
Donghae menegakkan punggng, mengangguk membenarkan ucapan Siwon. Ginjal baru akan bertahan 1 hingga 5 tahun. "Tapi kudengar ada juga kasus yang hingga 15 tahun. Itupun dalam kondisi tertentu."
"Bagus, kan. Seolah ginjal itu adalah miliknya sendiri."
Donghae menggeleng menyanggah Siwon. "Kurang tepat, hyung. Ginjal itu seperti ditakdirkan untuk Kibum."
Kibum tidak berkomentar apapun. Selama mendapatkan donor dia memang tidak mengeluhkan apapun. Sebaliknya dia merasa semakin sehat, meski tetap melakukan check up rutin dan konsumsi Imunosupresan. Betapa dirinya merasa sangat tertolong dan bersyukur akan ginjal tersebut. Dia kembali menikmati hidupnya dengan bahagia. Bisa memakan apapun dan meminum apapun. Dan sekalipun diikuti dengan pemilihan bahan makanan, Kibum tetap bersyukur. Tidak banyak yang harus dia hindari sekarang dan menjadi lebih leluasa.
"Apa rencanamu hari ini, Kibum?" tanya sang appa. Jung Woon melirik arlojinya. Dan sepertinya dia harus pergi. "Appa harus pergi dan pulang saat makan malam. Apapun yang kalian lakukan hari ini, harus kembali sebelum makan malam. Appa akan di meja makan bersama kalian." perintah dan janji Jung Woon. "Kibum, hari ini jadwal chechk up-mu." Dia beranjak dari duduknya untuk segera pergi.
Kini tinggal mereka bertiga. Donghae beralih ke kursi sang ayah. Menatap Kibum dengan mata berbinar menginginkan sesuatu. "Kibum-aaaa, kuantar kau check up, ne?"
"Aku bisa sendiri." tolak Kibum.
"Kibummieee aku bosan kalau di rumah saja. Tidak ada apapun yang bisa kulakukan. Boleh ikut, ya?" bujuk Donghae.
"Lagipula apa yang bisa kau lakukan di rumah sakit, Donghae?" tanya Siwon.
"Tidak ada. Tapi daripada di rumah? Siwon hyung juga akan keluar, bukan?"
Siwon tersenyum tidak bersalah. Menyesap kopinya dengan nikmat. "Memang kau tidak pergi ke café?"
"Kami libur tiga hari. Heechul hyung akan pulang ke kampungnya. Pokoknya aku ikut Kibum!"
Kibum menghela tidak peduli. Siwon menghabiskan kopinya, kemudian pergi untuk bersiap-siap keluar. Dia ada janji dengan seorang teman untuk bermain golf. Satu jam kemudian dia turun dengan pakaian santai dan menyandang tas stik golfnya. Dia menghampiri Kibum yang bersantai di sofa TV.
"Mana Donghae?"
"Kamar."
Siwon mengangguk. "Jam berapa janjimu dengan uisa Shin?"
"Jam sepuluh."
"Biarkan Donghae ikut, kasihan dia kebosanan."
"Heum."
"Hyung pergi dulu, ne."
0o0o
Kyuhyun malas-malasan duduk, melempar pandangan ke luar jendela. Mengabaikan seseorang yang berada dalam satu mobil bersamanya. Demi apa dia kesal sekali melihat wali kelasnya sudah menunggu di depan flatnya saat dia sampai. Changmin segera pergi setelah mengantarnya, tidak sempat bertemu dengan wali kelas Kyuhyun.
"Kau kesal karena aku datang?" suara orang itu memacah lamunan Kyuhyun.
Kyuhyun tidak menyahut membuat orang itu mendesah karena merasa diabaikan.
"Kita sarapan dulu baru pergi ke Rumah Sakit."
"Aku sudah mengisi perutku." Kyuhyun akhirnya tidak tahan diam lebih lama. Dia berpaling ke depan. Melirik kesal wali kelasnya yang sekarang mengekeh geli.
"Setega itu kau pada gurumu." rajuknya kemudian. "Aku lapar Kyuhyun. Temani saja aku." putusnya sepihak. Dia mengarahkan mobilnya ke sebuah restoran sedehana namun terlihat nyaman dengan pot-pot bunga yang ditata rapi di depan. "Ayo. Jangan keras kepala. Hankyung-ah baru akan memeriksamu jam sepuluh nanti."
Leeteuk lebih dulu turun. Kyuhyun mendengus, melepas sit beltnya dengan berat hati, langkahnya juga terasa dipaksakan. Leeteuk menggeleng melihatnya, diajak makan saja seperti akan diceburkan ke sumur. 'Dasar'.
Keduanya duduk dengan tenang. Kyuhyun membiarkan Leeteuk memesankan untuknya. Dia menolak untuk makan, hanya meminta segelas coklat hangat.
Kyuhyun menikmati coklatnya sedangkan Leeteuk memakan dengan nikmat sarapannya.
"Kau menginap di tempat Changmin?"
"Tidak?"
"Lalu darimana kau pagi-pagi?"
Kyuhyun menatap gurunya yang banyak ingin tahu. Apa urusannya harus dia laporkan semua pada perjaka tua itu? Menyebalkan.
"Apa itu ada hubungan dengan pekerjaanmu?" tanya Kyuhyun cukup ketus.
Leeteuk menarik sudut bibirnya. "Aku wali sementaramu Kyuhyun. Eommamu sendiri yang meminta." Kemudian menambahinya dengan suara lirih, "sulit menjadi wali kelas, guru konseling, dan wali murid. Nasibku."
Kyuhyun selalu mengingat semua hal yang dilakukan Hera untuknya, agar kelak dirinya tidak kurang ajar pada wanita itu. Hera selalu memberi perhatian padanya, bahkan saat dia jauh dari pandangan wanita itu. Kyuhyun tidak memberi tahu alamat tinggalnya, tidak memberi tahu nomor ponselnya atau tidak menceritakan apapun tentangnya kecuali hal-hal baik. Tapi Hera tetap mencoba memberi perlindungan padanya. Hera selalu meminta tolong pada wali kelasnya agar bersedia menjadi wali murid sementaranya. Kyuhyun hanya murid beasiswa dan hidup mandiri. Orang tua mana yang akan tega membiarkannya tanpa pengawasan. Itulah yang dilakukan Hera, berhubung dirinya terikat pada aturan Young Woon untuk tidak berhubungan dengan Kyuhyun.
"Kau yang ikut campur, saem."
Leeteuk tertawa. Dia masih ingat saat Hera datang ke sekolah dan meminta bertemu dengannya. Sebelumnya dia sudah mendengar bahwa salah satu murid beasiswanya ada yang hidup seorang diri. Pasti ibunya akan datang pada wali kelasnya untuk diserahi tanggung jawab. Dan benar, Hera datang hari itu karena hal tersebut. Leeteuk tidak keberatan, justru sebaliknya dia menanti pertemuan dengan orang tua bocah yang sedang dia tangani.
"Sangat sulit membuatmu terbuka tentang masalahmu. Jadi lebih sulit karena kau menolak aku melakukan mediasi dengan ayahmu."
Leeteuk diam melihat respon Kyuhyun. Anak itu memegang mug coklatnya dengan erat. "Kau akan membeberkan semua hal. Stressku, penyakitku, pengobatanku. Kau akan membuat Hera eomma semakin tertekan." Kyuhyun tersenyum kecut. "Wanita itu terlalu baik, jadi aku merasa tidak nyaman jika membebaninya lebih lagi. Jika kau bicara dengan appa, kau tidak akan mendapatkan apapun."
"Kau mulai putus asa pada appamu?"
Kyuhyun mengulum bibirnya yang kering. "Entahlah. Mungkin aku harus jadi kebal agar tidak mencoba bunuh diri lagi."
Keduanya diam. Leeteuk memandang sisa sarapannya, tidak berselera menghabiskannya. Seseorang yang mendapatkan tekanan berat dalam hidupnya dalam suatu titik dia akan mencoba mengakhiri penderitaannya. Salah satunya bunuh diri. Kyuhyun beberapa kali selamat. Sayangnya, yang selalu membuat Leeteuk khawatir dan waspada adalah niatan untuk bunuh diri orang tersebut tidak sepenuhnya hilang. Itu juga kasus yang sedang dia hadapi sekarang. Dia bahkan menduga penundaan operasi adalah bentuk kesengajaan. Bukan karena ekonomi ataupun ketakutan pada operasi itu sendiri. Kyuhyun melakukannya agar dia mati oleh penyakitnya.
Jika itu benar Leeteuk tidak akan pernah memaafkan Kyuhyun.
Leeteuk menyandarkan diri. "Apa kegiatanmu di liburan musim panas ini?" mengalihkan topik Leeteuk menyingkirkan semua prasangkanya.
Kyuhyun mengedik. "Kerja."
Kening Leeteuk mengernyit tidak suka. "Masa mudamu sangat membosankan, Kyuhyun-a!"
"Memang apa yang bisa dilakukan murid beasiswa selain memanfaatkan waktu untuk mengumpulkan uang? Aku masih harus memikirkan operasi itu, saem." Kyuhyun meneguk coklat hangatnya, pura-pura tidak tahu dengan perubahan wajah Leeteuk. Dia tahu Leeteuk hanya menggodanya, tapi jangan harap dia terpancing. Kyuhyun menyeringai dalam hati.
"Eumm tapi apa yang bisa kulakukan tiga hari ke depan?" gumam Kyuhyun kemudian.
"Kenapa?"
"Heechul hyung meliburkan kami tiga hari. Aku jadi tidak ada kegiatan selama itu. Dan aku cukup rugi."
Wajah Leeteuk berubah cerah. "Kyuhyunie, mau tinggal di tempatku?"
"Ha?"
0o0o0o0
"Apa kata Shin uisa?"
Baru saja Kibum keluar dari ruangan Dokter Shin, Donghae sudah memburunya dengan pertanyaan.
"Semuanya baik. Dan aku masih sangat sehat." jawab Kibum memuaskan hati Donghae.
"Ginjal itu benar-benar ajaib, ya. Dia mengangkat semua rasa sakitmu, Kibum."
Tidak ada lagi hari-hari sulitnya seperti dulu. Sekarang semua merasa lega dan bersyukur dengan kesembuhannya. Untuk itulah Kibum merasa sangat berhutang budi dengan si pendonor.
'Kyuhyun?'
"Kibum, ada apa?" tanya Donghae mengetahui langkah adiknya melambat dan arah pandangnya yang tidak fokus ke depan. Sampai Kibum menghentikan kakinya, diapun ikut berhenti.
Donghae mengikuti arah pandang Kibum. Dan melihat Kyuhyun yang sedang duduk di salah satu kursi tunggu.
"Kyuhyun-ah!" panggil Donghae seraya berjalan menghampiri Kyuhyun, Kibum mengikutinya.
Kyuhyun terkejut melihat dua orang yang dikenalnya berada di tempat yang sama dengannya. "Apa yang kalian lakukan disini?"
"Kibum pemeriksaan rutin." jawab Donghae sebelum dicegah Kibum. "Kau sendiri apa yang kau lakukan? Kau sakit?" Donghae merasa cemas sekarang.
Kyuhyun menggerakkan kedua tangannya. "Anniyo. Aku mengantar seseorang. Eoh?Kibum hyung sakit?"
Kali ini Kibum lebih cepat. "Bukan. Hanya check up kesehatan biasa. Kau masih lama?"
"Heum." Kyuhyun nampak kebosanan duduk disitu. "Kalian sudah akan pulang?"
"Kami bisa menemanimu."
Sejenak Kyuhyun merasa senang dengan tawaran Kibum, tapi kemudian dia merasa cemas sendiri. "Tidak hyung. Kurasa orang itu akan segera selesai. Kalian pulang saja. Aku juga akan langsung pulang begitu dia selesai."
Donghae menarik lengan Kibum. "Aku lapar Kibumie."
Kibum melirik kesal pada sang hyung. "Ya sudahlah."
"Bye Kyu!" Donghae melambaikan tangan ceria.
Kyuhyun menghela nafas lega. Dia kembali kebosanan menunggu Leeteuk sendirian di tempat tersebut. Menggerutu dalam hati. Entah apa saja yang dibicarakan dua lelaki jomblo itu. Dia sengaja keluar agar tidak mendengar desakan dokter dan omelan Leeteuk. Selama pemeriksaan saja dia sudah diceramahi habis-habisan, mana mau dia ditambah omelan di luar jam itu.
'Para perjaka tua itu sudah bertranformasi jadi ibu-ibu rumpi, ya?! Lama sekali! Aku bisa mati kebosanan disini!'
0o0o0o0
"Aku sudah mencarinya, Shim Changmin! Tidak ada dimanapun!" seru Kyuhyun masih mengobrak-abrik tempatnya guna mencari dompetnya yang hilang. Dia sudah memberantakan semua benda tapi yang dicarinya tidak ada.
'Aku juga tidak tahu, Kyu. Coba ingat lagi kau menyimpannya dimana terakhir kali?'
Kyuhyun berhenti. Mengingat lagi, dimana dia menyimpan dompetnya.
'Mungkinkah ketinggalan di tempat orang tuamu?'
"Mungkin." Kyuhyun terdengar ragu. Dia ingat memasukkan dompetnya saat akan pergi dari rumah itu. Dia juga ingat Hera memberikannya foto keluarga.
Ah!
"Changmin, aku menjatuhkannya di halte pagi tadi. Dan itu salahmu!"
Changmin bangkit tidurannya di sofa. 'Kenapa jadi salahku?'
"Kau mengagetkanku tadi pagi. Dompet itu jatuh. Sekarang kau bantu aku pergi ke halte dan cari dompetku!"
Changmin mendesah. 'Iyalaah. Kututup telephonenya.'
Kyuhyun menggeletakkan ponselnya di meja. Memperhatikan tempat miliknya yang sudah sangat berantakan. Dia bahkan menumpahkan isi ranselnya, mengeluarkan semua baju darri lemari dan mengacak kasur.
Hahhhhh padahal niatnya tadi dia pulang dan segera istirahat. Sekarang dia harus merapikan kembali apa yang sudah dia kacaukan. Kyuhyun memungut baju baru hadiah dari Hera, menyesali kelalaiannya dia mulai merapikan kembali rumahnya.
Dan kesalnya bukan main saat Changmin mengabarinya tidak ada dompet jatuh di halte. Changmin tidak menemukan dompetnya. Padahal beberapa hal penting ada disana; uang untuk satu bulan, kartu pelajar, kartu atm, dan yang paling penting foto yang baru dia peroleh dari Hera. Kesal dan menyesal Kyuhyun hampir menangis karenanya.
"Aaaa jika melapor akan menghabiskan banyak uang."
'Kenapa tidak kau pikirkan? Selama liburan tinggal saja di rumahku. Tidak, tidak. Ini akan menguntungkan kita berdua. Kau bekerja saja di tempatku, beberes rumah dan sorenya kau bisa berangkat bekerja di tempat Heechul. Daripada kau mencari kerja tambahan di tempat lain, bukan. Tenang saja, aku juga akan mengurus isi perutmu itu.'
Tawaran Leeteuk beberapa waktu lalu menggiurkan sebenarnya. Dia dapat makan dan gaji juga tempat tinggal lebih nyaman. Tapi meninggalkan flatnya selama itu? Tapi kerja tambahannya lumayan.
Kyuhyun bergegas merapikan kekacauan di flatnya. Memasukkan beberapa baju ke dalam ransel dan berjalan yakin keluar flat. Dia tersenyum membayangkan bisa menikmati kesegaran di musim panas ini, di rumah Leeteuk. Sesuatu seperti kipas angin besar atau lebih bagus lagi AC, hal yang tidak dia miliki di flat murah dan selalu membuatnya tidak nyaman saat panas maupun dingin.
0o0o0o0
Choi Jung Woon membuka berkas yang dia peroleh dari orang suruhannya. Tiga lembar yang semua memberikan data tentang Cho Youjin. Dia tidak sabar memindai setiap kata dalam lembaran tersebut. Selama beberapa menit tenggelam dalam ketertarikannya.
"Kim Young Woon?" Jung Woon merasa pernah mendengar nama suami Youjin.
Jung Woon meraih ponsel pintarnya. Menggeser layarnya dan mencari kontak seseorang. Segera dia menghubungi kontak tersebut. Menunggu beberapa saat hingga diangkat.
"Shin uisa?"
'Ne, presdir?'
"Kau masih menyimpan data pendonor Kibum?"
Tidak ada jawaban diseberang untuk beberapa saat. "Maaf presdir, karena itu illegal jadi aku tidak membuat arsipnya. Tapi aku masih menyimpan hasil tes waktu itu."
"Tidak tercantum data pribadi? Seperti nama atau data keluarga?"
'Kita sudah menyingkirkan semua itu, bukan?'
Jung Woon tertegun. Baru ingat, padahal dirinya sendiri yang memerintahkan hal semacam itu. Jung Woon mengurut keningnya. "Setidaknya apa kau ingat siapa lelaki itu?"
Diam sesaat. 'Kim Young Woon?' ragu Shin uisa menjawab. 'Entahlah, tapi terdengar seperti itu. Ah tapi ingat nama anak itu, Kyuhyun. Kim Kyuhyun.'
Jung Woon melihat kembali pada berkas didepannya. Matanya melebar karena terkejut. Di halaman kedua tercetak nama Cho Youjin, suami Kim Young Woon, putra Kim Kyuhyun. Jantung sang presdir berdetak cepat. Matanya terus menelusuri hingga ke bawah. Keterangan kematian Youjin.
'Presdir. Presdir Choi. Ada apa tiba-tiba bertanya tentang itu?'
Jung Woon menelan ludahnya. Menenangkan diri. "Tidak. Kibum terus menanyakan siapa pendonornya. Tapi aku tidak bisa menjawabnya dengan jelas."
Orang diseberang terdengar menghela nafas. 'Aku merasa kita tidak akan dimaafkan jika putramu tahu. Tapi melihat Kibum sangat sehat sekarang, entah kenapa aku tidak menyesal Presdir. Aku hanya berharap tidak ada penyesalan dari pendonor maupun keluarganya.' menghela nafas. 'Aku masih ingat wanita itu. Dia terlihat sangat marah dan menangis terus menerus.'
Jung Woon semakin merasa pusing sekarang. "Daejeon-ah, aku harap kau masih mau membantuku menyimpan rahasia ini. Kibum biar aku yang menangani."
'Yeah, aku tahu. Masih ada yang lain?'
Jung Woon menggeleng. "Bagaimana hasil check upnya hari ini?"
'Baik. Sungguh baik. Tidak ada yang harus dikhawatirkan.'
Jung Woon menggumam lega. "Terima kasih Daejeon."
Terdengar gelak tawa. Jung Woon tersenyum kecil. 'Bagaimanapun kita masih berteman. Jadi jangan sungkan. Baiklah, jika tidak ada lagi aku masih harus melakukan tugasku di rumah sakitmu.'
"Baiklah." Jung Woon memutus sambungan tersebut. Meletakkan ponselnya kembali.
Mata Jung Woon beralih lagi pada lembaran diatas meja. Dia tidak tahan untuk melanjutkan membaca. Dengan terburu dia memasukkan kertas itu kembali ke amplop coklat berukuran folio lalu mengabaikannya. Mungkin lain kali saat dirinya siap akan dia baca kembali.
Sekarang beberapa pemikiran bermunculan di kepalanya. Cho Youjin, wanita itu tidak serta merta menjadi sekretarisnya. Kariernya bertahap dari staf biasa hingga berada di posisi bagus. Bisa dibilang lebih cepat karena dia berbakat. Jung Woon juga tahu Youjin sudah menikah bahkan sebelum dirinya menjadi sekretaris. Sebelumnya itu hanya sebatas atasan dan bawahan hingga menjadi lebih dekat. Bukan bukan, bukan kekasih. Hanya sebatas teman. Jung Woon mengagumi kepribadian Youjin yang ramah dan lembut apalagi saat dirinya mengalami kesulitan atas keadaan sang istri yang lemah selama kehamilan Kibum. Jung Woon semakin menyusahkan Youjin dalam urusan pekerjaan. Membuat wanita itu harus bolak-balik rumah pribadinya dan kantor. Dia cukup dekat dengan anak-anaknya.
'Saya sudah lama menikah, tapi belum ada momongan. Kami sudah tidak sabar sebenarnya, Presdir. Jadi rasanya mengasuh Donghae sangat menyenangkan.'
Hingga saat itu datang kematian istrinya melemahkan dirinya hingga di titik terendah. Dia jadi lebih suka berada di kantor, hanya untuk berdiam tanpa melakukan apapun. Dirinya juga memesan minuman keras saat semua karyawan pulang dan mabuk diruangannya hingga tidak ingat untuk pulang. Beberapa kali juga dia akan pergi ke klub malam. Youjin mengkhawatirkannya yang mulai tidak terarah. Beberapa kali memberinya nasihat dan dukungan sebagai seorang teman. Namun dirinya terlena dalam kesedihan kehilangan seseorang yang dicintainya.
Youjin yang terlalu baik, suatu malam memilih mengikuti bosnya yang pergi ke klub, daripada pulang karena toh sang suami masih bertugas di luar kota. Dia ingin membantu saat Siwon mengadu bagaimana bosnya itu juga mulai mengabaikan anak-anaknya. Berniat menyeret Jung Woon pulang. Nasibnya yang malang. Bosnya yang terpengaruh alkohol dan dilanda rindu oleh sosok sang istri justru melakukan hal tidak terpuji kepadanya. Gelap mata Jung Woon menarik balik Youjin hingga jatuh pada pangkuannya. Dan setelahnya…..
Jung Woon hanya bisa merasakan penyesalan mendalam. Dia melakukan hal sekeji itu pada wanita yang sudah begitu baik padanya. Niat baiknya justru menjerumuskannya pada malam nista. Youjin tidak masuk kerja setelah malam itu. Awalnya dia masih mengirim surat ijin. Namun seminggu kemudian surat pengunduran diri yang datang. Jung Woon pernah mencoba menghubunginya. Namun nomornya telah berubah. Melihat arsip data diri Youjin-pun hanya tertera alamat rumah lama. Youjin diketahui tidak pernah merubah data karyawannya hingga Jung Woon tidak bisa melacaknya. Alamat lama hanya berupa rumah kosong. Setelahnya Jung Woon mengabaikan masalah yang dibuatnya. Memilih fokus pada hidupnya sendiri, anak-anaknya dan perrusahaannya. Menekan jauh perasaan menyesal dan bersalah. Hingga beberapa waktu lalu dirinya dilanda keresahan. Mimpi-mimpi itu datang menghantuinya.
Jung Woon mengusap wajahnya. Sosok wanita menangis disudut ruangan. Meringkuk dan mencoba menutupi tubuhnya yang polos sedangkan wajahnya menyiratkan luka dan ketakutan. Bayangan itu membuat tubuhnya bergetar. "Mianhe. Mianhe Youjin-ah. Jeongmal mianhe."
Sekarang yang baru saja dia tahu wanita itu telah meninggal. Dan Kim Kyuhyun adalah bocah yang mendonor untuk putranya. Hal yang dia pikirkan adalah kebenaran seorang Kim Kyuhyun. Miliknya atau milik Youjin dan Kim Young Woon?
0o0o0
Pemuda itu menggaruk pipi menahan malu. Berdiri di depan pintu rumah Leeteuk dengan canggung. Leeteuk berdehem, ingin tertawa sebenarnya. Dia menang atas taruhan yang dibuat dirinya sendiri. Kyuhyun pasti menerima tawarannya, jika itu berhubungan dengan pekerjaan yang menghasilkan uang.
"Masuk." Leeteuk lebih dulu melangkah, begitu bisa membelakangi Kyuhyun dia tidak tahan untuk tersenyum puas.
Kyuhyun mencebik. Menggembungkan pipi melangkah masuk, sempat menutup pintu dan menyusul Leeteuk ke dalam. Matanya mengedar. "Warna rumahmu tidak beda dengan Rumah Sakit, saem."
Kyuhyun meringis begitu mendapati Leeteuk menatap 'Jangan protes dengan warna favoriteku!'. "Duduklah." Leeteuk mempersilahkan Kyuhyun sebelum pergi entah kemana.
"Setidaknya sofa ini berwarna hijau." gumam Kyuhyun pelan.
Berada di rumah Leeteuk mengingatkannya akan tindakannya waktu dulu. Usahanya untuk mati, Leeteuk yang menggagalkannya. Leeteuk juga sempat menampungnya beberapa waktu karena dirinya yang benar-benar tenggelam dalam depresi. Hingga sekolah mempertanyakan absennya. Karena dia siswa beasiswa jadi dia sedikit sulit untuk bertindak seenaknya sendiri, absenpun akan sangat diperhitungkan. Leeteuk juga yang akhirnya membantu. Leeteuk melindungi bahkan menjamin dirinya untuk mempertahankan beasiswa.
"Jangan bengong," tegur Leeteuk datang dengan dua cangkir teh.
Kyuhyun menerima satu cangkir, berterima kasih dan meneguk cairan manis sedikit sepet itu.
"Jadi?"
Kyuhyun menaikkan alis. Kemudian berubah merengut. "Kupikir saem serius akan memberiku pekerjaan. Ternyata aku salah. Baiklah, aku kembali saja."
Leeteuk terkekeh. "Begitu saja sudah merajuk. Ya ya ya! Taruh kembali tasmu!" seru Leeteuk melihat Kyuhyun benar akan pergi. Lelaki dewasa itu mendesah. Namun detik berikutnya tertawa. "Senang melihatmu seperti ini, Kyuhyun."
"Apa?"
"Matamu mulai mendapat kembali sinarnya. Kau juga lebih sering berekspresi sekarang. Aku merasa sangat lega, kau tahu. Rasanya seperti keberhasilan."
Kyuhyun diam tidak berkomentar. Hatinya mengakui begitu besar usaha dan peranan Leeteuk mempertahankan kewarasannya. Hingga kini masih terus mengawasi dan membantunya. Harusnya itu cukup membuat dirinya lebih menghargai hidup. Sayangnya tidak. Begitu sulitnya dia berusaha untuk keluar.
"Baiklah, habiskan teh itu lalu kuantar kau ke kamarmu. Akan kujelaskan pekerjaanmu disini."
TBC
Saturday, September 17, 2016
8:06 PM
Thursday, September 26, 2016
3:35 PM
Hallo reader. Mulai dari sini aku akan tutup kegiatan nolah noleh internet cari referensi. Aku akan nulis sebisaku saja, dan akan lebih fokus ke alur. Isinya juga gak berat kok. Gak harus 100 % konkrit. Namun tetep ya kalau ada salah data atau apapun itu tolong saya dibenerin.
Ada yang nanya juga ini kenapa bisa update cepet. Sebenarnya aku update sesukaku. Mau cepet ya bisa mau lelet juga bisa, soalnya saya nulis. Nulis seperti kegiatan saya, datanya sudah ada tinggal edit sana sini. Saya tidur sama laptop soalnya hehe, laptopnya sampe protes bosen dan bilang sama saya 'Kapan akunya di shut down?!'
Kekeke saya gak rela kalau matiin laptop, jadi di stand by terus itu.
Yang bawah ini balasan review, ya kalau ada yang kelewat protes saya di PM:
MissBabyKyu_Sep 22 c6_syukurlah q lumayan bener soal penyakit jantung ini. Hehehe pengalaman seorang teman. Kihyun-nya simpen dulu. Saya suka iri sama karya orang lain, kapan saya bisa selues itu nulis? Saya suka hapus tulis berulang kali baru puas. Dan gak pernah seratus persen puas. Kalau ini diterima dengan baik, saya beruntung sekali.
Yulianasuka_Sep 22 c6_eoh? Kyunie ayahmu siapa sih? belum ketemu, ya?
Abelkyu_Sep 22 c6_iya terima kasih dengan sabarnya, juga saya update sesukaku kok. Kihyun momentnya kagak tahu ada di chapter berapa lagi. :)
Leny chan_Sep 22 c6_yeeeeyyy saya bisa update! Ini lumayan cepet kan. Iya iya iya?
Rain_Sep 22 c6_euhm…sepertinya begitu. Kita lihat chapter yang akan datang saja, ne.
Songkyurina_Sep 22 c6_ini cepet ya, iya cepet. Cho Youjin istrinya Kim Young Woon.
Yolyol_Sep 22 c6_eoh? Alhamdulillah juga kalau begitu. Do'anya apa ya?
Ladyelf11_Sep 23 c6_jangan kesel sama Henry dong. Nanti dianya protes sama saya. Hehehe padahal sengaja. Chapter kemarin panjang karena gak full story.
Sparkyubum_Sep 23 c6_doa'in saja memang begitu.
auliaMRQ_Sep 23 c6_Oke terima kasih banyak atas infonya :)
Cuttiekyu94_Sep 23 c6_benar, ini kejawab di chapter ini. Jung Woon sedang mencari Cho Youjin, ibunya Kyuhyun.
Ayame_Sep 23 c6_saya dipanggil kaka berasa jadi kakak beneran.
Kyuli99_Sep 23 c6_ini next. Dan jadi semakin terang benderang, g?
Yuliyuzumaky_Sep 23 c6_enggak kembar ko, Kibum lebih tua dia dikelas tiga, Kyuhyun dikelas dua.
Wonhaesung_Sep 23 c6_ini sudah next ya
Uixalmt_Sep 23 c6_express executive dibilang -_-
Angel sparkyu_Sep 23 c6_haduhh Kyu lu diminta kumat di depan Changmin atau hyungdeul yang lain, mau? Kyuhyun buka skrip yang sudah ditulis; 'saya kumat di kelas, saudara-saudara! Kronologinya hump!' hehehe itu bisa berubah, tergantung.
Emon_Sep 23 c5_wkwkwk kecepeten update, ya? Saya pengen segera selesai, biar gak berhutang kalau mau rehat.
Annisah563_Sep 23 c6_kejawan di chapter ini ya
Emon_Sep 23 c6_wau panjaaaaaaang hehehe dan aku suka bacanya. Gak usah bingung kenapa aku 'gak' nyasar baca ff mu. Membaca adalah kegiatan saya juga, kebanyakan fiksi sih. menurutku bagaimana tulisan itu dihargai adalah dengan DIBACA. Daripada review saya lebih suka karya saya dibaca, review adalah feedback. Karena itu saya banyak membaca dan saya juga semakin minder -_- adakah story baruMu? Saya ingin baca lagi.
Seseorang yang terlihat baik-baik saja justru menarik perhatian. Saya kenal orang seperti itu. Dan wau kisahnya lebih kelam dari pada binar mata yang dia tunjukkan. Jadi ini juga bisa dibilang inspirasinya dari 'orang' tersebut, tapi kasusnya berbeda. Saya hanya berharap semoga 'dia' menemukan sebuah sandaran agar menjadi benar baik-baik saja.
Ish saya jadi ngomongin sumber inspirasinya. Gak palah. Ayo nulis lagi, dong!
Awaelfkyu13_Sep 23 c6_yeeeeeyyyy update lagi!
Nurani506_Sep 23 c6_belum tahu mau bermuara jadi nangis-nangis atau tertawa-tawa. Kita lihat nanti ya?
Rahma94_Sep 23 c6_terima kasih atas dukungannya. :)
Miharu aina_Sep 23 c6_benar sekali feel di sini gak sebagus di LBB. Bisa dibandingin sih, saya juga ngerasanya gitu. Tapi tetep dibaca ya, jangan ditinggalin.
Jihyunelf_Sep 23 c6_Kyuhyun itu gak suka membicarakan masalah pribadi. Sejauh ini paling Changmin dan Leeteuk yang benar-benar paham masalah keluarga itu. Changmin teman dari kecil, apalagi perumahan mereka berdekatan. Leeteuk tahu sendirilah dia siapa, guru konseling, wali murid sementara Kyuhyun, wali kelas Kyuhyun juga, udah kenal juga dari kelas satu. Sedangkan di café hanya berhubungan sebagai teman kerja, meskipun benar mereka dekat. Di sekitaran café itu juga mereka tahu sedikit sedikit kesensitifan Kyuhyun dengan hujan, gelap dan petir, namun tidak dengan hal lebih pribadi lagi. Mereka hanya tahu, terutama Heechul, Kyuhyun tinggal di flat kecil, sangat sederhana dan harga miring.
Michhazz_Sep 23 c6_Choi Jung Woon ayah SiHaeBum, Kim Young Woon ayah tiri Henry. Secara kartu keluarga sih Kyuhyun ya Kim Kyuhyun. Kalau ayah kandungnya, kita tanya Kyuhyun saja. "Huh, aku anak Cho appa-lah! Gitu aja pada repot!" hahaha Kyuhyunnya ngambek. Kita lihat nanti saja ne, Kyuhyun anaknya siapa?
Readlight_Sep 23 c6_Saya juga pengen juga secepatnya, tapi nanggung katanya yang slow slow dulu ah. Hehe sabar ya
Dydy_Sep 23 c6_iya ini saya usahain, ya kan? Update lagi :)
Apriliaa765_Sep 23 c6_panjang karena gak full story kayaknya.
Songkyurina_Sep 27 c7_saya malah merasa datar aja nulisnya plus bingung lho. Ko malah bisa membuatmu menangis? Gak apa saya merasa berhasil, cieee tp kagak juga untuk yang lain. Ada yang ngerasa kalau chapter 7 cukup boring, dan emang iya. Hiks
MissBabyKyu_Sep 27 c7_Kyuhyun besar hati karena dia harus. Trauma dan depresi hasil dari semua tekanan dari berbagai perasaan yang dia hadapi selama itu. Jadi intinya yang terlihat baik-baik saja belum tentu benar-benar baik-baik saja. Permukaan berbanding terbalik dengan dasarnya.
Guest_Sep 27 c7_iya saya lanjut nih :)
Miharu aina_Sep 23 c7_aigoo juga
Ladyelf11_Sep 23 c7_hu'um, Hera berperikemanusiaan sekali menurutku. Dia emang baik kok
Emon el_Sep 27 c7_henry-ah kau disebt kejam nak! Kibum akan benci Kyu juga? Kibum: "Kenapa aku harus membenci my Kyu?" *si Kibum lihat skrip ah!
Guest_Sep 27 c7_wuah, terima kasih sudah disempetin baca ya. Salam buat bosnya yang ngingetin untuk kerja, itu sebuah kewajiban yang diikuti tanggung jawab. Requestnya sedang dibuka-buka lagi filenya? Semoga siap update kalo enggak diusahakan. Nanti masuk bonus kayaknya.
Cuttiekyu94_Sep 27 c7_Hera eomma memang angel
Guest_Sep 27 c7_terima kasih :) tetep baca chapter selanjutnya ya
Michhazz_Sep 27 c7_tidak ada yang tahu Kyuhyun sakit, kecuali Leeteuk, Hankyung dan dokter sekolah.
Maya kyu_Sep 27 c7_terima kasih, semoga tetep suka dan tambah suka :)
Kyume801_Sep 27 c7_kekeke iya gatel pengen cepet selesaiin
Leny chan_Sep 27 c7_ini sudah di next
Yulianasuka_Sep 27 c7_aduh nangis sampe seperti itu, itu ada pcar kagak? Saya gak bisa jadi sandaranmu soalnya. Maafin ya, mennagis dibahu kekasihmu saja. Wkwkwkwk
Angel sparkyu_Sep 27 c7_Young Woon sangat sayaaaaaang Kyuhyun, dulu. Tapi sekarang? Kyuhyun depresi sakit hingga percobaan bunuh diri saja dia kagak tahu. Padahal dulu, waktu kecil kalau Kyuhyun pilek, malem malem kagak bisa nafas karena hidungnya kesumbet ingus Young Woon rela tanpa pikir-pikir nyedot ingus itu pake mulutnya. Padahal dulu, Young Woon itu yang gantiin popok Kyuhyun, mandiin, nyuapin, makein baju, rela kagak dapat bonus akhir tahun demi ngejagain Kyuhyun yang sakit. Padahal duluuuuu yeah kagak selesai kalau bicarain 'dulu' hahaha entahlah kita lihat nanti saja bakal berakhir seperti apa.
Dydy_Sep 27 c7_Kyu, kamu banyak yang mikirin, cieee cie cie cie
Yolyol_Sep 27 c7_Hera sosok penyokong makanya Kyuhyun jadi setegar itu, ya kan yakan. Kibum menduga-duga, tapi sudah yakin itu memang Kyuhyun tinggal memastikan saja.
Kyunoi_Sep 27 c7_Kyu ada ide buat Young Woon appa sadar?
Readlight_Sep 27 c7_hehehe sudah aku jawab di cuap cuap diatas. Karena sudah ada data dan file text, hasil nyicil-nyicil. Menulis adalah kegiatanku :)
Wonhaesung Love_Sep 27 c7_saya next ini
Sheehae89_Sep 27 c7_terima kasih, saya blushing jadinya. Hehehe kan sudah capek capek dibaca di review lagi, jadi saya juga harus berusaha yang terbaik meski masih saja hasilnya begini. Rivew belum seluruhnya bisa dibalas perchapter, kalau PM saya ngerasa kebangetan banget kalau gak nyempetin bales. Narasi seperti ini masih masuk kategori tidak komunikatif, lho 'ini kata orang ahli', makanya saya masih berusaha dan berusaha lagi. Kedepannya semoga bisa lebih diterima lebih lagi.
Nurani506_Sep 27 c7_Kim Young Woon jangan nabokin palaku, tuh kejar aja yang bilang kamu kejam! Kekeke tetap baca ya jangan tinggalin ffnya
Jihyunelf_Sep 27 c7_Hera eomma malaikatnya Kyu.
Ahsanriri_Sep 27 c7_aduh saya harus ngomong apa ya, terima kasih aja deh. Dibilang bahasanya terlalu bagus, tapi ada juga ko yang bilang kurang komunikatif. Saya sendiri ngaku kalau ini masih baaaaaanyak kekurangan. Terima kasih lagi, tetep tungguin kelanjutannya ya
Awaelfkyu13_Sep 27 c7_Young Woon lagi-lagi kamu dibilang kejam.
Sofyanayunita1_Sep 27 c7_iya Cho Youjin ibu kandung Kyuhyun. Pelan-pelan entar pasti kebuka.
Abelkyu_Sep 27 c7_ah suka sekali Kyuhyun dimenderitain~
Apriliaa765_Sep 27 c7_berapa chapter jadinya saya tidak tahu. Ngikutin alur saja kayaknya.
KuroNaShiro_Sep 27 c7_wuah gak bisa nyanggupin kalau update kilat mah.
Okaocha_Sep 27 c7_oke tungguin ya
Sparkyubum_Sep 27 c7_uah kita tanya sama Kyuhyun nanti dia mau kagak di lempar ke Choi family…
HyukRin67_Sep 27 c7_Sip
Kuroi Ilna_Sep 28 c7_oke. Stay tune ya
Pipitkim1214_Sep 28 c7_syukurlah bisa menarik air matamu. Stay tune.
Dewi leitte_September c1-c7_terima kasih lho sudah disempetin ninggalin rivew perchapter, keren. tungguin terus next chapternya :)
Salam
Sima Yu'I
(SY'I)
