.
.
.
"Verum : Winter for My Milady
Disclaimer : tokoh bukan punya saya :"D
Warning : semacam spin-off (lagi), masa di mana pembantaian keluarga Kim belum terjadi 8")) dan kookv.
Proudly Present by Cakue-chan
.
.
[3/3] Epilogue
.
.
.
~oooOOOooo~
"Seperti yang kuduga," tukas Jungkook, sedikit merasa bangga dengan konklusi sebelumnya. "Kau itu pembawa sial, Kim Taehyung."
Taehyung urung melontarkan protes ketika satu kakinya refleks terangkat untuk menginjak kaki si polisi muda tetapi gagal. Gerak-gerik Jungkook lebih gesit, ia dengan mudah menghindar dan nyaris membuat Taehyung terjungkal. Segesit bagaimana ia berhasil menarik siku Taehyung dengan mudah.
"Hati-hati, ma cherie, kau bisa jatuh," bisik Jungkook jenaka, mata kirinya berkedip jail.
"Astaga, gombal," cibir Taehyung jengah. Ia menepis cekalan Jungkook lalu mendengus, fokusnya berkeliling memindai sekitar. Keramaian stasiun Frankfurt tak ubahnya seperti London, Taehyung pikir, penuh dengan nuansa kepulangan dan kehidupan yang domestik. "Ini dingin sekaliii," keluhnya, "Yoongi-hyung—"
"Tidak," potong Yoongi cepat, entah sejak kapan berada di dekat Taehyung dan melewatinya begitu saja. "Salah sendiri lupa bawa sarung tangan, kembali saja sana ke London."
Dan jawabannya itu serupa dengan jawaban Seokjin juga Hoseok.
"Kau merepotkan," Jungkook menyahut, melepas sarung tangan bagian kiri dan dipasangkan pada tangan Taehyung (Jungkook tidak berhenti berdecak karena jemari-jemari Taehyung sulit sekali diam dan malah sengaja menggerakannya seperti tentakel gurita). Satu tangan Taehyung yang lain diraihnya asal, sengaja Jungkook jejalkan ke dalam saku mantel. "Lain kali packing yang benar."
"Cerewet."
Balasan Jungkook tak kunjung datang, dan Taehyung juga tidak mengharap jawaban. Sorot matanya memandang jauh ketika Kris Wu bersama Dennis Oh, termasuk Julien dan Melanie, berada di pijakan lain sambil sibuk bercakap-cakap bersama pasangan yang saat itu menyambut kedatangan mereka. Taehyung melihat tangis, terefleksi jelas ketika seorang wanita tua di hadapan Kris membekap mulut dengan bahu bergetar hebat.
"Hei, kalian!" Yoongi memanggil dari arah lain. "Cepat jalan, mau sampai kapan di sana, eoh?"
"Ayo," ajak Jungkook sedikit menyeret langkah Taehyung, tautan jemari dalam saku mantelnya mengerat tanpa sadar. "Kita pergi."
Taehyung mendesah samar, berbalik mengikuti langkah Jungkook, dan tak pernah menoleh lagi.
.
.
.
[fin]
a/n : tamaaaaaaat! /gelundungan/ satu lagi seri dari Verum dan terima kasih bagi yang sudah mengikuti sampai sini :"))) sedari awal saya menargetkan Verum yang ini gak akan punya konflik yang panjang jadinya dua chapter terakhir emang sedikit, huehuehue. Semoga penjelasannya tidak membingungkan, ihik. Terima kasih kepada (Y BigProb, aku, jeonylatte, viertwin, sugantea, MingyuAin, kukukuk, icetaetic) atas review di chapter sebelumnya yaa XD Dan yang review-review dari awal chapter, fave, follow dan mengikuti sampai akhir.
Oh yah, terima kasih sudah merespons perihal fanbook untuk chapter kemarin. Setelah mendekam dari bulan September, akhirnya saya putuskan untuk buat dan bisa cek di-postingan setelah chapter ini dengan judul [Fanbook] Verum : When Mon Cher Meets Ma Cherie. Yang berminat bisa klik halaman selanjutnya kok :))) saya sengaja disatukan di-post ini karena satu dan lain hal /sebenernyainidaritadisayadegdeganmaupostnyajuga/ /gimanainihelp/
Sekali lagi, terima kasih telah membaca Verum : Winter for My Milady yaaa~ Semoga Verum selalu terkenang di hati kalian, huehuehue.
[Bandung, 21 Oktober 2017]
