MINE

BY : LAILA127

*Semua yang ada disini bukan milik saya. Tetapi milik Tuhan dan orang yang memilikinya.

Cast : ChanBaek

BL. YAOI. GAY. CRIME. ROMANCE

.

.

.

BUKAN UNTUK ANAK-ANAK

.

.

.

Chapter 2. Awal Pertemuan

10.00 PM.

Kringgg~~kringgg~~

Seorang laki-laki manis terbangun saat mendengar suara alarm di mejanya. Dengan kesal, ia bangun dan lansung membanting alarm itu ke lantai.

" Alarm sialan! Menggangu saja ". Kata Baekyun (nama laki-laki itu)

" Yak Hyung!. Tidak bisa kah kau tenang sekali saja saat kau bangun tidur, dan Astagaa! Kau mengancurkan alarm mu lagi!? ".

Adiknya, Taehyung atau V selalu saja mengomeli Baekhyun saat Hyung pabonya (Baekhyun sering kesal saat adiknya memanggilnya seperti itu) mengancurkan alrm yang selalu dibelinya dengan susah payah.

" Diam kau! Tae. Kau tau bahwa aku sangat mengantuk karena semalam aku tidak tidur. Dan ini masih pagi! Jangan teriak-teriak seperti itu. Kau membuat telingaku sakit saja ".

" Pagi kau bilang!? Dimana matamu Hyung? Ini sudah pukul 10.00 pagi dan kau masih di kasurmu!? Bukankah kau akan bekerja hari ini? ".

Taehyung tidak habis pikir mengapa Hyung-nya selalu saja pulang larut malam. Memangnya apa yang dilakukan Hyung-nya saat keluar pada malam hari? Baekhyun hanyalah seorang pemilik kafe didekat kampusnya. Mustahil kan, jika hanya bekerja dikafe sering pulang lewat jam dua belas malam?

" Tapi masih pagi, bukan? Jadi tidak ada masalah ". Kata Baekhyun dengan sangat santai.

" HYUNG! ". Teriak Taehyung kesal.

" Arasso arasso! Aku akan bekerja. So, bisa keluar dari kamarku? Aku ingin mandi"

Masih dengan mood buruk, Baekhyun berjalan ke kamar mandi. Taehyung hanya mendesah lelah saat melihat kelakuan Hyung-nya yang benar-benar menyebalkan.

" Hyung "

" Hmmm? "

Baekhyun masih menunggu adiknya bicara. Bahkan setelah ia menunggu 5 menit untuk mendengar adiknya bicara, Taehyung masih tidak bicara.

Dengan kesal, ia memukul meja makan

Brakkk

" Yak, Tae! Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan. Bolehkah aku selesai makan dan pergi sekarang? ". Taehyung kaget karena Hyung-nya memukul meja makan dengan kuat.

" Tunggu! Aku hanya ingin bilang bahwa kau harus berhati-hati Hyung. Kau tau? Banyak pembunuhan disana-sini. Jadi, aku hanya tidak ingin kau terluka ". Taehyung mengatakan itu dengan nada yang khawatir. Kentara sekalinya di nada bicaranya yang cepat.

Baekhyun hanya menghela napas. Dia sudah tau akan begini jadinya. Adiknya selalu menghawatirkannya. Tidak taukah ia? Bahwa Baekhyun sabuk hitam dalam Hokaido. Baekhyun bisa menjaga dirinya sendiri.

" Aku bisa menjaga diri, Tae. Kau tidak perlu khawatir ".

" Ta-tapi Hyung- ".

" Cukup! Aku bisa menjaga diriku sendiri. Kau mengerti Byun Taehyung!? ". Baekhyun langsung memotong perkataan Taehyung. Baekhyun tidak suka diremehkan. Ia benci itu.

Sedangkan Taehyung? Taehyung hanya menunduk. Jika Hyung-nya sudah memanggil nama lengkapnya, maka Hyung-nya sudah benar-benar kesal padanya.

" Mi-mianhae Hyung. Kau tau? Aku hanya mengawatirkan mu ". Ucapan Taehyung terdengar lirih dan Baekyun mendengarnya. Ia jadi merasa bersalah pada adiknya.

" Aku tau. Mian. Tapi pecaya padaku, oky? ".

" Oky ".

Baekhyun tersenyum senang saat melihat senyuman adiknya. Setelah orangtua mereka pergi meningglkan Baekhyun, satu-satunya keluarga yang dimilikinya adalah Taehyung. Baekhyun tidak akan tau apa yang harus dilakukannya jika saja Taehyung tidak ada disisinya. Baekhyun selalu berharap pada Tuhan agar ia selalu bersama Taehyung.

Tanpa tau, bahwa Tuhan tidak selalu

mengabulkan harapan umatnya

" God. Aku harus pergi sekarang. Suho Hyung pasti akan mengomeliku jika aku terlambat. Yeah, walaupun aku pemilik kafe, tapi kursi maneger ada pada Suho Hyung ".

" Arasso, hati-hati dijalan Hyung. Dan oh! Tolong jangan pulang larut malam. Kau tau? Aku tidak ingin membangunkanmu lagi ". Baekhyun hanya terkekeh mendengar ucapan adiknya itu.

" Arrayo. Aku tidak akan pulang malam ".

" Janji? ".

" Of course ".

" Thanks Hyung ".

Baekhyun hanya menatap adiknya dengan lembut.

" Baiklah, aku pergi sekarang ".

Blamm

Bunyi pintu tertutup menandakan bahwa Baekhyun sudah pergi. Dan disaat bersamaan Baekhyun pergi, tatapan Taehyung berubah. Tidak ada lagi tatapan hangat dan jahil disana. Taehyung hanya menatap datar dan dingin tempat pintu yang baru saja tertutup.

'Mianhae, Hyung '.

" Apa aku terlambat!? ". Tanya Baekhyun. Kondisi Baekyhun sangat berantakan. Jika saja ia tidak di ruangan khusus staf kafe, Baekhyun berani bersumpah bahwa ia akan dicap sebagai orang gila.

Pria yang ditanya hanya menatap datar pada kondisi Baekhyun.

" Kau hampir terlambat, Hyung ". Dan Baekhyun bernafas lega.

" Baguslah ".

Sehun hanya menatap Baekhyun dengan pandangan datar. Tidak ada ekspresi diwajahnya.

" Apa? "

" Tida apa-apa. Hanya saja, kukira tadi kau orang gila ". Setelah mengatakan itu, Sehun langsung pergi dari sana. Ia tidak ingin mendenagar teriakan yag luar biasa dari Baekhyun.

" OH SEHUN! ".

" Hahhh~~ hari ini sungguh melelahkan ".

Baekhyun sedang berada di belakang kafe. Ia harus membuang kotak-kotak yang berisi sampah dan barang-barang yang tidak terpakai lainnya.

" Ouch... mengapa kotak-kotaknya sangat berat? Dan kenapa hanya aku yang melakukannya? ". Baekhyun heran, mengapa semua orang di kafe menyuruhnya ini-itu? Hanya karna ia berteriak sangat keras, Suho langsung menghukumnnya.

" Kau butuh bantuan? ".

" Ehhh? ".

Itulah awal pertemuannya dengan seseorang.

Seorang iblis bertopeng malaikat.

TBC

Haii~~ Semuanya ^_^

Saya minta maaf jika ceritanya kurang memuaskan atau gaje. Saya juga masih baru jadi Aouthour *benar gak yah tulisannya?

Tentang seni bela diri yang dikuasai Baehyun, saya benar-benar lupa akan hal itu. Tolong maafkan saya.

So, kritik dan saran selalu saya terima.

Thanks,

Laila127