MINE

BY : LAILA127

*Semua yang ada disini bukan milik saya. Tetapi milik Tuhan dan orang yang memilikinya.

Cast : ChanBaek

BL. YAOI. GAY. CRIME. ROMANCE

.

.

.

BUKAN UNTUK ANAK-ANAK

.

.

.

Chapter sebelumnnya

" Akhirnya kau datang. Bagaimana? "

" Kau tidak menawariku duduk , Park? Seperti biasa selalu ke inti masalah "

Seseorang yang di panggil 'Park' hanya mendengus mendengar ucapan seseoran yang berada didepannya.

Tanpa persetujuan dari orang yang bernama 'Park', orang yang tadi datang langsung duduk didepannya. Benar-benar tidak sopan. Tapi mau bagaimana lagi? Kau tidak akan bisa menegurnya.

" Aku tidak peduli Kai, katakan atau kepalamu yang akan hacur "

" Oky-oky. Laki-laki manismu sedang ada diapertementnya sekarang. Setelah itu apa yang kita lakukan Richard? "

Ya. Dia adalah Richard Prak.

Seorang buronan yang dicari polisi dan juga dunia hitam dengan harga kepala yang menakjubkan.

Richard tidak menjawab, ia hanya menatap Kai dengan pandangan misterius dan Kai pun mengerti. Kai langsung pamit karena tugasnya belum selesai.

Jadilah Richard sendirian diruangan itu. Membuka ponselnya, Richard tersenyum tipis melihat walpaper di ponselnya. Gambar walpaper itu adalah Baekhyun yang sedang tidur pulas dengan damai. Seakan ia tercipta dari cahaya yang suci.

Richard menyentuh layar ponselnya dengan penuh kerinduan.

" Sebentar lagi kita akan bersama. My Love "

.

.

.

Chapter 5. Start!

Malam semakin larut, pastinya orang-orang di luar sana memilih tidur kan? Tetapi berbeda dengan orang kebanyakan yang memilih tidur, laki-laki itu hanya menatap kosong keluar jendela. Baju tidurnya yang berwarna hitam sedikir berkibar karena terkena angin malam. Tapi ia tidak peduli.

Richard Park.

Setidaknya orang-orang mengenalnya dengan sebutan itu. Seorang pria dengan sejuta pesona namun berbahaya.

Richard memejamkan matanya. Satu-satunya yang ada dipikirannya adalah malaikat mungilnya. Dunianya. Dia adalah segalanya bagi Richard. Bahkan Richard masih mengingatnya, bagaimana cara malaikat mungilnya memanggil namanya dengan penuh kasih sayang.

Yeolli

Tapi itu hanya sementara, karena Richard mengingatnya dengan jelas. Bagaimana miliknya direbut paksa darinya.

'Odion. Kau akan mati'

.

.

.

At 09.00 PM.

" Hyung, kapan kau akan membebaskan Lily?"

Baekhyun sedikit tersentak saat mendengar ucapan Taehyung yang tiba-tiba.

" Mengapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? "

Taehyung hanya menghela nafas. Sudah dua hari Lily tinggal dirumah. Tapi hyung-nya masih saja tidak mau mengembalikan Lily ke pemiliknya.

" Baek hyung. Ini sudah dua hari dan kau tidak mau mengembalikan Lily ke pemiliknya. Lily pasti merindukan pemiliknya "

Ucapan Taehyung membuat Baekhyun yang sedang mengelus Lily terhenti seketika. Baekhyun sudah memikirkannya beberapa hari ini. Ia tau bahwa mungkin Lily merindukan pemiliknya. Tapi, ia bahkan tidak tau siapa pemilik Lily. Apa yang harus Baekhyun lakukan?

" Aku juga tidak tau, Tae. Aku hanya memungutnya dijalan. Entah kenapa kucing ini terasa familiar untukku "

Taehyung mengerutkan keningnya. Familiar? Taehyung merasa Baekhyun tidak pernah membawa kucing seperti Lily. Dan juga, Taehyung merasa bahwa Lily terlihat akrab dengan Baekhyun ketimbang dirinya.

" Mungkin kau pernah melihatnya di jalanan? Itu yang membuatmu familiar dengan kucing itu " Ucap Taehyung.

Baekhyun tidak menjawab, ia hanya mengusap tubuh Lily dengan lembut.

" Entahlah, Tae. Aku juga tidak tau "

.

.

.

Di sebuah ruangan yang gelap, terdapat sebuah ruangan yang misterius. Suara jeritan, kepedihan, dan kesakitan terdengar samar dari ruangan itu.

" Katakan, dimana milikku? Aku tau kau anak buahnya Odion? Jangan macam-macam denganku "

" Hei Park, kau bisa saja membunuhnya jika pistolmu masih saja berada didepan kepalanya " Ucap Kai pada Richard.

Tapi Richard tetaplah Richard. Ia tidak suka di perintah. Bahkan jika yang memerintahnya adalah sahabatnya sendiri.

" Diam. Alguien "

Kai mendengus kesal. Jika Richard sudah memanggil seperti itu, maka Richard benar-benar serius.

Bagaimana dengan membantahnya?

Jika saja Kai tidak sayang dengan nyawanya, ia akan senang hati membantahnya.

" Baiklah. Tapi jangan terlalu belebihan, kita takkan mendapatkan informasi apapun darinya jika kau membunuhnya sekarang "

Richard tidak menjawab. Ia sibuk dengan mangsanya yang terlihat ketakutan.

" A-aku tidak ta-tau dimana orang yang kau maksud " Ucap tahanan itu ketakutan.

" Jangan bercanda denganku " Ucap Richard dengan nada dingin dan menusuk. Membuat tahanan itu bertambah ketakutan mendengar nada suaranya.

Untuk kesekian kalinya, Kai mengela nafasnya. Ia tau bahwa Richard tidak akan menyerah begitu saja. Ia akan mengambil apa yang sudah menjadi miliknya. Kai tau itu. Maka dari itu Kai menyentuh bahu Richard, membuat Richard kebingungan. Tapi tidaklah lama. Karena setelah Kai menyentuh bahu Richard ia maju dan berjongkok di depan tahanan mereka.

" Hei, kau tidak ingin mati ditangan orang ini kan? Sebaiknya kau menyerah dan katakan dimana orang yang kau culik 3 tahun silam "

Kai berdiri. Berjalan perlahan ke sebuah lemari, satu-satunya lemari yang ada diruangan itu. Richard yang sudah tau Kai akan melakukan apa hanya diam dan menyeringai tipis.

Dan saat dibuka. Terdapat banyak sekali senjata tajam dan senjata ilegal. Kai mengambil sebuah cambuk yang bergantung disana. Berjalan kembali ke tempat tahanan itu berada.

Ctarrr

" Akh! "

" Jika kau masih bersikeras tidak tau, maka Richard akan membunuhmu loh. Sebelum Richard membunuh mu, bagaimana kalu bernegoisasi denganku? "

.

.

.

Baekhyun sedang jalan-jalan di taman kota. Tentu saja kita tak bisa melupakan Lily, kucing yang selalu menempel pada Baekhyun setiap saat. Bahkan Baekhyun heran, mengapa Lily menempelinya seakan kucing itu begitu merindukannya? Baekhyun jadi bungug sendiri jadinya.

Miaow~~

Tiba-tiba saja Lily berlari. Baekhyun sangat terkejut saat itu. Tanpa sengaja ia melepaskan tali yang menghubunkan Baekhyun dengan Lily.

" Lily. Tunggu! "

Baekhyun pun mengejar Lily. Dengan susah payah, ia menerobos keramaian orang-orang yang ada di tempat itu. Baekhyun terus mengejar Lily, tanpa tau dimana ia sekarang berada.

" Lily, dimana kau kucing manis? " Uacap Baekhyun sedikit berteriak.

Meaow~~

'Lily!'

Saat Baekhyun ingin mencari asal suara tersebut, tiba-tiba pandangannya terkunci pada sesuatu yang ada disana. Bukan juga dengan Lily yang ada disana. Tetapi dengan seorang pria. Seorang pria yang sangat Baekhyun kenali, atau seluruh dunia?

Richard Park

Tersenyum.

Ya, Baekhyun bisa melihat pria itu tersenyum. Senyum itu terlihat…. tulus? Baekhyun tidak yakin tentang itu. Tapi satu hal yang pasti, Baekhyun merasa pusing dikepalanya. Sebelum ia kehilangan kesadarannya, Baekhyun bisa mendengar ucapan Richard Park yang ditujukan pada orang lain. Begitulah menurut Baekhyun.

"Akhirnya aku menemukanmu. My love."

.

.

.

Tranggg

Piring yang dipegang Taehyung pecah menjadi berkeping-keping. Taehyung menunduk, mengambil pecahan itu dengan hati-hati. Entah kenapa Taehyung mempunyai firasat buruk pada Hyung-nya.

'Hyung. Kau akan baik-baik saja kan?'

.

TBC

.

.

Haii~~ Semuanya ^_^

Saya minta maaf jika ceritanya kurang memuaskan atau gaje.

Dan maaf juga karena saya lama update.

So, kritik dan saran selalu saya terima.

Thanks,

Laila127