Title : New Neighbor and Maybe The New Life

Author : Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan

Rated : T

Genre : Romance dan Humor ^^v

Fandom : Naruto

Pairing : SasuNaru (Main) , NaruHina and SasuSaku (slight)

Disclaimmer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto, LUNA SEA belongs to Universal Music Japan, and Syahrini belongs to err i dunno ._.)v. I only have the storyline of this fic ^^

Chapter: III -Kisah Menarik dibalik Semua Kegilaan Ini!-

Summarry : Naruto Uzumaki depresi karena kematian kekasihnya dan menganggap semua orang yang memiliki warna rambut dengan sama dengan kekasihnya adalah kekasihnya!

Warn : Sho-ai a.k.a BL,MxM,Typo(s),OOC,AU,Abal dan Gaje(las)

Normal's PoV

Sang surya telah kembali dari persenyembunyiannya. Ternyata usai melakukan monolog singkat yang penuh dengan kegalauan, seorang Uchiha Sasuke ketiduran! Ya, ketiduran tepat di samping Naruto. Dan –uhuk- berhubung kedua manusia itu sama – sama kebanyakan bergerak saat tidur maka –uhuk- kini mereka sedang berada di posisi berpelukan. Well, setidaknya jika ditinjau dari kejadian – kejadian sebelumnya, pastilah setelah ini Naruto akan senang dan Sasuke akan merana.

1…2…3

Sang empunya rambut blonde dan sang empunya rambut violet sadarkan diri secara onyx dan mata safir dari kedua orang itu saling pandang. Sang pemilik mata onyx menelan ludahnya –takut akan ketiban sial seperti kejadian yang sudah dialaminya kemarin. Mata onyxnya memandang horror mata safir Naruto.

'Jangan lagi, sepagi ini!' batin Sasuke merana, bagaimanapun dia sudah tak kuasa menahan kegilaan yang terjadi padanya secara bertubi - tubi.

"Aha! Hinata-chan yang sekarang memang agresif ya! Ah, baguslah! Setidaknya Hinata-chan seperti mau belajar untuk kembali mencintaiku." Kata Naruto dengan mata berbinar penuh harap –yang jujur saja menyebabkan Sasuke ingin mencium pemuda yang ternyata kalau di lihat – lihat manis itu, eh tapi dia tak mungkin melakukannya dia hanya mencintai Sakura!YA, Hanya Sakura!-.

"Dobe, aku tak sengaja. Sekali lagi perlu aku ingatkan, aku bukan Hinata-chan-mu." Kata Sasuke dengan wajah masam –karena ia tau setelah kejadian ini hidupnya akan menjadi lebih berat!-.

Mata safir Naruto memandang Sasuke … Tadi saja si rambut violet itu memeluknya, bagaimana bisa kalau sosok yang masih terbaring di sampingnya itu bukan Hinata? Lagipula sosok itu juga sangat peduli padanya. Seingat Naruto hanya Hinata yang peduli padanya sejak kematian kedua orang tuanya 4 tahun lalu. Naruto memandang lurus sosok Sasuke, masih menganggap pria bermata onyx itu adalah Hinata-nya yang telah tewas.

"Iie,Iie kau Hinata-chan! Lagipula yang peduli padaku cuma Hinata-chan!" sahut Naruto yang segera turun dari kasurnya.

Sasuke tertohok mendengar perkataan Naruto. Pilihannya untuk menghibur pemuda blonde itu ternyata salah besar! Seharusnya, dia tak menaruh rasa belas kasihan pada pemuda itu kalau ujung – ujungnya dia dianggap sebagai kekasih wanita pemuda itu. Err, menerut Sasuke dianggap kekasih Naruto tak lah buruk tapi paling tidak seharusnya Naruto menganggapnya sebagai seorang pria! Oh, ayolah apakah dominasi atas ciuman yang mereka lakukan kemarin hari belum cukup membukti kalau seorang Sasuke Uchiha itu lelaki tulen? Bukan, setengah laki – laki seperti Naruto –er menurut Sasuke, Naruto memiliki wajah terlampau manis untuk seorang laki – laki, jadi ya begitu (?).

"Dobe…" Sasuke hanya sanggup mengatakan hal itu pada Naruto dan tak ingin mengatakan hal apapun lagi karena dia ingin mati detik ini juga!

Naruto hanya menoleh merasa dipanggil. Kedua alisnya bertaut –bingung- rasanya dari kemarin sang pemuda berambut violet itu tak pernah menyapanya dengan namanya. Mungkinkah, 'Hinata-chan'-nya itu lupa dengan namanya? Naruto, sekali lagi memandangi Sasuke. Kulit putih pucat, mata onyx dan rambut violet. Sosok yang amat sempurna, 'Hinata-chan'-nya kini telah bertransformasi jadi lelaki tampan nan macho namun tetap saja bagi Naruto, 'Hinata-chan'-nya ini tetap seorang wanita.

"Hinata-chan, sedari kemarin kau menyebutku Dobe. Kau kenapa sih jadi kasar begitu? Dulu kan kau lemah lembut anggun lagi!" kata Naruto seraya mengembungkan pipinya –menyebabkan lelaki berambut blonde itu menjadi lebih manis di depan Sasuke-.

Mendengar kata anggun yang keluar dari bibir Naruto. Sasuke tambah merasa ngeri, dia tak bisa membayangkan dirinya menggunakan gaun panjang berjalan a la artis top Konoha bernama Syahrini dengan gaya centilnya sambil berkata 'Aku usir cantik kamu…Hush…Hush…Sana…Dobe.' . Sasuke mendadak ingin muntah, kau tau kan dia terlalu lelaki untuk melakukan hal itu. Menurutnya Naruto jauh lebih pantas melakukan hal itu. Sasuke memandang horror safir Naruto, tidak! Dia tidak anggun!

"Dobe, dengar aku lelaki dan aku tak mungkin bertingkah se-menjijikkan itu-." Kata Sasuke dengan tatapan horror –karena apa yang ada dipikirannya-.

"Ah Terserahlah Hinata-chan! Oh ya kalau kau lupa siapa namaku, namaku Naruto! Jadi jangan panggil aku Dobe lagi." Kata Naruto sumringah dengan tatapan mata puppy eyes.

Sasuke berusaha menaklukan rasa ibanya karena takut nasibnya bertambah nista. Namun, apa daya sang lelaki Uchiha hanya casing-nya saja yang dingin. Dia tak mungkin menolak permintaan pemuda manis di depannya ini! Pemuda yang memang haruslah dikasihiani. Namun, lagi – lagi batin Sasuke berkonflik sendiri karena dia tak ma uterus – terusan dianggap Hinata-chan oleh pemuda blonde itu!

"Hn, kau tetaplah Dobe dimataku. Jadi percuma kau bilang siapa namamu, karena aku tetap akan memanggilmu dengan sebutan Dobe." Sahut Sasuke dingin nan menusuk.

Naruto memandang lelaki berambut violet itu lagi. Sikap 'Hinata-chan'-nya telah benar – benar berubah! Dia tak habis pikir apa yang akan dilakukan oleh keluarga Hyuuga sehingga 'Hinata-chan'-nya menjadi begini. Ternyata, bukan hanya jenis kelamin 'Hinata-chan'-nya yang berbeda tetapi kelakukaan 'Hinata-chan'-nya berubah 180 derajat! Naruto memandang lekat – lekat wajah Sasuke –yang sampai detik ini masih dianggapnya sebagai Hinata- sebelum sang blonde berkata

"Hinata-chan, aku mandi dulu ya! Setelah ini kita lakukan apa yang biasanya kita lakukan bersama seperti dulu!"

Sasuke mengerutkan keningnya. Apalagi hal absurd yang akan dialaminya hari ini? Sasuke memandang horror punggung Naruto yang menuju ke kamar mandi. Tidak! Jangan bilang Naruto akan mengajaknya jalan – jalan dengan bergandengan tangan, menonton bioskop di mall atau berjalan – jalan keluar apartemen ini. Sasuke tak mau hal itu terjadi, karena kalau sampai itu terjadi sudah dipastikan pamornya akan benar – benar turun drastis! Ah ya, Sasuke baru ingat bahwa dia memutuskan untuk mengganti warna rambutnya hari ini, karena dia sudah cukup stress dengan semua ini. Sasuke mengambil ponselnya dari saku, menurutnya ini keadaan paling aman, karena ia akan bicara soal masalah salon dengan kakaknya. Ya, kalau sampai ada Naruto disana bisa – bisa Sasuke malah benar – benar dikira wanita! Sasuke menekan nomor ponsel kakaknya dan segera memanggilnya.

"Kau ada apa telepon Aniki?" tanya kakaknya –Itachi Uchiha-.

"Aniki, rambut aniki kan bagus hitam bersinar seperti bintang iklan shampoo. Aku dengar Aniki berlanggangan salon. Di manakah salon langgangan Aniki? Aku ingin punya rambut seperti Aniki." Kata Sasuke dengan Ke-OOC-an yang sangat. Hell…inikan untuk menyelamatkan pamornya, jadi tak apalah sedikit OOC.

"HAH?Apa aniki tak salah dengar?" Itachi bicara dengan nada shock –dan hampir saja ia membanting ponselnya, untung saja dia ingat ponselnya adalah iPhone 6, jadi ia batal membanting ponsel tersebut-.

"Hn, aku serius Aniki." Sahut Sasuke yang sudah kembali normal.

"Ah itu salon itu ada terletak dua kilo meter dari apartemenmu, nama salonnya itu salon Orochimaru, sudah ya Aniki banyak urusan!Bye." kata Itachi yang masih saja shock karena adiknya secara tiba – tiba menanyakan soal masalah salon.

Sasuke mengangguk – anggukkan kepalanya dan akan langsung pergi ke salon itu nanti siang. Ya, untuk tidak memperlama nasib sialnya ini setidaknya. Tepat setelah Sasuke menyelesaikan teleponnya dengan Itachi, Naruto keluar dari kamar mandi dan sudah sangat rapi –seperti mau kencan-. Bayang – baying horror kembali terlintas di otak sang Uchiha.

'Kalau sampai si Dobe ini mengajakku keluar, aku tak akan mau!' batin sang Sasuke yang pikirannya benar – benar dipenuhi kemungkinan – kemungkinan horror yang akan terjadi jika dia keluar bersama Naruto.

"Eh, kau tak mandi dulu Hinata-chan?" tanya Naruto memandang Sasuke.

"Memang apa yang akan kita lakukan Dobe? Aku tak mau keluar." Kata Sasuke dengan ekspresi dingin –walau sebenarnya pikirannya dipenuhi oleh hal – hal yang menurutnya horror-.

"Hanya seperti biasanya kau bernyanyi dan aku bermain gitar, kau juga lupa akan kenangan manis kita itu Hinata-chan?" tanya Naruto dengan menautkan kedua alisnya.

"Hn, aku akan lakukan Dobe. Tapi, aku bukan Hinata-chan-mu jadi jangan terkejut kalau lagu yang akan ku nyanyikan akan sangat berbeda dari Hinata-chan-mu itu." Sahut Sasuke cuek.

"Jadi mau mulai sekarang?" tanya Naruto memandang Sasuke.

"Hn." Sahut Sasuke.

Naruto mengambil gitar akustiknya dan langsung duduk di samping Sasuke.

"Jadi, lagu yang akan kau nyanyikan? Coba nyanyikan dulu reffnya Hinata-chan!" kata Naruto.

"Yurete yurete ima kokoro ga nanimo shinjirarenai mama
saiteita no wa My Rosy Heart
yurete yurete kono sekai de ai suru koto mo dekinu mama
hakanaku chitte yuku no ka hanabira no you ni"

Sasuke menyanyikan reff lagu berjudul 'Rosier' dari sebuah band bernama LUNA SEA. Naruto menautkan alisnya mengingat bahwa Hinata menyanyikan lagu yang sama 4 tahun lalu, saat pertama kali mereka melakukan hal seperti ini. Naruto menolak lagu ini, karena dia merasa tak terlalu suka dan tak terlalu bisa bermain lagu rock.

"Hinata-chan! Ini benar – benar kau! Kau melakukan hal yang sama empat tahun lalu!" kata Naruto nyengir di depan wajah Sasuke.

Bagus, Sasuke terkena sial lagi. Pasti pemuda di depannya ini tambah mengira bahwa dia adalah Hinata. Sasuke benar – benar stress!

"Hn, jadi kita akan melanjutkan ini?" tanya Sasuke yang memilih menanyakan hal seperti itu, daripada harus stress dengan Naruto serta Hinata dan tetek bengek lainnya.

"Ah empat tahun lalu kan aku sudah bilang, aku tak mau lagu itu. Coba cari lagu lain." Kata Naruto dengan pipi digembungkan lagi.

Sasuke mencoba memutar otak mencari lagu apa yang akan dinyanyikan. Sebuah lagu yang menggambar isi hatinya sepertinya bagus. Sasuke kembali angkat suara dan menyanyikan reff sebuah lagu yang berjudul 'Gravity' dari penyanyi yang sama dengan lagu sebelumnya

"Sayonara yureteita setsunakute zutto
Sayonara kimi dake wa hohoende zutto
Sayonara yureteita setsunakute zutto
Sayonara yorokobi wa kamishimete zutto"

Naruto menunjukkan mata berkaca – kaca. Seingatnya, ia dan Hinata sering menyanyikan lagu ini. Ya, mereka berdua menyukai lagu ini. Yah, walaupun lagu ini lagu galau tapi tetap saja mereka suka menyanyikan lagu ini.

"Hinata-chan tidak berubah ternyata. Setidaknya Hinata-chan masih menyukai lagu yang sama, ayo duet." Kata Naruto,

"Hei Dobe, kau ada gitar lain tidak?" tanya Sasuke menatap Naruto.

"Ada satu lagi, kenapa Hinata-chan?" tanya Naruto memandang Sasuke –heran, bagaimanapun seingat Naruto, Hinata tak pernah tertarik pada alat music bernama gitar-.

"Ambilkan aku. Lagu ini lebih enak kalau dinyanyikan sambil bermain gitar tau, Dobe." Sahut Sasuke tersenyum sangat tipis –sehingga tidak terlihat-.

Naruto mengangguk dan mengambilkan gitar miliknya yang lain lalu memberikannya Sasuke.

"Okiwasureta ASUFARUTO
Somoteiku ame no nioi
Natsukashisa ni fukare nagareyuku machi ni tsutsumare"

Sasuke mengawali duet mereka, suara merdu nan beratnya sangatlah enak di dengar. Selain itu, tangan Sasuke juga lihai dalam memainkan senar - senar gitar akustik tersebut dan bisa langsung menyesuaikan diri dengan permainan Naruto yang lumanyan hebat. Naruto tersenyum dan melanjutkan nyanyian Sasuke

"Kowaresou na yokogao ga
Tameiki sae uchikeshita
Torawarenai basho de
Sora ni dakarete omoi ga michita"

Sasuke dan Naruto masih berkutat dengan gitar masing – masing dan Sasuke tersenym tipis mendengar suara Naruto yang cukup merdu jikalau bernyanyi –Suara Naruto saat bernyanyi, sangat jauh lebih baik ketimbang saat si blonde memanggilnya dengan sebutan Hinata-chan-

"Sayonara yureteita setsunakute zutto
Sayonara kimi dake wa hohoende zutto"

Sasuke dan Naruto menyanyikan reffnya secara bersamaan. Suara mereka sama – sama merdu, Sasuke benar – benar merasa satu – satunya hal yang tak membuatnya stress saat bersama Naruto adalah momen berat Sasuke kembali menyanyi

"Yurareteta futari no hi wa
Kagami no naka kizutsuketa mienai kotae sae
Ryoute de kakae sakendeta"

Naruto berkutat dengan gitarnya dan melakukan beberapa improvisasi – improvisasi yang tak terduga. Tak diragukan lagi, bahwa Naruto memanglah handal dalam bermain gitar. Sasuke yang melihat permainan gitar Naruto, memilih untuk melakukan hal yang sama. Duet mereka benar – benar luar biasa!

"Kawasu yakusoku no hate o
Hikiau you ni irodori
Garasu no tsubasa demo
Habatakeru kitto ima tsuyoki hito"

Naruto kembali menyambung nyanyian Sasuke. Suara Naruto benar – benar membuat Sasuke agak tidak stress. Mungkin dia harus sering – sering mengajak Naruto melakukan hal ini, agar sedikit mengobati stressnya. Seusai itu mereka bernyanyi bersama lagi

"Sayonara yureteita setsunakute zutto
Sayonara kimi dake wa hohoende zutto
Sayonara yureteita setsunakute zutto
Sayonara yorokobi wa kamishimete zutto

Kono mama me o tojite setsunakute zutto
Kono mama kimi dake wa nurenaide zutto
Kono mama me o tojite setsunakute zutto
Kono mama kirisaite dakishimete zutto
Setsunakute zutto"

Naruto menunjukkan cengiran khasnya dan meletakkan gitarnya. Sasukepun juga meletakkan gitarnya.

"Lain kali kita harus berduet lagi, Dobe." Kata Sasuke.

"Wah tentu saja Hinata-chan dulu kan kita suka melakukan ini! Aku juga sudah rindu saat – saat itu." Sahut Naruto masih dengar cengiran khasnya.

Untuk pertama kalinya pada hari ini -dan untuk keempat kalinya setelah Sasuke bertemu Naruto -empat siku – siku terukir di kening sang Uchiha. Suara Naruto yang menyebutnya Hinata-chan memang sangat menyebalkan! Sasuke menatap Naruto sebentar.

"Dobe, aku mandi dulu. Aku ada urusan beberapa menit lagi, dank au jangan pernah mengikutiku." Kata Sasuke dengan dingin nan menusuk

Naruto hanya menghela nafas dan mengangguk. Memang hal nista apa sih yang akan 'Hinata-chan'-nya lakukan, sehingga dia tak boleh mengikutiknya. Naruto –yang memang keras kepala- memutuskan dia harus mengikuti 'Hinata-chan'-nya demi kebaikan 'Hinata-chan'-nya. Bersiaplah Sasuke! Nasib nista lain akan segera menghantuimu!

=TBC=

A/N : Huahaha Ichan beneran stress mikir UAS Ekonomi : | dan akhirnya memutuskan untuk update kilat lagi. Oh ya sekali lagi makasih buat yang ngereview, ngebaca, ngefollow dan ngefav cerita Ichan yang satu ini pokoknya sekali lagi kalian Da Real MVP(s) buat Ichan. Hehehe soal lagunya kenapa Ichan pilih itu? Ya karena yang kepikiran di otak Ichan gitu. Hehehe terus Ichan, minta maaf di chapter kemarin ada typo(s) karena Ichan bikinnya sambil ngantuk ya Ichan tipe orang yang gampang pelupa jadi takut kelupaan gitu, btw ini masuk Humor kan? Ichan sendiri benernya juga masih galau tapi kemarin kok pada bilang lawak ya udah Ichan masukiin ke Genre Humor aja ._.)v. Oh ya sekian, monggo di review ya!