Title : New Neighbor and Maybe The New Life
Author : Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan
Rated : T
Genre : Romance dan author sendiri masih bingung ^^v
Fandom : Naruto
Pairing : SasuNaru (Main) , NaruHina and SasuSaku (slight)
Disclaimmer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto, I only have the storyline of this fic ^^
Chapter: IX
Summarry : Naruto Uzumaki depresi karena kematian kekasihnya dan menganggap semua orang yang memiliki warna rambut dengan sama dengan kekasihnya adalah kekasihnya!
Warn : Sho-ai a.k.a BL,MxM,Typo(s),OOC,AU,Abal dan Gaje(las)
Itachi segera mengenggam ponselnya dan dengan perasaan geram ia mula memencet nomor telepon milik musush bebuyatannay itu. Sementara Sasuke memandangi Kyuubi dan Naruto. Akankah ia benar – benar terselamatkan setelah ini? Sasukepun memutuskan untuk berdiridi samping Kyuubi.
"Kau yakin adikmu akan waras setelah ini?' Sasuke bertanya dengan nada ragu – ragu.
"Mungkin." Kyuubi hanya bisa menjawab begitu karena mereka tak tau apa yang akan terjadi.
Sementara itu Neji di tempat kediamaan Hyuuga tampak bingung dengan telepon yang baru saja diterimanya. Itu dari Itachi Uchiha. Ia tau Itachi sangat membencinya setelah insiden tiga tahun lalu dan Itachi sudah bersumpah jika ia tak akan pernah berurusan dengan Neji lagi, tapi sekarang Itachi menghubungi Neji? Neji sungguh tak bisa percaya apa yang terjadi, namun akhirnya ia memutuskan untuk mengangkat telepon dari rivalnya tersebut.
"Ada apa, Uchiha? Kau menarik ludahmu sendiri kali ini." Kata Neji dengan sarkastik.
Itachi benar – benar malas berhubungan dengan orang ini tapi well ini hanya satu – satunya cara untuk mengembalikan kewarasan Naruto dan menyelamatkan adiknya jadi dia akan melakoninya. Itachi sempat mendengus sebentar sebelum membalas Neji.
"Aku perlu penjelasanmu Neji. Mengenai sepupumu dan aku tak akan menghubungimu jika keadaannya tak sedarurat ini." Balas Itachi dengan nada yang tak kalah sarkastik dari Neji.
"Kenapa kau ingin tau sekali? Kau sekarang sudah beralih profesi jadi mata – mata?"
Itachi menolak menunjukkan seluruh gejolak emosi yang menderanya. Ia memutuskan untuk menyerahkan ponsel itu pada Kyuubi karena ia tau Kyuubi akan lebih bisa menangani masalah ini.
"Yang kami butuhkan adalah kewarasan adikku." Suara Kyuubi akhirnya terdengar di telinga Neji.
Neji sedikit mendengus karena ia tak lagi beradu bicara dengan rivalnya. Tapi apa daya ia sudah mengangkat telepon itu, dan itu berarti ia harus menjawab siapapun yang bicara disana.
"Hmm, apa yang terjadi pada adikmu Kyuubi? Gila karena kematian Hinata?" Neji mengatakan hal itu dengan nada yang terdengar amat puas.
"KAU!"
Saat mendengar nada Neji yang –bagi Kyuubi- sangat tak berperikemanusiaan Kyuubi dengan geram langsung berteriak pada ponsel itu, bahkan ia berniat membantingnya namun ia baru ingat itu ponsel milik Itachi jadi Kyuubi mengurungkan niatnya.
"Aku apa Kyuubi?" suara di seberang kembali bicara dengan nada santai namun dapat menusuk.
"KAU MEMANG BAJINGAN LAKNAT! BISA – BISANYA KAU TERTAWA DI ATAS PENDERITAAN ORANG! AKU AKAN BENAR BENAR MEMBOCORKAN KASUSMU DAN ITACHI KALAU KAU TAK MAU MENJELASKAN SEMUANYA PADA NARUTO!" Kyuubi berteriak dengan penuh gejolak emosi –well kakak macam apa yang tak akan emosi ketika mendengar adiknya diperolok oleh orang lain?—
Neji sontak langsung membelakkan matanya. Ia baru ingat saksi utama kasusnya dan Itachi adalah Kyuubi, saksi bahwa ia sempat bermain kotor dalam persaingan mereka. Neji, tentu saja tak mau karir keartisannya berakhir begitu saja ia kemudian kembali berbicara melalui ponselnya.
"Oh… kupikir pertikaian itu sudah berakhir. Kenapa kau mengungkit – ungkitnbya lagi Kyuubi?"
"KAU BENAR – BENAR MENGINGINKAN KASUS INI TERBONGKAR SEUTUHNYA OKE! JIKA ITU MAUMU AKU BISA MENGHUBUNGI GAARA!" Kyuubi kembali berteriak dan segera mematikan telepon tersebut kemudian ia memberikan ponsel itu pada Itachi dengan cara melemparnya.
"Sudah kubilang dia akan susah di ajak kompromi." Itachi kembali menghela nafas –mengingat tadi ia menolak ide ini tapi Kyuubi memaksanya-.
"Buat dia bicara dengan jatuhkan image-nya, Itachi!" Kyuubi kembali melirik artis papan atas itu.
Kyuubi benar kalau begini satu – satunya cara yang dapat mereka lakukan adalah membalas cara kotor Neji tiga tahun lalu. Well, tapi setidaknya cara yang mereka akan lakukan akan lebih bersih daripada cara Neji, karena mereka benar – benar menggunakan fakta, bukannya menyebar fitnah seperti Neji.
Keadaan yang tegang membuat Naruto mengerutkan keningnya dan menatap Sasuke.
"Kita masih dalam masa ToD?" Naruto bertanya dengan santai pada Sasuke – karena ia berniat memanggil Sasuke Hinata-chan lagi-
"Hn, masih." Sasuke menyahut tak kalah santainya.
"Jadi Sasuke apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Naruto dengan wajah polosnya.
Sasuke memandangi Naruto. Bagaimana mungkin ia menjelaskan semua ini? Kalau nyatanya pelaku sebenarnya dari ketegangan ini Naruto? Bagaimana ia menjelaskan pada Naruto bahwa Naruto itu gila karena kematian Hinata? Ia tak bisa menjelaskannya namun ia memilih mengenggam tangan Naruto dan menenangkannya.
"Dobe, semuanya akan baik – baik saja kau tenang saja."
Naruto hanya mengangguk, ia percaya pada Sasuke. Karena Sasuke adalah orang yang selama ini selalu menemaninya. Bagaimanapun kau akan percaya pada orang yang sudah menemani dirimu yang telah lama kesepian kan? Well, itulah yang dirasakan Naruto sekarang.
Sementara itu Kyuubi dan Itachi sedang mulai menyusun rencana untuk balas dendam mereka dengan sibuk. Kali ini mereka memerlukan Gaara, teman mereka yang merupakan seorang boss dari sebuah KonohaTV. Kalian tahu kan bagaimana mekanisme kerja di dunia jurnalistik yang kejam? Dimana semakin info dibuat – dibuat maka akan semakin menarik perhatian masyarakat dan akan menyebabkan popularitas sebuah TV menjadi meningkat.
Kemudian Itachi mendekati Sasuke dan langsung menatap adiknya itu.
"Sasuke? Kau bisa bantu kami?"
"Hn."
"Sasuke, kau mau melakukan apa? Oh ya Itachi-nii apakah Sasuke dititipkan padamu oleh keluarga Hyuuga?"
1…2…3
Sebongkah keringat berukuran raksasa terukir di belakang kepala kedua Uchiha itu. Naruto memang benar – benar gila, Sasuke dititipkan Itachi pada keluarga Hyuuga? Apa yang akan dilakukan Neji kalau tau saudaranya ada pada Itachi? Entahlah Itachi ingin tertawa membayangkan itu tapi well dia tak selaknat Neji yang akan tertawa di atas penderitaan orang.
"Naruto, kami akan menjelaskannya setelah urusan kami selesai." Kata Itachi sambil tersenyum yakin dan langsung mengajak Sasuke untuk berdiskusi bersama Kyuubi.
"Jadi, apa rencana kalian berdua?" Sasuke memandangi kakaknya dan Kyuubi secara bergantian. Ia sangat penasaran dengan apa yang mereka lakukan.
"Menjatuhkan Neji dengan cara kami." Kata Kyuubi dengan seringai licik terukir di bibirnya.
"Lalu kenapa kalian perlu bantuanku?" tanya Sasuke.
"Kita jatuhkan dia dua kali, kau kalau bisa tarik perhatian sepupunya yang merupakan adik Hinata. Kencani dia lalu pada saat Neji sudah jatuh karena rencana kami, kau jatuhkan adik Hinata juga. Maka Gotcha keluarga Hyuuga akan benar – benar jatuh." Kyuubi menyahut sambil masih tersenyum licik.
Mengencani adik Hinata? Tunggu! Dia tak bisa melakukannya, bagaimana dengan Naruto? Well, Sasuke mungkin memang terlihat lempeng di luar tapi ia punya hati.
"Aku tak mau melakukan itu! Tapi aku akan cari orang lain untuk melakukannya!" Sasuke akan mengikuti rencana setan milik kakaknya itu.
Apapun akan ia lakukan demi Naruto, karena ia memiliki rasa iba yang sangat dalam pada pemuda blonde itu. Ia akan melakukan segalanya yang bisa ia lakukan untuk membantu Naruto.
Jadi, selanjutnya adalah mereka akan segera ke kantor Gaara dan menyebarkan informasi setan itu. Sasuke sendiri tau ia akan mengajak Kiba untuk ikut bermain dalam permainan setan ini, karena ia tahu Kiba juga akan melakukan apa saja demi Naruto yang merupakan sahabatnya.
A/N : : Ichan ultah hari ini dan well Ichan akan memberikan traktiran pada para fic reader Ichan. Pada para fic reader di fandom Naruto inilah traktirannya apdetan dari ini fic –ohok- akhirnya ye lanjut setelah kalian nungguiin ini fic untuk sekian lama, Well karena Ichan udah traktir para reader bersedia kasih kado ke Ichan kan ya? /ngarep/ Baiklah abaikan apa yang Ichan tulis sebelumnya jadi silahkan reviews yaa ichan akan merasa lebih dicintai oleh anda dengan review yang anda kirim!
