Title : New Neighbor and Maybe The New Life

Author : Izumi Akita Suzuki a.k.a Ichan

Rated : T

Genre : Romance dan Humor (well tapi dengan sangat meminta maaf Ichan menyatakan bahwa chapter ini agak lebih sepaneng daripada chapter – chapter sebelumnya.)

Fandom : Naruto

Pairing : SasuNaru (Main) , NaruHina and SasuSaku (slight)

Disclaimmer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto, I only have the storyline of this fic ^^

Chapter: X

Summarry : Naruto Uzumaki depresi karena kematian kekasihnya dan menganggap semua orang yang memiliki warna rambut dengan sama dengan kekasihnya adalah kekasihnya!

Warn : Sho-ai a.k.a BL,MxM,Typo(s),OOC,AU,Abal dan Gaje(las)

Mengunjungi seorang boss dari sebuah station televisi terbesar di kotamu tentu saja sebuah hal yang menyusahkan. Bahkan sekalipun orang itu adalah mantan juniormu yang amat akrab denganmu di masa kuliah dan sekolahmu. Well, hal itulah yang kini dialami sesosok Kyuubi. Sudah dua jam lebih ia dan Itachi berdiri di depan kantor KonohaTV tanpa adanya kepastian. Bagaimanapun tadi saat Kyuubi mengatakan bahwa ia hendak menemui Gaara para petugas keamanan langsung memandangnya dengan heran dan mengatakan bahwa sang boss benar – benar tak mau ditemui oleh siapapun. Namun Kyuubi –yang memang hobi bantah – membantah- menyerukan pendapatnya dengan lantang kepada para petugas keamanan yang mana membuat mereka ketakutan dan akhirnya salah satu dari mereka pergi dan mengatakan bahwa ia akan mencari Gaara. Namun, ternyata petugas keamanan yang tadi pergi ke dalam kantor belum kembali sampai pada saat ini. Kyuubi akhirnya memandang beberapa petugas keamanan yang masih ada di dekatnya…

"DIMANA TEMAN KEPARAT KALIAN? KENAPA IA LAMA SEKALI?" Kyuubi kembali berteriak dengan lantang kepada para petugas keamanan.

Itachi menghela nafasnya melihat kelakuan asistennya tersebut. Ia lalu mulai menyentuh bahu Kyuubi dan berusaha menenagkan lelaki berambut oranye yang sedang tersulut emosi tersebut.

"Kyuubi, tenanglah. Mungkin Gaara benar – benar sedang sibuk sehingga sulit untuk diajak bicara."

"GAH! HEI KALIAN! KALAU KALIAN TAK MENGHUBUNGI TEMAN KALIAN ITU… AKU AKAN MENEROBOS MASUK GEDUNG DAN MELAKUKAN BERBAGAI MACAM TINDAKAN ANARKIS AGAR DAPAT BERTEMU DENGAN GAARA!" Kyuubi kembali berteriak dengan penuh emosi.

Sontak saja hal tersebut membuat para petugas keamanan merasa ketakutan. Hal itupun membuat salah satu dari mereka mengeluarkan handie talkie yang dimilikinya guna menghubungi temannya yang tadi masuk ke dalam.

"Kau sudah temui boss?"

"Sudah dan dia bilang dia sedang sibuk dan tak mau diganggu aku tak keluar karena aku tak mau mendengar asisten dari Itachi-san itu mengamuk lagi."

"Kau tau? Dia baru saja mengamuk lagi. Tolong katakana pada boss bahwa ini urusan yang amat sangat penting karena ia bilang ia akan menghancurkan kantor ini kalau ia gagal menemui boss."

"Oke akan kusampaikan."

Akhirnya sang petugas keamanan yang berdiri de dekat Kyuubipun menghampiri Kyuubi. Kyuubi yang masih tersulut emosi hanya menatap sang petugas keamanan dengan sangat amat garang.

"Uh… temanku bilang ia akan segera datang. Harap tuan berdua sabar menunggu."

"SABAR MENUNGGU HAH?! KAMI SUDAH MENUNGGU LEBIH DARI DUA JAM!" Kyuubi berteriak dan ia segera menarik kerah baju sang petugas keamanan.

Namun nasib sang petugas keamanan amat sangatlah beruntung karena pada saat itu juga Gaara muncul di hadapan mereka jadi ia selamat. Kyuubi langsung melepaskan sang petugas keamanan dan beranjak menemui Gaara. Itachipun berjalan menyusul Kyuubi. Gaara nampaknya agak terkejut dengan kedatangan tamu yang benar – benar tak ia perkirakan. Iapun menghela nafasnya dan tersenyum

"Well, ada baiknya jika kita bicarakan masalah yang ingin kalian bahas di dalam kantorku saja."

Kyuubi dan Itachipun saling pandang dan akhirnya mereka mengangguk. Merekapun mengikuti langkah Gaara untuk masuk ke dalam gedung KonohaTV yang bisa dibilang sangat amat luas tersebut dan akhirnya mereka sampai di dalam ruangan pribadi Gaara dimana mereka akan leluasa bicara.

"Jadi kali ini apa lagi yang kalian butuhkan?" Gaara menatap mantan senior dan salah satu aktor top di Konoha ini dengan pandangan ragu – ragu.

"Kau tau Gaara mungkin bagimu ini terdengar kotor tapi ketahuilan ini benar – benar kami perlukan pada saat ini guna mengembalikan kewarasan adikku." Kyuubi yang biasanya tampil dengan wajah garangnya akhirnya menunjukkan suatu sisi yang benar – benar berbeda dimana ia memasang wajah memelas.

Gaara kemudian mengerutkan keningnya mendengar kata kotor keluar dari mulut Kyuubi. Apa yang akan dilakukan oleh mantan seniornya dan asisten dari Itachi itu? Membalas dendam pada Neji dengan cara yang sama? Sialan.. apakah dunia benar – benar akan kiamat? Gaara tau betul walau seniornya itu pribadi yang anarkis nan berandalan tapi ia tetap menjunjung kebenaran di atas segala – galanya. Kebingungan yang tersirat di wajah Gaara seolah terbaca dengan mudah oleh Itachi karena Itachi langsung menambahi perkataan Kyuubi

"Ini agak kotor bukan sepenuhnya kotor. Bagaimanapu ini benar – benar sebuah kejadian nyata dan bukan sebuah rekayasa seperti yang dilakukan oleh Neji. Hanya saja ini terasa kotor karena kita membahas kasus yang sudah sangat lama yang seharusnya tak kita bahas lagi."

"Kasus apa yang akan kalian naikkan ke permukaan lagi? Dan apa kaitannya semua ini dengan adik Kyuubi dan kaitannya denganmu sendiri, Itachi?" Jika boleh jujur Gaara sama sekali belum memahami keadaan yang terjadi di sekitarnya ini.

"Kasus pembohongan publik yang dilakukan Neji pada waktu itu. Kau ingat kan waktu ia mengatakan bahwa Itachi telah melakukan tindakan tak beradab dan bermoral pada beberapa pembantu yang dimilikinya? Kalau kaitannya antara adikku dan Itachi baru akan katakana jika kita sudah berhasil melakukan tindakan ini." Kyuubi menghela nafasnya mengingat dengan jelas bagaimana Itachi benar – benar hampir jatuh pada peristiwa itu, namun ia sebagai asisten yang selalu mendampingi Itachi berhasil menyakinkan masyarakat Konoha bahwa peristiwa itu hanyalah isu.

"Pembohongan publik? Well, mereka sudah tau kasus itu isu! Kita tak dapat mengulang peristiwa yang sama." Gaara nampak sama sekali tak setuju dengan ide yang disampaikan Kyuubi.

"Kyuubi hanya mengingatkan Gaara. Dia tahu kasus apa yang harus dibahas." Itachi mencoba mengingatkan Gaara.

"Baiklah aku ingat silahkan lanjutkan apa yang ingin kau bahas." Sahut Gaara kembali menatap Kyuubi dengan amat sangat serius.

"Aku saksi utama dalam peristiwa tersebut dan ada suatu peristiwa yang benar – benar kusembunyikan dari publik karena setelah kasus itu selesai aku dan Itachi tersangkut perjanjian dengan si Hyuuga brengsek itu! Walau begitu bukti masih aman tersimpan di tangan kami." Kyuubi kembali melanjutkan masalah yang ingin dibahasnya.

"Kelihatannya ini bisa akan sangat menghebohkan. Memangnya apa yang terjadi?" Gaara merasa benar – benar tertarik dengan apa peristiwa yang sebenarnya terjadi.

"Itachi… kau tau kan aku masih mengalami trauma dengan peristiwa itu? Kau bisa menceritakannya pada Gaara? Aku benar – benar tak mau mengungkitnya jika ini bukan demi Naruto." Kyuubi menghela nafasnya ketika ia sadar bahwa peristiwa yang menimpanya di masa lalu itu masih saja mengukir luka yang cukup dalam.

Itachi menanggapi perkataan Kyuubi dengan sebuah anggukan. Iapun mengeluarkan sebuah kaset berisi video rekaman kepada Gaara. Sontak saja Gaara mengerutkan keningnya bertanya – tanya apakah Itachi memintanya untuk memutar isi dari video rekaman tersebut? Namun lagi – lagi Itachi seolah dapat menganalisa pemikiran Gaara dengan baik dan benar

"Tidak, kau tak perlu memutarnya. Itu hanya bagian kecil dari buktinya. Jadi yang terjadi ialah Kyuubi merupakan satu – satunya saksi yang ada di peristiwa ini karena ia mementingkan loyalitas, kebenaran dan hal – hal semacam itu sedangkan yang lain gugur begitu saja ketika si Hyuuga memberikan mereka imbalan. Jadi well kau tau bagaimana busuknya otak si Hyuuga itu ia mengirim beberapa gangster untuk mengikuti, memata – matai dan membuntuti Kyuubi." Sahut Itachi menghela nafasnya ketika ia mengingat bagaimana Kyuubi muncul dihadapannya pertama kali dengan wajah yang penuh ketakutan dan kekhawtiran.

"Aku yakin peristiwa seperti itu tak akan membuat sosok Kyuubi trauma dan pasti ada kelanjutannya." Gaara mengangguk yakin.

"Para gangster itu awalnya hanya melakukan terror kecil – kecilan pada Kyuubi seperti meninggalkan surat – surat yang berisikan bahwa ia harus meninggalkanku atau ia akan mengalami hal – hal yang tak terduga. Namun semakin lama terror yang diberikan para gangster itu bisa dibilang mulai menjadi sangat ekstrem. Mereka sempat melakukan perobaan pembunuhan pada Kyuubi sampai empat kali, salah satunya well membuat Kyuubi koma lebih dari sebulan." Itachi kembali memandang Kyuubi yang kali ini nampaknya pikirannya mulai agak terpecah dengan cerita masa lalu yang ia ceritakan, iapun menyentuh pundak pemuda tersebut.

"Kau baik – baik sajakan?" ia bertanya pada sang pemilik mata berwarna ruby tersebut.

"Tidak… hanya saja kau ingat kan? Bahwa terkadang saat ada yang menceritakan itu aku melihat semua flashback dengan sangat amat jelas. Salah satunya peristiwa penembakan yang aku kira telah menewaskanku itu." Kyuubi menghela nafasnya dan kemudian memandang Gaara

"Well, aku hanya perlu kau membongkar soal masalah si Hyuuga keparat dan gangster-nya itu dan video rekaman itu berisi peristiwa pengeroyokan yang aku alami pertama kali oleh para gangster tersebut dan salah satu percobaan pembunuhan yang mereka lakukan padaku."

Gaara mengangguk mendengar penjelasan Kyuubi. Dia akan membantu Kyuubi karena menurutnya ini bukanlah perbuatan kotor dan hanya suatu taktik untuk menyelamatkan orang lain. Lagipula pada masa – masa ia menjadi junior Kyuubi… Kyuubi telah membantunya dalam banyak hal maka dari itu ia merasa bahwa inilah saatnya ia melakukan balas budi.

"Aku akan berusaha. Oh ya aku harap kalian berdua tetap disini karena sepertinya aku akan membutuhkan kalian dalam mengatur beberapa hal." Ucapan Gaara ini langsung ditanggapi dengan anggukan oleh Kyuubi dan Itachi.

Sementara itu marilah kita kembali kepada kedua sosok tokoh utama kita yang baru saja tiba di apartemen mereka. Naruto masih memandang Sasuke dengan heran dan sesekali bertanya apa yang sebenarnya terjadi antara Sasuke, Itachi dan Kyuubi di saat mereka bertiga berbicara tadi. Namun, Sasuke hanya menggeleng dan mengatakan bahwa itu urusan yang tak penting dan tak perlu Naruto pikirkan dan akhirnya Naruto hanya mengangguk dan mempercayai Sasuke begitu saja. Saat Sasuke hendak menginjakkan kaki ke depan pintu kamarnya. Tiba – tiba ia berhenti karena sadar Naruto biasanya ikut dengannya tidak ada di dekatnya. Pertanda apakah ini? Apakah Naruto mulai meragukannya karena ia bermain rahasia? Namun ternyata dugaannya benar – benar salah…

"Sasuke!" suara cempreng milik Naruto terdengar di telinga Sasuke.

"Hn. Ada apa?" Tanya Sasuke memandang Naruto dengan heran.

"Uhm, bolehkan aku tidur lagi di kamarmu?" kata Naruto dengan santai.

"Silahkan saja kalau kau mau, tapi aku punya beberapa urusan dengan Kiba dulu." Kata Sasuke mengingat tentang rencana busuk yang sedang ia jalankan bersama kakaknya dan kakak Naruto.

"Baiklah! Aku akan mempersiapkan diriku dulu!" kata Naruto yang langsung melangkah masuk ke dalam kamarnya sendiri.

Sementara itu Sasuke berdiri mematung di depan pintu kamar Kiba, menunggu sang pecinta anjing untuk menunjukkn batang hidungnya. Dan tanpa menunggu lama sosok yang ditunggu – tunggu akhirnya menunjukkan penampakan dirinya.

"Sasuke? Apa lagi? Kau mau bertanya – tanya soal Naruto lagi?" tanya Kiba karena mengetahui kasus yang terjadi sebelumnya.

"Ada mandat dari kakaknya. Aku harap kau membantu." Kata Sasuke.

"Well, mari bicarakan ini di dalam." Kata Kiba sembari mempersilahkan Sasuke masuk.

~TBC~

A/N : Yow ada yang menantikan update-an fic ini? Maafkan Ichan yang abis lari ke fandom /yang amat sangat jauh/ lagi. Dan btw Ichan sedang dalam UTS dan yah maafkan Ichan kalo chap ini mengecewakan karena mungkin stok isi otak udah abis buat mikir UTS. Tapi sekali lagi Ichan mengucapkan terimakasih bagi para pemberi review di chapter sebelumnya dan sekali lagi Ichan mengatakan bahwa Ichan amat sangat mengharapkan review karena dengan review Ichan merasa sangat dicintai!