Sincere
KyuMin (GS)
Selamat membaca :)
3
Berjodoh?
Matahari terbit pada hari pertama minggu ini, diiringi semburat merah muda yang megah. udara terasa sangat segar dan manis. Titik-titik embun berkilauan dari helaian daun yang tumbuh pada ranting-ranting pohon. Suara cicit burung gereja menandakan bahwa pagi ini luar biasa indah. Kyuhyun terbangun dari tidur nyenyaknya karena rasa nyeri yang tiba-tiba melanda perutnya, sakitnya seperti ditusuk-tusuk. "Arrrgggh.. " erangnya. Baru saja ia bangkit dengan posisi duduk, kepalanya mendadak pusing. Ingin sekali ia menidurkan tubuhnya kembali, namun desakan dari dalam perut membuatnya berlari menuju kamar mandi. Ia berjongkok, menopangkan tubuhnya dengan kedua tangan di pinggiran wc sambil memuntahkan cairan dari minuman yang semalam ia telan.
Tadi malam Kyuhyun pergi ke club ditemani Jonghyun, niatnya hanya ingin 'cuci mata'. Setelah ditinggal sahabatnya yang pergi entah kemana bersama seorang gadis, ia malah berakhir mabuk-mabukan. Ia harus pulang ke apartemen dengan jasa supir pengganti.
Setelah memuntahkan isi perutnya, ia langsung mengguyur tubuhnya dengan air hangat di bawah aliran shower, berharap tubuhnya sedikit segar. Hangover kali ini adalah yang terburuk yang pernah dialami, biasanya hanya pusing dan mual tak sampai sakit begini. 'Ini pasti karena ia terlalu banyak minum.' Benar saja, setelah mandi badannya lebih segar, rasa mualnya hampir hilang, dan sakit di diperutnya berkurang, namun tetap saja tubuhnya tidak benar-benar sehat. Ingin sekali rasanya hari ini bolos kuliah, tapi sayangnya jam 9 nanti ada kuis kecil-kecilan. Begini-begini Kyuhyun adalah mahasiswa berprestasi, nilainya selalu baik dan ia cukup aktif di universitas ditambah lagi wajah tampan, populer, pandai bergaul dan tentu saja berduit. Tak heran banyak sekali yang mengidolakannya terutama para wanita.
Ia lihat tidak ada persedian obat-obatan di apartemennya. Merasa cukup tak berdaya untuk menyetir sendiri, ia menelepon Jungmo untuk menjemputnya.
Sebelum sampai di kampus, Kyuhyun meminta Jungmo untuk mampir dahulu ke apotek yang letaknya tak jauh dari universitas.
0000
Sungmin baru saja membeli persediaan plester dan antiseptik yang sudah habis untuk mengobati luka di dagu dan lututnya akibat jatuh hari Jumat kemarin. Ketika sedang berjalan ke arah pintu kaca untuk keluar dari ruangan yang menjualan berbagai macam obat-obatan itu, seseorang menabrak bahunya. Benturannya memang tidak terlalu kuat, namun karena kaget keseimbangannya sedikit terganggu. Orang itu menahan lengan atasnya lembut sehingga dirinya tidak terjatuh. Ia bisa melihat lengan besar berurat dengan kulitnya yang kencang yang menandakan bahwa itu adalah lengan seorang pria.
'dug.. dug.. dug.. dug.. ' Sungmin merasakan detak jantungnya yang tiba-tiba cepat, rasa panik mulai menyerangnya, tapi ia harus bisa mengontrol dirinya. Tanpa melihat siapa pemilik lengan tersebut, ia mencoba mundur agar orang itu melepaskannya.
"Maafkan aku agashi, kau tidak apa-apa kan?" ia dapat mendengar suara seorang pria yang sepertinya pernah ia dengar. Sontak Sungmin mendongakan wajahnya.
'Deg..'
"Cantik!" ucap pria itu pelan tanpa sadar. Untung saja wanita dihadapannya tidak mendengar apa yang ia katakan. Dilihatnya dua bola mata jernih yang memancarkan kehangatan, kelembutan, yang membuat hatinya berdesir. Bentuk kelopak matanya lucu, bulat seperti kelinci, pikirnya, yang entah mengapa mampu membawanya ke dunia lain.
"Kyuhyun.. " ucap Sungmin pelan.
Pria itu sadar dari lamunannya ketika ia mendengar namanya disebut. "Oh! Kau tadi menyebut namaku?"
Mata Sungmin membesar lucu ketika mendengar pertanyaan Kyuhyun. Secara otomatis ia menutup mulutnya dengan telapak tangan. Orang ini adalah pria yang menolongnya kemarin, dan sejak saat itu nama dan wajah 'Kyuhyun' selalu terngiang di benaknya. "Ma.. maaf!" ucapnya merasa malu sambil menundukan tubuh, jantungnya malah semakin cepat berdetak, bahkan mungkin wajahnya memerah.
"Eh.. aku yang menabrakmu tadi", kata Kyuhyun, menggaruk tengkuknya merasa tidak enak. Ia bisa lihat beberapa orang yang sedang duduk di jajaran kursi yang tersedia di sana memandang ke arah mereka. Sementara Sungmin masih menundukan tubuhnya menyembunyikan wajahnya. "Agashi, jangan begitu. orang lain jadi memandang kita."
Sungmin segera menegakan tubuhnya mendengar ucapan Kyuhun, namun bukannya memandang pria di hadapannya, matanya malah mengedar ke penjuru ruangan tidak menentu. Apa yang tadi pria itu katakan memberi efek luar biasa pada kerja otaknya, membuat kontrol dirinya semakin kacau, yang kali ini bukan karena Kyuhyun. Ia memang punya masa lalu yang buruk dengan orang sekitar. Kalau di ibaratkan, pada saat-saat tertentu ia bisa memandang orang-orang seperti monster yang siap mencabik dan menghancurkannya, seperti saat ini.
"Agashi!" panggil Kyuhyun sekali lagi. Ia melihat gadis cantik di depannya bertingkah aneh, matanya tidak fokus melihat ke seluruh ruangan, ditambah pancaran kecemasan di kedua bola matanya.
"N.. ne.. h" jawab Sungmin masih memandang sekeliling.
Tingkah Sungmin membuat Kyuhyun ikut cemas, jangan-jangan ada orang jahat yang sedang mengincar gadis didepannya. Ia mengikuti arah pandangan gadis itu. Tidak ada yang aneh, hanya beberapa orang yang memalingkan wajahnya malu ketika terpergok sedang menatap mereka. Ia kembali memfokuskan pandangannya ke arah Sungmin. "Gwaenchanha?"
"Ne.." jawab Sungmin lagi, masih dengan tingkah anehnya. "Sa.. saya permisi." Sungmin berlari keluar. Ia harus segera pergi dari tempat itu, sebelum semuanya semakin buruk. Sementara Kyuhyun memandang ke arahnya heran.
"Mwoya? apa dia takut padaku? atau mungkin malu ya?" ucap Kyuhyun pelan pada dirinya sendiri.
0000
Sungmin terus berlari tak tentu arah, yang penting ia bisa menjauh dari tempat itu. Hingga ia memelankan langkahnya, lelah, kemudian berhenti ketika merasa dirinya sudah aman. Nafasnya memburu, meminta oksigen lebih banyak. "Hah.. hah.. hah..."
Sekelebat bayangan samar muncul; orang-orang menarik-narik tubuhnya, memukulnya, menyiramnya dengan air kotor, sampai merobek pakaiannya di sebuah ruangan dengan beberapa kursi dan meja yang berpasangan dan berdiri berjajar. Orang-orang itu mengatakan kata-kata kasar padanya. mereka terus melakukannya meski ia sudah bilang 'berhenti', 'jangan', 'ampun', bahkan ketika ia meminta tolong pada orang lain yang ada di ruangan itu, yang hanya diam di tempat melihat semuanya.
Tubuhnya mulai bergetar, matanya memejam, serta nafasnya semakin memburu. Sungmin sadar, ia harus menghapus bayangan itu segera. 'Hilanglah bayangan bodoh, hilanglah bayangan bodoh...' ia terus mengucapkan kata-kata itu di dalam pikirannya. Gadis itu menarik nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan, melakukan hal yang diajarkan Leeteuk jika situasi seperti ini berlangsung, terus seperti itu sampai bayangan itu hilang. Setelah dirasa keadaannya membaik, ia buka kedua mata indahnya, dilihatnya kendaraan beroda 4 berlalu lalang di sampingnya.
Di sisi lain, Eunhyuk yang sedang memandang ke kaca depan di dalam Audi A6 putih yang dikendarai oleh Donghae, tidak sengaja melihat kearah Sungmin yang sedang 'ngos-ngosan' di trotoar jalan di depan sana. "Sayang, bukankah itu Sungmin?"
"Hah?" Donghae memandang ke arah tempat yang ditunjuk oleh
Eunhyuk.
"Iya itu Sungmin!" ucap Eunhyuk semangat. "Berhenti di depan Hae!"
"Okey.. okey.. " tidak mungkin Donghae bisa menolak permintaan kekasihnya.
Setelah mobil itu berhenti Eunhyuk segera keluar menghampiri Sungmin, sementara Donghae masih ada di balik kemudinya.
"Sungmin-ssi!"
Tubuh Sungmin kembali menegang ketika mendengar seseorang memanggilnya.
Eunhyuk berlari kecil mendekati gadis itu. "Sungmin?" tanya Eunhyuk ketika melihat gadis di depannya diam. "Gwaenchanhayo?"
"Ha?" Sungmin tersadar, ia melihat Lee Eunhyuk teman seangkatannya menatap khawatir ke arahnya. "Eunhyuk-ssi!"
"Kau baik-baik saja?" ulang Eunhyuk.
"Oh.. iya, tidak apa-apa" jawab Sungmin mulai relax.
"Sedang apa di sini?" tanya Eunhyuk. "Tidak kuliah? Sebentar lagi masuk kan?"
"Ah.. aku mau ke kampus." Sungmin menjawab gugup dengan sedikit tersenyum. Ia melihat ke arah jam tangannya, pukul 8:45.
"Bareng denganku saja kalau begitu, kampus masih lumayan jauh kalau jalan kaki, aku naik mobil. Ayo!"
"Tidak usah Eunhyuk-sii."
"Eh? Kenapa? kita kan satu kelas, dari pada terlambat."
Sungmin mulai berpikir, tidak ada salahnya kan pergi bersama teman. lagi pula sebentar lagi masuk. "Benar tidak merepotkan?"
"Ani.. , ayo!"
Sungmin tersenyum ke arah Eunhyuk, kemudian mengikuti langkah temannya itu menuju sedan putih yang terparkir tak jauh dari mereka.
Enhyuk membuka pintu depan mobil. "Masuk saja!" katanya sambil menunjuk pintu belakang.
"Iya." Sungmin membuka pintu belakang mobil. Ketika akan masuk dilihatnya seorang pria yang sering bersama Eunhyuk berada di balik kemudi tersenyum padanya.
"Hai!" sapa Donghae.
Sungmin sempat diam ditempat ragu-ragu untuk masuk, sebelum terdengar suara Eunhyuk yang kembali memintanya segera masuk.
Sedan putih itu mulai melaju menuju universitas di depan sana. Sungmin diam, merasa canggung berada di dalamnya. "Sungmin-ssi, perkenalkan dia pacarku Lee Donghae," kata Eunhyuk membuka percakapan.
"Ah.. ne, aku Lee Sungmin, Donghae-ssi." Sungmin memandang canggung ke arah Donghae, meskipun pria itu tidak balik memandangnya karena sedang menyetir.
"Hallo Sungmin! tidak usah terlalu formal, panggil saja Donghae. Kau kan temannya Eunhyuk, berarti temanku juga!"
"Kau juga panggil aku Eunhyuk atau Hyuk saja. Kita kan sudah lama kenal. Aku juga akan memangilmu Sungmin saja ya, atau Mini, atau.. Min?" tambah Eunhyuk begitu semangat.
"Iya, terserah Eunhyuk saja" jawab Sungmin tersenyum canggung. Sementara Eunhyuk terlihat senang mendengar jawaban Sungmin.
Mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki kawasan universitas. Sungmin melihat dari balik jendela, beberapa mahasiswa berjalan melewati gerbang, ada juga yang berlari. Mungkin terlambat seperti dirinya dan Eunhyuk, pikirnya.
"Min, bagaimana kalau nanti siang kita makan bersama? di kantin" ajak Eunhyuk ragu-ragu. Ia tahu kemungkinan Sungmin akan menolak ajakannya. Tapi tidak ada salahnya kan mencoba.
"Ehmm.. tapi aku sudah bawa bekal."
"Oh.. begitu ya-" terdengar nada kecewa dalam ucapan Eunhyuk.
"Tapi aku bisa memakannya di kantin juga ko" ucap Sungmin merasa tidak enak, apalagi ia sudah diberi tumpangan gratis.
"Benarkah?" Eunhyuk tidak bisa menutupi rasa bahagianya. "Yes! hihi.."
0000
Tempat itu ramai, apalagi disaat jam makan siang seperti ini. Terlihat wajah-wajah lapar mahasiswa dari berbagai jurusan sastra berseliweran mengangkat nampan mereka yang di atasnya berisi makanan. Bukan sekedar untuk mengisi kekosongan lambung, tapi juga isi ulang nutrisi yang sudah terpakai sejak pagi hari untuk menghadapi dosen-dosen dengan bahasa intelek tingkat tinggi. Memikirkan tugas-tugas menumpuk yang para dosen itu berikan, bahkan membuat beberapa orang masih saja membuka laptop di ruangan ini, dengan piring makanan atau secangkir kopi disebelahnya. di pinggir-pinggir ruangan terdapat beberapa stand makanan, mulai dari minuman, roti-rotian, makanan cepat saji, makanan tradisional, sampai stand paling ramai yang menjual makanan buffet dengan harga miring. di sisi lain kantin terdapat jendela-jendela besar yang berhadapan langsung dengan taman dengan kolam besar yang berisi ikan koi yang ukurannya juga besar. Di tengah kolam juga terdapat jembatan, dimana orang-orang dapat berlalu lalang di atasnya, yang menambah manis taman tersebut. orang-orang yang duduk di meja-meja panjang dekat jendela bisa melihat langsung pemandangan segar di luar sana. termasuk dua orang gadis cantik kita, Sungmin dan Eunhyuk.
Sungmin sedang menatap isi kotak makan siang buatan ibunya, sementara Eunhyuk yang berada di hadapannya menikmati salad tuna yang disajikan di dalam mangkuk putih besar, yang dari penampilannya, pasti harganya tidak murah.
"Min, kenapa hanya dipandang? tidak dimakan?" tanya Eunhyuk. "Atau kau mau salad juga?"
"Tidak kok, aku hanya merasa aneh berada di sini."
"Ah.. kau tidak suka ya? Maaf ya, aku tadi memaksamu ke sini."
"Bukan begitu, hanya tidak terbiasa" jawab Sungmin tersenyum. ia memang biasanya makan siang di dalam kelas atau di tempat-temat yang pada jam-jam seperti ini cukup sepi, karena sebagian besar orang berkumpul di kantin atau taman sambil menikmati makan siang mereka. tempat ramai memang bukan salah satu yang ia sukai. Tapi bukan berarti dia tidak pernah pergi ke kantin. Di saat sang ibu tidak sempat menyiapkan bekal, ia juga membeli di sini. Hanya saja selalu di bungkus, kemudian ia santap di tempat lain. Jadi ini adalah kali pertama ia menikmati makan siang di dalam kantin, setelah hampir 2 tahun ia berkutat di kampus ini.
Sungmin mulai meraih sumpitnya mengambil sejumput nasi dan sayuran tumis untuk dimasukan kedalam mulut, diikuti lauk lainnya.
"Sungmin-ah, kau tahu.. aku senang sekali kau mau makan bersamaku. Hehehe.." ungkap Eunhyuk. "Apa kau keberatan kalau aku bersikap sepeti ini?"
Sungmin hanya menggeleng sambil tersenyum. Mulutnya terlalu penuh untuk menjawab pertanyaan Eunhyuk.
Eunhyuk kembali menyantap saladnya, sesekali mengobrol dengan Sungmin. Ia baru tahu ternyata Sungmin cukup enak menjadi teman ngobrol. Tadinya dia pikir suasana makan siang mereka akan sangat canggung, karena yang ia tahu Sungmin sangat pendiam dan terlihat anti sosial.
Dilain sisi Sungmin juga beranggapan sama, ia tidak menyangka akan merasa nyaman mengobrol dengan Eunhyuk. Sudah lama sekali rasanya ia bisa bicara dengan nyaman dengan teman sebaya.
Ponsel Eunhyuk yang berada di atas meja tiba-tiba bergetar, menandakan pesan masuk. Eunhyuk membaca pesan yang ada di layar datar ponselnya. "Emm.. Min, Donghae mau ke sini. apa kau tidak keberatan?"
"Gwaenchanha." Sungmin pikir tidak masalah karena ia sudah kenal Donghae, lagi pula bukan haknya untuk merasa keberatan. Tapi sepertinya gadis di depannya ini tahu kalau ia sedikit kurang suka jika bersama orang lain, karena dari tadi Eunhyuk selalu bertanya apakah dia cukup nyaman atau tidak. Sungmin sangat menghargai hal itu.
Tak lama berselang Donghae datang dan mengambil tempat di sebelah Eunhyuk ketika Sungmin baru saja meyelesaikan makan siangnya. "Hai Sungmin, kita bertemu lagi!" sapa Donghae.
Sungmin membalas sapaan Donghae. Ia merasa sepasang manusia di depannya ini sangat cocok, sama-sama cerewet tapi ramah juga supel, yang anehnya tidak membuatnya merasa tidak nyaman.
Donghae sedang pergi memesan makanan ketika Sungmin dengar suara pria memanggil nama Eunhyuk dari arah belakangnya. Dari suaranya sepertinya pria itu berada cukup jauh dari tempat mereka duduk. Ia melihat Eunhyuk mengalihkan pandangannya ke arah pria tadi memanggilnya, salah satu tangannya terangkat "Hoi.. Jonghyun-ah!". Eunhyuk menyapa balik pria itu, tapi tiba-tiba wajah Eunhyuk berubah horror, "oh my God!"
Perubahan ekspresi Eunhyuk cukup membuat heran Sungmin. Gadis di depannya seperti melihat hantu saja, menurutnya. "Eunhyuk-ah, gwaenchanhayo?"
"Oh.. ne.. ne, tidak apa-apa ko." Eunhyuk mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin, membalas pertanyaan gadis itu sambil tersenyum canggung. Dalam hatinya mengumpat, 'sialan! untuk apa dia datang ke sini! awas saja kalau Donghae yang memberi tahu kalau Sungmin ada di sini denganku!'
Eunhyuk memang cukup kaget ketika ia melihat Jonghyun berjalan memasuki kantin bersama dua orang pria lain yang sangat ia kenal, Jungmo dan Kyuhyun. tentu saja ia masih ingat, pada Jumat malam kemarin mereka menjadikan Sungmin bahan taruhan, yang membuatnya marah pada malam itu dan meninggalkan mereka. Donghae bahkan baru ia maafkan kemarin setelah membujuknya untuk pergi shopping. Ia cukup tahu bagaimana watak pria-pria tersebut.
"Hyuk-ah, mana si ikan?" tanya Jonghyun ketika sampai di meja mereka. Posisinya masih di belakang Sungmin, sehingga ia tidak bisa melihat wajah gadis itu.
Sungmin juga tidak membalikan wajahnya karena merasa kalau itu bukan urusannya. Lagi pula ia kan tidak suka berurusan dengan orang asing.
"Memesan makanan!" jawab Eunhyuk jutek. Maksudnya supaya pria-pria itu segera pergi dari meja mereka.
"Uuh.. galak sekali. Kau masih marah ya.." kata Jonghyun. "Ya sudah, aku mau pesan makanan juga, kalian ikut?" tanyanya pada dua pria lain di sampingnya.
"Ne, kajja! aku lapar sekali" jawab Jungmo sambil merangkul bahu Jonghyun pergi memilih makanan.
Dalam hati Eunhyuk lega, mereka tidak menyadari keberadaan Sungmin. Ia harus segera membawa Sungmin pergi dari tempat ini, sebelum mereka kembali ke sini, pikirnya. Namun tanpa mereka sadari Kyuhun masih diam ditempat memperhatikan dari samping gadis yang ada di depan Eunhyuk.
Eunhnyuk yang mulai menyadari hal tersebut sontak mengoceh. "Ya.. Kyu, kau mau apa? pergi sana pesan makanan!" Eunhyuk mulai was-was. Jangan sampai Kyuhyun tahu kalau gadis itu Lee Sungmin.
Kyuhyun tidak mendengar apa yang Eunhyuk katakan. Dunianya sedang terfokus pada gadis disampingnya. "Hei! kau yang tadi di apotek kan?"
Sungmin yang sedang melihat ke arah Eunhyuk yang terlihat sedang kesal sontak memalingkan pandangannya pada suara yang dia hafal itu. Ia melihat Kyuhyun yang ada di sampingnya sedang memandangnya intens. Ia mengerjapkan matanya, tak lama merasakan hawa panas di sekitarnya, otomatis wajahnya bersemu merah karena dipandangi sebegitunya oleh pria itu. Ia mulai merasa gugup, namun gugup yang ia rasakan kali ini terasa berbeda dengan biasanya ketika menghadapi orang lain. Kali ini ia bisa merasakan perasaan menggelitik aneh yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Sungmin hanya bisa mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun.
"Oh.. kau baik-baik saja? wajahmu merah.." ujar Kyuhyun sambil menunjuk wajahnya sendiri. Ia menanyakan hal itu karena benar-benar khawatir, bukan untuk menggoda gadis itu. Ia tidak tahu saja, kalau wajah Sungmi memerah karena dia juga.
"Ah.." Sungmin sontak memegang wajahn dengan telapak tangannya. "Aku.. baik-baik saja Kyuhyun-ssi."
Eunhyuk hanya bisa melongo melihat interaksi kedua orang di depannya. Ia lihat wajah Sungmin yang memerah, ia juga bisa lihat mata Kyuhyun yang berbinar ketika memandang temannya itu. Ia tidak menyangka kalau mereka berdua saling mengenal.
"Benar! Kau tahu namaku!" kata Kyuhyun menunjuk dadanya sambil menduduki tempat di samping Sungmin.
"Ne.. waktu itu, aku tidak sengaja mendengar gadis itu memanggil namamu" Sungmin menjawab malu-malu.
"Gadis itu? benarkah?" Kyuhyun diam sambil berpikir. Ia rasa tidak ada lagi gadis yang berinteraksi dengannya tadi di apotek, kecuali gadis di sampingnya ini.
Dalam keheningan itu Eunhyuk tersadar dan bertanya heran pada mereka berdua. "Kalian sudah kenal?"
"Tidak begitu. Hanya saja Kyuhyun-ssi kemarin sempat menolongku saat terjatuh." Kali ini Sungminlah yang menjawab pertama kali, karena Kyuhyun masih memikirkan perihal gadis lain yang dikatakan Sungmin.
"Menolong?" tanya Eunhyuk heran. Ia memandangi Kyuhyun menilai, 'tidak biasanya' monolognya dalam hati.
Kyuhyun mendengar apa yang Sungmin katakan. Pikirannya melayang ke peristiwa hari Jumat lalu. Ketika itu ia sedang berjalan cepat ke arah mobil yang ia parkir di samping fakultasnya, guna menghindari 'gadis brengsek super sial', mantan kekasihnya Jinyoung. Saat sampai di trotoar, seorang wanita jatuh tersungkur di hadapannya, bahkan benar-benar di depan kakinya. Walaupun sedang terburu-buru, tentu saja ia harus menolong orang tersebut. Apalagi tidak ada orang lain di sana saat itu. Ia ingat ketika membantu wanita itu berdiri, namun tidak sempat memperhatikan wajahnya karena Jinyoung sialan itu memanggilnya, yang membuatnya pergi begitu saja. "Aaaah.. kau wanita yang jatuh di trotoar?"
"Ne" jawab Sungmin memandang kedua tangannya yang sedang bertaut memainkan kesepuluh jarinya tanda gugup. Ia tidak kuat kalau harus memandangi wajah Kyuhyun terus. "Kamsahamnida, aku merasa terbantu saat itu."
"Sama-sama, walaupun rasanya aku tidak melakukan apapun." Kyuhyun bicara masih mengahadap ke arah Sungmin, tersenyum ke arah gadis itu, meskipun ia tahu Sungmin tidak sedang memandangnya. "Maaf ya waktu itu aku sedang terburu-buru. Apakah kau terluka?"
"Gwaenchanha, hanya luka kecil di dagu dan lututku."
"Benarkah? Coba kulihat." Kyuhyun meraih dagu Sungmin dengan tangannya. Hal itu membuat jarak mereka semakin dekat.
Sungmin dapat melihat dengan jelas garis wajah Kyuhyun, hidungnya yang mancung, alisnya yang begitu tegas, matanya yang bercahanya dan beberapa bintik jerawat yang menghiasi pipinya. 'Tampan sekali,' batinnya. membuat wajahnya kembali bersemu merah.
Sementara Kyuhyun memperhatikan dagu Sungmin yang ditutupi plester warna merah muda, tanpa sadar sedikit meniup-niupnya. Padahal tidak pengaruh juga, itu kan kejadian tiga hari yang lalu. Tanpa sengaja matanya memandang pada bibir merekah Sungmin yang berwarna merah alami. Bibirnya kecil, lembap, begitu imut dan seksi pada saat bersamaan, seolah mengundangnya untuk dilumat.
"YA! Cho Kyuhyun! apa yang sedang kau lakukan? menjauh.. menjauh.." Eunhyuk berteriak sambil mendorong-dorong Kyuhyun agar memberi jarak pada Sungmin.
Teriakan itu membuat keduanya tersadar. Sungmin tersentak kaget, sementara Kyuhyun memandang ke arah Eunhyuk kesal. Ia melihat gadis itu sudah berdiri dari bangkunya kedua tangannya berada di pinggang, sambil memandang marah ke arahnya.
"Kau kenapa sih Hyuk?" tanya Kyuhyun kesal.
"Kenapa katamu! Wajahmu itu mesum sekali!"
"What? Aku tidak melakukan apapun!"
"Hei.. hei.. Kalian ini kenapa sih berteriak-teriak?" Donghae datang sambil membawa nampan berisi nasi dan lauknya, juga sekaleng cola. Menegur kekasih dan sahabatnya karena berbuat heboh di jam makan siang seperti ini. Membuat beberapa orang di sekitar mereka memperhatikan keduanya.
"Hae, tadi dia hampir berbuat mesum pada Sungmin!" adu Eunhyuk pada kekasihnya sambil menunjuk ke arah Kyuhyun.
"Sungmin?" Kyuhyun sontak mengalihkan wajah ke arah gadis di sampingnya.
"Y..yaa..a?" Sungmin ragu-ragu memandang ke arah Kyuhyun yang tadi menyebutkan namanya, kemudian ke arah Eunhyuk, yang bertingkah aneh dengan menutup mulutnya, matanya melotot dan menjatuhkan pantatnya kembali ke atas bangku, pasrah. Ekspresinya mengatakan seperti ia baru saja melakukan kesalahan besar. 'Maafkan aku Min-ah' batin Eunhyuk.
Kyuhyun hapal benar nama Sungmin. tentu saja ia ingat sekali nama gadis yang Jumat malam ia ikrarkan untuk dijadikan kekasih. Itu juga yang menjadi alasan siang ini ia berada di Fakultas Sastra. Kyuhyun adalah salah satu manusia yang memegang teguh apa yang telah ia ucapkan dan janjikan, termasuk hal-hal konyol sekalipun.
Tadi, setelah selesai kuis, Kyuhyun menelepon Jonghyun menanyakan perihal Sungmin. Lalu Jonghyun menyuruhnya pergi ke sini jika ia ingin tahu yang mana itu Lee Sungmin. Kemudian datanglah ia kemari bersama Jungmo untuk bertemu dengan sahabat satunya itu. Ketiga pria itu sempat mengelilingi kampus mencari keberadaan gadis itu, bahkan sampai ke perpustakaan, yang menurut Jonghyun tempat dimana Lee Sungmin selalu ada. Namun, seperti yang kita tahu, hasilnya nihil. Mereka tidak bisa menemukan keberadaan Sungmin. Akhirnya mereka menyerah, karena merasa lapar dan sudah waktunya makan siang pula. Ketiganya pergi ke kantin, dan malah bertemu Eunhyuk.
Jodoh memang tak lari kemana. Pergi ke kantin dan bertemu Eunhyuk ternyata membawa titik terang bagi Kyuhyun untuk menemukan keberadaan Lee Sungmin. Bahkan ia tak menyangka, kalau gadis cantik tapi aneh yang ia tabrak di apotek adalah Sungmin. Begitupun tentang pertolongan yang ia berikan pada gadis itu Jumat kemarin.
"Namamu Sungmin? Lee Sungmin?" tanya Kyuhyun sekali lagi pada gadis di sampingnya. Melihat dari reaksi Eunhyuk, ia yakin sekali Lee Sungmin di sebelahnya ini adalah Lee Sungmin calon kekasihnya.
"Ne, namaku Lee Sungmin."
Seringaian khas seketika muncul di wajah Kyuhyun. 'I got you!'
Eunhyuk melihatnya, Kyuhyun selalu seperti itu jika mempunyai sebuah rencana, ide, dan ada sesuatu yang membuatnya senang atau membuatnya tertarik.
Continue...
Nb:
Terima kasih kepada teman-teman yang sudah menyempatkan untuk membaca.
Terima kasih sekali kepada yang sudah memberikan review, memfavoritkan dan memfollow. Mohon maaf masih banyak kekurangan dalam penulisan, semoga masih cukup nyaman untuk dibaca.
Jangan segan buat kasih review ataupun masukan ya..
Btw, alurnya ceritanya terlalu lambat ga? Karena sampai chapter ini belum masuk inti cerita..
minieGalz; kamu bener Sungmin memang punya trauma, saya coba kasih feel di chapter ini, mudah-mudahan ga gagal..hehe. Makasih ya untuk pendapatnya.
Thanks a lot; Wiprasetyalee, Tika137, ovallea, kiikyunnie, SuniaSunKyu137, asdfghjkyu, abilhikmah, .1, .71, dewi. , WineKyuMin137, minieGalz, PaboGirl.
see you..
