Chapter 3:NEW devil...?
"New Friend and Lew life"
Disclaimer : Naruto dan hight school dxd bukan punya saya tp Masashi Kishimoto dan ichiei ishibumiuncak.
Summary:naruto yg telah menyegel chakra madara,abito,dan juubi didalam tubuhnya akhirnya mencapai pada ambang batasnya,bukanya mati tapi ia terkirim ke dimensi lain dengan kondisi yang berbeda jauh,;
"s-si-siapa k-kau se-benar –nya,,,,?"hening untuk sejenak sebelum sosok itu membuka mulutnya
"Uzumaki Naruto pemilik terakhir mata legendaris Sharingan dan Rinnegan,,jincuriki ke dua Juubi No Ookami,,,"
"
"Gloria"
Naruto maju mendekat kearah Kalawaner yang diam membatu, ia ingin lari, namun kakinya tak dapat digerakkan. Jadi yang dapat ia lakukan hanya terdiam di tempat. Naruto semakin mendekat dan semakin bergetar hebat tubuh manusia gagak itu, Kalawaner yang sudah pasrah, hanya mampu menundukan kepalanya semakin dalam. Sosok manusia tersebut sudah ada dihadapanya dan ia hanya mampu berharap agar kematianya datang dengan cepat, tanpa rasa sakit yang terlalu lama,,meski pada kenyataanya,,kematian tetaplah menyakitkan.
PLUK,,,,
Bukanya rasa sakit yang di dapatkan, malah ia merasa seseorang sedang mengacak pucuk kepalanya. Dengan menguatkan hati ia menegok keatas, hanya untuk menemukan sosok yang tadi ingin ia bunuh, tengah tersenyum kepadanya, bukan senyum sadis atau palsu, melainkan senyum lembut yang baru pertama kali ia dapatkan, sesuatu yang tak penah ia dapat bahkan dari sesama Fallen Angel lain. Dan mata yang tadi terlihat sangat mengerikan itu, berubah bagai permata ruby yang indah,,,
"ke-kenapa?" tayanya pelan,suara yang dari awal terdengan arogan menjadi lemah dan lembut,
meski ternodai dengan beberapa kali isakan pelan.
"eemmmm?"gumam Naruto sambil memiringkan kepalanya, pertanda binggung akan pertanyaan gadis gagak tersebut.
"kenapa kau tidak ,,,,me-membunuhku?" sahutnnya dengan menurunkan volume suaranya, saat menyebut kata 'membunuhku'.
"kenapa aku harus membunuh mu? "
"tentu saja karena aku sudah mencoba membunuhmu"elusan di pucuk kepalanya berhenti.
'Mungkin ia baru sadar, kalau seharusnya ia membunuhku'pikirnya gelisah.
"hahhh,,,mana mungkin aku membunuh mu,aku malah ingin berterima kasih pada mu,"balas Naruto. Berbeda jauh dengan apa yang terlintas difikiran Kalawarner.
"eehhh,,kenapa? padahal aku melukaimu, serta mencoba membunuhmu, lalu kenapa kau malah berterima kasih" balasnya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi, juga terselip kebinggungan akan jawaban manusia tersebut.
Bagai mana tidak binggung, saat orang yang kau lukai berterimakasih pada mu, padahal, ia bisa saja memalas perbuatanmu, bahkan lebih,,,itulah yang terlintas difikiran Kalawarner saat ini.
"huffff,,baiklah akan ku jelaskan,,,begini, dari kecil aku telah kehilangan cahaya di mataku atau bisa kusebut buta, dan karena kau, ntah apa yang kau lakukuan, yang pasti itu membuat aku dapat melihat kembali. Kau tau,,, hidup dalam kegelapan itu menjengkelkan, karna itulah aku berterimakasih padamu, dan mana mungkin aku membunuh mu,,,apa kau mengerti?"jelasnya panjang lebar, seraya kembali mengacak surai biru Kalawarner dengan agak keras.
"hu'um,,tapi tetap saja, aku telah mencoba membunuhmu, apa kau tidak takut suatu saat aku akan melakukan ya lagi..?"
"hahh,,aku yakin kau tak akan melakukan lagi!" ucap nya dengan yakin
"bagaimana kau seyakin itu,kau bahkan tidak mengenalku" balasnya masih belup yakin, akan apa yang di kata kan pria di depanya.
"karena aku percya padamu!" jawab Naruto dengan senyum lembut yang jarang nangkring di wajahnya.
",,,," tidak percaya,ya itulah yang tengah dialami Kalawarner. Seseorang yang baru saja ia temui, dengan mudah nya mengakatan kepercayaan padanya. Setelah semua yang telah ia lakukan padanya, kenapa ia malah memberikan harapan padanya,,ya harapan untuk `di akui` sesuatu yang ia ingin dapatkan dari kaumnya, ia rela melakukan apapun meski perbuatan keji sekalipu, hanya untuk sebuah pengakuan?
"hey,,kenapa diam saja,apa kau sakit?" tanya naruto,karena wanita didepanya tidak merespon.
Kalawarner pov.
Apa yang harus aku lakukan, apa ia tidak bercanda akan semua ucapan ya atau hanya janji manis seperti yang lainya, yang pada akhirnya akan membuatku masuk lebih dalam kejurang kesedihan ini.
"hey,,kenapa diam saja,apa kau sakit"suara lembut yang mengandung akan kekhawatiran itu memaksaku bangun dari pikiran-pikiran ku tentan ucapanya sebelumnya, saat itulah dapat aku temukan jawaban atas rasa raguku, dari sepasang iris safirnya, yang ntah sejak kapan telah berubah.
Disana terlihat jelas kekhawatiran, keyakinan dan perlindungan, yang selama ini belum pernah ku lihat dari semua makhluk yang menatap ku.
Baiklah,,dengan semua yang akan diberikan olehnya, boleh kah aku berharap,,bukan harapan yang terlalu tinggi sebuah harapan yang dari dulu aku ingin kan, yaitu sebuah `pengakuan`,meski bukan dari para fallen angel, tetapi manusia-ah bukan maksud ku pria didepanku ini?
Normal pov.
tanpa aba-aba Kalawarner langsung melompat dan mendekap Naruto dengan erat, seakan tak ada lagi hari esok. Dan jangan lupa isak tangis yang semakin keras terdengar.
Sedang dengan Naruto hanya mampu terbengong atas apa yang ia dapat dari reaksi Kalawarner, plus dengan wajah yang memerah, karena merasa benda lembut dan berisi yang menekan dadanya,memberikan sensasi sendiri baginya,,,
"h-hey ada apa,?" tanya nya dengan tergagap,ia bingung dengan reaksi yang di berikan Kalawarner.
"t-tidak hik,,hanya saja hik, selama ini tak ada yang mau memadang ku, sebagaimana kau memandang ku, selama ini, mereka yang memandangku hanya berisi akan nafsu, jijik dan merendahkan, seakan akan aku tak berguna sama sekali,,,dan kau,,,mau percaya pada ku, mau mengakuiku, memberikan senyum tulus, buka seringaian licik seperti yang lain,,,i-itu sangat berarti bagi ku, yang selama ini selalu berusaha mendapat itu semua dari bangsa ku,,,terima kasih hiks,terima kasih,,,!".balasnya dengan mendekat semakin erat tubuh Naruto.
Sedangkan Naruto yang mendengarkan hal tersebut dari Kalawarner, hanya mampu terdiam. Dalam hati ia merasa kasihan pada wanita tersebut, serta mengigatkanya akan masa lalunya sendira. Ia tau bagaimana rasanya penderitaan Kalawarner karena ia sendiri pernah mengalaminya.
Dan dengan itu awal sebuah janji akan kembali terucap darinya,.dengan perlahan ia melepas pelukan Kalawarner, menaangkup wajah mulus tanpa cacat tersebut untuk saling berhadapan. Terlihat jelas air mata yang masih mengalir dari iris haselnya.
"hey Kalawarner,,jika itu yang kau inginkan, maka aku siap untuk menjadi sandaranmu. Mulai saat ini, menangislah di bahuku jika kau bersedih, peluklah tubuh ku jika kau merasa kesepian dan bersembunyilah di belakang pungungku jika kau merasa terancam,,jangan pernah ragu akan semua itu,untuk itu akan kuhapus takdir kelam yang mejerat ku tuntun kau kedalam kebahagiaan,dan akanku lindungi kau dari apa pun yang mencoba menyakitimu, baik fisik ataupun batin mu,,,dan itu adalah janji ku. Dan aku, Uzumaki Naruto` tak akan pernah menarik kata-kata ku kembali" dengan itu sebuah jaji telah kembali terucap ucapkan dari mulut seorang Uzumaki.
Dan ikatan itu pun dimulai, dari seorang manusia yang menjanjikan kebahagiaan pada seorang malaikat terbuang, makhluk suci yang ternoda.
" Gloria"
Ruang Keluarga Gremony
DEG
Semua orang yang ada didalam ruangan tersebut terdiam saat merasakan tekanan energi asing yang cukup kuat tersebut,bahkan Akeno yang selalu tersenyum pun harus rela melepas senyumnya,,
"Tekanan energi siapa ini,,begitu kuat dan gelap?" tanya, lebih tepatnya gumaman seorang gadis bersurai biru a.k.a Xenovia.
"Entahlah, aku sendiri tidak tau,,tapi ini sangat menarik,,!" balas sang King dari keluarga Gremory.
Ruang kembali hening saat tekanan energi itu tiba-tiba lenyap,seakan tak pernah itu menjadi tanda tanya baru bagi mereka. Bagaimana energi sebesar itu tiba-tiba lenyap tanpa jejak,yang bahkan iblis tingkat atas pun tak dapat menekan kekuatan mereka sampai serendah ini,yang nyaris mencapai 0 %.
"Tsubaki siapkan sihir teleport,,!"printah sang king dari keluarga Sitri.
"ha,i,,apa kita akan kembali kaicou?"balas seorang gadis cantik bersurai hitam panjang dan muka datar,dengan nada yang formal.
"Tidak, kita ke danau samping taman kota.!"dengan itu Tsubaki langsung menciptakan sebuah lingkaran sihir berwarna dark blue,dan mereka langsung pergi dari situ tanpa pamit pada tuan rumah{autr:ora sopan/sona:brisik!}.
Sedang Rias yang yang sedari tadi masi berfikir tentang energi misterius tersebut, baru menyarari saat rivalnya telah pergi. Ia berniat menyusulnya, karena ia sempat melihat ekspresi aneh dari wajah datar Sona. Dan itu mencurigakan, seakan akan ia tahu sesuatu.
"Akeno kita pergi, susul kemanapun Sona pergi!" perintahnya pada sang ratu.
"ara,,ara,,memang ada apa Buchou,?"respon Akeno yang bingung dengan perintah kingnya tersebut.
"Sepertinya ada yang disembunyikan Sona, namun entah apa? jadi ayo kita susul dia!"balas Rias. Dengan itu Akeno langsung membuat liangkaran sihir besar, berwarna merah dengan lambang Gremony di lantai, yang mencangkup semua angota tim Rias. Dalam hitungan detik mereka pun hilang dari tempat itu menyusul Sona dan Tsubaki.
DUARRRRRR,,,,,,
Asap hasil ledakan perlahan menghilang, mulai dapat terlihat samar-samar apa yang ada di dalam asAp tersebut. Dua sosok terlihat berantakkan keluar dari balik asap tersebut. Sang wanita yang kita ketahui adalah Kalawarner terlihatkurang baju yang sobek di sana sini dan sebagian sayap kirinya yang berlubang seperti tertembus benda tajam. Sedang sang pria atau Naruto terlihat lebih menyedihkan, luka sayatan dimana-mana, pakaian bagian atasnya sudah hilang,dan darah yang terus keluar dari mulutnya.
"HAHAHA,,ternyata kalian sangat lemah,,kupikir kalian dapat menghiburku tapi ternyata, mengecewakan hahaha" hinaan itu keluar bersamaan dengan tawa menjengkelkan dari makhluk manusia, namun memiliki lima pasang sayap hitam di pungungnya.
"Hah,,hah,,,si-sisalll,,uhuk" umpat naruto dengan nafas memburu dan darah yang terus mengalir dari mulutnya.
"K-kau tidak a-apa-apa naruto-kun,,lebih baik,kau pergi saja bi-biar aku yang menahanya,hiks"kata Kalawarner dengan tangis di akhir katanya`jika begini terus kami akan mati,kami tak mungkin menang melawan ia harus datang di saat aku telah mendapatkan kebahagiaan ku,apa makhluk seperti ku tak pantas mendapat kebahagiaan` batinnya miris akan takdirnya.
Naruto yang mendengar pendapan kalawarner tentu tidak terima, ia tahu apa magsud nya, ia ingin mengorbankan nyawanya agar ia bisa hidup,,hey,,ia telah ber janji,dn pantang baginya untuk melangar janji. Meski salah satu diantara mereka ada yang mati, itu bukanlah wanita yang sedang menopang tubuhnya itu.
"Tidak,aku tak akan meninggalkanmu sendiri disini. Jika itu kulakukan apa arti janjiku pada mu,dan satu lagi `aku tak akan menarik kembali kata-kata ku, jadi kau tenang saja aku pasti akan menyelamat kanmu" balas Naruto dengan keyakinan yang kuat.
Naruto pov.
`Dia sangat kuat untuk ku saat ini, meski aku dan Karasu-chan bersama tetap tidak ada artinya. Benar apa yang dikatakan Karasu-chan, kami tak akan menang, apa yang harus ku lakukan,,,berfikir Naru ayo ber fikir,,,,`
Normal pov.
"Hahaha,,apa klian menyerah hah. Baik lah, kurasa aku akan segera mengobati kesakittan kalian, jadi bersiap lah untuk MATI!" bersamaan dengan itu tombak- tombak cahaya berjumlah ratusan mulai terbentuk, untuk mengakhiri pertarungan berat sebelah tersebut.
Naruto pov,
`Sialll dia benar benar serius, apa yang harus kulakukan` rutukku dalam hati. Dapat ku lihat tombak-tombak cahaya berjumlah ratusan mulai terbentuk diatas mungkin bisa menghindar dengan Sharingan, namun Karasu-chan?. Dapat kulihat tubuhnya yang bergetar takut,,sial ayo berfikir otak dobe,,,,
Oh iya cara itu,,semoga berhasil...!.
Normal pov.
"Karasu-chan aku punya rencana, tapi aku tak yakin ini akan berhasil" bisik naruto
",,,,, baik naru-kun,akan aku coba,"balas Kalawarner setelah mendengar rencana Naruto.
Dengan itu Kalawarner langsung melepas diri dari Naruto dan membuat lima tombak cahaya dengan sisa-sisa kekuatanya. Dan Naruto langsung merapal sebuah jutsu
" Kage Bunshin no Jutsu"
POFF,,,,muncul lima duplikat Naruto di kanan-kirinya,"hah,,hah,,meski saringan ku telah aktif tapi membuat bunsin tetap saja mengguras chakra ku"
"cih,,jadi kalian masih mau melawan ya, tapi percuma kalian akan tetap mati,,,!" kata Kokabiel.
Dengan itu Kokabiel langsung mengarahkan tangan nya kedepan dan tombak-tombak cahaya itu langsung melesat kearak Naruto dan Kalawarner.
" sebentar lagi,,3,,2,,1 SEKARANG!"
"Fuuton : Atsugai" perintah Naruto asli, dan semua klon-nya langsung meneriakkan sebuh jutsu Fuuton rank C yang sama. Naruto memilih jutsu ini bukan hanya asal, namun ia telah memperkirakan semuanya dari daya hancur dan pengunaan chakranya, karena chakranya yang baru mencapai 5% dari cakra originalnya, jadi hanya jutsu ini yang cocok, karena tidak membutuhkan banyak chakra, dan daya hancurnya cukup kuat untuk mengulingkat satu unit bis kota ole satu penguna.
TRANK,,TRANK,,TRA,K,,TRANK
Bunyi keras yang terdengar dari benturan tombak cahaya dan jutsu fuuton Naruto, namun bukan berarti Naruto bisa tenang, ia masih harus lompt sana, lompat sini, jungkirbalik dan sebagainya, hanya untuk menhindari tombak cahaya yang lolos dari hadangan jutsunya,dan itu bukan dalam jumlah yang sedikit.
"Wowww... hebat juga kau bocah bisa menahan tombak ku. Tapi apa kau bisa menahan yang ini khukhukhu," sebuah tombak cahaya dengan ukuran sebesar tiang listrik langsung tercipta di tangan
Kokabiel
"Hahaha MATI KAU BOC-" belum juga ia menyelesaikan ucapanya, ia dikagetkan saat sebuah tombak cahaya sudah mengarah pada pungung nya. Tidak ingin mati konyol Kokabiel pun langsung berbalik dan menangkis dengan tombak cahaya yang baru ia buat, tidak sampai disitu saja, ia harus kembali menghindar kebawah saat merasa ada bahaya dari benar saja Kalawarner sudah diatasnya dengan empat tombak cahaya yang mengarah organ fitalnya. Dengang ber akselerasi ia menghindari empat tombak cahaya yang mengarah tetap saja ada beberapa yang mengenai tubuhnya, dan itu menyakitkan.
"Geerrrr,,,wanita jalang beraninya kau,,"dengan tatapan tajam Kokabiel memandang Kalawarner yang saat ini balas menatap nya dengan datar.
Ya,ia tidak takut lagi, karena ia percaya pada Naruto, seagai mana Naruto percaya padanya dan ia tak ingin mengecewakan oarang yang sudah ia anggap tuanya tersebut.
Tak mendapat respon yang berarti, membuat Kokabiel semakin muak dengan wanita diatasnya.. Dan dengan itu ia membuat kembali tombak cahaya yang cukup besar,dan bila mengenai tubuh Kalawarner dapat dipastikan ia akan langsung mati,
"Kau lengah tuan,,!"suara yang terkesan dingin dari arah belakangnya ,menyadarkanya bahwa musuhnya bukan hanya satu. Dan dengan sangat cepat ia langsung membalik badan nya. Hanya untuk melihat sebuah benda sebesar ban mobil dengan empat sisi tajam yang berputar mengarah padanya. Namun itu bukan hal yang gawat baginya kareja jaraknya yang masih agak jauh memberi kesempatan pada Kobabiel untuk menghindar. Dan itu yang ia lakukan dengan terbang merendah dari jalur laju fuma shuriken tersebut.
"cih,, bodoh," gumam kokabiel,dengan seringai nya saat fuma shuriken tersebut sudah ,,,
POOFFF,,
Suara tersebut berasal dari belakangnya,dan ia merasakan firasat yang sangat buruk untuk itu,apa lagi saat melihat seringai di bibir pemuda di bawah nya
"Fuuton : Kazekiri no Jutsu"
Cras,,cras,,cras,,,cras,,,
Bunyi mengerikan terdengar, sesaat setelah fuma shuriken yang ternyata hanya Henge tersebut, memberi hantaman telak di pungung kokabiel dengan jutsu angin pemotong level C tersebut,,dan yang selanjutnya terjadi dapat kalian bayangkan, apabila seekor burung yang kehilanggan sayapnya,,,yap jatuh bebas.
BRUK,,,
Suara hantaman antara tubuh Kokabiel dengan tanah terdengar. Debu beterbangan di daerah tersebut menghalangi pandangan.
TAP
"Kau tak apa Naru -kun,,?"seru Kalawarner dengan wajah khawatir melihat Naruto yang terduduk ditanah, ternyata jutsu tadi menguras hampir semua chakra yang ia miliki.
"Hah,,hah,,aku t-tidak apa-apa, tenanglah,,aku hanya butuh istirahat,,lalu bagaimana dengan mu apa kau terluka?"tanya Naruto setelah menjawab pertanyaan Kalawarner.
Kalawarner yang mendengar itu pun semakin yakin, bahwa pilihanya untuk mengikuti pemuda ini tidaklah terbukti dari sorot safir yang memandangnya dengan kekhawatiran, padahal ia tahu bahwa kondisi pemuda itu leih memprihatinkan, tapi ia seakan tidak peduli akan semua itu, karena merasa cemas akan dirinya yang hanya menerima goresan-goresan di kulitnya.
Dan tanpa diperitah air mata kembali mengalir dari mata hasel tersebut.
"Hey,,hey,,,kenapa menanggis,,apa begitu sakit ya,, ," dengan cept Naruto mengengam tangan Kalawarne, berusaha untuk menenangkan nya apa bila ada luka serius yang membuat wanita tersebut menangis.
BRUK,,
Namun alih-alih jawaban yang ia terimah, malah pelukan erat dari wanita gagak ia peroleh.
"Dasar baka!"gumamnya, meski masih terdengar naruto.
"Are,,apa magsud mu hah,,?"balas Naruto tidak terima di katai baka tanpa sebab.
"Kau baka, seharusnya kau tidak perlu melakukan itu untukku, seharusnya kau bisa lari saat ia melawan ku,,,dan-"
"Dan membiarkanmu sendiri melawannya?" potong Naruto.
"I-iya"balas Kalawarner dengan tergagap
"Kalu begitu kau yang `baka`,,lebih baik aku mati dari pada meninggalkan mu denganya,,"sangah Naruto dengan nada yang terkesan jengkel"aku sudah berjanji padamu jadi kau tidak perlu khawatir aku akn meningalkan mu,,karna kau adalah orang yang ber harga bagi ku. Jadi, sudah tugasku mendampinggi mu." Sambungnya dengan tegas, tanpa ada keraguan sama sekali,
Dan itu membuat sesuatu dalam diri Kalawarner menghanggat. Ya hatinya menghangat saat mendengar kata-kata dari mulut manapun juga ia adalah wanita jadi wajar saja bukan.
"Baiklah,,ayo kita pergi!" ajak naruto seraya berdri dan mengulurkan tanganya.
"Ayo"tentu saja diterima kalawaner dengan senang merekapun berjalan menuju keluar taman kota tersebut.
"Astaga aku melupakanya!"jerit pelan Kalawarner,dan itu menghentikan langkah mereka.
"Ada apa?"tanya Naruto dengan penasaran.
"Aku melupakan kalungku,,aku akan kembali, tungu sebentar!" dengan itu ia langsung masuk kembali ketaman kota tersebut, dengan Naruto yang mengekor di bela kang nya,,
"Dimana,,dimana,,, dimana,,,"gumamnya bagai mantra yang di rapal ole penyihir.
"Hey,, sebenarnya apa yang kau cari,,?"tanya Naruto yang sudah sampai di samping Kalawarner.
"ah,,Naru-kun, aku mencari-,,ahh itu dia akhirnya ku temukan, ini adalah hadiah dari sahabat ku, Rayner,,,entah dimana ia sekarang?"aku Kalawarner tentang sebuah kalung berliontin berlian hitam yang tadi di carinya.
"eemm,,baiklah ayo kita pulang, aku sudah lapar hehehe,,"
"hihi,,ayo kita kemba-"
"HIME AWAS,,,!"
CRASSSS,,
"UGH,,,,"
"cih ,jangan hah,, harap kau hah,, bisa membunuh ku bocah uhukh,,"ucap Kokabiel, dengan keadaan yang mengenaskan, dua dari lima sayapnya patah, darah mengalir dari seluruh luka sayat di tubuhnya, namun yang pasti ia masih hidup.
"NARUTOOOOOOO,,,,,!" Teriak kalawarner yang langsung berlari ke tempat tubuh Naruto terbaring.
"hiks BAKA,,hiks BAKA,,,BAKA,,,k-kenapa hiks kau m-mendorong hik ku,harusnya aku yang ada di pasisimu hiks,,hiks"makia Kalawarner pada Naruto yang ada dipangkuanya, dapat terlihat jelas dada kanan nya yang berlubang, bekas sebuah tombak cahaya yang telah menghilang.
"uhuk,,ma-maaf se-perti-nya a-aku tak uhuk b-bisa m-menepat-ti j-janjiku uhuk,,"
"Tidak hik harusnya aku hik yang minta maaf hik,karna aku kau begini hiks..."balas Kalawarner yang menganggap semua itu salahnya
"andai hiks aku tak kembali hik kita pasti sudah di hiks rumah,,hiks,,hikks,,ini memang salah ku.!"..
Naruto pov.
Sepertinya inilah akhir ku,padahal aku suah menemukan tujuan baruku untuk hidup baruku disini,,sebenarnya apa yang kau rencanakan Kami-Sama..
Namun meski aku akan mati tak kan ku biarkan Karasu-chan ikut bersamaku, meski aku ingin. Aku harus menepati janji ku, meski itu janji yang singkat,,
Yaah,,akan kugunakan tehknik itu meski kematianku akan semakin cepat,,dari pada harus melihat Kalawarner-chan terus menangis seperti ini, itu membuat dadaku sesak, hampir sama saat melihan `dia`menangis.
Normal pov.
"Hahaha uhuk jangan menangis jalang, sebentar lagi kau akan menyusulnya hahaha,,"tawa jahat dari Kokabiel masih sempat ia suarakan, meski telah terluka sangat parah. Sebuah tongkat cahaya tercipta di atas tubu Kokabel, dan langsung melemparkanya kearak Kalawarner dengan teriakkan lantang seperti seorang kapiten.
"MATILAH,,JALANG,,"
Tombak cahaya dengan kecepatan yang luar biasa melesat kearah Kalawarner, yang masih terduduk ditanah dengan memeluk tubuh Naruto,,ia hanya menatap kosong tombak cahaya tersebut, tidak ada tanda-tanda untuk menghindar, atau memang ia tak ingin menghindar. Saat jarak tingal brapa meter dari tubuh nya terdengar gumaman,serta sentuhan dari pria di pangkuanya.
"Fuinjutsu : Jikukukan Kekai"
Dalam sekejap mata terlihal huruf-furuf kanji yang mengelilinggi tubuh Kalawarner. Dan yang membuat mata Kokaibel melebar adalah tombak cahaya yang harusnya menancap di kepala Kalawarner,seperti terhisap kedalam kanji-kanji tersebut. Tak sampai di situ saja, karena tiba-tiba bahu kanan nya terasa seperti tertembus sesuatu, dan ternyata benar, bahu kananya telah berlubang oleh tombak cahaya yang tadi ia lempar kearah Kalawarner,
"ARGGGHHHHH,,,,,ku-kurang ajar, apa yang terjadi arghhhhhh,," yah lolongan Kokabil yang semakin mengecil bertanda ia benar benar pergi, untuk menerima pengobatan atas luka-luka yang ia dapat dari pertempuran. Itu.
"Na-naru hik kenapa,,?" bisik Kalawarner,,dengn tubuh yang semakin lama semakin terhisap oleh kanji yang menempel di tubuh nya.
"Te-tetap lah hi-hidup un-tuk ku..." ya,, itulah kata terakhir dari orang pertama, yang telah mengisi hatinya dengan kebahagiaan, meski itu hanya sesaat.
"aishiteiru,,anata no kotom,wasurenai. Ima made arigatou" dengan itu sosok kalawarner menghilang, seakan tak pernah ada di situ,meningalkan tubuh Naruto yang terbaring di tanah.
"Gloria"
Skip team.
Sona pov.
Saat pertama muncul dengan sihir teleport, sesuatu yang mengerikan langsung terlihat jelas didepan mataku. Taman kota yang seharusnya indah dan di penuhi pohon kini telah berganti dengan tempat yang penuh dengan lubang-lubang besar menganga dimana-mana,pohon-pohon tumbang ,air danau menyusut drastis, sebenarnya apa yang telah aku lewatkan dan pertarungan macam apa yang telah terjadi disini.
"Astaga,apa yang terjadi di sini,,?"
Hah,,tak kuhiraukan pertanyaan Rias. Aku masih tetap fokus mengamati tempat ini, mencari petujuk akan apa yang telah terjadi di tempat ini.
Normal pov.
`mengerikan` salah satu dari banyaknya kata yang berputar diotak mereka, tentang apa yang terjadi ditempat itu.
Issei yang tau tempat apa ini pun memilih diam, fikiranya kembali terbawa akan memori saat ia, untuk pertama kalinya mati di tangan pacarnya sendiri Amamo Yuma atau Raynel,,menginggak itu membuatnya bergidik ngeri.
"Ara,,ara,,ada apa Issei-kun? Kau takut khukhu,"bisik Akeno pada Issei yang ada di sampingnya.
"A-apa magsudmu Akeno-hime?mana mungkin aku takut dengan hal macam ini, kau lupa bahwa aku adalah Sekiryuutei, salah satu dari naga langit apa kau lupa hime hahah,,,"balas issei dengan arogan..
`dia semakin mirip Riser`batin mereka semua minus Sona yang tengah asik akan pengamatanya.
"Sona-sama aku menemukan sesuatu,,,,"lapor Koneko, yah indra penciumanya sebagai Nekomata memang lebih tajam dari pada yang lain
.
"Dimana Koneko-chan,"balas Sona,,kenapa bukan Rias, karena sang Ojo-sama sedang mengoda sang naga merah tersayang nya.
"Sebelah timur, kira-kira 2 kilo dari sini,,aku mencium bau manusia,darah dan,,,Malaikat jatuh"jawab Koneko dengan detail {kucing yang cermt\di cakar}
"baik,Tsubaki ayo,,,!"
"ha'i kaicou" dengan itu mereka menuju tempat yang di tunjuk oleh Koneko.
Sementara tim Rias yang melihat Sona dan ratunya masuk ketaman tersebut, memutuskan untuk ikut. Berharap mendapat kan sesuatu yang menarik.
Sona pov.
Kulangkahkan kakiku kearah yang ditunjukkan oleh Koneko. Semakin mendekati tempat itu,
aku merasakan tekanan energi kecil, sangat kecil bahkan untuk ukuran manusia.
Ntah mengapa aku seperti mengenal energi ini,ya,,aku pernah merasakanya,,tapi ntah dimana aku lupa.
Saat sampai ditempat yang di magsud aku kembali dibuat membisu, bukan karena apa, namun kerusakan yang terjadi disini mungkin 3 kalilipat dari apa yang ada di depan tadi. Ini semakin membuatku penasaran, makhluk apa dibalik semua kerusakkan ini?
Normal pov.
Sebuah lubang dengan diameter yang besar tersaji manis didepan mereka, disana juga terdapat bercak-bercak merah yang diyakini sebagai darah, darah siapa? Ntahlah tidak ada yang tau,,sampai,,
"KAICOU,,,!" teriak Tsubaki terdengar sangat keras, padahal ia termasuk wanita yang jarang bicara.
"ya Tsubski ada ap-"shok,,hanya itu yang dapat para gadis-gadis muda ini rasaka,.
Didepan mereka sesosok tubuh terbujur kaku didalam sebuah kawah yang tidak begitu besar dengan keadaan yang memprihatinkan, seluruh badan nya penuh dengan luka, namun yang paling fatal adalah luka didada kanan nya.
"Sona apayang kau temu- kan,,," tanya seorang gadis berambut merah yang tiba-tiba muncul di belakang nya, sama seperti yang Sona alami semua iblis yang ada di situ shok atas apa yang mereka lihat.
Dengan ini inisiatf Asia langsung maju, berharap masih bisa menolong pria malang di depanya ini. Namun ia harusmenerima doble shok saat melihat dengan jelas wajah dibalik darah yang menutupi sebagian wajah nya,seseorang yang ia kenal.
"U-uzumaki-san,,,!"cicitnya pelan seraya menambah sihir penyembuhan pada sosok didepanya
Sona yang mendengar nama seseorang yang ia kenal disebutkan langsung maju dan kedepan untuk memastikan. Dan sekarang ia baru mengerti akan semua jawaban atas semua pertanyaan ya, pantas ia seperti mengenal aura yang terpancar selama ini, meski berbeda tingkatan namun jenisnya sama. Ya aura itu milik Uzumaki Naruto, seseorang yang pernah ia tolong dan selalu ia awasi.
"Buchou,,dia,,,"
"ya Akeno,aku tau,,"balas Rias dengan serius, tidak adalagi suara mengoda nya, yang terdengar hanya suara tegas khas iblis tingkat atas.
"Asia cukup! Dari sini biar aku yang tangani!"perintah Sona pada Asia yang masih setia mentrasfer sihir penyembuhnya.
"Ta-tapi Sona-sama Uzumaki-san bisa-"
"Tenangla,biar aku yang urus!"jawab Sona cepat memotong ucapa Asia.
"baiklah Sona-sama,tolong selamatkan dia"
"um"dan hanya di balas dengan angukkan mantap sang pewaris keluarga Sitri tersebut.
"Sona,,jangan bilang kau akan mereinkarnasi nya..?"tanya Rias dengan nada kurang yakin.
"Ya aku akan menghidup kanya kembali sebagai budakku,"jawab nya tegas
"Tapi-"
"Kita sudah sepakat Rias,,kau sendiri yang bilang tidak tertarik padanya, lantas sekarang apa masalah mu,,lagian kau sudah mendapatkan Sekiryuutae!"potong sona dengan itu berhasil menghentikan protes Rias.
Dengan itu Sona memulai ritualnya. Dari semua bidaknya yang tersisa hanya pionlah yang bereaksi pada Naruto, dan itu hanya 1 pion,,dan itu membuat Issei tertawa laknat, menghina kekuatan Naruto yang hanya di hargai 1 pion, berbeda denganya yang mengkonsumsi 8 bidak.
Bukanhanya Issei saja yang pesimis dengan kekuatan Naruto,,contohnya Rias,,ia sempat mengira Naruto akan mengkonsumsi lebih dari sebuah bidak,,karena ia menyangka kekuatan besar yang ia rasakan tadi berasal dari Naruto. Namun semua asumsinya sepertinya salah, dan ia bersyukur akan semua itu, karena Sona tak akan meng unggulinya. Persaingn heh?
Namun tidak bagi Sona. Karena ia yakin bahwa calon budak barunya ini akan memiliki peran yang sangat penting nantinya.
"Bangkitlah kembali Uzumaki Naruto, tunjukan peranmu di dunia yang kacau ini sebagai kebanggaan keluarga Sitri"
"Gloria"
Skip time
{males gw jelasin ritualnya}
Naruto pov.
`gelap, lembab dan bau,,bukan bau busuk, melaikan bau seperti besi berkaran. Dimana aku?
Ahh,,iaya aku sudah mati, kuharap karasu-chan baik-baik saja. Dan sekarang dimana aku?apakah ini jalan menuju neraka?,,,arggggh memikirkan hal seperti itu membuatku ngeri,,tp mungkin saja ini jalan keneraka, mungkin Kami-sama murka pada ku yang tak bisa menepatti janji ku pada karasu-chan.
Normal pov
GERRRRRRR,,,,
Suara geraman yang menakutkan terdengar dari sebuah lorong yang sangat gelap itu,
"Suara i-itu,jangan-jangan,,,KURAMAAA,," disertai dengan teriakan yang cetar membahana Naruto berlari menyongsong kegelapan didepanya menuju asal suara geraman tersebut
"KURAMAA,,,HOY KURAMA,DIMANA KAU.,,,,"
"BOLA BULU KELUAR KAU,,!"
"hah hah hah,,dimana dia ? sial awas saja kalau ketemu, akan kucabutti kumisnya satu-satu"gerutunya dengan menghentak-hentakkan kakinya dilantai.
Saat badan mulai terasa lelah, dan pencarian nya yang tak membuahkan hasil akhirnya Naruto berhenti dan bersandar pada sebuh tiang besi besar yang ia temukan.
"hah,,apa aku benar sudah mati? Tapi kenapa aku masih bisa merasa lela ya?"
"Geerrrrrrr,,hei gaki lama tak melihatmu"sapa suara berat dibelakang nya
"Nurama,,,eh,dimana kau rubah woyy!"teriak naruto karena dibela kangnya tak ada apa apa selain kegelapan.
"bocah bodoh diatas gaki !"
"ohhh,,,,"dengan pelan Naruto mendongkak keatas, dengan harapan dapat melihan partner terbaiknya.
Namun buka sang rubah dengan seringai menjengkelkanya ataupun sepasang mata merah dengan iris fertika, melainkan sebuah bola mata besar dengan warna merah dengan garis khas Rinnegan dan sembilan tomoi{bayangin mata juubi}
"Ju-juubi,,,"ucapnya dengan terbata.
"hahaha benar sekali ini aku,,hehehe,,"
TBC
A/N: hey gw kembali,,maaf karena lama ya,banyakan lembur si,,,dan untuk untuk pertanyaanya gak bisa gw jawab semua maaf,,tp tetep gw jawab sebagian tenang aj,,
Kalau masalah typo atau salah-salah lainya,gw minta maaf itu mah takdir{plak di gampar} ya mklum lah manusia,tp udah gw usahain kok,,
Jigoku no arashi: naruto tetep yang kedua bro,disini saya buat beda ama di mangga,,dan madara Cuma ngendalin,,sama pas ia ngendaliin kyuubi dulu,,
Dark namikase riyu: disini saya buat issei arogan tp gak jahat,biar ada alasan buat nanti naruto bertarung ma issei,,
Untuk masalah sebab naruto buta akan di jelasin ama mbah juubi di chp depan.
Dan naruto masuk tim Sona-hime hehe
Natha nala: wah udah telat bro,,tp thanks untuk ilmunya ya,,and cerita gagal nya udah gw hapus bro,,kalau masalah typo and kerapihan gw gak janji,tp akan tetep gw usahain
Disini naruto emang belum bisa gunain mata madara,,tp baru bisa gunain mata obito aja itu pun belum sempurna
Kalau yang mau ngeflem tanpa masukkan mending lewat,,gw sempet down saat ada yang nyuruh gw ngehentiin buat ni fick,jadi langsung ilang ide,,
Untuk itu gw minta dukunganya,lo pada boleh komentar tp yang membangun jagan Cuma asal meng hina aja,,ok,
Ooiya,,,, buat jutsu mau di kasih penjelsanya gak,,kalo iya gw buat dibawah, kalo gak yaudah gak usah,,lagian udah pada tau jutsu di manga naruto kan jadi dah tau jutsunya kaya apa kan,,,?
Untuk pair naruto,,,apa ada masuukkan?
Ok sampai jumpa di chapter selanjutnya jaa,ne
REVIEW
