Chapter 4: Terungkap nya Rahasia Naruto dan DXD

"New Friend and Lew life"

Disclaimer : Naruto dan Hight School DXD, Bukan punya saya tapi

:Masashi Kishimoto

: Ichiei Ishibumiuncak.

Warning: gaje,abal,typo,dan alur nyeleneh.

Summary:Naruto yg telah menyegel chakra Madara,Abito,dan Juubi didalam tubuhnya akhirnya mencapai pada


"Kurama,,,eh,dimana kau rubah woyy!"teriak naruto karena dibela kangnya tak ada apa apa selain kegelapan.

"bocah bodoh diatas gaki !"

"ohhh,,,,"dengan pelan Naruto mendongkak keatas, dengan harapan dapat melihan partner terbaiknya.

Namun buka sang rubah dengan seringai menjengkelkanya ataupun sepasang mata merah dengan iris fertika, melainkan sebuah bola mata besar dengan warna merah dengan garis khas Rinnegan dan sembilan tomoi{bayangin mata juubi}

"Ju-juubi,,,"ucapnya dengan terbata.


"GLORIA"

",,,,Astaga,,, apa yang kau lakukan disini?"tanya Naruto pada sang Bijuu ekor sepuluh tersebut.

"Dan dimana Kyuubi,," tambah nya, dengan mengedarkan pandanganya kesekeliling tempat tersebut. Namun yang didapat hanya kegelapan yang mendominasi tempat tersebut.

"Ada apa kau mencarinya gaki,,,?" bukanya menjawab Juubi malah balik bertanya pada Naruto.

"Tidak,, hanya saja aku merasa merindukan partner rubah ku itu" jawab nya dengan nada yang mulai rileks setelah terlepas dari kegugupanya. Siapa yang dapat tenang saat dihadapan kalian terdapat sososk makhluk raksasa menakutkan dengan kekuatanya yang melebihi dewa?.

"Gerrrr,,,,untuk apa kau merindukan rubah itu? dia hanyalah Monster yang membuat hidupmu dulu sangat menderita? Apa kau melupakanya heh,,,?"jawab Juubi dengan sinis.

"Jaga ucapanmu Juubi!, Kurama bukan lah Monster. Dia adalah parterku!" balasnya naruto. Dapat terdengar nada marah dalam ucapanya.

"Cihh,,,bagaimana kau dapat berasumsi bahwa Kyuubi bukanlah Monster, bahkan dialah yang memiliki kebencian paling besar diantara ke delapan Bijuu lainya! Dan dari mana kau mendapatkan asumsi, bahwa ia bukan Monster?"

",,,,"

Hening..

Naruto pov

'darimana kau dapat mendapat asumsi bahwa ia bukanlah Monster?'

Yah,,ucapan dari ekor sepuluh yang tiba-tiba itu langsung saja membuat ku masuk kedalam memori otak ku, memakasa untuk menerobos memori-memori masa lalu yang ku lalui, hingaga aku dapat menyimpulkan, bahwa Kurama bukanlah Monster. Memori-memori yang telah sangat lama terkubur perlahan-lahan mulai bermunculan didalam otakku. Mulai dari gambaran tentang masa kecilku yang sangat menyedihkan hingga Perang Dunia Keempat yang mengerikan. Dan dari situ dapatku asumsikan sesuatu,,,kenapa aku bisa berfikir bahwa Kurama bukanlah monster!

Normal pov

Tidak mendapat jawaban apa pun dari manusia didepanya, Juubi hanya bisa menghela nafas bosan. Dia mulai berfikir kenapa Kyuubi bisa sangat percaya pada bocah kuning didepanya ini, yang hanya mau memanfaatkanya seperti manusia-manusia lainya,,,jika kalian bertanya mengapa Juubi berfikir seperti itu, tentu saja ia akan menjawab 'kau bisa mengatakan jika ia berbeda dari semua pandangan kebanyakan orang, namun kau tak dapat mengatakan alasan mengapa kau memandangnya berbeda,,jadi kesimpulanya,,karena kau hanya menginginkan sesuatu darinya,,yang dalam hal ini adalah kekuatan dahsyat sang Kyuubi No Youkai',manusia memang sama saja,,Munafik.

"Hehhh,,,kau tak bisa menjawabnya, itu berarti semua omonganmu hanya sampah,,!" kata Juubi memecah keheningan di tempat itu.

",,,Kau tau, pertanyaan mu memang simpel,,namun aku harus memutar ulang memori-memori usang ku, dan dari sana dapatku katakan, bahwa aku bisa berasumsi bahwa Kurama bukan monster, karena semua yang telah ia lakukan padaku selama ini, yahhh meski ia tutupi dengan sifatnya yang tsundere itu" balas Naruto seraya menatap langsung mata tunggal Juubi

Juubi yang mendengar itu hanya diam saja, ia tau bahwa Naruto masih belum selesai dan ia akan menunggu apa yang akan dikatakan host barunya itu.

"Meski ia tak mengakuinya, tapi aku tau bahwa ia selalu melindunggi ku, meski kadang dengan cara yang agak exstrim,,ia memberikan chakranya pada ku saat aku dalam keadaan yang sulit, mengobati semua luka yang ku terima,,menemaniku saat semua teman-teman ku tak bersamaku, meski hanya adu mulut saja namun aku sangat senang,,dan semua itu terbukti pada perang dunia shinobi keempat, ia dengan semua kekuatanya terus menopang ku hingga akhir, selain itu kalau masalah sifatnya yang kurang bersahabat dengan manusia, aku tidak tau. Namun aku dapat berasumsi, ia hidup sudah sangat lama dengan manusia, namun kebanyakan manusia yang ia temui hanya mengangapnya sebagai alat perang, karena kekuatan besarnya ia jadi di takuti, dibenci dan di buru, karena itu kebencianya pada manusia semakin besar dari zaman ke zaman"

",,,saat pertama kali melihatnya pun, aku sangat takut,,namun seiring waktu aku dapat melihat dalam kedua matanya sebuah emosi lain selain kebencian,,yaitu kesepian. Dia sama sepertiku dulu,. kesepian adalah sesuatu yang sangat menykitkan dari pada semua luka-luka lainya, dan mulai saat itu aku merenkomendasikan diriku menjadi temanya. Meski ia hanya mengangap omongan ku sebagai sebuah lelucon, namun aku tidak peduli, akan kuhapus kebencian yang ada padanya,,, dan itu semua tidak sia-sia, ia mengakuiku sebagai seorang partner...itulah yang melandasiku bisa ber asumsi bahwa Kurama bukanlah monster,,ia hanyalah bola bulu yang kesepian dan tsundere hehehehe"jelas Naruto dengan menceritakan sebagian kehidupan masa lalunya pada Juubi dengan sangat panjang dan diakhiri dengan cengiran rubahnya.

Sedangkan di sisi lain Juubi hanya bisa diam, ia menatap tajam keturunan Yondaime Hokage dan Uzumaki Kushina tersebut. Sedangkan Naruto yang ditatap seperti itu hanya ia tangapi dengan cengar cengir gak jelas, seakan tidak sadar bahwa yang menatapnya adalah sang Juubi No Ookami yang kekuatanya dapat membuat para dewa berlutut di belakang lambaian sepuluh ekornya.

Tak mendapat respon yang berarti selain tatapan dari makhluk di depanya, membut Naruto lama-lama merasa aneh.

"Umm,,,a-apa ada yang salah dengan ucapan ku?" tanyanya dengan tergagap, seakan baru sadar bahwa yang menatapnya adalah Juubi(autr; koplak\\naru;bajingn lo tor!)

"hahaHAHAHAHHAHAHAH,,,,,,,"

Tawa mengelegar itu meluncur mulus dari mulut manis Juubi. Naruto yang tidak siap akan serangan itu jatuh kebelakang karena kekagetan yang ia alami seraya mengumpat

" kampret!" dengan pelan, tak mau kena amukan sang Juubi jika sanpai terdengar.

"GLORIA"

Real Work

Di sebuah kamar apartemen yang terlihat sempit dengan pemandangan yang ehem hancur, dan bungkus ramen yang bertebaran di mana-mana serta berbagai jenis barang yang menghiasi ruangan tersebut,,jumlah barang yang begitu banyak membuat ruang tersebut overkapasitas. Dua gadis terlihat mematung di depan pintu masuk kamar tersebut.

"Apa kita tidak salah kamar Kaicho?"

Suara Tsubaki membuyarkan lamunan Sona yang sedari tadi masih asik dengan pengamatanya.'benar-benar berantakan' hanya kalimat itu yang terlintas di pikiran Sona, jadi tidak salah jika Tsubaki berpikir kalau kami salah masuk kamar, ruangan ini lebih mirip dengan gudang di mansionya, malah lebih baik gudang mansionya.

"Kurasa tidak,,kamar lantai 3 pintu no 10,,sesuai dengan informasi yang ku dapat" balas Sona menanggapi ucapan ratunya tersebut.

"Tapi Kaicho, tempat ini bahkan tidak lebih baik dari gudang di mansion kita" seperti nya Tsubaki masih belum percaya ada orang yang mau tinggal di tempat seperti ini.

Sona hanya bisa menghela nafas lelah, tidak biasanya Tsubaki banyak bertanya seperti sekarang, biasanya ia hanya diam dan bertanya jika itu sesuatu yang cukup penting yang ia tidak tahu.

"Dia buta kau ingat? Mungkin ia bukanya tidak mau menata kamarnya,,tapi ia tidak mampu!" balas Sona dengan alasan yang masuk akal.

Sedang Tsubaki agak tersentak mendengarkan penuturan king nya tersebut, ia hampir lupa bahwa kluarga barunya mempunyai sebuah kekurangan, ia menatap Naruto yang saat ini masih pingsan 'kau masih muda tetapi mempunyai takdir yang sulit' pikirnya saat melihat wajah Naruto yan masih berlumuran darah.

"lebih baik cepat kita bawah kekamarnya, untuk proses penyembuhanya!" peritah Sona, saat melihat Tsubaki yang memandang nanar sosok yang ada di tengah-tengah mereka.

"hai,, Kaicho"

Mereka pun langsung membawa Naruto kearah ruangan yang ada di sebelah kiri ruang tamu, yang di asumsikan sebagai kamar satu-satunya di apartemen tersebut.

Setelah membaringkan Naruto di ranjangnya, Sona langsung melucutti semua pakaian yang masih tersisa di tubuh Naruto, sedangkan Tsubaki yang melihatnya perlahan namun pasti muncul rona merah di wajah ayunya yang semakin lama terlihat semakin pekat, begitupun dengan Sona.

Kulit tan yang masih ternoda darah, tubuh yang tidak terlalu besar namun tidak juga kecil, juga terlihat sangat keras seakan sudah ditempa sangat lama untuk sebuah pertarungan besar dan jangan lupakan jumlah bekas-bekas luka yang ia miliki, bukan hanya luka baru namun juga luka lama yang tak terhitung jumlahnya. Apa saja yang telah dialami pemuda ini semasa hidupnya hingga dapat menorehkan luka-luka seperti itu? Dan itu menjadi misteri baru bagi penerus kluarga Sitri tersebut mengenai budak barunya.

"Tsubaki kau boleh kembali!"printah Sona pada ratunya, dan itu berhasil membuyarkan imajinasi yang sedang bergelut difikiran Tsubaki.

"ha'i,,bagaimana dengan Uzumaki-san Kaicho?"

Tanya Tsubaki pada Sona yang perlahan mulai melepaskan pakaian nya, dengan memunggungi Tsubaki.

"Aku akan disini untuk mentrasferkan kekuatan ku,,luka-luka yang dialaminya cukup parah,,meski ia sekarang adalah iblis, namun itu tidak akan menjamin ia akan dapat pulih dengan cepat."

Tsubaki hanya diam melihan kingnya perlahan naik keranjang Naruto dan memeluk tubuh Naruto dari belakang. Sekarang dapat terlihan tubuh mereka yang merekat, dengan Sona yang melingkarkan tangannya ke pingang Naruto dan menempelkan asetnya yang di pungung Naruto.

Tsubaki sebenarnya cukup terkejut pada kelakuan sona yang menurutnya agak aneh. Setaunya sona tidak pernah melakukan pentrasferan energi dengan cara seperti ini,,bahkan dengan Saji saja ia hanya melakukan pentrasferan melalui berpegangan tangan, tidak sampai seperti ini,,meski masih bingung dengan tingkah Sona, namun ia tidak bekata apa-apa dan tetap mematuhi permintaan sang king, meningalkan mereka berdua dalam dekapan malam yang dingin,,,

Hahh,, esok pasti akan menjadi hari yang sangat mengejutkan bagi Naruto.

MINDSCAPE NARUTO

"Jadi bisa kau memberi tahu dimana Kurama, Juubi?"tanya Naruto pada makhluk didepanya yang sedang menggelung tubuhnya. Setelah jawaban Naruto yang menurut Juubi cukup memuaskan, sekarang mereka dapat mengobrol dengan santai tanpa rasa cangung satu sama lain.

"OOooo ia sudah kuserap kedalam tubuhku!" jawab Juubi dengan santai, namun tidak dengan Naruto. Wajahnya langsung menegang,,ia tahu apa magsud Juubi, Kurama adalah bagian dari Juubi, jadi jika Juubi menyerap Kurama maka sama artinya Kurama telah,,,mati

"ja-jadi K-kurama telah,,,mati"

"Ya,,,ia telah kembali ketubuh ku dan eksistensinya di dunia ini telah berakhir,,bisa kau sebut juga ia telah mati"

Tidak percaya,sedih,marah dan lainya, itulah yang diarasakan Naruto. Padahal ia sangat berharap bisa kembali bersama Kurama, ia ingin bercerita kehidupan barunya bersama sang partner, meminta pendapatnya, berlatih bersama, bahkan ia merindukan kegiatan saling mengejek yang sering mereka lakukan. Namun itu semua tidak bisa ia lakukan lagi, karena satu-satunya teman yang berbagi tubuh dengan nya sejak ia masih sangat kecil itu sekarang ia tidak ada lagi didunia ini, tentu saja itu membuatnya sangat sedih.

"A-apa kau tidak bisa memisahkan Kurama dari tubuhmu" tanya Naruto pada Juubi yang masih dalam posisi semula dengan suara bergetar.

"Bisa saja,,namun itu tergantung padamu!"

"heh,,,memangnya apa yang harus aku lakukan?" balas Naruto dengan cepat, apapun akan ia lakukan asal Kurama bisa kembali lagi.

"Haah,,aku bisa mengembalikan Kurama tapi kau harus menyerahkan kedua matamu untukku,,bagaimana?"

Mendengar proposal yang ditawarkan Juubi membuat Naruto terdiam,,ia baru saja bisa melihat, bebas dari kegelapan abadinya, dan sekarang ia harus memilih, kembalinya Kurama namun kau akan masuk kedunia gelapmu kembali atau tetap seperti ini namun tidak bisa bersama lagi dengan Kurama,,cukup lama untuk Naruto mempertimbagkan penawaran Juubi.

"jadi apa yang kau pilih matamu atau Kyuubi heh?" tanya Juubi dengan seringai aneh.

",,,,"

Naruto pov

Kenapa dia harus memberi pilihan yang sulit, ia menginginkan mataku ada apa dengan mata ku? Apa ia kekurangan mata heh?. Aku sangat ingin menemui Kurama kembali, namun aku juga tak ingin kembali ke kegelapan itu lagi,,jadi apa yang harus kupilihh?

'AAAAARRGGGGG,,, memikirkan itu membuat kepala ku pusing,,,'triakku frustasi.

",,,orang yang meningalkan temanya sendiri dalam kesulitan lebih buruk dari pada sampah"

Aku tertegun sesaat, saat sekelebat ingatan masa laluku muncul,,aku ingat jelas tentang kata-kata itu,,itu sebagian kalimat yang Kakasi-sensei ajarkan pada kami saat ujian genin dulu.

Heh,,akhirnya aku menemukan jawabanya,,terimakasih Kakasi-sensei ajaranmu akan selaluku kuingat.

Normal pov

Dengan perlahan Naruto mengangkat kepalanya dengan senyum yang mulai terbentuk diwajahnya, ia telah menetapkan pilihannya,,meski itu buruk untuknya tapi ia telah yakin. Maka dengan semangat ia mengutarakan pilihanya,,,

"Ambillah mataku,,dan kembalikan Kurama" jawa naruto dengan tegas tanpa ada keraguan sama sekali.

Sedangkan Juubi yang mendengar jawaban Naruto hanya memperlebar seringgainya.

"Apa kau yakin gaki,,kau tak akan menyesal,,?"

Juubi seakan masih memberikan pilihan untuk Naruto agar berubah pikiran. Namun ia harus mengubur keinginanya saat mendengar apa yang akan diucapkan Naruto setelahnya,,,

"Aku yakin,,meski aku tidak dapat melihat kembali namun aku yakin Kurama akan membantuku melewati semua,,kami pernah melewati sesuatu yang lebih buruk dari ini, jadi,, kami pasti bisa melewati penderitaan ini kembali, untuk itu,,,CEPAT AMBIL APA YANG KAU MAU DARIKU DAN KEMBALIKAN TEMANKU,,,!" dengan keyakinan penuh Naruto menjawab pertanyaan Juubi dengan teriakkan dan cengiran lebarnya di akhir perkataanya.

Juubi yang mendengar itu memperlebar seringainya, hingga menampakan gigi taring tajam nya yang terkesan mengerikan ' bocah yang sangat menarik,,pantas saja kyuubi mau menerimanya sebagai parter' pikirnya nya

"HAHAHAHAHAHA..kau menarik gaki, pantas Kyuubi betah dengan mu,,,baik lah akan ku kembalikan Kyuubi seperti apa yang kujanjikan,,,sekarang mundurlah!"

Menuruti permintaan Juubi ia langsung menjauh dari pintu jeruji tersebut.

Kumpulan chakra hitam mulai merembes keluar dari tubuh Juubi, semakin lama chakra tersebut semakin banyak. Chakra yang keluar dari tubuh Juubi kemudian berkumpul dan membentuk sesosok tubuh,, chakra yang awalnya berwarna hitam kelam perlahan-lahan berubah menjadi orange, tiba-tiba kumpulan chakra tersebut mengeluarkan cahaya kecil yang semakin lama semakin terang.

Naruto yang tak sangup menatap cahaya yang semakin lama semakin terang tersebut pun menutup matanya.

Tak berapa lama cahaya tersebut meledak, mengakibatkan tekanan udara yang cukup kuat, bahkan sampai terasa ditempat Naruto berada.

Naruto yang merasa semuanya sudah usai membuka matanya, dan benar saja cahaya tersebut telah hilang, menyebabkan tempat itu kembali seperti semula,,gelap.

Naruto langsung berlari kearah seal Juubi untuk menyambut sang partner. Namun saat ia sampai di sana ia hanya melihat Juubi, tidak ada rubah orange yang ia tunggu.

" Dimana Kurama, Juubi?" tanya Naruto pada Juubi seraya mengedarkan pandanganya kearah sekeliling berharap menemukan apa yang ia cari. Namun nihil, ia tak menemukan apapun selain kegelapan.

"Hahhh, ia ada di belakang mu gaki...!" jawabnya dengan menghembuskan nafas lelah.

"eehh,,,"

Dengan sangat cepat ia memutar lehernya kebelakang tubuhnya,,Juubi berani bersumpah bahwa ia mendengar bunyi tulang bergemretak dari leher Naruto.

Saat melihat kebelakang Naruto bersumpah ia tak akan melupakan apa yang ia lihat saat ini. Meski dalam keadaan gelap ia masih dapat melihat dengan jelas apa yang ada didepanya, sesosok gadis dengan surai orange panjang mencapai punggung, bentuk wajah bulat yang menggingatkanya akan wajah kaa-san nya, kulit putih tanpa cacat, dan saat melihat semakin kebawah Naruto tidak bisa untuk tidak mimisan pasalnya gadis tersebut tidak mengenakan pakaian sama sekali. Terlihat dengan jelas dada besar dan bulatnya mengacung kedepan seakan menantang untuk dijamah, perut yang rata tanpa kelebihan sedikitpun lemak, semakin kebawah Naruto langsung mengalih kan perhatianya dengan tangan memegang hidung nya yang terus mengeluarkan darah' padahal ini bukan dunia nyata kenapa aku bisa mimisan' batinya.

"si-siapa k-kau,,"tanyanya pada gadis yang terlihat sedikit lebih tua darinya tersebut dengan tranmaker Hinata[gagap].

"Hehehe,,,7 tahun tidak bertemu kau sudah lupa padaku gaki...?" jawab gadis itu seraya nyengir menunjukan gigi-giginya yang putih dah rapi.

'hwaaaa Dia manis sekali,,wajah yang cantik, dada besar dan,,dan stop! apa yang kufikirkan, jaga mata, jaga hati, jaga telinga(?)' batin Naruto nelangsa.

"hei,,, kau tak apa gaki?" tanya gadis tersebut seraya mendekat kearah Naruto dan menempelkan dahinya kedahi Naruto yang sedari tadi asik sendiri dengan perang batinya.

"Tidak panas" gumam gadis tersebut

"eh,," gumam Naruto saat sadar dari lamunanya dan yang mengejutkaanya gadis itu sudah berada tepat didepanya.'terlalu dekat'batinya

Blank seketika hingga akhirnya" EEEEEHHHH,,, JUUBI KEPARAT!" teriak Naruto seraya berbalik meningalkan gadis itu sendiri dengan tanda tanya besar di kepalanya.

" Apa yang kulakukan" tanya gadis itu dengan tampang polos pada dirinya sendiri.

Sementara itu Naruto yang telah sampai di depan seal Juubi langsung melontarkan ucapan yang seharusnya dapan membuat sang Bijuu terkuat murka, namun nyatanya itu tidak terjadi,,dan yang terjadi adalah sebaliknya. Juubi malah tertawa terbahak-bahak seraya memegang perutnya.

"APA YANG KAU TERTAWAKAN ERO-BIJUU,,AKU MEMINTA KURAMA BUKAN WANITA TELANJANG,, BAKAAA!"

Teriak Naruto dengan perempatan tercipta di pelipis serta asap di kepalanya pada Juubi yang saat ini tengah mulai mengontrol tawanya.

"HAHAHAhaha,,, aku sudah memenuhi permintan mu gaki,,tapi kenapa kau marah hahaha" balas Juubi dengan santai.

"Apanya yang terpenuhi, kau mengeluarkan wanita nude bukan Kurama. Kurama itu RUBAH apa kau ingat HAH,,,!" sembur Naruto pada Juubi sembari memberi penekanan pada kata rubah.

"Tapi di benar-benar Kyuubi lho hehehe"

"Apanya yang Kurama jelas-jelas ia-"

Grep

""Ada apa gaki?" seru sebuah suara didekat telinganya, dan itu sukses menghentikan umpatan Naruto pada Juubi.

"eerrrr,, n-nona bisa k-kau lepskan aku" pinta Naruto, dengan tergagap saat merasakan sesuatu yang kenyal dan berisi menekan pungungnya,'i-ini lebih besar dari milik Karasu-can'fikirnya .

"Tidak,,jika ku lepas kau pasti akan pergi lagi,,apa kau tidak rindu padaku gaki"

Jawab wanita tersebut seraya mempererat pelukanya, dan itu sukses membuat tubuh Naruto panas dingin. Ia bisa merasakan nafas hangat menerjang tengkuknya, dan efeknya luar biasa bagi kontrol nafsu Naruto,,namun ia juga bingumg saat wanita itu berkata 'tidak rindu pada ku' itu berarti mereka pernah bertemu, tapi Naruto berani bersumpah bahwa ia benar-benar tak mengenal wanita tersebut.

"u'um Apa kita pernah bertemu nona, seingatku, aku tak pernah merasa mengenalmu" Naruto berkata dengan suara yang halus agar tidak menyingung perasaan wanita yang saat ini masih mendekapnya dari belakang tersebut.

"hahhhh,,,baiklah akan ku jelaskan gaki" wanita tersebut pun melepaskan pelukanya pada Naruto dan maju kedepan Naruto seraya menatap matanya.

"Hajimemashite. Watasi wa Ringo Shiraume desu. Watasi wa Kyuubi No Youkai desu."

Sedang Naruto yang mendengar itu hanya mampu membuka mulutnya dengan lebar,,shok atas kenyataan yang ada. Bagaimana mau percaya, sosok rubah raksasa yang ditakuti ternyata adalah seorang wanita muda,,seakan belum percaya Naruto memberi pandangan ragu pada wanita didepanya. Wanita tersebut atau Ringo, yang mendapat tatapan tersebut dari Naruto hanya tersenyum.

"Jadi kau belum percaya ya?"

Dan hanya di jawab angukkan oleh Naruto yang masih belum bisa mengucapkan kata-kata akibat keterkejutan yang amat sangat.

Srek,,,srek,,srekk,,,

Ekor mulai bermunculan dari belakang tubuh Ringo, dan berhenti muncul saat mencapai jumlah sembilan, bukan hanya itu sepasang telinga rubah juga mulai mencuat dari surai orange kemerahanya. Dan itu kembali membuat Naruto semakin melonggo.

"K-kau benar –benar Kyuubi,,,tapi,,tapi K-kurama?" itulah kalimat yang terucap dari mulut Naruto saat ia berhasil menemukan suaranya kembali.

"Kurama hanyalah nama yang diberikan oleh Rikudo-jiji pada wujud rubah ku, sama seperti nama Kyuubi yang hanya sebagai gelar nama asliku adalah Ringo Shirauma,,dan aku dari Klan Kitsune."

Jelas Ringo pada Naruto yang secara perlahan mulai mengerti akan situasi saat ini,,yah meski harus ia akui itu sangat memusingkan.

"Baik aku terima ku- ah maaf Ringo-san,,dari yang ku dengar Bijuu adalah kumpulan chakra, pecahan dari Juubi, tapi tadi kau bilang bahwa kau berasal dari Klan Kitsune,,bisa kau jelaskan mengapa kau bisa menjadi Bijuu padahal kau bukan hanya kumpulan chakra!"

Naruto lansung menanyakan sesuatu yang menganjal difikiranya setelah mendengar penjelasan dari Ringo

"Itu karena ia spesial gaki" jawaban itu bukan dari Ringo melainkan datang dari Juubi.

"Apa magsudmu, dengan dia spesial?"

"Dulu setelah Rikudo-jiji telah berhasil menyegel raga Juubi di bulan, ia langsung membuat fuin yang dapat memecah chakra Juubi,,namun karena chakranya yang sudah sangat sedikit ia tak mampu membuat semua pecahan chakra tersebut menjadi mkhluk yang kau kenal dengan nama hewan berekor atau bijuu,,dan akibatnya pecahan chakra terakhir tak bisa diubah,,selain karena intensitas chakra Rikudo-jiji yang sudah tingal sedikit, juga ada hal lain yang mengakibatkan pecahan terakhir tidak dapat diubah"

"Selain karena pecahan tersebut memiliki intensitas chakra yang lebih besar dari yang lain ya, juga dikarenakan didalam pecahan tersebut berisi kebencian Juubi. Maka dari itu di butuhkan wadah hidup untuk menekan kebencian dari pecahan tersebut dan saat itu aku yang terpilih, lebih tepatnya di korbankan untuk menjadi wadah kekuatan serta kebencian tersebut,,para tetua Klan memilih ku dengan alasan 'karena kau Kitsune yang memiliki chakra paling lemahl dari yang lain, maka kupilih kau ntuk menerima misi ini,,sebuah misi yang akan membuat mu menjadi seekor pahlawan,bukan sebagai aib Klan'

"Termakan oleh iming-iming ketua akupun setuju. Namun apa yang ia janjikan tak pernah ku dapat kan,,semua Klan ku malah mengangap aku sebagai monster yang sewaktu-waktu bisa membahayakan keutuhan Klan Kitsune, maka mereka membuangku ketempat yang sangat jauh dari rumah yang mustahil bagi ku untuk bisa pulang di usia ku yang masih belia. Dan itulah alasan kenapa aku berbeda dengan Bijuu lainya gaki,,apa kau paham?"

Dapat terlihat kesedihan,kekecewaan dan amarah terlukis di wajah Ringo saat menceritakan kisah hidupnya. Naruto yang mendengar itu juga tak luput dari emosi diatas,,ia mengerti perasaan Ringo, ia pernah merasakanya juga maka dari itu ia paham.

"hey,,kau tidak apa-apa?" tanya Naruto lembut.

"yah,aku tak apa, jadi apa kau sudah paham?" balas Ringo dengan suara yang di buat setegar mungkin,,namun itu sia-sia karena dapat terlihat iris rubinya berkaca-kaca. Naruto yang tak tahan melihat keadaan 'partner'nya itu langsung maju dan memeluk gadis didepanya itu. Tak peduli ia akan marah karena kekurang ajaranya, namun ia hanya mengikuti istingnya persetan dengan kondisi gadis tersebut yang tanpa pakaian sehelai benang pun,,ia melakukanya bukan karena nafsu melain kan kasih sayang.

Diluar dugaan sang gadis tidak marah, ia malah memeluk balik Naruto. Isakan kecilpun terdengar dari Ringo yang masih setia menyembunyikan wajah nya di dada Naruto.

Setelah melihat Ringo yang agak tenag, Naruto pun memegang bahu Ringo dengan lembut dan agak memberi jarak antara mereka berdua,,masih terlihat jejak airmata dipipi mulus gadis tersebu.

"hey,,Ringo sekarang kita bersama lagi seperti dulu, aku tak bisa menjanjikan sesuatu yang berlebihan seperti perdamaian seperti dulu, namun aku berjanji aku tak akan meningal kanmu, aku tak peduli meski kau adalah kumpulan kebencian sekalipun, aku akan tetap selalu bersamamu, maka dari itu melangkahlah kedepan jangan menoleh kebelakang aku akan selalu bersamamu, menjadi penuntun masa depan mu, lupakan semua yang menyakitimu dimasa lalu, kita punya dunia baru, untuk itu ayo kita goreskan tinta kehidupan kita yang baru didunia ini, dan tugasku, aku akan membantumu mengurangi noda-noda hitam dilembaran baru yang akan kau ukir,,apa kau setuju hem,,?" terang Naruto seraya menghapus sisa air mata dipipi gadis tersebut dengan sangat lembut, seakan pipi gadis tersebut adalah kaca yang rapuh salah sedikit maka akan pecah atau tergores.

Yah,, hanya dengan itu Naruto beharap bisa membuat gadis didepanya itu melupakan masalalu kelam nya, agar ia bisa mendapat kebahagiaan untuk masa mendatang.

"u'um yah,, tapi berjanjilah kau akan selalu ada disampingku Naru!" Ringo berkata seraya mengembangkan senyum lembutnya, serta perubahan pada pangilan, dari gaki ke Naru.

.

"Itu pasti hehehe"

"hehehe,,,arigatou,,,"

Dengan itu Ringo langsung mengeliminasi jarak diantara mereka berdua. Bibir tipis sewarna chery tersebut langsung meraup bibir Naruto. Sedang Naruto yang tidak menyangka akan apa yang dilakukan oleh Ringo hanya terdiam. Tidak mendapat respon dari Naruto, Ringo semakin memperdalam ciumanya,,lidahnya mulai masuk kedalam ronga mulut Naruto yang sedang terbuka, menghisap dan menjilati setiap dinding mulut Naruto. Sedang Naruto yang baru sadar langsung on fire karena mendapan perlakuan dari Ringo, dengan mengubur rasa malunya ia melingkarkan tanganya ke pingang ramping Ringo dan tangan kananya berlabuh ke tengkuk Ringo, menekanya untuk mendapat kan akses lebih dalam,,suara decappan terdengar di lorong tersebut,,pertarungan lidah semakin sengit saat tak ada yang mau mengalah,,Ringo yang mendapat perlawanan dari Naruto tersenyum disela-sela lumattanya, dengan rela ia mengalah membiarkan Naruto mendominasi ciuman panas tersebut, mendapat akses dari Ringo tak disiasiakan olehnya, ia langsung melumat bibir mengoda Ringo dan menghisap nya hinga berwarna kemerah-merahan. Cukup lama mereka tengelam dalam eforia tersebut. Namun semua yang memiliki awal pasti mempunyai akhir, begitupun dengan ciuman tersebut,,kebutuhan oksigen menjadi faktor perusak momen indah tersebut. Saat kedua bibir terpisah benang salifah tampak dari dua bibir makhluk berbeda gender tersebut yang terhubung satu sama lain.

"Gerrrrrr apa sudah selesai hah?" suara berat yang terdengar agak jengkel tersebut membuat Naruto dan Ringo yang masih asik mengagumi pesona masing-masing tersentak.

"E'ehhh hehehe m-maaf Juubi aku lupa kau masih ada di situ" jawab Naruto dengan cengengesan gak jelas,,sedang Ringo jangan ditanya ia hanya bisa diam dengan wajah yang memerah seraya memeluk lengan Naruto.

Mendengar jawaban Naruto membuat Juubi agak jengkel,,namun itu tak berlangsung lama dan di ganti dengan seringai Liciknya.

"Jadi,,aku menanti kesepakatan kita Naruto,,!" kata Juubi dengan nada menuntut.

"ahhh,,iya aku hampir lupa,, baiklah, perjanjian tetap perjanjian bukan?" balas Naruto dengan tenang, tak menunjuka wajah takut atau penyesalan. Itu membuat Juubi bingung'bocah ini,,ia akan kehilangan matanya namun kenapa ia masih bisa setenang itu' fikir Juubi.

"heh gaki apa kau tak akan menyesal memberikan matamu pada ku,,ingat kau akan kembali dalam dunia gelap mu untuk selamanya"

"Tidak,,dengan hadirnya Ringo disisiku itu sudah cukup sepadan dengan apa yang akan ku korbankan,,lagi pula kita sudah sepakat bukan," balas Naruto masih dengan suara yang tenang tanpa beban.

Setelah mengucapkan itu Naruto langsung mengarah kan tanganya pada matanya di mulai dari mata kananya.

5 cm

3 cm

2 cm

1 cm

Namun saat jarinya tingal beberapa mili dari bola matanya, sepasang tangan menahan pergerakkanya. Ia menengok pada pemilik tangan tersebut, dan mendapati Ringo yang memandang nya seraya mengelengkan kepalanya.

"cukup Juubi kau sudah melihatnya bukan, ia berbeda,,jadi hentikan semua ini"ucap Ringo seraya menatap Juubi dengan tatapan serius.

"hahahaha baiklah Kyuu-can sesuai keinginanmu" balas Juubi dengan gaya ala pelayan pada ratunya.

Sedang Naruto hanya terdiam, ia tidak tau magsud dari ucapan keduanya'cukup untuk apa' itulah yang ada difikiranya.

"e'eer ada yang bisa menjelaskan pada ku" mohonnya.

"hahaha baik lah gaki akan ku jelaskan,,sebenarnya aku memberi semua pertanyaan dan kesepakatan padamu dari awal hanya untuk mengetesmu" terang Juubi.

"Mengetes? Apa magsudnya?"tanya Naruto dengan tampang bodohnya.

"Yah,, dari awal Juubi hanya ingin mengetes mu Naru,,apa pemikiran mu tentang para Bijuu masih sama atau tidak seperti saat didunia Shinobi,,dan hasilnya..?"terang Ringo pada Naruto

"Yap,,, kau lulus gaki hahaha" Jawab juubi menyahut kata-kata Ringo.

"ehh,,,jadi aku lulus,,dan kau tidak menginginkan mataku?" tanya Naruto meminta kepastian pada Juubi.

"Tentu saja tidak,,aku tak butuh matamu! Mataku saja sudah sangat keren, aku tak butuh matamu hufff" balas Juubi dengan agak narsis.

"are,,!, Tapi syukurlah hehehe" balas naruto dengan senyum lega

Dan dari situlah sang Juubi bemberikan kepercayaan ya pada host barunya tersebut, mulai dari kekuatan, informasi dan pelatihan, ia akan membatu Naruto dalam segala hal yang masih bisa ia lakukan.

"Naruto ada yang harus aku beritahukan padamu, ini mengenai kapasitas chakramu!" kata Juubi dengan nada serius.

"yah aku pun ingin bertanya tentang itu,,mengapa kapasitas chakraku menurun dengan sangat drastis, bahkan hanya untuk membuat rasengan saja aku tidak bisa?" tanya Naruto

Yah memang aneh, karena kapasitas chakranya tiba-tiba berubah menjadi sangat kecil saat ia berada di dunia ini, berbeda jauh saat ia masih berada di dunia shinobi.

"sebenarnya ini ada kaitanya dengan kekuatan mata Madara yang kau serap pada tubuhmu,,,kau bukanlah keturunan Klan Uchiha, namun kau mempunyai mata mereka yang bahkan mencapai tingkatan Rinnegan, dan itu membuat tubuhmu terus mengeluarkan chakra meski kau tak meng aktifkan mata tersebut. Tapi jika kau masih memiliki Bijuu dalam tubuhmu seperti dahulu itu tak masalah, namun masalahnya, selama 7 tahun ini Kyuu-chan berada dalam tubuhku, dan ia tak bisa menyuplai chakranya padamu seperti dulu,,meski aku ada didalam tubuhmu juga namun kau tak bisa meng akses chakraku karena segel yang ditanam ayah mu hanyalah shiki fujin saja, dan itu hanya berlaku untuk menahan ku dalam tubuhmu...jadi kesimpulanya selama ini kau hanya memiliki chakramu sendiri, meski chakra alamimu sudah sangat besar karena darah Uzumaki mu,,namun tetap saja jika terserap kedalam matamu terus meneruk lama kelamaan akan habis juga, itulah alasan mengapa chakramu menurun drastis dari kapasitas aslinya" jelas Juubi pada Naruto yang saat ini berusaha mengola info darinya.

"eemm,,,Yah aku mengerti,,sistem ya sama seperti saat Kakasi-sensei mengunakan mata sharingan Abito, chakranya akan semaki cepat habis saat ia bertarung dengan sharingan. Ooo iya satu lagi kenapa aku bisa buta, seharusnya, bukanya hanya chakraku saja yang terhisap?" tanya Naruto mengenai sebab matanya yang buta saat ia sampai didunia ini.

"Kalau itu,,aku yang melakukan ya,!" balas Juubi dengan nada agak bosan,,sebenarnya ia malas menjelaskan masalah ini.

"eeh,,,kau yang melakukanya ? tapi kenapa? "

"Yah aku yang melakukanya,,aku menutup saraf matamu dengan chakra ku, alasanya, karena jika itu tidak ku lakukan kau pasti sudah mati dari dulu karena kehabisan chakra. Namun meski aku sudah menutup suplai chakra ke matamu, tetap saja mata itu masih saja menyerap chakramu seperti parasit, yahh,,, meski dalam kapasitas yang jauh lebih kecil dari biasanya"

"heemm,,jadi begituya,,lantas bagaimana cara mengatasinya, apa aku bisa memulihkan chakra ku seperti semula, karena setelah kejadian ditaman aku merasa akan ada kejadian lain yang lebih merepotkan dari pada itu,,dan aku pasti akan membutuhkan semua chakraku untuk mengatasinya." Tanya Naruto pada Juubi.

Yah ia bisa merasakan, akan ada masalah besar yang mendatanginya,,dan ia pasti akan terlibat,,,darimana ia tahu,,entahlah mungkin istingya yang memberitahukanya,,dan ia selalu percaya pada isting ninjanya.

"Sebenarnya caranya cukup gampang, karena matamu sudah mulai mengurangi penyerapan chakramu, itu terbukti saat kau bisa mengaktifkan saringan saat ini meski hanya satu tomoe, namun kau masih bisa mengembangkanya ketingkat yang lebih tinggi untuk kedepanya!" terang Juubi mengenai masalah mata terkutuknya.

"jadi aku bisa mengaktifkan mata ini,,,,woowww itu pasti keren, Rinnegan akan sangat bagus terpasang di wajah ku hehehe!" balas Naruto seraya menghayalkan bagaimana rupanya saat ia mengunakan mata tuhan tersebut.

"kau tidak akan bisa mengunakan mata Madara untuk saat ini, jika kau memaksakanya chakramu akan langsung terkuras habis!"

"eehhh,,,kenapa? Bukanya chakraku sudah mulai kembali kekeadaan normalnya?"

"hahhh,,,apa kau tidak merasakan sesuatu saat kau mengaktifkan sharingan dikedua matamu" tanya Juubi

"uumm ,,yah aku memang merasa chakraku terkuras banyak saat mengaktifkanya meski hanya satu tomoe,,jadi apa yang terjadi?"

"itu karena kau belum memenuhi apa yang seharusnya dibutuhkan untuk mendukung mata terebut"

"Mendukung mata ini" beo Naruto saat menerima penjelasan Juubi.

"yah,,yaitu kebencian,,kau akan lebih muda mengontrol mata itu saat kau mempunyai kebencian yang besar" jawab Juubi dengan santai

Tubuh Naruto menegang seketika saat mendengar kata,,kebencian,,kenapa harus itu yang diperlukan,,namun itu tidaklah aneh,,sharingan adalah mata setan dari klan uchiha jadi wajar jika kau memerlukan kebencian untuk mengontrolnya, karena setan menyukai salah satu emosi negatif tersebut bukan.

"Jadi untuk saat ini lebih baik kau mengunakan sharingan di mata kananmu saja untuk pertempuran,,karena mata Abito yang ada dimata kananmu tidak begitu menguras chakra dan kekuatan Mangekyo sharinganya sangat hebat jika kau bisa mencapai tahap itu" kali ini Ringo lah yang menjawab,,dan ia masih beta memeluk lengan Naruto sedari tadi,,seakan ia tak ingin melepaskanya untuk selamanya.

"itu benar,,lebih baik saat ini kau fokus saja kemata kanan mu saja dulu,,,dan untuk akses chakraku kau bisa menanam fuin' hakke no fuin shiki'. Fuin ini sama seperti yang ada di seal Kyuubi dulu, yang fungsinya agar kau bisa mengakses chakraku. Jika itu terjadi maka kau tak perlu takut lagi akan kehabisan chakra karna aku Bijuu tanpa batas yang mempunyai chakra tak terbatas".

"yahh,, baiklah akan ku pelajari fuin itu,,lagian tou-san juga memberikan gulungan jutsu-jutsu para kage sebelum kami melawan Madara, pasti di salah satunya ada yang berhubungan dengan fuinjutsu ,,jadi sekarang aku bisa mempelajarinya, tanpa terhalang oleh kekurangan ku sebelumnya!" balas Naruto dengan semangat yang membara.

Mulai saat ini sepertinya hari-hari Naruto akan dipenuhi oleh rasa sakit, ,,,yah tapi ia akan tetap melakukanya karena akan banyak orang yang harus ia lindungi,,seperti Asakura baa-chan, Karasu-chan dan Ringo-chan dan ia yakin akan bertambah lagi.

Cukup lama mereka bercengkrama, mulai dari Ringo yang selalu mengoda Naruto dengan tubuhnya, yang membuat Naruto harus kuat-kuat menahan nafsunya agar tidak langsung menindih Ringo dan melakukan hal yang aneh pada gadis rubah tersebut. Sedang Juubi bukanya membantu malah hanya menertawakanya. Ruang yang tadinya sunyi sekarang perlahan lahan menjadi ramai, aura mencekam yang ada hilang digantikan dengan keceriaan hanya karena seorang bocah kuning penerus dari Rikudo Sanin.

Saat sedang menceritakan kisahnya didunia baru ini pada Ringo,,tiba-tiba tubuh Naruto mulai memudar dan itu membuatnya panik.

"a-apa yang terjadi dengan tubuh ku?" tanyanya dengan horror,saat ini bagian tubuh bagian bawahnya mulai menghilang,,ia menatap Ringo yang ada disampingnya untuk meminta penjelasan namun hanya dibalas dengan senyum oleh gadis tersebut,,begitupun dengan Juubi yang hanya nyengir santai

"ahh,,,sepertinya kau sudah mulai sadar Naru,,,tenang saja kau hanya akan kembali ketubuhmu jadi tidak usah khawatir" jelas Ringo dengan senyum nya.

Penjelasan Ringo mengenai fenomena pada tubuh nya membuat Naruto menghembuskan nafas lega.

"Apa kita bisa bertemu lagi?" tanyanya pada dua makhluk tersebut.

"Tentu saja,,kami kan ada ditubuhmu, jadi kami akan selalu bersamamu"jawab Ringo.

"ahhh,,,benar juga hehehe,,, kalau begitu sampai jumpa lagi" balas Naruto dengan cengiran dan nada cerianya.

Saat semua tubuhnya hampir mengurai menjadi cahaya seutuhnya,,tiba-tiba Ringo mendekapnya.

Grep

"arigato Naru-kun,,,"

Setelah mengatakan itu ia langsung mencium kembali bibir Naruto singkat. Mengantarkan kepergianya dengan senyum lembut dan di balas pulsa senyum oleh Naruto. Senyuman terakhir sebelum meningalkan Ringo sendiri. Namun itu tak lantas membuat Ringo memudarkan senyumnya ,,karena ia sadar mereka selalu bersama dan siapa pun tak akan menghentikanya,,meski tuhan sekalipun tak akan maampu.

"GLORIA"

Real work

Didalam sebuah kamar yang didominasi oleh kegelapan perlahan lahan tersisihkon oleh sinsr mentari,,mulai dapat terlihat apa yang ada di ruang tersebut,,gumpalan tubuh yang terbungkus selimut mengeliat pelan saat sinar sang mentari mencapai wajahnya.

Naruto pov

"eeeenggg dimana ini"tanya ku pada diriku sendiri,,seingat ku, tadi aku masih bersaba Ringo dan Juubi tapi sekarang?

Yah ini adalah kamarku, aku lagsung dapat mengenalinya saat melihat jaket orange dengan garis hitam terpajang di dinding sisi ranjang ku. Tapi bagaimana aku bisa ada di sini? seingat ku aku masih berada ditaman,,jadi siapa yang menolongku?

Terlalu malas memikirkan itu,,aku langsung merengangkan otot ku, namun niat awalku terhenti karena ada yang menganjal di pungungku, sesuatu yang kenyal, hangat dan ada sebagian yang agak keras..karena penasaran akupun membalik tubuh ku hanya untuk mendapatkan sesosok gadis bersurai hitam pendek, dengan wajah yang manis, dan tubuh yang agak kecil, namun yang membuatku shok adalah 'DI TELANJANGGGG' astaga, ntah hari ini hari sialku atau keberuntunganku, tadi Ringo sekarang gadis ini, dan keduanya sama-sama telanjang

Kuedarkan pandanganku kebawah dapat terlihat tubuh ramping ,kulit putih bersih dan dada yang tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil, cukup lama aku memperhatikan dadanya'memang tidak sebesar Karasu-chan dan Ringo-chan, tapi bentuknya yang bulat berisi memberi kesan sempurna bagi siapa saja yang melihatnya' pemikiranku tentang dadanya berhenti saat kurasakan cairan hangat mengalir dari hidungku' apa-apaan ini,,aku tertular penyakit Ero-sanin, bajingann,,,,'.

"eenghhh,,,"

Erangan lembut terdengar dari gadis tersebut, cepat-cepat ku hapus darah dihidung ku. Kuperhatikan tingkah nya yang menurutku lucu saat ia mengucek kedua matanya dengan tangan secara bersamaan. Sadar diperhatikan gadis itu menegok kearah ku, iris ungu yang indah dikedua matanya menatap langsung kearah ku . Pandangan kami bertemu aku tak bisa berbuat apa-apa masih terpaku melihat iris ungu sayunya.

Normal pov

"ahhh,,kau sudah sadar Uzumaki-san" suara Sona membuyarkan keheningan yang tercipta diantara mereka,,dapat terlihah rona merah di wajah Sona meski itu tipis saat padangan mereka bertemu,,dengan segera ia mengalih kan pandanganya, dan beranjak dari ranjang.

"a,a,a k-kau siapa?" tanya Naruto pada wanita didepanya yang, tanpa malu-malu memperlihatkan seluruh bagian tubuhnya pada naruto, seakan-akan itu hal yang wajar.

"ah aku Sona Sitri. Iblis tingkat atas penerus dari keluarga Sitri"

"I-iblis"

"yah,,,dan akulah yang menolongmu, dengan mereinkarnasikan mu menjadi iblis" jelas Sona

"Jadi" balas Naruto dengan suara yang sudah agak santai namun dengan wajah yang pucat saat mendengar kata'iblis'.

"Jadi sekarang kau Uzumaki Naruto adalah budak ku, iblis dari keluarga Sitri, salah satu keluarga iblis kelas atas dari 72 pilar di dunia bawah" kata Sona dengan tegas penuh dengan kebangaan,,namun di mata Naruto terlihat aneh, apalagi saat sona mengatakanya dengan tubuh telanjang. Namun kata \'menjadi iblis' membuat Naruto linglung seketika.

"aaa-APAAAAAAA,,,,aku iblis?" teriak Naruto pada hanya menatap datar Naruto.

"yap benar sekali" jawabnya simpel

" ti-TIDAKKKKKK!"

Teriakan frustasi terdengar dari sebuah kamar apartemen yang membuat burung-burung terbang dan seorang tetangga yang sedang menikmati oca nya harus tersedak karena mendengarkan suara iblis dipagi hari tersebut.

"TBC"

A/N: HEY GW KEMBALI {sambil teriak-teriak gaje},,maaf kalo lama,,,buat cerita itu susah bos,,

Di sini mungkin jalan ceritanya agak berbeda dengan dicanon,,karena menurut Vin'Diesel No Gisa-san autor adalah tuhan dalam ficknya, jadi akan gw buat fick ini beda dari canon dan lebih mejurus pada ide-ide gw,,lo ada yang protes maaf aja ya.

Maaf gak bisa jawab review semua namun akan saya jawab pertanyaan pentingnya aja

Kalawarner dan naruto akan bertemulagi tapi ntah kapan yang pasti bakal ketemu. Masih rahasia hehehe.

Power naruto disini saya buat bertahap,,kalo terlalu kuat akan membosankan,,dan jutsu-jutsunya tiadak semua yang ada di anime naruto, tapi sebagian besar memang sudah naruto kuasai di dunia shinobi,,gw gak akan langsung ngeluarin jutsu-jutsu seperti rasengan ,amaterasu,,kamui dan lainnya,,karena lo langsung di keluarin kesanya jutsu tersebut jadi pasaran,,bagaimanapun juga jutsu tersebut adalah tergolong S rang, jadi keluarinya pas ngelawan musuh yang sesui.

Masalah pair gw masih bingung mau di buat harem pa gak, jadi sampe sekarang belum gw tentuin'

Untuk yang nanya karakter Ringo gw ambi dr anime air gear tp nama belakang nya gw buat berbeda. Klo ada yang belum tahu cari di mbah google namanya"Ringo Noyama"

Disini kokabiel masih hidup dan akan menyerang kembali tim rias seperti di kanon,issei dan kiba sudah bisa balance break,,

Klo masalah penulisan mungkin masih banyak typo jadi maaf tapi gw udah berusaha kok.

Untuk chapter depan pengenalan klompok sona,,gw gak begitu tau kemampuan kelompok sona jadi lo ada yang punya info gw berterimakasih banget lo mau berbagi

Beri komentar kalian tentang chap ini ya agar gw tau letak kesalahan gw, agar kedepanya bisa lebih baik,trims

Review kalian adalah semangat gw jadi tolong reviewnya kalian gw tungu,

Klo mau harem kasih daftar nya biar bisa gw pertimbangin, tp jangan yang pasaran OK

Semakin banyak review semakin cepat gw updetnya ...

Ok, see you next time...

REVIEW