Chapter 5; kelompok...
"New Friend and Lew life"
Disclaimer : Naruto dan Hight School DXD, Bukan punya saya tapi
:Masashi Kishimoto
: Ichiei Ishibumiuncak.
Warning: gaje,abal,typo,dan alur nyeleneh. Melenceng dari canon,ooc,oc dll
Summary:Naruto yg telah menyegel chakra Madara,Obito,dan Juubi didalam tubuhnya akhirnya mencapai pada ambang batasnya,bukanya mati tapi ia terkirim ke dimensi lain dengan kondisi yang berbeda jauh,;
"Jadi sekarang kau Uzumaki Naruto adalah budak ku, iblis dari keluarga Sitri, salah satu keluarga iblis kelas atas dari 72 pilar di dunia bawah" kata Sona dengan tegas penuh dengan kebangaan,,namun di mata Naruto terlihat aneh, apalagi saat sona mengatakanya dengan tubuh telanjang. Namun kata \'menjadi iblis' membuat Naruto linglung seketika.
"aaa-APAAAAAAA,,,,aku iblis?" teriak Naruto pada hanya menatap datar Naruto.
"yap benar sekali" jawabnya simpel
" ti-TIDAKKKKKK!"
Teriakan frustasi terdengar dari sebuah kamar apartemen yang membuat burung-burung terbang dan seorang tetangga yang sedang menikmati oca nya harus tersedak karena mendengarkan suara iblis dipagi hari tersebut.
"GLORIA"
"m-mustahil"
"tidak mungkin"
"TIDAK SONA SAMA!""
"MENJAUH DARINYA SONA-SAMA!"
Teriakan-teriakan nista para siswa mengema dari setiap sudut halaman akademi Kuoh. Apa kalian tahu kejadian apa yang melandasi aksi tersebut di pagi yang agak mendung ini?
Baik akan ku jelaskan, didepan gerbang masuk akademi kuoh seorang Sona Sitri. Ketua OSIS yang terkesan akan sifat dingin dan datar serta salah satu dari tiga "great One-sama" di kuoh, tengah berjalan beriringan dengan seorang Uzumaki Naruto, orang buta yang tak berguna(mungkin). Namun yang lebih mengemparkan lagi adalah posisi tangan dari sang Kaicho yang menggengam erat tangan Naruto, layaknya seorang kekasih. Dan itulah penyebab teriakan-teriakan nista tadi. Sebuah peristiwa yang di angap imposible oleh sebagian besar siswa-siswa kuoh.
Sona yang mendapat sambutan dari para fansnya hanya memasang wajah temboknya seperti biasa. Namun itu diluar, kenapa? Karena sebenarnya Sona agak khawatir.
Yah,, sang Kaicho agak khawatir dengan pemuda disampingnya yang sedari tadi hanya diam seraya menundukan kepalanya. Ia tidak dapat melihat ekspresi wajah dari sang Uzumaki karena terhalang surai kuning emasnya.
Naruto pov.
Kuhiraukan teriakan-teriakan para siswa yang sebagian besar berisi cemohan terhadapku, karena saat ini aku terlalu sibuk memikirkan segala sesuatu yang telah terjadi akhir-akhir ini. Dimulai dari manusia gagak yang menyerang ku, pertemuan kembali dengan Juubi dan Kyuubi atau Ringo, hingga perubahanku menjadi iblis.
Memikirkan kata menjadi iblis kadang membuatku merinding, pasalnya kata itu dulu sekali sering tertuju padaku dan aku selalu berusaha keras untuk mematahkan sebutan tersebut, namun sekarang kata tersebut menjadi kenyataan tanpa bisa ku cegah.
Aku tidak bisa menyalahkan gadis disampingku, karena bagaimanapun juga ia melakukanya untuk menolongku dan jika ia tidak merubahku saat itu, aku pasti sekarang sudah mati. Yang bisa kulakukan saat ini adalah menerima takdirku menjadi iblis dengan iklas, karena hanya itu yang bisa ku lakukan,,yah hanya itu yang bisa kulakukan. Dan kurasa menjadi iblis tidaklah buruk hehehe.
Normal pov
"hey,, kau baik-baik saja?" suara dari Sona memecahkan keheningan di antara mereka berdua.
"aah,,tidak aku tak apa!" jawab Naruto dengan agak ragu, karena teguran Sona mengagetkan ia yang sedari tadi asik dengan pemikiranya sendiri sampai tak sadar bahwa ada orang lain di samping nya.
"Apa kau masih memikirkan perubahanmu menjadi iblis?" tanya Sona.
"um,, sebagian iya" jawab Naruto jujur.
"hah,,,maafkan aku, tapi hanya cara itu yang bisa kulakukan untuk menolongmu. Luka yang kau terima sangat fatal dan jika hanya penyembuhan dengan cara biasa aku tak yakin akan berhasil" Jelas Sona, tentang alasan mengapa ia merubah Naruto menjadi iblis.
Naruto yang mendengar penjelasan langsung dari mulut Sona hanya mampu menghela nafas lelah' sepertinya instingku benar bahwa akan terjadi hal-hal yang merepotkan, dan itu mulai terbukti' fikirnya.
"Yah aku paham senpai, bagaimanapun juga senpai melakukan itu untuk kebaikan ku juga, dan jika saat itu senpai tidak datang pasti saat ini aku sudah sampai ke alam lain hehehehe" jawab Naruto dengan diakhiri cengiran rubahnya.
"Baguslah, itu membuatku lega" balas Sona dengan senyum menghiasi wajahnya,walau tidak terlalu terlihan namun tetap saja bagi seorang Sona Sitri senyum itu mahal, dan ia hanya tersenyum untuk orang-orang tertentu.
"yap,,baiklah senpai aku harus kekelasku dulu, sampai jumpa"
"Yah baiklah,,," balas Sona
Dengan itu Naruto langsung melaju kekelasnya meninggalkan Sona yang saat ini masih belum beranjak dari tempat semula" Ohh,,Uzumaki-san tunggu"
Mendengar ada suara yang memanggilnya Naruto langsung menghentikan langkahnya dan menoleh keara Sona.
"Ada apa senpai?" jawabnya dengan agak keras, karena jarak mereka yang agak jauh.
"Saat jam sekolah usai tetaplah dikelasmu, ada hal yang harus ku sampaikan pada mu dan aku akan menyuruh salah satu budak ku ntuk menjemputmu kau paham!?"
Balas Sona
" sip,," jawab Naruto sambil mengacungkan ibu jarinya keatas.
"GLORIA"
Ruang Penelitian Ilmu Gaib.
Disebuah ruanggan dengan gaya barat yang terkesan mewah dan besar, terdapat empat sosok yang terlihat sedang membahas sesuatu.
"Jadi Issei sudam bisa mengunakan Balance Breaknya Bucho?" tanya figur dengan gender laki-laki satu-satunya di tempat itu.
" yap,, Azasel-sensei sendiri yang memberitakan-nya pada ku" jawab sosok bersurai merah darah.
"ara,,ara,, sepertinya sang Naga sudah mulai bangkit ya, Rias" kata sang gadis bersurai hitam pada gadis bersurai merah a.k.a Rias Gremony.
"uumm,,"jawabnya singkat dibarengi dengan angukan dari Rias" Dan bagaimana denganmu Kiba?" tanyanya pada laki-laki didepanya.
"Yah,,akupun demikian,,namun aku masih belum bisa mengunakan Durandan milik Xenovia dengan baik" jawab laki-laki tersebut a.k.a Yuuto Kiba
"Itu sudah cukub bagus untuk kedepanya,,tingkatkan lagi Kiba" puji sekaligus printah dari Rias.
"Bucho,, bagaimana pendapatmu tentang budak baru Sona-Kaicho?" tanya seorang gadis loli dengan surai putih perak dengan wajah datar pada majikanya tersebut.
"aah,,kalau masalah itu kita tak perlu khawatir, seperti yang kalian ketahui ia hanya mengkonsumsi satu pown, itu artinya tingkat kekuatanya jauh dibawah Issei, jadi ia bukan ancaman buat kita,, apa kau paham Koneko!" balas Rias, yang di setujui oleh yang lain.
Namun jika kalian lihat dengan teliti, ada keraguan yang tergambar diwajah datar Koneko.' Dia memang hanya mengkonsumsi satu pown dan terlihat lemah, namun aku dapat merasakan sesuatu yang lain yang ada ditubuhnya dan itu sangat mengerikan hah, semog saja apa yang dikatakan Bucho benar,' pikir gadis loli tersebut.
"GLORIA"
Skip time
Didalam kelas yang sudah sangat sepi terlihat seorang pemuda yang tengah menelungkupkan kepalanya diatas meja, dan dapat terdengar dengkuran halus dari arahnya. Yah ia dalah Naruto, mengikuti apa yang dikatakan senpai iblisnya, ia tidak langsung pulang saat bel pulang sekolah berdering. Namun sudah sekitar 2 jam menunggu tidak ada satupun yang menjemputnya, karena bosan akhirnya ia memeutuskan bersantai-santai saja sebentar,,, eeh ternyata bablas.
Tap,,tap,,tap,,
Bunyi suara gesekan terdengar mengema di lorong kelas F1, suara yang semakin lama semakin jelas itu membangunkan sang Ninja. Dengan tatapan tajam yang malah terlihat lucu karena baru terbangun dari dunia mimpi, Naruto memfokuskan pandanganya pada pintu masuk kelas nya.
Krietttttt,,,,
Bumyi deritan pintu terbuka terdengar diseluruh ruangan yang didominasi oleh kesunyian tersebut, setelah itu masuk sesosok gadis berparas cantik namun garang, surai biru sebahu dan iris mata juga berwarna biru, mengunakan pakaian dengan atasan berwarna putih dan celana pendek ketat berwarna hitam, di bajunya dapat ia lihat lambang angka tiga, yang Naruto asumsikan gadis didepanya adalah senpainya..
"Uzumki . Watasi wa Tsubasa Yura desu. Aku diperitahkan oleh Kaicho untuk menjemputmu." Kata gadis tersebut dengan datar namun santai.
Sementara Naruto hanya mampu terdiam ditempat dengan mata yang tak lepas dari Yura. Sedangkan Yura yang merasa diperhatikan, lama kelamaan merasa risih'apa-apaan pria ini bukanya membalas malah melihatku seperti itu,,apa ia terpesona pada ku' batinya dengan narsis.
"heyy,,,apa ada yang salah dengan ku, Uzumaki-san?" tanya Yura kembali karena tidak tahan dengan tatapan Naruto.
"aah,,,tidak apa-apa kok Yura-senpai,," jawab Naruto dengan cepat.
" Baiklah,,ayo ikut aku Kaicho sudah menunggu."
"baik "
Skip time
Ruang OSIS
Di sebuah salah satu ruangan di akademi kuoh yang di jadikan markas untuk anggota OSIS terlihat delapan sosok yang saat ini sedang berkumpul.
"Kaicho ada apa anda memngumpulkan kami semua?" tanya lembut seorang gadis dengan surai dark puple dan iris mata berwarna glod
"Aku akan mengenalkan budak baruku pada kalian, itu sebabnya aku mengumpulkan kalian semua disini!" jawab tegas Sona.
"Apa dia perempuan cantik Kaicho?" tanya seorang laki-laki dengan surai blode dan warna mata abu-abu, ia memasang tampang berharap yang tinggi.
"Bukan, ia laki-laki dari kelas F1,, namanya adalah Uzu-"
BRAKK...DUG.
"ittaiii"
"KAICHO AKU KEMBALI!" penjelasan Sona terputus saat tiba-tiba pintu ruangan terbuka kasar disertai dengan sebuah erangan dan disusul dengan suara 'idah' yang dapat menulikan telinga siapa saja yang ada didekatnya.
Naruto yang tidak siap akan serangan pada gendang telinganya harus merasakan tuli sementara pada indra pendengaranya, namun itu bukan akhir dari derita nya. Ia kembali harus rela mencium pintu yang kembali akibat daya dorong yang terlalu kuat mengakibatkan sang pintu kembali memantul dan mencium wajah sang Uzumaki.[por you naru]
"Astaga,,kemana sifat dinginya tadi" gerutu sang Uzumaki merangapi semua kesialanya.
"Yura, bisakah kau tenang sedikit?" tanya Sona dengan santai seakan kejadian tadi sudah biasa "dan di mana dia?" lanjutnya saat tidak melihat siapapun dibelakang Yura.
"ah hehehe maaf Kaicho,,ia ada di si-,,, eh dimana dia?" jawab sekaligus tanya Yura entah pada siapa.
Kriettt,,,
Pintu terbuka dengan pelan saat Naruto masuk keruangan tersebut, ia dapat melihat sembilan orang di dalam ruangan tersebut termasuk Yura.
"Hei kuning apa yang kau lakukan diluar hah,,"tanya Yura dengan nada yang agak pedas
Naruto yang mendengar perkataan Yura hanya mampu diam dengan wajah memerah, hingga akhirnya...
"Apa yang aku lakukan? AKU MASIH DILUAR KARENA ULAHMU BAKA..!" semprot Naruto yang akhirnya meledak.
"APA,,APA MASALAH MU HAH,, KENAPA KAU MEMBENTAKKU, KUNING!" balas Yura tidak terima mendapatkan bentakkan dari pemuda yang belum ia kenal selain namanya itu.
"k-kuning? APA-APAN PANGILANMU,,dan tentu saja aku ada masalah dengan mu, karena kau telingaku nyaris tuli dan wajahku Juga nyaris hancur terkena pintu,, DAN KAU MASI BERTANYA APA MASALAHNYA, BAKA AOI!" teriak naruto sambil menunjuk-nunjuk kearah muka Yura.
"Kauuu-"
"Cukup Yura,Uzumaki-san!" perintah Sona dengan tegas dan membuat dua orangtersebut diam.
"Uzumaki-san kemarilah,, kalian semuah perkenalka diri kalian masing-pada keluarga baru kita!" perintah Sona yang berdiri di samping Naruto.
"Hajimemashite. Watasi wa Momo Hanakai desu, kelas B2 dan aku adalah Bishop." kata seorang gadis manis dengan surai putih panjang poni rata didepan dan iris mata berwarna blue-green
""Hajimemashite. Watasi wa Reya kusaka A3 dan aku juga Bishop." Lanjut seorang gadis cantik dengan surai merah ke coklatan dan irismata berwarna brown
"Hajimemashite. Watasi wa Tomoe Meguri desu. kelas B2 dan aku adalah Knight,salam kenal Uzumaki-kun." Sapa ceria gadis bersurai coklat dan iris brown dengan senyum lebarnya.
"Hajimemashite. Watasi wa Bennia desu. Kelas B1 dan aku adalah knight, salam kenal." Sapa ramah gadis bertudung ia mempunyai iris mata sewarna gold dan surai berwarna dark purple, seraya senyum lembut yang mempesona.
"Aku adalah Rock, dan untuk nama kau sudah tau bukan!" kata Yura dengan sinis,sepertinya ia masih marah dengan Naruto.
"Hajimemashite. Watasi wa Nimura Ruruko desu. kelas 1B dan aku adalah Pion,salam kenal Nii-san" kata gadis loli dengan surai coklat dan iris mata green, parasnya cukup imut, namun ada beberapa kartu yang nagsang di surai coklatnya, dan itu terlihat aneh.
"Hajimemashite. Watasi wa Genshirou Saji desu. Kelas 2E dan aku adalah Pion, salam kenal." Sapa satu-satunya laki-laki disitu dengan arogan namun juga ceria, ia mempunyai surai blonde dan iris mata berwarna grey.
"Hajimemashite. Watasi wa Tsubaki Shinra desu. Kelas 3A dan aku adalah queen." Kata gadis berkacamata dengan suara dingin ia memiliki surai berwarna hitam panjang dan iris mata berwarna light-brown ia memiliki paras yang cantik namun tersembunyi oleh ekspresi datarnya.
"Hajimemashite. Watasi wa Sona Sitri desu. Kelas 3A dan aku adalah King dari tim ini,, dan kami semua adalah iblis!."
Sesaat setelah berakhirnya perkenalan itu tiba-tiba muncul sepasang sayap kelelawar berwarna hitam kelam disetiap pungung semua anggota tim Sona. Sedangkan Naruto yang melihat itu hanya membelalakan matanya, kini ia bener-benar percaya bahwa iblis itu ada.
"Sekarang giliranmu Uzumaki-san!" perintah Sona pada Naruto yang masih memandang kagum pada semua anggotanya.
"Baiklah, Watasi wa Naruto Uzumaki desu, pangil saja aku Naruto aku tak terlalu suka formalitas, kelas 1F dan aku adalah Pion, salam kenal." Sapa Naruto dengan sedikit nerves karena semua pandangan tertuju padanya.
"um baiklah Naruto, karena kau telah menjadi iblis sekarang kau harus tau sejarah yang selama ini tidak diketahui bangsa manusia" kata Sona dengan serius.
"Sejarah iblis" gumam naruto.
"ya,,dan sekarang dengarkan,,,"
Dan dari sini Sona mulailah menceritakan tentang great war dan perpecahan kubu iblis yang membuat jumlah iblis darah murni semakin sedikit
[Lainya gw skip aja yah males jelasinya]
Setelah mendengar cerita Sona, Naruto mulai berfikir 'apakah perdamaian benar-benar ada? Bahkan malaikat dan tuhan sendiri yang dikenal akan kasih sayangnya ikut dalam perang, apa semua yang selama ini aku perjuangkan hanya omongkosong saja?' terlalau lama larut dalam pikiranya ia tak menyadari bahwa Sona tengah memandanginya dengan serius.
Sona pov
Setelah menceritakan sejarah kami aku melihat ada yang janggal dengan ekspresi yang Naruto keluarkan. Aku dapat melihat berbagai macam emosi yang terpancar dari wajahnya, jika hanya ekspresi sedih aku sering melihatnya, namun ini ia menunjukan emosi marah, kecewa dan sedih. Dua dari tiga emosi itu yang aku tidak tahu artinya.
Emosi marah, aku tak tahu ia marah utnuk apa dan pada siapa. Emosi kecewa dan aku juga tidak tau untuk apa dan ditujukan pada siapa,, semua emosi itu membuatnya bingung.
Normal pov
"Jadi,,,apa sampai saat ini perang itu masih berlanjut" tanya Naruto setelah menenangkan diri dari info yang cukup mengejutkan tersebut.
"yah,,perang memang sudah berhenti, namun tiga fraksi masih tetap berseteru sampai sekarang,,, jadi Naruto-san apa cita-cita mu setelah menjadi iblis?" tanya Sona, ia sengaja menganti topik pembicaraan yang kurang mengenakan tersebut.
Ditanya seperti itu Naruto kembali mengingat tentang cita-citanya dulu di dunia shinobi, dan semua telah tercapai, mines menjadi hokage. Jika didunia shinobi kedamaian bisa dicapai, tidak mustahil bahwa didunia ini pun bisa. Sebuah perdamaian pasti bisa di dapatkan dimanapun kau berada, semua itu tergantung dengan tekat yang kau miliki.
"eemm,,mau menjadi manusia atau iblis sekalipun, cita-citaku tetap sama yaitu-"
"Apa nii-san" sela Ruruko
"Pasti menjadi raja harem sepertiku" Saji ikut-ikutan memberikan pendapatnya dengan percaya diri.
"Ruruko,Saji bisakah kalian tidak menyela ucapan Naruto-san?" ucap Tsubaki datar dengan sebuah Naginata di tangan kananya yang ntah muncul darimana.
"b-baik nee-san\Shinra-senpai!" jawab keduanya bersamaan dengan suara yang bergetar.
"Baik Naruto-san lanjutkan!" perintah Tsubaki.
"eerr cita-citaku adalah MENCIPTAKAN PERDAMAIAN DI DUNIA INI! Meski mungkin terdengar mustahil namun aku akan tetep berusaha untuk mewujudkanya" jawabnya dengan matap tanpa ada keraguan sama sekali.
Semua yang mendengar kata-kata perdamaaian dari Naruto tersenyum 'satu lagi keluarga yang menarik' satu kalimat itu yang dapat mewakili semua pikiran dari semua tim Sona.
"Naruto, sekarang aku ingin mengetahui kemampuanmu dengan bertarung dengan Queen ku apa kau mau?" perintah Sona pada Naruto yang saat ini sedang berdebat dengan Ruruka,,karena sifat mereka yang hiperaktif mereka jadi cepat akrap.
"eehhh,,, tapi Kaicho apa tidak berlebihan jika lawa tandingnya Shinra-senpai?" tanya Ruruka, bagai manapun juga ia khawatir dengan keluarga barunya ini, karena Tsubaki akan sangat ganas bila berada dalam mode tempurnya apalagi ia tahu bahwa Naruto punya kekurangan(disini tim sitri belum tau klo naru dah bisa liat lagi termasuk sona). Dan pendapat Ruruka sepertinya disetujui sebagian besar tim Sitri.
" Tidak, Naruto-san tetap akan melawan Tsubaki, apa kau siap Naruto-san?" perintah tegas sona
"tp-"
"tidak apa-apa Ruko-chan!" potong naruto saat Ruruko akan melakukan protes.
"umm,,baiklah tapi hati-hati nii-san, Shinra-senpai sangat ahli dalam mengunakan Naginata.!" Terang Ruruko
"ha'i"
Dengan itu tim Sitri langsung pergi ketempat pertarungan dengan lingkaran sihir yang di buat Tsubaki, karena tidak mungkin mereka melakukan pertarungan di lingkungan akademi.
Skip time
Saat ini tim Sitri termasuk Naruto telah berada di sebuah Dojo yang menurut info Saji berada di belakang mansion keluarga Sitri. Dojo tersebut bisa dikatakan sangat luas, berbagai senjata menghiasi dinding-dinding dojo.
Di dalam arena terapat dua orang berbeda gender tengah berhadapan, sang wanita mengunakan Hakama berwarna hitap dan bawahan berwarn merah tua, sementara sang lawan mengunakan atasan kaos hitam dengan lambang pusaran dibelakang bajunya dan bawahan celana standar akademi kuoh.
"Apa kau siap Naruto-san?" tanya Tsubaki seraya mengeratkan gengamanya pada Naginatanya.
"Kapanpun" balas Naruto dengan memasang kuda-kudanya.
"Keluarkan seluruh kemampuan mu jangan ragu!"
Hajime...
Dengan sinyal yag telah diberikan oleh Sona, Tsubaki langsung melesat dengan cepat kearah Naruto, setelah mendekati sang lawan ia langsung menyabetkan Naginatanya secara mendatar mengarah langsung kedada Naruto.
Meski agak terkejut dengan kecepatan Tsubaki tapi Naruto tidak kehilangan fokusnya, ia menghindar dari ujung Naginata yang siap merobek dadanya dengan merubuhkn badanya kebelakang mengambil posisi kayang mengunakan kedua tanganya sebagai penyangga tubuhnya, setelah Naginata Tsubaki melewatinya ia langsung mengunakan tanganya sebagai tumpuan untuk melemparkan tubuhnya keatas.
Tsubaki yang melihat serangan pertamanya gagal langsung melancarkan serangan keduanya kepada Naruto yang masih di udara dengan keadaan berbalik, namun ia harus mengurungkan niatnya karena saat sudah mencapai jarak kira-kira enam meter Naruto mengeluarkan beberapa kunai dari saku kantong ninjanya yang telah ia pasang saat akan memulai latihan, dan langsung melemparkanya kearah Tsubaki yang baru saja menghentikan larinya.
Lima kunai langsung melesat lurus kearah Tsubaki, meihat itu ia langsung berlari sig-sag untuk menghindari kunai-kunai yang berdatangan mengarah ketubuhnya.
Tap
Naruto yang sudah mendarat kembali, langsung mengeluarkan dua kunai untuk menahan laju Naginata Tsubaki yang mengarah kelehernya entah sejak kapan.
Trang,,,trang,,,trang,,,
Pingir arena
Bunyi dentingan logam terdengar mengema diruang dojo tersebut, semua orang yang menyaksikan pertarungan tersebut hanya bisa berdecak kagum saat keluarga baru mereka bisa mengimbagi permainan Naginata dari Tsubaki.
"Hebat,,ia bahkan bisa membuat Shinra-senpai tersudut" komentar Saji yang menyaksikan pertandingan tersebut dengan antusias.
"yap ,,NII-SAN ganbbate ne!" teriak Kuruko dengan antusias tinggi.
" Ia mengunakan gaya bertarung seorang ninja" kata Tomoe
"Ninja?" beo Momo menangapi ucapan Tomoe
"yah,,ia tidak mengeluarkan tenaganya secara berlebihan seperti Shinra-senpai yang menyerang membabi buta dan dia juga mngunakan senjata-senjata seperti yang para ninja sering gunakan. Dan dari semua gerakan yang ia gunakan dapat ku pastikan, ia seorang ninja." Jelas Tomoe
'Ninja ya,, menarik' batin Sona.
Arena bertarung.
Trang,,trang,,trang,,,
Bunyi memekakan telinga itu terus terdengar saat Naginata Tsubaki beradu dengan kunai Naruto.
"Hebat hosh,, tak kusangka hosh kau bisa mengimbangiku" puji Tsubaki pada lawanya, tadinya ia berfikir bahwa Naruto tak akan dapat mengimbanginya, mengingat ia adalah iblis baru yang belum bisa mengunakan kekuatan iblisnya, namun ternyata ia salah besar.
"hosh kau juga hebat senpai, hosh kau tadi hampir memisahkan kepala dari badan ku hosh" jawab Naruto disertai dengan senyum kecil
"Baiklah Naruto-san ayo kita naikkan levelnya"
Tanpa menunggu jawaban dari Naruto, Tsubaki langsung melesat dengan sangat cepat menebaskan Naginatanya secara mendatar, namun masih berhasil ditahan dengan kunai yang ada di tangan kanan Naruto, tidak hanya itu melihat seranganya gagal Tsubaki mengunakan kaki kananya untuk menendang perutkanan Naruto dengan cepat, namun masih dapat ditahan kembali dengan kaki kanan Naruto. Tak ingin terus terjepit Naruto menyentakan tangan kananya dengan keras yang menyebabkan Naginata dan pemiliknya terdorong kebelakang, tidak membuang kesempatan itu Naruto langsung melesat maju menyabetkan kunainya kekiri dan kekanan secara terus menerus di bagian perut Tsubaki dan itu membuat Tsubaki harus melompat-lompat kebelakang untuk menghindar dari serangan brutal yang mengarah ke perutnya
Trang,,,
Sebuah kunai terlepas dari gengaman Naruto saat sebuah kaca tiba-tiba muncul didepannya, menghalangi serangan nya pada Tsubaki. Mencium ada bahaya ia meloncat mundur kebelakang, namun naas, dari belakang tiba-tiba muncul Tsubaki yang siap menebaskan Naginata kepungungnya. Tidak ingin mati konyol Naruto langsung meng aktifkan sharinganya di mata kananya dan,,
Trang,,,
Ia dapat memblok Naginata tersebut, berkat sharingan ia bisa memprediksi serangan Tsubaki, namun serangan selanjutnya yang berupa tendangan dari Tsubaki bersarang tepat di perutnya dan menyebabkan ia terlempar keatas'sial,,tendanganya cukup keras, aku bisa melihat gerakanya namun tubuhku tak bisa mengikuti kecepatanya'.
Tsubaki yang melihat Naruto terpelanting keatas menyiapkan serangan terakhir dengan menungu jatuhnya Naruto akibat gravitasi dan akan segera ia sambut sengan seranganya.
Tap..
Namun sepertinya ia harus menelan bulat-bulat rencananya, kenapa? Karena saat ini bukanya jatuh bebas, Naruto justru berdiri di langit-langit dojo dengan posisi terbalik, dan itu melenceng jauh dari prediksinya.
"Bagaimana mungkin?" tanya Tsubaki pada dirinya sendiri.
"Katon: Karyu Endan"
Bukan jawaban yang ia dapat melainkan semburan api besar yang keluar dari mulut Naruto yang kemudian melaju ke arah nya dari arah kiri, kanan dan depan. Merasa tak mungkin menghindarinya dengan cara biasa akhirnaya ia memilih mengunakan kemampuan Sacred Gear nya
"Miror Allice"kaca-kaca langsung tercipta di sekeliling Tsubaki yang menghadang laju api-api tersebut, saat semua api menyentuh kaca tersebut api-api itu perlhan lahan mati, namun saat api-api tersebut mati dan kaca ciptaan Tsubaki pecah, tiba-tiba muncul api-api yang tadi menyerangnya, namun kali ini tidak mengarah padanya namun di kembalikan kembali ketuanya aka Naruto.
Naruto yang melihat itu membelalakan matanya saat api-api tersebut kembali kearahnya, tak ingin menjadi Naruto bakar iapun melompat turun kebawah membiarkan api-api tadi membakar langit-langit tempat nya berdiri tadi.'ia bisa membalikkan jutsuku dengan cermin tadi, hebat.' fikir Naruto.
Plok..plok...plok...
Plok,,plok,,,plok,,,
Suara tepuktangan dari arah luar arena membuyarkan konsentrasi keduanya. Dari luar arena muncul Sona dan timnya dibelakang, jika dilihat dari ekspresi wjahnya ia cukup puas dengan hasilnya.
"Pertarungan yang menarik, bagus Tsubaki" komentar Sona pada pertarungan latihan Naruto dan Tsubaki.
"Arigato,,Kaicho"jawab Tsubaki seraya merengangkan otot-ototnya yang masih menegang.
Bruk...
"Nii-san HEBAT!"teriak Ruruko sambil mendekap erat Naruto.
"hahaha,,biasa saja Ruko-can" jawab naruto dengan tawanya seraya mengacak surai coklat Ruruko.
"Tidak,,kau memang hebat Naruto-san,,selain bisa mengimbangiku kau juga bisa mendesakku hingga aku mengunakan Scread Gear ku,,itu sangat habat Naruto-san" jelas Tsubaki pada Naruto.
"yah,,, walau benci mengakuinya tapi kau cukup hebat bisa membuat Shinra-senpai mengunakan Screat Gear nya!" kata Yura dengan memasang tampang tak ikhlas.
"jika tak ikhlas memuji lebih baik diam saja, baka Aoi!" balas Naruto sengit takpeduli bahwa gadis didepanya adalah senpainya.
.
"Apa magsudmu, baka dobe" balas Yura, tak sadar bahwa ia telah menyebutkan sebuah pangilan dari teman seperjuangan Naruto untuknya.
"d-dobe? Dasar gadis tsundere!" balas Naruto tak terima, karena hanya ada seseorang yang boleh memanggilnya dengan nama itu.
"kau,,kuning jelek!"
"gadis garang"
"duren bego"
Yah dan adu umpatan terus berlanjut antara Naruto dan Yura, yang di angap hiburan oleh semua angota Sona.
'haha,, benar-benar menarik Uzumaki Naruto, selain kekuatanmu yang belum bisa ku pahami, semua sifat hangatamu sepertinya akan bisa membuat keluarga ini lebih menyenangkan' fikir Sona dengan senyum tulus yang tidak pernah ia perlihatkan pada orang lain.
"Hari ini aku banyak tersenyum dan itu bisa menghancurkan imejku" gerutunya pada dirinya sendiri.
"TBC"
A/N: HEY GW KEMBALI {sambil teriak-teriak gaje},,maaf kalo lama,,,buat cerita itu susah bro..
Ee gw mau nanya benergak tu kelompok sona kaya diatas? Kalo salah maaf, lo semua gak mau kasih info si makanya gw nyari sendiri.
Disini gw pilih lawan nya Tsubaki karena hanya tsubaki yang gw tau kemampuanya, dan untuk kedepanya akan gw cari tau kemampua2 lainya dari kelompok Sona.
Apa naruto terlalu lemah? Gw gak akan buat naruto langsung kuat,maaf klo pda kecewa,, tp menurut gw lo naruto langsung kuat gak akan ada kejutan-kejutanyan, jadi gw buat gak terlalu nonjol kekuatanya.
Untuk pair gw masih bingung mau singel pa harem
Maaf lo gak bisa jawab semua review ya,gw lagi ada kendala.
Bagaimana chapter ini menurut kalian? Beri komentarnya ya
Maaf lo tulisanya amburadul telapak tangan gw lagi robek bro, LIMA JAHITAN oe hiks, ni ja gw maksain ngetik jadi mohon di maklummi ya and minta doanya biar cepet sembuh ya,,plisssss..
Di chapter ini gw buat cwk2nya gak langsung suka ama naruto karena fisiknya, gw akan buat para cwk suka ama tindakan naruto, bukan fisiknya, setuju gak? Karena kebanyakan fick membuat cwk nya gampang bgt suka ma naruto jadi disini gw buat beda.
Segini dulu dari gw sisanya sambung lagi lain waktu, review kalian adalah semangan buat gw jadi gw tungu review nya...
REVIEW
