Chapter 6: Awal sebuah pertarungan atau perdamaian
"New Friend and New life"
Disclaimer : Naruto dan Hight School DXD, Bukan punya saya tapi
:Masashi Kishimoto
: Ichiei Ishibumiuncak.
Warning: gaje,abal,typo,dan alur nyeleneh. Melenceng dari canon,ooc,oc dll
Summary:Naruto yg telah menyegel chakra Madara,Obito,dan Juubi didalam tubuhnya akhirnya mencapai pada ambang batasnya,bukanya mati tapi ia terkirim ke dimensi lain dengan kondisi yang berbeda jauh,;
"engggg"
"Kau sudah sadar rupanya,,"
"Dimana aku?"
"Kau sekarang berada ditempat ku,,,Kalawarner-nee" kata sosok yang mengunakan jubah hitam yang hampir menutupi seluruh tubuhnya termasuk wajahnya.
Merasa namanya disebut oleh orang asing yang ia asumsikan telah menolongnya, Kalawarner pun mendongkakkan wajah nya untuk melihat siapa yang memangilnya dengan pandangan menyelidik. Darimana ia tahu namaku? Mungkin itulah yang difikirkan Kalawarner, jika orang itu tahu namanya pasti mereka pernah bertemu.
"siapa kau? Darimana kau tahu namaku?" selidik Kalawarner.
"hihihi,,,tenang saja Kalawarner-nee aku tak bermaksud jahat padamu kok"jawab sosok tersebut dengan santai. " ini aku,, jangan bilang kau melupakan ku!" tambahnya sambil membuka kerudung yang menutupi kepalanya.
"k-kau bagaimana bisa?"
Shok,,yang dirasakan Kalawarner saat melihat dengan jelas sososk orang yang saat ini berada didepanya.
Meski pencahayaan yang kurang ditempat itu, namun ia masih bisa melihat jelas surai hitam panjang dari sosok tersebut. Seorang gadis muda dengan surai hitam pajang dengan iris mata hazelnya dan memiliki tubuh yang cukup wow.
" Raynel,,?" gumam Kalawarner.
"ya ini aku dan apa-apaan ekspresimu itu" jawab Raynel dengan santai.
"tapi bukanya kau sudah-"
"mati,,?" potong Raynel
Dan dijawab angukan dari Kalawarner
"hahhh,, aku belum mati. Saat itu aku memang nyaris mati saat sekiryutai menghajarku habis-habisan, namun pada saat-saat terakhir Asazel-sama menyelamatkanku dan membawaku ketempat ini untuk proses penyembuhan"
"Karena kondisiku waktu itu sangat parah aku mebutuhkan waktu lama untuk bisa pulih, bahkan aku membutuhkan waktu lebih dari tiga minggu hanya untuk bisa mengerakkan badanku kembali. Saat kondisiku mulai membaik aku langsung bertanya tentang kaliaan bertiga pada Asazel-sama, namun jawaban yang kudapat tak sesuai keinginanku"
"Asazel-sama bilang, kalian telah tewas saat bertarung dengan Gremony dan ratunya. Kau tahu, berita itu langsung menghancurkanku, kalian tewas karena tindakan bodohku. Andai saja saat itu aku tak terhasut olehnya mungkin saat ini kau, aku, Mittelt dan Dohnaseek masih bersama-sama hiks,,, gomen,,gomen hiks" jelas Raynel seraya membungkukkan badanya didepan Kalawarner.
Jika kau melihat dengan teliti maka kau akan dapat melihat dua anak sungai yang mengalir dari kedua iris hazelnya, serta isakan isakan kecil yang terdengar menyedihkan.
Sedangkan kalawarner hanya melihat teman yang sudah ia angap saudaranya sendiri itu menangis menyesali kebodohanya-ah bukan, tapi kebodohan mereka dengan tangis penyesalan dalam diam.
"Sudahlah Raynel-chan semua yang berlalu biarlah berlalu kau tak perlu menyesalinya. Saat itu kami sendiri yang memilih untuk ikut dengan mu, aku tak menyalahkanmu dan ku yakin mereka berdua pun tidak, biarlah semua itu menjadi pelajaran bagi kita untuk kedepanya " hibur Kalawarner dengan senyum lembut pada Raynel.
" hiks,,arigato Kalawarner-nee hiks dan aku berjanji tak akan mengulangi kesalahan ku lagi, aku janji"jawab Raynel seraya mendekat ke sisi ranjang Kalawarner.
" yah begitulah seharusnya,,,dan sekarang bisa kau jelaskan apa yang terjadi hingga aku bisa berada di sini?"
"tentu saja nee-san"
"GLORIA"
RUANG OSIS
"Jadi Tsubaki, apa yang dapat kau deskripsikan tentang kemampuanya setelah bertarung langsung dengan nya?" tanya Sona pada ratunya.
"Entahlah Kaicho,,meski telah bertarung denganya aku belum bisa menentukan batas kemampuanya, dari observasiku ia mempunyai keceptan, power dan pertahanan yang baik, itu bisa dikatakan luar biasa mengingat ia adalah iblis baru" jelas Tsubaki dengan memasang tampang serius.
Jujur ia cukup terkejut dengan kekuatan keluarga baru mereka, pada awalnya ia juga ragu tentang keputusan king nya yang merenkarnasikan Naruto menjadi iblis apalagi ia hanya mengkonsumsi satu pion, namun saat ia merasakan terjangan dari sang pion secara langsung, harus ia akui bahwa keputusan yang diambil Sona sangatlah tepat.
"heem jadi begitu,, mungkin ia memang sudah mempunyai kemampuan itu saat ia masih menjadi manusia" tangap Sona.
"Tapi Kaicho, jika memang begitu kenapa ia bisa menyemburkan api dari mulutnya, karena setahuku manusia tak akan bisa melakukan itu dengan kemampuan alaminya, apakah itu kemampuan Sacret Gear?" tanya Tsubaki,
"Mungkin!?" jawab Sona dengan nada kurang yakin dan itu di sadari Tsubaki.
"Maksud Kaicho?"
"Yah sama sepertimu, pada awalnya aku juga berpikir bahwa itu adalah kemampuan Sacret Gear yang ia miliki, namun aku tak dapat merasakan aura Sacret Gear yang memancar darinya saat ia mengunakan kemampuanya" jawab Sona ambigu.
"ahhh iya kaicho,, saat ia menyerangku aku melihat dengan samar warna mata kanannya berubah"
"Berubah? Apa magsudmu?" tanya Sona tanpa sadar ia mencondongkan tubuhnya kedepan atas info baru yang tidak ia tahu.
" Mata kananya berubah menjadi merah ruby dengan satu tomoe berputar mengitari sebuah orb di tengahnya, dan saat itu ia seperti bisa membaca semua pergerakan yang akan ku lakukan, aku jadi sangsi kalau ia buta" terang Tsubaki sambil membenarkan letak kacamatanya.
"heem,,jadi begituya, sepertinya kita harus menanyakan langsung pada ninja pirang kita itu untuk mengetahui jawabanya" gumam Sona, dan kemudian menghempaskan tubuhnya kesandaran kursi dengan cukup keras seraya memijit keningnya. Semua hal tentang budak barunya membuatnya banyak berfikir.
"Ninja?" gumam Tsubaki tidak mengerti.
"GLORIA"
"ara,,,kenapa aku harus mencari obat hanya untuk menyembuhkan Kiba, padahal hanya dengan kemampuan Asia akan jauh lebih efisien bukan?" gerutu Akeno sepanjang perjalanan memasuki hutan belakan mansion klubnya.
Yah karena ia terlalu dekat dengan Issei yang membuat Rias tidak senang, akhirnya ia di perintahkan untuk pergi menjauhi Kaisar Naga merahnya dengan alasan mencari obat, padahal itu hanya akal-akalan Rias saja untuk menjauhkan ia dari Issei.
Akeno pov
Aku terus berjalan dengan santai memasuki kedalam hutan ini, jika dilihat dari luar oleh manusia biasa mungkin ini hanya hutan kecil biasa, namun bagi mata iblis, hutan ini sangt luas karena disini biasanya tim kami dan tim Sitri berlatih, yah berterima kasihlah pada Serafall-sama, nee-san dari Shitori Sona, karena dengan kekkai nya ia membuat tempat ini menjadi arena berlatih kami saat berada didunia manusia.
Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan klup kami aku sering kemari untuk berlatih atau mencari buah-buahan dan lainya, namun hari ini aku sebenar nya malas kalau harus kesini, yaah,karena hari ini sebenarnya tugasku untuk menghisap kekuatan Naga dari tangan kanan Issei.
"huffff sudahlah bersama dengan Issei bisa lain waktu dan mungkin dihutan akan ada hal yang menarik fuufufu"
Normal pov
Dengan itu Akeno melanjutkan perjalananya dengan senyum yang selalu bertenger manis di wajahnya dan beberapa kali menendan batu-batu kecil di hadapanya dengan bergumam'Rias brengsek' dan lainya.
"GLORIA"
"RASENGANNN"
DUAR,,,,sraaakkkk.
"ugh"
"NII-SANN!" teriak Kuruko saat bola biru yang di ciptakan Naruto meledak entah untuk keberapa kalinya dan itu juga membuat Naruto terlempar akibat ledakan bola biru tersebut.
"ughhh sial,,seingat ku dulu tidak sesulit ini untuk memadatkan dan mensetabilkan Rasengan." Umpat Naruto disela-sela penderitaanya.
"Kau baik-baik saja Nii-san" tanya Kuruko sesaat setelah berada di dekan Naruto dan langsung memeriksa luka-luka nya
"yah,,tak apa Ruko-chan, arigato" balas Naruto
"heem,,memang apa yang coba Nii-san buat?" tanya Kuruko di sela-sela menempelkan beberapa plaster di tubuh Naruto
"Rasengan"
"Rasengan?"
"Ya Rasengan,,salah satu tehnik andalan ku dulu,,dan entah mengapa sekarang sangat susah menmbuatnya tetap setabil, padahal dulu mudah" aku Naruto
"emmm,,,pasti itu tehkin yang hebat ya Nii-san, apakah tahnik itu buatan Nii-san sendiri?, yap selesai" tanya Kuruko lagi.
"yah sangat hebat,, tehnik ini dapat melubangi dinding beton dalam fersi biasa, dan dapat menghapus sebuah gunung dalam fersi lainya" jawab Naruto seraya memeriksa hasil kerja Kuruko.
"Woww,,keren sekali" komentar Kuroko setelah mendengar penjelasan Nii-san nya
"yap,,dan ini adalah tehnik original Tou-san ku,,sang Kiiroi Senko konoha" jawab Naruto dengan semangat.
"he'em" balas Kuruko dengan mengangukan kepalanya"ahh,, Nii-san sekarang sudah siang sebaiknya kita kembali,,dan aku sudah lapar hehehe" usul Kuruko,
Memang sejak tadi pagi mereka belum makan apapun selain Ramen yang dibeli Naruto.
"lebih baik kau duluan saja, aku masih harus menyelesaikan latihanku hehehe" balas Naruto seraya mengacak surai lembut Kuruko.
"umm,,tapi bagaimana jika Nii-san terluka lagi?" elak Kuruko.
"Tenang saja kali in aku akan berhati-hati"
"hahh,,baiklah tapi nii-san janji jangan memaksakan diri ya" pesan Kuruko
" ya janji" balas Naruto
"baiklah Nii-san aku pamit dulu, jaa ne"
Dengan itu Kuruko melangkah pergi menjauhi Naruto yang masih menatap nya, saat yakin bahwa Kuruko telah benar-benar jauh ia perlahan-lahan bangkit untuk memulai kembali latihanya.
"yap sekang, Kage Bunshin No Jutsu"
Pofff
Sepuluh bunsin tercipta di sampingnya, mengerti alasan mereka di ciptakan ke sepuluh bunsin langsung menyebar, masing-masing dari mereka mulai membuat bola sepiral dengan bentuk yang masih acak di tangan kanan mereka masing masing.
Duarr,,,poff,,satu bunshin tumbang
Duar,,,, dua bunsin
Duar,,, tiga bunsin
Dan itu terus berlangsun hingga bunshin kesepuluh, namun sebelum meledak rasengan yang ada pada bunsin kesepuluh terlihat mulai setabil dengan tidak ada tonjolan-tonjolan di dinding luar rasengan, dan aliran chakra yang telalu kuatlah yang membuat rasengan meledak.
Naruto pov
Hufff,, baiklah hanya perlu mengontrol tekanan fuutonya kan, kali ini pasti berhasil.
"Pertama-tama kombinasikan antara energi fisih(shintai eneregui) dengan energi mental (seishin enerugi) untuk menghasilkan chakra, setelah itu alirkan dan fokuskan chakra yang telah terbentuk pada angota tubuh(telapak tangan),lalu keluarkan melalui beberapa titik pelepasan yang ada di tangan"
Energi biru mulai menguar dari telapak tanganku, yang lama kelamaan mengambil bentuk sepiral sebesar bola kasti dengan benang-benang chakra yang berputar secara acak.
Sejauh ini semua berjalan lancar lalu ku perbesar suplai chakranya, namun baru sedikit kutambahkan kapasitas chakranya tonjolan chakra mulai nampak pada dinding rasengan.
" ugh,,konsentrasi" gumamku seraya menambah chakra pengikat untuk menjaga bentuknya tetap sepiral. Dan itu berhasil, terbukti dari tonjolan di dinding yang mulai menghilang dan putaran chakranya yang kembali normal.
Perlahan namun pasti rasengan di tangan ku mulai membesar dan saat ini sudah sebesar bola takrow dan aktifitas putaranya masih setabil.
"huwaaaa,,berhasilllll"
Normal pov.
"Berhasil,,berhasil yuhuuuu" teriak Naruto dengan keras di sertai dengan tarian-tarian gaje dan jika ini dilihat oleh rivalnya ia pasti akan memberi hadiah, entah itu Amaterasu ataupun Chidori
" hehehe,, sekarang waktunya percobaan"
Dengan itu ia kembali membuat Rasengan sebesar bola takrow ditangan kananya tanpa bantuan bunshin, memfokuskan pandanganya pada batu sebesar truk yang tak jauh darinya sebagai target pertamanya. saat semua sudah ok, Naruto langsung melesat dengan cepat kearah sang target, sesaat sebelum mencapai target ia mengayunkan tangan kananya kebelakang untuk memberi dorongan lebih pada seranganya dan,,,
"RASENGANNNN,,,"
DUARRRRRRRRRR,,,,,
"UWAHHHHHHH,,,,,,"
Gagal.
Kenapa? Begini, karena jika seharusnya hanya sang target yang hancur dan sang penguna akan baik-baik saja, namun ini, sang target memang hancur lebur tapi, bukanya berdiri tegak dengan tampang cool, Naruto malah terlempar jauh akibat tidak siap dengan gaya dorong balik yang diakibatkan pertemuan Rasengan dan sang target, alhasil ia terlempar jauh kedalam hutan menghancurkan beberapa pohon dibelakangnya, meningalkan jejak kehancuran pada tempat yang ia lewati.
"GLORIA"
Akeno pov.
Duar,,,duar,,,duar,,,
Suaara ledakan terdengar beberapa kali dari arah kanan posisiku saat ini, terdorong oleh rasa penasaran yang menghampiri, akhirnya aku pun melupakan niat awalku datang ke hutan ini dan mencari sumber ledakan tersebut. Insting iblis ku berteriak bahwa akan ada hal menarik yang terjadi di depan sana'
"fufufuf siapa yang membuat ledakan-ledakan itu, apakah budak Sona Kaicho yang sedang berlatih?" gumamku
RASENGANNNN
DUARRRRRRRRR,,,,,,
Ledakan yanga sangat besar terdengar dari arah depan ku saat ini, ledakan kali ini jauh lebih besar dari yang sebelum-sebelumnya serta dapat kulihat pula asap tebal mengepul dari area yang akan kutuju. Akibat ledakan itu tanah bergetar dan angin berhembus dengan sangat kuat bahkan mencapai tempatku meski jarak sumber ledakan masih lumayan jauh' kuat sekali, daya hancurnya pasti luar biasa' pikirku. Setelah getaran dan angin berhenti berhambus aku melanjutkan perjalananku, ini semakin membuatku tertarik, akan siapa tersangka dari ini semua.
Kakkk,,,krakk,,krakkk,,,
Suara-suara seperti kayu hancur terdengan nyaring dari arah depan ku yang semakin lama semakin mendekat.
"UWAAAAAAAAAAA,,,,"
Teriak seseorang yang tiba-tiba keluar dari arah depan ku setelah terlebih dahulu menghancurkan pohon besan didepanku.
" ittaii sakit sekali pungungku" gerutu orang yang baru saja berhenti dari peluncuranya akibat menabrak pohon lain di belakangku.
Kuhiraukan pemuda yang saat ini tengah mengerutu di belakangku dan ku arah kan pandanganku kearah pemudah tadi muncul. Mataku melebar saat melihat apa yang tersaji di depanku, puluhan pohon tumbang dan tanah seperti terbelah dengan kedalaman kira-kira mencapai 30cm, dan dikejauhan aku bisa melihat kawah lebar dengan sisa-sisa asap yang masih mengepul.
Dengan cepat ku alihkan pandanganku kearah pemuda yang sekarang sudah mulai berdiri namun masih memegangi pungungnya.
' pria ini,,ia tidak mempunyai luka yang serius di tubuhnya setelah terseret sejauh itu,,hebat'
Normal pov
"Astaga pungungku,," gerutu Naruto seraya berusaha berdiri sambil memegangi pungung malang nya,
"hey,,kau baik-baik saja"
mendengar suara feminim yang menyapanya, ia pun mengalihkan pandanganya ke asal suara, dan menemukan seorag gadis cantik yang menatap nya penuh selidik.
"ahh,,,iya aku baik-baik saja " jawab Naruto bohong,, ya ia berbohong saat mengatakan baik-baik saja karena pada kenyataanya pungungnya sangat sakit seetelah mencium pohon-pohon malang tadi.
"Kau yakin?" tanya Akeno kurang yakin dengan jawaban sang pemuda.
"y-ya tentu saja hehehe" jawab Naruto agak grogi dengan tatapan yang di berikan Akeno namun ia tutupi den tawa garing nya.
"heem,,aku tak percaya,,kau merubuh kan banyak pohon dengan tubuh mu dan kau bilang kau tak apa-apa, itu mustahil!" jawab Akeno seraya mendekati Naruto yang masih belum beranjak dari tempat awalnya.
.
"eeeehh,, benar kok aku tak apa-apa eemm,,,?
"Akeno, Himajima Akeno," potong Akeno yang saat ini sudah berada didepan Naruto.
"y-ya Akeno-san aku tidak apa-apa hanya lecet saja." Sangkal Naruto, ia agak risih saat Akeno mulai mengelilinginya " hey, apa yang-"
Plak,,
"WADOWWW a-apa y-yang kau lakukan," protesnya sesaat setelah mendapat tepukan(pukulan) di pungung, sumber dari semua rasa sakit yang Naruto rasakan. Alhasil ini membuat Ninja sekaliber Naruto harus bersujut dengan tidak elitnya sambil memegangi pungungnya berharap bisa mengurangi rasa sakit yang ia alami.
"Katanya tidak sakit" balas Akeno dengan tampang polosnya.
"Tapi tak usa sampai memukulnya kan?" protes Naruto
"ara,,ara gomen,, hehehe" balas Akeno dengan senyum manisnya.
'wanita memang mengerikan' umpat Naruto dalam hati saat melihat senyum watados Akeno.
"ahhh, sebagai permohonan maafku biar ku bantu obati lukamu" tawar Akeno dengan seenak jidatnya ia langsung melepaskan baju Naruto tanpa kesulitan.
Sedang Naruto hanya memasang tampang bodohnya tanpa bisa protes dengan kelakuan Akeno.
"hemm tubuh mu sangat bagus apalagi dengan luka-luka itu fufufuf," kata akeno disela-sela kegiatanya mengobatti pungung Naruto dengan menyalurkan aura iblisnya melalui sentuhan telapak tanganya.
"eeh Akeno-san,, apa kau juga seorang iblis?" kaget Naruto yang baru menyadari siapa sebenarnya Akeno.
"yap,,dan kau juga pasti iblis dari keluarga Sitri kan?" jawab Akeno.
"yah,,begitulah,, oh iya Naruto, Uzumaki Naruto senang berkenalan denganmu Akeno-san" balas Naruto sambil memperkenalkan dirinya pada iblis betina dibelakangnya.
"ara,,ara,,, jadi kau murid kelas 1F yang menjadi budak baru Sona Kaicho ya" .
"eh,,darimana kau tau Akeno-san?" tanya Naruto
"Tentu aku tahu, karena aku ada disana saat kau di bangkitkan oleh Sona, dan aku adalah senpai mu Naruto-kun" jelas akeno pada Naruto" yap selesai sekarang kau bisa mengerakan pungungmu" tambahnya
"ummm" gumam Naruto, ia langsung berdiri dan merengangkan tubuhnya dengan geraka-gerakan aneh yang membuat Akeno tertawa, benar saja rasa sakit yang tadi ia rasakan telah hilang " hebat sekali,,selain rasa sakit ku yang hilang tenagaku juga kembali seperti semula, arigato ne" puji Naruto.
"hihihi ya tak masalah"
Dengan itu mereka melanjutkan obrolan mereka yang sangat panjang hinga tak menyadari hari yang sudah beranjak sore.
"Nee,, Naruto-kun kenapa kau mau berlatih sekeras itu? Apa kau tak khawatir dengan tubuhmu?" tanya Akeno setelah mendengar cerita dari Naruto tentang pengalamanya berlatih Rasengan yang menurut Akeno sangat ekstrim tersebut.
" kau tahu, dulu tak seorangpun yang mau memandangku, aku selalu di hina, dikucilkan, dicaci dan dibenci hanya karna aku berbeda, hal yang paling ku inginkan saat itu adalah sosok teman yang bisa menemaniku, berbagi cerita dengan ku, serta mendengar keluh kesahku"
"Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan semua itu bahkan jika harus menjual jiwaku pada iblis, dan sekarang saat semua itu kudapat kan dari keluarga Sitri, aku akan melakukan apapun untuk melindungi mereka, latihan macam apapu akan ku jalani meski aku harus mematahkan tulang-tulangku untuk bisa menjadi kuat akan ku lakukan, semuanya akan kulakukan dengan satu tujuan 'melindungi mereka yang berharga bagiku' meski harus mempertaruhkan nyawaku" jawab Naruto disertai dengan senyum lembut.
'ia sama sepertiku'berbeda', tekatnya yang ia miliki sangat kuat dan aku bisa merasakan kejujuran dari semua kata-katanya,,,pemuda yang menarik' pikir Akeno, yang tanpa sadar terus memandang Naruto dengan senyum tulus yang sangat berbeda dengan senyum yang ia keluarkan selama ini.
"hemm,,kau sangat bernafsu ya dan aku yakin kau pasti akan menjadi iblis yang sangat kuat suatu hari nanti" kata Akeno
" ahh yah arigato Akeno-san,," balas Naruto dengan senyum tulusnya" sepertinya sudah mulai sore, aku harus kembali ada pekerjaan yang menantiku" kata Naruto mulai berdiri dari duduknya.
" yah kurasa juga begitu, ngomong-ngomong apa yang akan kau kerjakan apakah pekerjaan iblis?"tanya Akeno
"Bukan, hanya pekerjaan manusia biasa sebagai pelayan di kedai ramen samping taman,,iblis juga butuh makan bukan hehehehe" jawab Naruto dengan cengiran khasnya.
"hihihi,, kapan-kapan aku boleh mampirkan?"
"Tentu saja akan kutunggu,,," balas Naruto sambil memakai kembali bajunya"arigato Akeno-san, senang bisa bertemu dengan mu, jaa nee" tambahnya sebelum melompat kepohon disampingnya dan dilanjutkan kepohon lainya meningalkan Akeno yang masih memandang nya dengan senyum lebut
"ya sama-sama Naruto-kun"gumam Akeno sebelum menghilang dengan lingkaran sihirnya.
Skip team
"Terimakasih atas kerja kerasnya hari ini Naruto-san" kata seorang pria paruh baya pada sosok pemuda bersurai kuning emas aka Naruto" dan aku turut senang atas sembuhnya matamu" tambahnya dengan senyum ramah.
"Itu sudah tugasku Yamada-jiji dan terimakasih, aku juga sangat senang atas keajaiban ini" balas Naruto
"sebaiknya kau cepat lah pulang bukanya besok kau masih harus sekolah!" perintah Yamada.
"ahh iya, baiklah jiji aku pulang dulu,, jaa,,"
"yah,, hati-hati"
Naruto berjalan menuju kearah apartemenya dengan santai, karena tidak ada pangilan dari king nya jadi malam ini sepertinya ia bisa istirahat dengan puas di apartemen bututnya tersebut.
"Naruto-san,,Naruto-san" mendengar namanya disebut Naruto mengentikan langkahnya dan mengalihkan pandanganya kesumber suara. Disana ia bisa melihat Tomoe yang berlari kearahnya dengan nafas yang memburu.
"Ada apa Tomoe-senpai" tanya Naruto saat Tomoe sudah ada didepanya sambil menormalkan nafasya.
"Kita di pangil Kaicho, sekarang Kaicho dan yang lainya menungu kita di halaman akademi!" terang Tomoe
"memang ada apa, dan kenapa mendadak seperti ini?"
"Kokabiel menyerang tim Gremony, ia ingin memulai kembali perang antar tiga fraksi dengan cara membunuh Heriees Klan Gremony termasuk adik dari Maou Lucifer" terang Tomoe.
"Kokabiel brengseks,, ayo cepat kita ketempat Kaicho, Tomoe-senpai" balas Naruto dengan geram. Ia masih ingat bagaimana makhluk itu memisahkan ia dan Kalawarner dan untuk kali ini, tak akan ia biarkan mikhluk itu bertidak sesuka hatinya lagi.
"Tapi,,aku masih lelah tunggu la- kyaaaaaa apa yang kau lakukan" protes Tomoe terpotong dan digantikan dengan teriakan mesra(protes), saat Naruto secara tiba-tiba melemparnya keatas dan menangkapnya dipungung, mengendong Tomoe dibelakang pungungnya sebelum ia menyelesaikan kata-katanya.
"Kita tak ada waktu untuk istirahat, Kokabiel sangat kuat dan aku mendapat firasat buruk jika kita tak segera sampai disana" jelas Naruto atas tindakan tidak senononya" kusarankan berpeganganlah yang erat jika tak ingin jatuh!" tambahnya.
"tapi-kyaaaaaaa"
Lagi-lagi jeritan Tomoe kembali terlontar saat secara tiba-tiba Naruto melompat keatas rumah-rumah penduduk dengan kecepatan tinggi, dan itu membuat Tomoe menguatkan dekapanya di leher Naruto karena reflek
Tap,,tap,,tap,,,
Hening, hanya terdengar suara derap langkah kaki Naruto yang menyetuh atap-atap rumah atau batang pohon yang menghiasi perjalanan mereka'ini memalukan aku tak pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang pria selama hidupku' pikir Tomoe
"ne,, Naruto-san mengapa kita harus cepat-cepat kesana,,padahal hanya tim Gremony yang dia incar bukan tim kita?" tanya Tomooe memecahkan keheningan di antara mereka berdua.
Menoleh sekilas kebelakang untuk melihat kepala Tomoe yang menyembul dari pundaknya, sebelum menjawab pertanyaan Tomoe.
"jika perang yang Kokabiel inginkan, bukan tidak mungkin jika ia juga mengincar Kaicho, mengingan Kaicho adalah adik dari Maou Leviathan dan Heriees dari keluarga Sitri" jelas Naruto. Setelah mengatakan itu Naruto kembali fokus. Tomoe yang mendengar alasan yang cukup masuk akal dari Naruto terdiam untuk mengola info yang baru ia dapatkan' benar juga jika itu terjadi alasan untuk memulai perang akan semakin terbuka'
Skip team
Di lapangan akademi kuoh yang biasanya terlihat damai dan tenang, malam ini berubah 180 derajat dari hari-hari biasanya dikarenakan kedatangan seorang pria dengan empat pasang sayap malaikat berwarna hitam yang menghancurkan kedamaian di area tersebut.
"hahaha jadi hanya itu kemampun kalian? Dasar iblis lemah, kalian sangat mengecewakan" komentar Kokabiel dengan nada menghina.
Di bawahnya terlihat beberapa orang yang saat ini dapat dikatakan dalam keadaan yan buruk, bahkan ada diantara mereka yang sudah kehilangan kesadaranya seperti Koneko dan Asia.
"cih brengsek kau, kau akan mati karena telah berani menghinaku sang Sekiryuteei" marah Issei, meski dengan keadaan yang bisa dibilang hancur ia masih bisa menyombongkan dirinya.
"hahahah kau bahkan tidak bisa melukaiku bocah, Naga itu ternyata cukup bodoh untuk memilih bocah sepertimu sebagai partnernya." hina Kokabiel
"BRENGSEK KAU!"
Dengan kecepatan penuh Issei langsung melaju kearah Kokabiel yang saat ini terbang merendah, setelah cukup dekat Issei langsung mengarah kan tinjunya kearah wajah Kokabiel, namun dengan mudah ditahan dengan tobak cahaya ditangan kananya.
Melihat seranganya gagal Issei menarik tangankananya dan memberikan tedangan berputar mengarah keperut Kokabiel, namun sekali lagi ia harus mengigit jari saat Kokabiel berhasil menghindari seranganya dengan melompat kebelakang. Issei yang sudah tersulut emosinya langsung kembali mengejar Kokabiel dan kembai menyerang secara membabi buta kearah Kokabiel. Karena faktor stamina dan kurang konsentrasi serangan Issei dapat dengan muda dihindari oleh Kobabiel.
"membosankan, sebaiknya segera kuselesaikan secepatnya" gumam Kokabiel
"cih,,kau hanya bisa menghindar saja,, DASAR PENGECUT!" teriak Issei.
Mendengar teriakan Issei, Kokabiel menyeringai sadis dan langsung menciptakan sepuluh tombak cahaya yang mengelilinginya.
"hahaha,, baiklah sekarang giliranku bukan? Jadi bersiaplah!" dengan itu ia langsung melesatkan tiga tombak cahaya dengan perintah batin kearah Issei di bawahnya.
Issei yang melihat itu tak tinggal diam saja, iapun berusaha menghindar dari tombak cahaya Kokabiel dengan meloncat kebelakang.
Duar,,,,,
Duarrr,,,
Duarrrr,,
Ledakan terjadi saat tombak-tombak cahaya Kokabial menyentuh tanah dan meninggalkan asap yang lumayan tebal. Melihat kesempatan itu Issei langsung melesat kembali kedepan memanfaatkan asap hasil ledakan untuk menutupi pergerakanya dari jarak pandang Kokabiel. Saat melihat sososk Kokabiel yang diam saja dibalik asap membuat Issei menyeringai.
'heh,,dia tak menyadari keberadaan ku,, akan kukalahkan ia dengan serangan terakhirku ini' pikirnya seraya memfokuskan semua sisa energi yang tersisa ke Booster Gear di tangan kirinya.
"Boots,,boots,,,boots,,,Explosion"
"hyaaaa,,,mati kau!"
DUARRRRRR,,,,,,
Ledakan besar terjadi, asap kembali memenuhi area tersebut saat tinju full power dari Issei berhasil mengenai targetya.
"ISEIIIIIIIIII,,," teriak Rias saat melihat ledakan besar terjadi untuk kesekian kalinya di tempat budak tersayangnya. Saat ini, ia sudah tidak mampu lagi melawan Kokabiel. Bukan hanya dia saja, para budak nya yang lain pun juga demikia, saat ini yang keadaanya masih memungkinkan untuk bertarung hanya Akeno dan Xenovia. Kiba menerima luka yang cukup parah saat berhadapan dengan pendeta gila(fred) yang mengunakan pedang excalibur hasil rampasannya. Koneko dan Asia juga sudah tumbang karena serangan dari Kokabiel.
Asap hasil ledakan mulai menghilang tertiup angin dan sekarang mereka dapat melihat dengan jelas akan apa yang terjadi di tempat pertarungan antara veteran perang dan Naga langit.
Shok, semua orang yang melihat pemandangan tersebut hanya mampu mengeluarkan emosi tersebut.
Disana terlihat, tangan kiri berbalut Booster Gear Issei mendarat mulus di rahang kanan Kokabiel, tapi bukan itu yang membuat mereka membisu dengan melebarkan matanya, namun keadaan Kokabiel yang hanya bergeser beberapa senti setelah menerima pukulan full power dari Issei, pukulan yang mampu membuat putra iblis sekelas lord Phenex tumbang.
" hehehe,, tadi itu cukup terasa lho" suara Kokabiel memecah keheningan yang terjadi diarea tersebut.
"k-kau,,m-mustahil" kata Issei tidak percaya, tadinya ia berfikir meski tak dapat melumpuhkan Kokabiel, dengan serangan itu ia berharap untuk setidaknya memberi luka yang cukup fatal untuk Falen Angel didepanya, namun sepertinya harapanya tak terkabul. Falen Angel didepanya masih berdiri tegak dengan tangan kirinya yang masih bersarang dirahang kanan Kokabiel.
Menyadari posisinya yang terlalu dekat dengan musuh, Issei mengambil inisiatif untuk melompat mundur. Namun,,,
Grep
Terlambat, Kokabil telah menangkap tangan kirinya dengan mudah sebelum ia berhasil menjauh. Kini yang bisa ia lakukan hanya meronta sekuat tenaga berharap tangan kirinya bisa lepas dari cengkraman Kokabiel.
"l-lepaskan brengsek,, atau a- ARGGGGGG" teriakan kesakitan Issei terdengar membahana saat Kokabiel meremas tangan Issei dengan kuat sehingga membuat sang kaisar Naga langit harus berlutut didepan sang Falen Angel.
"ISSEIIIIIII hiks,," teriak rias dengan disertai isakannya saat melihat budak tersayangnya merintih kesakitan tidak jauh didepanya. "aku benar-benar hiks raja yang tidak berguna hiks,,, kumohon hiks lepaskan dia hiks lakukan apapun yang kau mau padaku hiks namun lepaskan dia hiks,hiks" kata Rias yang saat ini sudah terduduk di tanah seraya menundukan wajahnya, menyembunyikan tangis kesedihannya.
"Issei-kun/Bucho" gumam Akeno dan Xenovia lemah saat mendengar teriakan menyedihkan dari Issei, dan permohonan dari kingnya. Mereka serempak maju ketempat kingnya dan membantu Rias setidaknya hanya untuk berdiri.
"B-bucho t-tolong a-aku" mohon Issei, berharap sang king dapat menolongnya dari rasa sakit yang saat ini ia derita.
"HAHAHAHA,,jadi inikah adik dari Maou Lucifer yang tersohor itu,,,benar-benar menyedihkan" ejek Kokabiel saat mendengar permohonan dari Rias" baiklah, akan ku kembalikan bocah tidak berguna ini" dengan itu Kokabiel menempatkan kakikananya kewajah Issei dan menghentakkan nya dengan kuat sehingga membuat tubuh Issei terlempar kebelakan kearah Rias dan yang lainya.
Bruk,
Rias yang melihat Issei meluncur kearahnya langsung bersiap menangkapnya untuk memberi pertolongan pertama untuk Issei, setidaknya itu dapat membatu Issei meredam rasa sakitnya.
"b-bucho s-sakit sekali" kelu Issei yang telah berada di pangkuan Rias.
"y-ya,,hik tenang saja akan segera kuobati lukamu hiks,,hikss," jawab Rias dengan airmata yang terus mengalir dari iris blue-green nya. Berusaha menenangkan Issei yang terus merintih sakit sambil memegang lengan kirinya yang sudah tidak berbalut Booster Gear kebangaanya.
"cih, drama yang menjijikan ,,lebih baik kuhabisi saja kalian semua segera,, setelah itu giliran kalian yang ada diluar" dengan itu Kokabel langsung menciptakan puluhan- bukan melainkan ratusan tombak cahaya seukuran normal diatas kepalanya. semua tombak mengarah kesatu titik dimana tim Rias berada saat ini.
'inikah akhirnya' pikir tim Rias,sambil memandang nanar kearah Kokabiel yang dikelilingi ratusan tombak cahaya yang mengarah pada posisi mereka. Mereka hanya pasrah akan nasib yang akan mereka alami tanpa bisa berbuat apa-apa.
"HAHAHA,, dengan ini Gret War akan segera dimulai,,MATILAH KALIAN IBLIS KEPARAT!" bersamaan teriakannya, Kokabel melesatkan ratusan tombak cahaya disekitarnya dengan peritah batin untuk mengakhiri pertarungan dengan tim Rias mengunakan serangan terakhirnya, yang bahkan seekor nyamukpun tak akan bisa selamat.
DILUAR AREA, BEBERAPA MENIT SEBELUM SERANGAN AKHIR KOKABIEL.
"Koicho apa tidak sebaiknya kita bantu tim Gremony" usul Tsubaki yang saat ini tengah fokus menjaga kekkai di area tersebut.
"Tidak, kita harus tetap fokus menjaga kekkai ini, mereka pasti bisa menghadapi Falen Angel itu" jawab Sona tegas, meski begitu sebenarnya ia sangat cemas pada Rias dan timnya, ia tau level musuh yang saat ini mereka hadapi bukan main-main. Tapi meski begitu ia harus tetap fokus pada tugasnya menjaga kekai ini, karena bagaimanapun juga itu adalah tugasnya.' Berjuanglah Rias, tunjukan kekuatan dari Klan Gremony'pikirnya.
Tsubaki yang mendengar jawaban dari kingnya hanya mampu mematuhinya, ia tau jika kekkai ini musnah maka eksistensi makhluk supranatural seperti mereka akan diketahui oleh manusia dan itu akan sangat merepotkan. Di edarkanya arah pandangnya kembali kearena, dapat ia lihat sang sekiryuteei dari keluarga Gremony sudah tumbang, dan itu pertanda buruk bagi tim Gremony.
"KAICHO!"
Sebuah teriakan dari arah gerbang masuk akademi membuat mereka semua mengalihkan arah pandangnya kearah asal teriakan
"Nii-saan!" balas Kuruko. Saat melihat sosok orang yang saat ini meloncat dengan cepat kearah mereka.
Tap
"Naruto/naruto-kun/ Kiiroi" gumam semuanya, saat Naruto telah mendarat di samping Kuruko.
Mengindahkan semua panggilan yang mengarah padanya,Naruto langsung berjalan kearah Sona.
"Bagaimana situasinya Kaicho" tanya Naruto to the poin pada Sona.
"lihatlah sendiri" balas Sona simpel seraya mengalihkan pandanganya kembali kearena.
Melihat kode dari Sona, Naruto pun menolehkan arah pandanganya kearah yang di tunjuk Sona. Dan emosi langsung menempati posisi utama dihatinya saat melihat Kokabiel yang tertawa laknat didepan tim Rias yang sudah tak mampu melawannya.
"Brengsek! Ayo kita bantu mereka!" umpat Naruto, sebelum melesat ke area pertarungan.
Srett
Namun sebuat tarikan pada kaos belakangnya menghentikan aksinya, menoleh kearah sang pelaku yang tak lain adalah Kingnya sendiri untuk meminta penjelasan.
"ada apa Kaicho?" tanya Naruto yang bingung dengan tindakan Kingnya.
" tidak Naruto, kita tidak akan terjun kepertarungan itu" jawab Sona.
"Tapi kenapa, jika di biarkan mereka akan mati" balas Naruto dengan meninggikan sedikit nada suaranya.
"Tugas kita disini hanya untuk menjaga kekkai ini, agar manusia tidak mengetahui eksistensi makhuk seperti kita ada di antara mereka. Jika mereka sampai tahu, bukan hanya fraksi Angel dan Falen Angel yang menjadi musuh kita, namun manusia juga akan ikut dalam perang berdarah ini. Untuk itu kita percayakan semua pada Rias dan timnya,, kau mengerti" terang Sona'
Naruto yang mendengar penjelasan dari Sona menundukan kepalanya, membuat semua iblis yang ada di sana tidak bisa melihat ekspresinya karena tertutup oleh surai kuning keemasanya.
"kau tau Kaicho, aku pernah melawan gagak disana,,," pernyataan dari Naruto kontan saja membuat semua timnya memebelalakan matannya atas pengakuan Naruto.
"j-jadi yang membunuh mu waktu itu ?" tanya Sona terbata menandaskan ketegasan dalam suaranya.
"ya kau benar, aku tau kemampuanya dan dari yang kulihat si rambut merah dan timnya mempunyai peluang menang yang sangat kecil bahkan mustahil untuk bisa menang. Oleh karena itu, sebagai teman kita mempunyai kewajiban untuk membantu mereka-"
" aku tetap tidak mengizinkanya, harusnya kau yang paling tahu tentang kemampuan Kokabiel. Aku juga tahu meski bersama-sama, kita belum tentu menang melawanya. Aku tak ingin kehilangan kalian semua apa kau mengerti" potong Sona dengan mata yang mulai berkaca-kaca, kontan saja mengejutkan semua angota timnya. Mereka tak pernah melihat seorang Sona Sitri mengeluarkan emosi semacam ini, yang mereka tahu Seorang Sona Sitri adalah orang yang tegas,dingin, dan jenius, yang tidak akan mungkin mau mengeluarkan emosi seperti itu dihadapan orang lain, dan sekarang dia mematahkan anggapan itu demi para budak nya,,, seberharga itukah mereka untuk seorang iblis sekelas Sona Sitri?.
"Kaicho" gumam semua budak Sona minus Naruto.
"maaf Kaicho, untuk kali ini aku tidak bisa mengikuti kemauanmu, aku akan tetap menolong mereka dengan atau tanpa kal-"
Plak
Suara benturan telapak tangan Sona dan rahang kanan Naruto terdengar mengema di malam yang sunyi tersebut, suara pertempuran tak terdengar kedaerah mereka berada sekarang karena kekkai yang dibangun tim Sona. Semua yang melihat itu hanya bisa membisu.
Mereka paham perasaan Naruto yang ingin menolong tim Rias, namun disisi lain mereka juga paham kenapa Sona sampai melakukan semua itu. Jadi mereka memilih diam karena untuk saat ini itulah yang terbaik menurut mereka.
" K-kau,,,pergilah terserah kau mau melakukan apapun, aku tidak peduli!" tegas Sona mulai mengalah dengan kekeras kepalaan pionya tersebut.
"Gomen Kaicho atas kekeras kepalaanku !" balas Naruto sambil membungkuk pada Sona yang saat ini memunggungi dirinya dengan bahu yang bergetar.
Setelah itu Naruto langsung berbalik menghadap kemedan tempur, bersiap untuk kembali masuk kedunia yang telah membesarkan namanya dikehidupan sebuah suara kembali membuatnya mengurungkan niatnya untuk segera masuk ke area berdarah tersebut.
" NARUTO" teriak Tomoe seraya melempar katana berwarna hitam dan ditangkap dengan tepat oleh Naruto yang pada saat bersamaan membalikkan badanya" jangan sampai mati!" peringat nya.
Dengan senyum kecil Naruto kembali berbalik kearah area pertarungan ' itu pasti' gumamnya dan langsung melompat melewati celah kekkai yang dibuka oleh Tomoe dengan kecepatan tinggi.
"Tomoe!"" apa yang kau lakukan" tanya sebagian tim Sona.
"apa? Aku hanya melakukan yang seharusnya kulakukan untuk mendukungnya" jawab Tomoe santai, dan berhasil membungkam protes semua timnya'semoga berhasil Naruto-kun, aku percaya padamu' gumam nya dengan senyum kecil menghiasi wajah cantiknya.
'jangan sampai mati Naruto.' Gumam Sona pelan tanpa bisa didengar kelompoknya"kembali keposisi kalian masing-masing" perintah Sona dengan tegas.
KEMBALI KE AREA PERTEMPURAN
" MATI KALIAN IBLIS HINA"teriak Kokabiel bersamaan dengan melesatnya ratusan tombak cahaya ke arah tim Rias yang sudah pasrah akan kematian.
"Kunai Kage Bunshin No Jutsu"
Sebuah suara terdengar dari belakang Tim Rias, setelah itu muncul ribuan pisau hitam yang memblok tombak cahaya Kokabiel yang hanya berjarak kurang lebih 10 meter dari posisi Tim Rias.
Trang trang trang trang
Bunyi benturan logam terdengar cukup keras saat tombak-tombak cahaya Kokabiel beradu dengan ribuan pisau hitam yang menghalangi laju serangganya.
"BRENGSEK SIAPA YANG BERANI MENGANGU PESTAKU,,KELUAR KAU" murka Kokabiel saat seranganya yang seharusnya dapat membunuh adik dari Maou Lucifer dihalangi oleh pisau-pisau hitam entah milik siapa.
"Katon: Housenka No Jutsu"
Sebuah bisikan suara terdengar kembali, namun kali ini mau tidak mau Kokabiel harus terbang lebih tinggi dari posisinya saat ini jika tidak mau terbakar puluhan burung-burung api yang mengarah padanya.
TIM RIAS
"siapa?" tanya Xenovie ntah pada siapa.
" phoenik" gumam Rias saat melihat puluhan phoenik api yang menyerang Kokabiel' Raiser' pikirnya, wajar ia berpikir seperti itu karena setahu ia hanya klan Phoenik yang bisa mengendalikan api.
"ara,,ara,, sepertinya kita kedatangan seorang penyelamat" komen Akeno dengan senyum seperti biasa, walau sebenarnya ia sangat gembira karena bisa menikmati hidup lebih lama.
BACK TO FIGHT
"sialll,,,tunjukan dirimu brengsek" umpat Kokabiel sambil menghindari burung-burung api yang siap memangangnya dengan terbang kesana kemari.
"ugh" lengkuh Kokabiel saat salah satu phoenik berhasil mengenai bahunya" bajingan, keluar pengecut"tambahnya,seraya membuat beberapa tombak cahaya dan melemparkanya kearah burung-burung api yang mengejarnya dalam posisi terbang.
Cras cras cras
Bunyi suara tombak cahaya milik Kokabiel saat berhasil mengenai targetnya. Semakin lama jumlah burung-burung api yang mengejarnya semakin berkurang karna terkenaserangan tombak cahaya Kokabiel.
"hahaha,, mainan seperti itu tak akan mampu membunuhku,,!"somong Kokabiel yang melihat jumlah burung api yang mengejarnya semakin berkurang dengan drastis"sekarang tunjukan dirimu penge-"
"bagaimana dengan ini?"
Mendengar datangnya suara diatasnya, Kokabiel dengan cepat menengok keatas hanya untuk melihat sesosok remaja yang mengangkat tinggi-tinggi kaki kananya dan...
Bukkkk,,,
Tubuh sang Falen Angel menukik dengan sangat cepat ketanah, ketika sosok tadi berhasil memberikan salam manis pada muka Kokabiel dengan tumitnya dengan sangat keras.
BLARRR,,,
Dentuman cukup keras terjadi saat tubuh Kokabiel mendarat dengan kepala terlebih dahulu di permukaan tanah didepan tim Rias yang saat ini memandang kagum sosok penyebab jatuh nya sang Falen Angel.
Tapp,,
sosok tersebut mendarat dengan mulus didepan tim Rias sambil tetap memandang tajam kawah tempat Kokabiel mendarat.
Sosok tersebut mengunakan kaos hitam polos dan mengunakan celana panjang hitam dan sebuah katana berwarna hitam di pungungnya, serta surai kuningnya berkibar tertiup angin, Rias dan timnya tidak bisa melihat wajahnya karena posisinya yang memungungi mereka.
"s-siapa kau" tanya Rias dengan tergagap mewakili semua angota tim nya yang masih tersisa.
"hem" gumam sosok tersebut.
"ehem,,siapa kau tuan?" tanya kembali Rias dengan memperbaiki nada suaranya.
Sosok tersebut membalikan badanya dan saat itulah tim Rias dapat melihat dengan jelas wajah dari penyelamat mereka,kulit tan kecoklatan, surai kuningnya yang menutupi sebagian matanya dan agak panjang pada bagian jambangnya, bagian belakang tidak sepanjang depan dan melawan gravitasi( bayangin aja model cloud final fantasy) ,di masing masing kiri dan kanan pipinya terdapat garis halus seperti kumis kucing, dan yang terakhir mata yang menurut Rias sangat aneh, mata bagian kiri berwarna safir yang sangat indah dan menenangkan bagi siapapun yang memandangnya sedangkan bagian kanan berwarna ruby dengan dua tomoe yang berputar mengitari sebuah orb secara teratur.
"KAU!" teriak Akeno seraya menunjuk nunjuk wajah Naruto" yang waktu itu" tambahnya.
"eem,,, oh senpai, apa kabar?" balas Naruto dengan melambaikan tanganya kearah Akeno yang berada di posisi belakang.
"ara,,ara,, kita bertemu lagi Naruto-kun" balas Akeno sambil mendekati Naruto, namun ditahan terlebih dahulu oleh Rias.
"Kau mengenalnya Akeno" bisik Rias.
"Tentu saja, aku dan Naruto-kun bertemu siang tadi dihutan belakang,,dan apa Bucho tak mengenalinya" jelas Akeno pada Rias.
"aree,,,kenapa kau berkata seperti itu?" bingung Rias akan pertanyaan Akeno.
"Bucho,,dia adalah budak Sona yang waktu itu direnkarnasikan didekat taman kota,, apa kau ingat?" balas akeno.
Rias pov
'budak Sona ya?' gumamku seraya memutar memori ku kembali kewaktu Sona merenkarnasikan seseorang didekat taman kota.'heemm,,,jangan-jangan dia,,,'
Rias pov end
"a-akeno jangi bilang dia adalah-" kaget Rias saat memori-memori ingatanya menyimpulkan sesuatu yang mustahil.
"yah Bucho dia adalah Uzumaki Naruto,,deadlast yang sering dipangil sibuta tak berguna dan orang yang sering di bully oleh Iseei" terang Akeno pada kingnya.
DUARRR,,,
"ugh,, BRENGSEK KAU"
Suara ledakan dan umpatan Kokabiel menyetakkan mereka semua. Kokabiel terbanng kembali keudara dengan keempat pasang sayap hitamnya, dapat terlihat luka lebam di tengah wajanya dan darah yang mengalir dari hidungnya. Melihat sang mangsa tepat dibawahnya ia langsung membuat tombak cahaya seukuran normal namun dengan energi yang jauh lebih besar.
"Mati kau Gremony" setelah itu ia langsung melemparkan tombak cahaya tersebut tepat kearah Rias.
Rias yang melihat itu memebelalakan matanya. Ia ingin menghindar namun tubuhnya tak mau merespon perintah otaknya, terkurasnya energi devilnya menjadi faktor utama penyebab ia tak mampu mengerakkan tubuhnya bahkan hanya untuk menghindar dari kematianya.
"BUCHO AWAS!" teriak Akeno dan Xenovia sambil berlari kearah kingnya berharap mampu menghindarkan sang king dari kematian yang akan menjemputnya.
GREP,,
"yare-yere,, itu sangat berbahaya, kau tau gagak!" ucap Naruto yang ntah sejak kapan sudah berada didepan Rias dan menangkap dengan tangan kosong tombak cahaya Kokabiel.
"k-kau"cicit Rias, terlihat di matanya wajah tegas Naruto yang sedang menatap tajam Kokabiel, dan entah mengapa terlihat 'tampan'.
"Bucho kau aik-baik saja" tanya Akeno. Ia terlihat sangat khawatir dengan keadaan kingnya. Dan teguran Akeno berhasil menarik paksa Rias dari imajinasi fantasinya.
'apa yang kupikirkan,, Issei jau lebih tampan dari dia,,tapi,,?' pikir Rias samil melirik kembali wajah Naruto.
"Bucho, d-dia " gumam Xenovia yang masih bisa didengar oleh Rias dan Akeno
Mendengar gumaman Xenovia mereka berdua langsung mengarah kan pandanganya pada objek yang saat ini di tunjuk Xenovia
"d-dia,, mustahil" kaget Rias.
"are,, sugoi Naruto-kun," komen Akeno, dapat terdengar nada kekaguman dari suaranya.
Kokabiel pov.
b-bagai mana mungkin? Dia dapat menahan tombak cahayaku dengan tangan kosong. Sekuat apa iblis itu?' pikirku saat melihat seorang iblis dapat menangkap tombak cahayaku dengan muda, pasti ada yang salah disini cahaya merupakan racun dari semua iblis, tapi dia?
Ku tajamkan pandanganku pada sosok penganggu tersebut,, mata berbeda warna,rambut kuning emas ,,heem hanya seorang yang mempunyai ciri-ciri tadi' j-jangan-jangan d-dia'
Kokabiel pov end
"ada apa gagak? Apa kau lupa dengan orang yang telah motong satu pasang sayap kebangaan mu?" kata Naruto dengan datar, Sharinganya menatap tajam sosok Fallen Angel di atasnya.
"K-KAUUUU?" teriak Kokabiel , yah hanya satu makhluk yang berhasil mematahkan sayap kebangaanya, namun sepengetahuanya dia telah mati dan ia telah membunuhnya dengan tanganya sendiri.
"cih,, akhirnya kau ingat juga,,, sekarang akan ku balaskan kesakitan Kalawarner-chan dengan menghabisimu"
Pertarungan kedua sang Shinobi vs Falen Angel akan memasukki babak kedua,, apakah sang shinobi mampu mengungguli sang Falen Angel atau sebaliknya ia akan kembali menelan kekalahan keduanya?.
TBC
A\N: l am come back hehehe{ketawa2 gaje}
Wahhhh gomen kalau kelamaan,,modemnya di gondol tikus pala item si jadi harus nunggu deh.
Disini xenovia sudah masuk tim Rias{jangn protes}
maaf lo masih ada typo,tp gw dah berusaha lho {swer}
Peningkatan pada sharingan naruto akan mengikuti jumlah kapasitas chakra naruto dan emosinya.
Sebagian orang sudah tau lo naru dah gak buta tapi ada sebagian lagi yang belum tau,
Masalah pair mungkin harem,,gomen lo ada yang gak suka,,
Maaf gak bisa bales semua review,, lo mau tanya mending lewat PM atau fb ja, gw males nulisnya hehehe
" dan berikan komentar kalian untuk chapter ini"
Oh iya gw kepikiran mau lanjutin cerita ni pa gak,, masalahnya leptopnya sering sakit dan Obatnya juga mahal.. menurut kalian maulanjut pa stop hem?
Lo mau lanjut jadwal updetnya agak lama,, jadi bagai mana?
