Chapter 7: Magis and Chakra -Dai Rasendestuction.
"New life and New War"
Disclaimer : Naruto dan Hight School DXD, Bukan punya saya tapi
:Masashi Kishimoto
: Ichiei Ishibumiuncak.
Warning: gaje,abal,typo,dan alur nyeleneh. Melenceng dari canon,ooc,oc dll
Summary:Naruto yangg telah menyegel chakra Madara,Obito,dan Juubi didalam tubuhnya akhirnya mencapai pada ambang batasnya,bukanya mati tapi ia malah terkirim ke dimensi lain dengan kondisi yang berbeda jauh,;
Wuusssyyyy,,,,,,
Udara malam terasa sangat dingin di area halaman Akademi Kuoh. Kedua kubu yang tadi sempat berseteru masih diam pada posisi semula. Di antara mereka belum ada yang kembali menghunuskan taring mereka masing-masing. Kokabiel masih setia melayang di udara, menatap dengan tajam sosok pemuda yang pernah menorehkan luka yang teramat dalam pada kehormatanya, sekaligus sosok yang pernah ia bunuh dengan tanganya sendiri, kini tepat berada di depan Tim Rias. Seakan-akan menjadi tameng hidup untuk keluarga iblis si rambut merah.
"u-um Naruto-kun!" paggil Akeno.
"hem?" respon Naruto tanpa menoleh ke sumber suara, ia masih menatap tajam sosok Falen Angel yang terbang diatas mereka, takut-takut akan ada serangan kejutan yang kembali dilancarkan sosok tersebut.
"Apa tak masalah kau memegang tombak cahaya itu dengan tangan kosong?" tanya Akeno kembali. Dan direspon angukan oleh Rias dan Xenovia yang masih belum mengerti bagaimana sosok didepan mereka bisa kebal dengan tombak cahaya, yang notabene merupakan racun bagi kaum iblis.
"he'em,,,benda ini ya" balasnya seraya mengacungkan senjata Kokabiel kedepan muka Akeno yang berada tepat di belakangnya, namun jika diperhatikan dengan teliti tangan yang memegang tombak sakral tersebut sedikit bergetar, entah karena apa.
"N-naruto-kun,, jauhkan benda itu dariku!" kaget Akeno, saat Naruto seenak udel nya mengacungkan tombak cahaya itu tepat didepan wajah Akeno, tidak sadarkah ia bahwa itu benda yang tabu untuk iblis seperti dirinya?.
"A-akeno-senpai,,!"
"Ada apa Naruto-kun?"
"i-ini PANAS SEKALI!" teriak Naruto sambil membuang tombak cahaya di tangan kananya kesembarang arah dan di teruskan dengan berjongkok sambil meniup-niup tangan malangnya di sertai dengan airmata anime yang mengalir deras dari kedua iris blue safirnya.
"a-are,,,?" respot tim Rias, setelah melihat dan mendengar pengakuan jujur dari sang pahlawan yang langsung membuat mereka sweatdrop seketika.
Tim sitri
Plak,,,
Masing-masing anggota Tim Sitri secara kompak menepuk kening mereka sendiri setelah melihat kelakuan dari keluarga baru mereka.
"Baka kiiroi!" gumam Yuma.
"Naruto-kun bodoh!" gumam Tomoe.
"BAKA NII-SANNNN!" teriak Kuruko dengan wajah memerah.
"Baka!" gumam Sona,Tsubaki,Momo dan Saji kompak.
"hihihi,,," dan ini lah satu satunya respon positif dari Bennie dan Reya" di lebih bodoh dari Saji" tambah Reya dan di balas angukan oleh Bennie. Ok ,Lupakan soal respon positifnya.
AREA PERTARUNGAN
"hahahaha,,,dasar bodoh" tawa Kokabiel mengelegar saat melihat adegan nyeleneh dibawahnya' heh,,tadinya ku pikir ia bener-benar tak mempan dengan tombak cahaya'.
"Grrrrrrr,,, DIAM KAU GAGAK JELEK,,,!" umpat Naruto pada Kokabiel.
"ne-ne Naruto-san,,,apa kau lupa kalau kita bangsa iblis lemah terhadap cahaya?" tanya Rias yang telah selesai dari acara sweatdrop rianya'apa Sona tak menceritakan kelebihan dan kekurangan menjadi iblis ya?'
"are,,aku tau itu, tapi aku hanya ingin tampil keren didepan kalian saja" aku Naruto dengan wajah sedikit memerah.
"Kau tidak keren,,, tapi bodoh" timpal Xenovia dengan blak-blak kan.
Dan ucapan Xenovia sukses menbuat sang Uzumaki kembali berjongkok dengan aura suram sambil mengambar lingkaran-lingkaran kecil dengan jari telunjuk di tanah ,seraya bergumam,,,
"kenapa? Padahan aku hanya ingin tampil cool seperti si teme, kenapa malah hinaan kembali yang aku dapatkan hiks,," ratapnya, disertai dengan kembali mengalirnya air mata dari kedua blue safirnya.
Dan untuk kedua kalinya Tim Rias dan Sitri kembali dibuat sweatdrop atas kelakuan iblis baru tersebut.
"Cukup sudah basa-basinya,,sekarang akan ku habisi kau untuk selama-lamanya!" dengan deklarasi itu Kokaiel langsung melesat kearah tim Rias dan Naruto dengan tombak cahaya di tangan kanannya.
Melihat musuh datang, Naruto langsung mengambil posisi siaga. Menatap tajam Kokabiel yang saat ini menukik dengan kecepatan tinggi kearah mereka dengan sharingan untuk mengantisipasi pergerakan dari sang Falen Angel.
"Untuk saat ini lebih baik kalian duduk manis saja, pulihkan stamina kalian karena ini tak akan selesai dengan mudah!" perintah Naruto pada Tim Rias yang sudah mengambil posisi bertempur meski dalam keadaan yang kurang baik.
"tap-"
"Jangan membantah,,, dalam kondisi kalian saat ini, kalian hanya akan menjadi beban!" tambah Naruto memotong argumen Rias. Dari nada bicaranya ia tak ingin ada penolakan.
Ia tahu, ia sendiri mungkin tak akan bisa menang melawan Kokabiel, tapi melihat keadaan Tim Rias saat ini, itu malah akan semakin merepotkan baginya jika memaksakan tim Rias untuk ikut bertarung. Itu sama saja dengan ia mengumpankan mangsa pada sang Predator, yang jelas-jelas merugikan dirinya.
Mendengan permintaan atau lebih tepatnya perintah dari Naruto Tim Rias mau tidak mau memilih mundur. Meski engan mereka akui, ucapan dari iblis emo didepanya ini sangat benar , dengan kondisi mereka saat ini mereka hanya akan mengantarkan nyawa pada Kokabiel.
"Akeno, kau bawa Issei-kun dan Kiba!" mendengar perintah dari Kingnya, Akeno memapah Issei dan Kiba di kedua pundak nya",,, dan Xenovia, kau bawa Asia dan Koneko!,,kita mundur dulu untuk saat ini!"
"ha'i Bucho" mereka bertiga pun melompat mundur menjauhi tempat pertarungan Naruto dan Kokabiel' semoga berhasil Naruto-san'
"ganbatte Narutokun!" ucapan penyemangat itu terlontar dari mulut Akeno sebelum ia ikut melompat mengikuti timnya yang telah terlebih dahulu menjauh.
"hem"
"GLORIA"
Melihat Tim Rias yang sudah menjauh dari area pertarungan, Naruto kembali mengalihkan pandanganya pada Kokabiel. Ia mulai memutar otaknya untuk menentukan setrategi apa yang harus ia gunakan agar bisa mengalah kan sang Falen Angel di depanya dengan cepat tanpa ada korban lain dari pihaknya.
"MARI KITA MASUKI BABAK KEDUA, BOCAHH!" teriak Kokabiel lantang, ia tak menghiraukan mangsa utamanya yang sudah menjauh, kini yang tertanam diotaknya adalah menuntaskan pertarungan dan hasrat bertatarungnya dengan pemuda di depanya.
Tranggg,,,,,
Dentingan logam terdengar saat tombak cahaya Kokabiel tertahan katana hitam milik Tomoe.
Mata merah Kokabiel menatap tajam Naruto yang saat ini balas menatapnya dengan kedua iris berbeda warna miliknya dengan tajam pula.
"YEAHHHH!"
Traak,,,,,
Tombak cahaya sang Falen Angel patah setelah mendapat hentakan keras dari Naruto. Bukan hanya itu, hentakan itu juga sekaligus mendorong kembali sang Falen Angel terbang kebelakang.
Melihat maha karyanya dihancurkan dengan mudah Kokabiel kembali membentuk cahaya, namun kali ini bukan tombak melainkan seuah pedang cahaya.
Trang,,,,
Tepat waktu!,,,sesdikit saja terlambat menciptakan pedang cahayanya, saat ini mungkin kepalanya akan terlepas dari badan nya karena tebasan katana Naruto yang mengarah ke salah satu daerah vitaalnya tersebut(leher).
'cepat' batin Kokabiel.
Membuang semua spekulasinya tentang kecepatan Naruto, Kokabiel kembali menciptakan pedang cahaya di tangan kirinya dan langsung menebaskanya ke bagian perut kanan Naruto, namun dengan sharingan yang telah mencapai dua tomoe. Naruto dengan muda menahan pedang tersebut dengan kunai mengunakan tangan kirinya yang bebas.
Wusss,,,,,
Kokabiel mengambil inisiatif untuk menjauh dengan mengepakkan empat pasang sayap hitamnya, pertarungan jarak dekat bukanlah spesialisnya, jadi ia mengambil jarak cukup jauh untuk menetralisir serangan-serangan dari Naruto.
Sring,,sring,,,sring,,,sring,,,
Puluhan tombak cahaya seukuran kaki manusia tercipta di sekeliling Kokabiel, tanpa menunggu lama ia langsung melesatkan puluhan amunisinya pada Naruto yang masih berada di tempat semula.
Melihat tombak-tombak cahaya dalam jumlah banyak mengarah padanya, Naruto segera saja merangsek maju mendekati Kokabiel.
Srak,,srak,,,srak,,,srak,,,
Duar,,duar,,duar,,,
Puluhan tombak cahaya berjatuhan, seperti hujan yang mengarah ke sosok pemuda yang saat ini bergerak dengan lincah menghindari hujan cahaya tajam tersebut, ia juga sesekali menebas benda berwarna keunguan yang mengarah padanya dengan sebuah katana hitam di tangan kananya agar terhindar dari tombak-tombak cahaya yang mengincar nyawanya. Tombak cahaya yang tak mengenai targetnya menancap di tanah kemudian meledak kan energi yang cukup kuat untuk menghancurkan satu bangunan.
Naruto pov.
'cih, jika situasinya terus seperti ini, maka akan merugikanku. Ia tipe jarak jauh dan aku jarak dekat, satu-satunya cara untuk mengalahkanya adalah mendekatinya dan memberikan serangan secara langsung' ku sarungkan kembali katana Tomoe ketempatnya, lalu ku keluarkan empat shuriken dengan kawat baja tipis' semoga ini berhasil'.
Normal pov.
"hahaha,,, kau sama saja dengan bocah Naga itu, kau tak akan mampu mengalahkan ku, hahahah,,," ejek Kokabiel saat melihat Naruto yang bersusah payah menghindari tombak-tombak cahaya yang kembali ia luncurkan.
"JANGAN SAMAKAN AKU DENGAN BOCAH MESUM ITU GAGAK JELEK"
Suttt,,,suttt,,sutt,,suttt,,,,
Empat shuriken sukses diluncurkan Naruto kearah Kokabiel meski ia dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk menyerang akibat tombak-tombak cahaya yang terus berdatangan seperti tak ada habisnya.
"heh,,,kau pikir dengan mainan itu kau dapat melukaiku , bodoh!"
Trank,,trang,,,
'dapat!' pikir Naruto girang
Dua shuriken berhasil ditepis Kokabiel dengan pedang cahaya di tangan kananya dan dua lagi ia biarkan melewati nya begitu saja'cara yang sama tak akan mempan dua kali padaku' pikir Kokabiel yang menatap tajam dua shuriken yang melewatinya. Ia tak mau kejadian yang menimpa sayap malangnya terulang kembali' tidak berubah!' tambahnya dalam hati saat melihat dua shuriken yang melewatinya menancap di belakang tempat penampungan air diatas gedung akademi Kuoh.
"hehehe,,,apa ada yang lai- eeh N-NANI!" sepertinya Kokabiel harus menelan kembali semua kesombonganya saat dua buah benang baja melilit dengan kuat tubuhnya, membuat ia tak bisa mengerakan keempat sayapnya. Otomatis keadaan tersebut membuatnya tak dapat bergerak bebas seperti sebelumnya.
"heh,, maaf saja ya, aku tak akan mengulangi cara dulu lagi, dan sepertinya prediksimu meleset. Gagak?"
Seeerrrrrr,,,,,
Tubuh Kokabiel tiba-tiba tertarik dengan kuat kebelakang saat Naruto menarik kedua tanganya yang memegang ujung benang baja tersebut kebelakang.
"ARGGGGG,,, LEPASKAN AKU, BERENGSEK!" teriak Kokabiel saat tubuhnya tertarik semakin kuat kearah tampungan air di atap akademi Kuoh.
DUKKK,,,
"ugh,,,s-sial,, benda ini kuat sekali" gerutu Kokabiel yang masih berusaha melepaskan lilitan benang baja yang mengikatnya.
"Katon: Karyuu Endan"
Teriakan Naruto yang menyebutkan salah satu jutsu apinya berhasil mengalihkan Kokabiel. Iris merah nya melebar saat melihat kobaran api yang terlihat sangat panas mengarah langsung padanya, kobaran api tersebut memanfaat kan media kawat yang melilitnya sebagai laju jalurnya.
"KEPARAT,, LEPASKAN AKU!" Kokabiel semakin meronta saat kobaran api tersebut semakin mendekatinya, namun nihil, benang baja yang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi kualitasnya itu tetap setia melilitnya tanpa merengang sedikitpun.
Kokabiel pov.
's-sial,, ayo lepaslah kawat sialan,, kenapa kuat sekali!' rutukku.
Kualihkan pandanganku kearah api yang setiap detik semakin mendekat kearahku.'ini gawat!sial, bocah itu,,ia mengunakan empat benda tadi untuk mengecohku, ia sengaja melemparnya meleset agar bisa menjeratku dari sisi kiri dan kanan dengan benang sialan ini, cih,, dia lebih kuat dan penuh perhitungan dari pertama kali kami bertarung'
'Tak ku sangka aku akan mengunakan itu, tapi jika tak ku gunakan aku akan kalah'
Normal pov.
BLARRRRRR,,,,,,
Ledakan besar terjadi, saat kobaran api besar tersebut mengenai sang target. Ledakan tersebut membuat tampungan air yang menjadi sarana penahan Kokabiel ikut hancur saat menerima jutsu mematikan dari Naruto. Air yang berhamburan langsung menguap saat terkontaminasi suhu panas, menciptakan kabut yang lumayan pekat di area tersebut.
"hah,,hah,, berhasilkah?" tanya Naruto entah pada siapa. Saat ini ia masih menatap tajam tempat berlabuhnya jutsu tadi dengan tajam, sharinganya masih tetap aktif mencari sesuatu yang mencurigakan di area tersebut. Ia yang berdiri di dahan pohon besar samping gedung tidak dapat melihat dengan jelas karena terhalang daun-daun pohon dan asap\kabut yang memenuhi area tersebut, jadi ia hanya bisa menunggu apa yang selanjutnya akan terjadi tanpa menurunkan kewaspadaanya.
Tim Sitri
Semua angota Tim Sona memandang tidak percaya akan apa yang telah terjadi, keluarga baru mereka atau seorang iblis yang digolongkan tingkat rendah karena hanya mengkonsumsi satu pion, mampu mengalahkan sosok Falen Angel sekaliber Kokabiel yang bahkan telah mencicipi pahitnya perang terbesar yang melibatkan Fraksi mereka. Benar-benar mengejutkan.
"d-dia me-mengalahkanya?, ini pasti mimpi!" cicit Saji. Ia tak akan percaya bila tidak melihatya secara lagsung.
"nii-san" gumam Kuruko.
Sama seperti Saji, mereka tak menyangka akan hasil pertarungan berat sebelah tersebut jika tak menyaksikan secara live, semuanya bahkan Sona pun shok atak kemampuan Naruto. Ia memang yakin bahwa budak barunya itu kuat, namun ia tak menyangka akan sekuat itu.
Tim Rias
Sama halnya dengan Tim Sitri, Tim Rias juga hanya bisa terbengong akan hasil pertarungan tersebut. Sosok musuh yang tak mampu mereka kalahkan meski dengan tujuh anggota mereka, kini dapat dikalahkan oleh iblis kelas rendah yang hanya mengkonsumsi satu pion? , ini benar-benar Mustahil. Hey,,, ia bahkan belum seminggu menjadi iblis!
"a-Akeno,,d-dia,,,"
"y-ah Bucho,,dia sangat kuat" meski Rias tak menyelesaikan ucapanya Akeno tetap menjawab pertanyaan abstrak dari sang King, ia dapat menduga akan apa yang di tanyakan oleh Rias tentang pertarungan tadi, mengarahkan padanganya ke sosok penyebab situasi tersebut, Akeno kembali teringat pertemuan pertama dengan pemuda itu, mengingat kembali tekat bajanya, kemauanya dan ambisinya. Tanpa sadar berhasil menciptakan seulas senyum tulus di paras cantik Akeno.
' Naruto-kun' serunya dalam hati.
'heh,,jangan menilai buku dari sampulnya!,,,sekarang aku mengerti arti ucapanmu selama ini sensei!' pikir Xenovia, melihat sosok yang selama ini selalu dipandang sebelah mata oleh orang lain'bahkan dirinya' kini bertransformasi dari seekor tikus yang selalu bersembunyi dalam lubang gelap nan sempit, kini menjelma menjadi seekor singa yang mampu menakhlukan seekor Hayna. Kini ia mengerti akan arti dari ajaran yang pernah diberika salah satu pastor\senseinya dulu saat ia masih menjadi seorang hamba Tuhan.
'bukanya dia buta?' Rias mengalihkan perhatianya dari atap gedung ke tempat Naruto berada sekarang' tapi sejak pertama muncul ia tak menunjukan gejala-gejala atas kekuranganya'
"Bucho!"
"hem?"
"apa benar dia buta? "
"hah,, entahlah Xenovia, dari observasiku sekilas tentangnya disekolah, dapat kupastikan bahwa ia memang buta,,,tapi sekarang, akupun ragu dengan pendapatku ini. Ia bisa menangkap tombak cahaya yang mengarah padaku dengan tepat dan ia juga bisa menghindar dan menyerang Kokabiel dengan sempurna. Dan itu sangat mustahil bisa dilakukan oleh mahluk yang mengalami kekurangan dengan penglihatanya,, meskipun itu iblis sekalipun."
Back to fight
Asap hasil ledakan perlahan menipis, kini dapat terlihat dengan jelas jejek-jejak kerusakan akibat jutsu Naruto. Tempat penampungan air yang awalnya berdiri dengan kokoh, kini terdapat lubang mengganga yang lebar ditengahnya, lantai atap tersebut jebol kebawah dan benda-benda di area tersebut kini berubah warna menjadi hitam arang serta tak lupa juga tubuh Kokabiel yang tergeletak tak berdaya dilantai dengan ke empat pasang sayap hitamnya yang telah musnah. Meski mengalami luka yang tidak bisa diangap remeh, namun ia jelas masih hidup.
Perlahan namun pasti ia mulai berdiri, meski terhuyung-huyung namun ia seperti tak mau menyerah, hingga akhirnya ia berhasil.
"k-kau uhuk,,uhuk,,s-semakin k-kuat s-saja bocah uhuk,,uhuk" darah mengalir deras dari mulutnya saat ia mengucapkan pujian tersebut, luka bakar disebagian wajahnya membuat penampilanya semakin terlihat lebih horror dari sebelumya.
"uhuk,,t-tapi a-aku uhuk,, tak m-mau mati disisni he,he,he uhuk,,uhuk" setelah itu ia memasukkan tanganya kesaku celananya, mengeluarkan sebuah botol kecil berwarna hijau tua,
"Dia benar-benar kuat" gumam Naruto." ,,,dan benda apa itu?"
Naruto memincingkan matanya saat Kokabiel secara perlahan meminum cairan hijau dari botol yang ia ambil.
WUSSSSSSSSSS,,,,,,,
Angin tiba-tiba bergejolak sesaat setelah Kokabiel meminum cairan aneh dari botol kecil tadi.
"a-apa ini,,tekanan kekuatanya meningkat!" kaget Naruto saat melihat energi besar yang tiba-tiba meledak dari tubuh Kokabiel. Merasakan firasat buruk atas perubahan tersebut, ia langsung melempar beberapa kunai sebelum kembali melesat kearah Kokabiel.
Trang,,trang,,trang,,,
Kunai-kunai yang melesat kearah Kokabiel terpental dengan mudah, saat Kokabiel menepisnya hanya dengan tangan kosong.
Trannggggg,,,,
Serangan mendadak Naruto masih bisa ditahan dengan pedang cahaya yang ntah sejak kapan tercipta di tangan kiri Kokabiel. 'ughh,,tenaganya meningkat' pikir Naruto saat tebasan katanaya dapat ditahan Kokabiel dengan mudah, bahkan setelah menggalirkan chakra pada seranganya Kokabiel masih bisa menahanya dengan mudah tanpa bergerak satu incipun dari tempatnya berdiri.
"khukhukhu,, ada apa bocah, apa hanya ini hem?"
Suara berat yang berisi akan hinaan itu keluar dari mulut Kokabiel disertai dengan seringai mengerikan, hilang sudah kesan kesakitan yang tadi sempat tergambar diwajahnya. Jika dilihat dengan cermat, fisik Kokaiel sedikit mengalami perubahan setelah meminum cairan aneh tadi. Matanya tidak berwarna merah lagi melainkan hitam gelap tanpa pupil,wajah dan tubuhnya dipenuhi sisik-sisik seperti ular berwarna kekuningan dan aura ungu terus menguar dari tubuhnya.
Dukkk,,,
"ugh"
Tendangan yang cukup kuat disarangkan Kokabiel tepat di daerah pingang Naruto, dan menyebabkan sang korban terlempar jauh kebelakang.
"uhuk,,cih,,tenaganya besar sekali!" darah segar mengalir dari mulut Naruto, tendangan tadi sepertinya memberi efek yang lumayan parah hingga membuat Naruto memuntahkan darahnya.
'jadi ini kekuatan yang di magsud mereka untuk mendukungku, benar-benar luar biasa, kekuatanku meningkat secara drastis, inikah efek dari darah Naga?' gumam Kokabiel saat menrasakan energi besr yang mengalir di dalam tubuhnya.
Yah,,, darah Naga adalah salah satu media untuk meningkatkan kekuatan seseorang dengan singkat, darah naga tidak sama dengan darah lainya yang pada umumnya berwarna merah, melainkan hijau. Seseorang yang telah mengkonsumsi darah Naga dapat diketahui dari beberapa perubahan fisik nya yaitu, tubuh membesar namun itu tergantung berapa jumlah yang kau konsumsi, sisik-sisik akan tumbuh di sebagian tubuh si pemakai, mata menjadi hitam kelam tanpa pupil, dan yang pasti kekuatannya akan meningkat berkali-kali lipat. Namun meski efeknya sangat hebat pengunaan darah Naga tidak bertahan selamanya, efeknya hanya akan bertahan beberapa menit saja, dan jika efeknya habis maka sang penguna akan kehilangan energi hidupnya, tapi lain lagi bila ia abadi, atau memiliki umur yang panjang, ia hanya akan kehilangan tenaga nya untuk beberapa hari kedepan.
Kokabiel yang mengetahui tengang waktu kekuatan tersebut pun tak ingin membuang kesempatanya. Ia masih ingin hidup lebih lama untuk menyaksikan Gret War volume 2 yang pasti akan mengasikkan menurutnya.
"HAHAHAHA,,,sekarang tak ada lagi kesempatan untukmu menang iblis tengik,,,!dengan kekuatan ini, akan kumusnahkan kau dan mereka secepatnya!"
Wusssss,,,,
Dengan kecepatan yang mustahil Kokabiel langsung menukik dari atas gedung ke arah Naruto yang saat ini sudah memasang kuda-kuda bertarungnya kembali.
Menempatkan katana hitam ditangan kanannya dan kunai di tangan kirinya, ia bersiap menerima serangan langsung dari Kokabiel.
Trang,,,,
Tertahan,,,,tebasan fertikal yang dilancar Kokabiel masih bisa tertahan oleh katana ditangan kanan Naruto.
"masih belum" dengan secepat kilat Kokabiel melayangkan tendangan melintang kearah pingang kiri Naruto.
Bukkk,,,
"ugh,,sial" meski telah membangkitkan sharingan dua tomoenya, serangan Kokaiel masih terlalu cepat untuk bisa di baca, serangan itu telak mengenainya dan meenyebabkan ia terlempar kebelakang kearah pohon besar tempat ia tadi menjerat Kokabiel.
Tap,,
Mendarat sempurna di batang pohon tersebut dengan bantuan chakra dikakinya . Naruto langsung menajamkan pandanganya kedepan, dapat ia lihat Kokabiel yang melaju kembali kearahnya dengan sangat cepat.
Seeettt,,,seeettt,,,
Wusssss,,,
Merasa bahaya datang, Naruto yang masih berdiri dengan posisi mendatar langsung melemparkan kunai di tangan kirinya dan mengambil jeda sedetik ia juga melemparkan katananya di belakang kunai sebelum di ikuti dengan tubuhnya yang juga ikut melesat kearah Kokabiel.
Trang,,, suara dentangan kunai yang berhasil di tepis Kokabiel keatas dengan pedang cahaya.
Sret,,,
Seeettt,,,
Katana yang juga mengarah pada kepala Kokabiel ditangkap dengan mudah, setelah itu ia langsung melemparkan kembali kearah Naruto yang juga melesat Kearahnya dengan cepat, namun tak secepat dirinya.
Sret,,,
Trank,,
Naruto dapat menankap kembali katana Tomoe yang dikembalikan Kokaiel dan langsung ia gunakan untuk menahan pedang cahaya Kokabiel yang berniat memengal kepalanya.
Melihat seranganya kemali gagal, Kokabiel menyabetkan kembali pedang cahaya ditangan kirinya, Namun masih bisa dihindari Naruto dengan menunduk. Mendapat sedikit celah ia langsung menebaskan katananya ke parut Kokabiel.
Trang,,,,
Serangan Naruto masih bisa ditahan oleh Kokabiel dengan pedang cahaya ditangan kirinya, dengan tanaga yang besar ia menyentakkan pedang cahaya yang menahan katana Naruto, dan itu berhasil membuat Naruto mundur beberapa langkah kebelakang akibat kalah tenaga. Kokabiel yang melihat itu lagsung menusukkan pedang cahayanya lurus.
Trank...
Dan masih dapat ditahan oleh Naruto, tidak kehabisan akal Kokaiel lalu memutar tubuhnya dan melakukan tendangan lurus kearah dada Naruto.
Tap,,,
Dengan timeing yang tepat, Naruto menghindari tendangan Kokabiel dengan melompat keatas,setelah itu mengunakan kaki Kokabiel yang masit terjulur sebagai pijakan untuk mmelontarkan tubuhnya lebih tinggi keatas.
Setelah beberapa meter diatas Kokabiel, Naruto langsung melempar beberapa kunai kerah kepala Kokabiel yang saat ini tengah mendongkakan kepalanya kearanya.
Seeettt,,seettt,,,settt,,,setttt,,,
Kokabiel yang melihat serangan datang kearahnya hanya mengeser badanya beberapa langkah kebelakang, dan berhasil membuat kunai-kunai Naruto menancap ditanah berjarak beberapa langkah dari Kokabiel.
"hahaha,,,hanya itu iblis,, membo-"
"KATSU"
Cesssss,,,
Duar,,duar,,duar,,duar,,,
Ledakan beruntun dari Kunai-kunai yang telah dililit kertas peledak itu membungkam segala macam ocehan Kokabiel.
Tim Rias
Para iblis bertina yang tersisa dari Tim Rias membelalakan mata mereka saat serangan tak terduga dari Naruto kembali mengenai telak Kokabiel.
"Astaga,,meski dengan kekuatan yang tertingal jauh, dia masih bisa mengimbangi Kokabiel" kagum Rias.
"yah,,ia sepertinya sadar, jika melawan Kokabiel dengan kekuatan ia akan kalah, maka dari itu ia memilih melawan nya mengunakan kecerdasan otaknya" tambah Xenovia yang melihat pertarungan didepanya dengan serius.
"ara,,ara,,tipikal keluarga Sitri ya Bucho?" tanya Akeno pada Rias yang saat ini tengah fokus menyaksikan pertarungan mendebarkan didepanya.
"yah" jawab singkat Rias' Sitri ya,, inilah kelebihan mereka,, meski dengan kemampuan yang tidak begitu menonjol, namun kecerdasan mereka sangat mengerikan!' pikir Rias yang mengakui keunggulan tim Sona dalam segi kecerdasan.
Back to fight
Naruto masih melayang diudara, tatapan matanya tetap tajam meski sang musuh telah terkena telak seranganya, kondisi Kokabiel tidak dapat terlihat akibat tebalnya asap hasil ledakan tadi dan itu membuatnya semakin waspada.
Srakkk,,,
"?"
Sebuah tombak cahaya sebesar tiang listrik yang tiba-tiba muncul menembus kepulan asap dibawah Naruto nyaris menembus perutnya jika saja ia tak memutar tubuhnya dengan cepat kearah kiri.
"boleh juga, bocah" bisikan di belakang telinganya membuyarkan konsentrasi yang ia pertahankan sejak awal pertarungan.
'N-nani,,sejak kapan' pikirnya gelisah.
Dengan secepat yang ia bisa, Naruto membalik tubuhnya yang masih melayang di udara untuk bisa menahan atau menghindar segala macam serangan yang akan di lancarkan Kokabiel. Namun,,,
Bukkk,,,,
Tinju yang sangat keras dari tangan kanan Kokabiel yang terselimut aura ungu pekat tak mampu ditahanya dan sukses mengenai pipi kanan Naruto.
"ugh" kekuatan tinju yang luar biasa dari Kokabiel membuat Naruto terlempar ke arak kolam hias tempat dimana tim Rias berada.
Brak,,,,, byuur,,,
"NARUTO-SAN\ NARUTO-KUN" teriakan khawatir tim Rias. Dengan segera mereka menghampiri Naruto yang saat ini tengah berlutut dengan keadaan basah kuyup. Dari mulut nya mengalir darah segar, pipi kanannya tampak membiru dan dari pelipis nya mengalir juga darah segar yang kemungkinan terbentur patung kepala Naga yang ada di tengah kolam hias tadi.
Byur,,,
Tanpa basa basi Akeno langsung melompat kedalam kolam tempat Naruto terdampar.
"uhuk,, tenaglah a-aku baik-baik s-saja uhuk,," meski menjawab demikian Akeno tau bahwa keadaan pemuda didepanya tidak sesuai dengan apa yang tadi ia katakan, terbukti dari darah dalam intensitas yang banyak terus mengalir dari mulutnya setiap kali ia terbatuk.
"Kauu!,, berhentilah bersikap sok kuat!" bentak Akeno yang langsung memapah Naruto untuk keluar dari kolam buatan tersebut.
"Kau baik-baik saja?" tanya Rias sesaat setelah Naruto keluar dari kolam.
"uhuk,,d-dia kuat s-sekali!" jawab Naruto dengan susah paya. Saat ini ia tengah berbaring di pangkuan Akeno, sementara Akeno menyalurkan energi iblisnya kearah pipi kanan Naruto berharap dapat mengurangi kerusakan yang di timbulkan pukulan gila Kokabiel.
"Kekuatanya menjadi berlipat-lipat dari sebelumnya" ucap Xenovia yang berjonkok di samping Naruto.
"yah, kekuatan ya bertambah sesaat setelah meminum cairan aneh tadi" tambah Rias.
"hahaha,, sekarang kau sudah tidak bisa apa-apa lagi bocah iblis, kau kalah!. Sama seperti waktu itu,, kau kalah! hahaha" deklarasi Kokabiel saat melihat Naruto yang tenganh di sembuhkan oleh Akeno..
""hehh,,sepertinya aku butuh bantuan kalian utntuk mengalahkanya!" suara Naruto membuat mereka yang awal nya memandang tajam Kokabiel, kembali mengalihkan pandanganya kearah budak Sona yang kini perlahan-lahan bangkit kembali dibantu Akeno.
"Kapanpun, kami siap membantumu Naruto-san" jawab Rias dengan senyum.
"Begitulah seharusnya" tambah Xenovia seraya mempererat gengamanya pada gagang Durandal kebangganya.
"tapi, bagaimana dengan keadaan kalian? Bukankah kalian terluka cukup parah tadi?" sela Naruto.
"Tenang saja Naruto-san keadaan kami sudah lebih baik dari tadi" jawab Rias' kau beruntung memilikinya Sona, selain kuat ia juga sangat baik' . jika boleh jujur, dirinya agak menyesal saat ini karena tidak menjadikan Naruto sebagai salah satu keluarganya, saat itu ia terlalu fokus pada Issei sehingga mengabaikan potensi besar yang dimiliki pemuda didepanya.
"hem,,tenaga ku juga sudah pulih, kita bisa menghajarnya bersama sekarang, Naruto-kun" tambah Xenovia dengan senyum tulus, tanpa sadar ia menyebutkan akhiran kun bukan lagi san.
"yah Naruto-kun,, pertarungan mu sebelumnya sudah cukup memberi waktu buat kami untuk memulihkan diri" sambung Akeno dengan senyum manis.
"Percuma saja iblis-iblis sialan!, sekarang aku berbeda dengan tadi, kalian akan mati" ucap Kokabiel dengan seringai mengerikanya.
"heh,,jangan sombong kau Kokabiel, sebesar apapun kekuatan mu, dengan kerja sama tim kami, aku yakin kau dan kekuatan mu akan mampu kami gulingkan" balas Rias dengan lantang disertai dengan latar hujan petir di belakangnya.
"apa-apan background itu?" gumam Naruto dengan agak keras.
"itulah keindahan iblis saat bertarung Naruto-san" dusta Rias dengan senyum meyakikan.
"waoww,,,apa aku juga bisa ya?!"
'mudah sekali ia di tipu' batin semuanya saat Naruto menanggapi ucapan Rias dengan tampang sok serius.
"cih,,besar mulut juga kau Gremory,,,tapi fakta nya kalian tetap akan mati!"
Sebuah tobak cahaya sebesar rumah berwarna hitam keunguan tiba-tiba tercipta diatas Kokabiel,,tak hanya itu saja, ratusan tombak yang sama dengan ukuran yang lebih kecil juga ia ciptakan mengelilingi dirinya.
"Bagaimana sekarang hem?" tanya kokabie, meremehkan.
"Bucho, bagaimana sekarang?" tanya Xenovia.
Sedangkan Rias yang ditanya hanya diam memikirkan strategi yang akan ia gunakan untuk menangani serangan Kokabiel'meski ku gunakan Power of Destruction , aku tetap tak yakin akan bisa memusnahkan semua tombak cahaya yang mengarah ke kami dan resikonya aku akan kehilangan semua energiku, tanpa energi iblisku aku hanya akan menjadi beban untuk mereka' pikir Rias.
"Biar aku yang menahan serangan itu,, kalian lanjutkan sisanya, dan Akeno bersiaplah!" komando Naruto dengan yakin..
"Bagaimana kau bisa menahan serangan sebanyak itu?" tanya Rias sangsi dengan kemampuan Naruto yang saat ini dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
" heh,,serah kan padaku Tomat!"
"hay aku bukan tomat!" protes Rias kesal karena di panggil tomat, namun dihiraukan begitu saja oleh Naruto karena saat ini ia tengah merapal handseal untuk jutsu favoritnya.
" Taju Kage Bunshin No Jutsu"
Poff,,pofff,,pofff,,pofff,,pofff,,pofff,,,
Shok,,dengan mata yang membulat dan mulut menganga mereka menyaksikan bagaimana seorong Naruto bisa mengandakan dirinya menjadi ratusan dengan postur tubuh,struktur wajah bahkan aura yang sama.
"b-bagai mana mungkin?" tanya Xenovia entah pada siapa.
"banyak sekali, i-ini mustahil" gumam Rias tidak percaya.' I-ini kah seorang iblis yang mengkonsumsi satu pion?'
'siapa sebenarnya kau Naruto-kun' batin Akeno, ia memandang Naruto asli yang saat ini tengah mengatur nafasnya yang memburu dengan penasaran.
"BERENGSEK KAU BOCAH!" dengan teriakan itu Kokabiel melemparkan tombak-tombak cahaya tersebut disusul dengan ia yang melesat disertai dengan tombak cahaya paling besar di tangan kananya.
"kalian siap?"
"YOSH" balas semua bunshin Naruto kompak.
"SERANG!" komando Naruto.
Dengan komando sang bos para bunshin Naruto merangsek maju menghadang laju tombak-tombak cahaya Kokabiel.
"kalian bersiaplah, gunakan kesempatan seefisien mungkin untuk menjatuhkanya" kata Naruto pada Tim Rias.
"ha'i"
Setelah mendapat jawaban dari Tim Rias ia langsung melesat dengan cepat kearah Kokabiel sebelum terlebih dahulu menciptakan Rasengan di tangan kanannya.
"maju,,," hea""gagak jelek!"
poff,,,poff,,poff,,
Pofff,,,pofff,,,,pofff,,,
Satu persatu tombak cahaya yang berjumlah ratusan itu menghilang setelah mengenai bunshin Naruto yang berperan sebagai tameng untuk menghentikan laju tombak cahaya Kokabiel. Bunshin yang menghilang meningalkan kepulan asap yang tepal, menganggu jarak panda bagi siapapun yang ada didalam area tersebut,,,namun tidak dengan sharingan.
"cih,,di mana mereka,,asap-asap sialan ini mengangu pandanganku" rutuk Kokabiel saat asap hasil ledakan bunshin Naruto menghalangi pandanganya dari sang mangsa.
"HAH,,BAJINGAN! RASAKAN INI"lelah menunggu asap menghilang akhirnya Kokabiel mengambil inisiatif untuk menerobos asap tersebu dengan mengacungkan tombak cahaya sebesar rumah tersebut kedepan.
Trang,,,,,,
Lajunya terhenti saat tombak cahayanya terhalang sesuatu yang tidak bisa ia tembus'benda apa yang mampu menghalangi tombak cahayaku' pikirnya kaget.
"Maaf gagak, tapi ini tak akan berhasil" desis sebua suara di ujung tombak cahaya Kokabiel. Angin yang tadinya tenang kini mulai berhembus kencang mengarah kearah ujung tombak cahaya Kokabiel.
Saat asap mulai menipis, dapat terlihat diujung tombak cahaya Kokabiel sosok Naruto yang menahan tombak cahaya sebesar Rumah tersebut dengan Bola energi berbentuk sepiral di tangan kananya.
"K-KAU,,BAGAI MANA MUNGKIN?" teriak Kokabie tidak percaya tombak cahayanya bisa ditahan hanya dengan bola sepiral kecil sebesar bola sepak.
"heh,,tidak ada yang tidak mungkin didunia ini gagak" balas Naruto dengan seringainya.
"heyaaaaaaa" tap,,tap,,tap,,tap,,,
Srat,,,,
Xenovia tiba-tiba muncul dari belakang Naruto, ia lalu berlari kearah Kokabiel dengan mendaki tombak cahaya yang saat ini di tahan Naruto, setelah sampai pada tujuanya ia langsung melakukan tebasan mendatar kearah leher Kokabiel. Namun meski serangan yang telah tersusun itu nyaris berhasil, kegesitan Kokabiel mengelak membuat serangan tersebut gagal.
melihat Kokabiel yang terpecah fokusnya Naruto langsung memperbesar tekanan pada tangan kananya.
Krak,,,krakkk,,krak,,,
Tekanan yang kuat dari rasengan Naruto berhasil meretakkan tombak cahaya Kokabiel. Kokabiel yang sadar akan kesalahanya berusaha kembali memfokuskan kekuatanya ketombak cahaya ciptaanya.
Krak,,krakk,,,,, pranggggggg,,,,,
Gagal,,, tombak cahayanya keburu hancur, kalah telak dengan serangan sang lawan. Dengan hancurnya penghalang didepanya memudahkan Naruto untuk semakin mendekati Kokabiel dengan Rasengan yan berputar ganas ditangan Kanannya.
"RASENGGANNN,,,"
DUARRRRRR,,,,,
Ledakan keras terjadi saat bola sepiral itu menghantam tanah. Namun serangan mematikan tersebut gagal mengenai sang target, karena sepersekian detik sebelum mengenai target, Kokabiel berhasil menangkisnya dengan cara menendang tangan kanan Naruto yang memegang Rasengan, alhasil bola tersebut terlempar ke samping dan mendarat di samping gedung kelas.
"sial.."umpat Naruto.
"hahaha sayang sekali-"
"ini belum selesai brengsek!"
Sret,,,sret,,, trank,,trank,,,
Setelah Memotong ucapan Kokabiel, Xenovia langsung mengayunkan Durandal dari belakang tubuk Kokabiel, mencoba memotong pungungnya. Tapi sayang serangantu masih bisa di hindari Kokabiel dengan bersalto kebelakang, melihat seranganya kembali gagal Xenovia langsung memutar tubuhnya dan menyerang Kokabiel secara brutal.
Kokabiel tak tinggal diam, ia menciptakan pedang cahaya ganda di tangan kanan dan kiri untuk membalas serangan terjadilah jual beli serangan diantara mereka berdua.
Trang,,trang,,,trang,,,
Xenovia yang seorang knight sedikit diuntungkan dengan pertarungan jarak dekat ini,. Kokabiel harus menyilangkan pedangnya cahayanya diatas kepala saat Xenovie menebaskan pedangnya secara horisontal.
Trang,,,brukkkk,,,
Besarnya energi suci Durandal, membuat tanah yang dipijak Kokabiel hancur membentuk kawah kecil di bawak kakinya.
"heh,,hebat juga kau iblis" puji Kokabiel" tapi ini akan segera berakhir" tambahnya sambil memngalirkan energi lebih pada pedang cahayanya, ini membuat Xenovia harus rela terlempar kebelakang karena besarnya tenaga Kokabiel.
"Xenovia, merunduk!"
Mendengar aba-aba dari Kingnya, Xenovia merunbuhkan badanya kedepan(tiarap), setelah itu puluhan bola hitam(Power Of Destruction) terbang melewatinya menuju kearah Kokabiel.
Sementara Kokabiel yang melihat energi hitam yang mengarah padanya melompat kebelakang untuk menghindari energi penghancur dari Klan Gremory tersebut.
Duar,,duar,,,duar,,duar,,
Ledakan beruntun kembali terjadi saat energi hitam tersebut menyentuh tanah, namun meski ledakan yang dihasilkan cukup besar sang target tak terkena dampaknya karena ia telah melompat jauh kebelakang dekat kolam hias tempat Naruto tadi sempat mendarat.
Tap,,,
"hahaha hanya itu kemampun Clan Gremory heh,,lemah." Ejek Kokabiel, sambil memandang remeh kearah Rias yang saat ini tenganh mengatur nafasnya akibat terlalu banyak mengunakan energi Power Of Destruction nya.
"Kau salah memilih tempat gagak! ' Suiton: Suirou No Jutsu' "
Air dari kolam hias tersebut tiba-tiba bergerak, dan dengan sangat cepat menangkap Kokabiel, Kokabiel yang tak menyangka musuhnya akan memanfaatkan air yang ada di bawahnya tidak bisa berbuat apa-apa saat seluruh tubuh nya dengan cepat tertutup oleh air yang lama kelamaan membentuk bulat dengan ia didalam nya,tidak bisa bergerak, bernafas dan hanya bisa mengumpat.
"AKENO SEKARANG" teriak lantang Naruto.
Tiba-tiba muncul lingkaran sishir berwarna merah diatas penjara air Kokabiel
" God Thunder"
Setelah Akeno meneriakan sihirnya, lingkaran sihir yang ada diatas penjara air Kokabiel bersinar. Sepersekian detik kemudian listrik berwarna biru dengan intensitas yang gila muncul dari lingkaran sihir tersebut dan langsung menyambar Kobabiel.
DUARRRRR,,,,,
Prank,,prank,,prank,,,
Tanah bergetar,angin berhembus tak beraturan dan kaca-kaca gedung akademi pecah, sihir dari sang pendeta petir memang sangat menakutkan.
" BAGUS SENPAI!" teriak Naruto.
"uhuk,,uhuk,,k-kalian BRENGSEK!" murka Kokabiel, darah hitam merembes dari mulut dan hidung nya ,ia terlihat sangat kacau setelah menerima serangan dari Akeno.
"i-ia masih hidup?" kaget Rias, karena selama ini yang ia tahu serangan dari kartu as Akeno tak pernah melepaskan mangsanya dalam keadaan hidup, tapi ini,,,
"hah,, hah,,,sudah kuduga ini tak akan cukup. Tomat, berikan dukungan mu untuk serangan akhir!" usul Naruto pada Rias yang ada di sampingnya.
"ehhh,,tapi tenagaku sudah terkuras untuk serangan pengalihan tadi!" sangkal Rias.
"haha,,hah,,,chakraku juga sudah terkuras,,aku hanya bisa membuat satu kali lagi rasengan, namun jika hanya dengan chakra ku yang tersisa, aku tak yakin akan bisa mengalakanya. Saat ini keadaanya sedang lemah ini adalah satu-satunya kesmpatan kita." Bujuk Naruto.
"baiklah,, demi mengalahkanya apapun akan ku lakukan,,sekarang apa yang harus ku lakukan" yakin Rias. Kluarga Gremory adalah klan yang sangat menyayangi budak-budaknya, siapa saja yang berani melukai para budaknya ia berjanji akan memusnahkanya tanpa pandang bulu. Itulah yang membuat klan Gremory disegani selain kekuatan Power Of Destructionya. Dan sekarang, adalah saat yang tepat untuk sang Heriees dari keluarga itu untuk menunjukan pada dunia tentang kebenaran ucapan tersebut.
Sementara Naruto yang mendapat persetujuan dari Rias menunjukan senyum Rubahnya sebagai tanda terimakasihnya.
"Bagus,,letakan tanganmu diatas tangan kananku" perintah Naruto dan langsung di ikuti oleh Rias dengan wajah sedikit bersemu, namun karena konsentrasi yang tinggi Naruto tak menyadarinya.
"ok,,alirkan energimu,,, setelah itu padatkan!"
Secara tiba-tiba bola sepiral berwarna hitam kemerahan dengan empat cincin berwarna biru mengitarinya tercipta diatas telapak tangan Naruto yang mengeluarkan bunyi mendering.
"Wowww,,,,indahnya" kagum Xenovie dan Akeno yang baru datang.
"KALIAN uhuk,, JANGAN HARAP BISA MENGALAHKAN KU HAH!" teriak Kokabiel yang belum mau menyerah meski dengan keadaan yang memprihatinkan.
"he,m,,kau memang kuat tapi jika kami bersatu, kami,,JAUH LEBIH KUT DARI MU!"
Poff,,poff,,poff,,poff,,pofff,,,
Batu dan kayu yang ada di sekeliling Kokabiel tiba-tiba berubah menjadi Naruto atau bunshin Naruto. Bunshin yang melakukan henge tersebut mulai merangsek menyerang Kokabiel secara langsung dengan Taijutsu.
"U"
Dukkk,,, serangan pertama yang berupa tinju berhasil disarangkan ke dagu Kokabiel, menyebabkan ia terlempar kebelakang.
"ZU"
Dukkk,,, gelombang kedua juga sukses mengenai Kokabiel, tendangan bunshin Naruto membuat tubuh Kokabiel terlempar ke udara.
Kemudia bunshin lainya melompat keatas menyusul tubuh Kokabiel, mengunakan pungung bunshin lain sebagai pijakan.
"MA"
Dukkk,,,, serangan dengan menyudul pungung Kokabiel membuat tubuhnya semakin tinggi meningalkan tanah.
Sementara Diatas terlihat dua bunshin yang siap meyambut Kokabiel dengan tendangan masing-masing
"KI"
Dukk,,,,"ugh"
Dua tumit dari sang bunshin bersarang tepat diperut kiri dan kanan Kokabiel, membuat tubuhnya melesat kebawah dengan cepat.
"NA"
Dukkk,,"argggghh"
Tinju kembali disarangkan dari satu bunshin di atas yang melunsur kebawah setelah dilontarkan bunshin temanya. .
"RU"
Bukkk,,,"uekkkk"
Darah kembali memuncrat dari mulut Kokabiel saat bunshin di bawahnya menghadiahinya serangan lutut diperutnya.
"TO"
Dukkkk,,,"gahhhhh"
Serasa belum puas, bunshin tadi kembali memukul jatuh tubuh Kokabiel dengan menyatukan kedua kepalan tanganya dan disarangkan ke pungung Kokabiel.
"UZUMAKI NARUTO RENDAN"
Bukk,,,bukk,,,
Duar,,,,
Serangan brutal tersebut diakhiri dengan tinju ganda dari dua bunshin yang menunggu dibawah, dan kepalan tangan tersebut tepat mengenai wajah dan ulu hati Kokabiel, menyebabkan ia terpelanting jauh menabrak tembok Akademi.
"Dan ini,,,UNTUK KALAWARNER" teriak Naruto asli seraya melesat dengan bola hitam di tangan kananya.
"Dai Rasendestuction"
Duumm,,
DUARRRRRRRRR,,,,,,,,,
"TIDAK MUNGKINNN! ARGGGGGGGGG,,,,,,"
Ledakan sangat besar terjadi saat Dai Rasendestruction menyentuh tubuh Kokabiel, ledakan terbesar sepanjang pertarungan malam itu mengakhiri konflik panjang yang terjadi akibat ulah seorang Kokabiel'sang petinggi Falen Angel'
Sementara Tim Rias yang menyaksikan Dampak dari perpaduan jutsu Naruto dan Rias tersebut harus berlindung dari jangkauan luas jutsu tingkat atas tersebut.
"G-gila, aku tak menyangka akan sedahsyat ini daya hancurnya" jerit Xenovia yang bersembunyi di belakang tembok sisa –sisa bangunan. Ia harus berusaha dengan sekuat tenaga agar tidak terlempar hempasan angin yang disebabkan Dai Rasendestruction.
Tim Sitri
Krakk,,,krak,,,
"SEMUANYA,,,, PERKUAT KEKKAIYA!"
Setidaknya bukan hanya tim Rias saja yang agak kerepotan atas dampak jutsu penghancur tersebut, Tim Sitri yang ada di luarpun harus bekerja keras untuk tetap mempertahankan kekkai mereka agar tetap kokoh dari dampak amukan jutsu NaruRias. Dan itu tidaklah muda, terbukti dari wajah penuh keringat dari setiap Tim Sitri.
"Astaga,, besar sekali daya hancurnya" gumam Yuma takjub sekaligus ngeri
"Ingat kan aku agar tidak membuatnya marah" kata Saji yang juga memandang ngeri jutsu NaruRias tersebut. Sedangkan yang lain hanya bisa menelan ludah mereka, tak mampu berkomentar akan kedahsyatan jutsu tersebut.
"Kaicho dia bisa mengunakan sihir air juga?" bisik .Tsubaki pada Sona.
"heem,, ini sangat menarik,, bagaimana mungkin seseorang bisa menguasai dua elemen sihir yang sifatnya bertentangan?" jawab Sona' ini harus kutanyakan pada Nee-san nanti' tambahnya dalam hati
Back to fight
Swussssss,,,,,,,
Asap hasil ledakan perlahan-lahan mulai terkikis oleh angin yang bertiup di sekitar tempat itu. Disana, menampakkan kawah dengan diameter yang sangat luas dan dalam, gedung akademi yang awalnya berdiri kokoh diarea tersebut musnah bak istanah pasir yang tersapu ombak pantai.
"NARUTO-KUN" Akeno yang pertama kali sadar dari keterkejutanya langsung menyerukan Nama seseorang\ iblis penyebab kerusakan tersebut. Ia dengan tergesa-gesa menghampiri sosok Naruto yang terkapar di tengah Kawah hasil ledakan tadi.
"A-akeno tunggu!"
Ia bahkan tidak mengindahkan perintah dari sang King yang juga ikut menghampiri pemuda dari keluarga Sitri tersebut
"Hey,,sadarlah!" sesampainya di tempat sang pemuda Akeno langsung mengangkat kepala Naruto untuk dibaringkan kepahanya agar memberi sedikit rasa nyaman untuk sang pahlawan.
"ughhh,,,t-tulang-tulangku terasa remuk!" jawab Naruto pelan.
"hihihi,,,setelah ini selesai akan ku sambug kembali tulang-tulang mu, tenang saja" canda Akeno seraya membelai lembut surai kuning Naruto. Meski ia mengatakanya dengar nada ceria tapi kekhawatiran tetap tak dapat di sembunyikan dari wajah ayunya
"um,, a-apa yang tadi berhasil?" tanya kembali Naruto pada Akeno.
"tentu saja,,,bahkan sehelai rambutnya pun tak tersisa" kali ini bukan Akeno yang menjawab melainkan Rias yang telah sampai di depan mereka berdua"kau hebat!"
"b-bukan a-aku, tapi KITA. A-aku tak m-mungkin b-bisa menlakukanya tanpa kalian".
"Kau baik-baik saja Naruto-kun?" tanya Xenovia yang ikut mengambil tempat duduk di samping Naruto berbaring.
"ara,,ara,, Xenovia,, apa arti dari suffick kun tadi?" goda Akeno dengan senyum mencurigakan.
"b-bukan a-apa-apa kok senpai,, tadi aku memanggilya Naruto-san bukan kun, m-mungkin senpai salah dengar" sangkal Xenovia dengan terbata dan wajah yang merona malu.
Sementara Naruto tidak memperdulikan perdebatan Akeno dan Xenovia, ia memiringkan kepalanya menatap tempat Kokabiel musnah dengan tatapan yang sulit diartikan' aku berhasil Karasu-chan' pikirnya, lalu ia menjawab pertanyaaan gadis bersurai biru padanya tadi.
"s-seperti yang kau lihat,,aku merasa sangat hancur" jawabnya singkat.
"umm,, Naruto-san bagaimana jika sebagai balas budi, kau telah menolong kami, izin kan aku menyembuhkan luka-lukamu dengan mengalirkan energi iblisku?" tawar Rias pada Naruto, bagaimanapun juga jika tak ada pemuda ini mereka mugkin saat ini sudah mati.
"ara,,ara,,Bucho,,kau mau mengambil kesempatan ini ya?" protes Akeno, sepertinya ia tidak setuju jika Rias yang menyembuhkan Naruto, karena ia tahu bagaimana proses yang dipakai Rias untuk mentransfer energi iblisnya,,, dan itu cukup fulgar.
"a-apa magsudmu Akeno,,aku hanya igin menolongnya, sebagai seorang raja dari Tim ini aku wajib memberikan yang terbaik untuk penyelamat kita,,bukan begitu?" sangkal Rias sedikit terbata, ia memberi sedikit penjelasan yang masuk akal tentang alasanya untuk menolong Naruto. Namun entah itu benar atau tidak,, tidak ada yan tahu,,? karena mungkin saja ia mempunyai magsud tersembunyi dari rencananya tadi.
"Maaf Rias, tapi sebagai raja dari keluarga Sitri akulah yang mempunyai tangung jawab untuk menyembuhkan Naru!" sebuah suara yang terkesan dingin dan tegas tiba-tiba muncul dari atas mereka. Yap,,, Tim Sitri yang menyadari pertempuran sudah selesai melepaskan Kekkai mereka dan langsung meleat kearah dimana Tim Rias
dan Naruto berkumpul.
Delapan sosok tersebul mendarat dengan mulus di dekat Tim Rias, sedang Naruto yang tahu keluarganya datang langsung berusaha berdiri dari pangkuan Akeno untuk menyambut kedatangan timnya.
"Naruto-kun" panggil Akeno dan Xenovia kompak.
"K-kaicho" ucap Naruto dengan menunduk, ia berjalan kearah tim nya dengan terseok-seok mengindahkan pangilan dari Akeno dan Xenovia.
"Uzumaki Naruto kau telah melangar perintah langsung dari rajamu,,,"
Naruto terus melanjutkan langkahnya, seakan-akan ucapan Sona hanya angin lalu. Tapi meski terlihat tak mendengar ia sebenarnya menyimak dengan sangat jelas tuntutan dari Sona.
"Sebagi Raja dari keluarga Sitri aku berhak memberimu hukuman!"
Brukkk,,,
"uhuk,,uhukkk,,, a-aku t-tau itu Kaicho,,k-kau berhak uhuk,,memberikan hukuman padaku,, a-apapun itu uhuk,,pasti akan ku terima, uhuk,,uhuk,," Naruto yang sudah tidak kuat berjalan lagi akhirnya jatuh berlutut,, meski dengan keadaan yang terluka parah ia masih tetap memaksaakan tubuhnya untuk menjawab tuntutan dari kingnya.
"Sona! Cukup?" sela Rias yang tidak tega melihat keadaan Naruto saat ini.
"Naruto-kun" gumam Xenovie dan Akeno, mereka sepertinya juga tidak sangup melihat keadaan Naruto yang terus memuncratkan darah disela sela bicaranya. Tapi mereka sadar ini bukan wewenang mereka, mereka tidak bisa membantu Naruto untuk saat ini, karena ini menyangkut masalah iblis dan majikanya. Dan Sona. sebagi majikan berhak melakukan apapun pada budaknya, Sedangkan mereka,,? hanya orang luar.
Sona tidak mengubris teriakandari Rias, ia melangkah mendekati Naruto masih dengan tampang dinginnya seolah-olah tidak peduli dengan keadaan Naruto.
"dan satu lagi,,,"
Grep,,,
"ehh" respon Naruto dan tim Rias dengan tanda tanya besar dikepala mereka masing-masing. Lain tim Rias yang bingung dengan kelakuan Sona, lain lagi dengan Tim Sitri yang malah menyunggingkan senyum masing-masing, oh,, minus Saji dan Kuroko yang malah terisak isak dengan ingus yang mengalir deras.
"Kau telah membuatku bangga,,!" bisik Sona dengan lembut di telinga Naruto.
Mendapatkan pelukan dan pujian dari sang king membuat Naruto menghembuskan nafasnya dengan lega, bercampur senang. Tadinya ia mengira ia akan dikeluarkan dari timnya, karena menentang sang King, tapi ternyata, dekappan hangat dari tubuh kecil dan hangat Sona yang ia peroleh.
"heh,,arigato Kaicho" bisik Naruto lemah, dan dengan kata terakhirnya itu ia pun tumbang dipelukan Sona. Sepertinya kali ini ia kembali kehabisan chakranya, dan mungkin ia tak akan bangun dalam jangka waktu yang singkat.
"dasar!,,merepotkan" bisik Sona
"GLORIA"
"jadi,, kau menemukan ku di hutan belakang Gereja ya?"
"yap,,tapi kalau boleh tau apa yang membuatmu bisa terluka sampai separah itu" tanya Raynare..
"hah,,, kau tak akan percaya bila kuceritakan yang sesungguhnya!" jawab Kalawarner, seraya menyandarkan tubuhnya ke ujung tempat tidur.
"ayolah Nee-san aku ingin mendengar kisahmu" mohon Kalawarner dengan mata berkaca-kaca.
"baiklah,, akan ku ceritakan secara sigkat!" mengambil jeda sejenak",,, aku dan 'dia' ,,,bertarung dengan Kokabiel!" ia sebenarnya tidak ingin mengingat lagi kejadian malam itu. Kejadian itu telah merenggut sosok yang sangat berharga buatnya, meski pertemuan mereka yang hanya beberapa jam saja, tapi jika boleh jujur ia telah menyayangi-ettt salah lebih tepatnya mencintai sosok pemuda kuning yang telah mencairkan hatinya, yang sekian lama membeku.
"hem,,kau beruntung masih hidup,,dan siapa dia yang kau magsud?" tanya kembali Raynare, sebenarnya saat melihat raut sedih di wajah Nee-san nya, ia ingin mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut. Tapi tetap saja sifat ingin tahunya yang tinggi tak mampu ia tahan.
"'dia' adalah orang pertama yang bisa membuatku tersenyum dengan tulus, ia sangat baik, ramah dan tampan" senyum perlahan muncul diwajah cantik Kalawarner saat menceritakan tentang dia" dan dia jugalah yang menyelamat kanku, ia mengorbankan nyawanya hanya untuk membuat mahluk hina sepertiku tetap hidup, hanya dengan alasan sebuah janji hiks,,,hiks,,," kali ini air matalah yang perlahan mengalir di pipi mulusnya. Menghapus senyum yang sempat ia tunjukkan."padahal, jika dia mau hiks,,dia bisa saja pergi meninggalkanku,,namun,,,hiks"
Grep,,,
Raynare yang melihat Nee-san nya menangis langsung memeluknya dengan lembut untuk menenangkan Kalawarner.
"sudahlah Nee-san,, dia melakukanya demi keselamatanmu,, ia pasti akan sedih jika melihatmu seperti ini" hibur Raynare seraya membelai surai biru kalawarner dengan lembut.
"hey,,, apa dia malaikat yang tampan hingga bisa membuat seorang Kalawarner jatuh cinta hah?" goda Raynarel,,ia sengaja menganti topik pembicaraan mereka untuk membuat suasana lebih hidup lagi.
"hihihi,,, yah di sangat tampan" berhasil! Usaha Raynare tidak sia-sia, tawa kembali muncul dari mulut manis Kalawarner.
'syukurlah' pikir Raynare, lega saat melihat sang Nee-san kembali tertawa.
"dan dia manusia bukan malaikat,,," tambahnya, sukses membuat Raynare melongo,pasalnya setahunya Kalawarner sangat benci dengan manusia, dan sekarang ia bilang ia telah jatuh cinta dengan seorang manusia, what the hell?
"dia 'Uzumaki Naruto'"
TBC
A\N;; hey LANJUT...
Hahhhh,,,,karena banyak yang minta lanjut jadi gw lanjutin aja..
Darah naga? Hahaha anehya?. Gw bikin kokabiel kuat dengan darah naga,pasalnya lo kokabiel kalah dengan cepat jadi agak gimana gitu kesannya{itu menurut gw).
Sory lo battelnya kepanjangan gw terlalu bernafsu si hehehe.
Apa alur ceritanya terlalu lambat?
Bagaimana soal haremnya? Gw bingung buat nentuinya,,,lo dari gw si mungkin Sona,,bennie,momo,kalawarner,dan seraffal,,tapi lo menurut para reader kurang cocok masih bisa gw ganti,,,ni juga belum pasti kok. Atau mungkin malah kurang banyak?
Maaf lo masih banyak typo dan kesalahan lainya,,meski dah gw cek ulang ntah mengapa kesalahan kata pasti masih ada saja, gw jga bingung,,,
Sperti biasa, review gak bisa gw balas,, klo lewat PM mungkin jga agak susah sekarang,soaalnya kartu tri gw gak bisa masuk ke ffn. Jdi agak susah juga,, mungkin lo lewat fb gw bisa balas cepet karena gw setiap hari pasti bukak fb,, lo da yang berminat, ni email gw 3 dengan nama Harru Ka Salamander. Lumayan buat tambah teman. Tapi jangan jadikan ini sebagai alasan utuk gak meninggalkan jejak kalian di review gw,, karena bagaimanapun review kalian adalh dorongan semangat buat gw buat lanjutin ni fick.
Berikan komentar kalian tentang chapter ini,,gw gak peduli mau panjang pa pendek yang penting gw butuh saran dari kalian semua, agar chapter2 selanjutnya akan lebih baik lagi dan bisa buat gw dapet ilham untuk membuat cerita ini supaya bisa cepat updt.
Work nya chaptr ni gw panjangin sebagi penebus waktu lamanya gw updt,,,
Sekalilagi ,,,gw gak bisa updt kilat,,maaf buat semua yang kurang seneng, tapi itulah kemampuan gw. Mohon dimaklumi.
Semakin banyak reviev, favorit atau follow, semakin cepat juga gw keluarin chapter2 selanjutnya.,
Untuk semua trims karena mau baca imajinasi dari seorng author pemula ini ya( untuk yg baca,yg gak gak usah ya hahaha)
Ok,,,,KARASUMARU- GOOOO...!
BYE...BYE,,,,
