"New Life And New War"
Disclaimer : Naruto dan Hight School DXD, Bukan punya saya tapi
:Masashi Kishimoto & Ichiei Ishibumiuncak.
Warning: AU,gaje,abal,typo,dan alur nyeleneh. Melenceng dari canon,ooc,oc dll.
Summary: Naruto yangg telah menyegel chakra Madara,Obito,dan Juubi didalam tubuhnya. Akhirnya mencapai pada ambang batasnya,bukanya mati tapi ia malah terkirim ke dimensi lain dengan kondisi yang berbeda jauh,;
"GLORIA"
Sekumpulan Youkai secara serempak mengambil langkah mundur ketika berbondong-bondong mahluk yang memiliki bentuk serupa namun berbeda terus bermuculan dari dalam lebatnya hutan pegunungan Kyoto yang mengelilingi tempat di mana sang pemimpin kaum Youkai berada. Rasa takut akan kematian mulai mencekam begitu menyaksikan dengan kepala mereka sendiri, beberapa tubuh rekan yang telah gugur terlebih dahulu, tanpa kehormatan di koyak sebelum akhirnya di telan oleh beberapa Chimera.
GERRRRRRR,,,,!
GERRRRR,,,,
Geraman-geraman yang lepas dari mulut bertaring tajam Chimera kembali mengalun. Berpasang-pasang mata merah mulai menatap lapar pada satu titik di mana tak lebih dari 30 prajurit Youkai berada.
Salah satu Youkai yang mempunyai fisik menyerupai banteng namun berdiri dengan dua kaki mengayunkan kampak besar berlumur cairan hitam miliknya kedepan, menebas udara kosong sekaligus membersihkan sisa-sisa darah milik Chimera yang telah berhasil ia renggut kehidupanya. Posturnya yang lebih besar dari para Youkai lainya, membuat keberadaan sosok ini terlihat sangat menonjol.
" Dua pilihan untuk kalian!". Sosok itu berseru, suara yang ia hasilkan begitu besar hingga mengalahkan geraman-geraman puluhan Chimera. Sebagai seorang pemimpin, sang Youkai Banteng cukup tahu, bahwa saat ini kesempatan mereka untuk memenangkan pertarungan sangatlah kecil, bahan mustahil. Ia membalikan badanya, menghadap langsung pada para Youkai lain. Kampak besar di tangan kananya ia hujamkan ke bumi, menghasilkan bunyi 'gedebuk' keras yang menandakan berapa beratnya benda itu." Angkat senjata kalian, gengam dengan semangat, hujamkan dengan amarah kearah mahluk-mahluk tengik di depan kita. Setelah itu, mari bersamaku kita songsong kematian sebagai prajurit elit! Atau,,,". Iris sewarna tinta hitam milik sang Youkai Banteng mengkilat tajam. Tanganya kembali mengangkat senjatanya dan menyampirkanya di pundak." Larilah, larilah sejauh mungkin sebagi pengecut!"
Diam.
Tubuh paraYoukai di depan sang pemimpin kelompok menegang ketika mendengar deklarasi sang Youkai Banteng. Dua pilihan yang sama-sama memberatkan bila di pikir secara Rasional. Hidup sebagi pengecut, hanya akan menambah beban hidup. Mati, kehilangan esistensi, terdengar menyedihkan.
Sang pemimpin menunggu keputusan para bawahanya dengan sabar, ia paham pilihan yang ia berikan terlalu sulit untuk di pilih. Mereka adalah para prajurit elit yang di pilih langsung oleh Kyuubi. Sumpah setia rela mati demi sang pemimpin kaum Youkai pernah mulut mereka ucapkan. Dan sekarang, adalah saatnya bagi mereka membuktikan, apakah sumpah itu benar adanya ataukah hanya ucapan jempol semata yang hanya di lisankan demi mendapat pujian dan senyum dari sang Youkai terkuat atau memang berasal dari hati.
Dari kerumunan paling belakang, sesosok Youkai kecil yang mempunyai fisik mirip seekor Jaguar maju perlahan. Langkahnya tegap penuh kepastian. Tubuh rampingnya membela kerumunan yang menghalangi langkahnya dengan mudah. Telinga runcing sang Youkai berdiri tegak, bulu hitam khas yang menyelimuti tubuhnya mengembang, busur di tangan kananya ia gengam dengan sangat erat. Dalam beberapa lankah, kini ia sudah berdiri tepat di depan sang Youkai Banteng yang menatapnya dengan pandangan datar.
" Dulu aku hanya Youkai terbuang tanpa kehormatan,,". Sosok itu mulai bersuara. Tubuhnya tegap dan kepalanya mendongkak. Iris kuning fertikal miliknya menatap langsung sepasang manik hitam kelam milik sang pemimpin." Berkat kemulyaan Kyuubi-sama, akhirnya aku bisa di pandang. Sumpah yang dahulu kukeluarkan bukan hanya janji semata. Nyawa ini, raga ini adalah milik Kyuubi-sama."
Sang Jaguar kembali melangkah hingga melewati tubuh besar Youkai Banteng. Tangan nya bergerak cepat mengambil anak panah yang tergantung di pungungnya. Tanpa keraguan atau rasa takut ia memasang anak panah pada busurnya, membidikanya tepat pada salah satu kepala Chimera yang saat ini tengah asik melahap sepotong tangan milik rekan mereka." Untuk itu,,,MATI UNTUK KYUUBI-SAMA ADALAH KEHORMATAN UNTUK KU!"
Dengan sekali tarikan kuat, tangan bercakar itu melepaskan anak panah dari busurnya. Layaknya sebuah peluru, benda panjang yang hanya terbuat dari serpihan kayu itu melesat lurus. Tanpa ada yang menghalangi, kepala Chimera yang ia jadikan target berlubang. Tubuh sang Chimera mengejang sketika merasakan rasa sakit dibatok kepalanya, mahluk sebesar kuda itu merintik sesaat sebelum akhirnya tumbang dengan sepotong anak panah menancap di kepalanya.
Seringai merekah di bibir tebal sang Youkai Banteng ketika mellihat semangat dan keyakinan sang Jaguar muda. Sosok kecil namun penuh dengan ambisi. Ia kembali mengalihkan pandanganya kearah Youkai lainya yang sampai saat ini masih diam akibat terlalu terpukau dengan keyakinan sang Jaguar." Pilihlah!"
Berpasang mata berbeda iris mengalihkan tatapanya dari pungung sang Jaguar hitam kearah si Banteng. Dihadapkan kembali dengan tatapan penuh intimidasi sang pemimpin, sekelompok Youkai itu kembali diam sambil menundukan kepalanya.
Keadaan tidak mendukung kebimbangan mereka. Semakin detik langkah para Chimera semakin mendekat. Dalam waktu yang mendesak mereka harus memilih.
Dimulai dari pojok paling kiri, sesosok Youkai anjing putih melangkah, tombak panjang di tanganya ia angkat." Untuk Kehormatan!" ia berseru lantang, lalu maju dan berhenti tepat disamping sang Youkai Jaguar.
" UNTUK KYUUBI-SAMA!"
" DEMI KESEJAHTERAAN!"
" UNTUK RASA BANGGA!"
" DEMI SUMPAH!"
Berbagai seruan lantang mulai berdengung ketika pilihan sudah ditetapkan. Dimulai dari satu, hingga akhirnya semuanya. Tiga puluh Youkai akhirnya menentukan pilihan, pilihan yang tak akan mereka sesali meski pada akhirnya akan membawa mereka pada lubang kubur atau perut para Chimera. Satu demi satu mereka melangkah, secuil rasa takut meski masih ada mereka pendam, gengaman pada senjata masing-masing semakin mengerat. Senyum terpatri penuh keyakinan dan semangat, disini mereka akan mengakhiri, entah itu akhir hidup mereka ataupun akhir bagi para Chimera.
" MAJUUUUUUUU!"
"GLORIA"
Chapter 13: Seishin e no ketsueki no shibuki.
"Maju!"
Tsubaki dan Tomoe bergerak menyamping. Kedua gadis iblis itu merapatkan tubuhnya ketembok, memberi jalan untuk pemuda di belakanya yang sudah siap dengan sebuah bola energi berwarna hijau muda sebesar bola sepak di tangan kananya.
Meski terhalang sebuah pintu hitam besar di depanya, Naruto tetap tak memperlambat laju larinya. Dengan Rasengan ditangan kananya ia merangsek maju melewati dua gadis di depanya yang secara kompak memperlebar jarak satu sama lain.
" RASENGAN!"
BUMMMMMM…
Seekor Chimera yang saat itu berada tepat di depan pintu utama, dengan sangat indah melayang dengan di ikuti daun pintu di belakangnya. Pintu setebal beberapa centi meter itu ambruk ketika sebuah terjangan kuat menghantamya dari dalam, engsel besi yang konon katanya sangat kuat ternyata tak begitu berarti ketika berhadapkan dengan putaran Chakra milik sang Uzumaki.
Para prajurit Youkai secara kompak{lagi} langsung mengalihkan pandangan mereka kearah pintu utama. Rasa cemas menghantam perasaan mereka begitu pintu yang mereka jaga dengan sekuat tenaga tiba-tiba terlontar begitu saja. Rasa cemas yang sempat mereka rasakan kembali menguar saat tiga sosok yang mereka ketahui sebagai bantuan dari kaum iblis keluar dari dalam bangunan mansion milik Tengu.
" TETAP FOKUS!". Sang Youkai Banteng berseru dengan lantang, ia mengayunkan kampaknya kesamping untuk memengal kepala seekor Chimera yang berusaha menerkamnya." MEREKA TEMAN!"
Dari balik lensa, kedua iris coklat miliknya memandang tajam pertempuran live di depanya. Tanah coklat berhias rumput hijau yang beberapa waktu lalu mereka lalui kini telah berubah warna menjari hitam, puluhan tubuh Chimera tanpa nyawa berserakahan di berbagi sudut menjadikan tempat itu mirip kuburan masal. Pertarungan berat sebelah antara sang penjaga melawan para musuh menyebar di berbagai area. Pendengaran tajamnya sebagi iblis berkali-kali mendengar dentingan besi beradu cakar atau taring dan pedang mengoyak daging.
"Terlalu banyak"
Tsubaki menatap Tomoe, dimana ia mendapati sang Knight sudah mengambil ancang-ancang bertempur." Kau benar!" Tsubaki kembali menatap medang laga. Otaknya memproses dan bola matanya bergulir kesana kemari, menyapu setiap sudut halaman mansion milik Tengu." Tinggal dua puluh tiga penjaga dan lebih dari lima puluh Chimera."
" Maju?"Naruto melangkah maju, tanganya merogoh tas hitam yang terikat dipaha." Dan habisi sebanyak mungkin!" ia menarik kembali tanganya, mengeluarkan sebilah kunai dan memutar-mutarnya dengan jari telunjuk.
Tsubaki menganguk, pandanganya tak lepas sedikitpun dari medan tempur." Sepuas kalian!"
-0-0-0-0-0-0-
OST/ Skillet: Monster.
Tomoe langsung melesat maju dengan di ikuti Naruto di belakangnya, sedangkan Tsubaki lebih memilih tetap diam di depan pintu masuk, berperan sebagai penjaga satu-satunya akses menuju tempat sang pemimpin kaum Youkai.
Blue safir dan Sharingan memandang pungung gadis di depanya dengan protektif. Naruto kembali mengambil satu Kunai sebagi senjata tambahan ketika mengingan lawan yang mereka hadapi kini memiliki kuantitas lebih ungul. Chakra angin ia salurkan ke pada dua Kunai ditangan, membuat besi hitam itu berkilat hijau dan semakin memanjang menyerupai sebua tanto.
Tomoe menghentikan langkahnya ketika seekor Chimera menghalangi lajunya. Sosok sebesar kuda itu mengeram, liur menjijikan merembas keluar dari mulur begigi runcing berlumur darah milik para penjaga yang sudah ia lumat. Dalam hitungan detik mahluk itu melesat, chakar tajam miliknya ia julukan lurus kedada Tomoe.
Dengan kecepatan Yang sudah tak diragukan lagi, Tomoe melompat mundur menjauhi jagkauan serang sang lawan. Seakan tak memberi ruang untuk sang gadis iblis mengambil nafas, seekor Chimer lain sudah melayang dari arah samping bersama dengan rahangnya yang terbuka lebar. Sekali lagi Knight milik Sona mempertontonkan sekillnya, Tomoe hanya memundurkan langkahnya satu kali untuk menghindar. Begitu Tubuh Chimera mendarat didepanya, dengan sangat cepat dan akurat sang iblis langsung mengangkat satu katananya, menyabetkanya horizontal dan berhasil membabat dua kepala Chimera sekaligus.
Naruto merendahkan badannya{jongkok}, membiarkan kepala singa milik Chimera melewati atas badanya. Dalam keadaan jongkok, sang Uzumaki memutar satu Kunai berbalut Chakra angin ditangan kanannya hingga ujung tajam mengarah keatas. Tak menyia-nyiakan kesempatan yang datang, Naruto langsung menekan dengan sekuat tenaga benda tajam ditanganya kedagu Chimera. Mahluk itu meraung menahan sakit saat Kunai menembus kerongkongan nya dengan bringas.
" Cih" Ninja pirang itu berdecik lirih ketika cairan hitam menciprat wajahnya. Ia dengan brutal langsung menarik tangan dan tubuhnya kebelakang. Tidakanya itu mengakibatkan Kunai tajam yang masih bersarang didagu Chimera ikut tertarik. Bagaikan sebuah keju lunak, kepala mahluk buas itu terbelah menjadi dua.
GROAAARRRRR,,,,
Seakan tak ada habisnya, Chimera lain tiba-tiba sudah ada di depan wajahnya dengan cakar tajam yang siap mengoyak tubuh sang Uzumaki. Meski hanya dalam tingkat dua tomoe, namun itu sudah cukup bagi Naruto membaca gerakan lawan meski kedatangan sosok besar itu awalnya tak ia perkirakan. Tubuh semampai miliknya melesat keudara, meningalkan sang Chimera yang meraung ganas begitu mendapati mangsanya masih bisa menghindar.
" Kasian!" tubuh mantan Shinobi Sonoha itu seketika memutar kebelakang{salto} saat reflekya sebagai petarung merasakan datangnya bahanya, seekor Chimera lagi-lagi tanpa peringatan mucul dibelakangnya. Momen yang tepat, karena salah atau telat sedikit saja menghindar, pasti sekarang pungungnya telah masuk kedalam mulut Chimera.
Tap
"Fiuh!" Dengan lancar, telapak kaki beraliran chakra sudah melekat di pungung lebar Chimera yang masih melayang diudara. Sharinganya menyipit ketika menagkap satu Chimera kembali melesat kearah dirinya dan mahluk yang ia tumpangi dari samping. Naruto sudah mengambil ancang- acang menyerang tamu barunya andai saja kedua matanya tak menagkap bayangan besar lainya dari sisi samping yang berbeda.
Tak perlu banyak berfikir dalam situasi seperti ini karena jika terlalu banyak pertimbangan tubuh akan semakin sulit bergerak bebas. Mengikuti naluri Ninjanya Naruto langsung melompat setinggi mungkin keatas.
Brug,,,
Dua kepala saling beradu ketika sang target berhasil menghindar. Mengikuti hukum Gravitasi, ketiga Chimera menukik kebawah meningalkan sesosok pemuda bersurai pirang tak jauh diatas mereka.
Naruto menajamkan sharinganya, dua Tomoe berputar semakin cepat ketika sang pemilik berusaha mencari celah untuk menyerang. Kembali keawal, pada saat seperti ini insting dan reflek lebih dibutuhkan dari pada berfikir. Mengandalkan instingnya kemali, Naruto dengan cepat melempar dua kunai ditanganya bergantian, dua Kunai dua target.
Cras,,,cras,,,,
Dua kepala mahluk yang beberapa saat lalu berniat menjadikan tubuh sang ninja kudapan kini telah berlubang ketika dalam waktu nyaris bersamaan sebuah besi tajam berpendar kehijaun menhujami tengkorang dua Chimera.
Bruk,,,,bruk,,,,
Layaknya rongsokan, dua tubuh Chimera tumbang tanpa bisa bangkit kembali. Kepala adalah pusat perintah yang ada ditubuh mahluk apapun, baik iblis, manusia, Youkai dan mahluk lainya, dan jika pusat control itu dihancurkan atau di matikan maka tubuh tak akan bisa lagi mengendalikan fungsinya, atau secara garis besra mati total.
GROARRRRR-
Satu Chimera yang masih mampu berdiri dengan tergesa menatap kelangit, matanya mengkilap marah seolah mengambarkan api dendam pada sosok yang sudah membinasakan dua mahluk yang berjenis sama dengan dirinya. Begitu melihat iblis berkepala pirang itu masih berada diudara, sang Chimera secara naluri mulai mengompres energi Youkai diantara dua rahang kuat miliknya.
Mata Naruto membulat ketika Sharingan kembali berperan. Melalui mata iblis Klan Uchiha ia dapat melihat mahluk dibawahnya tengah mengumpulkan sebuah energi perusak yang cukup besar, sesuatu yang bisa membuat dirinya merasa, sakit. " Anjrit!". Pisau hitam yang hampir ia lemparkan Naruto kembalikan kekantong ninja di pahanya. Merapal sebuah Headseal dengan satu segel, sebuah jutsu yang sudah sangat ia kuasai.
" Kage Bunshin No Jutsu!" Satu klon tercipta di belakangnya. Tanpa menoleh atau berbisik pada kembaranya, Naruto segera menukik dengan kepala dibawah dan kaki di atas. Sementara sang klon yang sudah paham dengan pemikiran Kingnya langsung menyentuhkan kedua telapak kaki miliknya dengan telapak kaki sang king.
" Siap, Bos?" sang Bunshin menekuk kedua lutunya.
" Sip lah!" Naruto juga ikut menekuk lutunya. Tangan kanan ia tarik kebelakang. kumpulan benang-benang energi acak mulai bermuculan diatas telapak tanganya. Tak butuh lama, sebuah energi sepiral kembali melayang di cengkraman sang putra Minato Namikaze." Teriakan UYE untuk kenikmatan".
Sang bunshin memutar bola matanya, meski enggan namun ia tetap menuruti perintah atau lebih tepatnya ajakan Naruto, karena menurut UU perbunshinan segala perintah King adalah mutlak, jadi sebagai Bunshin yang baik ia harus menuruti perintah Kingnya.
"UYE/UYE!"
Dengan sekuat tenaga sang Klon menyentakan kedua kakinya dengan kuat kebawah hal yang dilakukan pula oleh Naruto. Layaknya sebuah Rudal, tubuh pemuda pirang itu melesat dengan kecepatan penuh menuju rahang bergerigi Chimera.
"RASENGAN!"
BLARRRRRRR,,,,,
Ledakan kembali terjadi di halaman Mansion milik Tengu ketika Rasengan meraung ganas, beradu dengan bola merah milik Chimera. Sedikit aksi saling dorong sempat terjadi diantara kedua mahluk itu sebelum akhirnya jutsu Original Yondaime hokage keluar sebagai pemenagnya. Kumpulan Youkai milik Chimera menguar bagai debu, kalah kualitas dengan Rasengan sang iblis. Dengan hilangnya hambatan, jalur Rasengan semakin terbuka, tanpa tameng apapun kumpulan Chakra mirip bola itu menghantam telak mulut Chimera, membuat kepala mahluk sebesar kuda jantan itu terdorong paksa mencium tanah. Efek destruksion Rasengan semakin menjadi ketikat berkontak dengan tanah, benda itu meledakan kepala sang Chimera serta mementalkan beberapa mahluk lain dalam radius lima meter disekitar Rasengan mendarat. Menciptakan kawah baru yang lumayan lebar.
Para Youkai dan Chimera secara serempak menghentika pertarungan mereka ketika merasakan dorongan angin kuat dari Rasengan, kedua kubu yang seharusya saling membunuh itu kini malah dengan kompak memfokuskan pandangan mereka kearah suber ledakan yang masih diselimuti asap. Ketika asap mulai memudar terlihat sesosok pemuda bersurai pirang mengenakan sweter berwarnah putih yang sudah robek sana-sini berdiri tegak ditengah kawah.
" Hiii" salah satu Youkai menelan paksa ludahnya, ketika melihat penampilan baru sang Iblis dari keluarga Sitri. Tubuh tegap itu berdiri kokoh dengan dua tangan berada didepan dada serta dua jari yang membentuk salib.
" Taju kage Bunshin No Jutsu!"
Berpasang-pasang mata untuk kesekian kalinya kembali membualat ketika ratusan tubuh secara mendadak tercipta entah dari mana disekeliling Naruto. Para prajurit yang tersisa tanpa sadar menghembuskan nafas lega ketika ratusan sosok baru yang begitu identik dengan salah satu sekutu mereka mulai berlari tanpa bisa dikontrol kearah Chimera, menebas, menendang, menghujami tubuh-tubuh besar sang lawan dengan brutal. Ini bukan lagi pertarung, namun lebih cocok jika disebut pembantaian. Jumlah para Chimera secara pesat berkurang ketika beberapa saat setelah ratusan sosok itu muncul. Dalam di lema, para Youkai mulai kembali optimis bahwa mereka akan memenagkan pertarungan.
Tanpa di sadari oleh siapapun, sesosok mahluk dalam kegelapan hutan menyeringai. Bibir tipisnya mengulum senyum saat menyaksikan kebrutalan pemuda bersurai kuning dari ras iblis membantai puluhan Chimera.
" Show Time" Sosok itu berdiri dengan angun di atas salah satu cabang pohon. Sebuah kepakan tiba tiba tercipta menghantarkan udar dingin dan angin kecil ketika dari pungung sosok itu muncul sepasang sayap hitam mirip sayap kelelawar namun memiliki ukuran yang lebuh besar.
Dalam hitungan detik sosok itu menghilang dari tempatnya, meningalkan beberapa dahan yang masih bergoyang.
-0-0-0-0-0-0-0-0-
Crassss,,,,
Entah untuk yang keberapa kalinya Naruto kembali menyabetkan Kunai miliknya, kali ini benda tajam itu sukses merobek perut salah satu Chimera membuat mahluk itu rubuh seketika dan mati. Pemuda belasan tahun ini mengalihkan perhatianya dari bangkai musuhnya kearah sosok gadis bersurai merah coklat tak jauh dari posisinya.
Kunai yang masih terselip di salah satu tanya kembali bersinar biru ketika mendapati sesosok Chimera yang sepertinya tak disadari keberadaanya oleh Tomoe bersiap menerkam dari belakang. Dengan sekali ayunan besi berbalut elemen angin milik Naruto terlepas dari tangan, bergerak sangat cepat membelah udara mengarah langsung ke satu titik, kepala Chimera.
GROOOARRR,,,,
Tomoe memutar tubuhnya secepat yang ia bisa ketika suara geraman terdengar dari arah belakang. Badanya langsung menegang begitu mendapati seekor Chimera telah melayang kearahnya dengan cepat.
" Sial". Tak ada waktu untuk menghindar. Jarak mahluk buas itu terlalu dekat dengan tubuhnya. Tomoe menyilangkan kedua katanya didepan dada, berniat memagari dadanya dari taring-taring tajam Chimera yang sepertinya mengarah pada titik itu.
UKHH-
Mata sang Knigh melebar saat gerakan tubuh Chimera yang awalnya berniat menerkamnya tiba-tiba berhenti tepat didepanya. Tubuh mahluk buas itu jatuh begitu saja menghantam tanah sebelum mencapai targetnya. Tomoe menurunkan kedua katanyanya, membiarkan benda tajam itu tergantung disamping tubuh. Mata budak Sona ini menajam ketika melihat dari kepala Chimera mengalirkan darah hitam dalam jumlah banyak hingga menggenagi tanah di sekitar mahluk itu merengang nyawa.
" Perhatikan sekitarmu, Tomoe-chan!"
Tomoe memutar kepalanya ketika seseorang berteriak cukup keras sambil membawa-bawa namanya. Iris Brown nya menangkap sesosok pemuda tengah nyengir lebar seraya mengacungkan jempol kananya. Melihat dan mendengar suara mahluk Kuning itu, Otak Tomoe segera bekerja saling kait mengait layaknya rajutan, menyimpulkan jatuhnya tubuh Chimera yang nyaris melukainya dengan pemuda Pirang tak jauh didepanya.
Tomoe Tersenyum begitu mendapati maksud pemuda itu dan sebab jatuhnya sang Chimera. Gadis itu melambai sambil ikut nyengir, tak begitu memperdulikan bahwa mereka saat ini berada dalam medan perang." ARIGATO NARUTO!"
Naruto menganguk. Komunikasi keduanya terputus begitu seekor Chimera mencoba memanfaatkan ketidak fokusanya dengan menyerangnya dari samping. Namun, usaha itu kembali gagal ketika sang lawan dengan cepat mengelak. Naruto melompat kebelakang membuat Cakar tajam Chimera hanya menebas udara Kosong.
" Kau curang mahluk, Aneh." Naruto menunjuk nunjuk wajah Chimera dengan kunai, wajahnya mengkerut lucu, mengangap tindakan Chimera yang menyerangnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sebagai tidakan tidak suportif. Sebenarnya apa yang dilakukan Chimera bukanlah kecurangan seperti yang di proteskan Naruto. Saat ini mereka berada di medan perang, segala cara akan dilakukan untuk mencari kelemahan atau pengalih perhatian musuh agar bisa menyarangkan seranganya pada tubuh lawan. Dan disini Chimera melakukan peranya dengan baik, menyerang sang Uzumaki saat bocah itu tengah hilang fokus.
"GERRRRRR,,,,," Chimera mengerang keras, matanya melotot dan kaki depanya ia hentak-hetakan ketanah dengan luat. Mungkin jika ia bisa bicara Dia akan berkata ' Bodoh' pada bocah didepanya yang masih saja menunjuk-nunjuk wajahnya dengan sebilah pisau hitam.
" Hone no Hashira"
Naruto menghentikan aksinya mengumpat saat telinganya mendengar bisikan merdu dan lemah namun begitu jelas tertangkap indra pendengaranya. Matanya dengan gerakan cepat bergulir kesembarang arah, mencoba mencari pemiliik suara yang beberapa saat lalu mengalun di indra pendengaran, ia bahkan melupakan keberadaan Chimera didepanya karena terlalu fokus mencari sumber suara.
' Siapa?'
" SUMANYA DIATAS!"
Teriakan seekor Youkai membuat semua pasang mata menatap angkasa. Mata mereka membulat saat sebuah benda mirip paku raksasa sebesar tiang listrik berwarna putih melesat dengan sangat cepat dari atas kebawah, mengarah tepat di tengah-tengah halaman.
Baik Chimera maupun Youkai yang berada di jalur pendaratan benda asing itu segera berlari pontang-panting kesegala arah, berusaha menghindarai benda yang di pastikan lebih dari mampu menghancurkan daging hingga tulang yang mereka miliki andai saja benda itu menimpa mereka.
Naruto melompat jauh, dan mendarat tepat di depan pagar tembok pemisah yang membatasi halaman Mansion sang wakil Kyuubi dengan hutan. Kedua iris berbeda warna miliknya sesaat bergulir mencari keberadaan rekan setimnya. Hembusan nafas lega ia keluarkan begitu mendapati Tomoe sudah berdiri di ujung halaman bersama para kaum Youkai yang tersisa, dan Tsubaki masih setia di depan pintu masuk Mansion.
BUMMMM
Seperti yang sudah di perkirakan. Ledakan kembali terjadi begitu ujung lancip paku putih sebesar tiang listrik berkontak dengan tanah, menciptakan asap tebal yang mampu menutupi hampir seluruh wilayah seluas dua kali lapangan sepak bola. Angin kencang menerpa tubuh-tubuh berbau anyir setiap mahluk yang ada disekitar area pertarungan.
Naruto memejamkan matanya, menghindari terjadinya' kelilipan' yang di akibatkan debu atau butiran pasir yang berterbangan terbawa angin.
"Apa itu?"
"Benda apa itu?"
" Mirip Tulang?"
Segala macam celotetehan kembali terdengar beberapa saat setelah asap menghilang sepenuhnya dari tengah lapangan, angin malam yang lumayan kencang mempercepat penguraian asap tebal yang tadi sempat menaungi sebagian halaman. Naruto membuka matanya, mengerjap beberapa kali untuk memastikan tak ada lagi debu yang berterbangan yang bisa menganggu pandanganya
Sebagai wakil Sona Sitri yang mana merupakan berasal dari klan Sitri, klan dengan kepintaran tinggi. Tsubaki bukan hanya piawai di bidang beladiri namun ia juga cukup handal dalam hal analisa. Selama ini, gadis penguna Naginata ini memang tak terlalu menonjol dalan hal berfikir dan hanya mengunakan fisik. Kejeniusan Sona merupakan faktor utama bagi Tsubaki tak terlalu menonjolkan kemampuan otaknya karena setiap masalah yang tim mereka hadapi selalu dapat di selesaikan sendiri oleh sosok gadis yang selalu ia panggil Kaicho. Dibandingkan dengan Sona, dalam hal pengenatuhan dan Analisa, ia dapat dipastikan kalah. Tapi itu tak cukup membuktikan kalau ia juga tak mempunyai otak. Dalam setiap misi yang tanpa di ikuti oleh Sona, Tsubaki selalu berperan sebagai otak tim untuk menyusun strategi demi bisa mengalahkan musuh andai saja lawan yang akan dirinya hadapi berada di atas kemampuanya. Meski keakuratan setrategi maupun analisa nya jauh di bawah Sona namun sampai saat ini ia selalu mendapati hasil memuaskan dari setiap pengamatanya. Jika kalian tidak percaya, tanyakan pada Yura, Momo atau yang lainya tentang siapa yang menjadi otak dari tim jika tidak ada Sona!. Dapat di pastikan kalu mereka akan menjawab ' Tsubaki Shinra'.
Kedua Light-brown di balik lensa kaca yang ia kenakan menatap tajam pada benda putih mirip tiang listrik yang beberapa saat lalu menghujam bagian tengah halaman. Meski kedatangan benda itu menghentika peperangan antara para Youkai dan Chimera, namun Tsubaki berfikir bahwa ada sesuatu yang ganjil dengan benda itu.
" Apa ini" ia bergumam sendiri. Gengaman pada gagang Naginata semakin mengerat ketika perasaanya tiba-tiba bergejolak. Sesuatau akan terjadi, entah apa yang pasti segera terjadi. Mengingat sedang ada dimana dan berada disituasi apa dirinya saat ini, Tsubaki hanya bisa berharap, hal-hal apapun yang yang akan selanjutnya ia hadapi bukanlah sesuatau yang buruk..
Benda apa itu?
Siapa pemilik benda itu?
Apa fungsi benda itu?
Beberapa pertanyaan melayang layang tanpa bisa di pecahkan oleh semua mahluk berotak yang tengah berada disekeliling halaman Mansion milik Tengu. Beberapa Youkai mencoba mencaritahu benda asing itu dengan mendekatinya. Dalam setiap langkah yang semakin terahapus, bulu pada tubuh mereka yang nekat perlahan-lahan mulai meremang saat gambaran-gambaran mengerikan seperti' benda itu rubuh dan menimpa mereka atau benda itu hidup dan menjadikan tubuh mereka santapan', berputar-putar dalam imajinasi.
Rasa taku terkalahkan oleh rasa penasaran. Itulah yang mungkin cocok mengambarkan keadaan ini. Meski di rundung kekhawatir, namun tak membuat sebagian Youkai mengambil langkah mundur. Meski tubuh bergetar, mereka terus maju hingga salah satu Youkai akhirnya berhasil mendekati benda itu. Dengan ragu Yaukai yang menyerupai manusia berkepala elang itu menyentuhkan tanganya kepermukaan benda aneh di depanya, merabanya lembut, kemudian menariknya kembali.
" AMAN!" sang Youkai pemberani itu berteriak, tanganya melambai pada sang pemimpin, memberi tanda pada rekan-rekanya bahwa benda aneh yang sempat mengemparkan itu bukanlah ancaman.
" Kugi No Hone"
Lagi.
Suara itu kembali terdengar di indra pendengaran Naruto. Pemuda pirang itu mengedarkan pandanganya kepenjuru tempat, namun hasilnya sama, Nihil. Ia sama sekali tak menemukan sumber suara. Suara itu terdengar feminim, halus dan lembut, dapat di pastika kalau suara itu milik seorang wanita. Ditempat ini hanya Tsubaki dan Tomoe yang bergender wanita, dan Naruto Yakin kalau suara itu bukan berasal dari salah satu dari mereka berdua, semantara para Youkai semuanya kaum adam. Mungkinkah salah satu Chimera,, lupakan, mereka hanya bisa mengaum.
Dummm
"A-apa?"
Pemikiran Naruto tentang pemilik suara Misterius yang tadi sempat di dengarnya teralihkan ketengah lapangan ketika mendengar ledakan kecil. Disana, tepat ditengah lapangan hanya ada beberapa Youkai, paku aneh yang tadi berdiri menjulang di tengah kawah tiba-tiba menghilang masuk ke dalam tanah dengan sangat cepat, seolah-olah ada sesuatu yang menariknya.
" A-apa yang terjadi?"
Tomoe bergumam pelan, matanya tak pernah lepas dari pusat halaman.
"Entah lah Kami-eh?"
Tak ada hujan tak ada angin, tanah tiba-tiba bergoncang. Beberapa Youkai memekik kaget saat makin lama goncang yang mereka rasakan pada tempat kaki meraka berpijak semakin mebesar.
" SEBENARNYA ADA APA IN-AKHHHHHH"
Darah kembali berhambur di udara saat sebuah benda mirip tulang dengan diameter lima puluh centimeter dan panjang kira-kira dua meter secara mengejutkan muncul cepat dari dalam tanah, merobek kulit terluar bumi sebelum akhirnya menembus perut sang Youkai manusia Elang.
"Argggg"
"Tid-Argggg"
"Sial-Gahhhhh"
Dari yang Naruto lihat, kemunculan ribuan batang tulang dari dalam tanah seperti ini sangat mirip dengan Jutsu Mokuton: Jukai Kotan milik Hokage Pertama, hanya saja kali ini yang keluar adalah tulang bukanya pohon.
Semakin lama, semakin luas pula area yang kini telah menjadi ladang tulang, benda putih itu masih terus muncul seakan mengejar para Youkai maupun Chimera. Beberapa Yokai dan Chimera yang tidak bisa atau tak sempat menghindar mati terkoyak.
Tomoe,Tsubaki dan beberapa Youkai yang memiliki sayap, segera melesat keangkasa ketika kumpulan tulang berwarna putih pudar terus tumbuh dari dalam tanah dan mengarah ketempat mereka berada. Gadis itu langsung memutar kepalanya kesamping begitu sudah memasuki area aman, di atas ribuan tulang yang baru saja tumbuh dibawah kakinya.
Menghembuskan nafas lega karena mendapati Tsubaki juga bisa menghindar dari hujaman-hujaman ganas para tulang." Aku tak apa!" Gadis itu berbisik saat melihat Tsubaki menatapnya dengan pandangan khawatir dari atas lubang pintu yang sudah tertutup puluhan tulang. Meski sadar bisikanya tak bisa di dengar sang Quin namun Tomoe tetap melakukan itu, ia yakin kalau senpainya itu lebih dari mampu unntuk membaca gerak bibirnya.
Naruto menghela nafasnya. Kini ia berdiri di atas pohon yang secara kebetulan berada di belakang tembok pembatas, meski saat ini dirinya ada di luar halaman Mansion Tengu, namun Naruto masih bisa melihat dengan jelas apa yang tersaji di tempat itu. Halaman luas yang pada mulanya bebalut rumput Hijau kini berubah total menjadi ladang Tulang, darah, organ dalam dan potongan tubuh milik Chimera dan sebagian Youkai malang berceceran ditanah, berapa tubuh bahkan masih ada yang menancap di ujung runcing benda mirip tulang yang baru saja tumbuh. Ninja muda ini mendongkrak, tatapanya betemu dangan iris Brown Tomoe yang juga tengah menatap ke arahnya. Mendapati pancaran khawatir dari sosrot mata sang Knight, Naruto segera memasang cengiran andalanya, tanganya ikut ia lambaikan, memberi petujuk keadaanya pada sang gadis.
Tomoe menganguk dan ikut melambaikan tanganya, gadis itu merasa lega ketika mendapati keluarga termudanya dalam keadaan selamat tanpa luka berarti. Meski belum bisa mengunakan kedua sayap iblisnya seperti dirinya dan Tsubaki namun Naruto berhasil menghindari terjangan liar benda putih dibawahnya dengan memanfaat kan pohon diluar benteng.
Tomoe memajukan wajahnya, matanya menyipit tajam begitu melihat dengan samar sebuah objek melesat cepat kearah Naruto dari dalam hutan." Sial!". Tersadar bahwa itu musuh yang berniat menyerang partnernya, Tomoe segera melambaikan tanganya kearah sang Ninja yang agaknya tidak mengetahui kedatangan lawan barunya." NARUTO, DI SAMPING!"
Naruto mengangkat satu alisnya, ia ikut melambai saat melihat Tomoe begitu semangatnya melambai-lambai kearahnya. Putra tungal sang Youndaime Hokage menghentikan aksi melambainya, begitu menagkap ekspresi panik di wajah ayu Tomoe.
"Heh?" Naruto letakan tanganya di belakang telinga, berharap bisa mendengar teriakan sang Knight. Jarak yang cukup jauh dan suara bising akibat pohon tulang yang masih saja tumbuh membuat suara gadis itu tak sampai pada pendengaran Uzumaki terakhir.
" AWAS DI SAMPING MU!"
"APA?" Naruto semakin di buat bingung ketika meliat Tomoe kini tengah mengibas-ngibaskan tanganya kearah kanan.
Wajah Tomoe semakin memucat. Sepertinya tindakanya ini sia-sia. Seberapa keras pun ia berteriak suaranya masih kalah dengan suara-suara di sekitarnya." AWAS DI-SIALLLLL!". Gadis manis itu segera mengepakan sayapnya secepat yang ia bisa saat kedua matanya kembali melihat sosok yang melesat kerah Naruto semakin mendekati target." PERGI DARI—" Mata Tomoe membulat shok. Ia gagal. Sosok misterius itu telah sampai terlebih dahulu dari pada dirinya.
Melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana ganasnya tangan sosok itu mencengkram kepala Naruto, menghantamkanpa pada pohon dan membawanya masuk kedalam hutan tanpa bisa ia cegah, membuat air mata seketika itu juga mengenagi Iris Brownya.
" TIDAK,,,,,,!"
-0-0-0-0-0-0-0-
Awalnya Naruto memang tidak mengerti mengapa Tomoe begitu gencar mengibas-ngibaskan tanganya kesamping sambil berteriak-teriak dengan wajah panik. Namun ketika melihat gadis itu melesat kearahnya, Naruto mulai paham ada sesuatau yang tidak beres disekitarnya.
Wussss…
Suara angin terbelah, terdengar janggal bagi Naruto. Dengan Sharingan yang kembali berputar, sang Ninja dengan cepat menoleh kearah kanan tubuhnya, di mana tempat itu yang dari tadi di tujuk-tunjuk oleh Tomoe.
Srak,,,
"ahh?".. Kedua mata Naruto membola. Dari arah kananya, sesosok bayangan putih bergerak sangat cepat hingga Sharingan pun tak mampu membaca gerakan sosok itu. Dengan mengandalkan reflek, Naruto ssegera menebaskan Kunainya kearah sosok itu.
Grep,,,
"Gahhh!" yang terkhir Naruto lihat adalah sebuah telapak tangan berwarna putih menutupi pandanganya. Rasa sakit pada wajah dan kepala belakanya menyusul kemudian.
Tifa menyeringai, ia melirik remaja yang wajahnya masih ia cengkram. Melihat tangan pemuda itu berusaha melepaskan tanganya dari wajahnya membuat seringai Tifa semaki melebar. Tanpa memperlambat lajunya terbangnya, Tifa melesat semakin dalam kedalam hutan, bergerak sejauh mungkin dari areh Mansion Tengu.
Iris hitam gadis setengan Succubus itu kembali menatap kedepan, pandanganya menajam pada sebuah dahan pohon.
" Kau milik ku, pirang"
Brak,,,,
Kembali, sebuah pohon hancur setelah berbenturan dengan kepala belakang Naruto.
" GAHH!"
"TBC"
555555555555
5555555555
5555555
55555
555
55
5
A/N: he,hehehehe,,,,,,gw balik lagi ni…
Bagaimana menurut kalian Chap ni? Pendek kah?. Ancurkah? Membosankan kah? Atau aneh?.
Gak nyangka gw kalau fict aneh ni bisa dapat Review nyampe 1000,,,bener-bener kejutan lah.
Terimakasih untuk semua, yang dah nyempatin waktu kalian buat baca and ngomentari fict ini, semua dukungan, kritik bahkan Flame dari kalian bener-bener membuat gw semakin bersemangat dalam melanjutkan cerita abal autor kacangan gw bener-bener Terharu antas antusiasme kalian,,Hik,,,hikks hikks{ Mana tisu!}.
Hah,,,sudahlah,, gw gak banyak bacot lagi karena ppada dasarnya gw bukan orang yang pinter ngomong
. Berikan pendapat anda tentang Chap ini.
Jika Chap ni kependekan menurut kalian, gw minta maaf banget karena gw ngetiknya pas dari jam 12 malem ape subuh, itupun gw baru balik kerja, jadi maaf lo ada kesalahan kata atau apalah…gw ngantuk bro, tapi tetep gw paksain,,,jangan ditiru ya..
Untuk fict gw yang lain, masih dalam proses, untuk Ghost, baru setengah, gw mati ide ni hehehe.
And
Untuk S VS W, baru ¼,,, capek, gak da waktu.
Gini aja deh ya,,,maaff kalo gak bisa jawab Review kalian. Tapi tenang ja, meski gak kejawab tapi tetep kebaca kok. Jadi silakan berikan masukan kalian, dukungan kalian membuat gw lebih bersemangat dalam mengerjakan cerita gw..
Chapter 14: Naruto vs tifa.
Jangan bosan mereview ya, karena itu menjadi salah satu patokan semangat gw.
Terima kasih atas dukungan kalian selama ni ea..
Karasumaru.666 …..
gooooooo….
