No pairing
Post-canon
mystery, tragedy, friendship
Reborn, 3 tahun
Tsuna, 16 tahun (1 SMA)
Disclaimer: Penulis tidak memegang hak cipta Katekyo Hitman REBORN!
"Italic/miring" = pikiran seseorang/perkataan di dalam hati
#mission 1
Bukan maksud Reborn untuk mengintai salah seorang murid dame-nya dari salah satu cabang pohon dengan teropong Leon. Dia tidak suka sama sekali bertingkah seperti orang asing terhadap Tsuna yang sudah ia kenal baik selama 2 tahun. Namun, Tsuna yang saat ini sedang duduk dengan tenang di bangkunya sambil memperhatikan penjelasan guru bukanlah Tsuna yang sama dengan Tsuna yang sebelumnya ia ajar. Tsuna muridnya pasti sudah ketiduran di kelas pada jam segini dan dia tidak memiliki tatapan kosong yang penuh dengan kesedihan seperti Tsuna yang sedang ia intai. Tapi, yang paling membuat Reborn kesal adalah kenyataan bahwa dia tidak bisa sesukannya mendobrak masuk ke ruang kelas sebagai Professor Borin atau Reboyama-sensei dan mempermalukan Tsuna di depan seluruh teman-teman sekelasnya. Saraf Reborn sudah gatal dari tadi dan semua ini terjadi karena ulah Byakuran.
Byakuran memang sudah tidak berencana menguasai dunia lagi, tapi dia masih Byakuran yang dulu, yaitu Byakuran yang kuat secara tidak biasa dan dapat saling membagi pengetahuan dengan dirinya di dunia paralel lain. Kemampuannya tersebut pernah ia gunakan lagi untuk memberikan penyembuh kepada Yamamoto yang terluka hebat dan bahkan nyaris lumpuh akibat diserang oleh Mizune dari Shimon Famili.
Rupanya pada saat mencari penyembuh tersebut, Byakuran juga menemukan suatu kesalahan besar di salah satu dunia paralel yang ia kunjungi. Selama ini dia tidak memiliki waktu untuk memastikannya, namun setelah kutukan arcobaleno berakhir, dia jadi memiliki banyak waktu luang. Atas seizin Yuni, yang kini telah menjadi pengawasnya, Byakuran kembali menggunakan kekuatannya dan ia pun berhasil menemukan kembali kesalahan tersebut. Dan itu merupakan jawaban yang tidak ingin diketahui siapapun. Yuni pun menjadi was-was dan akhirnya mereka terpaksa memanggil Reborn.
"Kenapa harus aku?" tanya Reborn.
"Karena Sawada Tsunayoshi di dunia ini paling sukses dibandingkan dengan dunia paralel lainnya, dan kau sendiri memiliki pengalaman bersama Tsunayoshi-kun lebih banyak dan lebih baik dari Reborn di dunia paralel lain. Aku hanya ingin yang terbaik untuk semuanya," jelas Byakuran.
Sawada Tsunayoshi telah ditakdirkan untuk menjadi penerus Vongola ke-10 di seluruh dunia paralel. Namun, Byakuran menemukan satu dunia paralel dimana Tsuna tidak dapat memenuhi takdirnya ini.
"Perjalanan yang Irie-san lakukan ke berbagai dunia paralel dan pertarungan dengan Byakuran di masa depan sebelumnya, telah memberikan kita semua sebuah kesimpulan pasti, yaitu bahwa di dunia paralel manapun Sawada-san harus menjadi Boss Vongola ke-10. Dan selama ini semuanya berjalan lancar kecuali satu dunia paralel tersebut. Jika dibiarkan bahkan aku sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi Reborn-ojisama," tambah Yuni. "Kumohon terimalah misi untuk menjaga keseimbangan seluruh dunia."
"Seperti aku bisa menolak permintaanmu saja," kata Reborn dalam hati. "Lagipula jika dunia tidak seimbang, jika dunia kembali ke dalam malapetaka, aku bisa saja menyuruh Tsuna untuk melakukan sesuatu seperti sebelumnya, tapi bukan berarti aku senang membuatnya melalui semua itu." Seperti pada saat Tsuna harus mempertaruhkan hidupnya melawan Byakuran atau membuatnya mengambil resiko menjadi Arcobaleno selanjutnya, yang untungnya tidak pernah terjadi. Sambil berpikir, Reborn telah membuat keputusannya. Namun, ia harus mempersiapkan segalanya jika mau meninggalkan pengajarannya terhadap Tsuna.
"Jika aku pergi untuk waktu yang lama pelajaran Tsuna akan sangat terganggu. Lagipula di dunia ini si Dame-Tsuna juga masih ragu-ragu untuk menjadi Vongola Decimo."
"Untuk itu aku sudah menyiapkan alat yang Shou-chan dan Spanner-chan buat. Satu bulan di dunia sana sama dengan satu jam di dunia ini."
"Jadi karena itu kalian tidak langsung memanggilku? Kalian memang sudah menyiapkan semuanya, ya."
"Semua ini dibutuhkan demi menjaga keseimbangan dunia. Jika Reborn-ojisama tidak keberatan, aku ingin-ojisama memulai misi ini besok, pagi-pagi sekali."
"Baiklah aku mengerti. Aku akan datang."
Sebelum Reborn pergi, Byakuran memberikan Reborn sebuah kopor kecil yang tampak biasa-biasa saja.
"Ini adalah perlengkapan yang Shou-chan buat untuk misi ini. Kopor ini bisa memuat banyak sekali barang tanpa menjadi penuh. Masukkan semua yang kau perlukan ke dalam. Kau harus membawa banyak sekali barang karena begitu tiba di sana tidak ada yang dapat menolongmu. Itu berarti kau juga tidak boleh melakukan kontak secara langsung dengan Vongola di dunia itu," kata Byakuran.
"Ini benar-benar perjalanan yang beresiko dan tugas yang sulit, Reborn-ojisama. Tapi jangan khawatir, kami akan menemukan cara untuk menghubungimu lagi nanti."
#flashback end
Sudah beberapa jam berlalu sejak Reborn datang ke dunia paralel ini dan sudah tiga jam berlalu sejak Reborn mengawasi Tsuna. Meskipun terbilang sebentar, Reborn sudah belajar beberapa hal penting yang mengejutkan. Pertama dan yang paling mengejutkan, Tsuna di dunia ini tidak tinggal di Namimori, melainkan di Kokuyo, kota sebelah Namimori, dan dia tinggal seorang diri di apartemen kecil yang rapih. Yang kedua, Tsuna bersekolah di SMA Kokuyo yang normal sebelum dikuasai oleh Mukuro dan disana dia tidak begitu sering dibully. Tsuna di dunia ini rupanya tidak se-dame Tsuna di dunianya. Namun, Tsuna di dunia ini memiliki mata yang kosong dan penuh kesedihan. Sekilas, Tsuna tampak seperti Kozato Enma waktu pertama kali ia tiba di Namimori, hanya saja dia lebih teratur dan tidak ceroboh. Tsuna sepertinya berusaha untuk menghindari kontak dengan setiap orang yang ia temui. Ketika seorang guru berkepala botak menyuruh Tsuna untuk maju ke depan dan menyelesaikan soal, Tsuna segera mengerjakan perintahnya lalu kembali lagi ke tempat duduknya dengan tenang.
"Bagus seperti biasa, Sawada. Cobalah untuk seperti ini pada tesmu juga," kata pria botak yang ternyata mengajar matematika itu. Tidak ada tepuk tangan maupun komentar dari murid lainnya membuktikan bahwa Tsuna di dunia ini tidak menonjol baik secara positif maupun negatif.
'Tsunayoshi adalah murid biasa yang tidak terlalu menonjol dan kemampuannya rata-rata' Reborn menulis pada buku catatan kecil yang ia beri nama 'Buku pengamatan Tsunayoshi'. Reborn memutuskan untuk menyebut Tsuna di dunia ini dengan nama lengkapnya, 'Tsunayoshi' dan Tsuna di dunianya dengan 'Tsuna' atau 'Dame-Tsuna' agar ia dapat membedakan mereka dengan mudah.
Reborn melanjutkan pengamatannya sambil makan popcorn hingga bel istirahat siang berbunyi. Mata Reborn mengikuti Tsunayoshi bergerak ke atap sekolah. Kemudian, dengan menggunakan parasut Leon, Reborn membuat dirinya melayang di dekat Tsunayoshi. Tsunayoshi, yang belum menyadari kehadiran Reborn, duduk dengan tenang di atap sekolah. Dia lalu membuka bekalnya. Reborn mengintip isi bekalnya dari udara dan melihat bento yang gizinya tampak seimbang seperti buatan seorang Ibu biasa, tapi jauh dari buatan seorang Sawada Nana. Seorang Tsunayoshi rupanya bisa memasak.
Sebelum mengakhiri penelitiannya yang membosankan dan mulai ke tahap selanjutnya, ada beberapa hal lagi yang ingin Reborn ketahui. Salah satunya adalah sifat Tsunayoshi. Apakah dia hanya sekadar lebih pendiam daripada Tsuna, atau mungkin dia adalah orang yang dingin? Bisakah dia mempunyai karisma yang sama dengan Tsuna? Tanpa karisma dan kenaifannya, Tsunayoshi tidak akan pernah bisa menjadi Vongola Decimo seperti Tsuna.
"Satu hal lagi, Reborn," sebelum Reborn masuk ke alat aneh yang dirancang oleh Byakuran, Shouichi, dan Spanner, Byakuran memberi Reborn sebuah peringatan. "Kurasa kau tidak bisa langsung muncul begitu saja dan membuat Tsunayoshi-kun di dunia itu melakukan semua hal yang kau mau. Maksudku, kau tidak bisa memperlakukannya seperti dua muridmu sebelumnya. Pertama kau harus tahu latar belakang Tsunayoshi-kun di dunia itu."
"Sepertinya kau tahu sesuatu. Kenapa kau tidak memberitahuku saja?" kata Reborn dengan agak kesal karena setelah menerima misi ini Byakuran jadi seperti seenaknya saja memberinya perintah.
Byakuran mengalihkan pandangannya dari Reborn dan menatap kedua kakinya. Ekspresinya seperti campuran antara sedih dan sedikit rasa bersalah. Dia tampak murung, seperti bukan Byakuran saja. Reborn melihat ekspresi Yuni tidak jauh berbeda dari Byakuran.
"Kalau itu… sebaiknya Reborn-ojisama cari tahu sendiri."
"Baiklah. Tidak ada yang lebih baik daripada mencari tahunya sendiri," akhirnya Reborn terpaksa berdalih demi menenangkan hati Yuni.
#flashback end
Baru beberepa detik sejak Reborn mendaratkan kakinya di atap, Tsunayoshi sudah merasakan kehadirannya. Sepertinya 'hyper intuition'-nya sudah bekerja dengan baik. Daripada terkejut, Reborn merasa sedih. "Hyper intuition yang seharusnya sudah disegel hanya bisa dihidupkan apabila dia telah melewati masa-masa sulit, kemungkinan kejadian hampir mati." Pikir Reborn. Meskipun ada kemungkinan Vongola Nono tidak menyegal kekuatan Tsunayoshi, tapi untuk membuat 'hyper intuition'-nya sekuat itu—sampai bisa melacak pembunuh bayaran sekuat Reborn yang telah menyembunyikan keberadaannnya—bukan perkara mudah. "'Hyper Intuition'-nya Tsunayoshi mungkin sekuat Tsuna saat ini, atau bahkan lebih kuat lagi."
Tsunayoshi menoleh pada Reborn. Tsunayoshi menatap Reborn agak lama. Dia tampak bingung karena bertemu bocah berumur 3 tahun yang menggunakan fedora di atap sekolah.
Reborn memutuskan untuk memecah keheningan yang tidak enak itu, "Ciaossu!"
Tsuna nampak sedikit terkejut, tapi ia segera membalas Reborn dengan menganggukkan kepalanya.
"Tidak mau bicara huh?" kata Reborn dalam hati. "Kalau begitu aku akan membuatmu bicara."
Reborn lalu menutup kedua matanya dengan tangan dan menolehkan kepalanya sedikit.
"Huu.. aku jadi lapar karena berjalan terus daritadi," Reborn yang sadis dan mengerikan itu pun bersandiwara jadi balita.
Dari balik sela-sela jarinya, Reborn melihat Tsuna menjadi panik. Lalu tiba-tiba Tsuna menyodorkan bento-nya. Reborn lalu menyambarnya seperti elang dan memakannya dengan lahap. Di luar dugaan, Bento itu terasa lezat, bahkan lebih lezat daripada masakan Kyouko atau Haru. Tsunayoshi hanya memperhatikannya dengan mata penasaran.
Reborn tidak menyisakan sedikitpun untuk Tsunayoshi, sementara Tsunayoshi tidak bisa marah karena masih mengira Reborn adalah bocah malang yang kesasar. Setelah bento yang kosong kembali ke tangan Tsunayoshi, Tsunayoshi tiba-tiba berbicara dengan suara yang sangat pelan namun stabil.
"Eto, apa ada yang bisa aku bantu? Aku bisa membawamu ke ruang guru untuk mencari orangtuamu. Sayangnya aku tidak bisa membantumu secara langsung karena aku masih ada kelas." Tsunayoshi tersenyum ramah pada Reborn.
"..." Reborn tidak bisa tidak menyelidiki Tsunayoshi saat ini. Hanya satu momen dan beberapa kalimat cukup membuat Reborn—yang pernah mengaku bisa membaca pikiran orang—memenuhi 'catatan pengamatan Tsunayoshi'-nya untuk hari ini. Dan jujur saja, dia tidak terlalu menyukai hasilnya.
Reborn dapat melihat kesedihan dan kesepian yang begitu dalam dan sekarang, jauh lebih kuat dari yang ia lihat sebelumnya yang bahkan orang biasa yang pintar membaca ekspresi pun dapat melihatnya, di samping itu Tsunayoshi dapat menyembunyikannya dengan sangat baik seperti dia terbiasa berbohong. Namun, senyum Tsunayoshi begitu hangat dan ramah seperti saat Tsuna tersenyum pada Chrome atau mungkin lebih ramah lagi. Reborn tidak suka melihat Tsunayoshi yang tampak lebih baik hati dari Tsuna ini malah memiliki pandangan yang begitu menyayat hati. "Tsunayoshi, sebenarnya apa yang terjadi padamu...". Pikirnya.
Reborn lalu mundur beberapa langkah dari Tsunayoshi tanpa melepaskan pandangannya dari remaja yang berusia 16 tahun itu. Reborn terus berjalan mundur sampai mencapai pintu. Sampai akhir, Reborn bertingkah seperti balita pemalu sebelum pergi menghilang di balik pintu. Tsunayoshi pun terus memandangnya sampai akhir dengan tatapan yang penuh kesedihan itu.
#to be continued
#omake
Shouichi: Ini adalah tas yang berhubungan dengan dimensi lain. Dengan tas ini, kau bisa memasukkan benda apapun dan sebanyak apapun tanpa membuatnya penuh.
Byakuran: Yay~ akhirnya aku tahu anime yang Shou-chan suka. Selama ini Shou-chan tidak pernah memberi tahukannya padaku sih.
Shouichi: Eh, eh, ini tidak ada hubungannya dengan itu!
Byakuran: Tidak usah malu-malu. Padahal Shou-chan suka bergadang untuk menonton anime. Oh ya, di Jepang mereka menyebutnya otaku, ya.
Shouichi: A-aku bukan otaku!
Spanner: Aku dengar otaku itu memakai kacamata tebal dan gampang sakit perut.
Shouichi: ...hah... kau salah. Darimana kau mendengarnya?
-Di markas CEDEF, Italia-
Iemitsu: Hatchim!
#preview
Nana: Berikutnya aku akan tampil, ya? Senangnya~ Aku akan masak apa, ya?
Tsunayoshi: O-okaasan, jangan terlalu senang. Lebih baik tidak tampil sekalian...
Nana: Kenapa Tsu-kun? Aku yakin semua orang penasaran dengan keadaanku. Jangan khawatir, aku akan menyambut semua tamu dengan baik.
Tsunayoshi: Aku ragu akan hal itu...
Reborn: Kenapa Tsunayoshi? Apa ada yang salah dengan Maman?
Tsunayoshi: Hiiiii! Oh, balita yang tadi siang! Apa kau tersesat? Dimana orang tuamu? Jangan bilang kau sama sepertiku...
Reborn: ...
