Warning:alur maju mundur, gaje, typo bertebaran.
Harap vote sebelum membaca.
Cerita ini tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan orang yang memiliki kekurangan/cacat, karena semua orang juga memiliki kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.
Chapter 1.
Seorang gadis kecil mendorong kursi roda dengan seorang anak yang duduk di kursi itu. Beberapa kali anak laki-laki yabg duduk di kursi itu bergerak gelisah.
"Sakura, tak usah mendorong kursi ku, aku bisa melakukannya sendiri.. Nanti kau pegal pegal sakura jika terus mendorong ku" ujar anak laki-laki itu tegas.
Sedangkan gadis kecil itu kini menggeleng, itu membuat rambutnya berkibar kibar.
"Tidak sasuke-kun, jika aku tidak mendorong kursimu aku bosan nanti" ujar gadis itu beralasan.
Belum sempat anak laki-laki itu menjawab, sebuah suara memotong nya.
"Sakura!! Tolong bantu baa-san dulu" ucap wanita itu dari kejauhan.
Tadinya sakura akan menjawab sebelum sasuke memegang tangannya dan menatap sakura yakin.
"Tak apa, aku bisa sendiri sakura" ucap anak laki-laki itu yakin.
"Kau yakin tak apa sendirian sasuke-kun?" tanya gadis yang di panggil sakura itu.
Sedangkan anak laki-laki yabg di pangggil sasuke itu mengangguk. Sakura pun menghampiri wanita yang tadi memanggilnya meminta tolong.
Sasuke segera medorong kursi rodanya ke bawah pohon sakura yang tak jatuh dari sana. Ia bisa melihat beberapa ukiran namanya dengan nama sakura disini.
Ia tersenyum dengan semburat merah di pipinya. Tapi senyuman itu hilang digantikan dengan wajah datarnya. Ia melirik kearah sekelompok anak-anak yang menyeringai kearahnya.
"Hei Sasuke! Ayo main bola bersama" ajak salah seorang anak itu dengan nada mengejek. Bagaimana tidak, sasuke saja memakai kursi roda. Bagaimana ia bisa berlari menggiring bola nanti.
Sasuke tidak menjawab ajakan itu, buang buang waktu saja jika berurusan dengan mereka.
Tiba-tiba anak itu berlari mendorong sasuke jatuh dari kursi rodanya.
"Apa apaan kau?!" teriak sasuke terkejut.
"Kau itu tak pantas tinggal disini" ujar anak laki-laki bersurai coklat dengan garis merah dipipinya.
"Ya!! Kiba benar, kau cacat. Anak cacat tidak boleh berada disini!!" ujar anak laki-laki bersurai coklat dengan tubuh agak gemuk.
"Aku benci dengan anak cacat" gumam anak laki-laki dengan kaca mata hitamnya. Namun gumaman itu masih bisa didengar sasuke.
"Apa kau bilang gendut? Aku tidak dengar!! Aku tidak bisa mendengar suara orang bodoh!!" teriak sasuke mengejek.
Mendengar itu, mereka semakin mendekat ke arah sasuke.
Ia mendorong sasuke ke kolam dekat pohon.
"Diam kau cacat!!" teriak anak bernama kiba itu.
Sasuke berpegangan pada sisi kolam, kolam itu memang tidak dalam. Namun tetap saja bagi anak cacat sepertinya itu akan menjadi masalah bila tenggelam di dalamnya.
Sasuke menyeringai.
"Aku tidak takut pada kalian!!!" teriak sasuke menantang.
Mereka mulai memukuli sasuke dengan beberapa ranting dan Batu-batu di sana.
Itu membuat sasuke mengaduh kesakitan.
"Akh.. Itu tidak seberapa!! Aku ini kuat.. Akh.. Itu tidak akan membuatku.. Sakit.. " ujar sasuke masih tetap dengan berpegangan pada sisi kolam.
"Hei!! Kalian tidak boleh bersikap seperti itu!! Itu tidak baik!! " teriak seorang anak laki laki dengan surai pirang yang Baru datang.
Itu membuat beberapa anak yang tadi memukuli sasuke terdiam sebentar, tak lama mereka tersenyum mengejek.
"Diam kau buta!!kau juga sama saja, sama sama cacat!! Ayo kita ceburi dia juga!! " teriak anak itu memprovokasi.
Anak bersurai pirang itu juga muali didorong ke kolam sama seperti sasuke.
Dan akhirnya mereka berdua masuk ke dalam kolam, anak yang tadi memukuli mereka tertawa terbahak-bahak di sana sebelum suara cempreng seorang gadis kecil mengehentikan mereka.
"Cukup!! Kalian jahat sekali sih, memangnya sasuke-kun salah apa pada kalian?!" teriak sakura tak terima, ia memang baru datang. Tapi saat melihat sasuke yang notabene adalah temannya, ia tak akan terima.
Anak yang tadi memukuki sasuke dan anak berambut pirang itu terdiam sesaat.
"Hei saku!! Sebaiknya kau jauhi mereka.. Kau seharusnya bermain bersama dengan anak normal seperti kami" ujar salah satu anak berambut merah yang kini mendekat ke arah sakura.
Anak itu menarik tangan sakura pelan untuk menjauhi dari sasuke. Sementara itu, sasuke dan anak berambut pirang itu mencoba keluar dari kolam. Anak pirang itu membantu sasuke keluar.
"Tidak!! Aku tidak ingin bersama kalian! Kalian jahat! Jahat!! " teriak sakura sambil berlari ke sasuke.
Ia langsung memeluk sasuke yang kini terduduk lemas di bawah pohon. Cukup lama ia tenggelam di kolam.
Sasuke membalas pelukan sakura yang kini semakin mengerat.
"Saku.. Kau akan sakit jika memelukku, bajuku basah" ujar sasuke khawatir. Perlahan ia melepas pelukan sakura.
Sakura masih terisak-isak di pelukan sasuke.
"Hiks.. Tak apa.. Aku tak akan.. Hiks.. Sakit, sasu.. Apa kau sakit?" tanya sakura khawatir sambil mengusap ingusnya.
Sasuke terkekeh pelan, ia menyeret tubuhnya ke arah kursi roda dan mengambil tisu di kursi rodanya. Mengelap ingus sakura yang mengucur deras. Sedangkan air mata sakura ia hapus dengan tangannya.
"Jangan menangis saku.. Aku tidak suka melihatmu menangis" ucap sasuke sendu.
Sakura mengangguk.
"Dan aku juga tidak suka jika sasu disakiti mereka" ujar sakura.
Sedangkan anak tadi yang memukuli sasuke langsung pergi dari sana saat melihat sakura medelik ke arahnya.
Sasuke terkekeh pelan.
"Jangan mendelii seperti itu, mereka jadi takut padamu" ucap sasuke.
Sakura mendengus kesal.
"Ehem.. Maaf mengganggu,aku pergi dulu" sebuah suara mengehentikan mereka, sakura menatap anak laki laki itu. Sedetik kemudian ia memekik senang.
"Naruto-kun!! Kau naruto-kun bukan?!" pekik sakura senang.
Anak yang di panggil 'naruto' itu terkejut senang.
"Kau sakura-chan?! Aku tak menyangka akan bertemu lagi dengan mu disini" ucap naruto senang.
Sakura berlari memeluk naruto erat. Naruto pun membalas pelukan sakura tak kalah erat.
"Naruto-kun, kenapa sebelah matamu tertutup?" tanya sakura heran.
"Sebelah mataku buta sakura" ucap naruto lirih.
Sakura terkejut.
"Bagaimana bisa?" tanya sakura.
"Panjang ceritanya" ujar naruto sendu.
Tanpa mereka sadari, sepasang mata sasuke menatap mereka dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Ekhem! Ayo masuk sakura, dan kau err-" ucap sasuke tegas sambil menatap ke arah naruto dan sakura. Ia juga sedikit bingung dengan nama naruto. Ia tak mengenal naruto.
"Naruto, nama ku naruto" ucao naruto memperkenalkan diri.
"Naruto, ya naruto terimakasih karena telah menolongku, dan aku sasuke, nama ku sasuke" ucap sasuke memperkenalkan diri.
Mereka berjabat tangan dan sakura menyuruh mereka untuk berganti baju di ruangan sasuke dan sakura. Memang kamar sakura dan sasuke di satukan dengan sakura yang tidur di bawah dan sasuke di atas dengan kasur tingkat.
Tanpa mereka sadari benang merah mengikat mereka bertiga. Dan seseorang melihat itu dengan tatapan tidak sukanya.
Tbc...
Siapa yang mau fanfic ini di lanjut? Comen dan vote ya..
Maaf kalau cerita ini garing dan gajelas. Kalau ngga suka bakal aku unpublis kok ..see you next time.
aku author baru disini. maaf banget kalau aku ngga bisa bales comen atau review dari kalian ..mohon maklum ya.. aku belum terlalu ngerti disini.. mohon bantuannya
