Warning:alur maju mundur, gaje, typo bertebaran.
Harap vote sebelum membaca.
Cerita ini tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan orang yang memiliki kekurangan/cacat, karena semua orang juga memiliki kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.
Chapter 2.
Sakura duduk di bangku Taman dengan sasuke dan naruto yang duduk di sebelahnya. Mereka bertiga memakan buah apel yang naruto petik di pohon dekat sungai tadi pagi.
Sudah berlalu satu minggu setelah kejadian itu, dan mereka kini semakin dekat. Memang tempo hari ini sudah jarang yang menghina sasuke dan naruto. Itu semua berkat sakura yang selalu mendelik tajam ke arah mereka yang ingin membully sasuke dan naruto.
Tapi, beberapa anak ada yang masih menghina sasuke sesekali.
"Sasuke-kun, Naruto-kun... Aku ingin bermain seperti mereka.. " ucapan sakura membuat naruto dan sasuke menoleh kearahnya.
Sasuke dan naruto pun menolehkan wajahnya dan melihat ke arah sakura menunjuk. Seorang anak dengan orang tua mereka sedang bermain tangkap bola, sesekali sang anak memekik senang.
Tak kala saat mereka bermain di Taman, mereka selalu melihat hal-hal yang membuat mereka iri. Anak yang di gendong orang tuanya, di belikan makanan. Apalah daya saat mereka sendiri di buang oleh orang tuanya sendiri.
"Sakura-chan, bagaimana kalau kita menunggu sasori-nii di halte bis?! Kita kejutkan sasori-nii. Bagaimana?" usul naruto saat melihat wajah sakura yang murung.
Sakura mengangguk dan mulai bangkit. Namun, tangan sasuke sudah lebih dulu menghentikannya.
"Tidak saku... Kau ingat kejadian waktu itu?" tanya sasuke khawatir.
Ya, waktu itu sakura dan sasuke menunggu sasori pulang berdua. Waktu itu naruto belum ada dan mereka hanya berdua. Duduk di bangku berdua, dan tiba-tiba ada seseorang yang mendorong kursi roda yang sasuke duduki dan membawa sasuke pergi.
Sebenarnya bukan itu yang sasuke khawatir kan, saat sasuke di bawa pergi. Walaupun tidak sampai diculik, karena waktu itu sasori langsung datang dan menyelamatkan nya. Sakura demam berhari hari, sakura terlalu terkejut dan ketakutan waktu itu. Bahkan sakura sama sekali tidak membiarkan sasuke pergi keluar dari rumah panti.
Sakura mengangguk.
"Ya, aku tidak ingin sasu di bawa mereka lagi" ucap sakura sendu.
Naruto hanya mengangguk paham, sasuke sudah menceritakan nya saat ia datang.
"Kalau begitu.. Sebaiknya kita pulang saku.. Ini sudah siang.. Waktunya kita istirahat, jika tidak baa-san akan marah nanti" ucap sasuke memperingatkan.
Mereka bertiga menuju rumah dengan kursi roda sasuke yang didorong naruto.
Mereka mulai dekat sekarang.
Beberapa hari lalu, saat naruto baru datang. Sasuke selalu cemburu pada naruto, karena sakura mengabaikan nya dan lebih memilih bermain dengan naruto.
Flashback..
"Naruto-kun ayo antar aku mengambil kasur tambahan untukmu" ucap sakura antusias.
Naruto mengikuti sakura ke arah kamar bibi yang mengurus panti. Tanpa mereka sadari, sasuke mengembungkan pipinya kesal.
"Sakura!! Aku ikut!! " teriak sasuke yang menarik kursi rodanya susah payah mengejar sakura.
Namun ia terlambat, sakura sudah mengjilang di belokan kamar.
"Huuft.. Kalau ada anak itu sakura jadi tidak main bersama ku" gumam sasuke kesal.
"Ck, sakura!! Kau dimana?!" teriak sasuke kesal.
"Sakura! Sakura!! Saku..." lama kelamaan suara sasuke berubah menjadi lirih.
"Saku.. Hiks.. Jangan tinggalkan aku.. " gumam sasuke yang kini dia dengan kursi rodanya berada di tengah koridor.
Memang rumah pantinya cukup besar, karena anaknya memang banyak disini.
Karena tak memperhatikan jalan, sasuke tak sengaja jatuh kearah selokan yang sengaja di buat dekat kamar mandi. Ia terjatuh walaupun tidak sampai berdarah.
"Akh.. Saku.. Hue... Aku takut .." teriakan sasuke menggema di koridor. Tak ayal, sakura dan naruto pun menghampiri sasuke.
"Sasu! Kau tak apa?!" tanya sakura khawatir. Sasuke menghentikan tangis bombaynya.
Ia menatap sakura lamat, sedetik kemudian ia memeluk sakura erat.
"Hiks.. Jangan tinggalkan aku.. " gumam sasuke sendu.
Sakura yang berusaha membantu sasuke duduk di kursi roda nya malah terkekeh pelan.
"Aku tidak akan meninggalkan mu" ucap sakura yakin. Sasuke menatap sakura dalam.
"Janji?" tanya sasuke sembari menyodorkan kelingkingnya.
Sakura menautkan kelingking mereka. "Janji!" ucap sakura yakin.
Naruto yang sedari tadi diam itu juga kini membantu sasuke duduk di kursi rodanya.
Flashback end..
"Saku.. Kau janji tidak akan meninggalkan ku sendirian bukan?" tanya sasuke tiba-tiba.
Sakura mengangguk.
"Kita akan bersama sama sasu.. Aku, Naruto-kun dan sasuke-kun akan bersama sampai kita dewasa nanti" ucap sakura yakin.
"Ya, kita akan terus bersama-sama sasuke, tak akan pernah terpisahkan" ujar naruto.
Sasuke mengangguk dan menggenggam tangan sakura erat.
"Ya, kita akan bersama.. Selalu.." ucap sasuke tegas. Dan kini mereka bersama sama pulang ke rumah panti dengan senyum tulus mereka.
Di apartemen kecil, seorang gadis remaja sedang membersihkan rumah dengan senyum menawannya. Sembari bersenandung kecil, ia menyapu dan mengepel lantai.
Tok. Tok. Tok.
Suara ketukan pintu menghentikan kegiatan nya. Ia bergegas membukakan pintu itu.
Kriet.
"Ada ap-a" ucap nya gugup saat mengetahui orang yang mengetuk pintu tadi.
"Mana uang sewa nya?!" tanya orang itu sedikit membentak.gadis itu menunduk takut.
"Maaf.. Ta-tapi aku belum ada uang un-tuk membayar nya" ujar gadis itu takut.
"Apa?!! Masih belum ada katamu?!, mau kapan kau akan bayar?! Hutang mu sudah terlalu banyak da sekarang kau ingin menunggak?! " teriak orang itu marah.
"A-aku janji akan melunasinya.. Tapi ti-tidak sekarang.. Aku mohon.. " ucap gadis itu memelas.
Sedangkan orang tadi nampak menimang-nimang permintaan gadis itu. Ia berjalan mendekat kearah gadis itu.
Memegang rahang nya kasar.
"Kali ini aku biarakan kau, tapi tidak untuk nanti" ucap orang itu dingin dan tajam.
Ia membanting pintu itu kasar membuat gadis itu terlonjak kaget.
"Hhh.. Harus bagaimana lagi aku mencari uang" gumamnya. Ia kembali melanjutkan pekerjaanya tadi yang tertunda.
Tiba tiba pintu terbuka menampilkan dua pria tampan dengan surai yang berbeda.
"Tadaima.. " ucap mereka saat memasuki rumah.
"Okaeri sasuke-kun, naruto-kun" jawab gadis itu sambil menuju kearah mereka.
Pria yang di panggil 'Sasuke' itu mengecup dahi gadis itu lembut, tak lupa menaruh tongkat yang membantunya berjalan itu di tempat semestinya. Sasuke berjalan kearah meja kecil yang berada di ruang tamu dengan berpegangan pada tembok.
Sedangkan pria bersurai pirang yang di panggil 'naruto' itu pun melakukan hal yang sama. Ia mengecup dahi gadis itu -sakura- lembut. Tak lupa membuka alas kakinya.
"Aku akan membuatkan teh hangat untuk kalian" ujar sakura. Belum sempat ia pergi ke dapur sebuah tangan menghentikannya.
"Sakura! Aku hanya di beri upah sedikit, pakailah untuk uang sekolah mu saku" ujar sasuke sembari memberikan lima lembar uang pada sakura.
Tapi tangan itu terhenti saat melihat lebam didaerah wajah sakura.
"Ada apa dengan wajahmu saku.. Apa... Hidan-san menyakitimu?" tanya sasuke khawatir.
Mendengar itu, naruto yang duduk di sebelahnya langsung menengok ke arah sakura, ia membelai pipi sakura lembut.
"Apa.. Dia meminta uang sewa rumah?" tanya naruto pelan.
Sakura mengangguk pelan.
"Iya.. " ucap sakura lirih.
Sasuke menghela nafas.
"Maaf, aku tidak bisa menafkahimu dengan layak" ucap sasuke parau.
Sakura menggeleng.
"Tidak, ini bukan salah mu.. Aku bahagia tinggal bersama kalian. Aku sama sekali tidak keberatan." ucap sakura yakin.
Sasuke dan naruto langsung memeluk sakura erat.
"Kami menyayangi mu saku.. " ucap mereka bersamaan.
Tbc.
Holla mina san.. Aku updet nih.. Kalau ada typo tolong maklumi ya ..
Vote dan comen kalian selalu ku tunggu..
See you next time..
