Chapter 2
-Di Sekolah-
Halilintar P.O.V ON
"Huh! Kenapa kalau hari kebalikan harus tukeran baju juga sih! Baju Taufan kan jelek di bandingkan bajuku! terus ini hoverboard gimana lagi makenya" Gerutuku dalam hati sambil memegang hoverboard adikku, Taufan. Tiba-tiba ada yang memanggil.
"Kak Taufan!" Secara reflek aku pun menengok.
"Kak, gimana kompetisi Dancenya?" Ucapnya.
"Sial, kenapa dia nanyain ke aku" Gerutuku.
"Hallo ka? Sehat-sehat aja kan?" Dia memegang dahiku.
"HOI! AKU BUKAN TAUFAN! APA GAK BISA NGEBEDAIN APA?" Aku menepis tangannya.
Seketika hening.. 'Miaaw' suara jangkrik berbunyi -eh- salah seharusnya 'Krikk.. Krikk' :v
"LIHAT WARNA MATAKU!" Ucapku. dia pun memperhatikan mataku.
"Oh Maaf kak Api" Ucapnya. Aku pun terdiam tapi -Eh?!- API?!.
"HOI! APA MAT-" Ucapku terpotong karena Taufan datang.
"Kak, mau letupin 50 balon?" Taufan membisiku. sial! aku lupa kalau hari ini aku sedang melaksanakan game!. tiba-tiba perutku berbunyi dan aku pun pergi ke kantin. Dengan samar-samar aku mendengar suara Taufan, "Maklum, Abangku lagi PMS". Aku pun memberi tatapan -Aku-Akan-Membunuhmu- & langsung melanjutkan perjalananku.
.oOo.
-Di Kantin.-
Aku pun segera membeli makanan kesukaanku, Nasi Lemak & duduk di bangku. (Author: Yaialah, masa duduk di atas kompor :v #DiSetrum)
"Hoi Taufan! Kok tumben hoverboardnya gak di pake? Boleh aku yang make?" Ucap Gopal yang menghampiriku yang sedang makan. karena aku sedang asik memakan, aku tidak menjawab pertanyaannya.
"Hmm.." aku pun merasakan kenikmatan nasi lemak ini sambil memejamkan mata. Lalu aku membuka mataku. Aku sudah tidak melihat lagi pria bertubuh gempal itu melanjutkan makanku. Tiba-tiba Gempa datang dengan nafas selasa-jum'at (author: karna kalo senin-kamis itu mainstream :v #diSerbu)
"Kak! A-Aph-Apa kakak- beli- Gopal- hopelboald(?)" Ucap Gempa yang akan cadel jika ngomong terburu buru.
"Kamu ini ngomong apa?" Ucapku santai.
"Th-Tadi-Gopal masuk ke pelpus- naik hopel boald dan semua buku.." Ucap Gempa masih dengan logat cadelnya(?)
"Kenapa?" Ucapku jutek.
"SEMUA BUKU BELANTAKAN! Dan Abang Taufan di panggil gulu BK!" Ucap Gempa.
'Haduh! mampus deh aku! kena masalah lagi' gerutuku dalam hati.
"BULUAN KE GULU BK! KACIAN ABANG TAUFAN!" Ucap Gempa setengah marah. aku pun menurutinya. aku ke lantai dua, mencari ruangan betuliskan 'Ruang BK'. setelah bertemu, aku pun mengetuk pintunya.
'Tok Tok Tok'
"Ya, Silahkan masuk.. Kamu Halilintar ya?" Ucap Guru BK
"Iya Bu" Ucapku
"Kenapa tukeran baju?" Tanyanya
"emm.. itu.. anu.. ehmm.." ucapku bingung.
"Itu aku yang minta bu! Kan sekali-sekali bisa tukeran. Hehe" Ucap Taufan.
"Ya sudah, jadi yang memberi Gopal Hoverboard siapa?" Tanya bu guru.
"S-Sa-Saya bu" Ucapku gugup.
"Okey, kal-" Ucapan Bu Guru terpotong karena Taufan berbicara, "Eh! Gak mungkin lah abang yang beri Gopal Hoverboard! Hoverboard itu kan aku yang punya!" alasan Taufan yang tidak logis tapi anehnya diterima oleh Guru BK.
"Benar juga tu. Oke, kamu -Halilintar- Silahkan keluar" Ucap Guruku.
"T-Tapi.." Aku semakin Gugup. Aku merasa bersalah karna telah memasuki Adikku ke dalam Ruangan Kematian(?).
"Sudahlah bang. Cepat pergi!" Ucap Taufan. Aku pun mengikuti kata Taufan. Di depan pintu Ruangan Kematian ini aku melihat Adikku Air sedang tertidur.
"Hoi! bangun! ngapain kamu di sini?" Ucapku sambil menggoyang-goyangkan tubuh Air.
"engghh.." Dia terbangun.
"hoi! punya mulut gak? jawab dong!" ucapku kesal.
"hmm.. Tadi kayaknya ada yang nyuruh aku kesini, tapi buat apa ya?" Dia malah balik bertanya.
"Sial!" Gerutuku.
"Emang tadi aku ngapain? perasaan aku tadi lagi sama Kak Gempa di suruh jagain Abang Taufan.." Ucapnya tanpa sengaja lalu ia mengambil roti dari sakunya dan memakannya.
"ITU KAMU INGET!" Ucapku.
"Inget apa?" Ucapnya innocent sambil mengunyah rotinya.
"Haduhh! Ya Allah! Kenapa aku ditakdirkan kembar dengan pria yang innocent plus hobbi makan?" Aku pun segera meninggalkannya, daripada harus darah tinggi.
"Apa salahku bang?" Ucap Air pelan
Seketika bel berbunyi.. 'Mooo~' Upss, salah pencet tombol. 'Teeeettttt...' nah ini baru benar :'v
Di Kelas Aku tiba di kelasku, semua murid telah hadir kecuali Gopal & Taufan. Tiba-tiba Yaya & Ying menyapaku. "Hai Taufan!" Ucap mereka.
"Taufan sedang ada di ruang kematian" Ucapku sambil menunduk.
"Loh? terus ini sia-" Ucapan mereka terpotong karena aku menegakkan wajahku.
"Ha-Hali-Halilintar?" Mereka kaget.
"Kenapa kamu pakai baju Taufan?" Tanya Yaya.
"Api!" Aku tidak menanggapi pertanyaan yaya, justru aku memanggil Api
"Kenapa bang?" Tanyanya.
"Jelaskan pada mereka~" Ucapku dengan nada ceria tapi muka datar(?) sambil menuju bangkuku.
"Jadi gini...bla bla bla.." Api menjelaskan pada mereka. "Jadi klo main game itu, Abang Halilintar Pake baju Abang Taufan & sifatnya jadi kayak Abang Taufan. Kalo Abang Taufan pake baju Abang Gempa & sifatnya jadi kayak Abang Gempa. Terus Abang Gempa pake baju Air & sifatnya jadi kayak Air. Kalo aku pake baju Abang Halilintar & sifatnya harus jadi kayak Abang Halilintar. terus Air pake bajuku & sifatnya itu jadi kayak aku." Jelasnya
"Ohh" Yaya hanya meng-Ohh kan saja.
Tiba-Tiba Cikgu Papa datang.. "Hoi Halilintar! Yaya! Ying! Kenapa kalian masih mengobrol ni?!" Ucap Cikgu Papa. Sontak mereka langsung bubar menuju bangkunya masing-masing "Ekhem.. Selamat Pagi Cikgu Papa!" Ucap Yaya disertai teman-teman kelasku.
"Selamat pagi juga murid-murid kebenaran! Hari ini saya akan membawakan 2 berita gembiraa!" Ucap Papa Zola.
"Aih? Kenapa Papa ada disini? bukannya sekarang pelajaran ya?" Tanyaan beruntun dari Gempa.
"Ha! Kalian harus dengar kabar gembiranyaa dahulu!" Jawab Papa Zola.
"Apa berita gembiranya Pak Guru?" Tanyaku to the point
"Di Traktir makan di kantin?" Tanya Gopal.
"Nonton bioskop gratis?" Tanya Fang. Karena mereka bertanya seperti itu, Alhasil mereka mendapat hadiah dari Papa Zola, yaitu...
Mengangkat bangku yang di sampingnya ada ember(?)
"Haiioo kalian ni serba pengen gratis" Ucap Ying dengan logat Chinanya(?)
"STOP! Jangan ingin bertengkar lagi! Sekarang kebenaran akan memberi tahu kabar gembiranya, yaituuu..." Papa Zola memotong ucapannya, Boboiboy dkk memasang puppy eyes & berharap kalau itu benar benar berita gembira. "Sekarang Saya jadi Guru !" Sambung Papa Zola. Murid-murid hanya bisa jatuh dengan tidak elitnya (kaki berada di atas).
"Haiioo sejak kapan Papa Jadi Guru ?" Tanya Ying.
"Sebenarnya.. Menjadi Guru adalah cita-cita papa dari kecil.." Ucap Papa Zola
-FLASHBACK ON-
Gurunya Papa Zola : "Selamat Pagi murid murid! Silahkan beri tahu apa cita-cita kalian?"
Si A : "Saya ingin jadi Masinis!"
Si B : "Saya ingin jadi Pengusaha!"
Si C : "Saya ingin jadi Penyanyi!"
Papa Zola : "Saya ingin menjadi guru Tata Boga! Saya ingin mengajarkan murid kebenaran dgn penuh kebenaraannn!"
-FLASHBACK OFF-
Papa Zola hanya mendapat Krik Krik face dari muridnya.
"Berita gembira apa itu?" Ucap Api.
"Ehehehe, itu Berita gembira lah." Ucap Papa Zola
"Lalu, Apa berita gembira yang ke dua?" Tanya Fang yang entah sejak kapan berada di dalam kelas, padahal tadi kan dia di hukum.
"Beritanya ialaaahhh..."
Bersambung...
.oOo. A/N : Terima Kasih Sudah Mau Membaca , Kayaknya chapter ini gak lucu ya:v Otak aku lagi kering # DiSiramSamaAir . Author: Ngapain kamu siram aku ha? Air: Lah? Katanya kering, ya aku siram dong! Author: Halilintar! Kamu udah geregetan kan sama adikmu? Setrum aja tuh. Halilintar: Setuju! *mengeluarkan pedang Halilintar* Air: Sabar bang! *mundur* Halilintar: Hehehe *senyum devil* Author: Oke, karena baju saya basah gara-gara di siram sama Air. Kita lanjut chapter 3nya lain kali (Readers: Lho? Apa hubungannya?) Gak Ada sih, hehe. Krik.. Krik.. Author: Hehe, Sampai jumpa di chapter selanjutnya! Mind To Review? ^w^
