Author: Maafkan Author(/-\) Seharusnya kemarin itu Papa Zola jadi guru , tapi gatau kenapa malah gak ada tulisannya T^T. Sebagai gantinya aku update kilat pake kuasanya Halilintar -Eh- gak deh hanya bercanda. Oke! Happy Reading.

Don't Like Don't Read!

Air P.O.V ON

aku malas mendengarkan Papa Zola yang sedang berbicara. 'Lebih baik tidur aja' Hatiku berkata seperti itu. Lalu aku pun tertidur. Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang menghampiriku. Aku pun membuka mataku, dan ternyata ada 2 Orang Bule! Yang satu perempuan & yang satu lagi lelaki. sepertinya ia ingin berdiri di paling belakang tetapi ia malah menabrak mejaku.

"I am sorry sir" Ucapku meminta maaf karna telah sedikit menggeser mejaku sehingga ia sampai menabrak mejaku. Dia pun menjawab, "I am sorry too". Karna ia meminta maaf 2x, Aku pun tidak mau kalah dan aku menjawab, "I am sorry three". Dia juga menjawab "Sorry for?". Duh, gawat! setelah angka 4 angka berapa ya? oh iya! 5! aku pun menjawab "Sorry Five". Dia kebingungan & bertanya, "are you sick?" aku pun menjawab, "No, I am seven". seketika seluruh kelas tertawa, aku bingung apa yang mereka tertawakan sambil melihatku. 'Emangnya aku salah apa?' Ujarku dalam hati.

"Hahahaa, lelucon kebenaran macam apa itu Air?" Tanya Papa Zola.

'Emangnya tadi aku ngelawak ya?' Ujarku dalam hati.

"oke! sekarang papa zola mau bertanya tentang bahasa inggris kepadamu -air-!" Ucap Papa Zola. "Apa bahasa inggrisnya keset?" Sambungnya.

"Welcome" Ujarku. Semua orang tertawa.

"Hahahaha! Itu mah selamat datang artinya!" Ujar Abang Api sambil tertawa.

"Loh? kan di keset ada tulisan 'welcome'nya.." Ucapku

"Pfttt... Hahahaha" Gopal mentertawakanku.

"Haiia, Terus kalau bahasa inggrisnya Pom bensin apa woo?" Tanya Ying

"No Smoking" Jawabku. Semua orang makin tertawa terbahak-bahak.

"Kalian kenapa sih pada ketawa? apa salahku? Coba sekarang aku test kalian! Apa arti 'I Don't Know?' " Ucapku sedikit kesal.

"Artinya ya 'Saya tidak tahu' lah" Ucap Abang Api.

"Nah kan! abang api aja yang udah besar gini gak tau jawabannya! makanya kalo guru jelasin itu di dengerin bang!" Ucapku yang menceramahi Abang Api.

"Emang apa jawabannya?" Tanya Fang.

"Ya aku gak tahu lah. Tadi aja aku nanya sama kalian" Ujarku.

'Gubraak' Orang-orang yang berada dikelas jatuh dengan tidak elitnya.

"Yang di omong sama yang ngomong sama aja woo~" Ujar Ying.

"Beda lah!" Ucapku.

"Hustt! Sudah dong! kebenaran tidak pernah berantem!" Ucap Papa Zola. "Oh ya, Air. Tolong belikan kebenaran sebuah Nasi Padang dong! di sebrang sana ya! Ingat! Sebelum ada mobil lewat, kamu gak boleh lewat!" Sambung Papa Zola sambil memberikan uang. aku pun segera pergi.

25 Menit Kemudian..

"Ini Nasi Padangnya, Pak!" aku memberikannya pada Papa Zola

"Kok lama banget? apa jangan-jangan kamu ke Padang ya?" Tanya Papa Zola.

"Nggak lah! Kerajian banget" Ucapku.

"Lalu?" Tanya Papa Zola.

"Tadi kan Papa Zola pesan 'Sebelum ada mobil lewat, aku gak boleh lewat!' yaudah aku tungguin ada mobil lewat. Habisnya dari tadi yang lewat Gojek mulu sih" Ucapku jujur.

Lagi-lagi mereka jatuh dengan tidak elitnya.

"Aduh, kenapa aku punya kembaran yang innocent-nya minta ampun." Gerutu Abang Halilintar pelan tetapi aku bisa mendengarnya.

"Udah aku ampunin kok bang, semua kesalahanmu" Ucapku.

"DAFUQQ!" Ucap Abang Halilintar.

"Dafuk itu saudaranya Dafi kelas sebelah ya?" Tanyaku.

"Sekali lagi kamu ngomong, aku setrum kamu!" Ujar abang Halilintar dengan muka memerah.

"Abang kok mukanya merah gitu? lagi jatuh cinta ya?" Tanyaku.

"Apa hubungannya?!" Ucap Abang Gempa.

"Aku biasanya ngebaca kalau di fanfiction, muka memerah gitu tandanya lagi jatuh cinta" Ujarku jujur.

"TAUFAN! Ini pasti kamu yang ngajarin!" Abang Halilintar teriak. aku pun memberi abang toa.

"Buat apa ini?" Tanya abang Halilintar.

"Daripada teriak-teriak mending pake toa aja" Ucapku. Lalu abang Halilintar segera memukulku menggunakkan toa, aku pun mengomel."Kenapa aku di pukul sih bang?! Emang aku salah apa?!" Ucapku sambil sedikit mengembungkan pipi.

"Kamu gak salah sih... Tapi daripada Toa ini digunakan untuk memanggil nama Taufan mending buat mukul kamu yang gregetnya minta ampun" Ucap Abang mengikuti kata-kataku. Aku pun sebal dengan abang.

"Yahh jangan baper dong" Ucap Abang Halilintar.

"Baper? makanan yang renyah itu kan ya? yang salah satu mereknya itu Nab*ti ya? kalo gak salah.." Ucapku.

"Itu Wafer, Air! Waferrr!" Ucap Abangku yang sepertinya siap menggunakan pedang halilintarnya. Seketika bel berbunyi..

'Teeeeetttt'

'Hufftt, terima kasih bel' Ucapku dalam hati..

Bersambung..

Yey~ Akhirnya berhasil nge-next juga:'v sebenernya otak masih kering, tapi semoga aja ini gak garing:'v maap terlalu pendek (/-\)

Oh ya, disini itu ada yang gak aku sebutin.

1. Game ini tidak berlaku pada saat jam pelajaran.

2. Berita gembira dari papa zola itu kedatangan 2 orang bule(?)

Btw, kok ffnya jadi OOT ya?:'v Okelah gapapa(?) btw (lagi), ada yang mau review?:'v