One Ok Rock_-_Sonzai Shomei
.
.
Title : Atarashi Seikatsu
Author : Hyosuke Ryukisi
DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.
Rating : T+
GENDRE : Adventure, Romance,Family, Drama, Fantasy, Humor.
Pair : Naru x Oc x ... X ...
Shika x Sona
Warning(s) : AU, Sami-Cannon, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan, StrongNaru, OOC Naru and etc.
Summary : Karena sebuah kecelakaan didunia asli mereka, kedua sahabat ini harus rela terjebak dalam masalah yang sangat merepotkan didunia yang mereka singgahi sekarang. Namun mereka bertekad, akan menyelesaikan permasalahan di dunia yang mereka tempati saat ini. Cinta dan kebahagiaanpun juga mewarnai hari – hari mereka disana.
"Normal"
"Thinkin"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'
Ket :
- Naruto disini sudah tidak memiliki bijuu di dalam tubuhnya, dansaya buat disini naruto hanya diberi chakra ashura saja oleh rikudou sannin.
- Dan di sini saya menambahkan 2 element yang sudah di kuasai Naruto.
'Chap 2'
"The Begining"
.
.
.
.
.
.
'UDERWORLD'
Diam termenung. Mungkin itu adalah gambaran yang pas untuk seorang perempuan yang saat ini hanya duduk – duduk melamun di sebuah tempat yang lumayan jauh dari kota lilith di Underworld. Seiren Gremory, itulah nama dari perempuan itu, dia adalah salah satu anak dari keturunan Gremory, dan dia adalah adik kembar dari Rias Gremory. Sebagai kembaran dari Rias, penampilannya tidak jauh berbeda dengan Rias, memiliki Rambut berwarna merah Crimson, dan wajah yang cantik. Jika dilihat dari segimanapun dia sangat mirip dengan Rias, baik itu dari wajah, ataupun postur Tubuh. Mungkin yang membedakan mereka berdua adalah warna mata mereka, Rias memiliki mata yang berwarna Hijau, sedangkan Seiren, memiliki warna mata merah.
Entahlah, apa yang sedang dilakukannya didaerah terpencil seperti ini. Tapi sepertinya dia sedang bersedih, itu terlihat dari sorot matanya yang kosong, dan sedikit air mata yang mengumpul di pelupuk matanya.
"Kenapa aku harus menglami hal seperti ini ?" Tanyanya lirih entah pada siapa. Namun dia langsung dibuat terheran – heran. Karena dari kejauhan, didepannya tiba - tiba terjadi sebuah distorsi ruang, dan dari distorsi itu lalu tercipta sebuah pusaran hitam disana. Lalu dari lubang distorsi itu tiba – tiba mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Setelah mengeluarkan sesuatu entah apa itu, lubang itu langsung menghilang dari sana. Untung tempat itu lumayan jauh dari kota dan juga pusaran itu hanya berukuran kecil, sehingga semua Iblis di Underworld sama sekali tidak bisa merasakannya dan juga melihatnya.
Saat pusaran itu menghilang, Seiren yang penasaran, langsung bergegas pergi melihat ketempat dimana pusaran itu tadi berada. Dan saat dia sampai disana, dia bisa melihat dua sosok manusia 'sepertinya', tergeletak disana, dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"kenapa manusia bisa masuk kemari?" itulah apa yang difikirkan Seiren saat ini dengan heran karena melihat dua sosok manusia di Underworld, dan kedua sosok itu adalah Naruto dan Shikamaru. Seiren yang takut terjadi sesuatu, lalu membuat lingkaran sihir komunikasi, untuk menghubungi Kakaknya. Namun saat sudah tersambung dengan kakaknya, belum juga mau bicara, dia sudah telebih dahulu disuguhi pertanyaan yang dibarengi dengan teriakan heboh dari Kakaknya.
"SEIREN-CHAN... dimana kau sekarang ? kami semua menghawatirkanmu, cepat kembali ke rumah." Ujar sang Kakak a.k.a Shirzechs Lucifer salah satu pemimpin dari Underworld. Seiren sangat sweatdrop saat ini karena sang Kakak benar – benar sudah melenceng jauh dari image aslinya. Yeah, dia memang selalu besikap seperti itu jika itu menyangkut tentang adik – adiknya, terutama Seiren. Karena sebuah alasan keluarganya akan sangat Over Protective jika menyangkut dirinya, bahkan dia sama sekali tidak boleh menginjakan kaki di dunia manusia. Kembali ke topic. Riak yang tersadar dari sweatdropnya langsung menjawab pertanyaan sang Kakak.
"Sumimasen Onii-sama, jika aku sudah membuat kalian khawatir... namun bisakah Onii-sama datang kemari ?" ujar Seiren kemudian dengan menyesal. Shirzechs sebenarnya sangat heran saat ini atas perkataan dari sang adik kesayangannya itu.
"Memangnya ada apa Seiren-chan ?" Tanya shirzechs dengan heran.
"Umm.. sebaiknya Onii-sama datang saja kemari dan melihatnya sendiri, aku sekarang ada di sebelah timur dari kota, di ujung hutan." Ujarnya lagi kemudian. Dan sirzechs yang akan berteriak karena panic langsung dipotong oleh Seiren dengan memutuskan conecsinya dengan Sirzechs.
"hahh, sampai kapan aku akan terus mengalami hal seperti ini. Padahal yang kuinginkan hanya bebas seperti Rias." Ujarnya kemudian dengan lirih dan helaan nafas, lalu guratan kesedihan kembali muncul di mimik mukanya. Namun dia langsung menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan fikiran – fikiran yang sempat singgah dikepalanya. Seiren kemudian mengalihkan pandangannya pada dua sosokyang saat ini masih dalam kondisi yang tidak sadarkan diri,lalu mulai mendekat. Dan saat dia sudah bisa melihat mereka dengan jelas, dia langsung dibuat heran dengan kondisi dari dua sosok itu.
"apakah mereka sudah melakukan sebuah pertarungan? Mungkin saja" fikirnya dengan heran karena melihat keadaan kedua sosok itu yang dipenuhi dengan memar – memar. Dan juga sepertinya si pirang yang mengalami hal yang paling buruk karena baju yang dia gunakan sudah tidak jelas bentuknya, karena sobek disana – sini. Namun aktifitas Seiren langsung terhenti saat dia merasakan kehadiran dari Kakaknya, dan saat dia mengalihkan pandangannya kebelakang dia bisa melihat Kakaknya datang dengan lingkaran sihir teleportasi khas Gremory, diikuti oleh sang istri di sampingnya.
"Ahhh.. Onii-sama, kau ha-" namun apapun yang akan dikatakan Seiren langsung terhenti seketika saat sang kakak dengan kecepatan cahaya sudah berada di depannya dan langsung mengecek kondisinya.
"Seiren-chan..kau tidak apa – apa ? biar Onii-sama lihat keada-"
'BLETAK'
Yeah, Shirzechs langsung terdiam seketika setelah dia mendapatkan sebuah jitakan penuh kasih dari sang adik. Sehingga membuatnya langsung meringis kesakitan.
"Bisakah kau mendengarkanku terlebih dahulu 'SIRZECHS ONII-SAMA'?" Ujar reika dengan tatapan Horornya. Sementara sirzechs sendiri hanya bisa menelan ludah saat melihat mode horor dari adkinya itu.
"H-Ha'i" jawab Shirzechs dengan takut, sementara Grayfia hanya tersenyum lembut namun geli disaat bersamaan saat melihat interaksi dari Kakak dan Adik di depannya ini.
"Sebaiknya anda mendengarka Seiren-chan terlebih dahulu Shirzechs-sama.." Ceramah Grayfia pada Shirzechs yang hanya memanyunkan bibirnya karena dia kalah suara untuk sekarang, dan lalu kembali mengalihkan perhatiannya pada Seiren.
"Baiklah... Baiklah... Jadi ada apa Seiren-chan." Ujar Shirzechs mngalah, dan langsung menanyakan situasinya ini pada Seiren.
"hmmm... Lihatlah itu." Lalu reika menunjuk kebelakangnya, Shirzechs dan Grayfia langsung mengalihkan perhatian mereka kearah yang ditunjukan oleh Seiren barusan, dan keduanya langsung terkejut saat melihat dua sosok yang tergeletak ditanah di belakang Seiren. Dan mereka semakin terkejut saat menyadari bahwa mereka berdua adalah manusia.
"Seiren... bisa jelaskan apa yang terjadi disini." Tanya Shirzechs serius. Seiren lalu menjelaskan kejadiannya dengan rinci pada Shirzechs dan juga Grayfia. Dan setelah mendapatkan penjelasannya, Shirzechs lalu mulai mendekati kedua sosok itu, dan mulai mengecek keadaan mereka berdua.
"Grayfia, cepat beritahu pada Maou yang lain, dan katakan pada mereka segera pergi ketempat pertemuan." Titah Sirzechs pada Grayfia, dan dia langsung membuat sihir komunikasinya dan mulai memberitahukan perihal ini pada Tiga Maou lainnya.
"Seiren... kau juga akan ikut dalam pertemuan ini." Ujar Shirzechs lagi pada Seiren, lalu dijawab dengan anggukan mantap dari Seiren. " apa yang sebenarnya yang terjadi pada mereka berdua? Dan kenapa mereka bisa masuk ke Underworld ini?.. aku harus menyanyakan ini pada mereka saat mereka sudah sadar." fikir shirzechs dengan mimik serius mengenai masalah ini.
==Atarasi_Seikatsu==
'TIME SKIP'
Saat ini Shirzech dan juga Seiren sedang ada di ruang yang khusus untuk pertemuan para Maou, dengan sebuah meja berbentk lingkaran, dan juga tempat duduk yang sangat mewah dan juga elegan, dengan di ornamen – ornamen yang menandakan pangakat apa disana. Dan mereka berdua saat ini sedang menunggu kedatangan dari para Maou yang lain, masih dengan menatap serius pada kedua sosok yang mereka temukan yang saat ini sedang terbaring di sofa disana. Suara pintu terbuka membuat mereka berdua langsung mengalihkan pandangan mereka ke pintu. Dan dari sana, mereka berdua bisa melihat tiga orang yang masuk kesana, dua laki – laki dan seorang sorang wanita itu lalu terlihat berbinar – binar sekarang karena saat ini dia melihat Seiren ada disana.
"Seiren-tan..." Seiren yang mendengar itu langsung pucat, karena dia melihat wanita cantik berambut hitam yang diikat dua, dan memiliki mata ungu bertubuh kecil namun mempunyai ukuran dada yang besar, dan berpakaian seperti seorang cosplayer tadi kini tengah berlari kearahnya dengan merentangkan kedua tangannya. dan yep, kini Seiren langsung dibuat sesak, karena kini kini kepalanya dibuat tertelan dua buah bukit, sehinnga membuatnya kini sangat sulit bernafas.
"Serafall... bisakah kau melepaskannya, kau bisa membuat adikku mati jika kau memeluknya seperti itu." Ujar Shirzechs, pada wanita yang diketahui sebagai Serafall sang pemegang gelar 'Leviathan'.
"Tapi.. aku sangat merindukan Ri-tan... Sudah lama aku tidak bertemu dengannya." Ujar Serafall Childis masih dengan memeluk Seiren yang kini sudah mulai terlihat sangat pucat. Dan membuat orang – orang disana swaetdrop karena Serafall masih kekeh, terus memeluk Seiren yang saat ini sudah diambang batasnya.
"Tapi kau juga tidak usah melakukan hal seperti itu bukan, lihtalah kondisi Seiren." Ujar salah seorang pria disana. Orang itu mempunya paras yang tampan namun aura yang dia keluarkan sungguh sangatlah misterius, dan membuatnya malah terlihat seperti orang jahat. Dialah Ajuka sang pemegang gelar 'Beelzebub'.
"Yeahh, jika kau terus memeluknya seperti itu dia benar – benar akan mati. Kau tahu." Ujar seseorang lagi, meski sweatdrop dengan kelakuan dari serafall namun dia masih mempertahankan mimik malas diwajahnya. Dia adalah Falbium pemegang gelar 'Asmodeus'. Sepertinya sang Sata satu ini sungguh sangat tidak bersemangat menjalani hidup, seperti semboyannya selama ini. 'Kerja berarti kalah', pemikiran seorang pemalas sejati.
"Mouu... kalian benar – benar sangat menyebalkan." Ujar serafall dengan tampang kesalnya. Lalu melepaskan pelukannya pada Seiren, yang terengah – engah. Dan dia langsung mengambil nafas sebanyak – banyaknya untuk memenuhi kembali oksigen di paru – parunya.
"Hahh... hahh... hahh... bahkan untuk ukuran seorang iblis sekalipun, pelukan dari serafall Onee-sama sangatlah mematikan. Aku sepertinya harus mulai mengasah kemampuan menghindarku." Fikir Seiren dengan nafas yang masih terengah – engah. Semetara tiga orang laki – laki disana langsung dibuat sweatdrop kembali.
"Jadi, kenapa kau mengadakan pertemuan ini Shirzechs?" Tanya Ajuka pada Shirzechs, perihal diadakannya pertemuan ini. Setelah mendengar pertanyaan dai Ajuka, Shirzechs langsung memasang mimik seriusnya.
"Lihatlah di belakang kalian ?" Bukannya menjawab Shirzechs malah menyuruh mereka untuk melihat kebelakang, mereka mengangkat sebelah alis mereka, bingung atas suruhan dari si Lucifer, namun mereka tetap menurut dan membalikan badan mereka. dan mereka kembali dibuat heran saat melihatt dua sosok orang yang sedang tidak sadarkan diri terbarig di atas sofa di ruangan itu. Shirzechs yang mengerti kebingungan mereka kembali melanjutkan perkataannya.
"Mereka tadi di temukan oleh Seiren di daerah Timur, 500 meter dari kota kota. Dan mereka adalah manusia." Setelah ucapan barusan dari Shirzechs ke-tiga maou langsung dibuat terkaget – kaget. Bagaimna mungkin manusia bisa berada di Underworld? Mungkin itulah isi fikiran dari mereka saat ini. Karena bagaimanapun keterkejutan pasti akan ada, karena manusia sama sekali tidak akan pernah ada yang bisa masuk ke dunia para Iblis dan juga Malaikat Jatuh. Itu sama sekali tidak mungkin.
"Kau bercandakan ?" tanya Falbium dengan shock. Begitupula dengan serafall dan juga Ajuka. Namun mereka sepertinya harus menerima kenyataan bahwa kejadian ini bukanlah sebuah kebohongan, itu terlihat dari dari sorot mata Shirzechs yang saat ini memasang keseriusannya.
"Bagaimana bisa mereka masuk kemari?" tanya Ajuka masih dengan keterkejutannya.
"Untuk itu. Seiren, jelaskan kejadiannya pada mereka." Seiren yang mendapat titah dari Kakaknya langsung mengangguk patuh dan mulai menjelaskan pada mereka semua mengeni kejadian yang membuat kedua orang itu bisa ada di Underworld. Setelah menyelesaikan penjelasannya, Kini Seiren bisa melihat semua orang kini sedang berfikir dengan serius mengenai kejadian ini.
"Dari penjelasan dari Seiren tadi, aku dapat menyimpulkan bahwa mereka berdua, Sepertinya tidak sengaja terkirim kemari. Dan juga sepertinya mereka bukanlah manusia biasa, iu terbukti, mereka bisa bertahan Underworld, dan juga mereka bisa bertahan dari pusaran yang aku perkirakan adalah sebuah lubang antar dimensi." Ujar Ajuka menyuarakan pendapatnya. Dan ditanggapi dengan anggukan dari semuanya.
"Mungkin untuk lebih jelasnya, kita akan menanyakan perihal ini secara langsung pada mereka berdua setelah mereka sadar." Ujar Sirzechs kemudian. Dan entah kebetulan atau memang sudah seharusnya. Dari kedua sosok pemuda disana, si pirang kini terlihat mulai membuka matanya, secara perlahan.
'Naruto PoV'
Ishhh, kepalakuuuu.. kepalaku sungguh sangat pusing. Ugh.. aku lalu membuka mataku dan hal pertama yang kulihat adalah atap?, hey.. bukankah aku ikut terhisap oleh jutsuku sendiri, lalu kenapa ada atap disini? Apakah ini mimpi. Ugghhh, jika memang benar, mungkin akan terasa aneh, karena tubuhku kini terasa seperti remuk semua. Aku lalu memegang kepalaku dan memijat bagian pelipisnya, setidaknya ini bisa membuat rasa pusingku sedikit berkurang.
Apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa aku berada disini? Tunggu dulu. Apakah aku tidak sendirian disini ?
'Naruto PoV End'
"Ekhemmm.."
Deheman itu membuat kini membuatnya menghentikan semua argumen di fikirannya. Dan saat menyadari situasinya Naruto, dengan cepat langsung menegakan tubuhnya dan langsung memasang kuda – kuda siaganya dengan kunai di tangan kanannya dan juga katana dari Gedou Dama yang entah sejak kapan sudah ada di tangan kirinya.
"Siapa Kalian.?" Ujar Naruto dengan nada dingin bagai besi dan wajah datar penuh kesiagaan saat dia bisa melihat lima orang yang sama sekali tidak ia kenal, kini tengah menatap dirinya.
"Kutanya sekali lagi. Siapa kalian ?" tanya Naruto lagi dengan nada tajam. Dan tatapan yang kian menusuk.
"Tenanglah dulu anak muda. kami tidak akan mencelakakanmu. Jadi bisa kau turunkan sentajamu itu." Ujar Shirzechs dengan nada bersahabat. Mencoba menghilangkan suasana tak mengenakan yang kini memenuhi seluruh ruangan. Naruto tidak menjawab, namun chakra Ashura kini mulai menyelubungi tubuhnya. Melihat itu, mereka semua juga langsung memasang posisi siaga mereka saat merasakan kekuatan Naruto benar – benar mulai meningkat setelah selubung anh berwarna keemasan itu kini menyelubungi tubuh Orang didepannya itu, dan itu membuat mereka sedikit terkejut saat merasakannya. namun mereka semua langsung dibuat heran karena, melihat selubung yang menutupi orang itu kini mulai menghilang, dan katana di lengannya juga kini berubah menjadi sebuah bulatan dan sedikit demi sedikit bola itu mlai mengecil dan hilang. Naruto juga kini mulai menyantaikan postur tubuhnya.
"Baiklah. Aku percaya." Ujar Naruto kemudian dengan santainya seakan kejadian barusan sama sekali tidak terjadi. Dan semua orang disana kini mulai menyantaikan posisi mereka juga saat mereka melihat kini Naruto sudah berdiri dengan santainya sambil menatap mereka dengan tampang watados.
"Jadi ada yang bisa menjelaskan padaku, dimana aku sekarang ini?" Tanya Naruto kemudia.
"Ekhem... Sebelum aku menjawabnya sebaiknya kita menunggu dulu temanmu sadar terlebih dahulu." Ujar Shirzechs dengan bersahabat, dia melakukannya agar tidak terjadi sebuah keributan. Sementara Naruto yang mendengar perkataan orang itu sempat mengangkat alisnya bingung, namun dia langsung menyadari, bahwa dia terjebak disini bersama temannya. Dia lalu mengalihkan pandangannya kebelakang dan menemukan Shikamaru kini masih dalam posisi tidurnya di sofa. Naruto lalu mendekatinya, dan dengan tidak berprikemanusiaannya dia lalu menendang – nendang bagian samping tubuh shikamaru dengan pelan, sekedar memberi Shikamaru sebuah guncangan.
"Hoi.. bangun kau rusa pemalas... Aku tahu kau sudah tersadar sejak tadi." Ujar Naruto dengan watados masih dengan menendang – nendang tubuh Shikamaru, sementara para Youndai Maou dan juga Seiren hanya bisa berswaetdrop akut saat melihat kejadian absurd di depan mereka ini.
"Hhooooaammmm... Urusai yoo, bisakah kau tidak bebuat sesuatu hal yang memalukan. Kau sungguh merepotkan seperti biasanya Naruto." Ujar Shikamaru dengan diawali menguap. Lalu bangkit dari posisi tidurnya dan memasang posisi duduk di sofa dan kembali menguap. Mereka kembali dibuat sweatdrop saat melihat itu, karena mereka bisa melihat kesamaan sikap Shikamaru dengan Falbium.
"Kau ini. Sejak kapan kau sadar eh ?" Tanya Naruto pada Shikamaru.
"Mungkin sejak kedatangan mereka bertiga keruangan ini." Ujar Shikamaru dengan nada bosannya.
"Hahhh... lalu kenapa kau sama sekali tidak menyadarkanku, baka" Ujar Naruto kesal karena Shikamaru, karena sama sekali tidak menyadarkannya dan malah kembali tidur.
"Untuk apa aku menyadarkanmu. Itu terlalu merepotkan." Ujar Shikamaru dengan malasnya.
"Grrrrr... sialan kau shika." Ujar Naruto dengan geraman kesal karena menganggap semua hal ini sepele.
"Bisakah kalian menyimpan perdebatan kalian dulu untuk nanti. Kalian melupakan kami disini." Ujar Shirzechs dengan sedikit agak kesal karena, mereka diacuhkan begitu saja oleh Naruto dan juga Shikamaru.
"Ohh.. umhh. Maaf aku terbawa suasana." Ujar Naruto dengan watadosnya. Dan hanya dijawab helaan nafas oleh mereka semua.
"Jadi ada yang bisa menjelaskan semuanya padaku?" Tanya Naruto dengan rasa penasarannya.
"Baiklah jadi, apa yang harus kami jelaskan sekarang?" Tanya Shirzechs kemudian.
"Biar aku saja yang menjelaskannya." Ujar Shikamaru memotong Naruto yang akan mulai mengeluarkan suaranya.
"Naruto, sepertinya efek dari kesalahan jutsumu itu, membuat kita sekarang telah terpindah tempat, mungkin lebih tepatnya dimensi. Dan membuat kita terdampar di dunia yang sangat berbeda dari dunia kita." Jelas Shikamaru kemudian. Sementara Naruto yang mendengar itu hanya manggut manggut tanda mengerti. Namun dia langsung membualatkan matanya saat menyadari sesuatu hal.
"Jika kita terdampar disini. Jadi ada kemungkinan Jubi juga ada di dunia ini." Ujar Naruto lagi kemudian dengan terkejut, begitu juga Shikamaru saat menyadari bahwa mereka terhisap pada lubang yang sama yang menyerap Jubi.
"Apa maksud kalian berdua?" Ujar Ajuka dengan pandangan penuh tanya pada Naruto dan juga Shikamaru. Sementara Naruto dan Shikamaru yang mendengar petanyaan itu lalu saling pandang satu sama lain.
"Baiklah aku akan menjelaskan semuanya, sebelumnya aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Aku Uzumaki Naruto, dan dia adalah Nara Shikamaru." Ujar Naruto memperkenalkan diri sekaligus memperkenalkan Shikamaru.
"Jika dijelaskan mungkin akan sangat memakan banyak waktu, jadi untuk mempersingkatnya aku ingin kalian mendekat kemari. Namun ingat aku satu hal, dalam proses ini aku juga akan mengambil memori ingatan kalian, agar aku dan temanku ini tahu tempat kami dan juga situasi di dunia ini." Ujar Naruto kemudian. Lalu para Youndai Maou langsung membuat kesepakatan, dan setuju atas usulan dari Naruto. Sementara Naruto langsung mengangguk, lalu dia kemudian kembali Masuk dalam mode Ashuranya, lalu mengarahkan kepalan yangan kearah Shikamaru yang juga mengulurkan kepalan tinjunya, dan saaat disatukan kini Shikamaru langsung terselubungi oleh chakra berwarena keemasan. lalu Naruto membuat segel tangan yang lumayan rumit dan sedikit panjang. Dan mengisyaratkan kepada mereka semua untuk mendekat. Lalu membuat sebuag formasi lingkaran dengan Naruto yang berada di tengah tengah formasi itu. Dia lalu berjongkok dan menempelkan telapak tangannya pada lantai.
"Fuinjutsu : Tanken Memori."
Semua yang ada disana memandang Naruto dengan tatapan heran atas erlakuan Naruto barusan, namun mereka dibuat terkejut saat dari tangan Naruto yang ditempelkan pada lantai mengeluarakan sebuah aksara – aksara aneh dan membentuk sebuah lingkaran dengan mereka didalamnya. Dan saat aksara –aksara itu bercahaya, mereka tiba – tiba mendapatkan sebuah ingatan baru. Dan itu juga terjadi pada Naruto dan juga Shikamaru.
Saat semuanya sudah selesai, Naruto lalu menghilangkan Jutsunya. Dan membuat mereka semua langsung jatuh terduduk, karena mereka dlanda rasa pusing setelah mendapatkan ingatan asing dikepala mereka. Namun yang paling tersiksa adalah Naruto dan Shikamaru, karena mereka berdua mengambil ingatan dari kelima orang disana, dan membuat mereka berdua langsung meringis kesakitan, memegangi kepala mereka. Sementara para Youndai Maou dan juga Seiren yang sudah bisa mencerna semua ingatan dari Naruto langsung dibuat terkejut dan mebulatkan mata mereka. Sementara Shikamaru yang masih meringis kesakitan, lalu mengambil sesuatu dari kantong ninjanya, dan mengeluarkan dua buah pil dari sana. Dia lalu memakan salah satunya.
"Hoi.. Naruto... ambil ini." Naruto lalu menangkap sebuah pil yang dibeSeirenn oleh Shikamaru, yang ternyata adalah pil penghilang rasa sakit. tanpa buang waktu, Naruto lalu memakan pil itu, sehingga kini rasa sakit di kepalanya berangsur – angsur membaik, meski dia masih bisa merasakan pusing. Naruto dan Shikamaru sebenarnya sangat terkejut setelah mereka menjelajahi isi fikiran dari mereka berlima. Ternyata permasalahan di dunia ini sangat persis sama dengan permasalahan mereka di dunia Shinobi. Juga mereka semakin dibuat terkejut saat mendapat fakta bahwa makhluk – makhluk supranatural memanglah ada. Dan mereka berlima adalah salah satu makhluk supranatural itu.
"Jadi itu sebabnya, kenapa aku merasakan aura yang aneh dari mereka." fikir Naruto dan juga lalu mulai bersila dilantai, dan Shikamaru langsung kembali mendudukan dirinya di sofa.
"Aku tidak menyangka, kejadian yang baru saja kulihat." Ujar Serafall masih dalam posisi duduk dilantai berserta dengan yang lainnya. Yah, mereka tidak percaya ternyata di dunia mereka Naruto begitu sangat penuh dengan konflik, dan sangat rumit, dan juga di akhir sebelum mereka terkirim kemari, mereka dalam keadaan sedang berperang, dengan makhluk yang mereka asumsika sebagai Jubi. Dan mengingat kembali atas ucapan Naruto, sekarang itu berarti Jubi juga berada di dunia mereka. mereka lalu mulai berdiri dari posisi terduduk mereka dan mulai kembali ke tempat mereka semula.
"Jadi inilah alasan kenapa kalian berdua panic tadi. Jubi, makhluk yang kalian sebutkan tadi, sekarang dapat dipastikan berada di dimensi kami sekarang." Ujar Shirzechs memastikan. Dan dibalas anggukan oleh Naruto dan juga Shikamaru.
"Yeah... itu hanya asumsiku saja, kami belum dapan mengkonfirmasi mengenai masalah ini. Tapi aku akan bertanggung jawab atas kesalahanku ini." Ujar Naruto pasti. Dia benar – benar akan sangat merasa sangat bersalah jikalau Jubi berulah di dimensi ini. Bagaimanapun ini adalah kesalahannya. Naruto lalu mengalihkan tatapannya pada Shikamaru yang juga tengah memandang kearahnya. Seakan mengerti Shikamaru hanya memberikann sebuah anggukan meski dia sebelumnya menggumamkan kata favoritnya 'merepotkan'. Naruto lalu kembali lagi mengalihkan direksi pandangannya pada kelima orang di depannya,dan tersenyum saat mereka semua pasang mata melihat kearahnya.
"Dan atas permintaan maafku, mungkin aku dan temanku akan membantu menyelesaikan masalah yang sedang kalian hadapi dengan fraksi – fraksi lainnya." Lanjut Naruto lagi kemudian.
"Lalu, kenapa kami harus percaya padamu, bisa saja kalian ini adalah mata – mata yang dikirimkan oleh musuh." Ujar Ajuka kemudian, dia berkata seperti itu bukan tanpa alasa. Sebagai salah satu Youndai Maou, dia dan juga rekan – rekannya harus memastikan, karena dalamhal ini, jutaan nyawalah yang dipertaruhkan.
"Jika aku memang berbohong, kalian bisa langsung membunuhku saat itu juga. Lagipula ingatanku yang kalian lihat adalah 100% nyata, dan juga benar adanya. Di dunia kami perang mungkin belum tentu berakhir, karena kami menghilang saat kami dalam perang sedang berlangsung, tapi kami berdua percaya pada rekan – rekan disana, mereka pasti bisa mengatasi perang itu tanpa kehadiran kami." Ujar Naruto lagi dengan diiringi senyum bersahabat.
Para Yondai Maou yang mendengar itu kemudian kembali mengutarakan sebuah pertanyaan.
"Kenapa kau mau melakukan hal sejauh itu untuk dimensi kami?" Ujar Shirzechs dengan tatapan serius.
"Karna kami tak punya alasan lagi untuk menghindar dari konflik kalian ini. Kami mungkin sudah tidak akan bisa kembali lagi ke dimensi kami, namun karena kami akan tinggal di dimensi ini, kami setidaknya harus ambil adil untuk menyelesaikan permasalahan di dunia ini. Dan dari yang kulihat dari igatan kalian, kalian menginginan sebuah perdamaian, begitu juga dengan kami. Dan jika kalian masih belum percaya, mungkin kami bisa memberikann penawaran yang bagus untuk kalian" jelas Naruto lagi dengan panjang lebarnya, dan memberikann sebuah penawaran.
"Dan apa yang akan kau tawarkan itu." Tanya Shirzechs dengan tatapan yang menunjukan ketertaSeirenn. Naruto yang melihat itu kembali melihat kearah Shikamaru.
"Apa kau akan ikut dalam kesepakatan ini shika?" Tanya Naruto serius pada Shikamaru. Shikamaru hanya menghela nafas.
"Mana mungkin aku membiarkan orang bodoh sepertimu melakukannya sendirian. Lagipula aku adalah sahabatmu, kau seharusnya sudah tahu keputusanku." Ujar Shikamaru dengan memutarkan matanya bosan. Sementara Naruto hanya tertawa garing saat mendengar perkataan dari Shikamaru barusan. Lalu kembali mengalihkan perhatiannya pada orang – orang didepannya.
"Aku dan temanku ini siap ikut adil menjadi bagian dari Fraksi iblis, tapi dengan catatan kami tidak dirubah menjadi seorang iblis. Dan juga kami berada di bawah komando dari Shirzechs Lucifer." Tawar Naruto pada lima orang di depannya. Sementara Shirzechs cukup terkejut saat mendengar penawaran dari pemuda di depannya ini, begitupula dengan orang – orang di sana.
"Apa kau yakin dengan penawaranmu ini, Uzumaki Naruto?" Tanya Shirzechs memastikan dengan tawaran menggiurkan ini, melihat dari segi kekuatan dari Naruto dan juga kepintaran dari Shikamaru. Perpaduan mereka akan sangat menguntungkan untuk mereka. dan melihat anggukan dari Naruto dan juga Shikamaru ini membuat mereka yakin.
"Baiklah kalau begitu. Aku menerima tawaran kalian berdua." Ujar Sirzechs menerima tawaran dari Naruto. Namun keputusannya ini membawa tanda tanya para Maou dan juga adiknya. Shirzechs tida memperdulikannya, dia hanaya tersenyum meyakinkan pada mereka berdua. Dan pertemuan tupun diakhiri dengan kesepakatan terbuat antara Fraksi Iblis dengan dua orang manusia pengguna chakra pertama di dunia mereka.
== Atarashi_Seikatsu==
'Kediaman Gremory'
Naruto dan Shikamaru kini berada di kediaman Gremory, setelah pertemuan tadi mereka sepakat mereka akan mengikuti sang Lucifer, dan beginilah akhirnya, mereka kini berada di sebuah istana milik Gremory Clan. Naruto dan juga Shikamaru sungguh sangat terkagum – kagum dengan istana ini, karena bagaimanapun tempat arsitektur bangunan seperti ini barulah mereka lihat pertama kali sekarang.
"Nah Naruto, Sikamaru. Untuk sementara kalian bisa memakai pakaianku terlebih dahulu, aku nanti akan menyuruh pelayanku untuk mencaSeirenn pakaian untuk kalian nanti." Lalu Shirzechs memberikann dua stel pakaian pada Naruto, dan juga Shikamaru.
"Ah... Arigatou Shirzechs-san. Tapi bisakah aku sendiri yang mencari pakaian untuk kami." Ujar Naruto berterimakasih saat dia disodorkan baju oleh Shirzechs.
"Aku tidak bisa mengizinkanmu untuk melakukan itu. karena nanti akan menimbulakan kehebohan jika manusia berkeliaran di Underworld." Ujar tegas Shirzechs atas permintaan dari Naruto.
"Untuk masalah itu, aku bisa mengatasinya." Ujar Naruto, kemudian dia mulai beberapa handseal, setelahselesai dia lalu menyentuh pundak dari Shrzechs.
"Senpou : Kyushu-sei Enjiniariringu"
Lalu sedikit demi sedikit dari Tubuh Shirzechs keluar aura kemerahan, dan aura itu masuk pada tubuh Naruto melalui sebenarnya agak terkejut dengan apa yang terjadi, namu dia memilih untuk diam. Merasa cukup, Naruto lalu melepaskan pegangannya pada pundak Shirzechs. Dan kini aura dari Naruto menjadi agak berbeda, auranya menunjukan bahwa dia adalah seorang iblis, sekarang ini meskipun dia adalah seorang manusia.
Shirzecshs dan juga Seiren yang memang kebetulan berada disana sungguh dibuat takjub dengan Naruto. Manusia di depannya ini benar – benar sungguh manusia yang memberikannnya kejutan. Sepertinya dia tak salah untuk menerima penawaran ini.
"Nah dengan begini, aku sama sekali tidak ada bedanya dengan kalian jika dilihat dari segi aura. Jadi aku bisa berkeliaran disini." Ujar Naruto dengan tersenyum bangga. Semenara Shikamaru hanya menguap bosan saat melihat kejadian itu.
"Aku sebenarnya sangat terkejut akan kemampuanmu ini. Sungguh tidak bisa dipercaya, kau bisa menyembunyikan aura aslimu dengan cara menyerap sedikit auraku, sehingga membuatmu kini terlihat seperti seorang iblis dari segi aura." Ujar kagum Shirzechs, sementara Seiren dia hanya diam memperhatikan kejadian itu, namun sorot matanya menunjukan rasa kagum pada Naruto.
"Jadi, apakah aku diizinkan sekarang?" Ujar Naruto dengan penuh harap.
"Baiklah... baiklah... kau menang." Ujar Shirzechs pasrah. Sementara Naruto hanya memasang cengirannya saja.
"Arigatou Shirzechs-san." Ujar Naruto berterimakasih dengan melakukan Ojigi dan dibalas anggukan oleh Shirzechs.
"A-ano... apakah aku bisa ikut denganmu?" Permintaan dari Seiren barusan sungguh tidak terduga apalagi dia blushing. Shirzechs kini hanya bisa membulatkan matanya dengan sempurna, saat mendengar permintaan dari adiknya itu. Sementara, Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum kecil. Dan mengangguk mengiyakan permintaan dari Seiren barusan. Belum juga Shirzechs akan memberikann argument Seiren terlebih dahulu menatapnya dengan tajam pada sang kakak dengan tambahan expresi yang terlihat Horor dimata Shirzechs, sehingga membuatnya langsung menelan kembali argumentnya barusan dan lebih mengagguk dengan lesu.
"Kalau begitu aku mungkin akan bersiap – siap terlebih dahulu sekarang, tidak mungkin aku berjalan dengan pakaian yang sangat hancur begini." Ujar Naruto kemudian. Dan dibalas anggukan oleh Seiren. Naruto lalu masuk kesebuah kamar yang akan dia tempati sementara itu, kemudian pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan kembali tubuhnya.
15 menit kemudian Naruto keluar dari kamarnya dengan memakai pakaian yang sebenarnya dia sudah simpan dalam segel di tangannya. meskipun hanya sebuah kaos oblong berwarna hitam dan dibalut dengan jaket Orange hitam tanpa lengan, dan juga celana berwarna hitam. Merasa sudah dengan penampilannya, Naruto lalu keluar dari kamar itu dan kemudian kembali lagi ke Ruangan tengah. Meskipun sepertinya dia terlambat karena sempat tersesat. Dan saat dia sampai di sana dia bisa melihat Shirzechs yang kini tengah duduk di sofa dengan secangkir teh di tangannya, ditemani oleh seorang wanita berpakaian maid yang Naruto ketahui bernama Grayfia, yang kini setia berdiri di belakangnya.
Lalu dia juga bisa melihat Seiren yang kini juga berada disana, duduk di sofa dengan tatapan kosong, sepertinya Seiren kini sedang tenggelam dalam dunianya sendiri sekarang. Naruto dibuat terpana dengan Seiren saat ini, karena penampilannya sungguh sangat memukau, dengan rambut merahnya yang dibuat ekor kuda, dengan poni dan juga beberapa rambut yang membingkai wajahnya. Seiren kini memakai baju setelan kemeja tanpa lengan berwarna putih dengan kerah berwarna hitam, dan memakai rok diatas lutut berwarna hitam. Naruto akui Seiren memang bisa dikategotikan sebagai wanita sempurna. Namun dia langsung menggelengkan kepalanya, sekedar untuk menghilangkan fikirannya tadi, meskipun kini rona merah tipis masih ada di wajahnya.
"Umm... jadi dimana Shikamaru?" tanya Naruto setelah dia sampai di dekat mereka. sehingga kini mereka langsung mengalihkan pandangannya pada Naruto.
"Shikamaru-san tadi menitipkan pesan. dia tidak akan ikut, namun dia meminta anda untuk mewakilinya." Ujar Grayfia dengan sopan, sementara Naruto yang mendengar itu hanya mengangguk. "Tifikal seorang Nara, pemalas." Fikir Naruto dengan Sweatdrop di kepalanya, mengingat bagaimana shikamaru. Dia bisa memperkirakan saat ini, sahabatnya itu pasti sedang menyelam dialam mimpinya.
"Hahhh, Arigatou Grayfia-san. Dan satulagi, jangan terlalu Formal padaku. Aku merasa aneh saat mendengarnya... dan aku tidak mau permintaanku ditolak" Ujar Naruto, dan tidak memberikann kesempatan pada Grayfia untuk membantah permintaannya. Sementara Grayfia hanya menghela nafas, dan mengangguk. Dan itu membuat senyum mengembang pada Naruto.
"umm... apakah kita bisa berangkat sekarang, Naruto-san?" Tanya Seiren, setelah melihat tidak adanya lagi pembicaraan setelahnya. Sementara Naruto yang mendengar itu langsung mengangguk mengiyakan dengan senyum kecil diwajahnya. Dan dibalas juga dengan anggukan oleh Seiren. Mereka berdua lalu mulai melangkahkan kaki mereka untuk memulai penjelajahan di kota Lilith. Saat setelah Naruto dan Seiren pergi Shirzechs angkat bicara.
"Sepertinya, adik kesayanganku sudah dewasa. Bukankah begitu Tsuma." Ujar Shirzechs pada sang istri. Sementara Grayfia sang istri tersenyum saat mendengar perkataan dari suaminya itu.
"Kau benar Shirzechs-kun. Aku sama sekali baru pertama kali ini melihatnya bisa terlihat antusias seperti itu." Ujar Grayfia masih dengan senyum lembut yang tak luntur dari wajahnya.
"Hahaha... aku tidak bisa bayangkan bagaimana histerisnya Okaa-sama, dan Otou-sama jika mereka tahu tentang ini, saat mereka sudah pulang nanti." Kata Shirzechs dengan tawa, saat dia mencoba membayangkan bagaimana expresi kedua orang tuanya nanti jika mereka tahu, putri bungsu mereka sangat antusias saat akan berjalan dengan seorang laki – laki. Dan Grayfia yang ikut membayangkanpu hanya besi tertawa halus.
…
Sementara itu Naruto dan juga Seiren saat ini sedan berjalan beriringan, dan tak ayal mereka menjadi pusat perhatian dari semua orang saat ini. Tentu saja, mereka semua tahu bahwa saat ini wanita yang sedang berjalan beriringan dengan laki – laki itu adalah adik dari sang Maou Lucifer. Dan pemandangan seperti ini sangatlah tidak mereka duga, karena dari rumor yang beredar, bahwa Seiren selalu menolak semua ajakan apapun dari laki – laki, namun sepertinya rumor itu langsung terpeahkan karena mereka saat ini melihat Seiren sedang berjalan dengan seorang laki – laki. Dan tak ayal setiap orang disana menatap penuh iri dan kagum pada NaruSeiren inih. Sementar Seiren yang menjadi pusat perhatian, membuat wajahnya langsung dihiasi oleh rona merah, karena malu. Sementara Naruto, dia hanya mengacuhkan semua tatapan yang tertuju kearahnya dan juga Seiren. Seiren yang melihat Naruto yang sangat santai itu, mulai menenangkan dirinya. Dan mulai memecahkan keheningan yang sudah terjadi dari tadi.
"Naruto-san, a-.."
"Naruto saja sudah cukup, Seiren-san." Ujar Naruto memotong perkataan dari Seiren, sementara Seiren hanya mengangguk. Meskipun agak ragu.
"N-naruto ?" Ujar Seiren dengan agak gugup. Bagaimanapun ini adalah pertama kalinya dia berinteraksi dengan seorang laki – laki. Sehingga ini membuatnya sungguh sangat gugup.
"Nah, itu lebih baik." Ujar Naruto dengan tersenyum pada Seiren, yang membuang mukanya, malu.
"N-Naruto, apakah aku boleh menanyakan sesuatu?" Ujar Seiren masih dengan nada gugup. Naruto hanya menjawab dengan angukan atas permintaan dari Seiren.
"k-kenapa kau masih bisa bersikap tegar saat semua orang membencimu?" tanya Seiren dengan rasa penasarannya. dia tahu pertanyaan ini besifat privasi, namun dia ingin mengetahuinya. Sementara itu Naruto sedikit terkejut saat mendengar perkaataan dari Seiren barusan. Namun saat melihat raut wajah tak enak dari Seiren, Naruto hanya tersenyum dan memegang pundak dari Seiren.
"Aku masih bisa tegar karena, disekitarku masih ada juga yang mau menerimaku. Dan juga aku tidak memiliki alasan yang kuat untuk membenci mereka semua." Jawab Naruto dengan diiringi senyum pada Seiren yang kini teliahat sedang terpana akan jawaban dari Naruto.
"Itulah kenapa aku masih bisa mempertahankan pendirianku meskipun jalan kehidupanku begitu rumit." Lanjut Naruto lagi. Seiren benar – benar kagum pada Naruto, dia mempunyai keteguhan hati yang begitu kuat dan tidak tergoyahkan. Berbeda dengan dirinya.
"dia sangat berbeda jauh denganku, Naruto mempunya keteguhan hati yang sangat kuat, sedangkan aku Cuma seperti seseorang yang berjalan ditempat. Tidak menyerah namun tidak juga berjuang." Itulah isi fikiran dari Seiren dengan raut wajah yang mulai murung dan tak sadar menghentikan langkah kakinya, dan itu tidak lepas dari perhatian Naruto, yang sejak tadi terus melihat gerak gerik dari Seiren. Lamunan Seiren buyar seketika saat seseorang menepuk pundanya. Dan saat meihat siapa pemilik tangan itu, dia bisa melihat Naruto kini tengah tersenyum kearahnya dengan lembut.
"Kau sebaiknya juga mulai berusaha dari sekarang Seiren-san, jika kau ingin mendapatkan kebahagiaanmu." Ujar Naruto dengan senyum lembut yang masih diarahkan pada Seiren. Sementara Seiren yang mendengar perkataan Naruto sebenarnya agak kaget juga, namun dia juga heran karena kurang mengerti arah dari pembicaraan Naruto. Merasa mengerti dengan rasa heran dari Seiren, naruto kemudian mulai menjelaskan. Dan sebelum memulainya Naruto terlebih dahulu mengajak Seiren mampir ke sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah taman jika di dunia manusia. Dan di tengah tempat itu terdapat empat buah patung, yang sangat mirip dengan para Youndai Maou. Dan menghentikan langkahnya disana.
"Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu terlebih dahulu. Sebenarnya saat proses transfer ingatan saat pertemuan tadi, aku tidak sengaja melihat memory kehidupanmu Seiren-san. Dan aku dapat menyimpulkan kau sebenarnya sudah mulai menyerah menjalani kehidupanmu sekarang ini." Ujar Naruto dengan sedikit serius. Seiren yang mendengar perkataan Naruto sebenarnya sangat terkejut. Namun wajah terkejutnya langsungsung menghilang digantikan dengan wajah kesedihannya. Seiren sebenanya ingin sekali membantah apa yang dikatakan Naruto tadi, namun apa daya, jika dia menyangkalnya itu percuma saja, karena bagaimanapun Hidup Naruto lebih berat dari pada kehidupannya sekarang ini. Dan dia saat ini hanya bisa menundukan kepalanya saja. Dan sedikit demi sedikit air mata mulai keluar dari pelupuk matanya, membasahi pipinya.
Naruto yang menlihat itu lalu memngangkat sebelah tangannya, kemudian meletakannya pada kepala Seiren, dan mengusapnya dengan lembut. Seiren yang merasakan sebuah belayan dikepalanya, lalu mengangkat kembali kepalanya dan mengalihkan tatapannya pada Naruto yang saat ini tersenyum lembut padanya.
"Janganlah pernah berfikir untuk menyerah Seiren... Perjalananmu masih panjang. Teruslah berjuang dan jangan pernah menghentikan perjuanganmu di tengah jalan. Dan jika kau membutuhkan bantuan kau bisa memintanya padaku" Ujar Naruto dengan lembut pada Seiren. Sementara Seiren yang mendengar penuturan dari Naruto, kini mulai terisak – isak, dan aair matanya semakin deras keluar dari matanya. Dan tanpa babibu Seiren langsung memeluk Naruto dengan erat dan mulai menumpahkan semua kesedihannya di dada Naruto. Naruto sendiri sangat terkejut sebenarnya saat mendapatkan respon tak terduuga dari Seiren. Namun perlahan – lahan dia mulai memeluk Seiren dengan lembut dan mengusap – usap kepala bagian belakang Seiren dengan lembut.
"Keluarkanlah semua kesedihanmu. Jangan pernah memendamnya sendirian... Biarkan aku menjadi pembagi kesedihanmu." Ujar Naruto lembut dan mulai mengeratkan pelukannya. Dan itu semakin membuat Seiren menangis dengan sejadi – jadinya. Namun sepertinya mereka tidak menyadari bahwa mereka kini tengah diperhatika oleh dua sosok orang(iblis) dari dekat jalan masuk tempat ini. Dan melihat bagaimana expresi dari kedua orang(iblis) itu, sepertinnya mereka sangat terkejut dengan kejadian di depan mereka. Namun meski mereka berdua saat ini sangat shock, mereka sama sekali tidak mau mengganggu aktifitas dari Naruo dan juga Seiren, dan memilih untuk pergi dari tempat itu.
Setelah cukup lama, Naruto lalu melepaskan pelukannya. Dan mundur satulangkah kebelakang. Sementara Seiren kini malah menundukan kepalanya. Dia benar – benar sangat malu sekarang ini, karena melakukan hal yang sangat memalukan, dan dia melakukannya dihadapan Naruto.
"S-Sumimasen." Ujar Seiren lirih dan dengan rasa gugup yang jelas kentara, Naruto sempat terkejut melihat tingkah laku dari Seiren, karena sikapnya kali ini benar – benar mengingatkannya pada Hinata. Namun Naruto langsung menggelengkan kepalanya lalu kembali tersenyum lembut dan mengusap kepala Seiren dengan lembut.
"Tidak perlu meminta maaf. Aku sedikitnya lega kau bisa mengeluarkan sedikit keseduhanmu" Ujar Naruto dengan lebut. Sementara Seiren hanya membalasnya dengan gumaman.
"Hehehe.., ternyata kau sangat pendiam sekali yah." Ujar Naruto dengan tertawa saat melihat tingkah laku Seiren yang menurut Naruto sungguh sangat lucu dimatanya.
"Maou... a-aku hanya bingung harus berkata apa Naruto-kun." Ujar Seiren memajukan bibirnya, kesal karena ucapan Naruto, tapa sadar kini dia mulai terbiasa akan Naruto. Naruto sendiri yang menyadari itu semakin melebarkan senyumnya.
"Baiklah... baiklahh... jadi apa kita akan meanjutkan penjelajahan ini atau tidak Seiren-Chan?" Ujar Naruto kemudian. Sementara Seiren sedikit terkejut karena panggilan Naruto, namun dia langsung mengangguk mengiyakan.
"Tentu saja Naruto-kun" Ujar Seiren dengan diiringi senyum, yang akhirnya terpampang kembali diwajah cantiknya. Dan tak ayal itu membuat Naruto menjadi terbengong – bengong sendiri karena terpesona. Namun dia langsung tersadar, meski semburat merah masih ada di kedua pipinya. Namun dia langsung mengangguka, dan tanpa komando, mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan, dan kini perjalanan mereka berdua akan terasa sangat berwarna karena obrolan dan candaan yang terus mengalir dari mereka berdua.
"Ne~, Seiren-Chan, aku janji akan membuatmu bisa mencapai semua harapanmu itu." Ujar Naruto di sela – sela obrolan mereka. Seiren yang mendengar itu mengangkat alisnya bingung atas perkataan naruto barusan.
"Maksud Naruto-kun?" Tanya reika dengan heran pada Naruto. Namun bukannya menjawab, Naruto hanya tersenyum dan mulai mempercepat langkahnya, sehingga membuat Seiren tertinggal. Dia hanya cemberut karena Naruto, sama sekali tidak menjawab pertanyaanya. Tidak menyerah, Seiren lalu mulai menyusul Naruto dan mulai mendesaknya menjelaskan perkataannya tadi.
"Ayolah Naruto-kun. Apa maksud dari perkataanmu tadi ?" pinta Seiren dengan memelas pada Naruto.
"Tidak... tidak... ini adalah R-A-H-A-S-I-A. Lagi pula kau akan menegetahuinya nanti" Ujar Naruto dengan nada jahil.
"Dan kapan itu terjadi?" Tanya Seiren penasaran.
"Yang jelas bukan sekarang." Ujar Naruto dengan diiringi tawa riangnya. Namun Seiren terus mendesak Naruto.
"Ayolah Naruto-kun..." Seiren semakin memelas.
"Tiidaaaakkk..."
"Naruto-kuunn..."
"Tiidaaaakk..."
Yeah dan perdebatan itu semakin berlanjut. Sehingga membuat jalan – jalan mereka kali ini sungguh sangat menyenagkan, baik itu untuk Naruto maupun Untuk Seiren. Dan tanpa mereka sadari keakraban mereka ini akan terus berlanjut, dengan benang merah yang sedikit demi sedikit mulai tersambung diantara mereka berdua. Dan kini Seiren akhirnya bisa membuka kembali hatinya untuk kehidupan luar.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Knotlamp_-_The Limited World
yepp.. ini dia chap duanya. maaf agak lama sebenarnya sangat terkejut dan senang karena fic saya mendapat respon positif yang sangat banyak. dan itu membuat saya jadi semangat sekali. hahaha
nah saya mungkin akan sedikit menerangkan tentang char dari Seiren ini.
Seperti yang kalian tahu, Seiren ini adalah kembaran dari Rias Gremory, dan kenapa saya nempatin dia disini. itu kerena banyak yang minta Rias dijadiin Pair Naruto. dan karena saya bingung yeahh, ane buat kembarannya ajah. dan untuk penampilannya, yeah mungkin sama dengan Rias, cuman warna mata yang membedakan, dan dari segi sikap dan sifatnya juga beda dengan Rias. yahh pokoknya gitu deh.
oh dan untuk yang minta pairnya Gabriel, maaf saya gak bisa masukin Gabriel jadi pairnya Naru, karena jika dijadiin pair, otomatis Gabriel akan jadi malaikat jatuh, sedangkan jika dia jadi Da-Tensi, keseimbangan surga akan sangat kacau, jadi maaf saya gak bisa masukin jadi pair.
dan mungkin tambahan pair buat Naruto adalah Rossweise. nah tinggal satu lagi pair yang kosong. kalian bisa request, dan nanti yang paling banyak yang akan saya jadiin pair.
mungkin cukup untuk saat ini. jika ada pertanyaan kalian bisa menanyakan langsung kesaya lewat BBM ataupu FB.
FB : . dengan ID : Wisnu Hyosuke Ryukishi
BBM : 21d2ba51
mungkin cukup itu saja. jangan lupa tinggalkan jejak anda di REVEW, baik itu kritik, saran, ataupun flame sekalipun.
sampai jumpa di chap 3
jaa ne~
