One Ok Rock_-_Sonzai Shomei
.
.
Title : Atarashi Seikatsu
Author : Hyosuke Ryukisi
DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.
Rating : T+
GENDRE : Adventure, Romance,Family, Drama, Fantasy, Humor.
Pair : Naru x Oc x Rossweisse x ...
Shika x Sona
Warning(s) : AU, Sami-Cannon, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan, StrongNaru, OOC Naru and etc.
Summary : Karena sebuah kecelakaan didunia asli mereka, kedua sahabat ini harus rela terjebak dalam masalah yang sangat merepotkan didunia yang mereka singgahi sekarang. Namun mereka bertekad, akan menyelesaikan permasalahan di dunia yang mereka tempati saat ini. Cinta dan kebahagiaanpun juga mewarnai hari – hari mereka disana.
"Normal"
"Thinkin"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'
Ket :
- Naruto disini sudah tidak memiliki bijuu di dalam tubuhnya, dansaya buat disini naruto hanya diberi chakra ashura saja oleh rikudou sannin.
- Dan di sini saya menambahkan 2 element yang sudah di kuasai Naruto.
Chap 3
'Wakil Umat Manusia'
.
.
.
.
Sudah 3 hari sejak dimana Naruto dan Shikamaru tinggal di kediaman 'Gremory'. Dan dalam waktu tiga hari itu sudah terjadi hal – hal yang sangat menghebohkan. Diantaranya, kehebohan dari sang ibunda Seiren, Venelana Gremory. Sang Lady Gremory ini langsung dibuat heboh dan histeis saat tahu bahwa sang putri sulungnya berjalan berduaan dengan seorang pria. Sementara sang Lord Gremory ?. menurutku dia sama sekali tidak memasang expresi apa – apa. Namun dari sorot matanya mungkin dia senang.
'Flashback'
Ini sudah lumayan lama sejak Naruto dan juga Seiren pergi untuk membeli kebutuhan untuk Naruto dan juga Shikamaru. Dia Shirzechs dan Grayfia kini sedang asik dengan acara ngobrol mereka, di ruang keluarga.
"Ne Tsuma. Apa menurutmu Seiren kembali seperti dulu?" Tanya Shirzechs pada sang istri yang kini tengah ikut duduk disampingnya itu. Sementara sang istri, Grayfia yang mendengar pertanyaan dari suaminya itu, mengalihkan pandangannya pada Shirzechs dan tersenyum.
"Menurutku, iya. Melihat bagaimana sikapnya yang benar – benar diluar dugaan tadi. Menawarkan diri untuk menemani seorang laki – laki yang bahkan tidak ia kenal." Ujar Grayfia memberikan pendapatnya.
"Hahaha... Kau benar Grayfia-chan. Aku bahkan tidak menduga akan hal itu. Bahkan dia langsung memberikan ancaman padaku jika aku sama sekali tidak memberikan izin." Kata Shirzechs sambil tertawa mengingat bagaimana tatapan maut dari sang adik, saat dia akan memberikan sebuah larangan. Ohhh.. dia tidak bisa bayangkan bagaimana nanti Seiren munghukumnya jika tidak menurut. Sementara Grayfia yang mendengar perkataan dari suaminya hanya tersenyum halus. Kembali acara mengobrol mereka berlanjut, danmasih membahas tentang sikap Seiren.
"Entah kenapa aku merasakan firasat yang kurang mengenakan saat ini..." fikir Shirzechs dengan agak was – was, namun dia langsung menghilangkan fikiran itu. "... mungkin hanya perasaanku saja." Lanjutnya lagi. Namun sayang sungguh disayang, sepertinya yang dirasakan Shirzechs bukanlah sebuah kebetulan. Karena saat ini kita bisa melihat ruang keluarga kini terasa sangat mencekam auranya. Dan sebuah sura perempuan yang terdengar berat hinggap di telinga Shirzechs.
"Shirzechs-kun... kau tahu apa yang sedang terjadi sekarang?" Ujar Suara itu dengan desisan tajam yang ditunjukan pada Shirzechs. Sementara Shirzechs, dia sungguh sangat merinding saat mendengar suara yang sangat dailiar baginya itu. Dan dia semakin pucat saat merasakan aura tajam yang menusuk yang ditunjukan kearahnya itu. Dan dengan gerakan patah – patah shirzechs langsung berdiri tegap. Dan membalikan tubuhnya masih dengan gerakan patah patah. Dan saat dia membalikan tubuhnya, Shirzechs bisa melihat saat ini seorang wanita berambut coklat panjang, memakai dress berwarena ungu. Kini tengah menatapnya dengan penuh teror, ditambah dengan 'Power Of Destruction' yang melapisi tangan kanannya yang terangkat.
"O-Okaa-sama..." Ujar Shirzechs dengan takut. Karena kini sang ibundalah yang ada dihadapannya, dia adalah Venelana Gremory, ibu dari Shirzechs, Rias, dan juga Seiren. Venelana kini tengah menatap putra sulungnya itu dengan tajam.
"Jadi, Shirzechs-kun. Kenapa Seiren-chan bisa bersama dengan seorang laki –laki saat ini?" desis Venelana dengan seram pada Shirzechs yang kini semakin pucat pasi itu karena nyali yang kian menciut, ohh betapa malangnya nasib sang Lucifer satu ini.
"O-Okaa-sama. T-tenanglah... aku bisa menjelaskannya !" Ujar Shirzechs dengan sedikit keberanian. Venelana tidak membalasnya namun pandangannya kian menajam, dan aura yang semakin mencekam. Namun sebuah tepukan di pundaknya langsung membuat Venelana mengalihkan tatapannya dari Shirzechs.
"Sudahlah Tsuma. Jika kau terus memberikannya ancaman seperti itu, Shirzechs sama sekali tidak akan bisa memberikan penjelasan nanti." Ujar seorang pria dewasa berambut merah panjang seperti Shirzech dengan penuh wibawa, dia adalah Lord Gremory, sekaligus suami dari Venelana. Mencoba untuk menenangkan istrinya itu.
"Tapi anata-.."Protesannya langsung dihentikan dengan gelengan oleh Lord Gremory itu, sehingga membuat Venelana langsung terdiam dengan kesal. Lord Gremory yang melihat istrinya diam, langsung mengalihkan tatapannya pada Shirzechs yang kini tengah mengambil nafas lega.
"Jadi jelaskanlah, Shirzechs." Ujar sang Lord Gremory pada sang putra, dan dibalas oleh anggukan oleh Shirzechs. Dan dia memulai penjelasannya pada Lord Gremory dan juga Venelana. Dari mulai identitas dari Naruto dan juga Shikamaru, sampai kenapa Seiran bisa berduaan dengan Naruto. Lord Gremory dan Venelana langsung mnedengarkan penjelasan dari Shirzechs dan juga Grayfia dengan seksama.
Setelah mendengar penjelasan dari Shirzechs barusan, Lord Gremory hanya mengangguk anggukan kepalanya dangan satu tangan yang mengusap – usap dagunya. Sementara Venelana sendiri, dia hanya memasang wajah shock saat ini. Dan Shirzechs juga memperkenalkan Shikamaru yang kebetulan memang sedang berada di rumah itu.
'Skip Time'
"Tadaima..." Teriak Seiren dengan riangnya, saat sesudah membukakan pintu dan diikuti oleh Naruto dibelakangnya yang kini membawa beberapa kantong belanjaan. Namun, Seiren langsung dibuat heran saat melihat kini sang ibu kini berdiri di depannya, sambil melipatkan tangannya di bawah dadanya yang membusung itu, begitupula dengan Naruto yang kini tengah mengangkat sebelah alisnya.
"Ah.. Okaa-sama sudah pulang. Okaeri.." Ujar Seiran mengucapkan selamat datang pada sang ibunda dengan senyum lembut. Sementara Venelana s=yang awalnya ingin memulai ceramah, langsung dibuat cengo, saat melihat sang putri sulungnya itu, kini terlihat Riang, dan juga bahagia. Venelana sungguh sangat terkejut melihat perubahan yang sangat signifikan pada putrinya itu, entah sadar atau tidak. Karena prubahan pada putrinya itu langsung membuat kekesalannya menghilang, dan membuatnya tersenyum dengan lembut, lalu memeluk putrinya itu.
"Tadaima sayang." Ujar Venelana dengan lembut. Dia lalu melepaskan pelukannya dan menatatap putrinya dengan senyum lembut khas keibuan yang menempel di wajah cantiknya.
"Jadi bagaimana jalan – jalanmu ?" tanya sang Venelana dengan lembut dan tatapan mata blue greennya di arahkan pada mata merah sang anak.
"Menyenangkan Okaa-sama. Dan bagaimana pertemuannya Okaa-sama." Jawabnya dengan senang, dan menanyakan perihal pertemuan yang sebelumnya di lakukan oleh sang ayah dan juga ibunya.
"Bagus kalau begitu. Pertemuannya berjalan dengan lancar." Ujar Venelana lembut, menjawab pertanyaan sang Putri. Lalu dia mengalihkan tatapannya pada Naruto yang saat ini berada di belakang Seiren.
"Uzumaki Naruto-kun ?" Ujar Venelana, pada Naruto yang saat ini masih berdiri di belakang Seiren. Sementara Naruto yang kebetulan tadi melamun, langsung tersadar saat namanya dipanggil, dan dengan kikuk dia lalu membungkuk dengan sopan pada Venelana.
"H-Ha'i Gremory-sama. Saya Uzumaki Naruto." Ujar Naruto sopan namun sedikit kikuk karena gugup di tatap oleh sang Lady Gremory. Sementara Venelana yang melihat itu hanya tertawa halus. Begitupula Seiren yang terkikik geli melihat Naruto.
"Tak perlu gugup seperti itu. Dan panggil saja aku Venelana, Naruto-kun." Ujar sang Venelana dengan lembut. Sementara Naruto sedikit salah tingkah. Namun dia langsung mengangguk.
"Ha'i, Venelana-sama." Ujar Naruto sopan, namun di kedua pipinya kini terlihat rona merah. Karena dia juga ditertawakan oleh Seiren.
"Begitu lebih baik, sebaiknya kita masuk. Semuanya sudah menunggu di dalam." Ujar Venelana dengan senyum lembutnya, lalu menyuruh mereka masuk. dan dibalas dengan anggukan oleh Seiren dan juga Naruto. Dan Venelana berjalan duluan.
"Ayo... Naruto-kun." Ujar Seiren pada Naruto yang kini mulai mengangkat kembali barang belanjaannya yang tadi sempat dia letakan dulu.
"Sebaiknya kau duluan saja. Aku akan menyimpan dulu barang belanjaan ini. Kan tidak lucu jika aku membawa barang – barang ini saat sedang berkumpul bukan." Ujar Naruto dengan sedikit candaan.
"Kalau begitu biar aku bantu." Ujar Seiren dan mendekati Naruto bermaksud mengambil beberapa kantong belanjaan itu. Namun Naruto langsung menjauhkannya dari jangkauan Seiren.
"Eit... Eitt... tidak, tidak, tidak. Sudah kubilang tadi bukan, biar aku yang membawakannya. Jadi sebaiknya kau cepat masuk terlebih dahulu." Ujar Naruto kemudian.
"Mou... kau menyebalkan Naruto-kun. Aku hanya ingin membantu." Ujar Seiren cemberut.
"Terimakasih pujiannya. Jadi sekarang cepat susul Ibumu. Dan untuk barang – barang ini biar aku yang menyimpannya sendiri. Huss. Huss..."Ujar Naruto dengan senyum, dan memasang posisi seperti mengusir pada Seiren yang kini kian cemberut.
"Hummmm... Baiklah... baiklahh... kau benar – benar Naruto-kun." Ujar Seiren kesal sambil melipatkan tangannya di bawah dada, Naruto sendiri dia malah tertawa riang saat melihat expresi dari Seiren. Sementara Venelana yang melihat kejadian itu dari kejauhan, ikut tertawa halus, kemudian tersenyum lembut menatap keduanya dari kejauhan.
"mungkin, mempercayakan Seiren pada pemuda itu bukanlah ide yang buruk. Dia bisa merubah Seiren kembali seperti dulu, hanya dalam waktu singkat. Akhirnya putriku bisa terlihat riang dan juga bahagia saat ini" Fikir Venelana disertai senyum haru dan bahagia, dan kembali meneruskan jalannya, merasa sudah puas melihat inteaksi dari pasanga SeiNaru.
Dan sejak hari itu semua anggota keluarga Gremory kembali bisa melihat seorang Seiren yang Riang yang selalu menebar senyum lembut, dan juga selalu terlihat anggun disetiap pandangan siapa pun. Kini salah satu Crimson-Haired Princces telah kembali keperadabannya dan juga pelabuhannya. Dan ini juga adalah hari – hari dimana Naruto dan Seiren semakin dekat.
'Flasback End'
Kini semua keluarga Gremory ditambah Naruto dan juga Shikamaru (yang masih terlihat seperempat sadar) tengah berkumpul di meja makan untuk melakukan sarapan bersama. Acara makan ini berlangsung dengan hening dan khidmat, karena bagaimanapun Clan Gremory adalah salah satu Clan terhormat di Underworld, jadi tatakrama sangat diterapkan disini. Setelah selesai makan mereka tidak langsung beranjak dari sana, namun masih berdiam di sana saat ini dengan hening. Dan keheningan itu terpecah saat Naruto mengeluarkan suaranya.
"Shirzechs-san, apakah di suatu tempat di daerah sini ada sebuah tanah lapang, dan juga jauh dari pemukiman?" Tanya Naruto pada Shirzechs, sementara Shirzechs yang merasa ditanya langsung mengalihkan pandangannya pada Naruto dengan satu alis terangkat.
"Memangnya kenapa Naruto?" Tanya Shirzechs dengan heran.
"Hmmm... sebenarnya aku ingin melakukan latihan, sudah dua hari ini tubuhku sama sekali tidak mendapatkan latihan. Dan aku memerlukan lahan yang lumayan luas untuk latihanku." Ujar Naruto menjelaskan, yang dijawab anggukan mengerti dari Shirzechs.
"aku mengerti... mungkin kau bisa mencarinya di sebelah selatan dari sini. Disana adalah lahan yang tidak ditempati oleh siapapun. Mungkin kau bisa melakukan latihanmu disana." Saran Shirzechs pada Naruto yang mengangguk mengerti.
"Baiklah kalau begitu. Terimakasih atas makannannya. Aku akan pergi untuk latihan terlebih dahulu. Permisi." Ujar Naruto sopan sambil berdiri dari kursinya dan membungkuk sopan.
"Kau akan ikut Shika ?" Tanya Naruto pada Shikamaru yang saat ini masih memasang tampang bosan hidupnya.
"Tidak... aku akan berlabuh saja. Kalau aku ikut denganmu aku hanya akan mendapatkan keributan nanti." Ujar Shikamaru dengan malasnya. Sementara semua orang yang ada disana hanya bisa Sweatdrop saat mendengar penuturan dari Shikamaru. Meraka sudah tahu bagaimana peringai dari Shikamaru dan juga Naruto. Dan Shikamaru adalah tipikal seorang pemalas, namu entah bagaimana dia memiliki kecerdasan diatas rata – rata. Dan itu berbanding terbalik dengan Naruto, meski dia juga tergolong pintar dan cerdas, sifat Naruto lebih riang dan sedikit energik. Dan itu menjadi kombinasi yang aneh antara Naruto dan Shikamaru. Naruto yang sudah sadar dari sweatdropnya hanya mengangkat bahu saja, dan langsung pergi dari tempat itu dengan berojigi terlebih dahulu dan berlalu pergi. Sementara Seiren saat ini tengah berfikir sambil megusap dagunya. Venelana yang melihat gerak gerik putrinya dari awal itu, hanya menyeringai penuh kejahilan. Sepertinya dia mempunyai sebuah rencana untuk putrinya itu.
==++Atarashi_Seikatsu++===
'Whit Naruto'
Saat ini Naruto sudah ada di subuah tanah lapang di selatan dari kediaman Gremory. Dia sungguh puas saat melihat lokasi yang disarankan oleh Shirzechs sungguh sangat pas untuk latihannya. Dia lalu merangkai beberapa handseal lalu menghentakan tangannya ke tanah.
'Fuinjutsu : Hogo Domu'
Setelah Naruto mengucapkan itu, dari telapak tangannya muncul aksara – aksara fuin yang membuat lingkaran yang lumayan besar di daerah itu, setelah fuin itu terbentuk, kekai mulai terbentuk dan mulai membuat sebuah kubah pelindung dengan Naruto didalamnya.
"Dengan begini tidak akan ada yang terganggu dengan latihanku nanti." Fikir Naruto. Dia kemudia kembali melakukan beberapa handseal.
'Fuinjutsu : Shirubarasuto'
"Yoshhh... waktunya melakukan pemanasan ringan terlebih dahulu." Ujar Naruto dengan semangat dan mulai melakukan pemanasan dengan di awali lari 20 putaran. Lalu push-up, back-up, dan Shit-up. Masing masing 300 kali. Itu menjadi agak berat karena dia menggunakan segel pemberat pada bagian – bagian tubuhnya. Setelah selesai, dia kemudian menegakan tubuhnya kembali. Dia lalu mengambil sebuah kertas kecil dari kantong Ninjanya.
"Sebaiknya aku mengeceknya terlebih dahulu." Ujar Naruto. Lalu dia mulai memegang kertas itu di ujung tangannya. dan dia mulai mengalirkan energynya pada kertas itu. Dan kertas itu mulai terbelah menjadi empat bagian, dengan potongan pertama mulai terbakar dan sebagian mulaihancur. Itu berarti Naruto mempunyai elemen api sekarnang ini. Namun dia dibuat heran saat dua potongan terakhir mempunya efek berbeda. Karena salah satu dari potongan itu mulai dimakan oleh sebuah energi hitam kemerahan dan satulagi sama sekali tidak terjadi apa – apa.
"'Power Of Destruction'."Naruto sangat terkejut saat dia mengenali aura yang melahap habis potongan kertas itu. Dari ingatan yang dia lihat dari Shirzechs, itu adalah 'Power Of Destrucktion'. Salah satu kemampuan Original dari Clan Bael. Namun keterkejutannya langsung hilang saat dia ingat bahwa dia pernah menyerap energy dari Shirzechs dua hari lalu. Dan jika asumsinya benar, sepertinya kemampuan dari Shirzechs juga ikut terserap olehnya. Dia lalu mencoba melakukan sebuah percobaan.
Naruto, mengangkat sebelah tangannya sedikit. Dan mulai berkonsentrasi dan mengalirkan energinya. Dan sedikit demi sedikit di telapak tangan Naruto tercipta sebuah bola sebesar bola kasti berwarna hitam dengan aura berwarena merah yang meluap luap.
"Jadi benar. Aku sekarang mempunya Powe Of Destruction, meski hanya sedikit." Ujar Naruto dengan kagum. Dia kemudian meningkatkan tingkat konsentrasinya. Dari ingata Shirzechs 'Power Destruction' akan dapat dikontrol jika dia mempunyai konsentrasi yang tinggi. Dan Naruto mencoba untuk mempraktekannya. Dia mencoba untuk membuat bentuk lain dari Power Of Destruction ini. Dan sepertinya itu berhasil karena Naruto kini bisa membentuk sebuah katana pendek seperti tantou dari Power Of Destructionnya itu. Namun saat akan mencoba untuk memegangnya, Power Destructionnya keburu menghilang, karena konsentrasi Naruto yang terpecah.
"Ternya mengontol energy Power Of Destruction sangatlah sulit dari pada mengendalikan Gedou Dama." Ujar Naruto kemudian, namun dia langsung mengangkat bahunya saja, dan meninggalkan percobaannya dan memilih untuk berlatih mengendalikan element apinya saja. Dia lalu membuat beberapa bunshin.
'Kagebunshin No Jutsu'
Lalu di depan Naruto tercipta 10 bunshin. Naruto yang asli lalu mengeluarkan sebuah gulungan dari kantong ninjanya. Kemudian melemparkannya kearah salah satu bunshin, yang langsung menangkapnya.
"Lima orang, pelajari gulungan element api itu. Dan sisanya, sempurnakan element angin dan juga tanah." Ujar Naruto tegas dan dibalas anggukan oleh para Bunshin yang mulai membagi kelompok sesuai arahan dari boss mereka itu. Sementara Naruto sendiri kini ingin mencoba berlatih menyempurnakan Kenjutsunya. Naruto kemudian masuk dalam mode Ashura dan mulai membentuk sebuah Katana di tangan Kanan.
"Hahhh... sepertinya aku harus berlatih mengendalikan Gedou Dama ini tanpa masuk ke mode Ashura," Ujar Naruto dengan helaan Nafas. Dan dia langsung memulai latihan kenjutsunya dengan cara berimprovisasi, karena dia memang tidak mempunyai style untuk dipelajari.
==++Atarashi_Seikatsu++===
'With Gremory Castile'
Seiren kini tengah duduk di sebuah bangku, di halaman belakang Rumah. Saat ini dia sedang membaca sebuah buku. Namun sepertinya fikirannya sama sekali tidak sedang di alam nyata sekarang. Itu terlihat, Meski Seiren dari kejauhan terlihat sedang membaca, namun jika dari dekat, dia terlihat seperti sedang melamun.
"Kira – kira, Naruto-kun sedang apa sekarang ya ?" tanya Seiren dalam hati, sambil terus melamun. Namun lamunannya langsung buyar saat seseorang menepuk kepalanya dan mengusapnya dengan lembut. Seiren yang mulanya terkejut lalu mengalihkan pandangannya kesamping, pada orang yang tengah mengusap kepalanya itu. Dan disana ia bisa menemukan sang ibunda kini tengah berdiri sambil tersenyum lembut kearahnya.
"Ah.. Okaa-sama." Ujar Seiren pada seseorang yang tadi mengusap kepalanya, yang ternyata adalah ibunya, Venelana yang tengah tersenyum padanya dan juga dibalas dengan senum olehnya.
"Jadi. Bolehkah Kaa-sama ikut bergabung ?" Tanya Venelana dengan lembut dan dijawab anggukan oleh Seiren dengan senyum riang.
"Tentu saja, Kaa-sama." Setelah mendapatkan persetujuan itu, Venelana lalu ikut duduk di samping Putrinya, dan memulai percakapan.
"Jadi... apa yang sedang kamu lamunkan Ren-chan?" tanya sang ibu pada Seiren.
"Aku tidak melamun, Kaa-sama." Ujar Seiren membantah, bahwa dia tadi tengah melamun. Sementara Venelana, dia saat ini memasang senyum jahil pada Seiren.
"Ohhh... Benarkahh?... lalu kenapa tadi kau tidak menjawab panggilan Kaa-sama tadi?" Ujar Venelana yang mendesak Seiren. Sementara Seiren sendiri langsung malu ternyata dia memang benar – benar tertangkap basah melamun.
"S-Sumimasen Okaa-sama." Ujar Seiren menunduk malu. Sementara Venelana hanya tertawa halus karena tingkah anaknya ini.
"Nah... Jadi apa yang kau lamunkan itu Sei-chan. Naruto kah ?" Ujar Venelana dengan nada menggoda. Dan 'Dor', sepertinya tebakan Venelana benar. Karena saat ini sang anak terlihat mulai agak panik dengan semburat merah dikedua pipinya.
"T-Tidak O-Okaa-sama. A-aku sama sekali tidak me-mmikirkan N-Naruto-kun." Jawab Seiren dengan gugup dan jangan lupakan rona merah di kedua pipinya kini mulai bertambah banyak.
"Benarkah~?... lalu kenapa kau sangat gugup begitu Seiren-chan~... Atau jangan – jangan~~ tebakan Kaa-sama benar?" Tanya Venelana kembali dengan jahil dan nada menggoda yang kian menjadi – jadi. Dan Seiren kini bnar – benar dibuat mati kutu, karena ibunya kini semakin mendesaknya. Dan dia juga tidak bisa menemukan alasan yang tepat sekarang ini. Dia kini hanya bisa menunduk malu dengan wajah memerah. Venelana langsung tertawa saat melihat putri bungsunya saat ini. Dia benar – benar langsung bungkam seketika sekarang, dengan muka memerah. Oh, sepertinya menggoda Seiren akan menjadi Hobi barunya mulai saat ini.
Venelana lalu tersenyum lembut dan mulai mengusap kepala Seire yang sedang meunduk. Seiren yang merasakan belaian dari ibunya lalu mengankat kembali kepala, menatap ibunya masih dengan Rona mereh di pipinya.
"Kaa-sama, sungguh sangat senang kau bisa kembali lagi ceria Seiren-Chan." Ujarnya lembut kemudian memeluk Seiren dengan lembut. Sambil mengusap – usap bagian kepala dari Seiren yang kini terkejut atas perlakuan dari ibunya itu. Namun dia langsung membalas pelukan dari Ibunya.
"Kau tahu Seiren, Kaa-sama sungguh sangat khawatir saat dirimu mulai berubah waktu itu..." Ujar Venelana dengan agak sedih. Seiren sangat terkejut saat mendengar perkataan dari ibunya barusan.
"Maafkan aku Okaa-sama karena aku sudah membuat kalian sangat khawatir padaku." Ujar Seiren menyesal didalam pelukan ibunya.
"Tidak apa apa Seiren-chan. Karena sekarang, Kaa-sama sungguh sangat senang, kamu akhirnya bisa kembali lagi, menjadi Seiren yang Ceria, dan riang... Kaa-sama, sungguh sangat berterimakasih pada Naruto karena akhirnya, dia bisa mengembalikan jati diri dari putri kesayanganku ini." Lanjutnya lagi sambil melepaskan pelukannya, kemudian mencium kening dari putrinya itu. Sementara Seiren hanya memejamkan matanya, mencoba meresapi semua belaian kasih sayang dari ibunya. Dan tanpa mereka berdua sadari dari kejauhan Lord Gremory tengah memperhatikan mereka dari dalam jendela. Sang Lord Gremory kini tengah tersenyum bahagia saat melihat Venelana dan Seiren bisa kembali terlihat akrab.
==++Atarashi_Seikatsu++==
'Back To Naruto'
Naruto saat ini tengah berbaring kelelahan di tempat latihannya tadi. Sepertinya dia sudah menyelesaikan latihannya, karena kini kekai yang tadi dibuat oleh Naruto sudah menghilang. dan juga tempat itu kini sudah lumayan hancur, dengan berbagai ukuran kawah yang terbentuk disana, dan juga beberapa bekas gosong juga ada.
"Hahh... hahh.. hahh... untuk hari inih... mungkin cukup... hahh... hah... melakukan latihan seperti ini terkadang membuatku tersiksa juga..." Ujar Naruto dengan mencoba menenangkan deru nafasnya yang memburu.
"Hooammm... sepertinya kau sudah selesai." Ucap seseorang, dengan nada bosan. Naruto yang mendengar itu, lalu mengalihkan pandangannya pada asal suara itu. Dan kini ia bisa melihat Shikamaru yang memakai celana jeans hitam, dipadukan dengan kaos hitam yang dibalut kemeja berwarna putih yang dibiarkan terbuka. Kini tengah mendekat kearahnya.
"Yeahh, aku baru menyelesaikannya. Jadi ada apa kau kemari Shika?" Tanya Naruto sambil merubah posisi berbaringnya menjadi duduk pada Shikamaru saat setelah dia berada disampingnya.
"Aku ingin mendiskusikan tentang Jubi." Ujar Shikamaru serius. Naruto yang mendengar Nada suara Shikamaru yang serius juga ikut serius.
" Jadi apa pendapatmu ini Shika.?" Tanya Naruto pada Shikamaru.
"sebelumnya aku ingin bertanya. Kapan kau mulai kehilangan kontrol jusumu saat menghisap Jubi?" Tanya Shikamaru tentang kejadian perang.
"Aku tidak bisa mengontrol jutsuku saat Jubi sudah terhisap semua tubuhnya, lebih tepatnya saat jubi sudah erhisap sampai bagian pundaknya." Jawab Naruto sambil mengingat – ingat saat dia mulai terlepas control atas jutsunya. Shikamaru menjawab dengan anggukan dan mulai berfikir.
"Kita juga ikut terhisap satu menit sesudah Jubi. Dan membuat kita terdampar di dimensi ini. Asumsiku saat ini hanyalah... Jubi bisa saja berada di dimensi ini atau tidak, dan jika dia berada di dimensi ini kita belum tahu berada dimanakah dia sekarang... dan dari hasil diskusiku dengan Shirzechs-san, di dunia manusiapun Jubi sama sekali tidak memunculkan batang hidungnya, dan di Underworld juga begitu. Banyak kemungkinan Jubi bisa ada dimana saja saat ini.:" Jelas Shikamaru menyampaikan pendapatnya. Naruto yang mendengar itu hanya mengangguk. Dan setelah itu hanya keheningan yang terjadi.
"Jika memang Jubi samampai mengacau, ini benar –benar akan menjadi bencana untuk dunia ini, dan bencana itu disebabkan oleh kesalahanku." Ujar Naruto dengan menundukan kepalanya.
"Jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri Naruto. Tidak semua ini adalah kesalahanmu. Kaarena bagaimanapun ini adalah sebuah kecelakaan." Ujar Shikamaru meyakinkan Naruto.
"Tapi Shika aku-..."
"Jika kau memang ingin menebusnya, selesaikan masalah ini. Dan juga itulah gunanya kenapa kita berada di dimensi ini sekarang." Potong Shikamaru. Naruto langsung terdiam saat mendengar perkataan dari sahabatnya itu. Dia kini tenggelam dalam fikirannya sendiri sekarang. Namun kini sorot matanya mulai kembali menunjukan tekadnya.
"Hehhh.. untuk ukuran seorang pemalas sepertimu, ternyata kau bisa juga mengucapkan kata – kata penyemangat, shika." Ujar Nauto dengan senyum jahil dan nada Sarkatis.
"Hooaammm, merepotkan... kau saja yang tidak menyadarinya." Ujar Shikamaru menguap bosan. Dan dibalas dengan tawa oleh Naruto.
"Jadi ini bisa juga disebut sebuah awal untuk kita bukan ?" Tanya Naruto pada Shikamaru.
"Yeah... kau benar. Dan mungkin juga kehidupan baru untuk kita." Ujar Shikamaru setuju atas pernyataan dari Naruto. Dan kini mereka membuat sebuah tekad baru, dengan tanggung jawab yang mereka pikul berdua. Lamunan mereka berdua buyar, saat mereka berdua merasakan kehadiran seseorang di belakang. Daan saat meiihat siapa orangnya. Kini mereka berdua bisa melihat Seiren yang berada beberapa meter di belakang mereka. dan terlihat respon dari Naruto dan Shikamaru sangatlah berbeda, karena Shikamaru hanya menatap biasa – biasa saja, malah terkesan bosan. Namun dengan Naruto, kini dia terlihat sedang bengong dengan semburat merah kembar dikedua pipinya. Dan itu tidak lepas dari pandangan Shikamaru.
"Terpesona eh?" Ujar Shikamaru dengan sarkatis pada Naruto. Sementara Naruto yang mendengar itu hanya bisa salah tingkah, sambil mencoba menyangkal, namun tidak berhasil, sehingga membuatnya hanya memalingkan muka dangan semburat merah di kedua pipinya.
"U-Urusaiiiiii..." Ujar Naruto saat memalingkan mukanya. Dan hanya direspon Shikamaru dengan menguap.
"Hooaammmmm... terserah kau kalau begitu. Aku pergi dulu." Ujar Shika kemudian. Naruto yang akan menahan langsung dibuat mendecih Setelah sahabatnya langsung menghilang dalam kepulan asap, dan pergi dari situ seenaknya. Naruto hanya menghela nafas kemudian mengalihkan pandangannya pada Seiren yang kini tengah berjalan kearanhnya.
"Bagaimana aku tidak terpesona. Jika Seiren selalu berpenampilan anggun dan menawan seperti itu." Ujar Naruto dalam hati mengakui bahwa dia memang terpesona terhadap penampilan Seiren. Karena kini Seiren berpenampilan sangat anggun. Dengan Rambut Crimson yang diikat ekor kuda dengan pita berwarna hitam,lalu bagian poni dibuat turun, dan juga ada bagian rambut yang membingkai wajahnya. Memakai sebuah dress sepaha berwarna hitam. Dan dibalut sebuah sepatu berhak sedang. Penampilannya memang terkesan biasa saja, namun karena aura yang dikeluarkan Seiren, membuat penampilannya agak memukau.
Seiren yang melihat Naruto terus menatapnya sempay blushing, namun dia langsung menghilangkannya dengan menggeleng – gelengkan kepala. Kemudian dia melambakan tangannya pada Naruto yang dibalas dengan lambaian juga oleh Naruto.
"Jadi bagaimana latihanmu Naruto-kun... sepertinya kau berlatih sangat keras, melihat dari bagaimana hancurnya daerah ini." Tanya Seiren setelah dia sampai di depan Naruto yang masih terduduk di tanah. Sementara Naruto hanya tertawa garing saat mendengar pernyataan Seiren yang terakhir.
"Aku terlalu berlebihan sepertinya Seiren-chan." Ujar Naruto dengan sedikit nada – nada ragu dan malu. Sementara Seiren hanya tersenyum menanggapinya. Kemudian dia ikut duduk disamping Naruto.
"jadi kau latihan apa saja Naruto-kun?" Tanya Seiren penasaran akan latihan yang Naruto lakukan.
"Aku melatih kemampuan elemen angin, dan tanahku. Dan sedikit mempelajari elemen api juga. Lalu disambung dengan melatih ilmu berpedangku. Jadi itu adalah porsi latihan yang akan aku jalani terus." Jelas Naruto atas pertanyaan Seiren. Seiren hanya kagum atas porsi latihan Naruto. Dia sebenarnya sudah tahu akan kekuatan dari ingatan Naruto, namun mendengarnya secara langsung tetap saja membuatnya kagum. Namun sepertinya dia mempunyai ketertarikan dalam sesuatu saat ini. Terbukti dari pandangan yang terlihat gelisah, seperti ingin mengatakan sesuatu. Dan Naruto yang melihat itu hanya mengangkat alisnya bingung.
"Kau kenapa Seiren-chan... apa kau baik – baik saja?" Ujar Naruto heran akan tingkah Seiren. Sementara orang yang dimaksud kini agak terlonjak kaget, karena Naruto ternyata memperhatikan gerak geriknya. Dia jadi ragu – ragu untuk menjawab.
"Ummm... Naruto-kun, bisakah aku meminta tolong padamu?" Ujar Seiren dengan Ragu – ragu.
"Tentu saja Seiren-chan..." Ujar Naruto dengan riang "Jadi kau ingin meminta tolong apa Sei-chan?" Lanjut Naruto lagi.
"Bisakah Naruto-kun ... umm... mengajariku ilmu berpedang?"Ujar Seiren kemudian. Naruto yang mendengar permintaan Seiren sungguh sangat terkejut. Dia lalu menatap serius kepada Seiren.
"Kenapa kau ingin mempelajari tekhnik berpedang Seiren?" Tanya Naruto dengan serius. Sementara Seiren hanya menundukaan kepalanya.
"Naruto-kun tahu bukan, bahwa aku kekuatan sihirku sangatlah kecil, bahkan kekuatan 'Power Of Destruction'ku saja tidak sekuat Rias. dan itu membuatku jadi selalu dalam lindungan keluargaku, bahkan aku selalu terkekang karena kekhawatiran mereka..." Ujar Seiren dengan nada sedih. Naruto yang melihat itu hanya diam tidak menanggapi, karena dia yakin Seiren belum selesai bicara. "...Dan itulah kenapa aku ingin mempelajari salah satu tekhnik beladiri. agar aku bisa menjaga diriku sendiri. Sehingga nanti keluargaku sama sekali tidak menghawatirkanku lagi, dan membuatku bisa bebas seperti Rias... aku ingin melindungi mereka dan bukan selalu berlindung dibelakang mereka..." kini Seiren mulai meneteskan air matanya. "... jadi aku mohon, ajari aku tekhnik berpedang Naruto-kun !" mohon Seiren masih dengan menundukan kepalanya. Dan air mata yang kian banyak keluar dari iris delimanya. Tidak ada jawaban dari Naruto, dan itu membuat Seiren agak kecewa.
'Plukk'
Sebuah tepukan dan usapan dikepalanya, membuat Seiren langsung mengangkat kepalanya, dan kini Iris Delimanya bisa melihat Naruto kini tengah tersenyum kepadanya dengan lembut.
"Aku senang kau mempunya keinginan yang kuat seperti itu Sei-chan." Ujar Naruto dengan lembut. "... Baiklah mulai besok kita akan memulai latihannya. Jadi kau harus mempersiapkan dirimu Seiren-chan" Lanjut Naruto kemudian. Seiren yang mendengar persetujuan Naruto sungguh sangat senang sekarang ini. Dan tanpa komando langsung memeluk Naruto.
"Hiks... Arigatou Naruto-kun.." Ujar Seiren dengan tangis bahagia. Naruto hanya tertawa halus saat mendengar Seiren menangis bahagia seperti itu.
"Hehehe... Doitashimashite Seiren-chan." Ujar Naruto sambil membalas pelukan Seiren. Setelah cukup lama Seiren lalu melepaskan pelukannya.
"Aku heren padamu Sei-chan... kau sering menangis akhir – akhir ini." Ujar Naruto heran dan terselip nada jahil.
"Mou... aku hanya menangis bahagia Naruto-kun. Apa itu salah ?" Ujar Seiren cemberut. Naruto yang melihat itu lalu mencubit kedua pipi Seiren.
"Hahaha... kau lucu sekali jika sedang cemberut seperti itu." Ujar Naruto dengan riang masih dengan mencubit pipi Seiren.
"Jangan cubit pipiku seperti itu Naruto-kun..." Ujar Seiren agak jengkel. Sementara Naruto hanya tertawa menanggapinya kemudian melepaskan cubitannya pada pipi Seiren.
"Mou.. kau benar – benar menyebalkan Naruto-kun." Ujar Seiren kesal dan cemberut.
"Hahaha... Gomen, gomen. Aku hanya gemas melihatmu yang bertingkah seperti itu." Ujar Naruto terkikik geli, kemudian tersenyum pada Seiren.
"Sebaiknya kita kembali. Badanku sudah gatal semua karena keringat." Ujar Naruto kemudian, dan dibalas anggukan leh Seiren. Dan mereka berduapun pergi dengan cara mereka masing – masing. Seiren dengan lingkaran Sihir dan Naruto dengan Sunshinnya.
'Time Skip'
Kini Naruto dan juga Seiren tengah berada di tempat yang sama dimana kemarin Naruto berlatih. Kini Naruto tengah memberikan arahan pada Seiren.
"Baiklah sebelum kita memulai latihannya. Sebaiknya kita melakukan pemanasan terlebih dahulu, dengan berlari terlebih dahulu. Lalu pemanasan – pemanasan yang lainnya." Komando Naruto, dan diberi anggukan oleh Seiren. Mereka berdua melakukan pemanasan – pemanasan terlebih dahulu. Sesudah memlakukan pemanasan kini Naruto kembali memberi arahan pada Seiren.
"Sebelumnya aku ingin bertanya. Kenapa kau ingin belajar tekhnik berpedang, dan bukan tekhnik beladiri yang lainnya?" Tanya Naruto pada Seiren serius.
"Karena aku sangat tertarik pada tekhnik berpedang." Jawab Seiren dengan mantap. Sementara Naruto hanya mengangkat alisnya bingung.
"Apa hanya itu saja?" tanya Naruto dengan heran pada Seiren, dan dijawab oleh anggukan mantap oleh Seiren. Naruto hanya mengangkat bahunya saja. Dia kemudian mengeluarkan sebuah boken, yang dari sebauah gulungan penyimpanan beserta dengan tihang target. Naruto kemudian menancapkan sebuah balok yang sudah dia modifikasi menjadi sebuah targetman. Kemudian dia melemparkan satu buah boken pada Seiren yang di tanggap dengan sigap olehnya. Seiren bingung saat ini.
"Sebelum mempelajari seni berpedang, kau harus terlebih dahulu melatih tekhnik ayunan sekarang aku ingin kau melakukan tekhnik ayunan pedang pada tiang target ini. Terus menerus sampai otot – otot pada tanganmu terbiasa. Dan nanti seriap kau sudah melakukan ayunan yang ke seratus aku akan menambahkan berat dari boken itu 3kg setiap 100 ayunan. Kau menerti Seiren-chan?" Jelas Naruto secara rinci. Seiren Hanya menganggukan kepalanya, kemudian dia mulai melakukan apa yang diinstruksikan oleh Naruto. Seiren sangat serius dalam latihan ini, sepertinya dia memang sangat bersungguh – sungguh untuk menjadi seorang ahli kenjutsu. Dan itu membuat Naruto yang melihatnya tersenyum. Dan di hari ini Seiren mulai belajar banyak hal, dari mulai melatih kelincahan dan juga ketangkasannya.
'Tiga Minggu Kemudian'
Sudah tiga minggu sejak Seiren memulai latihannya, dan kini perkembangan Seiren sudah sangatlah signifikan. Dia sudah menguasai beberapa tekhnik berpedang yang dia ciptakan sendiri. Dia mungkin sekarang bisa dibilang pendekar pedang yang kuat. Bahkan Naruto membeikannya sebuah julukan 'Crimson-Haired Swords Princess' atau 'Cutter Princess'. Julukan itu diberikan bukan tanpa alasan, karena bagaimanapun karena latihan extrime dari Naruto dan juga tekad dan semangat yang kuat dari Seiren dia bisa menjadi seorang putri Gremorry pertama yang memasteri seni bela diri berpedang. Bahkan kini Seiren bisa mengimbangi Naruto dalam tekhnik berpedang. Terkadang juga mereka melakukan latihan kombinasi sehingga membuat mereka mugkin dapat disebut sebagai pasangan duet yang mematikan, dengan kecepatan yang dimiliki Naruto dan tekhnik berpedang penghancur dari Seiren.
Dan sampai saat ini yang mengetahui mengetahui perihal latihan Seiran hanyalah Shikamaru, dan Lady Gremory. Venelana awalnya sangat menentang akan latihan yang dijalani oleh Seren namun berkat tekad kuat dari Seiren dan juga dukungan dari Naruto akhirnya Seiren mendapatkan izin dai Venelana. Namun mereka sepakat tidak memberitahukan tentang hal ini pada yang lain karena mereka ingin memberi kejutan pada mereka Nanti. Kembali ke cerita.
Sekarang Seiren tengah bersiaga penuh karena kini dia tengah melakukan latihan tanding dengan Naruto. Dia kini menunggu serangan yang akan dilancarkan oleh Naruto.
"kiri tidak, kanan juga tidak, belakang juga tidak ada. Jadi dimana Naruto-kun sekarang." Fikir Seiren penuh siaga karena dia sama sekali tidak merasakan adanya Naruto dari berbagai arah. Dia kemudian semakin mengeratkan pegangannya pada boken yang dia pegang dengan kedua tangannya. namun dia langsung menyiagakan bokennya saat sebuah serengan dadakan datang dari Naruto. Dia kini muncul tepat didepannya sambil menghunuskan bokennya. Seiren, meskipun dia sepat kaget, namun dia masih sigap. Terbukti dengan dia berhasil menangkis laju tusukan Naruto kesamping, dengan gerakan berputar. Kemudian dia melakukan serangan balik dengan mengayunkan pedangnya secara Vertikal bermaksud menyerang bagian punggung Naruto. Namun Naruto yang mengetahui itu langsung berpijak dan kemudian melompat kesamping sambil berputar. Merasa serangan gagal Seiren kemudian meju menyerang sehingga kini duelpun terjadi. Memanfaatkan sebuah celah dari Naruto, Seiren kemudian menendang bagian samping perut Naruto dengan gerakan memutar saat menghindari ayunan Horizontal dari Naruto.
Naruto sedikit tersered mundur kesampig, namun masih bisa menyeimbangkan tubuhnya. Merasa Naruto masih bisa bertahan Seiren kemudian melapisi bokennya dengan Power Destruction. Sementara Naruto yang melihat itu hanya membulatkan matanya.
"Apa dia berniat membunuhku ?" Fikir Naruto terkejut. Seiren lalu mengayunkan boken yang sudah dialiri power destruction itu secara vertikal.
'Destruction Fang'
Lalu dari ayunan itu terbentuk sebuah energi seperti taring yang melaju dengan cepat kearah Naruto.
"Dia memang mau membunuhkuuuu..." Fikir Naruto dengan panik. Dia kemudian dengan terburu – buru mengeluarkan Gedou dama di tangan kanannya. Kemudian menahan laju energy penghancur itu secara Horyzontal. Namun energy itu tiba – tiba meledak sehingga membuat Naruto kini tepental ke belakang. Sementara Seiren yang melihat itu langsung panik.
"Naruto-kun..." dengan panik Seiren kemudia berlari kearah Naruto yang kini tengah terbaring setelah tersered beberapa meter.
"Naruto-kun... kau baik – baik saja ?" Ujar Seiren khawatir saat dia sudah berada di dekat Naruto.
"I-Ittaiiiii... Sei-chan ... kau ingin membunuhku yahh?" Ujar Naruto kesal sambil mencoba bangun, dengan dibantu Seiren.
"G-Gomen Naruto-kun... aku ... tadi terbawa suasana." Ujar Seiren merasa bersalah, karena sudah berlebihan dalam latih tanding tadi. Naruto yang mendengar Seiren yang tengah menunduk menyesal itu hanya tersenyum, meski dia masih sedikit meringis.
"Tidak apa – apa Seiren-chan...spertinya peningkatan kemampuanmu sudah sangat meningkat. Kalau semua keluargamu tahu pasti mereka akan sangat terkejut"Ujar Naruto kemudian setelah dia berdiri dengan tegak. Seiren sendiri hanya tersenyum malu karena pujian dari Naruto.
"untuk latihan kita mungkin sampai disini dulu. Kita lanjutkan lagi nanti. Sebaiknya kita segera kembali." Lanjut Naruto kemudian dan di jawab dengan anggukan oleh Seiren. Keduanya kemudian menghilang dengan cara mereka masing – masing.
'With Gremory Palace'
Naruto kemudian muncul diiringi kepulan asap di depan istana Gremory. Seiren, dia sengaja menteleportkan dirinya kekamarnya sendiri, bagainmanapun latihan ini adalah rahasia mereka, jadi Seiren tidak boleh terlihat seperti sudah berlatih. Naruto kini bisa melihat Shikamaru yang sedang berdiri di depan kediaman Gremory, dengan tangan yang dilipat di dada. Dia lalu membuka matanya saat dia bisa merasakan Naruto didepannya. Lalu dia kemudian mendekat kearah Naruto.
"Naruto, mungkin ini sudah waktunya... kita tidak bisa menunggunya lagi." Ujar Shikamaru serius.
"Kau benar, kalau begitu aku akan bersiap – siap terlebih dahulu." Ujar Naruto serius dan kemudian masuk kedalam untuk ke kamarnya, dan membersihkan diri.
'15 menit kemudian'
Naruto sudah bersiap dengan memakai pakaian ketat lengan panjang yang dia tarik sampai siku. Memakai jaket Hodie tanpa lengan berwarna. Celana jeans berwarna hitam dan sepatu kets berwarna hitam dengan garis – garis putih. Kini dia dan juga Shikamaru, tengah berada di depan pintu ruangan kerja sang Lucifer, Shirzechs. Sebelum mengetuk pintu Naruto dan juga Shikamaru saling menatap serius satu sama lain, kemudian mengangguk. Naruto kemudian mengetuk pintu itu.
'Tok Tok Tok'
Naruto dan juga Shikamaru langsung masuk kedalam saat mereka mendengar perintah masuk dari dalam. Dan saat mereka sudah berada di dalam, mereka kini bisa melihat Shirzechs yang saat ini sedang duduk di kursi di belakang meja kerjanya. Ditemani oleh Grayfia yang kini berdiri di belakagnya.
"Ahh.. Naruto... Shikamaru... ada apa kalian kemari?" Ujar Shirzechs Naruto dan Shikamaru berada dekat dengan dengan meja kerjanya.
"Shirzechs –san ada hal penting yang harus kita bicarakan saat ini." Uajr Naruto dengan serius. Shirzechs yang melihat raut serius dari Naruto dan juga Shikamaru kini mulai ikut serius.
"Jadi hal penting apa yang ingin kalian sampaikan?" Kata Shirzechs serius. Naruto dan juga Shikamaru kembali menganggukan kepala mereka kompak.
"Shirzechs-san, aku dan juga Shikamaru sudah mendiskusikan hal ini dengan serius. Kami mengambil sebuah keputusan bahwa..." Ujar Naruto menggantungkan kalimatnay. Dan itu membuat Shirzechs semakin Serius mendengarkan.
"Kami memutuskan untuk merubah kesepakatan yang sudah dibuat... kami memutuskan untuk menjadi wakil dari umat manusia, dan akan tinggal di dunia manusia. Dan merubah kesepakatan itu menjadi sebuah aliansi antara iblis dan juga... manusia."
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Knotlamp_-_The Limited World
Ini dia chap 3.
Saya mau minta maaf yang sebesar – besarnya atas kesalahan saya di chap kemarin. Hontouni Gomen'nasai..
saya selalu menulis di dalam MS word dan untuk kenapa setiap kata 'Rika' menjadi Seiren, itu karena saya pada awalnya memberi char Oc saya ini dengan nama 'Rika' namun saya ganti, dan cara menggantinya dengan sistim 'Replace' namun saya sudah membetulkannya.
Nah di chap kali ini terkuak bahwa Seiren akan menjadi Seorang pendekar pedang. Hohoho.. soalnya saya bener – bener suka sama Char Shana, jadi saya buat aja Seiren ini menjadi seorang master berpedang, dan akan menjadi pasangan duet dengan Naruto dan juga Shikamaru.
Dan saya juga buat Naruto dan juga Shikamaru jadi perwakilan dari Manusia, dan merubah kesepakatan menjadi sebuah aliansi. Dan untuk Jubi... hohoho saya masih merahasiakannya.
Dan mulai chap depan kita akan masuk ke dunia manusia.
Oh dan saya mau ngadain Vote buat pair Naru satu lagi. Yang dapat vote paling banyak bakalan saya coret dari daftar.(khukhukhu)-_-". Becanda maksudnya bakal saya jadiin pair buat Naru. Dan ini dia pilihannya
Xenovia
Serafall
Akeno
Atau Oc lagi
Nah itu buat daftarnya !
Mungkin hanya itu saja untuk saat ini. Sampai jumpa di chap 4 depan
oh dan untuk fic : Shin Sekai baru akan Update Nanti hari Sabtu.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom Revew, baik itu Kritik, Saran, Ataupun Flame sekalipun
Oke
Jaa Ne~
