Balasan Revew :

Dark : Hahaha... ane udah tahu bang. Namun ada satu hal yg anda lupa. Bahwa Gedoudama juga hanya dimiliki oleh orang2 tertentu saja diantaranya yg menjadi jinchuriki Jubi dan juga yg mempunyai chakra Rikudou sanin. Nah kan kasus buat Naruto dia mempunyai chakra dari Rikudou sannin jadi dia bisa menggunakan Gedoudama dengan catatan hnya dalam mode Ashura.

Mewakili semua Guest : ane pasti gak bakal hiatus dulu, jikalau kedua fic saya ini belum kelar semua jadi kalian tenang aje :v.

Shamsoe Rikudou : ada juga yg nanyain jubi disini. Buat jubi jawabannya masih misterius. Yang jelas dia tidak berada di Dimension Gap milik si kadal merah ntuh.

Iib. Junior : Okeh bang, namun ane gak janji, ane tuh buatnya di MS world, kalo udah langsung publish tanpa dicek. Namun ane pasti bakal berusaha buat nampilin yang terbaik di chap2 berikutnya.

Sarutobi RianMaru : haha.. jawabannya ada di chap ini bro.

Rizkianggara735 : lemon ? hohoho... entah kenapa ane jadi mikir yang kotor sekarang. mungkin akn ane fikir2 dulu coeng, tenang aje dah.

Maulana59 : nfufufu... ane punya rencana tersendiri buat jubi, jadi tunggu aja yah. Lagian soal yang ntuh masih difikir2 lagi, dan pair maaf ane udah nentuin memilih char OC aja. Karena sara dari beberapa orang dan juga Author Senior.

Riki. Ryugasaki..94 : ah buat ntu, ane tetep buat NaruShika jadi perwakilan manusia. Dan untuk Seiren. Mungkin ane bakal fikir – fikir dulu mau ngasih Peerage atau nggak.

Dan untuk yang lain : Maaf nih buat kalian yang pesen Pair. Ane gak jadi nentuin dari cewe yang ada di vouting. Ane kemaren banyak masukan secara langsung buat pair satu lagi dibuat OC aja. Karena alasan mereka logis semua, jadi saya udah netepin bahwa pair satulagi saya buat OC saja. Kalo pengen liat charnya kayak gimana, kalian bisa melihat cover Story ini. Atau bisa lihat di fb saya. (lihat di bio)

Mungkin segitu aja buat balasan Revew kali ini. Buat Notifikasi lain nanti adadi akhir Story. Sekarang...

Selamat membaca !

.

.

.

.

.


'Sebelumnya'

"Shirzechs-san, aku dan juga Shikamaru sudah mendiskusikan hal ini dengan serius. Kami mengambil sebuah keputusan bahwa..." Ujar Naruto menggantungkan kalimatnya. Dan itu membuat Shirzechs semakin Serius mendengarkan.

"Kami memutuskan untuk merubah kesepakatan yang sudah dibuat... kami memutuskan untuk menjadi wakil dari umat manusia, dan akan tinggal di dunia manusia. Dan merubah kesepakatan itu menjadi sebuah aliansi antara iblis dan juga... manusia."

.

.

.

.

.

.

.


One Ok Rock_-_Sonzai Shomei

.

.

Title : Atarashi Seikatsu

Author : Hyosuke Ryukisi

DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.

Rating : T+

GENDRE : Adventure, Romance,Family, Drama, Fantasy, Humor.

Pair : Naruto x Seiren (OC) x Naomi (OC) x Rossweisse
Shika x Sona

Warning(s) : AU, Sami-Cannon, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan, StrongNaru, OOC Naru and etc.

Summary : Karena sebuah kecelakaan didunia asli mereka, kedua sahabat ini harus rela terjebak dalam masalah yang sangat merepotkan didunia yang mereka singgahi sekarang. Namun mereka bertekad, akan menyelesaikan permasalahan di dunia yang mereka tempati saat ini. Cinta dan kebahagiaanpun juga mewarnai hari – hari mereka disana.

"Normal"
"Thinkin"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'

Ket :
- Naruto disini sudah tidak memiliki bijuu di dalam tubuhnya, dansaya buat disini naruto hanya diberi chakra ashura saja oleh rikudou sannin.
- Dan di sini saya menambahkan 2 element yang sudah di kuasai Naruto.


'Chap 4'
Hidup Manusia

.

.

.

.

.

.

.

'Skip Time'

Naruto kini tengah bereda di dalam kamarnya, dia sedang membereskan semua barangnya, dan memasukannya kedalam gulungan penyimpanan. Setelah selesai dia kemudian menyimpan gulungannya dimeja. Naruto kemudian membaringkan tubuhnya ke kasur.

"Hahhh... bernegosasi dengan seorang Maou memang sangatlah sulit. Untunglah Shirzechs-san bisa mengerti..." Gumam Naruto dengan helaan nafas lega.

'Flashback'

"Alasan apa yang mendasari kalian untuk merubah kesepakatan?" Tanya sang Maou Lucifer dengan serius terhadap Naruto dan jga Shikamaru yang kini tengah berdiri dihadapannya.

"Anda tahu sendiri bukan Shirzechs-san, bahwa status kami disini hanyalah seorang manusia, itu membuat kami tidak bisa bergerak dengan bebas di Underworld ini. Dan lagipula kami harus memastikan tentang Jubi. Karena sampai saat ini kita belum tahu keberadaannya dimana. Dan bagaimanapun kami berdua harus memastikannya sendiri. Kami tidak mungkin membahayakan semua orang atas kesalahan dariku ini." Ujar Naruto serius memberikn alasannya pada Shirzechs.

Shirzechs sendiri kini tengah memejamkan matanya. Dia tengah memikirkan sesuatu seertinya sekarang ini. Bagaimanapun apa yang dikatakan Naruto barusan adalah sebuah kebenaran, status mereka adalah seorang Manusia. Dan jika mereka terus berlama – lama ada di Underworld pasti akan menimbulkan sebuah pertanyaan dari semua iblis di sini.

"Baiklah... aku menyetujui hal ini. Namun ada beberapa syarat untuk kalian." Ujar Shirzechs kemudian. Naruto dan juga Shikamaru yang sudah tahu akan seperti ini, hanya mengangguk setuju atas persyaratan yang akan diberikan oleh Shirzech. Shirzechs yang melihat anggukan setuju dari keduanya kemudian memulai menjelaskan persyaratannya

"Baiklah... persyaratanku tidaklah terlalu berat. Pertama, kalian berdua harus mengawasi para Iblis muda yang tinggal di dunia Manusia diantaranya adalah adikku Rias, dan juga Adik dari Serafall, Sona. Dan memastikan keselamatan mereka berdua" Naruto dan juga Shikamaru kembali menganggukan kepalanya. Menurut mereka hal itu tidak akan terlalu sulit.

"Yang kedua. Kalian harus memberikan semua informasi yang sudah kalian dapatkan padaku, tanpa terkecuali."

"Lalu yang ketiga, jika kalian memang akan menjadi aliansi kami. Kalian harus membantu kami dalam menyelesaikan permasalahan kami. dengan satu catatan, kalian berada tetap dalam komando dariku."

"Yang keempat, aku ingin kalian membuat kesepakatan aliansi dengan para Fraksi lainnya, dan mewujudkan sebah perdamaian."

"Dan yang terakhir. Mungkin aku tidak akan, memutuskannya sekarang. aku akan memberitahukannya lagi pada waktunya. Apakah kalian sanggup menerima persyaratan itu?." Ujar Shirzechs panjang lebar menjelaskan semua persyaratannya. Naruto dan juga Shikamaru kini saling pandang dengan serius, seperti sedang berdiskusi lewat tatapan mata mereka.

"Baiklah Shirzechs-san, kami akan menerima semua persyaratan itu. Dan kami akan berusaha semampu kami." Ujar Naruto, serius menerima semua persyaratan yang sudah di ajukan oleh Shirzechs. Sang Maou sendiri kini tengah tersenyum puas atas, kesepakatan ini.

"Baguslah kalau begitu. Dengan begini aku meneriama kesepakatan kalian juga." Ujar Shirzechs dengan senyum ramah, sehingga membuat keteganganyang tadi tercipta langsung menghilang seketika.

"Terimakasih atas pengertian anda Shirzech-san." Ujar Naruto dengan senyum lega, kerena mendapat persetujuan dari Shirzechs.

"Ya, sama – sama... untuk tempat tinggal kalian, aku sudah mempersiapkannya. Dan sebaiknya kalian memasuki sekolah yang sama dengan Rias dengan Sona, agar memudahkan kalian untuk mengawasi Rias, dan juga Sona."

"Baiklah Shirzechs-san.." Ujar Naruto mengerti, sementara Shikamaru yang mendengar kata sekolah hanya menghela nafas, sambil menggumamkan kata – kata favoritnya 'Merepotkan'. Dan itu membuat semua orang disana tertawa.

"Jadi kapan kalian akan pergi kedunia manusia?" Tanya Shirzechs kemudian.

"Mungkin besok Shirzechs-san. Kami tidak bisa membuang waktu untuk hal ini. Keselamatan semua orang bergantung pada kami sekarang ini." Balas Naruto dengan senyum.

"Begitukah... jadi kau tidak akan mengucapkan salam perpisahan pada Seiren, Naruto."

Naruto yang mendengar itu cukup dibuat terkejut. Dan membuatnya sekarang agak gelagapan juga.

"Ahahaha... mungkin besok saat kami berangkat Shirzechs-san." Ujar Naruto dengan diawali dengan tertawa garing. Sementara Shirzechs yang melihat itu, sempat menyeringai kecil, sehingga tidak ada yang menyadarnya.

"Begitukah... mungkin nanti Seiren akan sangat tidaksetuju kalau kau pergi. Bagaimanapun dalam waktu hampir sebulan ini, kalian berdua sangatlah dekat. Bahkan kalian terlhat seperti pasangan kekasih. Atau jangan – jangan kalian memang sudah menjadi pasangan?" Uajr Shirzechs dengan nada penuh selidik. Naruto yang mendapat serangan seperti itu, kini sungguh sangat terkejut. Dan bahkan kini mukanya tengah memerah dengan sempurna.

"Ah.. et-to.. aku... um.. tidak.." Naruto benar benar dibuat mati kutu sekarang ini, dia bingung harus menjawab apa sekarang. Shirzechs dan Grayfia yang melihat itu hanya tersenyum.

"Kena kau..." fikir Shirzechs dengan nada penuh kemenangan. Sementara Shikamaru hanya menguap bosan.

"Mereka bukanlah pasangan Shirzechs-san..." Ujar Shikamaru dengan nada bosan. Naruto yang mendengar perkataan dari sahabatnya menganggukan kepalanya setuju, dengan tampang meyakinkan. Namun tidak meyakinkan di mata semua orang karena mukanya masih menampakan kegugupan.

"Yang dikatakan Shikamaru itu benar... Aku sam-..." Naruto sama sekali tidak bisa melanjutkan perkataannya karena Shikamaru langsung memotong perkataannya.

"Tapi mereka pasti akan menjadi pasangan cepat atau lambat... Hoammm." Lanjut Shikamaru lagi. Naruto sekarang kini langsung dibuat jawdrop saat mendengar perkataan dari Shikamaru barusan.

"K-Kau sama sekali tidak membantu Shika." Ujar Naruto dengan nda drop.

"Merepotkan... Siapa juga yang mau membantumu, aku hanya sedkit mengkoreksi perkataan Shirzechs-san" Ujar Shikamaru bosannya. Naruto benar – benar dibuat pundung saat ini. Dan itu membuat ruangan itu dipenuhi dengan tawa.

'Flashback End'

"Bagaimana dengan Sei-chan yah?" batinnya kemudian, namun dia langsung menggelengkan kepalanya untuk membuang pemikiran barusan.

"Hahhh... entah kenapa aku sering sekali memikirkannya belakangan ini... lupakan, sebaiknya aku beristirahat saja, besok adalah awal yang baru untukku. Semoga saja ini akan berjalan lancar." Gumamnya Naruto. Dan dengan akhir dari gumaman itu dia langsung terlelap dalam alam mimpinya.

'At Seiren'

Seiren kini tengah duduk di bangku didepan meja rias miliknya. Dia sedang menyisir rambut merah Crimsonnya itu dengan sangat lembut. Merasa sudah dia kemudian meletakan sisirnya. Mata beriris delimanya kini bisa melihat pantulan dirinya sendiri di cermin dan tersenyum puas. Seiren kemudian berdiri dari duduknya dan mulai melangkah kekasur Queen Sizenya, dan mulai membaringkan tubuhnya disana. Namun dia langsung merasakan perasaan yang aneh saat ini. Entah kenapa perasaannya mengatakan bahwa besok dia tidak bisa melihat Naruto lagi.

"Naruto-kun..." Ujar Seiren lirih. Namun dia langsung menghilangkan pemikirannya barusan. Dan memulai memejamkan mata untuk menyelam kealam mimpinya.

'Skip Time'

"Jadi kalian akan tinggal di dunia manusia?"Tanya sang Lord Gremory pada Naruto dan juga Shikamaru yang kini tengah, bersiap – siap di ruang tengah castle.

"Ha'i Gremory-sama." Jawab Naruto dengan sopan pada sang Lord Gremory.

"Apakah kalian tidak bisa tinggal disini saja?" Ujar Venelana dengan agak sedih. Yah, dia sedih karena bagaimanapun Naruto, dan juga Shikamaru bisa membuat kediaman Gremory ini menjadi terasa hidup. Apalagi Naruto, yang selalu bersikap ceria, semakin membuat istana ini terasa nyaman.

"Tidak bisa Venelana-sama... bagaimanapun status kami disini tetaplah seorang manusia, jadi tidak mungkin kami teus berlama – lama tinggal di kediaman Gremory." Balas Naruto dengan sopan atas pertanyaan dari Venelana barusan. Venelana hanya bisa menghela nafas pasrah atas perkataan naruto barusan.

"Lalu bagaimana dengan Seiren?" Tanya Venelana lagi. Naruto sedikit terkejut atas perkataan dari Venelana barusan. Namun dia langsung tersenyum lembut pada Venelana.

"Dia pasti akan baik – baik saja Venelana-sama." Ujar Naruto lembut, untuk meyakinkan Venelana.

"Oh... yah aku hampir lupa. Tolong serahkan ini pada Seiren-chan nanti." Naruto kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya, dan juga sebuah surat. Dan menyerahkannya pada Venelana. Yang langsung diterima olehnya.

"Kuharap itu dapat menjelaskan semuanya." Lanjut Naruto kembali. Dia kemudian mengalihkan pandangannya pada Shirzechs.

"Apakah, kami bisa berangkat sekarang Shirzechs-san?" Tanya Naruto pada Shirzechs. Dan dijawab anggukan oleh Shirzechs. Shirzechs kemudian mengalihkan tatapannya pada Grayfia disampingnya. Merasa sudah mengerti Grayfia, mengangguk kemudian berjalan mendekati Naruto dan juga Shikamaru.

"Baiklah, tolong jaga Seiren. Dan katakan padanya aku akan berkunjung sewaktu waktu."Ujar Naruto kemudian.

"Baiklah. Naruto-san, Shikamaru-san mendekatlah." Ujar Grayfia dan dibalas anggukan oleh Naruto dan Shikamaru. Kemudian mereka mendekat pada Grayfia. Setelah agak dekat. Dibawah mereka kini tercipta sebuah lingkaran Sihir teleportasi khas Grayfia. Yang semakin lama semakin terang dan mulai menyerap mereka bertiga. Sebelum benar benar terteleport. Naruto sempat memandang kearah Venelana terlebih dahulu dan tersenyum lembut padanya. Dengan itu, mereka bertiga langsung menghilang dengan sihir teleport.

"Hahhh.. apa yang harus kita katakan pada Seiren nanti?" Ujar Venelana memecahkan keheningan yang sebelumnya tercipta diruangan itu.

"Tidak ada pilihan lain seain mengatakan yang sebenarnya padanya." Ujar sang Lord Gremory, dan diberi anggukan setuju oleh Shirzechs. Sementara Venelana hanya menghela nafas pasrah.

Di Dunia Manusia

Lingkaran sihir kini kembali muncul didalam sebauah rumah bergaya minimalis namun memiliki halaman yang luas. Kini diruang tamu di rumah itu Naruto, Shikamaru, dan juga Grayfia muncul kembai. Naruto dan Shikamaru yang tadi memejamkan mata kini membuka mata mereka. dan meraka langsung sweatdrop saat melihat tempat tinggal mereka sekarang.

"Umm... Grayfia-san.?" Tanya Naruto masih dengan nada Sweatdrop.

"Ada apa Naruto-san." Ujar Grayfia. Dia heran saat melihat Naruto dan juga Shikamaru sedang sweatdrop.

"Rumah ini...apakah ini tidak terlalu berlebihan untuk ditinggali kami berdua?" Ujar Naruto kemudian masih dengan sweatdrop yang menempel dikepalanya. Dan menatap sekeliling ruangan itu. Bagaimana tidak berlebihan. Di rumah itu kini terlihat sangat elegant dengan interior rumah yang sangat indah. Lukisan lukisan yang tertempel di dinding, pot, guci, dan juga barang – barang antik ada disana. Grayfia hanya tersenyum dan sedikit terkikik geli sekarang.

"Ini tidak berlebihan Naruto-kun, anggap saja ini sebgai hadiah dari Shirzechs-kun untuk kalian berdua." Ujar Grayfia dengan tersenyum. Shikamaru entah sejak kapan, kini dia tengah berbaring dengan nyamannya di sofa panjang ruangan itu. Dan itu semakin membuat Naruto Sweatdrop. Dan menghela nafas pasrah.

"Hadiah sih hadiah. Tapi bukan berarti harus semegah ini bukan Grayfia-nee." Ujar Naruto dengan helaan nafas. Grayfia hanya tertawa halus saja menanggapi perkataan Naruto barusan.

"Kau terlalu merendah Naruto-kun..." ujar Grayfia. Dia kemudian mengambil sesuatu dari lingkaran sihirnya. Yaitu beberapa lembar kertas berwarna hitam dengan gambar lingkaran sihir Gremory dikertas itu. Grayfia kemudian memberikannya pada Naruto.

"Ambil ini... itu adalah kertas sihir Gremory. Kau nanti bisa berkomunikasi dengan kami lewat lingkaran sihir itu." Jelas Grayfia sambil memberikan kertas sihir, yang langsung diterima oleh Naruto.

"Arigatou atas bantuannya Grayfia-nee" Ujar Naruto berterimakasih sambil tersenyum pada Grayfia yang juga membalasnya dengan senyum.

"Baiklah... karena tugasku sudah selesai, aku akan kembali... selamat menikmati hari – hari kalian." Ujar Grayfia kemudian menciptakan sihir teleportasi di bawah kakinya.

"Sekali lagi terimakasih, Grayfia-nee. Sampaikan salamku pada Seiren." Ujar Naruto dan tersenyum pada Grayfia.

"Tentu... aku pasti akan menyampaikan salammu pada kekasihmu itu." Dengan berakhirnya ucapan itu, Grayfia kemudian menghilang menggunakan sihir teleportasinya untuk segera kembali. Sementara dengan Naruto, dia kini langsung terbengong – bengong dengan muka memerah.

"Heyy... apa – apaan itu tadi.?" Ujar Naruto dengan cengonya. Sementara Shikamaru, dia. entahlah, karena dia kini sudah terlelap dalam mimpi indahnya. Naruto kemudian menggelengkan kepalanya, dan mulai melangkah mendekati Shikamaru.

"Oi... Shika. Bangun, ada hal yang harus kita bicarakan."

"Ada apa lagi, kau mengganggu saja." Ujar Shikamaru tanpa mengubah posisinya sama sekali.

"Dengar... kita harus membagi – bagi tugas dari sekarang. salah satu dari kita harus mendaftar kesekolah, dan satunya lagi harus mencari informasi. Dan kau akan memilih yang mana?" Tanya Naruto. Sementara Shikamaru hanya menguap.

"Aku saja yang mendaftar dan mengawasi para iblis muda. meski merepotkan tapi itu lebih baik dari pada harus mencari informasi. Itu akan membuatku tidak mempunyai waktu yang luang untuk tidur." Jawab Shikamaru.

"Kau yakin?" Tanya Naruto memastikan. Namun tidak ada jawaban dari Shikamaru. Naruto hanya mengangkat bahu saja kemudian mulai berdiri, dan melangkahkan kakinya untuk pergi ke kamar, menyimpan barang – barangnya. Meninggalkan Shikamaru yang kini masih terlelap di sofa.

'Back To Underworld'

Keluarga Gremory kini sedang menikmati makan mereka. namun sepertinya ada yang serasa kurang disini. Dan itu membuat Seiren kini mengangkat alisnya bingung, kerena tidak menemukan dua sosok manusia yang sudah lama tinggal di kediaman Gremory. Karena penasaran, Seiren kemudian mengalihkan pandangannya pada sang ibunda yang kebetulan duduk di bersebrangan dengannya.

"Okaa-sama... dimana Naruto-kun, dan Shikamaru-kun?" Tanya Seiren penuh penasaran pada sang ibu. Sementara semua yang ada disana kini saling pandang saat Seiren menanyakan perihal Naruto, dan juga Shikamaru. Sementara Venelana yang ditanya hanya tersenyum lembut pada putrinya itu.

"Sebaiknya habiskan dulu makananmu itu Sei-chan." Ujar sang Venelana dengan lembut. Meski heran akan sikap semua orang disana, Seiren hanya menyimpannya untuk ditanyakan lagi nanti. Dan dia mulai melanjutkan kembali acara makannya. Setelah selesai makan, Seiren kembali menanyakan hal yang sama pada Sang ibu.

"Jadi... ada yang mau menjelaskan hal ini padaku." Tutur Seiren dengan nada menuntut. Mendengar pertanyaan dari Seiren, mereka dengan serempak menghela nafas mereka. dan itu membuat Seiren semakin bingung. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Seiren beberapa saat, Namun Venelana menyodorkan sebuah kotak kecil dan juga sebuah surat padanya.

"Kami harap itu bisa menjawab semua pertanyaanmu nanti." Ujar Venelana dengan pasrahnya. Seiren benar – benar bingung sekarang. dan tanpa buang waktulagi dia langsung membuka surat yang tadi diberikan oleh Ibunya.

"Naruto Uzumaki?.. dari Naruto-kun." Fikirnya saat melihat nama Naruto di lipatan surat itu. Dan tanpabuang waktu lagi dia langsung membaca isi dari surat itu. Saat Seiren membacanya dia terkadang membulatkan matanya terkejut, namun saat dia sudah membacanya dia kini sedikit demi sedikit mulai mengeluarkan air matanya.

'Untuk Seiren'

'Jika kau sudah membaca surat ini itu berarti aku sudah tidak berada di Underworld lagi sekarang ini.'

'Sebelumnya aku minta maaf padamu Sei-chan. Karena sama sekali tidak memberi tahumu mengenai ini sebelumnya. Aku dan juga Shikamaru sudah membuat kesepakatan, bahwa kami akan mulai tinggal di dunia manusia. Dan mulai mencari informasi di dunia manusia ini mengenai Jubi. Kami sudah sepakat juga bahwa kami akan menjadi perwakilan dari para umat manusia, dan merubah kesepakatan sebelumnya menjadi aliansi antara manusia dan juga fraksi iblis.'

'sekali lagi maafkan aku, karena tidak memberitahumu tentang hal ini padamu secara langsung. Namun kau tenang saja, aku pasti akan menyempatkan waktuku untuk menemuimu. Dan satulagi, kuharap kau menyukai hadiah yang aku berikan'

Tertanda : Naruto.

Seiren kemudian kini mulai mngangambil kotak kecil yang tadi diberikan ibunya. Dia kemudian mulai membuka kotak itu. Dan kini terlihat sebuah kalung didalamnya. Kalung yang indah dengan sebuah bandul permata delima.

"Ini sangat indah." Fikir Seiren sambil menyentuh kalung itu. Dia kini mulai meneteskan air matanya dengan deras. Venelana yang melihat itu kini mulai berdiri dari kursi, dan berjalan mendekati Putrinya. Kemudian memeluknya dari samping.

"Tenanglah Seiren... kamu pasti akan bertemu dengannya lagi nanti. Lagipula ini bukanlah perpisahan yang lama." Ujar Venelana menenangkan putrinya itu, sambil mengusap – usap kepalanya.

"Hiks... tapi Okaa-sama... hiks... kenapa dia sama sekali tidak mengatakannya secara langsung padaku sebelumnya?" Tanya Seiren dengan sedihnya.

"Dia hanya tidak mau melihatmu bersedih Seiren, jadi dia sama sekali tidak berani untuk mengatakannya secara langsung." Ujar Venelana dengan lembutnya. Dan mencium kening dari sang putri bungsu Gremory itu. Lord Gremory dan Shirzechs yang melihat itu hanya bisa tersenyum lembut melihat interaksi antara ibu dan anak di depan mereka.

"Jadi tenanglah Sei-chan. Lagipula pangeranmu itu tidak akan pergi kemana – mana." Ujar Shirzechs dengan tersenyum lebar, dan diberi anggukan setuju oleh Lord Gremory. Seiren sendiri dia tidak memberikan respon apa – apa, kecuali hanya cemberut sambil mengusap air mata yang sempat keluar di pipinya.

"Nah lebih baik sekarang kau pakai kalung yang diberikan oleh Naruto, Sei-chan... sini biar Okaa-sama pasangkan." Ujar Venelana dan kemudian mngambil kalung di dalam kotak yang dipegang oleh Seiren. Dan mulai memasangkannya pada leher Seiren.

"Lihat... itu sangat cocok sekali dengan Seiren..." Ujar Shirzechs dengan memberikan acungan jempol pada Seiren. Lord Gremory, hanya tersenyum kenapak-an pada Seiren. Sementara Venelana yang sudah memasangkan kalung mulai berjalan ke depan Seiren.

"Kau benar Shirzechs. Kalung ini sangat cocok sekali dengan Seiren. Naruto ternyata mempunyai selera yang bagus juga ternyata." Ujar Venelana kagum. Sementara Seiren yang menjadi objek pujian hanya tersenyum dengan gugup karena mendapat pujian dari semua keluarganya. Seiren kemudian menyentuh bandul dari kalungnya dan menatapnya dengan tersenyum.

"Aku mungkin masih kesal padamu, Naruto-kun... namun aku akan tetap mununggumu." Fikir Seiren dengan diiringi senyum lembutnya.

==Oo Atarashi_Seikatsu oO==

'At Naru and Shika'

Naruto kini tengah memakai pakaian santainya, dia baru saja keluar dari kamar mandi, untuk melakukan ritual kamar mandinya. Setelah selesai memakai pakaiannya dia kemudian melihat kearah jam yang tergantung di dinding diatas pintu masuk kamarnya.

"Jam 12. Sudah siang ternyata." Fikirnya. Dia kemudian mulai melangkahkan kakinya keluar kamar. Dan turu kebawah. Untuk ukuran rumah yang di tinggali dua orang ini bisa dibilang sangat mewah. Rumah minimalis, berlantai dua. Dengan gaya eropa. Lalu pekarangan yang lumayan luas dan asri. Membuat rumah ini terlihat sangat mewah meski bergaya minimalis.

Naruto kini tengah berada di dapur yang merangkap juga sebagai tempat makan. Naruto bermaksud mencari beberapa makanan untuk mengisi perutnya yang sudah mulai berontak, namun dia dibuat agak bingung karena dia sampai saat ini belum menemukan tempat penyimpanan makanan berada. Naruto terus menggeledah isi dapur bergaya seperti bar itu. Namun matanya langsung berbinar – binar senang, saat dia menemukan lima buah cup ramen, didalam lemari penyimpanan.

"RAMEENNNN... Makanan para dewa." Ujar Naruto dengan girangnya. Dan tanpa buang – buang waktu dia mulai menyeduh dua cup ramen. Dan membawanya keruang tengah. Naruto kemudian menyalakan tv dan mulai melihat – lihat acara yang menurutnya seru. Dan dia menghentikan pencarian siarannya di sebuah acara yang menampilkan sebuah acara yang menayangkan acara anime. Sambil memakan ramen dia terus menikmati acara yang dia tonton.

Dari belakangnya kini Shikamaru mulai ikut menyusul, dia kemudian duduk di sofa yang juga diduduki oleh Naruto. Namun pandangannya langsung teralihkan pada sebuah cup ramen yang berada di atas meja. Dan tanpa izin dia langsung mengambil Ramen itu, dan mulai memakannya secara perlahan. Naruto sama sekali tidak menyadarinya, karena kini dia sedang fokus pada tontonannya. Naruto baru tersadar saat dia sudah menghabiskan cup ramen miliknya. Dan saat akan mengambil cup satunya dia sama sekali tidak menemukannya. Namun sebuah suara seseorang yang memakan sebuah mie keluar dari seseorang disampingnya.

"Oi... Oi... Apa – apaan kau ini Shika... itu ramen milikku." Ujar Naruto sewot.

"Hehhh... Aku kira ini untukku karena kau menyimpannya diatas meja." Ujar Shikamaru tanpa rasa bersalah. Sementara Naruto hanya menatap tajam Shikamaru.

"Cepat kembalikan itu..." Ujar Naruto dengan menekan setiap perkataannya. Shikamaru yang mendengar itu kini mengalihkan tatapannya pada cup Ramen yang ada di tangannya.

"Cepat.." Paksa Naruto lagi. Shikamaru hanya menghela nafas dan memutarkan bola matanya. Sambil menyerahkan cup ramen itu pada Naruto. Naruto kemudian mengambil cup itu dari Shikamaru dengan diiringi dengan dengusan. Namun naruto langsung dibuat bengong karena dia sama sekali tidak bisa melihat mie didalam cup ramen itu. Dia kemudian kembali menatap tajam pada Shikamaru.

"Apa? Bukankah aku sudah memberikan ramen itu." Ujar Shikamaru dengan bosannya.

"Kau memang mengembalikannya. Tapi... KENAPA HANYA KUAH RAMENNYA SAJA YANG KAU BERIKAN, BODOH." Ujar Naruto dengan kesalnya pada Shikamaru yang kini hanya menguap bosan.

"jangan salahkan aku... hoammm... kau sendiri juga salah, kenapa terlambat untuk meminta kembali ramenmu itu. Namun jika kau memaksa, aku mungkin bisa memntahkan kembali mienya" Ujar Shikamaru dengan tanpa rasa bersalahnya.

"Kauuu... cih, akan aku balas kau nanti" Ujar Naruto dengan rasa kesalnya. Dan hanya dibalas dengan menguap oleh Shikamaru.

"Naruto... kapan kau akan memulai mencari informasi?" Tanya Shikamaru mulai serius. Naruto yang mendengar nada Serius dari Shikamaru, langsung menghilangkan rasa kekesalannya dan mulai ikut serius.

"Besok.. aku akan memulainya besok." Ujar Naruto dengan Serius membalas pertanyaan dari Shikamaru.

"Mungkin dua hari lagi. Dan besok aku akan memulai mendaftarkan diri ke kuoh." Ujar Shikamaru, sambil mengangkat kepalanya dan menyandarkannya pada sofa dan memejamkan matanya.

"Begitu... baiklah, dan seminggu lagi aku akan menyusulmu, masuk kesana." Ujar Naruto dan dibalas dengan anggukan oleh Shikamaru. Dan mereka kembali tenggelam dalam fikiran mereka masing – masing.

"Haahhh... ini akan menjadi hari – hari yang paling merepotkan untukku." Ujar Shikamaru dengan helaan nafas berat. Naruto yang mendengar perkataan dari Shikamaru hanya tertawa.

"Hahaha... kau benar shika." Balas Naruto dengan tertawa puas, saat melihat sorot penderitaan dari pancaran mata Shikamaru. Dan hari ini dihabiskan kedua sahabat ini dengan penuh canda tawa.

'Time Skip'

'Besoknya'

Naruto kini tengah bersiap siap sekarang ini. Dia kini memakai sebuah jaket berhoodie, berwarna putih tanpa lengan, dengan dalaman baju berwarena hitam. Celana berwarna hitam dan sepatu kets berwarna putih. Dan taklupa dia memakai sarung tangan berwarena hitam tanpa jari di kedua tangannya. dia kemudian keluar dari kamarnya untuk turun kebawah. Dan saat di ruang tengah Naruto bisa melihat Shikamaru yang kini tengah duduk di sofa. Penampilannya sangat rapih sekarang, mungkin dia akan pergi untuk mendaptar ke sekolah.

"Kukira kau masih bergelut dialam mimpimu." Ujar Naruto dengan nada sindiran pada Shikamaru.

"Merepotkan... aku akan mendaftar sekarang. kau sendiri, sudah akan bersiap pergi?" Ujar Shikamaru Acuh tak acuh.

"Yeah... kalau begitu aku serahkan semua urusan disini padamu Shikamaru." Setelah mengatakan itu Naruto langsung menghilang dalam pusaran angin yang mengitarinya dan meninggalkan dedaunan Shikamarupun langsung bergegas pergi, untuk segera mendaftarkan dirinya ke Academy Kuoh. Namun saat dia akan melangkahkan kakinya untuk keluar kertas sihir yang diberikan Grayfia, keluar dari sakunya dan mulai mengeluarkan cahaya. Kemudian sebuah hologram yang menampilkan Grayfia muncul dari kertas sihir itu.

"Shikamaru-kun... aku lupa memberi tahumu dan juga Naruto-kun. Untuk pendaftaran kesekolah aku sudah mengurusnya. Kalian hanya tinggal masuk kesana, dan melakukan kepastiannya kepada kepala sekolah."

"Hahhhh... baguslah kalau begitu. Aku jadi tidak perlu merepotkan diriku." Ujar Shikamaru dengan helaan nafas lega.

"Hmmm... hanya itu saja yang ingin aku sampaikan. Selamat menikmati hari –hari kalian." Dan dengan itu. Hologram dari kertas sihir komunikasi yang menampilkan Grayfia mulai menghilang. Shikamaru kemudian mengambil kembali kertas itu, dan memasukannya kedalam saku celananya. Kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk kembali kerumah.

"Hahhh... Kalau begitu. Aku sebaiknya tidur saja. Hoooaammmmm."

Shikamaru kemudian melangkahkan kakinya menuju kekamarnya untuk melanjutkan kembali acara tidurnya.

==Oo Atarashi_Seikatsu oO==

Naruto kini muncul disebuah bukit di dekat sebuah stasiun kereta.

"Hmmm... melakukan perjalanan seperti manusia normal mungkin akan sangat menyenangkan." Gumam Naruto saat dari bukit itu Naruto bisa melihat stasiun kereta. dia kemudian mulai berjalan memasuki stasiun kereta itu, dan memesan tiket di loket pembelian. Setelah dia memesan tiket dia kemudian menunggu di bangku tunggu. Tujuann pertamanya kini adalah Kyoto. Dia ingin mencari sesuatu disana. Dari isu yang diberikan Shirzechs, bahwa di suatu tempat di kyoto, terdapat sebuah pedang yang konon katanya adalah pedang legenda, yang dalam rumor mempunyai ketajaman dan kekuatan lebih dari pada pedang suci excalibur.

Naruto sangat tertarik akan isu itu. Dan dia bertekad akan menemukan pedang itu berada. Naruto terus menunggu kereta yang akan dinaikinya nanti dengan sabarnya, sambil melihat orang – orang yang sedang berlalulalang di stasiun itu.

"Peradaban yang sungguh sangat berbeda dengan dimensiku berasal." Fikir Naruto sambil melihat orang – orang yang berada di stasiun itu dari tempatnya duduk, dia kemudian mengalihkan tatapannya ke samping saat dia melihat seorang perempuan, yang sepertinya seumuran dengannya, mempunyai surai berwarna Purple yang diikat ekor kuda, mempunyai iris mata yang sama dengan rambutnya. Dia memakai sweater berwarna putih lalu memakai celana hotpans berwarna hitam. Dan sepatu berwarna hitam, perempuan kini tengah duduk di bangku yang sama dengannya. Hanya terpisahkan beberapa bangku saja.

Namun Naruto langsung dibuat kelabakan saat perempuan yang sedang dia perhatikan langsung menatap kearahnya dengan alis terangkat kearahnya, Naruto dengan refleks langsung membuang mukanya karena ketahuan sedang memperhatikan perempuan tadi. Sementara perempuan itu hanya mengangkat alisnya, heran.

"Ada apa dengan orang itu." Fikir wanita itu dengan heran.

Sementara Naruto kini lebih baik menatap kedepan, meski terkadang dia juga melirik arah perempuan tadi, dan kembali dibuat kelabakan saat dia kembali tertangkap basah. Namun Naruto, langsung menghentikan aktiditasnya, saat dia mendengar sebuah pengumuman bahwa kereta yang akan dia naiki akan segera mencapai ke stasiun. Naruto kemudian berdiri dan bergegas mendekati kereta yang akan dia naiki.

"Hahhh... entah kenapa aku merasa aneh dengan perempuan tadi." Fikir Naruto dengan heran. "lupakan... sebaiknya aku fokus ketujuan awalku saja." Lanjutnya lagi dalam hati. Namun sepertinya Naruto tidak menyadari bahwa kini dia satu kereta dengan perempuan yang tadi terus dia perhatikan, yang kini tengah memperhatikan Naruto dengan alis terangkat penuh keheranan. Namun itu hanya sesaat karena perempuan itu langsung mengangkat bahunya tidak peduli dan memilih untuk mencari tempat duduk yang kosong.

'Skip'

Kyoto. Sebuah kota dimana semua kebudayaan tradisional masih jelas kentara untuk para manusia. Namun daerah kyoto adalah sebuah daerah kekuasaan dari para Kaum Yokai. Dan dari informasi bahwa daerah itu dipimpin oleh seorang Yokai terkuat, yaitu 'Kyuubi No Kitsune'. Kita kembali ketopik.

Kini di stasiun, Naruto baru saja turun dari kereta yang dia naiki tadi. Dan dia sekarang sedang berjalan keluar stasiun. Tujuannya saat ini adalah mencari tempat yang sepi. Dia terus melangkahkan kakinya, dan dia berhasil menemukan sebuah kuil dengan bagian hutan di dalamnya. Naruto tanpa buang waktu lagi langsung pergi kekuil dengan menaiki ratusan tangga.

"Hahhhh... entah kenapa sampai sekarang aku masih heran. Kenapa setiap kuil selalu ditempatkan diatas bukit. dan itu merepotkan menurutku, karena harus berjalan menaiki tangga yang lumayan banyak ini." Fikir Naruto dengan kebodohannya yang mulai kumat. Naruto yang sudah sampai di depan kuil kini mulai melihat situasi di kuil ini.

"Bagus... tempat ini sedang sepi."Fikir Naruto. Dia kemudian melangkahkan kakinya kembali kearah hutan dibelakan kuil itu. Setelah agak jauh, dia kemudian membuat sebuah Handseal.

'Kagebunshin No Jutsu'

Kemudian terbentuklah sepuluh bunshin di depan Naruto.

"Baiklah, aku ingin kalian berpencar, dan menyisir kebeberapa daerah kyoto ini. Gunakan Teknik Hange kalian untuk menyisir daerah ini." Titah Naruto pada para bunshin dirinya. Para bunshin itu mengangguk kemudian, meraka mulai menghilang via Sunshin. Naruto sendiri kinimulai melangkahkan kakinya kembali memasuki daerah belakang kuil ini. Karena dia merasakan energy yang aneh dari daerah dibelakang kuil. Namun sepertinya kerena terlalu terfokus pada energy yang diarasakan dari daerah ini, Naruto sampai – sampai tidak menyadari seseorang kini tengah bersembunyi dibalik salah satu pohon disana. Dan kini orang itu tengah memasang expresi shock.

Kembali ke Naruto.

Kini dia terus berjalan memasuki daerah ini semakin jauh. Namun sekarang yang dia lihat kemana – mana hanyalah pohon dan pohon kembali. Karena tidak ingin membuang waktu terlalu lama. Naruto kini menggunakan tekhnik yang selalu digunakan oleh para ninja. Yaitu, melompat dari pohon kepohon. Naruto terus melompat dari dahan pohon satu ke dahan pohon yang lain dengan lincah sambil terus melihat keseluruh daerah itu. namun kini penglihatannya bisa melihat tebing di depannya. Naruto heran saat matanya bisa melihat sebuah gua disana. Karena penasaran Naruto semakin mempercepat laju lompatannya.

Naruto berhenti saat dia sudah berada didepan mulut goa. Dan mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam. namun, belum juga dia masuk.

'TUK'

Naruto langsung terpelanting kebelakang akibat dia seperti menubruk sesuatu di depannya. Naruto langsung mengusap – usap kepalanya yang terasa habis terbentur itu.

"Ittai..."

Naruto kemudian kembali berdiri masih dengan mengusap – usap jidatnya. Lalu kembali melangkahkan kakinya, mendekati mulut goa dengan tangan kedepan seperti sedang mereraba – raba. Dan saat di mulut goa Naruto bisa merasakan tangannya seperti menyentuh sebuah dinding tak kasat mata.

"Kekai.. Untuk apa kekai dibuat dimulut Goa seperti ini?" fikir Naruto dengan alis terangkat. "...Atau jangan – jangan ..."

Naruto kumudian mundur beberapa langkah kebelakang. dan mengangkat telunjuk tangannya keatas. Di ujung telunjuk tangannya kini mulai terbentuk 'Rasengan' yang dilapisi element angin, sehingga membuat Rasengan itu kini terlihat seperti sebuah shuriken. Naruto langsung melemparkan Jutsunya itu kearah Kekai.

"Fuuton :Mini Rasenshuriken"

Mini Rasenshuriken itu kini mulai menghantam kekai itu. dan membuat udara kejut karena dorongan yang kuat dari rasenshuriken Naruto. Dan kini tempat itumulai terhalangi oleh debu yang mengepul disana.

"Tidak berhasil... kekai ini kuat juga ternyata." Gumam Naruto saat melihat bahwa kekai itu sama sekali tidak mengalami kerusakan sedikitpun. Naruto kembali memikirkan cara untuk menghancurkan kekai itu. Naruto kemudian masuk ke mode Ashuranya dan mengeluarkan dua 'Gedoudama' disamping tubuhnya. Dia kemudian mengontrol kedua Gedoudama itu, dan menghantamkannya pada kekai. Dan sepertinya itu berhasil karena kini, kekai itu langsung hancur dan pecah saat Kedua bola Gedoudama itu menghantam kekai.

"Ternyata memang benar, kekuatan dari 'Gedoudama' ini sungguh mengerikan." Ujar Naruto merinding akan jutsunya sendiri. Naruto kemudian menghilangkan Mode Ashuranya. dan mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam Goa itu. Naruto kemudian mengeluarkan sebuah batangan besi dari segel penyimpanan di tangannya, dan mulai mengalirkan chakranya ke besi itu, sehingga membuat ujung dari batangan itu mengeluarkan cahaya biru seperti senter.

"Jadi ada apakah ditempat ini sampai – sampai harus dihalangi oleh kekai?" Tanya Naruto entah pada siapa. Naruto terus menyusuri lorong Goa ini.

'TUK 'KLIK''

Naruto tidak sengaja menendang sebuah batu yang lumayan besar. Dan membuat Naruto langsung melangkahnya karena heran, saat kakinya bukan hanya menendang sesuatu namun juga, dia merasa seperti menginjak sesuatu. Naruto kemudian mengangkat kakinya, dan dia melihat dibawah kakinya terdapat sebuah tombol.

"Are? Tombol apa ini...?"

Naruto dengan polosnya kembali menekan tombol itu berkali – kali dengan kakinya. Merasa tidak terjadi apa – apa, Naruto hanya mengangkat bahunya tidak peduli. Dan kembali melanjutkan langkahnya yang tadi terhenti. Namun Naruto kembali menghentikan langkah kakinya saat dia merasakan sebuah getaran dari tanah.

"Entah kenapa aku merasakan perasaan tidak mengenakan sekarang?" Batin Naruto dengan sedikit mengeluarkan keringan dingin. Naruto kemudian seperti mendengar sesuatu yang mendekat dari belakangnya.

'Bruk'

'Grrrrrkkkkkkkk'

"Entah kenapa suara seperti itu sangat tidak asing lagi untukku." Ujar Naruto dengan agak drop, dia kemudian mengalihkan tatapannya kebelakang dengan gerakan patah – patah. Dan...

"HEEEEEEEE?"

viola, Naruto langsung menganga dan membulatkan matanya dengan sempurna, saat dia bisa melihat sebuah Bola Batu berukuran besar kini tengah menggelinding kearahnya dengan cepat. Naruto yang sempat terbengong, langsung mulai berlari.

"KENAPA AKU HARUS MENGALAMI HAL SEPERTI INNIIIIII? GYYYAAAAAA" teriak frustasi Naruto dalam larinya. Dia terus berlari dengan panicnya untuk menghindari lindasan dari bola batu itu. Karena kini Naruto sepertinya harus berjuang mempertahankan hidupnya agar tidak mati konyol ditempat seperti ini. namun sepertinya Naruto tidak pernah belajar dari pengalamannya. Bahwa ditempat yang mempunyai jebakan seperti ini pasti mempunyai jebakan yang lainnya.

Karena dia hanya terfokus untuk menghindari bola itu, dia kembali masuk kedalam sebuah jebakan. Naruto tanpa sengaja kembali menginjak tombol pengaktif jebakan kembali. Dan sekarang bukan hanya batu yang mengejarnya, Naruto kembali mendapat bombardir dari hujan tombak – tombak yang terus ditembakan dari arah samping kiri dan kanannya sepanjang jalan ia berlari.

"Gyahhhhh... KAPAN PENDERITAANKU INI AKAANNN BERRAAKKKHHIIRRRRR?" Ujar Naruto makin frustasi sambil terus menghindari hujanan tombak tombak yang siap menusuk bagian bagian vital pada tubuhnya. Naruto terus berguling, salto sana sini, untuk menghindari semua bombardir yang diarahkan kepadanya itu. dan pada penutupan Naruto kembali masuk kedalam sebuah lubang jebakan.

"Kanapa harus ada lubang disaat seperti ini." Ujar Naruto dengan dropnya. Namun sepertinya Naruto harus bersyukur karena adanya lubang itu karena itu membuatnya bisa selamat dari semua bombardir jebakan tadi. Dan membuatnya kini terus meluncur semakin jauh kedalam lubang itu.

"UWAAAHHHHHH..." Teriak Naruto.

'Brukkk'

Naruto langsung tengkurap dengan tidak elitnya saat dia keluar dan jatuh dari ujung lubang itu.

"Ittaiii... aduhh badanku.." Ujar Naruto penuh derita, sambil terus memegangi seluruh bagian tubuhnya.

"Are? Tempat apa ini?"

Naruto sangat heran dengan tempatnya sekarang ini. Tempay ini seperti sebuah ruangan yang lumayan luas, dengan dipinggir – pinggirnya terdapat tiang – tiang berukuran besar seperti menyanggah bagian atas dari ruangan ini. Meski ini di dalam sebuah ruangan yang sama sekali tidak dapat dimasuki cahaya matahari, tempat ini seperti mempunyai penerangannya sendiri. Naruto terus memperhatikan tempat ini dengan tatapa heran. Namun pandangannya langsung terhenti di tengah – tengah ruangan ini.

Naruto kini bisa melihat disana ada sebuah kolam, yang terlihat bercahaya. Karena penasaran Naruto kemudian berdiri dari posisinya dan berjalan mendekat pada kolam itu. dan Naruto kembali dibuat bingung setelah dia sampai di dekat kolam itu, dia bisa melihat dua benda yang kini tengah tertancap di teangah kolam itu.

"Katana?"fikir Naruto dengan heran saat dia melihat kedua benda yang tajam itu adalah dua buah katana. Naruto kemudian melihat ada sebuah catatan dengan ukiran di batu yang terlihat seperti tugu didepannya.

'Masammune dan Muramasa'

'Masammune. Pedang yang diberkati para dewa dengan kekuatan yang digambarkan sebagai kebaikan atau YIN'

'Muramasa. Pedang yang diberkati para dewa yang berisi para roh roh dari neraka. Dan digambarkan dengan YANG'

'Jagalah kedua pedang ini. Jangan pernah jatuh pada orang – orang yang salah'

Naruto langsung terlonjak kaget saat sesudah memabaca catatan pada tugu batu itu.

"Ahaaaa... akhirnya aku menemukan kedua senjata ini." Ujar Naruto dengan girangnya. Naruto bukan tanpa alasan merasa senang seperti sekarang. itu disebabkan karena tujuan Naruto ke kyoto adalah untuk mencari kedua katana yang kini ada dihadapannya ini.

"Aku kira akan memakan waktu untuk menemukan kedua katana ini. Namun sepertinya keberuntungan sedang berpihak padaku."

Naruto mulai mendekat ke kolam dan mendekati kedua katana itu bermaksud untuk mengambilnya. Dia langsung masuk kedalam kolam. Pertama – tama dia mendekati sebuah katana yang terlihat memancarkan pendar berwarna putih. Dengan bilah pedang berwarna perak, dan gagang pedang berwarna putih. Naruto kemudian mulai memegang gagang pegang itu.

"Hangat... Masammune... perlambangan dari YIN." Ujar Naruto. Kemudian dia mulai menarik dan mencabut pedang itu secara perlahan. Naruto sama sekali tidak merasa kesusahan saat mencabut katana itu dari tempatnya barusan. Naruto tersenyum puas saat dia sudah mencabut Masammune yang kini pendar aura putih di keseluruhan pedang itu kini semakin terang. Naruto refleks langsung menutup matanya karena silau yang diterima oleh retina matanya. Saat Naruto merasa bahwa cahaya itu sudah menghilang, dia kemudian membuka matanya. Dan kini dia bisa melihat bahwa katana yang tadi dipegangnya sudah terbungkus oleh sebuah sarung katana berwarna putih. Naruto sungguh sangat kagum akan katana yang saat ini ada digenggamannya. Aura yang dipancarkan oleh katana itu sungguh sangat positif, dan juga memancarkan energy kekuatan yang sangat besar. Setelah puas dengan kekagumannya, Naruto kemudian mengeluarkan sebuah glungan berwarna putih dari fuin penyimpanan di pergelangan tangannya. dan menyimpan katana itu kedalam gulungan itu.

Naruto, kini dia mengalihkan pandangannya pada katana yang satunya lagi. Jika Masammune memancarkan pendar cahaya putih, pada katana yang satulagi itu kebalikannya. Karena kini katana itu memancarkan pendar berwarna ungu kehitaman pada seluruh bagian katananya.

"Muramasa, perlambangan dari YANG energy" gumam Naruto sambil melangkah mendekati katana Muramasa yang memiliki bilah berwarna hitam dan gagang pedang berwarna merah. Naruto sedikit ragu – ragu untuk mencabut katana Muramasa. dia bisa merasakan energi negatif yang jelas kentara dari katana Muramasa itu. namun Naruto langsung menghilangkan keraguannya, dan membulatkan tekadnya.

"Buang keraguanmu Naruto... katana ini adalah hadiah untuk Sei-chan. Aku harus bisa membuat pedang ini jinak." Ujar Naruto menyemangati dirinya sendiri.

Dia kemudian mulai memegang katana itu dengan tangan kanannya. Naruto kemudian langsung mencoba mencabut katana itu. jika Musammune dapat dicabut dengan mudah, berbeda dengan Muramasa. Pedang itu seperti melakukan sebuah perlawanan padanya. Dan pendar keunguan yang melapisi katana itu terlihat seperti meluap – luap.

"Ughhh... Aura negatif dari katana ini benar – benar pekat. Ini sepertinya harus dinetralisir." Fikir Naruto dengan agak kesusahan saat dia mencoba mencabut katana itu. Naruto lalu masuk ke mode Ashuranya, dan mengalirkan chakra Ashuranya pada katana itu, bermaksud untuk menekan energi negatif dari katana Muramasa itu. dan sepertinya itu berhasil karena kini pendar ungu pada katana itu mulai terlihat tenang. Dan itu membuat Naruto dengan mudah dapat mencabut katana Muramasa dengan mudahnya. Sama seperti Masammune, aura pada katana Muramasa juga kini langsung menutupi seluruh bagian dari katana. Dan saat menghilang kini katana itu sudah terbungkus oleh sarung katana berwarena merah sama seperti gagang pedangnya. Dan itu membuat senyum kepuasan pada Naruto semakin jelas kentara.

"Hahhh... sepertinya katana yang ini akan sangat cocok untuk Sei-chan. Dia pasti akan menyukainya." Ujar Naruto sambil membayangkan bagaimana nanti expresi senang dari Seiren. Dia kemudian kembali memasukan katana itu kedalam gulungan menyimpanan berwarena hitam.

"Aku sedikit merasa bersalah pada Shikamaru, karena sudah membohinginya. Jika dia tahu bahwa aku ternyata sama sekali tidak mencari informasi. Hehehe." Ujar Naruto dengan tertawa geli. Yah, Naruto hanya beralasan saja pada Shikamaru, dia sebenarnya bukan mencari informasi, tapi dia hanya mencari kedua katana yang saat ini sedang ada padanya. Dia dulu sempat diberitahu oleh Shirzechs, bahwa dalam legenda di kyoto, terdapat dua buah katana yang diberkati para dewa, dan menurut ro=umor mempunyai kekuatan dan ketajaman diatas pedang suci Excalibur. Karena penasaran akhirnya dia kini mencoba mencarinya, dan viola, dia berhasil menemukan kedua katana itu hanya dalam satu hari saja.

"Mungkin aku kembali besok saja ke Kuoh. Untuk sekarang mungkin aku akan menikmati liburan di kyoto ini. Semoga saja ada hal yang menarik terjadi nanti." Fikir Naruto. Dia kemudian menghilang dari tempat itu menggunakan tekhnik Sunshin anginnya.

==Oo Atarashi_Seikatsu oO==

Naruto kini kembali muncul di depan goa dengan pusaran angin.

"Sudah malam ternyata... sepertinya aku menghabiskan waktu terlalu banyak di dalam tadi." Fikir Naruto sambil melihat langit yang kini sudah menggelap dan dihiasi oleh jutaan bintang dilangit.

"Hohoho... lihat siapa yang sudah kembali sekarang."

Suara misterius tiba – tiba mengintrupsi acara Naruto menikmati pemandangan malam ini. Naruto sangat terkejut saat mendengar suara yang sangat asing di telinganya itu, dia kemudian mengalihkan pandangannya kebelakang dimana asal suara tersebut. Dan kini dia bisa melihat seorang pria berambut hitam panjang, memakai pakaian seperti zirah perang pasukan yunani kuno. Dengan pedang dibelakan punggungnya. Naruto sama sekali tidak bisa melihat muka dari pria misterius itu karena dia memakai masker dari besi yang menutupi setengah wajahnya, sehingga Naruto hanya bisa melihat mata beriris hitam yang kini tengah menatap sinis kearahnya.

"Siapa kau?" Tanya Naruto dengan tajam.

"Haha... kau tak perlu tahu namaku manusia." Ujar Orang misterius itu dengan nada sinis. Sementara Naruto kini semakin menatap pria itu dengan tajam.

"Aku tanya sekali lagi. Siapa kau..?" Ujar Naruto dengan dingin dan penekanan disetiap katanya.

"Untuk ukuran manusia, kau sungguh berani juga yah..."Ujar Pria misterius itu dengan santai."Baiklah, aku adalah Asura... dari bangsa Daitya. Sekarang aku ingin kau menyerahkan kedua pedang yang sudah kau dapatkan itu." Ujar Pria yang diketahui bernama 'Asura itu'. Naruto sangat terkejut atas pengakuan dari Pria yang bernama 'Asura' itu. Naruto sangat tahu persis bangsa 'Daitya', bangsa Daitya dikatakan bahwa mereka berasal dari mitologi hindu mereka adalah bangsa raksasa, atau para makhluk jahat yang mempunyai energi negatif yang sangat kental karena mempunyai dendam dengan para Dewa. Namun Naruto langsung menyadarkan diri dari rasa keterkejutannya, dan menatap 'Asura' dengan tajam dan dingin.

"Jangan harap aku akan memberikannya padamu." Ujar Naruto dingin sambil menatap tajam pada Asura.

"Hahaha... kau memang benar – benar manusia yang berani... baiklah jika aku tidak bisa mengambilnya dengan cara halus..." Ujar Asura menggantungkan kalimatnya, dia kemudian mengangkat tangan kanannya dan memegang gagang pedang yang terikat dibelakang punggungnya. Naruto sendiri yang melihat hal itu kini sudah masuk dalam posisi siaga dengan dua kunai yang entah sejak kapan sudah naruto genggam di kedua tangannya dengan posisi terbalik.

"...Maka aku akan mengambilnya dengan cara kasar."

Dan dengan itu Asura kemudian maju menyerang pada Naruto yang kini tengah memasang posisi siap tempurnya.

"Ayo Maju." Uajr Naruto dingin, dan juga iut maju menyerang.

" Hyeaahhhhhh."

"Hyeahhhh."

Dan pertarungan antara sang Shinobi dan Bangsa Daitya dimulai, untuk memperubutkan kedua pedang legendaris.

'Masammune dan Muramasa'

==Oo Atarashi_Seikatsu oO==

.

.

.

.

.

.

.

TBC
Knotlamp_-_The Limited World


And cut.

Yuhuuu... jadi juga ternyata. Maaf kelamaan mas and sis broo. Ane kemarin agak bingung buat lanjutan cerita dari sini, jadi mikir mikir lama dulu. Haha.

Dan maaf juga agak berentakan, ane buat ini fic saat ane lagi fb-an dan lagi memperdebatkan kebejatan dengan beberapa author di fb. Karena terlalu banyak konsen disana jadi di fic agak sedikit berantakan dipertengahannya.

Dan jika kalian tidak puas kalian bisa menuntut, pak Shinn kazumiya dan Agan Azriel. :v.

Oh saya sebelumnya mau minta maaf nih, karena ane malah ngilangin voting. Ane dapet banyak saran agar saya lebih baik memakai char OC lagi dari pada yg IC, jadi untuk pair Naru, ane nempatin char Oc yang bernama Naomi. Jika kalian ingin tahu seperti apa tampangnya kalian bisa melihat di fb saya, bagi yg sudah meng add, atau di bbm bagi yg sudah jadi temen.

Kusus yg berteman di bbm = Nah kalian puas nggak tuh, char yang kalian pilih ane jadiin main char di fic. Semoga kalian puas, selebihnya kalian bisa introhgasi lagi ntar di grup.

OK Back ke topic. Nah sedikit bocoran mungkin untuk chap depan. Ada adegan fight, antara Naruto dengan Asura dari bangsa Daitya. Jika kalian tidak tahu kalian bisa mencari info tentang daitya di mbah google jembrong.

Nah mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan untuk saat ini.
fic SS akan update telat nanti jadi maaf yah.

Jangan lupa tinggakan jejak kalian di kolom revew. Baik itu kritik atau saran.

Nah segini dulu aje dah, sampai jumpa di chap 5

Jaa ne~