Balasan beberapa Revew :
Unknow-san : ahaha... Maaf, ane waktu itu gak baca2 info sebelumnya, dan hanya asal jedot aja. Jadi maafkan ane, makasih udah ngingetin
Takashi. Fujimoto : buat konflik, mungkin hanya seadanya saja, ane hanya menambahkan beberapa scan pendukung aja.
Feba. Ananta : hmmm... Mungkin itu masih dirahasiakan, lagian disini Naru ntuh Sami-Goodlike.
Kuzuri Reiketsu : itu sudah pasti, tinggal nuggu waktu yang pas ajah.
GatotGremory : Secara spesific Seiren ama Naomi, tidak terikat dengan anime maupun manga manapun, ane dapet dua char itu dari devianart dan fanfuf, yg menyedakan char oc yg banyak.
herovillagermc : hmmm.. Menurut dari info yg ane dapet, Asura Dari bangsa Datya itu beda pemahaman ilmunya dengan Ashura Naruto, jadi secara fakta itu berbeda.
Awim Saluja : What The ?... Ane gak bakalan bisa ngelakuin apa yang kau katakan tadi. Itu udah adat ane kau tahu itu. Loli tetaplah Loli coeg.
l-ExNeko-l : haha... Seharusnya itu pasti sudah ketebak dong :v.
yuuki uzumaki naruto : Yo'I... Scan Kokabiel, pasti beda kok, malah di pertunangan rias nanti juga bakalan beda.
OnixDragon : Pair Shika ? Mungkin lagi dfikir2 dulu coeg. Dan untuk kekuatan Shika pasti ditambahin kok, kan gak imbang juga kalo cuma Naruto yg naik level mulu.
Yepp... Mungkin hanya itu yang dapat saya ucapkan. Dan maaf saya gak bisa balas revew, dari kalian, kalo di balas semua, bisa jadi chap ini abis ama revew wordnya ! Yaudah deh, kalau gitu selamat membaca coeg2 sekalian.
.
.
.
.
.
.
.
.
One Ok Rock_-_Sonzai Shomei
.
.
Title : Atarashi Seikatsu
Author : Hyosuke Ryukisi
DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.
Rating : T+
GENDRE : Adventure, Romance,Family, Drama, Fantasy, Humor.
Pair : Naruto x Seiren (OC) xNaomi (OC) xRossweisse
Shika xSona
Warning(s) : AU, Sami-Cannon, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan, StrongNaru, OOC Naru and etc.
Summary : Karena sebuah kecelakaan didunia asli mereka, kedua sahabat ini harus rela terjebak dalam masalah yang sangat merepotkan didunia yang mereka singgahi sekarang. Namun mereka bertekad, akan menyelesaikan permasalahan di dunia yang mereka tempati saat ini. Cinta dan kebahagiaanpun juga mewarnai hari – hari mereka disana.
"Normal"
"Thinkin"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'
A/N : Sebelum membaca alangkah baiknya kalian membaca terlebih dahulu mengenai asal usul tentang Asura dari kaum Daitya.
.
.
.
.
'Chap 5'
==Oo Atarashi_Seikatsu oO==
Shinobi vs Daitya
.
.
.
.
.
.
.
Jual beli serangan terus terjadi antara seorang Shinobi dengan seorang setengah dewa, Daitya. Naruto sang shinobi kini dibuat kualahan atas serangan dari lawannya, Asura terus – terus menyerang dengan pedangnya, sabet sana sabet sini. Sehingga di beberapa bagian tubuhnyapun kini sudah terdapat beberapa luka sayatan pedang. Sementara lawannya, Asura belum mengalami luka yang bererti, dia hanya mendapatkan beberapa memar di beberapa bagian tubuhnya. Naruto langsung memebungkuk untuk menghindari sebuah sabetan pedang dari samping, yang siap memisahkan kepala dari tubuhnya, kemudian melompat mundur untuk menjauh.
"Cihhh... melawan seseorang dari bangsa Daitya sungguh merepotkan. Mereka bangsa Daitya yang bisa juga di kategorikan seorang dewa memanglah benar adanya." Fikir Naruto dengan menatap tajam pada Asura yang kini tengah menatapnya dengan remeh, Naruto yakin pasti musuhnya itu sedang menyeringai meremehkan di balik maskernya itu.
"Aku beri kau kesempatan sekali lagi, manusia. Serahkan kedua pedang itu secara baik – baik atau aku akan benar – benar membunuhmu sekarang juga." Kata Asura dengan nada sinis.
"Hehhh... jangan harap aku akan menyerahkannya begitu saja... aku tak akan kalah sebelum melakukan perlawanan." Ujar Naruto dengan nada sinis juga, dia kemudian memasang posisi siap tempurnya kembali.
"Setidaknya aku harus menghadapinya dulu dalam keadaan biasa. Aku harus tahu kelemahannya terlebih dahulu." Fikir Naruto dengan serius,sambil kemudian mulai merangkai Handseal tangan.
"Kau tidak memberiku pilihan ternyata... baiklah... baiklahh..." Ujar Asura bosan. Kemudian dia kembali ke mode siap tempurnya, saat melihat Naruto kini tengah merangkai Hanseal tangan.
'Katon : Gokakyou No Jutsu.'
Naruto kemudian menembakan bola api yang lumayan besar pada Asura. Sementara Asura sempat terkejut akan jutsu yang dikeluarkan oleh Naruto, namun dia dengan sigap langsung menghindar dari lajur tembakan bola api itu, sehingga membuat bola api buatan Naruto, hanya melewatinya saja. Namun Asura kembali dikejutkan dengan Naruto yang tiba – tiba sudah muncul kembali di dekatnya dan berada di depannya, dengan di telapak tangannya sudah ada sebuah putaran seperti bola, berpendar biru.
'Rasengan'
Naruto kemudian menghantamkan Rasengan pada perut dari Asura yang sama sekali tidak bisa menghindar, dan membuatnya kini terpental kebelakang dengan berputar, dan langsung menghantam dinding tebing dibelakangnya. Naruto masih memasang posisi siaga dan menatap Asura, yang kini tertempel di tebing dengan tatapan tajam.
"Hahaha... kau sungguh membuatku terkejut manusia..."
Asura kemudian melepaskan diri dari tebing dan kembali berdiri dengan tegak dan menatap Naruto dengan pandangan serius. Naruto yang sudah menduga bahwa serangannya tidak akan memberikan luka yang berarti kini kembali menyiapkan kesiagaannya.
"... Kemampuanmu sungguh sangat aneh,. Pertama kau bisa menyemburkan api, dan kedua bola biru yang kau sebut rasengan itu. katakan padaku, siapa kau sebenarnya." Lanjut Asura, dan menanyakan perihal siapa Naruto.
"Namaku Naruto, dan aku adalah seorang shinobi pengguna cakra." Ujar Naruto dingin. Naruto kini semakin siaga dengan kedua kuanai yang masih berada di kedua tangannya.
"Begitukah... Baiklah Naruto, aku akan serius mulai dari sekarang." Ujar Asura dengan serius, kemudian kembali menyerang kearah Naruto dengan cepat.
Naruto kini semakin terdesak, karena kecepatan dari Asura kini sangat meningkat pesat. Naruto terus menahan sabetan yang terus diberikan oleh Asura kepadanya. Asura kemudian langsung menyabetkan Pedangngnya secara vertikal, dan ditahan oleh Naruto dengan menyilangkan kedua kunainya. Tidak ingin menyia – nyiakan kesempatan Asura kemudian memberikan sebuah sapuan tendangan pada kepala Naruto, namun masih bisa di hindari oleh Naruto dengan membungkukan badannya. Merasa tidak kena, Asura memuta tubuhnya, kemudian menyabetkan pedangnya secara Horizontal dari kanan ke leher dari Naruto. Namun Naruto kembali dapat menahannya dengan kunai di tangan kanannya.
'Krak'
Namun sepertinya karena kekuatan ayunan dari Asura begitu kuat, kunai Naruto kini mulai mengalami keretakan dan patah, sehingga membuat laju sabetan pedang kembali mengarah pada lehernya. Tidak ingin mati begitu saja. Naruto dengan cepat menendang pergelangan tangan dari Asura yang melakukan sabetan itu, sehingga membuat tangannya terpental kebelakang. dan Naruto juga langsung memberikan serangan balik dengan menyabetkan kunainya ke arah leher dari Asura, namun dapan Asura hindari, dan melompat mundur kebelakang.
"Sepertinya aku benar – benar tidak boleh meremehkanmu lagi, manusia." Ujar Asura dengan dingin sambil menatap tajam pada Naruto.
"Jangan pernah meremehkan lawanmu, meski mereka berstatus berada dibawahmu." Ujar Naruto dengan dingin. Naruto kemudian kembali mengambil kunai untuk mengganti kunai yang sudah patah tadi, dan mulai mengaliri kedua kunainya dengan chakra angin.
"Karena kau tidak akan tahu... bahwa mereka dapat mengalahkanmu pada saatnya." Lanjut Naruto, kemudian langsung maju menyerang. Saat jaraknya sudah lumayan dekat Naruto kemudian melemparkan kunai yang sudah dialiri element angin itu pada Asura, namun masih dapat di hindari dengan melompat sedikit kebelakang. Namun asura dibuat terkejut saat Naruto tiba – tiba sudah berada di depannya dan langsung mengarahkan sebuah ayunan kunai padanya. Dengan refleks yang baik Asura sedikit mencondongkan tubuhnya kebelakang untuk menghindari sabetan kunai Naruto, tidak ingin berhenti, Naruto kemudian melakukan tendangan sapuan ke kaki Asura sambil mengambil sebilah kunai yang tadi dilemparkan oleh dirinya. Asura kemudian melompat tinggi untuk menghindari sapuan kaki yang dilakukan Naruto.
"Dapat..." Fikir Naruto. Dia kemudian melemparkan dua kunai yang sudah dialiri chakra itu pada Asura yang masih berada di udara, dan membuat singgle handseal.
'Kunai : Kagebunshin'
Kunai yang tadinya cuman dua, kini mulai berlipat ganda menjadi ratusan. Asura yang melihat itu sungguh sangat terkejut. Menghindar sudah sangat tidak mungkin saat ini, sehingga membuatnya langsung dihujani ratusan kunai dengan telak. Asura dengan susah payah menghalau serangan kunai itu dengan pedangnya dan sesekali menghindar. Namun tidak jarang juga, beberapa kunai juga menancap dan menggores, beberapa bagian tubuh yang tidak tertutupi oleh zirah perangnya. Setelah hujanan kunai itu berhenti, Asura, langsung terjatuh dengan pungguh menghantam tanah.
Naruto masih belum menurunkan posisi siaganya, pandangannya masih terfokus pada Asura yang kini tengah tergeletak di tanah. Naruto langsung dibuat mendecih saat melihat Asura kini dengan sedikit kesusahan, mulai bangkit dari posisi tergeletaknya sambil bertumpu pada pedangnya, dan menatap Naruto dengan tatapan membunuh.
"S-Sialan Kau Manusia..." Ujar Asura dengan desisan penuh kemarahan. Naruto semakin dibuat siaga saat melihat Asura sudah kembali berdiri.
"Kau Harus membayar,. atas semua perlakuanmu padaku." Lanjutnya lagi, kemudian di bawah kakinya, kini terbentuk sebuah lingkaran sihir berwarna ungu gelap, dengan gambar seekor ular bersayap yang sedang menggigit ekornya sendiri. Tiba – tiba dari lingkaran sihir itu keluar ular yang langsung merayap ke kaki Asura, dan kemudian menyatu dengan tubuhnya. Naruto kini langsung dibuat benar – benar shock, karena dia kini bisa merasakan kekuatan dari Asura mulai meningkat dengan drastis. Dan Naruto juga bisa melihat seringai penuh kekejaman dari bibir Asura yang sudah tidak tertutupi oleh Masker lagi.
"Kekuatan pemberian dari Ophis memang benar – benar berguna ternyata..." setelah mengucapkan itu Asura kini mulai dikelilingi oleh aura yang aneh dan energynya terus meningkat. Ashura kemudian menghilang dari tempatnya berdiri dan kembali muncul di depan Naruto sambil mengayunkan Pedangnya secara Vertical, Naruto dengan refleks langsung menyilangkan kedua kunai yang sudah di aliri chakra angin dan menahan ayunan pedang Asura. Namun Naruto tidak bisa mnegantisipasi saat Asura melakukan sebuah tenangan ke dadanya dengan cepat. Sehingga kini dia langsung dibuat tersered beberapa meter kebelakang. Naruto kembali dibuat terkejut saat sebuah tendangan langsung kembali menghantam perutnya sehingga membuatnya terpental ke belakang dan menubruk sebuah pohon dan menumbangkannya.
"Akkhhhh..." Naruto langsung terbatuk darah saat ini. Sepertinya tendangan yang diberikan oleh Asura sama sekali tidak setengah – setengah. Itu terlihat karena Naruto kini memegangi perutnya dengan kesakitan, dan dengan susah payah langsung berdiri.
"Hehhh... ayolah manusia. Mana kemampuanmu yang tadi?" Ujar Asura dengan menyeringai senang. Sementara Naruto hanya mendecih tidak suka.
"kekuatannya benar – benar meningkat pesat... cihh ini akan sangat sulit untuk mengalahkannya" Fikir Naruto, Kemudian Naruto membuat satu buah handseal.
'Kagebunshin No Jutsu'
Di depan Naruto kini terbentuk lima kembaran dirinya. Dan tangah memasang posisi siap bertarung.
"Ohhh... kau bisa mneggandakan diri ternyata. Menajubkan... baiklah ayo maju." Ujar Asura dengan nada meremehkan. Kesepuluh bunsin itu langsung menyerang maju secara bersamaan sambil membentuk formasi, dan beberapa ada yang bergerak zig – zag.
Dua bunshin kemudian langsung menyerang maju, terlebih dahulu. Salah satunya, langsung melakukan tinju yang mengarah ke wajah dari Asura, dan satunya melakukan tendangan sapu mengarah ke bagian samping perut Asura namun dapat dihindari dengan mudah dengan menggeser tubuhnya kesamping dan langsung menyabetkan pedangnya pada kedua bunshin Naruto, sehingga membuat kedua bunshin langsung menghilang dalam kepulan asap. Memanfaatkan asap yang terbuat, kedua bunshin langsung melemparkan Shuriken dan juga kunai pada Asura. Sementara dengan Asura sendiri, saat dia merasakan sebuah serangan, dia mengandalkan instingnya untuk menghinari serangan yang mengarah padanya, dan menangkis beberapa hujanan senjata dari berbagai arah itu, dan asap telah menghilang kini dia langsung di hadapkan dengan dua bunshin yang langsung menendnag perutnya sehingga membuatnya terpental kebelakang dan sudah di tunggu oleh satu bunshin Naruto yang sudah menyiapkan Rasengan di tangan kanannya.
'Fuuton : Rasengan'
Tidak ingin terkena serangan yang sama untuk kedua kalinya, Asura langsung memposisikan tubuhnya sehingga menghadap kearah bunshin Naruto. Dia kemudian langsung menghentakan kakinya ketanah dan melakukan salto kedepan menghindari serangan Rasengan Naruto, dan langsung melakukan serangan balik dengan melakukan sabetan pada punggung bunshin, sehingga membuatnya langsung menghilang dalam kepulan asap. Asura langsung menggeserkan kepalanya kesamping untuk menghindari lemparan sebuah kunai. Dan dia langsung melompat ke belakang saat bunshin Naruto kembali menyerangnya, sewaktu masih berada di udara tiba – tiba salah satu bunshin Naruto sudah berada di belakangnya sambil bersiap melakukan Axe kick. Asura langsung menghindarinya dengan berputar dan melakukan counter dengan menusukan pedangnya pada bunshin Naruto yang langsung menghilang dalam kepulan asap. Asura mendarat dengan sempurna ke tanah, dan langsung menghilang dan kembali muncul di hadapan bunshin Naruto yang tersisa, lalu menyerangnya sehingga membuat bunshin itu langsung menghilang.
"Kerja sama yang sangat bagus,. Namun itu belumlah cukup untuk mengalahkanku." Ujar Asura dengan angkuhnya. Sementara Naruto hanya menggeram.
"Jangan sombong dulu. Ini belum berakhir." Ujar Naruto, dia kemudian langsung menyerang dengan kunai di kedua tangannya. sementara Asura hanya menyeringai sadis. Naruto dalam larinya lalu melemparkan kedua kunainya secara bersamaan dan kembali membuat hanseal yang sama seperti sebelumnya.
'Kunai : Kagebunshin'
Kedua kunai itu langsung menggandakan diri menjadi ratusan dan bersiap menghujani Asura, yang masih menyeringai sadis di tempatnya.
"Serangan yang sama, tidak akan berhasil untuk yang kedua kalinya." Ujar Asura degan angkuh, dan mulai menahan setiap serbuan kunai yang menghujaninya sehingga membuatnya sama sekali tidak tergores sedikitpun. Namun sepertinya dia melupakan Naruto, karena dia kini tidak menyadari Naruto sudah bersiap dengan jutsunya.
'Fuuton : Dansu Tatsumaki'
Sebuah tornado langsung di tiupkan oleh Naruto, pada Asura, yang baru saja selesai menahan serbuan kunai yang menghujaninya. Karena belum siap Asura dengan telak langsung terdorong dan tertekan kebelakang. dan kembali menubruk dinding tebing untuk yang kedua kalinya. Naruto kembali merangkai beberapa handseal.
'Fuuton : Kaze No Yaiba'
Naruto kemudian menembakan belati belati angin dari udara disekitarnya dengan cepat pada Ashura. Dan membuat tempat dimana Ashura berada langsung dipenuhi oleh debu yang tercipta, dari Jurus Naruto. Naruto kemudian menghentikan Jutsunya, dan terus memandang tempat Asura tadi dengan tajam dan kesiagaan yang masih dia pertahankan. Namun dia langsung terkejut saat tiba – tiba didepannya kini sudah Ada Asura yang tengah menyeringai kearahnya. Asura memanfaatkan keterkejutan Naruto dan melakukan tebasan.
"Kena Kau..."
'Zrashhh'
'Underworld'
Seiren kini sedang menikmati acara membaca buku diperpustakaan Gremory sambil ditemani dengan secangkir teh hangat. Namun tiba – tiba Seiren langsung terlonjak kaget entah kenapa, sehingga membuat teh yang berada di meja kecil disampingnya langsung terjatuh dan pecah. Seiren hanya menatap kosong pada pecahan gelas di lantai saat ini. Entah kenapa Seiren seperti merasakan perasaan yang sangat sakit dan tidak mengenakan sama sekali saat ini. Dan itu membuatnya langsung gelisah.
"Naruto-kun..." fikirnya dengan gelisah.
"Sei-chan..., ada apa?" Ujar seseorang dibelakang Seiren, yang kini masih menatap kosong pada pecahan gelas yang ada dilantai. Seiren kemudian mengalihkan tatapannya pada seseorang dibelakangnya.
"Onee-sama.." Ujar Seiren, pada seseorang dibelakangnya yang ternyata adalah sang kepala maid, Grayfia.
"Kau kenapa Sei-chan..., kau terlihat gelisah seperti itu?" ujar Grayfia dengan khawatir kemudian mendekati adik iparnya itu. sementara Seiren menatap Grayfia dengan tatapan penuh kegelisahan.
"Onee-sama..., aku.., aku merasa, kalau Naruto-kun saat ini dalam bahaya..." Ujar Seien dengan penuh kekhawatiran. Grayfia yang mendengar keluh kesah adiknya itu, langsung memeluknya dengan lembut.
"Tenanglah Sei-chan... Naruto-kun pasti akan baik – baik saja..., dia adalah pemuda yang kuat.," Ujar Grayfia lembut, untuk menenangkan Seiren.
"T-Tappi-...,"
"Stttt... Kau harus percaya padanya Sei-chan. Jadi sebaiknya kau tenang." Ujar Grayfia memotong perkataan Seiren. Seiren yang mendengar itu hanya mengangguk dalam pelukan Grayfia.
"Ku harap, kau baik – baik saja Naruto-kun...,"
'Back To Naruto'
Darah langsung bercipratan saat Asura berhasil menebas bagian dada Naruto. Dan membuat Naruto sendiri kini langsung meringis kesakitan, namun sepertinya kesakitannya kini belum berakhir karena Asura langsung menendang Naruto kembali sehingga membuatnya tersered beberapa meter kebelakang.
"Ugghhhh..." Naruto langsung jatuh berlutut sambil memegang luka yang melintang, hasil dari tebasan yang diberikan Oleh Asura yang kini tengah menyeringai senang. Asura sendiri kini masih dalam kondisi cukup baik, hanya saja baju zirah di badannya sudah menghilang entah kemana, sehingga membuatnya kini bertelanjang dada. Dan juga seirngai tak pernah lepas dari wajahnya.
"Bagai mana rasanya hmmmm?" Ujar Asura sinis dan tatapan meremehkan. Naruto yang masih meringis kesakitan langsung menatap tajam pada Ashura.
"I-ini. Belumlah berakhir..." Ujar Naruto sambil meringis kesakitan. Naruto kemudian mengeluarkan sebuah gulungan berwarna putih dari sebuah segel ditangannya.
"Mungkin aku harus mencoba kekuatan dari pedang ini." Fikir Naruto, dia kemudian membuka gulungan itu dan meneteskan darahnya. Dan membuat sebuah kepulan asap dikeluarkan dari gulungan digenggaman Naruto. Asura yang melihat itu sempat mengangkat alisnya bingung, namun dia langsung menyeringai senang saat kepulan asap yang berada di tempat Naruto tadi menghilang, dan memperlihatkan kini padanya sebuah katana bersarung putih yang tengah di pegang oleh Naruto.
"Akhirnya kau mengeluarkannya juga...,pedang Masamune" Ujar Asura dengan nada senang yang terdengar kejam. Naruto sendiri kini langsung membuka Sarung pedang itu dan membuat sarung katananya menghilang dalam partikel cahaya. Naruto langsung masuk dalam posisi tempurnya dengan katana masamune di tangan kanannya. Dan tak ketinggalan dia masuk dalam Mode Ashura tingkat satunya, dan mengeluarkan katana dari gedoudama di tangan kirinya.
"Baiklah... ayo kita selesaikan ini dengan cepat." Ujar Naruto dengan tajam.
"Hoho.. kau sungguh penuh kejutan manusia... baiklah Ayo kita selesaikan." Ujar Asura dengan desisan tajam.
Keduanya langsung maju menyerang dan saling mengadukan pedang mereka. jual beli serangan kembali terjadi, saling tebaspun tak terhindarkan. Naruto mengayunkan pedang Masamune secara vertical namun dapat ditangkis oleh Asura. Naruto langsung mengayunkan Gedoudamanya secara horizontal, namun masih dapat dihindari oleh Asura, dan langsung menyerang balik pada Naruto dengan memutar tubuhnya dan menebas secara horizontal dari kiri untuk memotong leher Naruto, namun masih dapat dihindari Naruto dengan menundukan badannya. Lalu Naruto langsung melakukan salto sambil menyatukan kakinya, untuk menendang dagu dari Asura, saat dia bersalto, namun masih bisa dihindari oleh Asura.
Naruto kembali maju menyerang, dia kemudian merubah Gedoudamanya menjadi sebuah tombak, dan melemparkannya pada Asura. Asura dengan mudah mengindarinya, namun dia tidak menyangka Naruto langsung menyerangnya kembali. Asura langsung membulatkan matanya saat Naruto kini sudah berada di depannya dengan kecepatan yang sangat gila, dan langsung menusukkan masamune pada perutnya, karena tidak bisa menghindar dia kini dengan pasrah menerima tusukan itu hingga tertembus kebelakang.
"ugghhh... Sialan Kau manusia biadab..." Ujar Asura dengan nada tajam menatap Naruto didepannya dengan tatapan membunuh.
"Cukup sampai disini permainanmu, Daitya."
Setelah mengucapkan itu Naruto dengan kuat langsung menendang Asura ke atas setelah dia mencabut pedang masamune. Kini Ashura tengah melayang – layang. Naruto kemudian membuat dua bunshin, yang langsung menendang Asura semakin naik ke udara. Naruto kembali membuat tiga bunshin di sekeliling Asura yang tengah melayang di udara dengan posisi menghadap keatas. Dua bunshin Naruto langsung menendang bagian dada dan perut Asura secara bersamaan sehingga membuat Asura langsung terpental kebawah, dan langsung menghantam tanah dengan keras. Sementara ketiga bunshin yang masih di Udara. Kedua bunshin Naruto yang tadi menendang Asura. Langsung melemparkan salah satu bunshin yang kini sudah membuat Rasengan dengan ukurang besar.
"Rasakan ini...!"
'Cho Oodama Rasengan'
Bunshin Naruto dengan telak menghantamkan Rasengannya pada tubuh Asura.
"AARRRGGHHHHHH..." Raung Asura kesakitan saat dia menerima dengan telak serangan Rasengan raksasa dari Naruto. Dan membuat sebuah kepulan debu yang di tempat Asura. Naruto sendiri kini masih berdiri dengan tegak dengan tatapan tajam masih tertuju tempat dimana Asura berada. Para bunshinnya kini sudah menghilang setelah menjalankan tugasnya. Naruto terus memperhatikan tempat dimana Ashura berada dengan dingin, dan dia langsung menatap tajam saat asap sudah menghilang dan menampakan Asura yang tengah mencoba berdiri di dalam kawah dangkal namun lebar itu.
"Si-Sialan K-Kau ma-manusia... ugh.. uhukkk." Umpat Asura dengan menatap Naruto yang masih berdiri dengan tegak, dan memuntahkan darah sangat banyak dari mulitmu.
"Ini sudah berakhir Asura..." Ujar Naruto dingin, dia kemudian mengangkat tangan kanannya kedepan kearah Asura. Lalu di tangannya tercipta sebuah putaran bola seperti Rasengan, namun berwarna hitam dengan memancarkan aura kemerahan disekitar bolanya.
"... dan Ini adalah akhir untukmu."lanjut Naruto.
'Rasen Destruction'
Naruto lalu menembakan Rasengan yang sudah dilapisi dengan Power Destruction, pada Asura yang sama sekali tidak bisa menghindar.
"SIALAANNNN KAUUU..."
'DDDHHUUUAARRR'
Dan Rasengan berlapis Power Destruction itu meledak, dan menjadikan ledakan yang terbesar disepajnjang pertarungan mereka. dan itu juga menandakan akhir untuk pertarungan antara sang Shinobi melawan Daitya, yang dimenangkan oleh sang Shinobi, meski dengan sangat sulit.
"Akhirnya...," Ujar Naruto menghela nafas lega, sambil kemudian menghilangkan mode Ashuranya.
"Uhukkk... ohookk... ugh." Naruto langsung jatuh berlutut dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
"Akhhhh... hahhh... hahhh... cihh... Si-Siaalll." Umpat Naruto, dia kemudian mencoba untuk berdiri dengan menjadikan pedang Masamune sebagai tumpuannya. Meski agak kesusahan Naruto akhirnya berhasil. Dia kemudian secara perlahan langsung melangkahkan kakinya mendekati salah satu pohon ditempat itu, setelah sampai, dia langsung menyandarkan tubuhnya pada salah satu pohon disana. Naruto sungguh sangat kelelahan saat ini, bahkan tubuhnya sekarang bisa dikatakan dalam kondisi buruk, dengan luka sayatan di beberapa tempat, dan yang paling parah berada di bagian dadanya, luka besar yang melintang itu pasti akan sangat sulit disembuhkan. Naruto kemudian mengembalikan Masamune kedalam gulungan penyimpanan yang kemudian dia masukan kedalam segel di pergelangan tangannya.
"Hahhh... hahhhh... mungkin.. hahh... aku.., akan beristirahat..., untuk beberapa saat." Ujar Naruto dengan nafas yang terengah engah. Sambil memandang langit yang kini mulai menjelang pagi itu.
"Ternyata aku masih lemah, melawan seorang bangsa Daitya saja aku harus sampai terluka seperti ini.., bagaimana mungkin aku akan bisa mengalahkan Jubi nanti." Fikir Naruto miris, Namun karena faktor luka dan juga kelelahan fisik. Naruto langsung terjatuh pingsan di tempat itu. Beberapa saat kemudian, saat Naruto jatuh pingsan, ada sosok seseorang yang keluar dari balik pohon beberapa meter dibelakang Naruto, dan mulai mendekatinya secara perlahan. sosok itu kini sudah berdiri disamping tubuh pingsan Naruto. Sosok itu kemudian berjongkok.
"Kau sungguh manusia yang kuat..." Ujar sosok itu, yang terdengar dari suaranya adalah seorang perempuan.
==Oo Atarashi_Seikatsu oO==
'At Shikamaru'
Shikamaru kini tengah bersiap – siap di rumah. Dia kini tengah memakai seragam khas murid sekolah dari Kuoh Academy, yaitu kemeja pendek berwarna putih yang dia dia kancingkan sampai dadanya, dan memakai blazer berwarna hitam, dan celana berwarna hitam, dan sebuah sepatu berwarna hitam. Ini adalah hari pertama Shikamaru untuk memasuki sekolah Kuoh. Sesuai dengan apa yang dikatakan Grayfia, dia hanya tinggal masuk ke sekolah.
"Hahhh... merepotkan, jika bukan karena perjanjian..., aku lebih memilih untuk tidur sepanjang hari." Gumam Shikamaru dengan malasnya. Dia kemudian melihat kearah jam yang kini menunjukan pukul 06:15.
"Hahhh... masih pagi, tapi tak apalah. Lebih cepat,. lebih baik." Ujar Shikamaru dengan malas, dan mulai melangkahkan kakinya keluar rumah untuk segera berangkat, tak lupa dia mengunci pintunya terlebih dahulu. Bagaimanapun rumah ini harus selalu aman, karena banyak barang yang berharga didalamnya. Shikamaru dengan malas mulai melangkahkan kakinya. Dia kemudian melihat kearah langit yang terlihat cerah.
"Hahhh... Tugas yang baru akan benar – benar ku tempuh dari sekarang..." fikir Shikamaru helaan nafas berat.
'Skip'
Shikamaru kini sudah sampai didepan gerbang dari Kuoh Academy, dia bisa melihat bahwa sekarang kondisi sekolah masih agak sepi. Tentu saja, ini masih bisa dihitung terlalu pagi untuk berangkat sekolah. Setelah puas melihat – lihat, Shikamaru langsung melangkahkan kakinya masuk ke area sekolah, tujuannya saat ini adalah ruang kepala sekolah, dia harus memberi confirmasi kepada kepala sekolah bahwa dia sudah siap untuk melaksanakan aktifitas belajar mengajar di sekolah ini.
Namun Shikamaru benar – benar langsung dibuat bingung sekarang ini. Dia bingung harus mencari ruang kepala sekolah kemana. Oh hey, sekolah ini begitu besar dan luas. Untuk orang awam sepertinya ini, adalah suatu hal yang pasti membingungkan. Bahkan untuk orang secerdas Shikamaru sekalipun. Dan itu membuat Shikamaru terus mengumpat sambil mengucapkan kata favoritnya. Karena tidak mau membuang waktu terlalu lama, Shikamaru berinisiatif untuk bertanya pada salah satu murid yang kebetulan tengah berjalan berlawanan arah dengannya.
"Anoo... Sumimasen...Aku Nara Shikamaru., bisakah aku bertanya sesuatu?" Tanya Shikamaru pada seorang Siswi cantik bertubuh kecil, berambut hitam pendek, mempunyai mata beriris Violet yang dibingkai oleh sebuah kacamata sehingga memberikan kesan tegas untuk wanita itu, ditambah expresi yang memang selalu terlihat serius. Merasa menjadi sasaran pertanyaan wanita itu langsung mengalihkan perhatiannya pada Shikamaru.
"Ah... Ya, tentu Nara-san. Aku Sona Shitori, aku adalah ketua Dewan sekolah disini" Ujar perempuan yang ternyata bernama Sona.
"Jadi., dia adalah salah satu iblis muda yang di maksud Shirzechs-san." Fikir Shikamaru, sambil menatap Sona dengan tatapan intens. Sementara Sona yang menjadi objek tatapan, kini merasa sangat Risih karena di tatap secara intens oleh Shikamaru. Sona kemudian berdehem untuk membuat Shikamaru tersadar. Dan itu berhasil, karena Shikamaru yang mendengar deheman dari Sona, langsung tersadar dari alam fikirannya.
"Oh.., Maaf.., bisakah kau memberitahuku dimana letak ruang kepala sekolah berada Shitori-san?...," Tanya Shikamaru dengan sopan. Bagaimanapun dia tidak mau membuat kesan buruk didepan seorang dewan sekolah, karena ini adalah hari pertamanya di sekolah ini.
"Baiklah Nara-san... ikuti aku." Ujar Sona, kemudian dia mengantarkan Shikamaru keruang kepala sekolah. Disepanjang perjalanan hanya keheninganlah yang tercipta diantara mereka berdua, Sona yang fokus pada jalan didepannya, sementara Shikamaru kini tengah tenggelam dalam fikirannya sendiri. Namun keheningan itu terpecah saat Sona memecah keheningan terlebih dahulu.
"Jadi., apakah kau ini murid baru ?" Tanya Sona, dengan nada datarnya. Sementara Shikamaru yag merasa ditanya, langsung mengalihkan tatapannya pada Sona disampingnya.
"Hmmmm... aku pindahan dari Academy di kyoto." Ujar Shikamaru dengan nada yang agak terlihat malas.
"Begitukah...,?" Ujar Sona, dan hanya dibalas anggukan dan gumaman saja oleh Shikamaru. Terjadi kembali keheningan diantara mereka berdua. Dan beberapa saat kemudian, Shikamaru dan Sona kini sudah sampai didepan ruang kepala sekolah.
"Nah.., kita sudah sampai Nara-san. Kalau begitu, aku pergi terlebih dahulu. Sebentar lagi jam masuk akan segera dimulai." Ujar Sona kemudian.
"Baiklah Shitori-san.., terimakasih atas bantuannya." Ujar Shikamaru sambil berojigi. Sona hanya mengangguk kemudian mulai melangkahkan kakinya pergi.
"Sepertinya mengawasi mereka, tidak akan terlalu sulit... Hahhh.., Merepotkan" Fikir Shikamaru dengan lemasnya. Dia kemudian mengetuk ruang kepala Sekolah.
'TOK TOK TOK'
"Masukk..."
Setelah mendengar perintah masuk dari dalam, Shikamaru lalu membuka pintu pintu secara perlahan.
"Permisi..." Ujar Shikamaru Sopan.
"Ah silahkan.. silahkan..., ada apa kau kemari?" Ujar sang kepala Sekolah.
"Aku Nara Shikamaru, Siswa pindahan dari Kyoto..." Ujar Shikamaru memeperkenalkan dirinya sambil membungkuk hormat.
"Ohhh... jadi kau adalah siswa pindahan itu... namun bukannya kemarin yang mendaftarkanmu bilang, bahwa siswa pindahan itu ada dua orang?" Tanya sang kepala sekolah dengan heran.
"Ahhh... Naruto Uzumaki ?... ah sepupuku itu sedang menjalani perawatan terlebih dahulu Kōchō, dia baru bisa masuk sekolah nanti minggu depan." Ujar Shikamaru memberi alasan kenapa Naruto sama sekali tidak bersamanya. Meskipun itu adalah sebuah kebohongan.
"Berbohong di hari pertama, heh ?!" Fikir Shikamaru dengan helaan nafas berat.
"Begitukah..., Baiklah kalau begitu, kau boleh masuk kekelasmu sekarang Nara-san., dan kelasmu berada di lantai tiga, kelas 3-1" Ujar sang kepala sekolah kemudian. Dan dibalas dengan anggukan sopan oleh Shikamaru. Dia kemudian keluar dari ruang kepala sekolah setelah mengucapkan terimakasih terlebih dahulu, dan mulai berjalan naik kelantai tiga untuk segera masuk kekelasnya. Dan sepertinya ini sudah masuk ke jam pelajaran, karena kini keadaan sekolah sudah sepi dari para murid. Shikamaru tidak terlalu peduli akan hal itu, dia lebih terfokus untuk mencari dimana ruang kelas yang akan dia tempati Nanti.
"3-1...,,, 3-1..., Ah, ini dia." Gumam Shikamaru saat dia sudah sampai di depan kelas yang akan dia tempati. Shikamaru kemudian menghela nafasnya terlebih dahulu. Dan mulai mengetuk pintu. Setelah beberapa saat kemudian, pintu didepannya terbuka dan menampilkan seorang guru laki - laki, yang kini tengah menatapnya dengan alis terangkat, bingung.
"Ahh... Saya Shikamaru Nara, saya murid baru dikelas ini Sensei." Ujar Shikamaru sopan. Sang Guru yang mengertipun tersenyum pada Shikamaru.
"Ahhh.. kau murid baru itu ternyata... baiklah ayo masuk." Ujar sang Sensei, dan dibalas anggukan oleh Shikamaru, dia kemudian mulai melangkah masuk mengikuti sang Sensei yang sudah masuk terlebih dahulu.
"Nahhh... semuanya perhatian. Kita mendapatkan murid baru disini." Semua murid yang mendengar perkataan sang sensei langsung mengalihkan tatapan mereka pada Shikamaru yang kini berdiri disamping sang Sensei,. Sang sensei yang merasa para muridnya sudah diam, langsung mengalihkan tatapannya pada Shikamaru.
"Baiklah..., sekarang perkenalkan dirimu Nara-san." Ujar sang Sensei ramah, dan dibalas anggukan dari Shikamaru.
"Nara Shikamaru., pindahan dari Kyoto Academy. Mohon bimbingannya untuk beberapa waktu kedepan." Ujar Shikamaru dengan nada malas sambil membungkuk.,tak banyak respon berarti dari para murid disana. Mereka hanya menampilkan tampang sweatdrop saat ini. Difikiran mereka mungkin hanya ada satu pertanyaan "Apakah dia memang berniat untuk sekolah?" .
Shikamaru sendiri hanya cuek – cuek saja, akan tanggapan dari para murid di kelas ini. Dan malah dia sempat – sempatnya untuk menguap, untung sang sensei sedang tidak menatap dirinya saat ini. Namun berbeda dengan para siswa disana. Mereka makin sweatdrop akan prilaku dari Shikamaru.
"Baiklah Nara-san, kau bisa duduk di bangku belakang di pojok dekat jendela. dan aku adalah Souta, guru Matematika." Ujar sang Sensei, sambil memperkenalkan dirinya. Dan dibalas dengan anggukan mengerti oleh Shikamaru. Dan mulai melangkahkan kakinya untuk pergi kebangkunya.
"Baiklah semuanya., kita lanjutkan kembali pelajarannya." Ujar sang sensei. Kemudain kegiatanpun langsung dlanjutkan kembali. Sementara Sikamaru, dia tengah tenggelam dalam fikirannya sendiri sambil menatap kearah luar jendela dengan tatapan bosan.
"Hahhhh... benar – benar merepotkan." Fikir Shikamaru dengan bosannya.
"Tapi setidaknya aku bisa mengawasi dua iblis muda secara langsung dan dengan peeragenya..., Untung aku ditempatkan di kelas yang sama dengan mereka." Lanjutnya lagi sambil memperhatkan beberapa iblis yang berada di kelas ini.
'Skip Time'
'Kriiiinggg'
Bel tanda pulang sekolah menggema dengan indahnya di setiap penjuru sekolah Academy Kuoh ini. Bel itu disambut dengan riuh penuh suka cita dari para murid, namun sepertinya tidak dengan salah satu tokoh utama kita ini. Shikamaru kini hanya menguap bosan saat mendengar bel tanda pulang sekolah itu.
"Hoaammmm... kupikir ini akan berjalan sangat lama. Hari pertama berjalan lancar, tinggal mencari informasi mengenai para iblis muda... hahh benar – benar merepotkan." Fikirnya dengan menguap lagi sambil membereskan peralatan sekolahnya. Dia menjadi siswa yang terakhir keluar dari kelas. Shikamaru kemudian melangkahkan kakinya, tujuannya adalah atap sekolah. Ada hal yang harus dia lakukan terlebih dulu. Saat sudah sampai di atap, Shikamaru terlebih dahulu memastikan tempat ini sepi atau tidak. Merasa tidak ada siapa – siapa, Shikamaru kemudian merangkai beberapa handseal.
'Bunshin No Jutsu'
DI depan Shikamaru kemudian terbentuk bayangan yang identik dengan Shikamaru.
"Kau..., terus awasi Rias, dan juga Sona... gunakan Hange, dan jangan sampai ketahuan." Titah Shikamaru pada bunshinnya dengan Serius, yang langsung dibalas dengan anggukan oleh sang Bunshin. Mendapat respon mengerti dari bunshinnya. Shikamaru yang asli kemudian menghilang dari tempatnya berdiri dan pergi dari atap sekolah via Sunshin, menuju rumah dan meninggalkan sang bunshin dengan tugasnya. Sang bunshin lalu menggunakan hangenya menjadi seorang ninja berpangkat Anbu, dengan topeng rusa menutup mukanya. Dan langsung menghilang via Shunsin meninggalkan atap yang menjadi sepi.
'At Shikamaru'
Shikamaru langsung muncul dalam kepulan asap khas shunshin di depan rumahnya. Untung tidak ada siapa - siapa saat dia melakukan itu. Dia kemudian mulai melangkah mendekati pintu sambil mengeluarkan kunci dari saku celananya. Dia kemudian membuka pintu dan masuk dengan malasnya. Saat melewati ruang tamu Shikamaru langsung menghentikan langkahnya dan dibuat heran saat dia bisa melihat Naruto yang tengah berbaring sambil menatap kosong ke atap – atap rumah.
"Naruto?" Panggil Shikamaru dengan Nada Heran. Naruto yang mendengar ada yang memanggilnya langsung tersadar dari lamunannya. Dan langsung mengalihkan tatapannya pada Shikamaru yang kini tengah menatapnya dengan sebelah alis yang terangkat.
"Ah... Shika. Selamat datang.." Ujar Naruto sambil mencoba merubah posisinya menjadi duduk dengan agak susah payah. Shikamaru semakin bingung sekarang. dia kemudian melangkahkan kakinya mendekati Naruto dan duduk di sofa yang bersebrangan dengan Naruto.
"Kau baik – baik saja, Naruto?" Tanya Shikamaru dengan heran. Sementara Naruto yang ditanya seperti itu oleh Shikamaru hanya menghela nafas berat.
"Yeahh... aku hanya mengalami beberapa masalah pada bagian tubuh." Ujar Naruto mengelak. Namun Naruto langsung dibuat tertawa garing saat Shikamaru langsung menatapnya dengan tatapan seolah meminta penjelasan.
"Sebenarnya aku mengalami masalah saat melakukan tugas, dan yeahhh... aku bertarung dengan salah satu orang dari bangsa Daitya. Dan yahh, begitulah jadinya." Jelas Naruto untuk Shikamaru yang memiliki otak encer, dia sudah mengerti akan penjelasan ambigu yang diberikan oleh Naruto. Dan itu membuatnya langsung menghela nafas lelah.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan sampai – sampai harus terlibat dengan seseorang dari bangsa Daitya?" Tanya Shikamaru dengan Serius, kemudian Naruto langsung menjelaskan semua kejadian yang Naruto alami sambil mempertlihatkan kedua pedang yang dia dapatkan. Setelah selesai menjelaskan kini Shikamaru mulai merubah expresi seriusnya menjadi ekspresi yang terlihat lelah.
"Hahhh... kau memang benar – benar magnet masalah Naruto." Ujar Shikamaru dengan helaan nafas lelah. Naruto sendiri hanya cengengesan atas perkataan dari Shikamaru barusan.
"Lalu bagaimana dengan mencari informasi?" Tanya Shikamaru kembali masuk ke mode Serius.
"Untuk masalah itu aku sudah menyebar bunshin kebeberapa daerah yang penting, dan tinggal menunggu mereka mencari nformasi." Ujar Naruto dengan Santai.
"Baguslah kalau begitu. Oh yah, kau bilang kau mengalami luka parah saat sesudah bertarung, lalu siapa yang sudah mengobatimu?" Ujar Shikamaru dengan heran menatap Naruto. Sementara Naruto sendiri tidak menjawab, dia hanya memberikan sebuah Note kecil kepada Shikamaru. Shikamaru kemudian langsung membaca isi dari Note tersebut.
'Cepat Sembuh... dan semoga kau baik – baik saja setelah ini. Ne~ Naruto Uzumaki-kun'
'NH'
Itulah isi dari Nota yang diberikan oleh Naruto padanya, namun itu sama sekali tidak memuaskan Shikamaru, karena menurutnya itu sama sekali tidak menjawab pertanyaannya tadi. Dia kemudian menatap Naruto dengan tatapan seolah – olah meminta penjelasan. Naruto yang melihat itu hanya menghela Nafas.
'Flasback'
Naruto P.O.V
Ugghhh... ringisku agak kesakitan. Aku merasakan beberapa rasa sakit dari bagian tubuhku. Sepertinya aku tadi pingsan. Cihhh benar – benar merepotkan. Aku kemudian langsung membuka mataku yang sejak tadi terpejam. Dan hal pertama yang kulihat adalah langit cerah. Sepertinya aku pingsan lumayan lama. Itulah isi fikiranku. Kemudian aku mencoba merubah posisi berbaringku ini untuk duduk. Namun karena luka – lukaku dari bekas pertarunagan tadi membuatku agak kesusahan untuk merubah posisiku ini. Hahhh... benar – benar merepotkan.
Naruto p.o.v End
Naruto dengan susah payah mencoba merubah posisinya menjadi duduk. Setelah berhasil Naruto langsung menyandarkan punggungnya pada pohon yang kebetulan ada dibelakangnya. Namun sepertinya Naruto belum menyadari sesuatu saat ini, dia sepertinya belum sadar bahwa luka yang tadi berada didadanya dan juga beberapa luka lainnya kini sudah tertutup oleh kain perban berwarna putih. Dan saat Naruto menyadarinya dia sungguh sangat terkejut. Dia kemudian merapa – raba bagian yang diperban itu.
"Siapa yang sudah mengobatiku?" Fikir Naruto dengan heran karena kini seluruh badannya sudah di perban dengan rapih. Naruto kemudian mengalihkan tatapannya kearah jaket yang sebelumnya dia pakai. Dan mencoba mengambilanya. Saat dia akan membeberkan jaketnya, dari sana Sebuah Nota kecil langsung terjatuh. Naruto yang melihat itu mengangkat alisnya bingung dan mengambil sebuah Nota kecil itu dan membacanya.
"Siapa dia? Kenapa dia menolongku?" Tanya irih Naruto entah pada siapa.
"NH?" Fikir Naruto, dia kemudian menyimpan note itu kesakunya. Dan mulai berdiri dari posisi duduknya dengan bertumpu pada pohon dibelakangnya.
"Hahhh... mungkin sebaiknya aku kembali saja, dan menyerahkan tugas ini pada bunshinku." Gumam Naruto, dia kemudian membuat satu Handseal andalannya.
'Kagebunshin No Jutsu'
Didepan Naruto kini terbentuk dua puluh bunshin yang identik dengan dirinya. Merasa sudah mengerti dengan tugas mereka, para bunshin langsung pergi dari tempat mereka via Sunshin. Naruto kemudian langsung menghilang dengan Sunshin Anginnya dari tempat itu dengan efek putaran angin seperti tornado. Meninggalkan tempat yang sudah hancur dimana - mana.
'Flashback End'
"Tunggu dulu. Jika dia menolongmu, itu berarti dia sudah mengetahui semua hal yang sudah terjadi padamu?" Tanya Shikamaru dengan agak terkejut, dan dibalas dengan anggukan santai oleh Naruto.
"Daripada memikirkan hal itu, bagaimana denganmu sendiri Shika..., apakah kau sudah mendapatkan informasi mengenai kedua iblis muda di kuoh?" Tanya Naruto pada Shikamaru. Sementara orang yang ditanya kini hanya menghela Nafasnya.
"Info pastinya belum aku dapatkan, aku hanya mendapatkan bagaimana rupa mereka saja. Lagipula aku sudah membuat satu bunshin untuk mencari informasi mengenai mereka." Jelas Shikamaru dengan Nada malas. Dan hanya dibalas anggukan mengerti oleh Naruto.
"Aku akan tetap masuk sekolah minggu depan, dan mungkin akan mengawasi mereka dari jauh dalam waktu seminggu itu." Ujar Naruto dengan helaan nafas lelah. Sementara Shika yang juga sudah malas hanya mengangguk sambil menguap bosan.
"Terserah kau saja... Aku pergi kekamar dulu..., hari pertama sungguh membuatku merasa lelah sekarang." Ujar Shikamaru, kemudian dia berdiri dari posisi duduknya dan mulai melangkahkan kakinya untuk pergi kekamarnya, meninggalkan Naruto yang kini tengah melamun sambil menatap kosong atap rumah.
"NH? Siapa kau sebenarnya?" Ujar Naruto dalam hati.
"Hahhh... Sebaiknya aku berlatih dari pada memikirkan tentang hal seperti ini." Gumam Naruto, dia kemudian melangkahkan kakinya keluar rumah lewat belakang. Setelah dia sampai diluar dia kemudian mengeluarkan sebuah gulungan besar dari segel di telapak tangannya, dan mulai membukanya.
'Kumpulan semua jutsu para kage.' Itulah judul dari gulungan yang kini sedang dibaca olehnya. Naruto langsung terlihat tersenyum sumringah dan terlihat antusias, saat dia menemukan sebuah jutsu yang membuatnya tertarik.
"Sepertinya aku akan mempelajari Jutsu ini mulai sekarang. Karena sepertinya Jutsu ini akan sangat berguna." Fikir Naruto dengan antusiasnya. Naruto kemudian membuat kekai penghalang yang sudah dilapisi genjutsu, di halaman belakang rumahnya yang luas itu.
"Yosshhhh... Waktunya mempelajari jutsu baru. Jutsu ini pasti akan sangan berguna untuk pertarunganku nanti." Ujar Naruto dengan semangatnya. Dia kemudian mulai membaca, bagaimana cara mempelajari jutsu ini.
"Jadi begitu... Baiklah., dalam waktu satu minggu aku harus bisa menguasai jutsu ini."
'Kagebunshin No Jutsu'
Lalu didalam kekai itu mulai terpenuhi oleh puluhan Naruto yang langsung melakukan latihan itu dengan penuh semangat, dan saking semangatnya, Naruto sampai melupakan bagaimana kondisi tubuhnya saat ini.
==Oo Atarashi_Seikatsu oO==
'Skip Time'
Ini adalah waktu stirahat untuk seluruh warga penghuni Kuoh. Diwaktu istirahat ini dimanfaatkan seluruh murid dengan baik, ada yang memanfaatkannya untuk mengerjakan tugas dengan meminjam contekan dari teman, ada yang pergi ke kantin untuk mengisi perut kosong mereka, dan bahkan ada yang memanfaatkan istirahat ini untuk melakakun hal - hal yang nista, seperti mengerjai teman, dan mengntip ruangan yang dikatakan khusus wanita, untuk melihat bongkahan buah yang selalu memantul jika mereka bergoyang. Namun lupakan hal itu, kini kita beralih pada Shikamaru yang kini tengah berada diatap sekolah dan berbaring di atas penampungan air, sambil menatap awan di langit. Namun Shikamaru langsung mengalihkan tatapannya. Saat dia bisa merasakan kehadiran seseorang di belakangnya.
"Memanfaatkan waktu istirahat untuk kegiatan rutinmu eh ?" Ujar Seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Naruto, yang memakai pakaian seperti kemarin.
Shikamaru hanya membalas ucapan Naruto dengan gumaman saja dan itu membuat Naruto langsung mendengus.
"Hmmm... Sepertinya, aura ditempat ini sangat bercampur." Ujar Naruto sambil memperhatikan seluruh kegiatan semua murid dari atas sana.
"Yeah... Disini ada dua iblis muda, dan juga beberapa manusia yang mempunyai Sacred Gear." Ujar Shikamaru santai, masih dengan membaringkan tubuhnya. Naruto hanya membalasnya dengan anggukan singkat, dan kembali memperhatikan keadaan sekolah itu. Tatapannya terus menyisir seluruh daerah ditempat itu. Naruto kemudian langsung mengangkat alis kepalanya, saat dari atas, dia melihat dua orang wanita, yang terus mendapati teriakan - teriakan kagum, perempuan pertama mempunya rambut merah crimson mempunyai paras yang cantik dengan kulit putih, lalu mempunya iris mata blue-green yang sangat indah. Dan dia mempunyai pengawakan, berkulit putih dan juga..., dua buah aset berukuran, besar. Dan wanita kedua, dia adalah wanita cantik berkult putih, mempunyai surai hitam yang diikat ekor kuda menggunakan pita berwarna orange, memiliki iris mata berwarna violet, dan yahhh, mempunyai perawakan yang begitu sempurna. Mereka berdua adalah, Rias Gremory dan juga Akeno Himejima mereka adalah Two Great Ladies di Kuoh Academi ini.
"Rias Gremory dan Akeno Himejima..." Gumam Naruto menyebutkan Nama dari mereka berdua. Dan dibalas dengan anggukan oleh Shikamaru.
"Ternyata., julukan kembar identik itu sangat benar. Seiren mempunyai tingkat kemiripan 97%, dengan Rias. Yang membedakan, hanya sifat, sikap, gaya rambut, dan warna mata yah ! Hmmm" Fikir Naruto sambil mengobsevasi Rias dan Akeno dari atas sana.
Namun aktifitasnya langsung teralihkan saat, dia mendengar teriakan kembali dari para wanita di bawah, yang kini tengah mengejar 3 orang siswa yang terlhat sangat panic.
"HENTIKAN KE-TIGA ORANG MESUM ITUU... " Teriak salah satu wanita berpakaian khas seorang, pemain kendo lengkap dengan senjatanya. Wanita itu beserta dengan teman - temannya kini tengah mengejar tiga orang yang mereka sebut mesum, dengan marah.
"Awaaaassssss..." Teriak salah satu laki - laki berambut coklat dengan panic, diikuti kedua temannya yang botak, dan yang berkacamata.
Naruto yang melihat adegan itu hanya sweatdrop akut. Sepertinya dia tahu apa penyebab mereka bertiga dikejar - kejar oleh satu batalion wanita dari club kendo itu.
"Sepertinya..., kenistaan dari orang mesum tingkat akhir seperti Ero-sannin, tidak hanya ada di dunia ninja saja. Tapi sepertinya ajaran nistanya sudah mencapai dimensi ini." Fikir Naruto dengan keringat jatuh besar dikepalanya. Shikamaru hanya menguap saja menanggapi respon dari Naruto yang sedang sweatdrop itu. Namun Naruto langsung bersikap kembali seperti biasa saat dia merasakan ada orang yang sedang mendekat kemari.
"Sepertinya aku harus pergi dari sini sekarang..., Jaa Ne~ Shika." Setelah mengucapkan itu Naruto langsung menghilang dalam kepulan asap. Sementara Shikamaru hanya menghela Nafasnya bosan, dan kembali berbaring dengan nyamannya, dan juga dia menghilangkan hawa kehadirannya, agar tidak diketahui keberadaannya oleh orang yang akan datang nanti.
'Cklek'
Seorang perempuan langsung membuka pintu atap, dia adalah Sona Sitri, sang ketua dewan di sekolah Kuoh ini. Dia saat ini sedang melakukan pengecekan, memastikan bahwa tidak ada murid yang berkeliaran jauh, karena beberapa menit lagi bel masuk akan segera berbunyi.
"Hahhh... Pekerjaan Osis sungguh sangat merepotkan." Gumam Sona dengan helaan nafas, dan mengucapkan sebuah umpatan singkat mengenai kegatannya.
Shikamaru beruntung, karena tempatnya sekarang ini berada di balkon di atas pintu masuk ke atap, dan karena dia menyembunyikan hawa keberadaannya, dia bisa selamat dari Sona.
Sesudah memastikan bahwa tempat itu sepi, Sona langsung kembali turun untuk melakukan pengecekan di tempat lain. Sementara Shikamaru yang masih berada di tempatnya hanya tersenyum kecil saat mengngat umpatan, yang dungkapkan Sona barusan.
"Dasar wanita...,"Ujar Shikamaru dengan nada geli dan memejamkan matanya kembali untuk meneruskan acara tidurnya.
Sementara Naruto yang memperhatkan kejadian itu dari kejauhan hanya tersenyum geli. Dan setelah puas, dia langsung pergi dari tempat itu dengan sunshin anginnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...
.
TBC
Spyair_-_The Limited World
.
.
.
.
And Yeppp.. Ini dia chap 5nya ! Maaf kalo agak berantakan, maklum ane masih dalam kondisi kelelahan karena saya baru sampai mengnjakan kaki kembali di bekasi tadi sore, dan karena kelelahan, saya belum sempat memperbaiki typo(s) dan yg lain2nya. Dan juga saya, publish ini lewat hp, jadi pasti perbaikannya agak susah.
Ah... Dan untuk fic saya yg satu lagi, akan Update senin atau rabu, tergantung watunya aja.
Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Selebihnya bisa kalian tanyakan, lewat revew, FB, ataupun BBM, tergantung enaknya aja untuk kalian.
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom revew, baik itu saran, kritik, maupun Flame sekalipun.
Oke.. Jaa Ne~
Hyosuke : Log Out
