Balasan Revew :
Special Revew buat Vin'DieseL D'. newgates : AH.. buat anda saya mau minta maaf yang sebesar – besarnya. Saya disana kemarin melupakan beberapa hal, dan beberapa fakta penting, Bahwa kata 'Coeg' mempunya artian yang beda di beberapa daerah. Saya memaklumi kalau anda sangat marah dan kesal pada saya yang tidak bisa mengontrol pengucapan saya. Tapi taka pa, jika anda memang udah kecewa, saya juga gak bisa maksa. Lagipula itu memang murni kesalahan saya. Dan karena saya masih menghormati anda sebagai senior, saya meminta maaf yang sebesar – besarnya. Dan saya tidak menganggap hinaan anda sebagai flame, karena anda mencaci itu bukan pada karya saya, tapi langsung pada saya. Dan terimakasih sudah memberikan perkataan pedas itu, itu membuat saya sadar, bahwa setiap orang mempunyai, adat, tutur kata, kepribadian yang berbeda. Dan permintaan Maaf ini juga saya tunjukan kepada kalian semua.
Another-san : Emang sih, di chap kemarin Naruto keliatan lemah, namun kan saya udah nulis di awal, bahwa disini StrongNaru. Dan lagian yang kemarin ntuh Naruto berada di mode ashura tingkat pertama jadi dia belum memakai senjutsu.
Reynatan chan : Seiren pasti ikut nyusul kok, mungkin sekitar 2 chapter lagi.
Namikaze : Mungkin ane belum memberikan keterangan. Disini Naruto belum tahu menahu tentang Sharinngan yang didapatkannya, dan sebagian chakra jubi. Yang dia tahu, dia hanya mendapatkan elemennya aja.
Kevin913 : Mungkin masih agak lama buat naruto ngeluarin Sharinggannya.
Girang Namikaze 666 : Oi… Oiii.. kau ini, kasian sih kasian, tapi bisakah panggilan Loli-chan itu di hilangkan Vroh.. itu privasi. :v
Awim Saluja : Naomi tuh, dari Ras manusia biasa.
Another-san : Buat konflik yah.. hmmm, saya sih cumin menambahkan beberapa scan doing, dan buat konfliknya itu tergantung. SIppp
Uzumaki Namikaze GM : Buat Sharinggan pasti bakal keluar, namun hanya sebatas Tomoenya aja, terlalu mainstream jika saya menggunakan sampai tingkatan MS.
Nawawim : Masih tentunya, cumin jarang dikeluarin, soalnya ane gak terlalu focus di jutsu sih pas tarungnya
Perampok Fanfiction : hmmm… kayaknya enggak deh. Kemampuan dari Masammune lebih cenderung ke pedang biasa mungkin.
Uchiha Drac : sebenernya buat sekarang termasuknya masih Strong Naruto itu. Dan soal Goodlike, masih bakal ada peningkatan, soalnya ane gak terlalu suka kalo Naruto langsung Goodlike gitu aja.
Yuki Uzumaki Naruto : seharusnya udah ketebak bukan itu siapa. Disini isse belum jadi iblis.
Chairul. Anas. 52 : disini mungkin hanya mini harem kayaknya.
Ero Azazel : Secara fakta dari awal cerita, scan pasti mereka berdua terikat dengan iblis. Kan bagaimanapun mereka, nongol pas berada di Underworld daerah Iblis.
Maulana 59 : Yah kau benar. Kemampuan Naruto masih belum ane keluarin semua. Dan masalah buat Sharinggan. Ntuh pasti bakalan ada, namun bukan sekarang, karena Naruto emang belum tahu dia punya sharinggan, mungkin beberapa scan lagi kayaknya NAruto bisa ngeluarin tuh Sharinggan.
Mungkin hanya itu saja buat balasan revew kali ini. selebihnya nanti ada di akhir chapter ini.
Happy Reading.
One Ok Rock_-_Sonzai Shomei
.
.
Title :AtarashiSeikatsu
Author :HyosukeRyukisi
DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.
Rating : T+
GENDRE :Adventure, Romance,Family, Drama, Fantasy, Humor.
Pair :Narutox Seiren(OC)xNaomi (OC) xRossweisse
ShikaxSona
Warning(s) : AU, Sami-Cannon, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan, StrongNaru, OOC Naru and etc.
Summary :Karena sebuah kecelakaan di dunia asli mereka, kedua sahabat ini harus rela terjebak dalam masalah yang sangat merepotkan didunia yang mereka singgahi sekarang. Namun mereka bertekad, akan menyelesaikan permasalahan di dunia yang mereka tempati saat ini. Cinta dan kebahagiaanpun juga ikut mewarnai hari – hari mereka disana.
"Normal"
"Thinkin"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'
Chap 6
.
.
.
.
.
.
.
Pagi kini mulai menjelang, pagi yang indah dan juga cerah. Setiap orang kini sudah mulai kembali menjalankan rutinitasnya masing – masing. Dari yang berangkat bekerja, dan hal – hal lainnya. Namun kita lupakan hal itu, kita kini beralih kepada tokoh utama kita. Naruto Uzumaki, kini sedang melakukan lari pagi di hari yang indah ini. Dia kini sedang memanfaatkan waktu luangnya untuk melakukan latihan total, dan juga untuk penyembuhan untuk luka – luka yang dihasilkan dari pertarungannya dengan Asura tempo hari. Naruto, melakukan lari pagi dengan mengelilingi daerah kota Kuoh ini,dan ini adalah putarannya yang kesepuluh.
"Setelah ini pergi kehutan dan kembali menpelajari jutsu." Gumam Naruto disela Larinya.
'Bruk'
Namun sepertinya karena tidak terlalu terfokus ke jalan, Naruto dengan tidak sengaja menubruk seorang pejalan kaki yang kebetulan berlawanan arah dengannya. Sehingga membuat mereka saling bersenggolan.
"Ahh… Maaf.," Ujar Naruto meminta maaf sambil menghadap pada seseorang yang tadi di tubruk olehnya yang ternyata seorang pemuda berambut coklat dan memakai seragam sekolah khusus Kuoh Academi.
"Hehehe… Tidak apa – apa. Ini juga salahku, kerena melamun saat sedang berjalan." Ujar pemuda itu sambil mennggaruk bagian belakang kepalanya. Naruto sendiri hanya mengangkat sebelas alisnya, saat melihat pemuda didepannya itu.
"Bukankah…, dia murid mesum yang kemarin dikejar – kejar para wanita di Kuoh Academy?" Fikir Naruto sambil menatap pemuda itu dengna tatapan mengobservasi. Sementara sang pemuda yang menjadi obkjek observasian hanya mengangkat alisnya bingung.
"Apa, ada sesuatu yang salah..?" Tanya pemuda itu dengan heran. Naruto yang mendengar pemuda itu kembali berbicara, langsung tersadar dari alam fikirannya.
"Ahhh…, Tidak., baiklah kalau begitu, aku pergi dulu. Dan sekali lagi maaf Atas kejadian tadi." Ujar Naruto sambil melakukan Ojigi, yang dibalas dengan anggukan mengerti dari si pemuda tadi. Naruto kemudian mulai berbalik dan kembali melanjutkan larinya, sementara si pemuda tadi, juga langsung melanjutkan kembali langkah kakinya.
"Dia mempunyai sesuatu yang unik didalam dirinya., Secred Gearkah…?" Fikir Naruto, disela – sela larinya. Namun dia langsung menggelengkan kepalanya, membuang fikiran yang sempat hinggap dikepalanya tadi. Dia kemudian kembali mempercepat laju larinya untuk segera kehutan di pinggiran kota Kuoh.
'Skip'
Naruto kini sudah berada di dalam hutan yang letaknya sangat jauh dari kota Kuoh.
"Sepertinya berlatih disini cocok… Baiklah, mungkin pemanasan ringan terlebih dahulu.." Ujar Naruto kemudian dia mulai melakukan pemanasan, seperti Push up, dan sejenisnya.
Setelah selesai dengan pemanasan, Naruto kemudian membuat sebuah kekai yang dilapisi dengan Genjutsu di tempat itu, meski dia berlatih didalam hutan yang jauh dari keramaian. Dia hanya membuat sebuah pencegahan jikalau ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Dengan begini…, aku bisa leluasa untuk berlatih…" Ujar Naruto dengan tersenyum simpul. Dia kemudian memegang segel yang ada di pergelangan tangannya, lalu dari sana keluar sebuah gulungan yang lumayan besar. Naruto kemudian membuka gulungan itu dan membacanya dengan cermat.
"Elemen jinton yah… tingakat lanjutan dari kekkei genkai. Element Jinton terbentuk dari gabungan elemen api, angin dan tanah. Pengguna jinton dapat memanipulasi molekul, setiap jutsu dari element Jinton dikatakan dapat memusnahkan apapun yang berada dalam jalur jangkauan jutsu, dan menghancurkannya sampai menjadi molekol terkecil. Cara mengeluarkan jutsu adalah dengan cara mengontrol pengeluaran dari chakra Api, Angin, dan Tanah dengan tingkatan yang sama dan seimbang di dalam tubuh." Ujar Naruto membaca isi gulungan jutsu.
"Hmmm… Tidak ada penjelasan rinci bagaimana cara mempelajari Jutsu ini. Hahhh., sepertinya aku memang harus mandiri, dan memecahkan rahasia mempelajari Jutsu ini sendiri., Huhhh, merepotkan." Ujar Naruto dengan helaan Nafas berat. Dia kemudian membuat satu buah Handseal.
"Baiklah…, mungkin dengan jumlah yang banyak, akan dapat mempersingkat waktuku mempelajari Jutsu ini."
'Taju Kagebunshin No Jutsu'
Setelah itu, tempat yang tadinya sepi, kini mulai terpenuhi dengan ratusan kembaran dari Naruto, mereka semua dengan serentak langsung memulai melakukan latihan mempelajari elemen baru dengan semangat.
"Baiklah. Dengan begini aku bisa mempersingkat waktuku..,Bagaimanapun juga, Aku harus bisa menguasai jutsu ini dalam waktu dekat…" Fikir Naruto sambil mencoba untuk memfokuskan ketiga Chakra dalam tubuhnya. Setelah merasa cukup, Naruto kemudian merangkai beberapa Handseal.
"Tikus – Babi – Ular…." Setelah itu Naruto kemudian mengangkat kedua telapak tangannya kedepan.
'Jinton : Genkai Hakuri'
Secara perlahan – lahan dari telapak tangan Naruto mulai terbentuk sebuah cahaya, namun itu hanya sesaat. karena beberapa saat kemudian, Jutsu itu langsung menghilang begitu saja dari telapak tangan Naruto. Dan itu dialami juga oleh sebagian bunshin disana.
"Cihh… Sepertinya aku belum terlalu bisa mengatur pengeluaran chakra untuk jutsu ini." Decih Naruto dalam Hatinya, saat dia gagal melakukan Jutsu itu.
"Hahhhh…. Baiklah, ayo kita coba kembali." Ujar Naruto memberi semangat. Mereka semua dengan serempak langsung kembali melanjutkan mempelajari Tekhnik andalan dari Sang Tsucikage Onoki. Tak ayal bahkan sebagian bunshin ada yang langsung menghilang karena tidak bisa mngontrol pengeluaran Chakranya, namun Naruto tidak menyerah, dia kembali terus, dan terus mencoba.
'TimeSkip'
'At Kuoh Academi'
Sekarang ini adalah waktu istirahat untuk seluruh murid di Kuoh Academy. Dan ini sudah hampir memasuki waktunya masuk kembali. Semua murid kini sudah bergegas kembali kekelasnya, agar mereka tidak terlambat. Namun tidak dengan salah satu tokoh utama kita, Shikamaru. Dia saat ini tengah berada di atap seperti biasanya. Shikamaru disana kini sedang berbaring dengan nyamannya dengan mata yang tertuju kelangit.
Ini adalah hobinya sejak dari kecil, menatap awan. Entah apa menariknya menatap awan, namun yang jelas bagi Shikamaru, itu adalah salah satu hal yang menarik. Namun dia sedikit terlonjak kaget saat pintu menuju atap di dobrak begitu saja, oleh seseorang. Shikamaru kemudian langsung merubah posisinya menjadi duduk, penasaran siapa yang melakukan hal yang keji pada pintu itu tadi. Dan dia bisa melihat seorang perempuan yang dia kenal sebagai Sona Sitri sang ketua Osislah yang melakukan keributan tadi. Shikamaru mengangkat alisnya bingung dengan kelakuan dari Kaicou satu ini.
"Ada apa dengan wanita itu..?" Fikir Shikamaru dengan heran sambil menatap Sona yang kini berada di bawah dengan satu alis terangkat. Sementara dengan Sona sendiri, dia kini tengah menatap seluruh inci dari atap sekolah. Ini adalah salah satu tugasnya, yaitu untuk memastikan tidak ada siswa yang membolos jam pelajaran, meski ini masih belum waktunya masuk kelas, tapi tetap saja, waktu istirahat tinggal sebentar lagi.
Merasa tidak ada siapa – siapa, Sona bermasud akan kembali untuk memastikan lagi ditempat lain, namun saat dia berbalik, dengan tidak sengaja dia melihat siluet seseorang di atas. Dan saat dia mengalihkan pandangannya keatas, dia bisa melihat seseorang yang dapat Sona pastikan seeorang siswa baru yang baru tiga hari menginjakan kakinya di sekolah ini.
"Kenapa kau masih berada disini, jam pelajaran akan segera dimulai.., cepat turun dan segera kembali ke kelas." Titah Sona dengan tegas. Dia sungguh tidak suka jika melihat masih ada siswa yang tidak disiplin dan melanggar aturan. Sementara Shikamaru hanya memutar matanya, dan menguap bosan, saat mendengar perkataan tegas dari sang Kaichou.
"Dasar merepotkan…" Gumam Shikamaru dengan pelan "Waktu masuk masih lima menit lagi Kaichou… " Lanjut Shikamaru lagi membalas perkataan Sona dengan malasnya.
"Apa maksudmu? Setiap murud di tuntut untuk disiplin, dan menghargai waktu…" Ujar Sona kembali dengan tegas.
"Merepotkan… aku masih ingin bersantai." Ujar Shikamaru kembali berbaring. Sementara Sona yang melihat prilaku Shikamaru yang begitu jelek, langsung merasa jengkel. Namun masih dapat disembunyikan dengan tampang datarnya.
"Baiklah kalau begitu…" Sona kembali berucap dengan tenang, dia kemudian memejamkan matanya sambil membenarkan posisi letak kacamatanya dengan elegant.
"… setelah sekolah selesai kau harus datang ke ruangan-…"
'Tapp'
'Ceklek'
Sona langsung menghentikan ucapannya setelah mendengar suara – suara aneh itu. Dia kemudian membuka kelopak matanya dan melihat kini Shikamaru yang entah sejak kapan, sudah mulai menuruni tangga. Dan Meninggalkannya yang kini tengah menahan keksalah atas prilaku seenaknya dari Shikamaru.
"Dasar pria ..." Ujar Sona dengan kekesalan yang membuncah. Namun Sona langsung menenangkan emosinya, dan ikut Turun menuruni tangga untuk kembali kekelas, karena bel sudah berbunyi.
Sementara dari kejauhan di sebuah gedung yang bersebrangan dengan Kuoh Academy kita bisa melihat Naruto yang tengah tertawa puas saat dari tempatnya berdiri saat ini, dia bisa melihat bagaimana interaksi antara Shikamaru dan juga Sona.
"Hahaha… Aku tidak menyangka.., ternyata Si Rusa itu bisa dibuat jinak dan menurut, hanya karena sebuah ancaman. " Kata Naruto saat dia sudah bisa menenangkan rasa ingin tertawanya.
"Sona Sitri., dia benar – benar sama dengan Temari. Mampu menjinakan si Rusa pemalas itu." Fikir Naruto, dia kemudian kembali mengalihkan tatapannya ke area sekolah, dia kini tengah melakukan tugasnya seperti biasa, yaitu mengawasi dan mengobservasi gerak – gerik dari para Iblis muda.
"Jika diingat – ingat. Ini sudah tiga hari sejak aku dan Shikamaru tinggal di dunia manusia ini Tiga hari sejak aku berpisah dengan Seiren." Gumam Naruto sambil menatap langit cerah diatasnya.
"Kira – kira dia sedang apa yah sekarang?" Lanjut Naruto lagi dalam hati. Namun dia langsung menggelengkan kepalanya.
"Hahhh… Entah kenapa sekarang ini aku sangat merindukannya?!" Ujar Naruto dalam hati.
Naruto kemudian berdiri dari posisinya dan langsung menghilang dari sana via Shunsin Anginnya.
©©++Atarashi_Seikatsu++©©
Sore kini mulai menjelang, jam sudah menunjukan bahwa waktu sekarang adalah jam 4 sore. Dan itu adalah waktu bagi setiap orang untuk pulang kerumah mereka masing – masing. Namun sepertinya itu tidak berlaku untuk pemuda berambut coklat yang satu ini. Dia Hyudou Issei, kini tengah meratapi Nasibnnya dijembatan jalan. Dia kini tengah menyandarkan tubuhnya pada pembatas jembatan dengan, tatapan seolah tidak punya semangat hidup lagi.
"Kapan aku akan mendapatkan pacar…"Gumam Issei dengan lesu dan tampang drop tingkat akut yang jelas kentara terlihat diwajahnya.
"A-ano…S- Sumimasen.. apakah benar kau yang bernama Hyudou Issei-kun"
Tiba – tiba suara merdu seorang perempuan langsung menyadarkannya dari acara pundungnya, dia kemudian mengalihkan tatapannya kearah dimana suara itu berasal. Dan disana dia bisa menemukan seorang perempuan berparas sangat manis mempunyai surai hitam panjang yang digerai. Issei langsung menyipitkan matanya saat namanya disebut – sebut oleh wanita cantik itu.
Issei kini heran kenapa, perempuan ini bisa mngenali namanya, apalagi dia berbeda sekolah dengannya. Itu terlihat dari pakaian sekolah yang dikenakan perempuan itu sama sekali bukan pakaian sekolah Kuoh.
"Ya.. aku Hyudou Issei… kau siapa? Dan kenapa kau tahu namaku?" Tanya Isse dengan bertubi – tubi sambil menatap heran pada wanita itu yang kini terlihat sedang gugup.
"Umm… A-Aku Amano Yuuma… Apakah kau saat ini sedang tidak dengan siapa – siapa Hyudou-kun?" Tanya Yuma dengan gugup.
"Apa maksudmu?" Tanya Issei dengan bingung. Sementara Yuuma kini terlihat semakin gugup dengan rona merah diwajahnya. Dia secara tiba – tiba langsung menundukan kepalanya.
"Ahhh,… maksudku.. ummm.."
Issei semakini dibuat bingung dengan tingkah laku perempuan yang berada di depannya ini.
"Aku menyukaimu Hyudou-kun! Pacaranlah denganku." Ujarnya dengan nada yang agak ditinggikan, dan juga tak lupa rona merah yang menjalar dikudua pipinya.
'Issei P.O.V'
Whattt? Apakah dia sedang bercanda, atau Apakah aku sedang bermimpi sekarang ini... oh tuhan jika ini memang hanya mimpi tolong jangan pernah sadarkan aku… oh, lihatt… dia begitu manis sekali,.. apalagi kini dia tengah merona seperti itu, itu membuatnya semakin imut. Ohhh God, akhirnya, penderitaanku sebagai seorang perjaka tulen berakhir sampai disini. Terimakasih karena sudah mengabulkan permintaan orang mesum sepertiku ya Tuhan.
'P.O.V End'
Issei tanpa fikir panjang langsung mengangguk mengiyakan. Sementara Yuuma yang melihat itu langsung tersenyum senang masih dengan wajah yang merona.
"Jadi… A-apakah kita sekarang adalah sepasang kekasih." Tanya Issei dengan ragu – ragu. Sepertinya dia masih belum sadar betul dengan kejadian barusan. Sementara Yuuma yang mendengar itu langsung mengangguk dengan senyum manis yang menempel diwajahnya. Dan tanpa komando Issei langsung terlonjak kegirangan, dan membuat Yuuma langsung terkikik geli.
"Kalau begitu…besok kita berkencan issei-kun." Ujar Yuuma sambil tersenyum dan dibalas dengan anggukan semangat oleh issei.
'sementara itu disaat yang sama'
"Kenapa harus selalu aku yang berbelanja…." Keluh sang tokoh utama kita Naruto dengan lesu.
Narutu baru saja pulang dari acara belanjanya dengan kantong belanjaan di tangangan kanannya, kerena bahan – bahan pangan di rumah sudah menipis. seharusnya ini adalah tugas dari Shikamaru, namun karena dia malah tertidur dengan pulasnya. Sehingga dengan terpaksa Naruto yang harus melakukannya sendiri.
"Hahhh… Aku benar – benar akan menghajarnya nanti…" Ujar Naruto sambil mengepalkan tangannya penuh kekesalan. Naruto tertus berjalan menyusuri jalan, sambil menikmati pemandangan langit sore yang cerah ini. Namun perhatiannya langsung teralihkan saat dari kejauhan dia bisa melihat Issei dan seorang perempuan sedang berbincang – bincang.
"Bukankah itu si pervert yang tadi pagi?" fikir Naruto sambil mengangkat sebelah alisnya.
Namun Naruto langsung menatap tajam pada keduanya dari kejauhan. Saat dia bisa merasakan sesuatu yang aneh dari wanita yang kini tengah bersama Issei.
"Niat Jahat, Da-tenshi…?!" Gumam Naruto dengan dingin sambil terus memperhatikan keduanya dari kejauhan.
"Sepertinya Malaikat jatuh itu, mempunyai niatan jahat pada si pervert." Fikir Naruto sambil terus memperhatikan mereka berdua dari kejauhan. Naruto terus mengawasi mereka berdua dari kejauhan, dan kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat kearah Issei, setelah perempuan itu pergi.
"Sepertinya Rias Gremory juga tertarik pada bocah pervert ini." Fikir Naruto lagi saat dia bisa merasakan aura seseorang yang Naruto tahu adalah salah satu dari Peerage Rias Gremory. Namun Naruto hanya mengacuhkannya dan kembali ketujuannya. Naruto kemudian menepuk pundak Issei saat dia sudah berada Reflex ,Issei langsung membalikan badannya untuk melihat siapa yang menepuk pundaknya.
"Kita bertemu lagi ternyata…, jadi sedang apa kau disini disaat hari mulai malam begini.?" Ujar Naruto saat Issei sudah membalikan badannya.
"Ahh… kau, yang tadi pagi bukan?" Tanya Issei memastikan. Dan dibalas anggukan oleh Naruto dengan sinyum simpul.
"Kita belum berkenalan sebelumnya bukan…, Namaku Uzumaki Naruto." Ujar Naruto dengan ramah.
"Ahhh… yeahh, Aku Hyudou Issei, salam kenal Uzumaki-san." Ujar Issei juga dengan ramah.
"Panggil saja aku Naruto, tidak usah terlalu formal…," Ujar Naruto, dan dibalas dengan anggukan mengerti oleh Issei.
"… Dari jauh tadi aku melihatmu sedang bersama seorang perempuan. Apakah dia itu kekasihmu?" Tanya Naruto dengan ramah. Sementara Issei yang mendengar Naruto menanyakan perempuan tadi langsung dengan bangganya mengangguk dengan mantap.
"Tentu saja Naruto-san. Aku baru jadian dengannya barusan." Ujar Issei dengan bangganya, sementara Naruto hanya sweatdrop akan tingkah dari Issei.
"sepertinya ini adalah kali pertamanya berpacaran." Fikir Naruto dengan sweatdropnya.
"Begitukah…. Kau beruntung juga ternyata mendapatkan seorang perempuan yang manis" Ujar Naruto sambil Tersenyum simpul, dan Issei hanya tertawa sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.
"… ah, sepertinya aku harus pulang. Temanku sedang menunggu di rumah." Ujar Naruto kemudian. Sementara Issei yang mendengar itu hanya mengangguk mengerti.
"Baiklah., senang bisa bertemu denganmu Issei-san., kalau begitu aku duluan." Ujar Naruto dengan ramah.
"Yah…, senang juga bisa bertemu denganmu." Balas Issei dengan sopan juga. Naruto kemudian mulai melangkahkan kakinya menjauh, meninggalkan Issei yang kini masih berada ditempatnya. Saat sudah berada jauh dari Issei, Naruto kemudian masuk ke salah satu gang yang sepi. Naruto memastikan terlebih dahulu tempat itu sepi atau tidak. Merasa sudah aman Naruto kemudian membuat satu handseal.
'Kagebunshin No Jutsu'
Didepan Naruto kini terbentuk Satu bunshin Naruto.
"Kau awasi terus perempuan malaikat jatuh itu, dan cari info sebanyak – banyaknya." Titah Naruto pada bunshinnya. Sang bunshin mengangguk mengerti kemudian dia menghilang dari hadapan Naruto dengan Sunshin. Setelah bunshinnya pergi, Naruto kemudian kembali melanjutkan jalannya untuk kembali kerumah.
"Sebenarnya apa yang diinginkan para malaikat jatuh itu?" Fikir Naruto dengan penuh pertanyaan dikepalanya. Kini Naruto sudah sampai di depan rumah, dia kemudian mulai membuka pintu dan masuk kedalam. Saat diruang tengah, dia bisa melihat Shikamaru yang kini tengah menonton tv.
"Kupikir kau akan terus berada di atas kasur sampai besok. Shika." Ujar Naruto denagn nada menyindir. Shikamaru yang mendengar itu hanya menguap bosan.
"… terserah apa katamu." Ujar Shikamaru dengan malasnya. Naruto hanya mengangkat bahu tidak peduli dan kembali melanjutkan langkahnya menuju ke dapur, untuk menyimpan barang – barang belanjaannya.
"Jadi apa yang kau temukan hari ini Naruto?" Tanya Shikamaru yang kini sudah berada dibelakangnya. Naruto yang mendengar itu, langsung membalikan badannya dan menatap Shikamaru dengan serius.
"Hyudou Issei…, sepertinya, si bocah pervert ini, adalah salah satu pemegang Secred Gear. Dan saat ini dia sedang dalam pengawasanku, karena dia sepertinya sudah masuk dalam sebuah masalah." Jelas Naruto, sementara Shikamaru yang mendengar penjelasan dari Naruto, mengangkat sebelah alisnya, pertanda bingung.
"Maksudmu?" Tanya Shikamaru dengan heran.
"Seorang malaikat jatuh, kini tengah mendekatinya, entah apa tujuan darinya. Namun dilihat dari niatnya, mereka pasti memiliki niatan yang buruk…., Dan sepertinya dia juga kini, sedang menjadi target dari Rias Gremory." Jelas Narutu kembali, sementara Shikamaru yang sudah mengerti, langsung menganggukan kepalanya.
"Dan kita hanya tinggal menunggu, informasi yang didapatkan bunshinku." Lanjut Naruto kembali dengan serius. Shikamaru kembali menanggapinya dengan anggukan.
"Sepertinya…, perkiraanku salah, jika menganggap semua ini akan berjalan dengan mudah. Hahh…, merepotkan saja." Keluh Shikamaru atas semua kejadian yang akan mereka hadapi kedepannya, Naruto hanya tertawa menanggapi perkataan dari sahabatnya itu.
©©++Atarashi_Seikatsu++©©
Hari kini sudah menginjak malam. Disebuah hutan yang gelap, tempat disana kini kita bisa melihat genangan darah sangat banyak di tempat itu, bahkan ada sebagian potongan – potongan tubuh yang kini berceceran di beberapa tempat. Dan disuatu sudut, kita bisa melihat sesosok makhluk dengan bentuk yang sangat aneh. Dengan wajah yang menyerupai kuda, dengan badan seperti manusia, namun berukuran lumayan besar, kini tengah menikmati santapannya dengan lahap. Namun sepertinya kegiatannya harus rela terganggu, saat sebuah suaralangkah kaki langsung menginterupsi acara makannya.
Sang makhluk langsung mengalihkan tatapannya kebelakang, dan disana dia bisa melihat seorang yang memakai jaket berwarna putih berhodie yang menutupi seluruh kepalanya, dan memakai celana kargo pendek sebagai bawahannya. Makhluk itu langsung menyeringai senang, saat merasakan bahwa yang berada di depannya ini, adalah seorang manusia biasa.
"HAHAHA… Sepertinya ini adalah hari keberuntunganku. Lihatlah seorang manusia rendahan dengan bodohnya malah mengantarkan nyawanya." Ujar Sang monster dengan seringai penuh kekejian.
"Hehh?... kau sungguh sangat percaya diri sekali iblis liar. Aku dating kesini bukan untuk menyerahkan diri." Ujar Orang itu yang ternyata adalah Naruto, setelah dia membuka Hoodie yang menutup kepalanya. Sementara sang iblis liar kini mulai melangkah mendekat kearahnya.
"Hohoho… kau ternyata mempunyai nyali juga yah." Ujar sang Iblis liar dengan nada seperti mencemooh. Naruto sendiri tidak memperdulikan perkataan dari iblis liar dihadapannya. Dia kemudian mengambil kunai dari saku celana Cargonya. Dan menggenggamnya dengan posisi terbalik
"Tentu saja… aku datang kemari untuk mengajakmu berdansa iblis liar-san." Ujar Naruto sambil mengacungkan Kunai ditangannya pada Iblis Liar dihadapannya. Sementara Iblis liar yang mendengar perkataan Naruto barusan hanya menyeringai meremehkan. Dia kemudian mengeluarkan kedua pedang seperti zanpatou yang tersemat di punggungnya.
"Baiklah manusia rendahan. Aku akan terima tantanganmu." Ujar sang iblis dengan percaya diri dan tatapan merendahkan yang ditunjukan pada Naruto, dihadapannya. Sementara Naruto yang mendengarnya hanya tersenyum simpul. Dia kemudian menghilang dari tempatnya berdiri tadi, sementara sang iblis liar kini langsung dibuat terkejut karena kini musihnya langsung menghilang dari tempatnya semula.
'Zrashhh'
Sebuah luka melintang diterima sang Iblis Liar di punggungnya, sehingga membuat sang iblis liar langsung meringis kesakitan. Sementara sang pelaku, Naruto. Kini dia sudah berada di tempatnya semula, dengan kunai ditangan kanan yang sudah berlumura darah.
"Dalam sebuah pertarungan, lengah sedikit dapat membuatmu terbunuh." Ujar Naruto dengan nada santai. Sementara sang Iblis Liar, langsung tersulut emosi, karena merasa terhina. Sang Iblis Liar kemudian menyiapkan kedua senjatanya, dan berisap untuk menyerang Naruto.
"Bangsat…. Kau akan mati disini manusia rendahaaann." Dengan itu, Iblis Liar itu langsung menyerang Naruto secara membabi buta, menyabetkan kedua pedang besarnya secara brutal, namun sama sekali tidak ada serangan yang mengenai Naruto. Naruto dengan gesit menghindari terus serangan brutal dari Iblis Liar didepannya.
"SIfat alamiah iblis jahat…, mudah terprofokasi. Sepertinya ini akan mudah untuk diselesaikan." Fikir Naruto disela – sela ia menghindari tebasan brutal dari Iblis Liar didepannya. Naruto kemudian melompat mundur lumayan jauh, dan saat mendarat Naruto langsung melemparkan kunai yang sudah dialiri chakra di si Iblis Liar. Sementara sang Iblis Liar hanya menatap remeh pada Naruto. Namun dia langsung dibuat terkejut setelahnya.
'Kunai : Kagebunshin'
Kunai yang awalnya satu kini mulai berlipat ganda menjadi puluhan. Dan langsung menghujani sang iblis liar. Sang Iblis Liar dengan sigap langsung menjadikan kedua pedangnya sebagai tameng untuk menahan semua serbuan kunai yang siap menusuk seluruh tubuhnya itu. Dan sepertinya itu berhasil meski, ada beberapa bagian tubuhnya yang ikut tergores. Merasa serangan sudah berakhir sang Iblis Liar kembali menyimpan kedua pedangnya disamping tubuhnya, dan baru saja dia akan melakukan umpatan atas kekesalannya. Dia kembali dekejutkan dengan datangnya serangan kembali yang mengarah padanya.
'Katon : Endan'
Naruto langsung menembakan peluru – peluru api secara beruntun pada Iblis Liar dihadapannya yang sama sekali tidak bisa menghindar karena masih terkejut atas apa yang telah terjadi. Sehingga membuatnya kini menjadi sasaran empuk untuk peluru – peluru api yang ditembakan oleh Naruto. Setelah selesai kini kita bisa melihat sang Iblis Liar sudah tergeletak ditanah dengan kondisi lemas. Naruto kemudian mulai melangkahkan kaki mendekati sang Iblis Liar.
"Jadi…, Ada kata – kata terakhir?" Tanya Naruto dengan santainya, sambil mengumpulkan energy Power Destruction pada tangan kanannya.
"S-Sialan K-kau m-m-anusia R-endahan." Ujar sang Iblis Liar dengan nada penuh kebencian.
"Sungguh kata – kata perpisahan yang menyentuh…" Ujar Naruto dengan nada yang dibuat – buat. Dia kemudian tanpa ragu langsung menembakan Power Of Destructionnya pada sang Iblis Liar, yang hanya bisa berteriak kesakitan. Dan menghilang bagaikan debu.
"Sesuai dengan namanya Power Of Destuction…, Kemampuan asli clan Bael ini sungguh sangat –sangat mengerikan." Ujar Naruo sambiil menghilangkan Power Destructionnya. Dan membalikan badannya bermaksud pergi dari tempat itu. Namun sebuah telepati yang deberikan bunshinnya langsung menghentikan langkah Naruto. Setelah selesai mendapat informasi Naruto kembali melanjutkan jalannya.
"Jadi begitu… para malaikat jatuh itu adalah, suruhan seseorang. Dan tujuan mereka adalah untuk memusnahkan para pengguna Secred Gear yang menurut mereka akan menjadi ancaman." Fikir Naruto dengan serius
"Besok yah…, sepertinya aku harus turun tangan kembali ." Ujarnya di selah – sela langkahnya, naruto kemudian menghilang setelah ditelan kegelapan bayangan hutan. Meninggalkan tempat yang masih berantakan dengan ceceran darah dan juga potongan tubuh itu yang berserakan disekitar tempat itu.
'SkipTime'
Ini adalah hari minggu, dan merupakan hari libur untuk anak sekolahan. Hari minggu biasanya dimanfaatkan setiap orang untuk melakukan refreshing, dengan berjalan – jalan, namun ada juga yang memanfaatkan waktu libur ini dengan tidur sepanjang hari.
Kita lihat kesalah satu tempat, kini kita bisa melihat seorang pemuda berambut coklat berantakan, kini seperti tengah menunggu seseorang, di lihat dari tampilannya sekarang sepertinya dia akan melakukan kencan.
"Kencan…, Kencan…, Aku sungguh tidak menyangka akan bisa merasakan apa yang namanya kencan." Fikir Issei dengan girangnyam yah bagaimana dia tidak merasa senang. Ini adalah pengalaman kencannya yang pertama, jelas saja dia sangat senang.
"Ahhh… aku sungguh tidak sabar…." Ujarnya dengan penuh semangat, sepertinya dia sungguh sangat tidak sabar akan kencannya ini.
'At Naruto'
Naruto saat ini berada lumayan jauh dari tempat Issei berada, dia sudah mengambil keputusan, akan mengikuti dan mengawasi kencan dari Issei, dia harus tahu apa tujuan dari malaikat jatuh itu. Namun Naruto langsung di buat sweatdrop saat melihat Issei yang terlihat sedang bersemangat dan tidak sabaran itu.
"Dia sepertinya sudah tidak sabar untuk melakukan kencan…, bahkan ini sudah tiga jam dia terus menunggu perempuan itu." Fikir Naruto dengan sweatdrop sambil menatap Issei, yang entah kenapa terlihat memasang wajam mesum. Namun Naruto tidak mau ambil pusing dengan itu, karena sepertinya naruto sangat tahu apa ynag sedang difikirkan manusia pervert seperti Issei.
Namun Naruto langsung memfokuskan tatapannya saat dia bisa melihat seorang wanita dengan pakaian aneh, terlihat membagi – bagikan sebuah kertas pada beberapa orang dan itu termasuk Issei.
"Sepertinya Rias juga sudah melakukan pergerakan." Fikirnya kembali sambil melihat perempuan berkostum aneh yang kini tengah memberikan sebuah kertas, yang Naruto asumsikan, sebagai kertas sihir. Naruto bisa melihat raut keheranan dari Issei, saat dia menerima kertas sihir itu, dan ditinggalkan bergitu saja oleh perempuan tadi.
"Dia sudah datang ternyata." Fikir Naruto dengan serius saat dari kejauhan dia bisa melihat perempuan yang Naruto kenal sebagai malaikat jatuh, kini sedang mendekat kearah Issei. Naruto bisa melihat mereka sepertinya sedang berbincang – bincang terlebih dahulu. Setelah itu mereka mulai berjalan dan melanjutkan acara kencan mereka. Naruto terus mengikuti gerak – gerik dari keduanya dari kejauhan.
©©++Atarashi_Seikatsu++©©
Waktu terus berlalu dengan cepat dan kini hari sudah menginjak malam, malam yang indah dengan bulan yang bersinar terang dan bintang – bintang yang juga menghiasi langit malam tak berawan.. Kini pasangan Issei dan Yuuma berada disebuah taman, dan berada didekat air mancur. Mereka berdua sudah menghabiskan waktu kencan mereka dengan penuh kegembiraan, tadi siang. Dan kini meraka berada di taman. Kedaan ditaman ini sungguh sangat sepi. Bahkan kita tidak bisa melihat siapapun berada disana kecuali Issei dan juga Yuuma.
"Hari yang benar – benar sangat menyenangkan, bukan begitu Issei-kun?" Ujar Yumma dengan nada senang, sambil berjalan didepan Issei. Dia kemudian berbalik dan tersenyum manis pada Issei. Sementara Issei hanya tersenyum kikuk dengan wajah merona.
"Issei-kun…"
"Ya.. Yuuma-chan" Jawab Issei dengan cepat saat dipanggil Yuuma.
"..Maukah kau melakukan sesuatu untukku Issei-kun.?" Tanya Yuuma dengan senyum manis pada Issei yang kini tengah menghentikan langkahnya.
"Tentu Yuuma-chan… dengan senang hati aku akan melakukannya untukmu." Jawab Issei dengan mantap, namun jika diperhatikan baik – baik, dari nada suaranya terselip nada mesum.
"Maukah kau manti untukku.."
Issei sungguh terkejut atas perkataan yang dilontarkan kekasihnya itu. Dia kemudian mengorek lubang telinganya, memastikan bahwa pendengarannya tidak terhalangi oleh sesuatu.
"Maukah kau mati untukku." Yuuma kembali mengulang perkataannya.
'Braazzz'
Issei sungguh sangat dibuat terkejut sekarang, matanya membulat dengan sempurna. Saat dia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri, Yuuma yang berada beberapa meter didepannya langsung tubuhnya kini tercipta sepasang sayap seperti malaikat berwarna hitam kelam. Pakaian yang dipakai Yuuma pun kini telah tergantikan dengan pakaian terbuka yang hanya menutupi beberapa bagian pentingnya saja. Dan wajah yang tadinya terlihat manis dan imut, langsung tergantikan dengan wajah menyeramkan dengan seringai yang menempel pada wajah cantiknya. Dan tanpa sadar Issei mulai melangkah mundur.
"Y-Yuumma-chann…" Ujar Issei dengan takut – takut.
"Bermain pacar – pacaran seperti anak kecil denganmu, sungguh menyenangkan.." Ucapnya dengan nada sinis. Kemudian di tangannya tercipta sebuah Light Spear.
"Namun, semua harus berakhir disini. Kau harus mati karena kau bisa menjadi ancaman untuk tuanku… jangan salahkan aku, salahkan Takdir yang sudah membuatmu harus mati ditanganku. Satu hal lagi namaku adalah Raynare. jadi…" Perempuan yang ternyata bernama Raynare tersebut kemudian mengangkat Light Spearnya.
"… Selamat tinggal, manusia rendahan." Yuuma kemudian langsung melemparkan Light Spearnya dan dengan cepat melesat kearah Issei, yang kini masih Shock atas semua kejadian yang terjadi. Raynare yang melihat itu, hanya menyeringai puas. Namun Raynare dan juga Issei langsung dibuat terkejut saat didepan Issei kini terbentuk sebuah dinding batu dan melindunginya dari Ligh Spear yang langsung tertancap di dinding tanah itu. Kemudian dinding tanah itu langsung kembali seperti semula. Tiba – tiba suara seseorang langsung menyadarkan rasa keterkejutan keduanya.
"Yare… Untung aku belum terlambat ne~…" Ujar Seseorang dengan nada santainya. Issei dan juga Raynare langsung mengalihkan tatapan mereka menuju tempat dimana suara itu berasal. Dan mereka bisa melihat seseorang yang kini tengah berdiri dan menyandarkan tubuhnya pada pohon yang tidak jauh dari tempat mereka berdua, Hoodie dari jaket orange yang dipakai seseorang itu membuat mereka berdua tidak bisa melihat bagaimana rupa dari orang itu, karena terhalangi bayangan tudung jaketnya.
"K-Kauu… Siapa kau hah… berani – berani sekali kau mengganggu acaraku manusisa rendahan?!" Ujar Raynare dengan kemarahan yang membuncah, karena rencananya digagalkan oleh orang itu.
"Hoammm… sepertinya aku mulai bosan mendengar kata manusia rendahan itu."Guamam orang itu,
"…. Apa tujuanmu menyerang seorang manusia, Da-Tenshi?" Tanya orang itu dengan nada dingin. Sementara Raynare yang mendengar itu hanya menyeringai.
"Tujuanku… tentu saja membasmi seluruh ancaman tuanku." Ujar Raynare dengan tajam.
"… Baiklah, karena kau sudah melakukan hal diluar batas. Dan menyerang manusia yang bersalah kau harus, mendapatkan hukuman yang setimpal."
Setelah mengatakan itu sosok itu kemudian mulai melakukan gerakan tangan yang aneh, dimata Raynare.
'Fuuton : Daitopa'
Sebuah tekanan angin tiba – tiba langsung menghantam Raynare, dan membuatnya langsung tedorong kebelakang dan menghantam patung air mancur dibelakangnya. Raynare kemudian bangkit berdiri kembali. Dia kemudian langsung terbang menggunakan sepasang sayapnya, dan saat berada di atas, Raynere langsung menatap tajam manusia didepannya.
"Sialan kau…"'Raynere kemudian menciptakan dua Light Spear di kedua tangannya, dia kemudian langsung melemparkannya pada manusia di depannya, namun dapat dihindari dengan mudah oleh orang itu. Raynare langsung membulatkan matanya saat tiba – tiba orang itu langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
'Dhuakk'
"Akkkhhh"
Raynere langsung kembali terpental kebawah saat seseorang menyerangnya dari belakang, sehingga membuatnya langsung menghantam tanah dengan keras, dan menimbulkan retakan pada tanah seperti jarring laba – laba.
"Ini adalah peringatan untukmu… cepat pergi dari sini, sebelum aku akan benar – benar membunuhmu." Ujar Orang itu dengan nada tajam. Raynere kemudian berdiri dengan agak susah. Dia kemudian langsung menatap tajam penuh kemarahan pada orang didepannya. Dia kemudian kembali menciptakan Light Spear di tangannya, dan langsung melemparkannya pada orang itu. Sementara orang itu langsung menghindari Light Spear denan menyampingkan tubuhnya. Namun saat dia kembali menatap Raynere, wanita itu sudah menghilang dari tempatnya.
"Dia pergi ternyata… hahhhh" Ujar Orang itu sambil menghela nafas lega. Dia kemudian mengalihkan tatapannya pada Issei yang kini terduduk dengan tatapan Shock kearah dirinya. Dia kemudian berjalan mendekati Issei.
"S-Siapa k-kau..?" Ujar Issei dengan takut – takut.
"Tenanglah Issei.., ini aku Naruto,," Kata orang itu sambil membuka Hoodie yang menutupi kepalanya, dan kini Issei bisa melihat dengan jelas wajah dari orang itu.
"N-Narutoo-san…?" Ujar Issei dengan terkejut saat dia mengenali orang dihadapannya. Sementara orang dihapannya yang ternyata adalah Naruto hanya tersenyum simpul pada Issei, dan mengulurkan tangannya. Isse kemudian menerima uluran tangan itu, dan langsung berdiri.
"Kau baik – baik saja bukan?" Tanya Naruto kemudian. Issei hanya mengangguk membalas perkataan dari Naruto. Sepertinya dia masih terkejut dengan kejadian ini.
"Baguslah kalau begitu…" Ujar Naruto kemudian. Issei kemudian menatap Naruto.
"N-Naruto-san… sebenarnya ada apa ini Naruto-san." Tanya Issei masih dengan Shock. Naruto hanya tersenyum maklum akan pertanyaan Issei barusan. Bagaimanapun untuk manusia yang tidak mengetahui apa – apa, hal barusan tadi pasti sangatlah mengejutkan, dan tidak dapat diterima dengan akal sehat.
"Kau akan mengetahuinya nanti…. Namun yang bisa aku beritahukan sekarang adalah, para malaikat jatuh itu pasti akan mengincarmu lagi cepat atau lambat." Ujar Naruto dengan santai. Sementara Issei, dia kembali harus terkejut akan fakta yang diberikan oleh Naruto.
"A-ppa?.."
"Hahhh… mereka mengincarmu karena kau mempunyai Secred Gear dalam tubuhmu." Jelas Naruto lagi.
"S-acred apa…? Aku tidak mengerti maksudmu Naruto-san." Ujar Issei dengan penuh frustasi, karena sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan yang Naruto maksud.
"Hahaha…. Maaf.., tapi itu bukan tugasku menjelaskannya padamu. Aka nada yang menjelaskan semuanya nanti padamu…."
Issei langsung menatap bingung pada Naruto.
"Ohh… satu hal lagi., Jangan katakana pada siapapun tentang identitasku ini. kau mengerti Issei. Jadikan hal ini hanya rahasia kita berdua." Ujar Naruto memberikan peringatan pada Issei, Issei hanya mengangguk mengerti atas perkataan dari Naruto.
"Nah… jika kau ingin penjelasan, sekarang ambil kertas sihir yang tadi siang kau terima dari seseorang." Issei sekarang semakin dibuat bingung, namun dia langsung mengeluarkan kertas yang dimaksud Naruto.
"Lalu.., untuk apa kertas aneh ini Naruto-san…?" Tanya Issei dengan bingung.
"Nanti kau sebutkan nama Rias Gremory pada kertas itu. Kau mengerti ?" Jelas Naruto kembali, sementara Issei masih belum mengerti dan menatap Naruto dengan tatapan bingung.
"Nahhh… kalau begitu, karena tugasku sudah selesai…, aku pergi dulu. Jaa Ne~" setelah mengatakan itu naruto langsung menghilang dari hadapan Issei dengan efek angin, meninggalkan Issei yang menatap kagum, ketempat dimana naruto tadi berada. Namun dia langsung tersadar, dan kemudian menatap kertas aneh ditangannya. Dia kemudian melakukan apa yang dikatakan Naruto barusan.
"Rias Gremory…"
Setelah mengatakan itu, kertas yang ada di tangan Issei kini mulai mengeluarkan cahaya terang berwarna merahan crimson. Issei yang terkejut, dengan reflex langsung melepaskan kertas itu dari genggamannya dan membuat kertas itu jatuh ketanah.
Cahaya crimson dari kertas itu kini membentuk sebuah lingkaran sihir, dan dari lingkaran sihir itu sedikit demi sedikit langsung mengeluarkan seseorang.
"R-Rias-Senpaii?"
Issei sangat terkejut saat yang keluar dari lingkaran itu adalah seniornya di Kuoh Academy, sekaligus sang Great One-sama Kuoh. Rias yang semula menutup mata, langsung membuka matanya dan langsung menatap Issei yang kini tenga memasang wajah terkejut didepannya.
"Apakah kau yang memanggilku barusan?" Tanya Rias pada Issei yang masih menganga dengan mata membulat. Issei kemudian langsung tersadar saat Rias mengeluarkan suara yang begitu merdu ditelinganya. Issei dengan gerakan patah – patah langsung mengangguk mengiyakan atas apa yang Rias tanyakan barusan.
"Hmmm…., Begitukah?"
Rias kemudian memperhatikan daerah sekitarnya, dia kemudian merasa heran saat tempat ini kini agak terlihat berantakan, patung air mancur yang sudah menghilang, dan ada sebuah kawah kecil di tanah.
"Sepertinya., sesuatu yang menarik sudah terjadi disini…" Ujarnya masih dengan memperhatikan daerah sekitarnya. Dia kemudian kembali menatap Issei.
"Jadi apa yang sudah terjadi di sini. Hyudou Issei-kun?" Tanya Rias kemudian.
"A-Aku j-juga t-tidak terlalu m-mengerti Senpai., aku sedang berkencan dengan kekasihku, lalu entah kenapa dia malah langsung berubah, dan mempunyai sayap. Dan berniat membunuhku, namun aku diselamatkan oleh seseorang. Dan orang itu bilang bahwa aku akan diberi penjelasan saat aku memanggil Namamu senpai." Jelas Issei dengan agak kikuk, karena dihadapkan dengan wanita pujaan setiap laki – laki dihadapannya.
"Begitukah… lalu siapa yang sudah menyelamatkanmu itu.?" Tanya Rias lagi kemudian. Issei hanya mengeleng, menandakan bahwa dia sama sekali tidak tahu menahu tentang siapa yang menyelamatkannya.
"Bagaimanapun aku sudah berjanji…" Fikir Issei.
"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kau ikut denganku sekarang Hyudou-kun." Ujar Rias kemudian dan dibalas dengan anggukan mengerti dari Issei.
'At Naruto'
Naruto kembali muncul di rumahnya. Dia kemudian pergi keruang tengah untuk menemui sahabatnya Shikamaru dan member tahukan sebuah informasi penting. Saat dia keruang tengah, dia bisa melihat Shikamaru yang kini tengah, duduk santai sambil meminum kopi. Naruto kemudian melangkahkan kakinya dan ikut duduk di sofa yang bersebrangan dengan Shikamaru.
"jadi apa yang kau temukan hari ini….?" Tanya Shikamaru dengan santai.
"Hahhh… hanya mengawasi Issei dan menyelamatkannya dari maut…" Ujar Naruto dengan helaan nafas lelah. Dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.
"Lalu sekarang bagaimana dengan si murid mesum itu?" Tanya Shikamaru penasaran.
"Dia, mungkin sekarang sedang di urus oleh Rias Gremory. Aku hanya menyelamatkannya saja, dan menyuruhnya untuk menemui Rias." Jawab Naruto tanpa menatap Shikamaru, dan lebih memilih melihat ke atap.
"Begitu.., rupanya. Baguslah, setidaknya kita tidak terlalu harus mengurusnya."
Naruto hanya bergumam saja membalas perkataan dari Shikamaru.
"Hahhh…. Mungkin aku akan sedikit mengundur waktu masukku ke Kuoh., setidaknya sampai keadaan agak membaik." Ujar Naruto dengan lesu.
"Terserah kau saja…" Balas Shikamaru sambil mengangkat bahu, tidak peduli.
"Oh… yah. Kita mendapat pesan dari Shirzechs-san… dia bilang kita harus menemui Grayfia satu minggu lagi di tempat Rias." Ujar Shikamaru, saat dia teringat akan pesan yang disampaikan Shirzechs. Naruto kemudian menatap Shikamaru dengan heran.
"Memangnya ada apa?" Tanya Naruto dengan bingung. Namun Shikamaru hanya mengangkat bahunya, tidak tahu. Naruto hanya menghela nafas lelah. Dan kembali menengadahkan kepalanya ke langit – langit. Keheningan cukup lama tercipta diantara mereka. Namun Naruto langsung dibuat terkejut saat dia mendapatkan sebuah ingatan baru di kepalanya. Sepertinya bunshin yang dia tugaskan memata- matai para malaikat jatuh, sudah menyelesaikan tugasnya.
"shika.." Panggil Naruto dengan serius.
"Hmmmm? Ada apa?" Tanya Shikamaru dengan heran saat mendengar Naruto memanggilnya dengan serius.
"Bunshinku sudah menyelesaikan mata – matanya…."
Setelah mendengar itu, Shikamaru langsung ikut masuk ke mode seriusnya.
"Jadi apa yang kau dapatkan?" Tanya Shikamaru dengan Serius.
"Dari ingatan yang ku dapat. Para malaikat jatuh itu mempunyai tujuan untuk menciptakan perang kembali…"
Shikamaru langsung terkejut saat mendengar perkataan Naruto barusan.
"… dan dari hasil mata – mata itu, aku berasumsi, bahwa para malaikat yangmelakukan pergerakan, adalah para malaikat pembangkang. Dan mereka melakukan tindakan mereka secara sembunyi – sembunyi dari Gubernur Malaikat Jatuh." Lanjut Naruto kembali.
"dan yang mempelopori tindakan mereka adalah…."
.
.
.
.
.
"Salah satu Jendral Malaikat Jatuh….. Kokabiel."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Spyair_-_The Limited World
Dan yah. Mungkin itu cukup untuk chap 6.
Oh… yah disini ane lupa nerangin beberapa hal.
- Mode Ashura Naruto disini tuh terbagi jadi dua tingkatan. Tingkat pertama : mode Ashuranya ntuh biasa. Dan yang kedua Mode Ahuranya dicampurkan sama senjutsu.
- Disini kemampuan Naruto hanya sebatas Strong untuk beberapa chap, dan baru akan masuk ketingkat Goodlike setelah semua kemampuannya terkuasai sempurna.
- disini NAruto belum tahu mengenai kemampuan sharinggan dan juga chakra jubi. Namun dia passti akan mengetahuinya pada saat waktunya tiba.
Yah… mungkin hanya itu pemberitahuan yang mau saya sampaikan. Dan saya tetep mau ngucapin Maaf yang sebesar – besarnya atas, perkataan saya di chap kemarin. Namun jika kalian tidak memaafkan juga tidak apa – apa. Setidaknya saya sudah melakukan tugas sebagai oknum yang bersalah.
Mungkin hanya itu saja yang mau saya sampaikan. Dan maaf jika cerita saya memang tidak memuaskan. Saya hanya menyanulis sebisa saya dan hanya segitu kemampuan saya dalam menyampaikan sebuah insfirasi.
Ingat tinggalkan jejak kalian di kolom Revew. Baik itu kritikan, saran ataupun Flame. Dan jika ada yang memang tidak menyukai saya, kalian bisa langsung ngomong ke saya secara langsung, terserah kalau mau lewat jalur mana.
Kalau begitu sampai jumpa di chap berikutnya.
Jaa Ne~…
