Keterangan Selebihnya ada di akhir beserta dengan balasan Revew..!

.

.

.

.

.


One Ok Rock_-_Sonzai Shomei

Title :Atarashi Seikatsu

Author :Hyosuke.Ryukisi.27

DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.

Rating : T+

GENDRE : Adventure, Romance, Family, Drama, Fantasy, Humor.

Pair : Narutox Seiren(OC)xNaomi (OC) x …..(kembali_Ke_Vouting)
ShikaxSona

Warning(s) : AU, Sami-Cannon, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan, StrongNaru, OOC Naru and etc.

Summary : Karena sebuah kecelakaan di dunia asli mereka, kedua sahabat ini harus rela terjebak dalam masalah yang sangat merepotkan di dunia yang mereka singgahi sekarang. Namun mereka bertekad, akan menyelesaikan permasalahan di dunia yang mereka tempati saat ini. Cinta dan kebahagiaan pun juga ikut mewarnai hari – hari mereka di sana.

"Normal"
"Thinking"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'


Chap 7

.

.

.

.

.

"Hahhhh… menjadi iblis ternyata tidak semudah yang aku bayangkan…" Gumam lesu seorang pemuda berambut cokelat yang kita ketahui bernama Hyudou Issei ini. Issei kini sedang menjalankan tugas pertamanya sebagai seorang iblis. Yaitu membagi – bagikan selembaran. Issei sudah resmi menjadi iblis kemarin malam, tepatnya setelah dia di ajak oleh Rias setelah kejadian yang menimpanya. Awalnya dia menolak untuk di reinkarnasikan menjadi seorang iblis. Namun karena iming – iming yang diberikan Rias sungguh sangat menggiurkan, dia dengan tanpa fikir panjang langsung menyetujui untuk di reinkarnasikan menjadi iblis dengan mengkonsumsi delapan bidak Pawn 'Evil Pieces'.

Setelah itu dia diberikan penjelasan mengenai hal yang bersangkutan dengan dunia supranatural. Mulai dari penjelasan mengenai Iblis, Malaikat, beserta Malaikat Jatuh, dan tak lupa dia juga mendapat penjelasan mengenai perang Akbar antar Fraksi. Lalu dia juga mendapatkan penjelasan secara rinci kenapa dia bisa di Buru oleh malaikat jatuh. Itu karena dalam tubuhnya bersemayam sebuah 'Sacred Gear'. Namun Issei dan yang lainnya masih belum mengetahui apa jenis Sacred Gear yang ada dalam tubuhnya, karena sampai saat ini, Issei masih belum dapat mengeluarkan kemampuannya itu.

Sebenarnya saat ini Issei sangatlah heran dengan tugasnya itu, kenapa seorang iblis harus membagikan selembaran seperti ini. Saat dia menanyakan hal itu pada Rias, dia hanya mendapat jawaban bahwa itu adalah persyaratan yang harus dijalani oleh seorang iblis baru.

"Meski begitu, aku tetap saja tidak mengerti…" pikirnya dengan lesu. Dia kemudian menggelengkan kepalanya dengan kuat.

"Aku tidak boleh mengeluh… Aku tidak boleh mengeluh… demi kerajaan Harem yang ingin ku buat, aku tidak boleh mengeluh… Yoshh…, Ganbatte Kudasaiii~." Pikirnya lagi dengan penuh semangat, saat dia mengingat alasannya kenapa dia ingin menjadi seorang Iblis. Dia kemudian kembali melanjutkan acara membagikan selembaran kontrak itu dengan penuh semangat.

'Skip'

Issei kini sedang beristirahat di taman. Dia sudah membagi – bagikan seluruh kertas kontrak. Dan kini dia sedang bersantai – santai dengan duduk ditaman, ditemani sekaleng Orange jus di tangan kirinya. Dan kepala yang menengadah ke langit, menatap langit cerah.

"Hahhh… benar – benar hari yang melelahkan." Ujar Issei sambil mengelap keringat di wajahnya.

"Ehh…? Issei …"

Saat mendengar suara seseorang yang menyebutkan namanya, Issei kemudian mengalihkan direksi pandangannya dari langit, ke arah suara itu berasal. Dan di sana Issei bisa melihat seseorang yang dia kenal sebagai Naruto, kini tengah berdiri tidak jauh didepannya.

"Narutoo-san…"

"Ahh… sedang apa kau di sini Issei?" Tanya Naruto sambil menghampiri Issei.

"Ahaha… aku hanya sedang bersantai – santai saja. Naruto-san sendiri sedang apa di sini?" Tanya Issei, yang entah kenapa dia terlihat agak bersemangat saat melihat Naruto ada di sini.

"Aku hanya sedang menenangkan pikiran saja." Balas Naruto. Kemudian dialangsung duduk dibangku yang sama dengan Issei. Terjadi keheningan beberapa saat.

"Jadi…,dari aura yang kurasakan, kau sudah menjadi iblis Issei?" Tanya Naruto kemudian pada Issei yang terlihat sedang melamun di sampingnya. Issei yang tersadar langsung menjawab.

"Begitulah Naruto-san… Jadi para malaikat jatuh itu mengincarku, hanya karena aku mempunyai Sacred Gear?"

"Ya, meraka membunuh setiap pengguna Sacred Gear yang meraka anggap akan menjadi ancaman… dan sepertinya, bukan kau saja yang menjadi incaran. Karena bagaimanapun pengguna Sacred Gear bukan hanya kau seorang, masih banyak pengguna Sacred Gear lain diluar sana." Ujar Naruto sambil melihat ke depan. Issei yang mendengar itu sempat mendecih.

"Namun sampai saat ini, aku masih belum bisa mengeluarkan Sacred Gear milikku Naruto-san..." Ujar Issei dengan lesu, saat dia kembali dihantam sebuah fakta bahwa dia sama sekali masih belum bisa mengeluarkan Sacred Gear yang bersemayam dalam tubuhnya.

"Begitukah… ?" ujar Naruto sambil memejamkan matanya, sementara Issei hanya mengangguk dengan lesu. Keheningan kembali menghampiri, Namun Issei kemudian langsung dibuat heran saat tiba – tiba Naruto menyodorkan kepalan tinju ke arahnya. Dia kemudian menatap Naruto dengan satu alis terangkat. Naruto yang mengerti, hanya tersenyum simpul.

"Aku akan memancing agar Sacred Gearmu bisa kau keluarkan… dengan sedikit mengalirkan energyku pada tubuhmu, siapa tahu saja berhasil" Jelas Naruto. Issei sebenarnya masih belum terlalu mengerti, namun dia langsung mengadukan kepalan tinjunya dengan Naruto. Naruto sendiri Langsung memejamkan matanya, mencoba berkonsentrasi untuk mengalirkan energy-nya pada Issei. Pada kepalan tinjunya kini mulai terlihat samar – samar sebuah energy berwarna Orange, yang menyelubungi kepalan tangannya. Untung saat ini keadaan taman sedang sepi, jadi tidak ada orang yang melihat hal ini.

Naruto kemudian membuka kelopak matanya. Namun dia langsung dibuat heran, Karena kini, dia sudah berada di tempat yang begitu asing untuknya. tempat itu seperti sebuah dimensi, dengan setiap inci dari tempat ini semuanya berwarna merah, dan ada kobaran api di beberapa tempat.

"Sepertinya, Sacred Gear yang dimiliki Issei bertipe makhluk hidup yang disegel…" Pikir Naruto sambil terus mengobservasi tempat di mana ia sekarang ini. Namun pandangannya langsung terfokus, saat dia bisa melihat dari kejauhan sosok makhluk besar berwarna merah yang kini tengah tertidur dengan pulasnya.

"Naga?" Pikir Naruto. Dia kemudian mulai mendekati makhluk yang Naruto sebut Naga itu.

"Sepertinya inilah masalahnya, kenapa Issei sama sekali tidak bisa mengeluarkan Sacred Gearnya…" Gumam Naruto sambil memperhatikan Naga itu dari dekat. Naruto kemudian memukul - mukul bagian dari moncong Naga itu, bermaksud untuk membangunkannya. Namun sepertinya itu belumlah cukup, Karena sang Naga sama sekali tidak membuka matanya, sedikitpun. Naruto kemudian mengalirkan chakra pada tangannya, dia kemudian kembali menyentuh bagian moncong naga itu sambil memberikannya energy. Dan sepertinya itu berhasil karena kini sang Naga langsung merespon dengan sedikit menggerakkan tubuhnya, dan secara perlahan pula dia langsung membuka matanya.

"Ahhh… akhirnya kau terbangun juga."

Sang Naga yang mendengar suara yang begitu asing di telinganya, langsung menegakan tubuhnya, Mata hijaunya saat ini bisa melihat seseorang manusia yang kini berada tepat di bawahnya.

"Siapa kau… dan kenapa seorang manusia sepertimu bisa berada disini?" Tanya sang Naga dengan suara besar khas seekor makhluk raksasa. Naruto hanya tersenyum simpul.

"Aku Uzumaki Naruto…, aku tidak sengaja masuk kemari. tujuan awalku tadinya adalah untuk membantu temanku agar bisa mengeluarkan Sacred Gearnya, namun aku malah langsung masuk kemari. Jadi, mungkin aku dapat menyimpulkan, bahwa kau adalah perwujudan dari Sacred Gear itu…. Apakah aku benar?" Ujar Naruto menjelaskan, sambil menyeru arakan asumsinya. Sementara sang Naga didepannya hanya menyeringai saat mendengar penjelasan dari Naruto.

"Untuk ukuran seorang manusia… kau, sepertinya sudah sangat mengerti tentang Sacred Gear. Sungguh Mengesankan." Ujar Sang Naga dengan nada kagum pada Naruto. Sementara Naruto yang mendengar pujian itu hanya tersenyum simpul.

"Yah… alasan kenapa Hostku ini tidak bisa mengeluarkan Sacred Gearnya, itu karena aku sama sekali tidak mengalirkan energy-ku padanya. Sehingga itu membuatnya sama sekali tidak bisa mengeluarkan perwujudan Secred Gear diriku." Lanjut sang Naga menjelaskan.

"Lalu Naga-san. Ken-…"

"Panggil saja aku Ddraig… aku adalah salah satu dari Two Heavenly Dragon,"

Naruto mengangguk mengerti kemudian kembali melanjutkan bicaranya.

"Jadi Ddraig…., Kenapa kau sama sekali tidak mengalirkan energy-mu pada hostmu itu?" Tanya Naruto dengan Serius.

"Untuk apa aku harus memberikan energy-ku pada manusia seperti kalian…, lagipula kalian hanya memanfaatkan kekuatan dari kami, untuk kepentingan kalian sendiri. Jadi tidak ada alasan untukku memberikan kekuatanku padanya. Karena menurutku kalian semua sama saja, haus akan kekuatan." Ujar Ddraig dengan nada sinis. Naruto yang mendengar itu hanya menanggapinya dengan wajah datar.

"Sepertinya kau mempunyai pengalaman buruk dengan host-mu sebelumnya…" Ujar Naruto dengan datar. Ddraig tidak menjawab, dia hanya menatap tajam pada Naruto.

"Hahhh… sebenarnya aku bingung harus berkata apa sekarang ini…" Ujar Naruto sambil menghela napas lelah dan memijat bagian pelipisnya. Dia kemudian kembali menatap ke arah Ddraig.

"…. Sebenarnya ini terserah padamu juga. Namun aku ingin, kau mempertimbangkan kembali penilaianmu itu…, Tidak semua orang yang menjadi Host-mu adalah seseorang yang gila akan kekuatan. Bagaimanapun setiap orang selalu mempunyai alasan kenapa mereka ingin menjadi kuat…" Ujar Naruto sambil kemudian dia membalikkan tubuhnya dan mulai menjauh dari Ddraig.

"….Dan aku yakin, host-mu kali ini mungkin akan menarik perhatianmu nanti." Lanjut Naruto kembali sambil membelakangi Ddraig.

"Tunggu dulu… apa maksud perkataanmu?"

Naruto hanya menolehkan kepalanya kesamping, dan melirik Ddraig dengan ekor matanya dan tersenyum simpul.

"Kau akan mengetahuinya sebentar lagi…" Ujar Naruto sebelum akhirnya dia menghilang menjadi partikel – partikel cahaya, meninggalkan Ddraig yang kini tengah kebingungan atas perkataan yang dilontarkan oleh Naruto barusan.

'RealWorld'

Naruto kembali membuka matanya. Dan hal yang pertama dia lihat adalah Issei yang kini tengah menatapnya dengan bingung. Naruto kemudian tersenyum dan mulai melepaskan adu tinjunya.

"Sepertinya kau harus berusaha keras untuk bisa mengeluarkan Sacred Gearmu itu Issei." Ujar Naruto dengan agak menyesal.

"Apa maksudmu Naruto-san…?" Tanya Issei dengan heran atas perkataan dari Naruto barusan.

"Aku sama sekali tidak bisa memancing Sacred Gearmu untuk keluar…" Ujar Naruto dengan lesu, dia kemudian langsung menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan menengadahkan tatapannya ke langit. Sementara Issei, dia kini langsung tertunduk lesu saat dia mendengar bahwa Naruto, gagal dalam usahanya.

"Jadi begitu,… Jadi aku mungkin hanya akan menjadi iblis yang lemah…" Ujar Issei dengan lesu. Naruto yang mendengar Issei yang kian lesu, kembali berucap.

"Ne Issei, kau tahu… sebenarnya untuk menjadi kuat itu sangatlah mudah…" Ujar Naruto masih dengan tatapan yang menengadah ke atas.

"Apa maksudmu mudah Naruto-san… menjadi kuat sangatlah sulit,.. aku harus berlatih dengan keras.." Ujar Issei membalas perkataan Naruto dengan nada bingung. Naruto hanya tertawa kecil saat mendengar penuturan dari Issei barusan.

"Latihan tidak selalu menjamin kau akan menjadi kuat Issei… hal yang harus kau sadari, sebenarnya untuk meraih sebuah kekuatan, kau hanya memerlukan, tekad, keinginan, dan tujuan yang kuat. Dan ketiga hal itu harus didasari oleh sebuah alasan… jadi sekarang aku ingin tahu, alasan kenapa kau ingin menjadi kuat?" Ujar Naruto sambil menatap Issei dengan sorot mata yang serius. Namun Issei sama sekali tidak menjawab. Dia hanya bungkam sambil menundukkan kepalanya.

"Hahhh… kau ingin tahu kenapa aku bisa mempunyai sebuah kekuatan?" Tanya Naruto kemudian. Issei yang mendengar perkataan Naruto barusan langsung dengan cepat menatap Naruto.

"…. Aku mempunya kekuatan seperti sekarang ini, itu karena aku mempunyai sebuah alasan, yang membuatku langsung menguatkan tekad, dan keinginanku." Ujar Naruto dengan serius.

"Kalau boleh aku tahu, sebenarnya alasanmu untuk menjadi kuat apa Naruto-san?" Tanya Issei dengan penasaran. Naruto kemudian menatap Issei dengan senyum yang terus menempel di wajah tampannya.

"… Alasanku menjadi kuat adalah… untuk bisa melindungi sesuatu yang berharga untukku." Ujar Naruto disertai senyum yang terlihat sangat puas. Sementara Issei yang mendengar itu langsung dibuat terkejut dan membulatkan matanya.

"Dulu, pernah ada seseorang yang mengatakan padaku. 'Kau akan menjadi kuat saat kau mempunyai keinginan untuk melindungi sesuatu yang berharga untukmu'. Dan sejak saat itu, aku selalu menjadikan hal itu sebagai patokan dan tekad untukku, sehingga aku bisa sekuat sekarang." Lanjutnya lagi sambil menatap langit kembali.

"Bukankah begitu, Haku?"

Issei langsung terdiam saat mendengar perkataan Naruto barusan. Dia kini tengah merenungkan apa yang dikatakan oleh orang disampingnya ini barusan. Issei kemudian teringat akan keluarganya, Motohama, Matsuda, dan juga dia teringat akan semua temannya di club Penelitian Ilmu Ghaib, meskipun dia adalah anggota baru, dan bahkan dia belum sehari akrab dengan mereka. Jika boleh jujur, Issei sudah merasa bahwa ikatan dari mereka sudah benar – benar menyatu dengannya. Issei kemudian tersenyum.

"Kau benar Naruto-san… aku mempunya banyak hal berharga yang harus kujaga. Karena itulah aku memerlukan kekuatan. Aku ingin bisa melindungi semua hal yang berharga untukku, meskipun aku harus mati sekalipun." Ujar Issei kemudian dengan penuh tekad kuat. Sementara Naruto yang melihat Issei dengan tekad yang sudah bulat hanya tersenyum puas.

'Ddraig'

Sementara itu, sang welsh dragon yang berada di dalam tubuh Issei langsung dibuat terkejut atas perkataan yang diucapkan oleh host-nya itu.

"Jadi ini yang dimaksud oleh manusia tadi?" Fikir Ddraig sambil mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Naruto padanya.

'BackTo…'

Issei kini benar sudah benar – benar membulatkan tekadnya, dia bertekad akan menjadi kuat untuk melindungi apa yang dia anggap berharga.

"Dan kau harus mengingat satu hal penting, Issei…" Ujar Naruto dengan tenang, Issei kemudian menatap kearah Naruto.

"Hal penting?" Ujar Issei dengan heran.

"Ingat.., jangan anggap kekuatan yang kau miliki sebagai senjata. Tapi anggaplah kekuatanmu ini sebagai partner. Kau mengerti..?!" Tegas Naruto kemudian. Sementara Issei yang mendengar itu langsung mengangguk mantap. Dan itu membuat Naruto langsung tersenyum puas.

"Baiklah kalau begitu…., aku harus pergi sekarang. Dan ingat Issei dengan apa yang baru saja aku katakan padamu tadi.." Ujar Naruto mengingatkan. Dan langsung berdiri dari posisi duduknya.

"Tentu saja Naruto-san…., dan Terima kasih atas bantuanmu untuk hari ini…, aku sudah belajar banyak darimu." Ujar Issei sambil membungkuk, dan mengucapkan terima kasih pada Naruto.

"Yah… sama – sama…. Kalau begitu sampai jumpa lagi, Issei.."

Naruto kemudian langsung berbalik dan melangkah pergi menjauh, meninggalkan Issei yang menatapnya dengan penuh rasa kagum.

"Terima kasih atas semua nasihatmu Naruto-san." Ujar Issei dalam hati sambil menatap punggung Naruto yang kini sudah menghilang dari pandangannya.

"Kalau begitu, aku juga harus kembali…, aku harus melaporkan tugasku ini terlebih dahulu pada Buchou." Seterlah mengatakan itu Issei juga mulai melangkahkan kakinya meninggalkan taman, untuk kembali dan melaporkan bahwa tugasnya membagikan selembaran sudah selesai.

©©++Atarashi_Seikatsu++©©

Hari kini sudah beranjak malam. Kini Issei beserta dengan seluruh anggota Occult Reseach Club, semuanya tengah berkumpul di ruangan club.

"Baiklah semuanya… Hari ini kita mendapatkan sebuah perintah untuk membasmi salah satu iblis liar yang sudah membuat keresahan…" Ujar Rias Gremory dengan tegas. Semua orang disana langsung mengangguk mengerti.

"…Dan ini adalah debut pertamamu Issei-kun. Jadi kau harus berusaha oke?!" Ujar Rias kembali sambil mengedipkan sebelah matanya pada Issei. Sementara Issei sendiri dengan patuh langsung mengangguk.

"Baiklah Akeno… siapkan lingkaran sihir. Kita akan berburu sekarang…" Titah Rias pada sang Queen, Akeno Himejima.

"Ara… Ara... Baiklah Buchou."

Setelah itu Akeno mulai melangkahkan kakinya ke area yang luas, kemudian dibawah kakinya mulai terbentuk sebuah lingkaran Sihir khas keluarga Gremory. Semua orang disana kemudian mulai mendekati Akeno. Sehingga mereka semua kini berdiri diatas lingkaran sihir yang dibuat oleh Akeno.

"Baiklah… Ayo kita pergi." Ujar Rias kemudian. Setelah itu mereka semua mulai tertelan oleh lingkaran sihir, dan menghilang.

'ScanBreak'

Lingkaran Sihir kembali muncul di sebuah gedung yang tidak terpakai di bagian luar kota. Dari lingkaran Sihir itu kini, Rias, Akeno, Issei, Kiba, dan Koneko. Langsung menampakan diri mereka yang keluar dari lingkaran sihir. Mereka kemudian mulai melangkahkan kaki mereka untuk memasuki gedung tua itu. Dan saat mereka pintu dibuka, mereka semua bisa mencium bau darah yang menyengat dari dalam. Mereka kembali melangkahkan kaki mereka memasuki gedung itu semakin dalam. Namun mereka langsung menghentikan langkah mereka saat mereka bisa merasakan hawa dengan niat membunuh yang begitu kuat.

"Issei… untuk sekarang kau hanya akan melihat bagaimana cara iblis bertarung. Kau mengerti Issei." Ujar Rias dengan tegas, sementara Issei hanya mengangguk mengerti atas ucapan Buchounya itu.

"Jikalau aku ikut bertarungpun, aku pasti hanya akan menjadi beban untuk mereka saat ini…" Fikir Issei dengan logis, bagaimanapun dia tidak mau kalau harus sampai merepotkan teman – temannya. Tiba – tiba sebuah suara langsung membuat mereka semua siaga.

"Hmmm… Aku bisa mencium bau yang menjijikkan.. Namun aku juga bisa mencium sesuatu yang lezat.."

"Iblis Liar Vaizor…, atas perintah dari sang pemimpin iblis, kami akan memusnahkanmu." Rias berkata dengan tegas, dan penuh dengan nada kebangsawanan.

"KWAKWAKWAKWAKWA…."

Suara tawa yang terdengar tidak lazim, menggema diseluruh ruangan dari gedung itu. Tiba – tiba dari balik bayang – bayang kegelapan, keluar sesosok makhluk yang begitu mengerikan menurut Issei. Bagian atas dari wanita itu memang sempat membuat issei terpesona, namun itu hanya sesaat, karena saat melihat bagian bawah dari sosok itu, Issei langsung terlonjak ngeri, karena bagian bawah tubuh sosok Iblis Liar itu, sungguh mengerikan, dengan dua pasang kaki yang besar, dengan kuku yang tajam, dan jangan lupakan dua tombak yang ada di kudua tangannya. Issei benar – benar langsung dibuat meneguk ludah saat melihat sosok asli dari makhluk didepan mereka sekarang ini.

"Atas nama Clan Gremory, kami akan memusnahkanmu Iblis Liar Vaizor." Ujar Rias dengan tanpa rasa takut sedikitpun.

"Dasar wanita jalang. Aku akan merobek seluruh bagian tubuhmu dan akan mewarnainya seperti warna rambutmu itu." Ucap Vaizor dengan nada berteriak, sepertinya dia sedang merasa emosi sekarang. Namun Rias, sama sekali tidak menampakkan rasa ketakutan sedikitpun.

"Yuuto"

Yuuto Kiba, yang dipanggil Oleh sang Buchou, mengangguk. Kemudian dia dengan cepat maju menyerang, setelah sebelumnya dia mengeluarkan pedang dari sebuah lingkaran sihir. Issei langsung dibuat Takjub saat melihat pergerakan dari Kiba yang begitu cepat. Namun Issei mengerti, bagaimanapun bidak Kiba adalah Knight, yang mempunyai keunggulan dalam hal kecepatan, dan ditambah dengan Kiba adalah seorang pengguna pedang, itu menjadi suatu perpaduan yang cocok.

Kiba kemudian langsung menghilang dari pandangan semua orang, namun tiba – tiba sang Iblis Liar langsung berteriak kesakitan saat kedua tangannya langsung terpotong. Dan Kiba kemudian muncul kembali di dekat Issei, yang terlonjak kaget. Issei kembali mengalihkan tatapannya pada Iblis Liar yang kini sedang meringis kesakitan.

Namun dari Kejauhan, dia bisa melihat kini Koneko Toujou, sudah berada di dekat Iblis Liar itu. Sang Iblis Liar yang melihat Koneko berada di bawahnya, langsung mencoba untuk menginjaknya dengan kaki jumbonya. Namun sepertinya sang Iblis Liar terlalu meremehkan si Loli ini, karena kini dia dengan mudahnya langsung dilemparkan keatas. Kemudian Koneko langsung melompat tinggi dan langsung memukul Iblis Liar itu sampai terpental lumayan jauh.

"Aku tahu, sifat dari benteng adalah dari segi kekuatan, namun aku tidak menyangka Koneko-chan mempunyai kekuatan yang begitu mengerikan…. Aku berjanji tidak akan mencari gara – gara dengan Koneko-chan." Pikir Issei dengan merinding sambil membayangkan jika dia yang dilemparkan oleh Koneko.

"Terakhir Akeno."

"Ara… Ara… baiklah Buchou, nfufufu.." Akeno kemudian berjalan mendekati Vaizor yang masih tergeletak di tanah.

"Ara.. ara… sepertinya kau masih terlihat baik – baik saja, Raksasa-san. Sekarang bagaimana jika bigini.."

Akeno kemudian mengangkat tangannya ke atas, tiba tiba sambaran petir langsung menghantam sang Iblis Liar secara brutal. Akeno dengan terus menerus menembakkan Sihir petirnya secara brutal. Dan jangan lupakan dia kini tertawa dengan senangnya saat melihat sang Iblis Liar tersiksa. Dan Issei kembali dibuat merinding ketakutan atas aksi dari Akeno.

"Akeno-san… benar – benar sangat mengerikan jika sedang dalam mode tempurnya." Fikir Issei kembali dengan merinding membayangkan dirinyalah yang disambar petir Akeno.

"Cukup Akeno.." Ujar Rias menghentikan aksi menyiksa yang dilakukan oleh Akeno.

"Ara … Ara… Baiklah Buchou."

Setelah itu Rias kemudian langsung mendekat kearah Viazor yang kini tengah tergeletak tak berdaya.

"Ada kata – kata terakhir?"

"B-Bunuh S-saja Aku…"

"Dengan senang hati…" Ujar Rias dengan dingin tanpa ekspresi.

Dan dengan Itu Rias kemudian mengumpulkan energy Power Of Destruction di tangannya. Dan menembakannya pada Vaizor, dan itu langsung membuatnya musnah begitu saja tanpa sisa. Rias keemudian membalikan badannya.

"Baiklah… kerja bagus semuanya. Sekarang kal-…"

"Khukhukhu…. Sepertinya Vaizor terlalu lemah untuk menghadapi kalian."

Tiba – tiba suara berat langsung menghentikan perkataan dari Rias. Semua orang disana langsung membulatkan mata mereka terkejut, saat mereka dikejutkan dengan kehadiran sosok yang menyerupai Minotaur dengan tinggi 2 meter, membawa sebuah kapak berukuran besar, kini tiba – tiba muncul di belakang Rias entah sejak kapan. Issei dan yang lainnya sungguh sangat terkejut atas kehadiran dari sosok itu. Begitu pula dengan Rias, dia kini hanya bisa berdiri mematung karena terkejut. Sang Minotaur, kembali melanjutkan kata – katanya.

"Maaf .., tapi kau harus mati di sini, wanita jalang."

Dengan berakhirnya perkataan itu, sang Minotaur itu langsung mengangkat kapaknya tinggi – tinggi untuk memotong Rias. Semua teman – teman Rias hanya bisa berteriak Histeris sambil mencoba untuk menghentikan sang Minotaur. Namun...

"BUCHOUUU…"

'DOR' 'DOR' 'DOR'

'BRUK'

Namun mereka semua kembali dikejutkan saat mereka bisa mendengar suara tembakan, beruntun. Dan kemudian mereka bisa melihat sang Minotaur itu langsung tumbang dengan lubang seperti bekas peluru, yang berada di beberapa bagian tervital dari tubuhnya. Dan sang Minotaur itu pun langsung menghilang menjadi debu.

'Sebelumnya'

Dari luar gedung kini kita bisa melihat seseorang yang kini tengah berdiri dengan santainya. Kita tidak bisa melihat wajahnya karena terhalang bayangan dari Hoodie jaket putih yang dipakai sosok itu. Namun kita dapat memastikan bahwa dia adalah seorang perempuan, jika dilihat dari Hotpans yang dipakai sosok itu. Sosok itu kemudian berjalan mendekati pohon yang berada di sampingnya.

Sosok itu kemudian melompat kesalah satu dahan pohon yang berada di pohon di depannya, kemudian duduk menghadap ke arah gedung tak terpakai di depannya.

'Arfau Crëwr'

Setelah mengucapkan itu, disampingnya kemudian tercipta sebuah lingkaran sihir berpola aneh, dengan tulisan – tulisan aksara kuno berwarna Biru. Kemudian sosok itu memasukan tangannya kedalam lingkaran sihir itu, dan menarik sesuatu keluar dari dalam sana. Yaitu sebuah senjata seperti senapan Sniper berjenis CHEYTAC M200. Dengan warna hitam.

Sosok itu kemudian mulai mengarahkan senjatanya ke arah gedung itu, dia kemudian menggunakan scopenya untuk melihat bagaimana keadaan di dalam gedung Melalui jendela yang sudah tidak memiliki kaca. Dan dia kini bisa melihat pertarungan didalam sana sudah selesai. Namun dia masih terus mengawasi keadaan dengan menggunakan scope snipernya. Dia menyeringai senang dibalik jaket yang saat ini dia pakai, saat dia bisa melihat sosok Minotaur, tiba – tiba muncul dibelakang wanita berambut merah. Dia kemudian langsung memasang posisi menembak, dan mengincar beberapa titik vital dari Minotaur.

"Selamat Tinggal Monster…" ucapnya dengan desisan tajam. Sambil bersiap – siap menarik pelatuk senjatanya.

'Ergydion Golao'

Setelah mengatakan itu didepan moncong dari sniper itu, tercipta sebuah lingkaran sihir berwarna putih, dengan aksara – aksara aneh mengitarinya berukuran kecil. Dia kemudian menekan pelatuk senjatanya dan mulai menembak.

'DOR' 'DOR' 'DOR'

Tiga buah peluru cahaya seukuran jempol kaki orang dewasa, kini langsung melesat dengan cepat kearah sang Minotaur, dan langsung mengenai dengan telak titik vital dari sang monster Minotaur dibelakang Rias Gremory. Sehingga itu langsung membuatnya tumbang seketika.

'BRUKKK'

'Kembali Ke Cerita Semula'

Mereka semua kini benar - benar dibuat terkejut saat ini. mereka langsung terdiam mematung saat melihat sang Minotaur langsung melebur menjadi debu, dan menandakan bahwa dia kini sudah mati.

"A-Apa I-itu t-t-adi?" Ujar Issei masih dengan wajah terkejut, mereka semua langsung tersadar saat mendengar suara Issei barusan. Namun mereka langsung menggeleng, masih dengan rasa keterkejutan mereka. Keheningan langsung melanda pada mereka semua. Mereka kini tengah tenggelam dalam Pikirannya masing – masing.

'At Misterius Person'

Sosok yang tadi menjadi pelaku penembakan itu, kini sedang berjalan menyusuri trotoar. Entah sejak kapan dia berada di sini. Perempuan itu kini membuka Hoodie yang dari tadi menutupi seluruh kepalanya. Dan kini kita bisa melihat seorang perempuan berparas cantik, mempunyai surai dark Purple panjang yang dibiarkan tergerai. Dan mempunyai Iris mata berwarna violet yang indah.

"Hahhh… setidaknya aku masih kebagian satu jatah lagi. Untung mereka tidak menghabisi semuanya" Ujar perempuan itu yang terlihat senang akan hasilnya kali ini. tiba – tiba, senyum yang menawan langsung terpampang di wajahnya. Entahlah apa yang dia pikirkan, namun dia terlihat seperti sedang senang sekali. Dan langsung mempercepat langkahnya pergi dari tempat itu

'Back To Rias and Peerage'

Rias dan para peeragenya kini sudah kembali ke kesadaran mereka. Kini mereka memutuskan untuk mengakhirinya untuk hari ini.

"Baiklah…, Sebaiknya kita segera kembali… Akeno." Ujar Rias dengan tegas kemudian menyuruh Akeno untuk menciptakan sihir teleportasi.

"Ano Buchou…, aku akan langsung pulang sekarang. Aku ingin menemui seseorang terlebih dahulu." Ujar Issei sebelum Akeno menciptakan Sihir teleportasi. Mereka semua langsung mengalihkan tatapannya pada Issei.

"Kau yakin akan berjalan kaki?" Tanya Rias dengan heran. Issei hanya mengangguk saja untuk menjawab perkataan dari sang Buchou.

"Baiklah kalau begitu…, Namun, kau harus terus waspada. Kau mengerti Issei?"

Issei kembali hanya menanggapi perkataan Rias dengan anggukan, dia kemudian berpamitan pada Rias dan juga yang lainnya, dan mulai melangkah pergi dari gedung lama itu. Sementara Rias dan yang lainnya langsung pergi dalam lingkaran sihir.

Issei kini sudah berada di dekat perkotaan. Jalanan sedang sepi sekarang, bagaimanapun ini sudah tengah malam, setiap orang pasti sedang beristirahat sekarang ini. Kini Issei tengah berjalan dengan santai, dengan tangan yang dimasukan ke kantong celananya. Namun langkah Issei langsung terhenti saat dia mendengar suara seseorang.

"Lihat…, siapa yang kutemukan di sini, seorang Iblis yang sedang tersesat… sepertinya ini memang hari keberuntungan ku."

Issei benar – benar dibuat terkejut saat dia bisa melihat sosok seseorang laki – laki yang berpakaian seperti seorang detektif lengkap dengan topi pandora yang menutupi kepalanya, kini tengah melayang layang di atasnya dengan sepasang sayap seperti malaikat berwarna hitam di punggungnya.

"M-Malaikat J-jatuh ?!" Ujar Issei dengan shock, dia tanpa sadar langsung mundur ke belakang.

"Ada apa Iblis-chan… kenapa kau terlihat seperti ketakutan seperti itu hmmmm?" Ujar sang Da-Tenshi dengan nada sinis.

"Ohhh… Atau kau mau bermain denganku eh. Iblis-chan?"

Setelah mengatakan itu sang Da-Tenshi langsung menciptakan sebuah Light Spear di tangan kanannya. Issei yang melihat itu langsung di buat kaget, namun itu hanya sesat, dia kemudian menyiagakan dirinya. Sang Da-Tenshi kemudian dengan cepat melemparkan tombak ditangannya pada Issei dengan kuat. Issei sempat terkejut saat melihat kecepatan laju dari tombak itu, namun dia kemudian mencoba untuk menghindar, meski agak terlambat, karena bajunya terkena serangan dari Light Spear. Sang Da-Tenshi terus menerus melemparkan Light Spear pada Issei, yang kini mulai kesusahan menghindari serbuan Light Spear yang di lemparkan oleh sang Da-tenshi, dan tak ayal beberapa bagian tubuhnya juga sudah tergores oleh Light Spear.

"Jika terus begini, aku hanya akan mati konyol... Sesuatu yang bersifat cahaya, benar - benar racun untuk Iblis sepertiku, hanya luka gores saja, sudah terasa seperti terbakar" Fikir Issei dengan panik, di sela - sela dia menghindari hujanan tombak dari sang malaikat jatuh.

"Ohhhh... Ayolah Iblis-chan. Jangan menghindar terus menerus seperti itu..." Ujar sang Da-Tenshi dengan nada sinis. Sementara Issei hanya menggemerutukan giginya saat mendengar nada yang dikeluarkan Da-Thensi yang masih melayang - layang diatasnya itu.

"Cihhh... Jika saja, Sacred Gearku sudah bisa kukeluarkan, aku benar - benar pasti akan menghajarnya..." Fikir Issei dengan kesalnya, sambil masih menghindari tombak - tombak yang siap menusuknya kapan saja.

"Sekarang waktu yang tepat untuk mengeluarkanku bocah..."

Issei benar - benar terkejut saat dalam fikirannya, dia bisa mendengar suara seseorang.

"Siapa kau ?!.." Tanya Issei lewat fikirannya, dan masih dengan menghindari tombak cahaya.

"Aku adalah jiwa dari Sacred Gear milikmu... Sekarang sudah waktunya aku menunjukan existensiku !" Ujar Suara berat itu lagi dalam fikiran Issei. Sementara Issei yang mendengar itu sempat terkejut, namun dia langsung tersenyum sumbringah saat mendengar bahwa Sacred Gearnya bisa dia keluarkan.

"Bagaimana caranya agar aku bisa mengeluarkan Sacred Gearku itu ?." Tanya Issei dalam fikirannya.

"Kau hanya tinggal berkonsentrasi, dan Sacred Gearmu adalah Boosted Gear. Ingat itu baik - baik"

Issei kemudian mengangguk mantap, dia kemudian melompat jauh kebelakang, menghindari jangkauan dari hujanan tombak itu.

"Hohoho... Jangan harap, kau bisa lari dari sini Iblis rendahan." Ujar Sang Da-Tenshi dengan angkuhnya, dia kembali menciptakan Light Spear di tangannya dan melemparkannya pada Issei.

"Bosted Gear"

Setelah mengucapkan itu, aura berwarna merah, langsung membungkus tangan kanan Issei, Issei sungguh sangat terkagum - kagum dengan apa yang tengah. Setelah itu Issei dengan tatapan tajam dan serius langsung menangkap Light Spear yang dilemparkan sang Da-Tenshi, dengan tangan kanan yang masih terbungkus Aura berwarna merah itu. Dan setelah menangkap Light Spear Aura itu kini mulai menghilang, digantikan dengan sebuah Gountlet yang mirip seperti tangan Naga berwarna merah, dengan sisi - sisi runcing. Dan juga, sebuah berlian berwarna hijau yang berada di punggung tangannya. Sang Da-Tenshi di buat terkejut saat dia melihat kini Issei mengeluarkan Sacred Gear miliknya.

Issei kini terus menggenggam Light Spear di tangan yang sudah terbungkus oleh Gountlet, sambil menatap sang Da-Tenshi dengan serius. Namun itu tidak bertahan lama.. Karena.

"AWWW... Panas ... Panas ... Panasss... "

Sang Da-Tenshi yang awalnya terkejut, langsung dibuat Sweatdrop saat melihat Issei, yang mulanya sudah tampil begitu meyakinkan kini, langsung melemparkan Light spearnya ke sembarang arah. Dan kini dia bisa melihat, Issei langsung berjongkok sambil mengusap - usap tangan yang terbungkus Gountet itu. Tingkah Issei barusan memang begitu Absurd, bahkan sang Naga ang bersemayam dalam tubuhnya juga ikut sweatdrop akan tingkah dari hoostnya itu !

"Ternyata kau ini iblis yang begitu bodoh. Apa kau lupa, kalu unsur cahaya, adalah racun untuk bangsa kalian.." Ujar sang Da-Tenshi dengan angkuhnya. Dia kemudian kembali menciptakan Light Spear di tangan kanannya. Sementara Issei, dia masih berjongkok di tempatnya, namun matanya tertuju pada Dohnaseek yang kini tengah menciptakan Light Spear kembali.

"Sebaiknya, aku harus mengakhiri ini segera. Karena waktuku bermain denganmu sudah habis..." Kemuadian Sang Da-Tenshi langsung mengangkat tangannya yang memegang Light Spear tinggi - tinggi, sambil terus menambah energy pada Light Spearnya, sehingga membuat ukuran dari Light Spear itu kian membesar. Issei yang melihat itu langsung membulatkan matanya.

"Dan sebagai salam perpisaha, aku akan memberi tahu siapa aku. Namaku Dohnaseek. Ingat itu baik - baik. Karena aku yang akan ... MEMBUNUHMU." Sang Da-Tenshi yang bernama Dohnaseek itu, kemudian langsung melemparkan tombak cahaya berukuran lumayan besar itu ke arah dimana Issei berada. Issei langsung membulatkan matanya dengan sempurna.

Dohnaseek kemudian dengan sekuat tenaga langsung melemparkan Light Spearnya pada Issei, sementara dengan Issei sendiri, dia buru - buru langsung mencoba bangkin dan berlari untuk menghindari serangan dari Dohnaseek.

'Dhuar'

Sepertinya Issei masih beruntung, karena dia masih bisa menghindari Light Spear ang siap menghancurkan tubuhnya itu, namun saat ledakan Light Spear itu, dia langsung terlempar lumayan jauh, akibat daya kejut hasil dari ledakan. Sehingga membuatnya terlempar dan menbabrak tiang lampu di di samping jalan sepi itu.

"Ughhh..."

Issei meringis kesakitan saat dia bisa merasakn rasa nyeri pada punggungnya.

"Khukhukhu... Sepertinya kau mash beruntung Iblis-chan..." Ujar Dohnaseek dengan nada sinisnya. Dia kemudian mulai turun, dan menghampiri Issei yang kini masih terduduk sambil meringis kesakitan, sambil kembali menciptakan sebuah Light Spear di tangannya.

"Maaf iblis-chan... Permainan ini hanya bisa sampai di sini..." Ujar Dohnaseek setelah berada di hadapan Issei yang masih terduduk. Issei hanya menatap tajam pada Dohnaseek.

"Selamat Tinggal.."

Dohnaseek kemudian mengarahkan Light Spearnya untuk menusuk issei, yang kini hanya bisa pasrah, dan menutup matanya.

'Zrrruuuttt'

Namun issei sama sekali tidak merasakan apapun. Karena penasaran dia, kemudian membuka matanya secara perlahan. Dan dia bisa melihat ujung Light Spear dari Doohnaseek, kini berada beberapa centi saja dari wajahnya. Meski terkejut Issei, sungguh heran, saat melihat Dohnaseek sama sekali tidak bisa menggerakan tubuhnya. Dan hanya berdiri mematung.

"A-Apa I-In-i... T-Tubuh-ku..." Ujar Dohnaseek dengan susah. Sambil mencoba untuk menggerakan tubuhnya, namun sama sekali tidak berhasil.

"'Kagemane No Jutsu'... Sukses"

Saat mendengar suara seseorang yang muncul dari belakang Dohnaseek. Issei kemudian mengalihkan tatapannya ke belakang Dohnaseek.

"S-Shikamaru-SENPAIIII..." Ujar Issei dengan terkejut. Saat disana, ia bisa melihat seseorang yang sangat Issei kenal, tengah berjongkok disana sambil menguap bosan.

"Hoaaammm... Yooo Issei., sepertinya kau sedang menghadapi masalah disini." Ujar Shikamaru dengan malasnya. Issei tidak menanggapi apa – apa selain menatap Shikamaru dengan bingung. Dia bingung kenapa Senpainya itu bisa berada di sini, dan juga apa yang sebenarnya Senpainya itu lakukan sampai – sampai malaikat jatuh yang tadi bersiap membunuhnya itu bisa langsung berdiam mematung seperti itu.

"Apa yang sedang senpai lakukan di sini?" Tanya Issei kemudian dengan bingung.

"Menolongmu… tentu saja." Ujar Shikamaru masih dengan malasnya.

"Hahhh, merepotkan…. Jadi, sekarang apa yang harus aku lakukan padamu Da-Tenshi?" Tanya Shikamaru kemudian dengan malasnya. Issei sempat sweatdrop atas kelakuan Senpainya itu.

"Apakah dia memang benar – benar niat untung menolong?" Fikir Issei sambil bersweatdrop ria.

"S-Sialan K-kau M-anusia rendahan…. Cepat lepaskan aku sekarang juga." Ujar Dohnaseek dengan kesal, karena dia benar – benar tidak bisa menggerakan tubuhnya sama sekali. Dia sebenarnya heran sama seperti Issei. Namun dia benar – benar kesal, karena tak bisa keluar dari jeratan ini.

"Jadi…, apa yang akan kau lakukan senpai?" Tanya Issei dengan penasaran. Shikamaru kemudian menatap Issei dengan tatapan malasnya.

"Mungkin aku akan membunuhnya…, Bagaimanapun Da-Tenshi ini, sudah melakukan hal yang berlebihan di daerah kekuasaan iblis ini… hahhh, ini benar – benar sungguh merepotkan" Ujar Shikamaru dengan helaan nafas beran dan menggumamkan kata Favoritnya. Issei kini benar – benar yakin, kalau senpainya itu benar – benar tidak mempunyai semangat untuk menjalani hidup.

Shikamaru kemudian berdiri dari posisi jongkoknya, dan langsung berdiri dengan tegap, dan gerakan itu juga dilakukan oleh sang malaikat jatuh. Issei sungguh benar – benar heran sekarang. Dia kemudian kembali menatap Shikamaru dengan tatapan seolah meminta sebuah penjelasan. Shikamaru yang melihat itu hanya menguap bosan, kemudian dia memberikan Isyarat pada Issei untuk melihat ke tanah. Dan Issei kini bisa melihat, ada sesuatu yang aneh di tanah, lebih tepatnya pada bayangan sang Senpai. Bayangannya terlihat sangat panjang, padahal penerangan yang sekarang ada disini sama sekali tidak memungkinkan untuk menghasilkan bayangan seperti itu. Dia terus menyusuri bayangan itu, dan berakhir pada bayangan sang Da-Tenshi.

Issei terus menatap bayangan itu terus menerus dengan tatapan yang kian menyipit. Tiba – tiba Issei langsung terkejut saat dia sudah mengerti apa yang sedang terjadi sekarang. Dia kemudian menatap sang Senpai, SHikamaru. Yang kini tengah menguap.

"Kau sudah mengerti?" Tanya Shikamaru kemudian. Issei yang mendapat pertanyaan itu dengan sigap langsung mengangguk dengan tatapan berbinar menatap Shikamaru. Namun Shikamaru tidak memperdulikan hal itu, dia lebih memilih terfokus pada Dohnaseek.

"Karena kau sudah membuat kekacauan di daerah yang seharusnya tidak kau singgahi ini…, Kau harus mendapatkan hukuman berat."

Setelah mengatakan itu Shikamaru kemudian mulai mengangkat tangannya kanannya ke depan tubuhnya , dan gerakan itu dilakukan juga oleh Dohnaseek. Hanya saja bedanya, di tangan kanan Dohnaseek kini memegang Light Spear miliknya. meski dia sempat melakukan perlawanan, namun dia sama sekali tidak bisa mengambil alih control tubuhnya.

"Sekarang ucapkan selamat tinggal …"

Shikamaru dengan malasnya, kemudian melakukan gerakan seperti menusuk pada perutnya sendiri. Dan hal itu juga langsung dilakukan sang Da-Tenshi.

'SLAB'

Light Spear dengan telak menusuk perut dari Dohnaseek, bahkan hingga tembus kebelakang. Dohnaseek langsung berteriak kesakitan, namun dia masih sama sekali belum bisa menggerakan tubuhnya.

"Issei, sebaiknya kau saja yang membunuhnya… aku sedang malas untuk melakukannya…Hooaammm." Ujar Shikamaru dengan mmenguap bosan kembali.

"HEEE?... Tapi, Senpai… aku sa-.."

"Lakukan saja partner, aku yang akan mengarahkanmu." Suara besar di kepalanya itu langsung menghentikan perkataannya.

"Apa maksudmu…?" Tanya Issei tidak mengerti dalam pikirnya.

"Sudahlah… sekarang ikuti apa yang aku katakan.." Ujar suara berat itu lagi. Issei yang awalnya akan membantah, langsung mengangguk mengerti.

"Baiklah… jadi apa yang harus aku lakukan sekarang..?"Tanya Issei dalam pikirannya kembali.

"Sekarang kau ambil jarak yang lumayan jauh terlebih dahulu dari malaikat jatu itu…"

Issei kemudian menurut, dan langsung mundur beberapa langkah ke belakang. Shikamaru yang melihat itu, mengangkat sebelah alisnya bingung, namun dia hanya diam membisu sambil terus melihat apa yang dilakukan oleh Issei.

"Nah sekarang arahkan tangan kananmu yang tertutupi oleh Sacred Gear ke arah malaikat jatuh itu… dan setelah itu biar aku yang akan melakukan sisanya…"

Issei kemudian melakukan semua hal yang disuruh oleh suara di pikirannya. Dia mengangkat tangan yang tertutupi oleh Gauntlet ke arah Dohnaseek yang masih belum bisa bergerak dan masih meringis kesakitan dengan Light Spear yang masih menancap pada perutnya. Tiba – tiba, Issei merasa, bahwa tangannya sama sekali tidak bisa dikendalikan, saat kristal hijau di punggung tangan Gauntlet iyu, kini mulai mengeluarkan cahaya hijau.

'BOOST' 'BOOST'

Setelah suara mekanik terdengar, di telapak tangannya kini mulai terkumpul energy berwarna hijau seukuran bola sepak. Dan saat bola itu mencapai tingkat kepadatan sempurna, Issei yang tangannya dikendalikan, langsung menembakkan bola energy itu pada Dohnaseek. Shikamaru yang melihat Issei sudah menembakkan jurusnnya, langsung melepaskan jutsu pengikat bayangnya. Dari Dohnaseek.

Dohnaseek, langsung meraung kesakitan dan saat bola energy yang ditembakkan oleh Issei mengenainya dengan telak. Dan menimbulkan sebuah ledakan kecil di tempat itu. Dan saat ledakan telah menghilang, kini Dohnaseek sudah hilang dari tempatnya tadi berdiri. Dan hanya meninggalkan beberapa helai bulu hitam di tanah yang sudah menjadi kawah lumayan besar.

Issei benar – benar dibuat takjub atas apa yang tadi dirinya lakukan. Dia kemudian menatap Gauntlet di tangannya dengan penuh kekaguman.

"Hoammm… sepertinya urusanku sudah selesai disini…" Ujar SHikamaru setelah dia menguap. Dia kemudian menatap Issei yang kini masih dalam mode berbinar – binarnya. Shikamaru hanya memutar matanya dengan bosan.

"… Baiklah Issei.. Aku pergi dulu." Ujar Shikamaru lagi, dia kemudian langsung menghilang dalam kepulan asap Khas Sunshin, meninggalkan Issei yang langsung terkejut karena ditinggalkan begitu saja oleh Shikamaru.

"CIhhh… Shikamaru-Senpai, ternyata sangat seenaknya…" Ujar Issei dengan agak kesal. Dia kemudian kembali mengarahkan tatapannya pada Gauntlet di tangannya.

"Jadi… apakah aku bisa mendapatkan sebuah penjelasan sekarang ini?" Tanya Issei. Tiba – tiba Gauntlet di tangan kanan Issei langsung menghilang menjadi partikel cahaya kemerahan. Namun di punggung tangan Issei masih terdapat sebuah kristal hijau seperti pada Gauntlet tadi.

"Untuk penjelasan… tanyakan saja nanti pada orang yang bernama Naruto. Aku sedang malas sekarang ini."

Setelah mengatakan hal itu, kristal di punggung tangan Issei langsung menghilang begitu saja. Issei terkejut, dia kemudian terus memanggil, namun tidak ada respon apapun dari suara difikirannya. Issei kemudian hanya menghela nafas saja.

"Hahhhh…Kenapa aku harus dipertemukan dan di partnerkan dengan makhluk – makhluk yang seenaknya sendiri sih…" Fikir Issei dengan helaan napas berat, dia kemudian kembali melangkahkan kakinya untuk segera kembali ke rumahnya. Aktivitas yang dijalaninya hari ini, sungguh membuatnya harus menguras seluruh tenaganya. Dan dia ingin cepat – cepat sampai di rumah, dan tidur di kasur empuknya.

©©++Atarashi_Seikatsu++©©

'At Naruto'

Naruto kini tengah melompat dari gedung – ke gedung seperti yang para ninja – ninja kebanyakan lakukan. Dia kini bermaksud pergi ke suatu tempat. Naruto semakin mempercepat laju lompatannya. Saat dia kini bisa melihat dermaga dari kejauhan. Dia kemudian berhenti melompat di atap – atap. Saat dia berada di bangunan tertinggi di dermaga. Dia terus mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru tempat di dermaga itu. Lalu pandangannya tertuju pada salah satu tempat di dekat jembatan.

"Ketemu…"

Naruto kemudian langsung melompat turun, dan mendarat dengan sempurna di permukaan, keadaan dermaga yang memang sepi dan tidak ada siapa pun itu membuat Naruto dengan leluasa, dapat bergerak dengan bebas. setelah agak dekat dan berada di ujung jembatan, Naruto langsung melompat tinggi dan mendarat beberapa meter di belakang seseorang yang kini tengah memancing.

"Jadi ini…. pekerjaan seorang yang dikatakan paling terhormat di kalangan malaikat jatuh…" Ujar Naruto dengan datar sambil menatap tajam pada punggung seorang pria paruh baya yang kini memakai sebuah kimono keabuan dan tengah duduk santai di pinggir dermaga dengan pancingan yang setia ia genggam. Merasa perkataan bernada datar itu ditunjukkan padanya, orang yang berada di hadapan Naruto itu langsung menolehkan kepalanya. Dan kini Naruto bisa melihat rupa dari seseorang di hadapannya ini. dia rambut hitam jabrig dengan poni emas dibagian depan dan juga jengkot tipis di daerah dagu.

"Siapa kau anak muda… dan apa tujuanmu datang kemari?" Tanya orang itu dengan nada yang terdengar acuh.

"Namaku Uzumaki Naruto… dan aku adalah perwakilan dari umat Manusia. Kedatanganku kemari hanya untuk memastikan sesuatu hal pada sang Gubernur malaikat jatuh… Azazel" Ujar Naruto memperkenalkan dirinya dengan nada datar. Merasa tertarik, langsung berdiri dari posisi duduknya dan menghadap kearah Naruto.

"Jadi… hal apa yang ingin kau sampaikan padaku…?" Ujar Sang Gubernur Malaikat jatuh itu.

"Apakah kau juga ikut terlibat dalam aksi yang dilakukan oleh para bawahanmu…?" Tanya Naruto dengan dingin dan menatap Sang Gubernur Malaikat Jatuh itu dengan serius. Azazel. Yang mendengar perkataan dari seseorang di depannya, mengangkat sebelah alisnya bingung.

"Apa maksudmu anak muda?" Tanya Azazel dengan bingung.

"Apakah kau yang memberikan perintah pada para bawahanmu, untuk membunuh setiap pengguna Sacred Gear?" Tanya Naruto dengan tajam. Azazel yang mengerti arah tujuan pembicaraan ini, kini mulai memasang ekspresi serius.

"Aku tak pernah memberikan perintah seperti itu pada bawahanku… aku hanya memberikan mereka perintah untuk terus mengawasi para manusia pemilih Sacred Gear, dan bukan membunuhnya." Jelas Azazel dengan nada serius. Naruto sendiri kini masih terus menatap tajam pada Azazel sambil mulai menekankan auranya, dan membuat temperatur diantara mereka berdua menjadi rendah.

"Apakah perkataanmu itu dapat aku percaya?" Tanya Naruto dengan nada yang kian mendingin. Sementara Azazel, hanya menanggapinya dengan acuh. Dan kemudian, kembali membalikkan badannya, membelakangi Naruto.

"Percaya, tidak percaya… itu terserah padamu… Namun, hal yang dapat aku tekankan padamu adalah, Aku sama sekali tidak terlibat atas apa yang dilakukan pembangkang di Fraksiku." Ujar Azazel dengan acuh, sambil kembali melanjutkan acara memancingnya. Naruto kemudian langsung menenangkan dirinya, sehingga temperatur udara yang tadi sempat tertekan, kini kembali normal. Namun tatapan dingin masih terus Naruto tunjukan pada Azazel.

"Baiklah… Tapi janangan salah aku, jika nanti para bawahanmu akan mati ditanganku, jika kembali bertindak seenaknya…" Ujar Naruto kemudian.

"Silahkan saja…" Ujar Azazel dengan tidak peduli. Naruto yang mendengar ketidak pedulikan dari Azazel, langsung mengangkat sebelah alisnya heran.

"Kenapa, kau terlihat seperti, sama sekali tidak peduli dengan bawahanmu?" Tanya Naruto dengan heran. Azazel kemudian menolehkan kepalanya pada Naruto.

"Jika yang kalian basmi adalah para pembangkang dari Fraksiku… silahkan saja. Aku tidak membutuhkan pembangkang dalam Fraksi yang aku pimpin sekarang." Kata Azazel dengan raut seriusnya. Naruto hanya mengangguk, membalas perkataan dari Azazel.

"Baiklah kalau begitu… karena urusanku sudah selesai., aku akan kembali." Ujar Naruto kemudian.

Azazel hanya membalasnya dengan anggukan. Setelah itu Naruto langsung menghilang dari tempatnya berdiri dengan Sunshin anginnya. Meninggalkan Azazel dengan aktivitas tak bergunanya itu.

"Uzumaki Naruto… sungguh menarik. Perwakilan dari umat manusia itu…. Hmmm, Sepetinya hal menarik akan terjadi dimasa mendatang…" Fikir Azazel dengan senyum simpul menempel pada wajahnya. Dia kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya semula.

Sementara dengan Naruto. Dia kini kembali muncul di salah satu gedung tinggi di kota.

"Sepertinya akar dari semua permasalahan ini sudah mulai mencapai ujungnya… hanya tinggal memancingnya saja, dan melakukan penutupan…. Hahhhh…. Semoga saja hal ini akan cepat selesai." Ujar Naruto sambil menengadahkan kepalanya, melihat bulan purnama yang kini menampakan sinar indahnya. Menerangi malam tanpa bintang. Naruto langsung menggumamkan sesuatu.

"…. Perdamaian... akan tercapai"

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC
Spyair_-_The Limited World


Yahhh. Mungkin hanya itu yang dapat saya buat dalam chap 7 ini. semoga kalian menyukainya. Bisakah kalian menebak siapa char cewe misterius tadi. Bagi kalian yang terus mengikuti saya di fb dan bbm pasti udah pair mungkin ada vouting lagi deh.. hehe, maaf kalau saya jadi gaje begini dalam nentuin pairnya.

Oke mari kita lihat sekarang kotak revewnya :

Nawawim451 : Yah.. bisa dikatakan itu benar. Dan untuk adegan fightnya mungkin akan saya buat beda sekali, 100% pasti beda dengan LN ataupun Animenya.

Alan Sahlan 65 : -_-".. inget vroh, baru tadi aje kita masih chat di grup same yang lain. Nah untuk masalah Jinton ntuh, ane sebenarnya agak sulit menjelaskannya. Namun yang dapat ane sampaikan mungkin disini tingkatan pengendalian chakra Naruto di setiap element sudah sangat mampu untuk bisa menciptakan element gabungan. Dan yeah. Mempelajari jinton secara sempurna bukanlah perkara mudah. Dan untuk masalah OC, itu hanya peran pendukung. Dan soal kacau ntuh tergantung dari pembaca, menilainya seperti apa. Oke Thanks Vroh. Comment kau paling panjang. :v 'o')/.

KuroNeko : Buat pair kayaknya udah gak bisa dirubah. Dan untuk char OC, itu murni saya yang buat dan gak ada sangkut pautnya sama anime yang lain. Oke, terima kasih atas sarannya.

ShadouRyu-kun : Kalo buat evil pieces, mungkin ane bakal pikir – pikir dulu, ada emang memungkinkan sih. Namun itu gimana nanti aja. Terima kasih atas sarannya.

Iib. Junior : Untuk hal itu, saya benar – benar minta maaf. Typo dan EYD, emang masih masalah buat saya. Terus penggunaan kosa kata di chap kemarin, itu karena saya ngerjainnya buru – buru. Sehingga tidak memperhatikan setiap kalimat yang saya buat.

Shinn Kazumiya : Pakk 'o')/… ilangin dulu dialognya… haha maaf pak, soal Pov ntuh emang gak ada direncana pada awalnya, jadi itu emang dipaksain. Oke pak.

NaraShikamaru241298 : ahh kau rusa. Buat chara. Mungkin hanya mereka bertiga aje vroh. Kalo ditambah lagi. Ancur ntar fic ane. Oke vrohhh.

Angga Ok : Buat Power Destruction, itu memang bersifat permanen di Naruto, namun tingkatannya hanya sampai di tingkat bawah aja. Karena bagaimanapun Power Destruction yang ada di naruto hanya sedikit. Dan Naruto pasti masuk ke academy.

: Namanya susah banget ya. Ah buat kekuatan Naruto yah sebenarnya itu emang udah direncanain seperti itu, kan di awal caver udah saya tulis. StrongNaru. Jadi mungkin disini masih berada di bawah dulu, lagipula jutsu yang dikeluarkan belum semuanya.

Vin'Diesel D'.Newgates : ah tak apa. Buat yang kemarin emang saya juga yang salah kok. Dan saya kedepannya akan mengontrol omongan saya. Oke.. nanti saya perbaikin di chap – chap berikutnya. Saya berterimakasih pada anda.

Draghfilia hasnah : Yep pasti, itu memang bagiannya Arc Phenex. Ketemunya segera pastinya, karena saya juga sudah merindukan kemunculan seiren kembali.

Cuma Setau Ane : Ah terima kasih atas informasinya. Saya kurang mengetahui soal penggunaan bunshin biasa.

Uchiha Jimmy Lathifah : Itu pasti. Dan buat duetnya, mungkin saja :D.

Maulana59 : Oke.. dan buat Rinnegan… hmmm saya sebenarnya lagi mikirin itu juga. Namun itu bagaimana nanti saja. Terima kasih atas semuanya.

Nanase Akira : Ahh.. itu pasti. Saya akan mengontrol omongan saya yang sembrono ini mulai dari sekarang. Yep, terimakasih atas pengertiannya.

Tamma : hmmm… akan ane pikir – pikir dulu kayaknya soal itu.

I-ExNeko-I : ahaha yah begitulah. Dan untuk Naomi dia berasal dari ras manusia pengguna Sacred Gear.

Kazuki. Ken. 71 : Hmmm… kayanknya enggak tuh. Karena naruto hanya mempunyai sedikit energy power of destruction

Oke mungkin itu adalah balasan beberapa Revew. Dan untuk yang lainnya. Maaf jika kalian tidak termasuk. Saya hanya membalas revew yang saya anggap, harus dijawab dengan detail.

dan tadi ada yang kebetulan nanyain jadwal update saya. Sebenarnya saya gak terlalu meporsir update cepat, namun yang jelas, yang dapat saya simpulkan, saya update tuh 2:1. S.S bakal di update setelah dua kali update A.S. danuntuk info pastinya biasanya saya selalu memberikan infonya di FB. Dan saya mau ngucapin terimakasih yang sebesar – besarnya pada para reader sekalian yang selalu mensuport saya, untuk bisa terus berkarya di ffn.

Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan saat ini. dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom revew.

Jaa Ne~