One Ok Rock_-_Sonzai Shomei
.
.
Title :Atarashi Seikatsu
Author :Hyosuke. Ryukisi. 27
DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.
Rating : T+
GENDRE : Adventure, Romance, Family, Drama, Fantasy, Humor.
Pair : Narutox Seiren(OC)xNaomi (OC) x …..(kembali_Ke_Vouting)
ShikaxSona
Warning(s) : AU, Sami-Cannon, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan,
Summary : Karena sebuah kecelakaan di dunia asli mereka, kedua sahabat ini harus rela terjebak dalam masalah yang sangat merepotkan di dunia yang mereka singgahi sekarang. Namun mereka bertekad, akan menyelesaikan permasalahan di dunia yang mereka tempati saat ini. Cinta dan kebahagiaan pun juga ikut mewarnai hari – hari mereka di sana.
"Normal"
"Thinking"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'
Chap 8
.
.
.
.
.
.
Pagi kini kembali menjelang, dan pagi ini kini terlihat cerah kembali seperti hari – hari sebelumnya.
"Aku berangkat…"
Hyudou Issei, kini tengah berjalan untuk berangkat ke sekolahnya. Hari masih pagi, namun dia kini sudah berangkat.
"Hahhh …., entah kenapa aku ingin sekali berangkat pagi sekarang ini." Pikirnya dengan helaan napas. Dia berjalan dengan gontai. Sepertinya meski dia berangkat pagi, Issei sama sekali tidak bersemangat untuk melakukan rutinitas wajibnya. Itu terlihat dari raut wajahnya yang sama sekali tidak bersemangat dan juga lesu. Namun saat dia sudah sampai di pertengahan jalan, dia tanpa sengaja melihat, seseorang biarawati yang tengah berjalan beberapa meter di depannya.
'Bruukk'
"Aduhhh …."
Issei langsung diam mematung dengan wajah mesum yang kembali terpampang di wajahnya, saat dia melihat sang biarawati di depannya tadi terjatuh. Posisi jatuh yang tidak elit, Membuat pakaiannya tersingkap, sehingga Issei yang ada di belakang sang biarawati, dapat melihat pemandangan yang sangat indah menurutnya di pagi hari ini. dan karena pemandangan itu juga, Issei entah kenapa dari yang awalnya lesu kini terlihat kembali bersemangat.
"Aku menyimpannya ….. Aku menyimpannya …. Aku menyimpannya….." Gumam Issei dengan penuh kemesuman, dengan mata melotot dan binar – binar di matanya itu sambil melihat pemandangan yang indah menurut para kaum laki - laki.
Sementara sang biarawati, kini dia tengah bangun dari posisi jatuhnya, dan mendudukkan dirinya di tanah sambil mengusap beberapa bagian badannya yang agak sakit. Namun dia langsung dibuat panik saat dia melihat pakaian yang berada di kopernya kini berceceran kemana – mana. Dengan sigap, ia langsung membereskan semua pakaiannya dengan tergesa – gesa.
"Uhhh …. Kenapa aku harus mengalami hal seperti ini sihh." Ujarnya dengan agak kesal.
"Ano …. Bisa aku bantu?"
Mendengar suara asing di telinganya itu, sang biarawati langsung mengalihkan tatapannya pada sang empunya suara, dan dia bisa melihat seorang pemuda yang kini tengah tersenyum ke arahnya sambil membantu dirinya membereskan beberapa pakaiannya.
Issei, sang penawar bantuan itu, kini tengah membantu sang biarawati membereskan beberapa pakaiannya. Namun, dia langsung dibuat melotot dan kembali memasang wajah mesumnya, saat dia memungut sebuah pakaian dalam wanita. Sang biarawati yang melihat itu, langsung dibuat panik, dan dengan tergesa – gesa, langsung merebut semua pakaiannya yang ada pada Issei. Sementara Issei hanya menggaruk bagian kepala belakangnya sambil tertawa garing.
"Ahhh …. Sudah selesai …. Terima kasih atas bantuannya, umm …."
Merasa tahu dengan hal yang dibingungkan sang biarawati, Issei hanya tersenyum maklum.
"Hyudou Issei … panggil saja aku Issei."
"Ahhh …. Aku Asia Argento …., sekali lagi terima kasih atas bantuannya Issei-san." Ujar sang biarawati yang bernama Asia itu sambil membungkuk.
"Sama – sama …., jadi, tadi aku melihatmu seperti seorang yang sedang kebingungan, apakah kau orang baru disini?" Tanya Issei mencoba untuk berbasa – basi.
"Ummm …. Sebenarnya aku sedang tersesat sekarang ini …., apakah Issei-san tahu salah satu gereja yang berada di daerah ini." Ujar Asia dengan agak malu, karena mengatakan kalo dia tersesat. Issei yang mendengar itu langsung tersenyum dengan ramah.
"Yahh, aku tahu ….,"
'At Naruto'
Naruto kini tengah melakukan aktivitas seperti biasanya saat pagi sudah datang, yaitu Lari Pagi. Lari pagi ini adalah rutinitas yang memang sangat harus ia lakukan setiap pagi, sebuah kewajiban sepertinya. Namun sepertinya aktivitasnya langsung terhenti, saat dari kejauhan, dia bisa melihat Issei yang kini tengah bersama seorang biarawati.
"Issei? ..., Sedang apa dia dengan seorang biarawati?" Pikir Naruto dengan heran. Dia kemudian bergegas langsung mendekati Issei. Naruto kemudian menghentikan laju larinya saat dia sudah berada di belakang Issei. Dia kemudian langsung menepuk pundak Issei, yang saat ini masih asik berbincang dengan sang biarawati. Issei yang merasakan tepukan di pundak langsung membalikkan tubuhnya. Dan dia bisa melihat Narutolah yang tadi menepuk pundaknya.
"Ah… Naruto-san." Ujar Issei dengan satu alis terangkat. Naruto hanya tersenyum seperti biasanya.
"Jadi, sedang apa kau Issei?" tanya Naruto kemudian.
"Ummm …., Aku sedang membantu wanita ini Naruto-san." Ujar Issei.
"Benarkah …., Kau tidak melakukan hal – hal 'mesum' padanya bukan?" Tanya Naruto dengan agak penekanan pada kata mesum. Issei yang ditanya seperti itu langsung tersentak panik.
"T-Tentu saja tidak Naruto-san …., m-mana mungkin aku melakukan hal seperti itu." Ujar Issei dengan gelagapan. Naruto yang mendengar itu langsung memicingkan matanya.
"Bisa saja kau melakukannya ….," Naruto kemudian mengalihkan tatapannya pada sang biarawati. "…., apakah yang dikatakan orang mesum ini benar?" Tanya Naruto dengan tatapan memicingnya kini dialihkan pada Asia. Asia sama sekali tidak bisa menjawabnya dengan kata – kata, karena dia benar – benar gugup saat berhadapan dengan Naruto yang terus menatapnya seolah – olah sedang diinterogasi. Dia kemudian hanya mengangguk atas pertanyaan Naruto.
Naruto tidak langsung percaya. Dia terus menatap keduanya secara bergantian dengan picingan matanya. Dan itu membuat Issei dan Asia grogi. Namun, Naruto langsung kembali ke sifat semulanya dan itu membuat keduanya langsung bernapas lega.
"Baiklah kalau begitu, aku percaya" Ujar Naruto dengan senyum simpul di wajahnya.
" …., Aku Uzumaki Naruto. Kau?" Tanya Naruto kemudian kepada Asia.
"A-Asia Argento…, senang bisa bertemu dengan anda Uzumaki-san." Ujar Asia sambil berOjigi.
"Panggil saja aku Naruto, Asia-san." Asia hanya mengangguk. Naruto kemudian mengalihkan tatapannya pada Issei kembali.
"Jadi kenapa kau masih belum berangkat ke sekolah Issei …., sekolah akan mulai dalam waktu setengah jam lagi." Ujar Naruto kembali dengan satu alis terangkat.
"Ummm …., aku akan mengantarkan Asia terlebih dahulu Naruto-san …., dia sedang tersesat saat ini. jadi aku akan mengantarkannya terlebih dahulu." Jelas Issei. Naruto yang mendengar penjelasan dari Issei hanya mengangguk.
"Baiklah kalau begitu …., Oh ya Issei, saat pulang sekolah Nanti …., temui aku di tempat kemarin. Ada hal penting yang harus kita bicarakan."
Issei hanya mengangguk mengerti menanggapi perkataan dari Naruto barusan. Naruto kemudian tersenyum puas. Dan langsung membalikan badannya.
"baiklah kalau begitu …. Aku pergi dulu. Jaa Ne~"
"Baiklah Naruto-san …., Jaa."
Naruto kemudian kembali melanjutkan acara lari paginya. Meninggalkan Issei dan juga Asia.
"Ummm …., apakah Naruto-san itu adalah temanmu Issei-san?" Tanya Asia pada Issei, setelah Naruto sudah hilang dari pandangan mereka. Issei mengangguk mengiyakan apa yang ditanyakan Asia berusan.
"Yah … malahan, aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri." Ujar Issei disertai senyum, Asia yang mendengar itu juga ikut tersenyum. Setelah itu Issei kemudian mengantarkan Asia menuju ke gereja yang akan dituju oleh Asia.
'Skip Time'
Naruto kini tengah berada di taman, dimana dia kemarin berbincang – bincang dengan Issei. Dia kini tengah menunggu kedatangan Issei dengan ditemani minuman kaleng di tangannya. Naruto mengangkat sebelah alisnya bingung, saat dari kejauhan, dia bisa melihat Issei yang kini tengah berjalan dengan gontai ke arahnya. Saat sudah dekat dengannya, Issei langsung menghempaskan bokongnya, dan duduk disamping Naruto dengan lesunya.
"Kau kenapa Issei?" Tanya Naruto dengan heran dan juga bingung, melihat tingkah teman barunya itu.
"Haaahhhh ….., nasibku hari ini benar – benar sedang buruk Naruto-san." Ujar Issei dengan lesu kembali.
"Maksudmu ?" Tanya Naruto kembali meminta penjelasan. Sementara Issei kembali menghela napas dengan berat.
"Aku dimarahi Buchou, karena mengantarkan Asia ke gereja tadi pagi." Jelas Issei. Naruto yang mendengarnya sedikit dibuat terkejut, namun itu hanya sementara karena dia kemudian menghela nafas sambil mengusap dahinya.
"Hhhh …., Jadi, perempuan yang tadi pagi itu …. tersesat karena tidak menemukan gereja …, dan kau, mengantarkannya begitu saja, tanpa berfikir terlebih dahulu?" Tanya Naruto kemudian, Issei yang mendengar itu hanya mengangguk dengan lesu.
"Kau ini Issei …., sepertinya aku mengerti kenapa Rias sampai marah besar padamu …., Karena bagaimanapun Gereja adalah tempat teritori musuh bagi para iblis. Dan kau dengan cerobohnya mendekati daerah musuh, tanpa tahu risiko yang kau ambil." Ujar Naruto dengan disertai helaan napas lelah, tidak mengerti akan jalan pikiran dari Issei ini. Issei yang mendengar ceramahan Naruto kini semakin dibuat drop. Dan Naruto yang melihatnya hanya Facepalm.
"Kuharap kau tidak akan ceroboh lagi lain kali Issei…" Ujar Naruto kembali.
"Ha'I…" jawab Issei dengan lesu disertai dengan anggukan.
"Namun, ada satu hal yang membuatku heran tentang biarawati itu …., kenapa seorang biarawati dikirim ke kota ini …, sedangkan tempat tujuannya adalah tempat yang bahkan sudah tidak terpakai." Ujar Naruto kemudian, Issei yang mendengar itu kini langsung menatap ke arah Naruto.
"Aku juga tidak mengerti Naruto-san …., Namun, Biarawati yang tadi pagi itu adalah seorang pengguna Sacred Gear sepertinya." Ujar Issei sambil memasang posisi seperti sedang mengingat sesuatu. Naruto dengan cepat langsung menatap Issei.
"Maksudmu ….?" Tanya Naruto dengan agak serius.
"Hmmmm …, saat tadi pagi aku mengantarkannya. di jalan, tidak sengaja ada seorang anak kecil terjatuh dan terluka …, dan Asia dengan sigap langsung menolongnya, dia kemudian menyembuhkan luka anak itu dengan cepat, dengan kemampuannya yang aneh …, jadi aku menyimpulkan kalau Asia adalah seorang pengguna Sacred Gear." Jawab Issei dengan memasang wajah berfikir. Naruto sendiri kini langsung terkejut saat mendengar perkataan Issei barusan.
"Ada sesuatu yang janggal disini …., seorang biarawati pengguna Sacred Gear, dikirim ke sarang para Da-Tenshi?" Pikir Naruto. "….,sepertinya Aku harus menyelidiki hal ini." Lanjut Naruto lagi dengan serius. Sementara Issei kini dibuat heran saat melihat Naruto kini malah melamun dengan raut serius.
"Naruto-san….?"
Suara panggilan dari Issei, langsung membuat Naruto kembali tersadar ke dunia nyata. Dan menatap Issei dengan raut serius. Namun itu hanya sementara, karena Naruto langsung mengalihkan pandangannya ke depan, sambil menghela napas, dan itu membuat Issei kini semakin dibuat heran akan tingkah dari Naruto.
"Baiklah, lupakan tentang hal tadi terlebih dahulu …., Issei, dari yang kudengar dari Shikamaru. Kau sudah bisa mengeluarkan Sacred Gearmu. Apakah itu benar?" Tanya Naruto memastikan. Issei yang mendengar itu, kini langsung kembali ke posisi tegap. Dan menatap Naruto dengan tatapan terkejut.
"Heee? …., Jadi, Naruto-san kenal dengan Shikamaru-senpai?" Tanya Issei dengan agak terkejut. Naruto yang mendengar itu hanya mengangkat alisnya bingung. Dan mengangguk atas pertanyaan Issei barusan.
"Shikamaru memang temanku …., dia bahkan tinggal satu rumah denganku sekarang ini." Ujar Naruto masih dengan sebelah alis terangkat menatap Issei yang kini makin terkejut.
" …., apakah dia tidak memberitahumu sebelumnya?" Tanya Naruto. Issei hanya menggeleng atas perkataan Naruto barusan.
"Setelah Shikamaru-senpai menolongku semalam, dia langsung pergi begitu saja ….," Ujar Issei, Naruto hanya mengangguk mengerti.
"Yah …., tipikal Shikamaru …., Nah sekarang kau ikut aku. Aku ingin melihat Sacred Gearmu." Ajak Naruto kemudian sambil merubah posisinya menjadi berdiri.
"Kemana Naruto-san?" Tanya Issei dengan bingung.
"Sudah, ikut aku sekarang …,"
Naruto kemudian langsung melangkahkan kakinya. meskipun dia masih bingung dengan ajakan Naruto, Issei tetap menuruti perkataan Naruto, dan mengikutinya dari belakang.
©©++Atarashi_Seikatsu++©©
Kini Naruto dan juga Issei tengah berada di dalam hutan. Tempat ini adalah tempat dimana Naruto biasanya melakukan latihan. Issei sungguh bingung, kenapa dia diajak ke tempat ini oleh Naruto.
Mereka berdua kini sudah berada di sebuah tempat di sebuah areal dekat air terjun. Issei sungguh terkagum – kagum dengan tempat ini, dia tidak menyangka di dalam hutan yang menyeramkan seperti ini, ternyata mempunyai tempat yang indah. Namun kekagumannya langsung terhenti saat Naruto mengeluarkan suaranya.
"Sekarang coba kau keluarkan Sacred Gear milikmu Issei." Titah Naruto kemudian. Issei hanya mengangguk. Dan Issei kemudian mulai berkonsentrasi.
'Boosted Gear'
Setelah mengatakan itu, kini tangan kiri Issei sudah terbungkus sebuah Gauntlet yang mirip seperti tangan Naga, dan di punggung tangannya terdapat sebuah berlian berwarna hijau. Naruto kini mencermati setiap lekukan dari Sacred Gear kepunyaan Issei itu.
"Hmmm …. Jadi bentuk dari Boosted Gear itu seperti ini?" Ujar Naruto sambil memperhatikan lengan kiri Issei yang terbungkus oleh Gauntlet berwarna full merah itu. Dia kemudian mengangguk, setelah puas melihat bentuk dari Sacred Gear kepunyaan Issei. Dan Issei langsung menghilangkan kembali Gauntlet di tangan kirinya.
"Nah Issei …, sekarang apa yang kau ketahui tentang Sacred Gearmu itu?" Tanya Naruto kemudian.
"Hmmm …., ah itu juga pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu Naruto-san …., jiwa Sacred Gearku bilang, jika aku menginginkan sebuah penjelasan, aku harus menanyakannya padamu." Ujar Issei saat dia mengingat perkataan dari jiwa Sacred Gearnya semalam. Naruto hanya menghela napas atas perkataan Issei barusan.
"Hahhh …., baiklah kalau begitu. Dengarkan ini baik – baik Issei …., Sacred Gearmu adalah salah satu dari ke-tigabelas kategori Longinus." Ujar Naruto dengan serius. Issei yang mendengar bahwa Sacred Gearnya termasuk Longinus, langsung berbinar – binar. Menurut apa yang disampaikan oleh Buchounya, Sacred Gear Longinus adalah Sacred Gear terkuat, yang dalam mitosnya dapat membunuh tuhan sekalipun, dan saat mendengar bahwa Sacred Gearnya masuk dalam golongan itu, tentu saja itu membuatnya terkagum – kagum.
"Sacred Gearmu bernama 'BOOSTED GEAR', yang mana di dalam Sacred Gear itu, bersemayam salah satu dari Two Heavenly Dragons 'Ddraig' …., dan kemampuan dari Sacred Gearmu, adalah menggandakan kekuatan setiap 10 detik. Mungkin hanya itu saja yang aku tahu mengenai Sacred Gearmu, selebihnya kau bisa tanyakan sendiri pada Ddraig" Lanjut Naruto kembali menjelaskan tentang Sacred Gear dari Issei.
"Uwooohhhh …., jadi Sacred Gearku ini termasuk dalam kategori Longinus?" Ujar Issei dengan penuh rasa kekaguman yang jelas kentara. Naruto hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Issei itu.
"Uwooahh …, Ini benar – benar sungguh luar biasa …," Ujar Issei dengan penuh semangatnya.
"Karena kau sudah tahu akan kekuatanmu, sebaiknya kau mulai melatihnya Issei…" Ujar Naruto kemudian. Issei yang mendengar itu langsung dengan secepat kilat sudah berada di hadapan Naruto, dan langsung menunduk ke arah Naruto.
"Kalau begitu …, Ajari aku Naruto-san …." Ujar Issei dengan nada memohon sambil menunduk kearah Naruto, penuh harap. Naruto hanya sweatdrop melihat reaksi Issei, yang begitu dadakan seperti ini.
"Aku tidak bisa mengajarimu Issei …., karena bagaimanapun, aku ini bukanlah seorang pengguna Sacred Gear, jadi aku tidak akan bisa melatihmu dalam hal ini." Ujar Naruto dengan agak meringis. Issei yang mendengar itu langsung dibuat lesu, dengan awan hitam dan guntur yang menyambar melayang – layang diatas kepalanya.
"Yahhh …, padahal aku sudah berharap banyak akan dilatih oleh Naruto-san…" Ujar Issei dengan lesunya. Naruto hanya bisa tertawa garing saja menanggapi perkataan Issei barusan.
"Mungkin aku bisa membantumu dalam beberapa aspek saja ….,"
Mendengar sebuah cercahan harapan yang diberikan Naruto, Issei dengan semangat langsung berdiri tegap kembali, dan menatap Naruto dengan penuh harap. Naruto kembali dibuat sweatdrop akan perubahan emosi Issei yang berubah – ubah dengan cepat itu.
"Benarkah itu Naruto-san ….," Ujar Issei dengan penuh harap. Naruto hanya mengangguk atas pertanyaan Issei. Dan sepertinya itu juga berdampak besar, karena kini Issei benar – benar dibuat terlonjak senang.
"Baiklah …. Sekarang dengarkan aku Issei." Ujar Naruto dengan serius.
"Baik …. Shisou." Ujar Issei dengan patuh, dia kemudian memasang posisi serius.
"Aku mungkin tidak bisa melatih kemampuan Sacred Gearmu …. Namun, aku mempunyai beberapa metode latihan yang sepertinya pas denganmu. Dan mulai hari ini kau akan memulai latihannya." Ujar Naruto mulai menjelaskan. Issei mendengarkan perkataan Naruto dengan serius.
"….aku akan melatih kemampuanmu dalam segi bela diri ringan dan juga ketahanan fisikmu. Karena menurutku itu akan sangat menguntungkan, jikalau kau memakai Sacred Gearmu …. Kau mengerti Issei?" Jelas Naruto panjang lebar. Issei hanya tertawa garing sambil menggaruk kepalanya, dan langsung menggelengkan kepalanya saat ditanya apakah dia mengerti atau tidak. Naruto hanya Facepalm melihatnya, dan menghela napas pasrah.
"Hahhh …., kau ini Issei. Jadi begini, kemampuan dari Sacred Gearmu kan menggandakan kekuatan setiap sepuluh detik …. Coba sekarang kau bayangkan, bagaimana jika kemampuanmu saat tidak menggunakan Sacred Gear sudah sangatlah mumpuni. itu pasti sangatlah bagus, karena jika nanti kau memakai Sacred Gear, kekuatanmu yang sudah hebat akan semakin hebat karena kekuatannya terus ditambah oleh Sacred Gearmu …. Kau mengerti Issei?" jelas Naruto dengan penjelasan yang agak dibuat terperinci agar Issei bisa mengerti. Dan sepertinya itu berhasil karena Issei kini tengah memasang tampang bersemangat.
"Aku mengerti Shisou …." Ujar Issei dengan penuh semangat.
"Errr …. Sebaiknya kau panggil aku seperti biasanya saja Issei." Ujar Naruto dengan agak swaetdrop, karena dia terus dipanggil dengan sebutan Shisou. Issei yang mendengar itu langsung bersedekap dengan kepala yang digelengkan.
"Aku akan tetap memanggilmu Shisou mulai dari sekarang. Dan Shisou tidak akan pernah bisa melarangku untuk hal itu." Ujar Issei masih dengan bersedekap. Naruto hanya menghela napas pasrah atas perkataan dari murid dadakannya itu.
"Terserah kau saja …. Baiklah, sekarang aku ingin kau melakukan lari mengelilingi area tanah lapang ini sebanyak sepuluh kali Issei." Titah Naruto kemudian, mulai memberi komando.
"Kau yakin Shisou …. Sepuluh putaran itu sangatlah mudah untukku." Ujar Issei dengan agak meremehkan porsi latihannya. Naruto yang mendengar perkataan dari Issei hanya menyeringai kecil, sampai – sampai Issei sama sekali tidak bisa melihatnya.
"Hoho …. Jadi itu adalah porsi latihan yang ringan yah …. Baiklah bagaimana jika begini." Ujar Naruto kemudian sambil merangkai beberapa handseal dan mendekati Issei yang kini heran atas apa yang dilakukan Naruto. Sementara Naruto yang sudah selesai merangkai Handseal, langsung meletakkan telapak tangannya pada punggung Issei.
'Fuinjutsu : Taiju'
Issei langsung terjungkal kedepan, saat tiba – tiba ia bisa merasakan badannya memberat. Dia mencoba berdiri, dengan susah payah. Namun langsung kembali terjatuh karena tidak kuat akan berat badannya.
"S-Shisou …. A-Apa yang Shisou l-lakukan pada t-tubuhku..?" Tanya Issei meminta penjelasan, meski agak kesusahan karena menahan tekanan berat pada tubuhnya.
"Aku memasang segel pemberat tubuh … dan sekarang, berat badanmu sudah aku tambah sebanyak hmmm… sekitar 80 kilogram." Ujar Naruto dengan rasa tidak bersalah sedikitpun, malah terlihat polos. Sementara Issei yang mendengar itu langsung terkejut.
"Apa? …. Oi… Shisou. Aku ini bahkan belum kuat untuk menahan beban sebanyak 50 kilogram." Ujar Issei dengan agak sewot.
"Hee? … kupikir seorang iblis sepertimu akan kuat untuk menahan beban seperti itu." Ujar Naruto lagi dengan polosnya.
"Iblis sih iblis …. Tapi tetap saja, fisikku ini masih sama dengan manusia normal Shisou…" Ujar Issei dengan sewot kembali.
"Begitukah …. Baiklah kalau begitu." Naruto kemudian berjongkok didekat Issei dan kembali merangkai Handseal yang sama dengan sebelumnya dan menyentuh kembali punggung Issei.
"Nah …. Aku sudah menurunkannya menjadi 50kg. kurasa itu cukup, dan jangan membantah. Sekarang cepat lakukan apa yang aku suruh tadi." Ujar Naruto dengan keputusan mutlak. Issei hanya mengangguk, dia kemudian langsung kembali mendirikan tubuhnya. Merasa sudah agak mendingan, Issei langsung melakukan lari mengelilingi tanah lapang di hutan ini. sementara Naruto terus memperhatikannya, sambil menyandarkan tubuhnya pada salah satu pohon.
"Dengan ini, mungkin aku dapat membuatnya menjadi kuat., dan nanti membuatnya bisa menjaga apa yang dianggapnya berharga …. Namun ini juga sekaligus agar Issei dapat melindungi Rias sehingga aku tidak perlu repot –repot lagi nant untuk menjaganya….. hehehe" Fikir Naruto dengan senangnya saat mengingat maksud darinya menyetujui pelatihan ini. Naruto kini kembali memperhatikan Issei yang saat ini mulai kesusahan untuk berlari. Dan tak ayal itu membuatnya langsung tertawa.
'Skip'
Issei kini tengah tergeletak dengan keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya, bahkan seragam sekolah yang ia pakai kini sudah basah akan keringatnya. Naruto kemudian menghampiri Issei yang sudah menyelesaikan putaran terakhirnya, dengan sebuah botol minuman yang berada di tangannya.
"Baru permulaan saja kau sudah seperti ini …., bagaimana nanti dengan latihan berikutnya." Ujar Naruto yang kini tengah berjongkok di samping Issei, sambil menyerahkan sebotol minuman tadi pada Issei. Disuguhi dengan air yang memang ia butuhkan, Issei dengan cepat mengambilnya dari tangan Naruto dan meminumnya hingga habis.
"Ahhhhhh …. Leganya." Ujar Issei dengan penuh rasa bersyukur, dia kemudian mengalihkan pandangannya pada Naruto.
"Jadi, apa selanjutnya Shisou?" Tanya Issei kemudian. Naruto kini berdiri dari posisi jongkoknya.
"Berikutnya Push-up, Back-up, Shit-up, lalu pull-up, sebanyak yang kau bisa." Ujar Naruto kemudian. Issei tidak banyak prote, dia kini langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Naruto tanpa pikir panjang. Meski agak kesusahan karena berat pada tubuhnya yang sudah ditambah.
'skip'
Hari tidak terasa sudah menjelang sore, langit yang awalya berwarna biru kini sudah tergantikan dengan langit berwarna orange. Dan latihan Issei baru berjalan pada tahap pelatihan fisik saja.
"Baiklah Issei …. Karena hari sudah sore, mungkin latihan kita sudahi untuk hari ini. dan karena besok adalah hari libur …. Latihan akan kita lakukan dari pagi. Dengan pemanasan lari mengelilingi kota." Ujar Naruto sambil mengakhiri sesi latihan untuk hari ini.
"Baik …. Shisou. Hahh … benar – benar latihan yang sangat melelahkan." Ujar Issei sambil merebahkan tubuhnya pada rumput. Naruto hanya tersenyum maklum, karena bagaimanapun porsi latihan seperti tadi, pastilah akan sangat berat dijalankan untuk Issei yang memang belum pernah melakukannya. Tiba - tiba dipunggung tangan kiri Issei sebuah kristal berwarna hijau mulai nampak dan bercahaya.
"Hehhh …. Setidaknya dengan begini, aku tidak akan terlalu khawatir akan kau nanti." Suara itu menggema dari kristal hijau di punggung tangan kiri Issei. Issei langsung mendudukkan posisinya bersila, dan melihat ke arah punggung tangannya.
"Hmmm …. Dengan begini aku akan bisa menjaga diriku beserta dengan semua yang berharga untukku." Ujar Issei dengan mantap. Naruto yang melihat itu hanya tersenyum simpul.
"Baguslah kalau begitu …. Terus pertahankan tekad kuatmu itu …. Partner." Ujar sang Welsh Dragon dengan nada bangga. Dan Issei hanya menjawab dengan anggukan mantap.
"Dan untukmu Naruto …. Sepertinya aku mengerti sekarang tentang apa yang kau katakan tempo hari." Lanjut Ddraig kembali pada Naruto.
"Itulah kenapa kau tidak boleh menilai sesuatu hal begitu saja sebelum kau menilai mereka secara keseluruhan." Ujar Naruto dengan senyum simpul.
"Yahhh …., akan ku ingat perkataanmu itu …. Sebenarnya ada hal yang ingin aku pastikan tentangmu, namun sepertinya ini bukan waktu yang tepat." Ujar Ddraig. Naruto hanya mengangkat sebelah alisnya bingung atas perkataan dari Ddraig.
"Memangnya apa yang ingin kau pastikan Ddraig?" Tanya Naruto dengan heran. Sementara Issei kini hanya diam memperhatikan interaksi antara Naruto dengan jiwa dari Sacred Gearnya.
"Bukan apa – apa. Kita akan membahasnya, jika waktunya sudah tepat …. Baiklah aku akan kembali sekarang."denga itu Ddraig langsung menghilangkan dirinya pada tangan Issei, meninggalkan Naruto dengan tanda tanya besar dikepalanya. Namun dia langsung mengangkat bahunya.
"setidaknya dia akan mengatakannya nanti…" Pikir Naruto dengan agak acuh, meskipun dia juga mempunyai rasa penasaran.
"baiklah kalau begitu …. Karena latihan sudah selesai, sebaiknya kita segera pulang." Ujar Naruto kemudian sambil menatap langit sore. Issei mengangguk,
"Baik Shisou …. Lagi pula aku harus bersiap – siap, karena nanti malam harus berkumpul di ruang club." Ujar Issei sambil merubah posisinya menjadi berdiri dan seperti sebelumnya agak keksusahan, karena Naruto belum melepaskan segel pemberatnya.
"Jadi Shisou …. Bisakah kau kembali menormalkan berat tubuhku ini?" Pinta Issei kemudian. Naruto kemudian menggelengkan kepalanya atas pertanyaan Issei.
"Tidak …. Kau harus tetap dalam kondisi seperti itu. Kau harus membiasakan tubuhmu dengan berat tubuh mu yang sekarang ini." Ujar Naruto dengan tegas.
"T-Tapi Shisou …"
"tidak ada bantahan … jika kau memang ingin terus dilatih olehku." Ujar Naruto dengan keputusan mutlak. Issei hanya bisa menurut dengan tampang lesu.
"Baiklah Shisou…" Ujar Issei dengan lesunya. Dan latihan itu langsung diakhiri, dengan pembubaran keduanya. Dan latihan itu akan kembali dilanjutkan besok. Dengan porsi yang sepertinya akan sangat berat untuk Issei nantinya. Dan Naruto juga tak lupa membuat bunshin, untuk mengawasi gerak – gerik dari para malaikat jatuh di gereja tua itu, sekaligus untuk mengetahui bagaimana Nasib dari Asia Argento
©©++Atarashi_Seikatsu++©©
Malam kini kembali menjelang. Dan seperti hari – hari belakangan ini, Naruto tengah bersiap untuk berburu iblis liar. Dari beberapa informasi, di sebuah tempat yang agak terpencil di daerah pinggiran kota, ada sebuah pabrik yang sudah tidak terpakai lagi. Dan kemarin dia mendengar bahwa di sana ada kasus beberapa orang yang hilang secara misterius. Dan Naruto beranggapan bahwa itu adalah hasil dari perbuatan Iblis liar. Dan karena itulah, dia akan pergi kesana untuk memastikannya.
Naruto kini melangkahkan kakinya keluar dari kamar, dengan penampialn seperti biasanya, yaitu T-Shirt, berwarna hitam dipadukan dengan jaket berhoodie berwarna orange dan celana cargo pendek berwarna hitam. Dia kemudian menuju ke ruang tengah. Di sana kini Shikamaru tengah berdiri dengan tangan bersedekap dan badan yang disandarkan ke tembok. Penampilan Shikamaru juga tak kalah santainya seperti Naruto, hanya kaos hitam lengan panjang dipadukan dengan kemeja warna putih lengan pendek yang tidak dikancingkan. Celana dia memaki Jeans panjang berwarna hitam.
"Jadi …. Apakah kau akan ikut Shika?" Tanya Naruto setelah dia berada di dekat Shikamaru.
"Yeahh …. Lagipula, aku juga bosan terus menerus berada di rumah, tanpa melakukan sesuatu." Ujar Shikamaru dengan nada lesu seperti biasanya. Entahlah, dia ingin ikut atau tidak sebenarnya. Naruto hanya akat bahu, merasa sudah terbiasa akan kebiasaan dari sahabat satu atapnya itu.
"Baiklah …. Ayo kita pergi."
Setelah Naruto mengatakan itu, mereka berdua langsung menghilang dalam kepulan asap khas Shunsin No Jutsu.
'Scan Berpindah'
Kini kita berada di sebuah pabrik yang sepertinya sudah tidak pernah dipakai kembali, itu terlihat dari bangunan yang memang sudah terlihat tua, dan sudah mengelami beberapa kerusakan pada tembok, dan beberapa hal lainnya.
Di depan pabrik itu, kini sebuah kepulan asap tercipta. Dan saat asap menghilang kita bisa melihat kedua tokoh utama kita sudah berdiri di sana, sambil mengobservasi keadaan dari pabrik ini.
"Hmmm …. Sepertinya, tempat ini memanglah sangat cocok dijadikan sebagai sarang bagi para iblis liar." Ujar Naruto sambil terus memperhatikan seluk beluk pabrik itu, dari tempatnya berdiri sekarang.
"Jadi, menurutmu bagaimana Shika?" Tanya Naruto pada Shikamaru, yang berada disampingnya. Shikamaru tidak langsung menjawab, dia terus memperhatikan tempat itu. Setelah puas dia kemudian mengalihkan tatapannya pada Naruto.
"Sebaiknya kita langsung masuk saja sekarang kedalam …. Kita tidak akan tahu bagaimana situasinya jika kita berada disini." Usul Shikamaru setelah dia mengobservasi pabrik ini. Naruto mengangguk mengerti. Mereka berdua kemudian langsung masuk kedalam bangunan bekas pabrik percetakan itu. Saat mereka berdua membuka pintu masuk, mereka langsung terkaget saat disuguhi oleh sebuah kapak besar yang kini tengah melayang ke arah mereka berdua. Dengan cepat dan sigap keduanya kini langsung mundur kembali keluar bangunan, sehingga membuat kapak besar itu kini hanya menancab pada lantai di depan pintu masuk.
Mereka kemudian mengalihkan tatapan ke depan. Dan mereka kini bisa merasakan sebuah tekanan energi Youki yang mulai naik. Sehingga itu membuat Naruto dan SHikamaru langsung memasang posisi Siaga. Naruto kemudian mengeluarkan pedang Masamune dari segel di pergelangan tangannya dan dia genggam di tangan kanan, dan di tangan kiri, tak lupa Naruto juga memegang sebuah kunai, yang dibuat terbalik. Sementara dengan Shikamaru, dia sudah siap dengan dua pisau chakra yang diwariskan dari mendiang gurunya Asuma yang dia pegang di masing – masing tangannya.
"Hohoho …. Sepertinya kali ini aku akan makan dengan enak."
Suara itu keluar dari dalam bangunan pabrik itu, dan dari balik bayang – bayang gelapnya ruangan di dalam, kini mulai menampakan sesosok makhluk besar, dengan bentuk seperti minotaur, hanya saja yang membedakannya hanyalah kepalanya yang kini terlihat seperti bison. Makhluk itu kemudian keluar dari dalam gedung dan mendekati kapak miliknya yang tertancap. Naruto dan juga Shikamaru yang melihat itu kini, semakin menyiagakan posisi mereka. Namun mereka berdua kembali dikejutkan saat sebuah suara kembali terdengar dari belakang mereka.
"Hmmm …. Sepertinya daging mereka berdua sangatlah lejat."
Naruto dan Shikamaru langsung menolehkan kepala mereka kebelakang, dan diana mereka bisa melihat sosok makhluk yang sangat mirip persis seperti Centaur yang mempunyai ukuran sama besar dengan sosok makhluk yang pertama dan membawa sebuah Neginata di tangannya.
"Haaahhh …. Sepertinya ini akan sangat menyusahkan. Bukan begitu Shikamaru?" Tanya Naruto pada Shikamaru, sambil menyiagakan posisinya menghadap monster pertama.
"Merepotkan saja." Ujar Shikamaru, sambil menyiagakan dirinya menghadapi sang Centaur, sehingga kini posisi Naruto dan juga Shikamaru saling membelakangi dengan punggung yang menempel.
"kau punya rencana Shika?" Tanya Naruto tanpa menoleh pada Shikamaru.
"Untuk sekarang masih tidak ada …. Karena kita belum tahu apa kelemahan dari monster – monster ini. Sebaiknya kita hadapi dulu mereka." Ujar Shikamaru kemudian. Naruto hanya bergumam membalas perkataan dari Shikamaru barusan.
"Baiklah …. Sebaiknya kalian menyerahkan diri kalian. Dan biarkan kami menyantap tubuh kalian yang nikmat itu." Ujar Monster yang mirip Minotaur dengan seringai yang menempel di bibirnya.
"Maaf …. Tapi daging tubuhku ini sudahlah mengering dan hanya menyisakan tulang saja sekarang dan itu pasti tidak akan enak." Ujar Naruto membalas perkataan dari Iblis liar dihadapannya.
"Khukhukhu …. Bagaimana kalau kami mencobanya terlebih dahulu hmmm." Ujar Iblis liar yang mirip dengan centaur itu dengan nada yang begitu menyeramkan. Sepertinya dia sudah sangat tidak sabar untuk menyantap daging dari Naruto dan juga Shikamaru.
"Hahh merepotkan saja …. Daingku bahkan mungkin hanya akan menjadi virus saja di perut kalian." Ujar Shikamaru dengan nada malasnya. Keheningan kini tercipta di antara mereka berempat. Naruto dan juga Shikamaru kini semakin menyiagakan posisinya.
"Ayo maju …"
Setelah SHikamaru mengatakan itu Naruto langsung berlari menyerang sang Minotaur dengan berlari dengan cepat, sementara Shikamaru, dia langsung melemparkan Kedua pisau chakranya pada sang Centaur.
Mendapat serangan seperti itu, sang Centaur dengan mudahnya menghindari lemparan pisau chakra SHikamaru, namun dia dikejutkan saat dia bisa melihat bayangan dari Shikamaru mulai memanjang dan mengincar dirinya. Meski dia tidak tahu berbahaya atau tidak, dia tetap menghindari bayangan Shikamaru dengan terus mundur ke belakang. Dan sepertinya itu berhasil, karena tiba – tiba bayangan SHikamaru langsung berhenti setelah mencapai jarak 10m.
"Cihh …. Karena cahaya bulan yang redup, ini membuat jarak jangkauan bayangku hanya mencapai 10m …. Hahh, ini benar – benar jadi semakin merepotkan." Pikir Shikamaru sambil menghela napas berat.
'Naruto di saat yang sama'
Naruto berlari dengan kencang ke arah iblis liar di hadapannya. Dia kemudian langsung melompat dengan tinggi sambil mengayunkan pedang masamune secara vertical. Namun masih dapat ditahan oleh sang iblis liar dengan menahan ayunan pedang Naruto dengan kapak besar di tangannya. Naruto yak kehabisan akal, dia kemudian bertumpu pada sisi tumpul dari kapak besar itu, dan meloncat mundur sambil melemparkan kunai yang sudah dialiri chakra pada monster di depannya.
'Kunai : Kage bunshin'
Kunai itu langsung berlipat ganda jumlahnya. Meski sempat terkejut akan kejadian barusan, sang minotaur langsung melompat tinggi sambil bergeser kesamping, sehingga membuatnya terbebas dari hujanan kunai yang siap menusuknya itu. Naruto yang sudah mendarat dengan sempurna langsung merangkai handseal dengan satu tangan yang menganggur.
'katon : Gokakyou No Jutsu'
Sang iblis liar kembali dikejutkan dengan serangan bola api yang dikeluarkan oleh Naruto, karena tak mau terpanggang hidup – hidup. Sang Iblis Liar langsung menghindarinya dengan melompat kembali ke samping.
'Destruction Fang'
Namun sepertinya dia memang harus dikejutkan kembali, saat tiba – tiba dari depan sebuah energi hitam dengan outline merah, berbentuk seperti taring tengah mengarah padanya dengan cepat. tak bisa kembali menghindar sang Iblis liar kemudian menjadikan kapaknya sebagai tameng.
'Dhuar'
Namun sang iblis liar itu langsung dibuat terpental saat energi itu langsung meledak, sehingga dia langsung terlempar dan menabrak gedung di belakangnya dengan keras. Naruto memang sama sekali tidak berniat untuk berhenti. Dia kemudian langsung membuat Rasen Destruction di tangan kirinya yang diarahkan pada sang iblis liar. Dia bermaksud untuk mengakhiri ini segera.
"Dengan ini…."
'At Shikamaru'
Shikamaru kini tengah dalam keadaan yang lumayan terpojok. Lawannya kali ini memang benar – benar gesit. Setiap serangan yang dilancarkannya langsung dapat dihindari dengan mudah. Shikamaru kemudian mengambil beberapa kunai dan Shuriken dan melemparkannya pada musuhnya. Sang iblis liar itu terus bergerak menghindar dan bahkan terkadang dia menangkis serangan Shikamaru dengan menggunakan Neginata di tangannya.
"Apa hanya itu kemampuanmu eh manusia?" Ujar sang Iblis Liar dengan nada sinis. Dia kemudian dengan cepat langsung maju menyerang ke arah Shikamaru yang kini kembali menggunakan teknik bayangannya untuk menangkap sang Iblis Liar. Namun itu semua masih bisa dihindari dengan mudah oleh sang iblis liar sambil terus melaju ke arah Shikamaru. Dan ketika jaraknya hanya tinggal beberapa meter lagi dari Shikamaru, hal tak terduga pun terjadi. Tiba – tiba seluruh tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakkan.
"Hehhh …. 'Kagemane No Jutsu' Sukses…" Ujar Shikamaru dengan senyum kemenangan tertempel diwajahnya. Sementara sang Iblis liar hanya bisa memasang ekspresi terkejut diwajahnya.
"B-Bagaiman mungkin…" Ujar sang Iblis Liar dengan penuh ketidak percayaan.
"Itu mudah saja …. Sebenarnya aku bisa saja menangkapmu dari awal, namun karena aku sedang malas, jadi aku hanya melakukannya dengan asal – asalan. Simple-nya, kau itu terlalu fokus pada serangan yang datang dari depan saja, dan melupakan beberapa sisi lainnya. Dan saat aku menyadari itu. Aku kemudian melemparkan beberapa senjataku, yang aku yakini dapat kau hindari atau tangkis dengan mudah. Dan saat kau maju menyerang, aku menggunakan teknik pengunci bayanganku dari arah depan yang jelas dapat kau hindari, namun dari beberapa tempat, bayanganku mulai bercabang, dan menyambungkannya dengan bayangan yang dihasilkan oleh kunai dan Shuriken yang berceceran dibelakangmu. Dan saat kau hanya terfokus padaku, aku menggunakan kesempatan itu untuk menjebakmu seperti sekarang." Jelas Shikamaru dengan senyum kemenangan.
"Dan sepertinya ini waktunya aku mengakhiri ini…"
Bayangan Shikamaru kini kembali muncul dan langsung mengikat kembali sang Iblis Liar yang kini tengah diam mematung beberapa meter didepannya. SHikamaru akan mencoba menggunakan teknik pengembangan dari bayangannya. Dan kini di bawah badan sang Iblis Liar terbentuk sebuah area lingkaran, dengan diameter 2m, dengan dia yang menjadi pusatnya.
"Dengan ini …."
Shikamaru dan juga Naruto langsung memasang senyum penuh kemenangan yang ditunjukkan pada lawan di depan mereka sekarang.
"….Berakhir Sudah"
'Rasen Destruction'
'Kage Sakuru Yushitessen'
'Dhuuaarr'
'Jras' 'Jras' 'Jras'
©©++Atarashi_Seikatsu++©©
Pagi kini kembali menyingsing. Hari ini adalah hari libur yang dijalani para murid sekolahan, karena pada calendar menunjukkan bahwa hari ini tanggal merah. Dan itu membuat setiap siswa/i. menjadi sangat gembira, karena meskipun libur satu hari, setidaknya mereka bisa frees otak untuk hari ini. Namun tidak semua orang melakukan apa yang tadi disebutkan, karena beberapa di antaranya masih ada yang melakukan aktivitas yang agak berat.
Seperti Hyudou Issei ini. dia tadi pagi, sudah melakukan lari pagi mengelilingi kota ini bersama dengan Naruto sebanyak sepuluh putaran, meski dalam kasusnya, Issei hanya melakukan lari sebanyak 5 putaran saja. Tapi, jangan salahkan dia, karena bagaimanapun dia masih memakai segel pemberat pada tubuhnya, dan itu membuatnya yang tidak biasa ini, menjadi hanya bisa melakukan lari sebanyak lima putaran itu juga dengan acara memaksakan diri.
Setelah lari itu selesai, kini Issei dan juga Naruto sudah kembali berada ditempat dimana Issei kemarin melakukan latihan. Yaitu, sebuah hutan yang jauh dari daerah pemukiman.
"Nah … baiklah Issei, sekarang lakukan dulu gerakan pemanasan, setelah itu, istirahat sepuluh menit. Dan kemudian dilanjutkan dengan latihan bela diri …. Laksanakan." Ujar Naruto dengan tegas.
"Baik Shisou." Ujar Issei dengan penuh semangat. Keduanya langsung melakukan pemanasan lanjutan seperti Push-up, dan sejenisnya. Meskipun Issei harus tumbang duluan.
Setelah selesai, kini Naruto mulai memberikan arahan kembali.
"Baiklah sekarang kita akan mempelajari teknik dasar dalam bela diri …. Dan mengingat bagaimana sifatmu, mungkin style yang cocok adalah power dan kecepatan …. Baiklah, ayo kita mulai. Tapi sebelumnya …."
Naruto kemudian mendekati Issei, dia kemudian meletakan tangannya pada punggung Issei seperti sebelumnya.
'Fuin : Kai'
Naruto melepaskan fuin pemberat yang kemarin sempat dia berikan pada Issei. Karena sepertinya latihan ini Fuin pemberat hanya akan menghambat dalam latihan sekarang.
"Bagaimana sekarang…?" Tanya Naruto kemudian. Issei terlebih dahulu menggerakan seluruh tubuhnya seperti melakukan sebuah pemanasan ringan, dan dia langsung dibuat terkejut saat Issei bisa merasakan perbedaan yang signifikan pada tubuhnya.
"Tubuhku …. Tubuhku sekarang terasa sangat ringan sekali Shisou." Ujar Issei dengan penuh kekaguman.
"Itu sudahlah pasti, karena bagaimanapun kau ditumpukan pada berat 50kg dalam dua hari penuh, dan itu membuat semua otot – otot dalam tubuhmu bekerja extra keras saat melakukan aktifitas. Dan saat fuin di lepas. Itu akan membuat efek yang jelas kentara pada tubuhmu." Jelas Naruto atas rasa kekaguman yang Issei tunjukan.
"Baiklah …. Sekarang sebaiknya kita mulai latihan ini." Ujar Naruto dengan serius.
"Baik Shisou …." Issei menjawab dengan nada penuh tekad dan semangat.
Dan latihanpun dimulai. Naruto mengajari Issei mengenai teknik bela diri. Mengenai pukulan, tendangan, dan kegesitan dalam menghindar. Naruto benar – benar melatih Issei full mengenai Seni beladiri.
Latihan kemudian dihentikan saat hari sudah tepat tengah hari. Dan kini terlihat Issei yang sudah terkapar kelelahan. Sepertinya berlatih dengan giat hari ini. sementara Naruto, latihan seperti tadi bukanlah sesuatu hal yang berat untuknya, malah terkesan ringan.
"Baiklah Issei …. Latihan cukup sampai disini, dan ini terakhir aku melatihmu, ke depannya kau harus berlatih sendiri. Dan mintalah bantuan pada Ddraig untuk membimbingmu dalam menguasai Sacred Gearmu." Ujar Naruto. Issei yang mendengar penuturan Naruto langsung bangkit dari posisi terlentangnya, menjadi duduk bersila menghadap Naruto.
"Baik Shisou …. Terima kasih karena sudah melatihku dua hari ini." Ujar Issei sambil membungkukan badannya sambil duduk. Naruto yang berdiri di depan Issei hanya tersenyum.
"Yahh …. Kuharap kau akan memberiku kejutan setelah ini." Ujar Naruto disertai senyum simpulnya. Dan Issei hanya mengangguk sambil tersenyum sumringah. Namun itu tidak bertahan lama, karena Issei, entah kenapa kini terlihat murung.
"Shisou …. Semalam, aku bertemu kembali dengan Asia." Ujar Issei dengan agak lirih namun masih bisa didengar oleh Naruto.
" Kau bertemu lagi dengannya?" Ujar Naruto dengan heran. Issei mengangguk.
"Semalam, aku mendapatkan sebuah kontrak dari klien …. Namun, sewaktu aku sampai kesana, sang klien sudah dibunuh oleh seseorang …. Ternyata sang pembunuh juga ada di sana, dia bilang kalau dia adalah seorang Exorcist liar yang bernama Freed…. Awalnya, aku sempat kaget karena ada seorang Exorcist liar apalagi dia adalah sekutu dari Da-Tenshi…. Setelah itu, Aku kemudian terlibat sedikit cek – cok dengannya. Lalu, saat aku berhasil memojokannya meski aku juga harus tertembak di kaki,dan saat itulah Asia muncul…"
Naruto terus mendengarkan cerita Issei, tanpa ingin menyela sedikitpun.
"… Aku sempat kaget akan kedatangannya. Dia juga sepertinya sangat terkejut karena aku adalah seorang iblis. Freed yang terlihat marah karena kedekatan Asia denganku, kemudian melakukan hal tak senonoh pada Asia. ….. aku sungguh marah karena perbuatannya. Aku yang ingin menolong, tapi tidak bisa melakukan apapun …. Setelah itu Buchou dan yang lainnya datang dan menolongku. Sehingga membuat Freed kabur serta membawa Asia." Lanjut Issei, dengan ekspresi sendu yang terlihat di raut wajahnya.
"Hahhh …. Sepertinya ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama lagi ternyata." Fikir Naruto.
"Yahh …. Mau bagaimana lagi Issei …. Kita juga tidak mungkin bisa mencampuri urusan para Da-Tenshi itu …. Bagaimanapun, jika kita melibatkan diri kesana, ini urusannya akan menjadi rumit, karena melibatkan antar Fraksi." Ujar Naruto dengan Serius. Sementara Issei hanya mengangguk dengan ekspresi yang masih lesu.
"Baiklah Issei …. Mungkin sebaiknya kita pergi saja sekarang …. Jika terjadi sesuatu lagi …. Kau bisa mencariku di alamat ini." Ujar Naruto sambil menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan alamat rumah Naruto.
"Baik Shisou …." Jawab Issei masih dengan lesunya.
"Semoga …., Kau baik – baik saja saat ini Asia." Fikir Issei dengan sedih.
'Skip Time'
Bulan kini sudah menampakkan dirinya dilangit malam tanpa bintang. Kita kini beralih ke kediaman dua tokoh utama kita. Naruto, dia kini tengah bersantai bersama dengan Shikamaru di tengah rumah, sambil menonton acara di tv. Hari ini keduanya tidak melakukan perburuan karena memang belum ada informasi mengenai keberadan Iblis Liar. Jadi, mereka memanfaatkannya untuk bersantai – santai saja.
"Hmmm …. Entah kenapa, Firasatku merasakan, hari ini kita sama sekali tidak akan bisa bersantai dengan tenang." Ujar Naruto disela acara menontonnya.
"Hoaammm …. Mungkin hanya perasaanmu saja." Ujar Shikamaru sambil menguap bosan. Naruto kemudian hanya mengangguk. Dan mereka kembali melanjutkan acara Nonton tv mereka. Namun sebuah gedoran pintu disertai teriakan seseorang, langsung mengalihkan perhatian keduanya.
'Dok' 'dok' 'dok'
"Shisou …."
'Dok' 'dok' 'dok'
"Shisou …. Inih aku Issei …."
Kemudian Naruto dengan agak tergesa – gesa, langsung pergi menghampiri pintu depan rumah. Dia sungguh tahu betul dengan siapa yang kini tengah berteriak diluar rumahnya itu. Setelah berada di depan pintu, Naruto kemudian memutar kenop dan membuka pintu dengan agak membantingnya. Dan disana, dia bisa melihat Issei yang kini tengah berdiri di depan pintu dengan wajah panik bercampur kelelahan.
"Issei …. Ada apa kau malam – malam begi-…."
Namun, Naruto tidak meneruskan omongannya saat Issei langsung menyelanya terlebih dahulu.
"Shisou …. A-Asia …." Ujar Issei dengan agk ngos – ngosan. Naruto hanya mengangkat sebelah alisnya bingung.
"Asia? …. Ada apa dengannya.?" Tanya Naruto dengan heran. Issei kemudian menarik napas agak panjang dan mengeluarkannya secara cepat. dan langsung menatap Naruto dengan serius.
.
.
.
.
.
"Asia …. Dalam bahaya."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
©©++Atarashi_Seikatsu++©©
TBC
Spyair_-_The Limited World
.
.
.
Yep … mungkin hanya segini untuk chap 8. Maaf mengecewakan, dan maaf juga updatenya telat dari jadwal yang udah di janjikan sebelumnya. Dan maaf mungkin untuk kali ini revew belum bisa saya balas. Saya juga lagi dalam kondisi terburu – buru saat ini.
Mungkin hanya ini saja yang dapat saya sampaikan. Sampai jumpa di chap2 berikutnya.
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom revew. Baik saran, ataupun kritikan.
Jaa ne~
