One Ok Rock_-_Sonzai Shomei
.
.
Title :Atarashi Seikatsu
Author :Hyosuke. Ryukisi. 27
DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.
Rating : T+
GENDRE : Adventure, Romance, Family, Drama, Fantasy, Humor.
Pair : Narutox Seiren(OC)xNaomi (OC) x …..
ShikaxSona
Warning(s) : AU, Semi-Cannon,Mainstream, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan.
Summary : Karena sebuah kecelakaan di dunia asli mereka, kedua sahabat ini harus rela terjebak dalam masalah yang sangat merepotkan di dunia yang mereka singgahi sekarang. Namun mereka bertekad, akan menyelesaikan permasalahan di dunia yang mereka tempati saat ini. Cinta dan kebahagiaan pun juga ikut mewarnai hari – hari mereka di sana.
"Normal"
"Thinking"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'
.
.
Chap 9
'Rescue Asia'
.
.
.
.
.
.
"Apa maksudmu asia dalam bahaya?"
Naruto sungguh heran akan perkataan Issei barusan. Dia mengatakan, Asia dalam bahaya. Dari mana Issei mengetahui kalo Asia dalam bahaya.
"Tadi siang, aku bertemu dengan Asia Shisou …. Setelah itu, aku menghabiskan waktu dengannya. Namun pas kami sedang mengobrol di taman …. Asia kemudian di culik oleh Da-Tenshi yang akan membunuhku waktu itu …." Jelas Issei dengan agak terburu – buru. Sepertinya, rasa panik sangat mendominasi dalam hatinya saat ini.
"Hoaamm …. Sebaiknya kau tenangkan dulu dirimu Issei." Shikamaru menyahut dari belakang tubuh Naruto dengan malasnya. Naruto dan Issei dengan secara otomatis langsung mengalihkan tatapannya pada Shikamaru.
"Shikamaru benar …. Sebaiknya kau tenangkan dulu dirimu Issei." Ujar Naruto menyetujui perkataan dari Shikamaru tadi barusan.
"Bagaimana aku bisa tenang, Shisou …. Asia mungkin sedang dalam bahaya saat ini …. Karena, sebelum Asia dibawa oleh Da-Tenshi itu. Dia mengatakan akan mengadakan sebuah ritual pada Asia …. Aku sudah minta bantuan pada Buchou, namun dia menolaknya mentah – mentah. Dan harapan terakhirku ada pada Shisou, dan Shikamaru-senpai …. Jadi tolong …. Tolong bantu aku menyelamatkan Asia." Jelas Issei dengan nada frustrasi, dan kemudian dia langsung bersujud, memohon bantuan pada Naruto dan juga Shikamaru. Hening langsung melanda mereka. Dan Issei masih terus bersujud.
"Kenapa kau begitu peduli padanya Issei?" Ujar Naruto dengan dingin dan tanpa ekspresi sedikitpun.
Issei sungguh dibuat terkejut saat mendengar respon yang dikeluarkan oleh Naruto barusan. Dia kemudian mendongakkan kepalanya menatap Naruto dengan tidak percaya.
"Sekali lagi aku tanya padamu …. Kenapa …. Kau begitu peduli terhadap biarawati itu?" Ujar Naruto kembali dengan nada tanpa ekspresi yang dikeluarkan, baik itu dari suaranya maupun dari ekspresinya. Issei tidak langsung menjawab, Naruto bisa melihat Issei kini menundukan kepalanya, sehingga dia sama sekali tidak bisa melihat ekspresi darinya. Namun Naruto dapat memperkirakan, Issei kini pasti tengah emosi, melihat dari dia yang mengepalkan tangannya dengan kuat dan badan yang bergetar.
"Terserah kalian mau menganggap hal ini seperti apa …. Tetapi yang jelas …. Aku sangat peduli pada Asia. Dia hanyalah wanita lugu yang mendapat sebuah jalan kehidupan yang berat …. Yang dia inginkan hanyalah mendapat sebuah kehangatan dan kebahagiaan dunia …. Tapi, apa yang di dapatnya sekarang …. Dia hanya menjadi pemanfaatan orang – orang keji, yang tak mempunyai perasaan …."
Naruto sama sekali tidak bergeming. Dia masih mempertahankan posturnya seperti sebelumnya. Meski sekarang dia melihat Issei yang mulai mengeluarkan air mata.
"…. Sebenarnya, apa yang salah dengan Asia …. Kenapa dunia ini begitu kejam terhadap seorang wanita lugu sepertinya. Dia tak pernah mengeluh, meski hidup yang dijalaninya begitu sulit. Tapi, kenapa? …. Dia sama sekali tidak mendapatkan pengabulan atas setiap do'a yang selalu dia panjatkan."
Air mata yang dikeluarkan Issei kini semakin menjadi – jadi. Dia kemudian mendongakkan kepalanya dan menatap Naruto dengan penuh keseriusan.
"Dan karena itulah …. Aku akan sangat peduli terhadapnya …." Ujar Issei dengan penuh keyakinan. Dia kemudian berdiri sambil menatap Naruto yang masih tidak menampakkan ekspresi apapun.
"…. Jika Shisou memang tak akan membantu... Aku akan tetap pergi, dan menyelamatkannya. Meskipun nyawaku harus menjadi bayaran untuk keselamatannya" Issei berujar panuh tekad. Dia kemudian membalikkan tubuhnya, dan mulai melangkahkan kakinya.
"Tunggu Issei …."
Mendengar itu, Issei langsung menghentikan langkah kakinya tanpa membalikan badan sedikitpun.
"Hahhhh …. Mau bagaimana lagi …. Jika aku membiarkanmu pergi begitu saja, pasti kau hanya akan mati konyol nanti... Bagaimana menurutmu Shika?" Ujar Naruto sambil menatap Shikamaru di belakangnya.
"Yeahhh …. Bagaimanapun sepertinya kita tidak bisa membiarkan hal ini begitu saja." Ujar Shikamaru. Issei yang mendengar perkataan mereka berdua langsung membalikkan badan dengan cepat. dan saat itulah dia bisa melihat Naruto dan juga Shikamaru yang tengah menatapnya sambil tersenyum. Issei yang melihatnya benar – benar terkejut.
"Kami akan membantumu …" Ujar Naruto dengan diiringi senyum tulus. Issei yang mendengar itu sangat terkejut, namun kesenangan jelas Nampak pada sorot matanya saat ini.
"Terimakasih Shisou, senpai." Ujar Issei dengan haru sambil membungkukkan badan 90 derajat.
"Simpan dulu rasa terimakasihmu itu …. Kita mempunyai tugas yang harus diselesaikan saat ini." Ujar Naruto kemudian. Naruto kemudian melihat ke arah Shikamaru kembali dan mengangguk, begitu pula dengan Shikamaru.
"Baik Shisou …." Ujar Issei dengan penuh kegembiraan yang masih terselip di suaranya.
"Baiklah …. Ayo kita pergi." Ujar Naruto kemudian, dan dibalas dengan anggukan penuh semangat dari Issei, dan anggukan malas dari Shikamaru.
©©++Atarashi_Seikatsu++©©
Kini Naruto beserta dengan SHikamaru dan juga Issei. Sudah berada di daerah sekitar gereja. Naruto kini tengah berdiri di salah satu dahan pohon. Dia kini tengah melihat situasi dari gereja itu dari tempatnya. Setelah puas, Naruto langsung melompat turun dan menghampiri Issei dan juga Shikamaru.
"Bagaimana situasinya Shisou …?" Tanya Issei pertama kali.
"Sepertinya Penjagaan di tempat itu sangatlah ketat. Ada beberapa Da-Tenshi dan juga Ex-Exorcist yang berjaga di beberapa titik di pintu masuk…. dan itu belum dihitung dengan yang berada di dalam." Jelas Naruto mengenai situasi gereja.
"Sepertinya ini akan sangat sulit …" Ujar Issei dengan agak kesal. Naruto hanya mengangguk atas perkataan dari Issei barusan.
"Bagaimana menurutmu Shika?" Tanya Naruto mengalihkan tatapannya pada Shikamaru, yang kini tengah bersedekap dan memejamkan matanya.
"Memancing …." Ujar Shikamaru ambigu setelah dia tadi berdiam cukup lama. Naruto yang mengerti membalasnya dengan anggukan. Namun, berbeda dengan Issei, dia kini tengah menatap keduanya dengan tatapan kebingungan.
"Memancing?" beo Issei penuh tanda tanya di dalam kepalanya. Naruto dan Shikamaru hanya menghela napas saat mendengar nada kebingungan dari Issei.
"Hahhhh, kau ini Issei …. Dengar, kau tahu bukan teknik memancing ?" Tanya Naruto pada Issei yang dibalas dengan anggukan.
"Hal terpenting dalam memancing, adalah umpan dan juga sang penarik …."
Issei mendengarkan penjelasan Naruto dengan cermat, dan terkadang dia juga manggut – manggut mengerti.
" …. Dalam rencana kali ini kita akan menggunakan cara memancing. Dengan aku dan juga Shikamaru yang menjadi umpan. Sementara kau Issei …. kau akan menjadi seorang penarik. Kau mengerti?"
Setelah mendengar penjelasan dari Naruto barusan, Issei langsung mengangguk .
"Aku mengerti Shisou …." Ujar Issei dengan tegas. Naruto mengangguk, dia kemudian mengalihkan tatapannya kembali kepada Shikamaru.
"Jadi …. Apakah kita akan langsung mendobrak masuk, atau mengobrak abrik terlebih dahulu?" tanya Naruto kemudian.
"Hoaammm …. Meski merepotkan, namun aku lebih memilih untuk mengobrak abriknya terlebih dahulu. Setidaknya hal merepotkan tidak akan terjadi belakangan." Balas Shikamaru dengan malasnya . Naruto dan Issei mengangguk mengerti, dan ditambah Seringai yang Naruto keluarkan. Naruto kemudian membalikan badannya ke arah gereja.
"Apa kalian sudah siap …." Tanya Naruto tanpa membalikan badannya pada kedua orang dibelakangnya.
"Yeahhh …." Ujar Shikamaru dengan malasnya.
[BOOST]
"Aku siap …" jawab Issei setelah dia mengeluarkan Sacred Gearnya.
"Great …. Ayo kita bantai mereka semua …" Ujar Naruto dengan seringai yang kian melebar diwajahnya. Dan tak lupa dia juga mengeluarkan pedang Masamune miliknya.
Dan mereka bertiga kini langsung melesat maju. Naruto yang memang mempunyai sedikit kecepatan lebih langsung menyerang dua Da-Tenshi yang memang sedang berpatroli sambil merangkai handseal dengan satu tangan yang menganggur. Kedua Da-Tenshi yang melihat adanya serangan dari musuh, awalnya sempat terkejut. Namun itu hanya sesaat, karena mereka berdua langsung memasang posisi siaga mereka, dan mengeluarkan Light Spear di tangan mereka masing – masing. tapi mereka tidak bisa langsung menyerang begitu saja. Karena baru akan maju menyerang,
'Fuuton : Daitopa'
mereka berdua langsung terpental akibat adanya dorongan angin kuat, sehingga terpakasa membuat keduanya tertanam di tembok gereja di belakangnya.
Sepertinya saat mendengar adanya sebuah keributan, semua penjaga yang berada diluar, langsung berhamburan mendekati ke tempat Naruto berada. Dan saat melihat teman mereka dalam kondisi kurang baik, mereka dengan serentak langsung maju menyerang secara bersamaan dan membuat Naruto terkepung dari berbagai arah. Naruto tak tinggal diam, dia kemudian mengalirkan Power Of Destruction pada masamune dan kemudian melakukan gerakan berputar 360 derajat, sehingga membuat aura Power Destruction langsung menyebar dan terlihat seperti lingkaran yang menyerang para Da-Tenshi dan Ex-Exorcist yang tadi siap menyerang Naruto, sehingga membuat beberapa dari mereka langsung terpotong menjadi dua. Namun tidak sedikit juga yang masih bisa menghindar.
'Kageyose No Jutsu'
Beberapa Da-Tenshi yang kebetulan bergumul di satu tempat, langsung mendapat sebuah kejutan dengan sulur – sulur hitam yang mengikat mereka, kemudian langsung menusuk mereka dengan telak.
'jrash' 'jrash' 'jras' 'jrash'
Teriakan kesakitan langsung terdengar nyaring di kesunyian malam itu. Dan beberapa Da-Tenshi dan yang tersisa semakin di buat geram. Mereka kembali siap menyerang, namun serangan kembali datang dari belakang mereka.
[BOOST]
Saat mendengar itu para Da-Tenshi yang tersisa langsung membalikkan tubuh mereka. dan di sana, mereka bisa melihat Issei yang tengah berlari menuju ke arah mereka. Para Da-Tenshi bergerak cepat, mereka kemudian langsung melempari Issei dengan tombak cahaya. Issei yang dihujani Light Spear, bergerak dengan gesit menghindari setiap Light Spear yang siap menusuknya tanpa berhenti melesat ke depan.
[BOOST]
Setelah suara mekanik itu keluar dari tangan kiri Issei. Kini kecepatannya semakin bertambah, setelah dia berada dekat dengan para Da-Tenshi, yang tengah memasang wajah kaget, Issei langsung meninju muka salah satu Da-Tenshi dengan kuat. Dan langsung menunduk saat sebuah sabetan dari pedang cahaya siap memotong lehernya, dan langsung melakukan counter dengan memukul wajah dari Ex-Exorcist yang tadi menyerang.
Issei menggeserkan sedikit tubuhnya saat matanya sekilas bisa melihat Light Spear yang siap menusuknya dari depan. Kemudian langsung memegang tangan dari sang Da-Tenshi, kemudian menariknya dan langsung menghantamkan lututnya dengan kuat kearah dada dari sang Da-Tenshi. Namun Sepertinya Issei agak lengah karena dari belakangnya seorang Da-Tenshi langsung menyerangnya dengan Light Spear ditangannya. Issei membulatkan matanya.
'Slebb'
Namun sebuah katana langsung menembus batok kepala dari sang Da-Tenshi dari depan. Dan Naruto tiba – tiba muncul di depan Issei dan langsung menendang Da-Tenshi malang tadi sambil mencabut katana dari batok kepalanya.
"Jangan lengah Issei…." Ujar Naruto memperingati. Dan dibalas anggukan mengerti oleh Issei. Naruto kembali melesat maju menerjang Da-Tenshi yang tersisa dihadapannya. Dan dengan cepat membantai mereka dengan ganas. Di bagian sisi lainnya, Shikamaru baru saja membunuh Da-Tenshi terakhir dengan memisahkan kepala dari badannya dengan pisau chakranya. Setelah itu, Shikamaru langsung melemparkan kepala sang Da-Tenshi ke sembarang tempat, dan langsung kembali maju menyusul Naruto yang sudah selesai membantai Sisa dari Da-Tenshi yang ada.
"Sebaiknya kita segera masuk…"
Mendengar perkataan Shikamaru barusan Issei kemudian langsung menyusul NaruShika yang terlebih dahulu berlari menuju gerbang depan.
Naruto kemudian mendekat ke arah pintu dan bersiap untuk membukanya dengan Issei dan juga Shikamaru yang mengikuti di belakangnya. Naruto menghela napasnya terlebih dahulu, setelah itu Naruto dengan terang – terangan langsung menendang pintu itu dengan kuat.
Naruto, Shikamaru, beserta dengan Issei langsung dibuat terkejut, saat setelah pintu di dobrak. Mereka bertiga langsung disambut dengan puluhan Light Spear yang siap melubangi setiap inci tubuh mereka. Naruto yang tersadar, dengan cepat langsung merangkai beberapa handseal dengan tangan kirinya.
'Doton : Doryuuheki'
Di depan Naruto kini tercipta sebuah dinding tanah yang langsung melindungi mereka bertiga dari hujanan puluhan Light Spear. Setelah merasa serangan sudah berhenti Naruto langsung menghilangkan dinding tanahnya. Dan saat itulah Naruto, Shikamaru, dan Issei, bisa melihat puluhan Da-Tenshi dan juga Ex-Exorcist yang kini tengah bersiap – siap di depan mereka.
"Buahahaha …. Lihat, siapa di sana …. Dua orang manusia yang nekad masuk kemari, dan juga …. Hallo Iblis-chan, sungguh sangat disayangkan kita bertemu kembali …. Padahal biasanya aku tidak pernah bertemu dengan iblis yang sama dua kali sebelumnya …. Dan itu membuat reputasiku agak memburuk sekarang."
Mendengar penuturan seperti seorang psikopat itu, mereka bertiga langsung melihat ke salah satu objek di atas altar. Di sana Naruto dan yang lainnya bisa melihat seorang pria yang kini tengah memasang wajah penuh kegilaan. Di samping pria itu juga terdapat dua Da-Tenshi perempuan. Yang pertama berperawakan tinggi, mempunyai surai biru panjang. Dan di samping wanita itu terdapat sesosok makhluk loli berambut pirang yang diikat ponytail ganda.
"Freed …."
Issei mendesis penuh dengan rasa emosi saat melihat sosok Freed yang kini tengah tertawa seperti seorang psikopat gila dan berada di jauh di depannya itu. Naruto dan Shikamaru hanya memandang mereka semua dengan tanpa ekspresi, namun postur siaga jelas terlihat dari mereka berdua.
"Dimana Asia?" Ujar Issei sambil berteriak. Sepertinya dia sudah mulai terbakar oleh emosinya.
"Ohh …. Si biarawati itu …., dia kini tengah melaksanakan sebuah ritual pengambilan Sacred Gear sekarang. dan dia berada di bawah altar ini." Ujar Freed tanpa beban mengatakan dimana Asia berada.
"Bodoh …." Fikir Naruto dan juga Shikamaru secara bersamaan, saat Freed mengatakan dimana tempat asia sekarang.
"Issei …. Kita akan melakukan rencana sekarang …. Jadi, kau bersiaplah." Ujar Naruto dengan lirih pada Issei disampingnya. Issei yang mendengar arahan Naruto mengangguk mengerti. Naruto mengangguk, dia kemudian melakukan handseal andalannya.
'Kagebunshin No Jutsu'
Di depan Naruto langsung terbentuk lima bunshin. Sebenarnya, dia bisa saja menciptakan ratusan bahkan ribuan bunshin. Namun entah kenapa dia hanya membuat 5 clon dirinya saja. Semua yang ada di sana terkejut bukan main, saat melihat musuh mereka dapat menggandakan dirinya.
"Issei, kau akan di temani dua bunshinku untuk menyelamatkan Asia. Dan kami sisanya, akan membuat jalan agar kau bisa menerobos kesana." Naruto kembali memberi arahan dengan serius, dan Issei yang tersadar dari shocknya langsung mengangguk.
Tiga bunshin Naruto tiba – tiba langsung menghilang dari pandangan setiap orang. Itu membuat semua lawan langsung bersiaga, bersiap jikalau serangan datang secara tiba – tiba. Sementara Naruto yang asli kini tengah merangkai handseal.
"bersiap Issei …. Dan Shika ayo maju."
'Katon : Goka Mekkyaku'
Naruto langsung menyemburkan api dari mulutnya dengan skala luas. Para Da-Tenshi sungguh terkejut akan serangan yang dikeluarkan oleh Naruto. Mereka berhamburan untuk menghindar dari jangkauan api Naruto, namun tak jarang juga ada yang terkena sehingga membuatnya terbakar. Tapi, sepertinya Naruto masih menahan kemampuannya. Karena bagaimanapun jutsu yang tadi dikeluarkan Naruto sesungguhnya mempunyai daya panas dan skala yang lebih besar jika aslinya.
Naruto kemudian menghilangkan jutsunya, dia kemudian memberikan isyarat tangan pada Shikamaru dan juga Issei untuk bersiap. Para malaikat jatuh yang tersisa sungguh terlihat geram sekarang, mereka dengan serempak membuat Light Spear dan bersiap melemparkannya pada Naruto cs. Namun sebuah teriakan dari rekan mereka langsung membatalkan niat melempar Light Spear. Mereka semua bisa melihat klon dari Naruto lah yang baru saja menebas leher rekan mereka.
"Maju Issei …. Biar aku yang membuka jalan." Titah Naruto pada Issei, sambil maju menyerang untuk memberikan jalan pada Issei. Issei kemudian maju sambil diiringi dua bunshin Naruto. Para Da-Tenshi yang melihat itu langsung maju menyerang sambil membawa Light Spear. Namun belum juga mereka menyentuh Issei, mereka terlebih dahulu di hadan oleh Naruto yang Asli.
'Fuuton : Daitopa'
Tekanan angin langsung mendorong mereka kembali. Dua bunshin Naruto yang tadi mengiringi di sampingnya, kini mulai merubah posisi dengan satu bunshin di depan dan di belakang Issei. Bunshin di depan langsung merangkai Handseal, saat di depannya kini para malaikat jatuh sedang berkumpul menghalangi lajur mereka.
'Katon : Gokakyuu'
Bunshin Naruto langsung menembakkan bola api dengan ukuran lumayan besar pada Da-Tenshi di depannya, para Da-Tenshi dengan mudah menghindari bola api itu, dengan terbang ke samping. Namun memang itulah tujuan dari Bunshin Naruto, dia hanya ingin menghilangkan halangan di depannya, agar mereka bisa dengan lancar menerobos melewati para kumpulan Da-Tenshi dengan mengikuti laju bola api buatan busnhin Naruto.
Naruto asli yang baru saja menebas salah satu Da-Tenshi dan melihat Issei sudah masuk ke ruang yang ditempati Asia, tersenyum puas. Dia kemudian mulai Fokus pada para musuh yang ada di ruangan ini sekarang.
"Ke-tiga bunshinku sudah menghilang, yang tersisia disini sekarang hanya aku dan Shikamaru …. Hmmm …. Melawan puluhan Da-Tenshi hanya dengan dua orang yah." Fikir Naruto sambil melihat sekelilingnya sekarang. Dan dia juga bisa melihat sahabatnya kini sedang melawan para Da-Tenshi di belakangnya.
"Baiklahh …. Ayo kita mulai pesta berdarah ini." Naruto kini sudah bersiap dengan Masamune dan kunai di tangannya. Dia kemudian mulai menebas satu persatu para Da-Tenshi di hadapannya.
Shikamaru …. Dia kini tengah melawan para Da-Tenshi menggunakan pisau chakra di kedua tangannya. Shikamaru langsung menunduk, menghindari tebasan dari salah satu Da-Tenshi, kemudian dia memotong tangan sang Da-Tenshi dan langsung menusukkan pisau chakranya pada dada sang Da-Tenshi. Setelah itu Shikamaru langsung melompat mundur saat, Dia langsung dilempari dengan Light Spear. Dia kemudian langsung menggunakan jurus 'Kageyose'nya dan berhasil menusuk menusuk titik – titik vital dari musuhnya. Dan kemudian menghindar, saat dia kembali dihujani Light Spear.
"Cih …. Ternyata benar, pesta darah benar – benar terjadi sekarang." Fikir Shikamaru. Dia kemudian melihat Naruto yang kini tangah membantai para Da-Tenshi dengan pedangnya.
'Dor' 'dor' 'dor'
Naruto langsung menghindar saat dia mendengar suara tembakan yang diarahkan padanya. Saat melihat sang pelaku, dia bisa melihat Freedlah sang pelaku. Freed terus menembak Naruto dengan senjata apinya sambil tertawa gila.
"Hahaha …. Teruslah menari … teruslah menari …. Hahaha" Ujar Freed dengan tawa gilanya. Naruto terus menangkis peluru yang diarahkan padanya dengan Masamunenya, dan terkadang dia juga menghindar saat dia menjadi target, dari serangan Light Spear.
"Cih … jika terus diserang dari jarak jauh begini, aku juga bakal kesusahan … Bahkan untuk membuat satu Handsel pun sangatlah tidak mungkin ." Pikir Naruto disela – sela dia menangkis dan menghindar serangan musuh. Naruto kemudian melompat mundur sambil melemparkan kunai yang di aliri chakra.
'Kunai : Kagebunshin'
Kunai itu langsung berlipat ganda. Para Da-Tenshi yang paling depan langsung dengan mudahnya terkena serangan Naruto sementara yang lainnya masih bisa menghindar. Naruto yang baru saja mendarat, kembali di serbu oleh hujan Light Spear dan juga tembakan dari pistol Freed. Naruto kembali menghindar, dan menangkis serangan itu dengan pedang masamunennya.
"cihh …. Mereka sama sekali tidak memberiku kesempatan." Pikir Naruto dengan kesal. Keadaan Naruto tidak beda jauh dengan keadaan Shikamaru. Dia juga terus di bombardir oleh hujan Light Spear. Dan itu membuatnya kewalahan.
'Kage Hogo Domu'
Shikamaru kemudian membentuk kubah pelindung dari jutsu bayangannya. Sehingga membuatnya terlindungi dari hujanan Light Spear. Setelah mereda, Shikamaru menghilangkan pelindungnya, namun dia langsung melompat mundur, saat serangan berupa tusukan dari Light Spear hampir menusuk perutnya.
"Merepotkan …. Jika terus begini, aku tidak akan bisa membalas serangan." Pikir Shikamaru dengan kesal. Sepertinya Naruto dan juga Shikamaru sedang tertekan saat ini.
Namun Shikamaru dan juga Naruto langsung dibuat terkejut. saat mereka bisa mendengar suara tembakan seperti senjata jenis mesin, disusul dengan beberapa Da-Tenshi yang langsung tumbang setelahnya. Naruto dan Shikamaru dengan kompak melihat ke arah dari mana tembakan itu berasal. Dan disana mereka berdua bisa melihat seorang perempuan catik, mempunyai surai Dark Purple, memiliki Iris mata berwarna violet. Pakaian dengan atasan Sweater berwarna putih dan untuk bawahan dia memakai sebuah hotpans berwarna hitam. Ditangan perempuan itu kini tengah memegang senjata jenis SMG yaitu Kriss di masing – masing tangannya.
Naruto yang melihat perempuan itu sempat terbengong dan juga terkejut. Karena bagaimanapun Naruto masih ingat dengan sosok perempuan itu.
"Heyyy …. Kenapa kalian malah diam. Cepat seranggg…" Ujar wanita itu dengan agak jengkel, karena menjadi pusat tatapan. Naruto dan juga Shikamaru yang baru sadar akan situasi langsung maju menyerang. Naruto langsung membuat beberapa handseal.
'Katon : Sanryu Huashi'
Naruto kemudian menyemburkan api kembali dari mulutnya. Dan dari semburan api itu berubah menjadi Tiga ekor naga api yang langsung menyerang setiap musuh yang ada di depannya. Sementara dengan Shikamaru, dia langsung membuat jutsu dari bayangannya, dan para Da-Tenshi yang memang tidak beruntung karena mereka menapak ditanah, langsung dengan telak terkena kuncian Shikamaru yang membentuk sebuah lingkaran besar dengan mereka yang berada di dalam lingkarannya.
'Kage Ibara No Jutsu'
Setelah menyebutkan itu, lingkaran bayangan besar itu langsung mengeluarkan duri tajam yang langsung menusuk para Da-Tenshi yang terjebak di sana. Sementara sang perempuan yang menolong mereka, kini terus menembaki seluruh Da-Tenshi yang terbang menggunakan senjatanya. Sepertinya perempuan itu mempunyai tingkat akurasi tinggi, karena dia berhasil menembak titik vital dengan sangat akurat. Perempuan itu kemudian berhenti menembak, dan senjata di tangannya langsung berubah menjadi partikel cahaya.
'Arf Geni : Scarborough Fair'
Didepan wanita itu tercipta dua lingkaran sihir sedang dengan warna ungu. Dengan cepat, perempuan itu langsung memasukan tangannya kedalam lingkaran sihir sambil berlari maju. Kini di kedua tangannya sudah terdapat senjata berjenis seperti pistol berwarna hitam dengan ukiran – ukiran emas, lalu di bagian tengah terdapat sebuah berlian berwarna biru. Perempuan itu kemudian menembaki para Da-Tenshi dengan senjata pistol dua selongsong itu dengan sangat cepat. para Da-Tenshi bahkan sama sekali tidak bisa melakukan apapun untuk menghindar.
Sementara Dengan Naruto. Dia kini merangsek maju, dan menunduk, saat salah satu Da-Tenshi langsung mencoba menusuknya menggunakan Light Spear. Setelah Light Sper itu hanya melewati atas kepalanya, Naruto langsung menyabitkan Masamune pada kepala dari Da-Tenshi itu. Naruto kemudian menghilang dari tempatnya berdiri, dan kembali muncul sambil menyabetkan kembali Masamune untuk menebas Da-Tenshi dihadapannya. Dia kemudian melompat mundur sambil mengalirkan energi Power Destruction pada Masamune dan mengayunkannya secara Horizontal.
'Moon Fang'
Tercipta sebuah tebasan aura seperti bulan sabit setelah Naruto mengayunkan Masamune. Dan langsung menebas sebagian musuh didepannya. Tak ingin memberi kesempatan, Naruto langsung menghilang dari tempatnya tadi, dan kembali muncul di belakang salah satu Da-Tenshi dan langsung menebas leher sang Da-Tenshi. Dan itu terjadi terus menerus secara cepat. Namun, Naruto langsung membalikkan badannya, saat dia merasakan serangan datang dari arah belakang. Dan benar saja, dari belakang muncul Freed yang langsung menebaskan pedang cahaya secara horizontal dari kiri. Dengan Refleks Naruto langsung menangkis pedang cahaya itu dengan Masamunenya. Naruto menatap tajam pada Freed yang kini tengah memasang senyum psikopatnya.
"Kau hebat juga …. Namun.."
Naruto sungguh terkejut saat Naruto sedang menangkis pedang cahaya itu, Freed langsung menodongkan pistol yang ada di tangan kirinya pada dada Naruto. Naruto dengan sigap langsung menendang perut dari Freed, sehingga membuat Freed tersered kebelakang. Namun, meski dalam posisi terpental, Freed masih bisa melepaskan tembakan pada Naruto. Naruto dengan sigap langsung menangkis berondongan dari peluru yang ditembakkan oleh Freed dengan Masamunenya.
Sementara dengan Shikamaru. Dia kini sudah membunuh Da-tenshi terakhirnya. Namun, belum juga dia menarik napas lega. Dia kembali harus dibuat menghindar, saat sebuah Light Spear mengarah padanya kembali. Shikamaru kemudian melihat sang pelaku yang ternyata adalah Kalawarner sang Da-Tenshi perempuan berambut biru yang kini tengah melayang – layang dengan sepasang sayap khas Da-Tenshinya. Shikamaru kemudian memutar matanya bosan saat melihat lawannya itu.
"Hahhhh….Kenapa setiap lawan yang harus kuhadapi adalah perempuan …. Sungguh merepotkan." Fikir Shikamaru meratapi nasibnya, karena harus berhadapan dengan seorang perempuan.
"Kau lumayan hebat juga manusia rendahan …. Namun sayang, kau akan mati ditanganku."
Kalawarner kemudian menciptakan Light Spear dan langsung melemparkannya pada Shikamaru. Namun, Shikamaru masih dapat menghindari Light Spear itu dengan mudahnya. Kalawarner tidak berhenti disitu, dia terus kembali menciptakan Light Spear dan terus melemparkannya pada Shikamaru, yang selalu bisa menghindarinya.
Shikamaru balas menyerang. Dia kemudian langsung melemparkan dua kunai yang sudah di lilitkan dengan kertas peledak pada Kalawarner. Setelah kunai itu berada di depan Kalawarner yang siap menghindar,
'Katsu'
Kunai itu langsung meledak, saat tepat berada di depan kalawarner. Sehingga membuat tempat itu tertutupi oleh asap hitam yang tebal. Saat asap menghilang, kita bisa melihat kalawarner dengan kondisi yang tidak baik, dengan pakaian yang sobek sana – sini, sehingga membuat bagian tubuhnya terekspos. Shikamatu yang melihatnya sempat sweatdrop sendiri. Namun dia langsung menggelengkan kepalanya. Dia kemudian mengeluarkan pisau chakranya kembali, sambil mengalirkan chakranya pada kedua pisau itu.
Dia kemudian berlari maju, dan berjalan di dinding. Dan saat sudah sejajar dengan lawannya. Shikamaru langsung melemparkan satu Pisau Chakranya. Kalawarner yang meringis, masih bisa menghindar dengan menggeserkan sedikit tubuhnya. Namun Shikamaru tidak berhenti disitu saja. Dia kemudian kembali melemparkan beberapa, kunai dan shuriken dengan cepat, dan itu membuat Kalawarner kewalahan, dan tak ayal membuatnya terkena serangan kunai dan shuriken pada tubuhnya.
Kalawarner langsung jatuh. Shikamaru memanfaatkan keadaan, dia kemudian langsung menggunakan tekhnik bayangannya. Dan berhasil mengikat Kalawarner.
"Hahhh ... Menyerang seorang wanita tidak berdaya merupakan pelanggaran kebijakanku sebenarnya. Tapi, bagaimanapun aku memandangnya, kau sama sekali tidak punya nuansa seperti seorang wanita yang tidak berdaya." Ujar Shikamaru dengan nada bosannya. Kalawarner hanya menatap tajam pada Shikamaru, yang kini tengah menempel di dinding.
"S-ialan kau ..."
"Yahh ... Lagipula kau adalah wanita yang memang bersalah di sini, Jadi..."
'Kageyose No Jutsu'
Bayangan Shikamaru kini kembali memanjang dan membuatnya terlihat seperti sulur, dan menuju ke arah kalawarner yang masih terkunci oleh bayangan Shikamaru.
"... Tidak ada alasan untukku untuk tidak membunuhmu."
'Jras' 'Jras' 'Jras'
Sulur yang di buat Shikamaru langsung menusuk Kalawarner dengan telak, pada titik - titik vitalnya, dan membuatnya tumbang seketika. Shikamaru menarik napas lega, karena urusannya sudah selesai. Dia kemudian mengalihkan tatapannya pada perempuan yang menolong mereka tadi. Kini perempuan itu sedang berhadapan dengan seorang Da-Tenshi yang bertubuh loli.
Sementara perempuan yang dimaksud, kini dia tengah menembaki lawannya yang terus menghindar dengan Scarborough Fair. Namun dia juga harus menghindar, karena lawannya juga ikut menyerang dengan Light Spearnya.
"Ayolah Onee-san ... Jangan terus menghindar." Ujar sang Da-Tenshi Loli sambil melemparkan terus Light Spear ke arah perempuan di bawahnya.
"Jangan harap Loli-chan ..." Sahut sang perempuan itu sambil terus menembaki. Sang Da-Tenshi, bernama Mitlet.
"Ap ... Jangan pernah panggil aku dengan sebutan Loli." Ujar Mitlet dengan kesal, dan membuat pertahanannya jadi tidak dia perhatikan. Sang perempuan itu memanfaatkan keadaan. Dia kemudian langsung menembak kedua sayap Mitlet, dan itu membuat Mitlet langsung jatuh, karena tidak bisa menggunakan lagi sayapnya. Sang perempuan itu, kini menghilangkan senjatannya, dan kembali menciptakan senjata baru.
'Arf Geni : Railgun'
Tercipta lingkaran sihir berwarna ungu di samping perempuan itu. Dia kemudian memasukan tangannya ke dalam lingkaran sihir. Dan saat dia menarik tangannya, kini sudah tergenggam sebuah senjata berjenis Railgun Dengan panjang 1 meter berwarna hitam dengan corak garis berwarna hijau dengan ukuran senjata yg luamayan besar. Perempuan itu kemudian mengarahkan Railgunnya pada mitlet ang kini masih tersungkur di depannya.
Dia kemudian menekan pelatuk senjatanya, kemudian terlihat senjata itu seperti sedang mengumpulkan energi. Merasa cukup, dia bersiap untuk menembakannya.
"Permainan Selesai loli-chan ..."
'Shots darkness'
Setelah itu, tembakan seperti laser berwarna ungu gelap langsungg melesat dari senjata perempuan itu, menuju Mitlet yang kini tengah membelalakan matanya.
'Boommmmm'
Ledakan lumayan besar terjadi di tempat Mitlet berada. Daya kejutnya bahkan memecahkan semua kaca dan membuat tempat itu menjadi semakin berantakan. Naruto dan juga Freed mengalihkan perhatiannya pada tempat yang memang tidak jauh dari mereka. Dan kini mereka bisa melihat sebuah asap hitam yang mengepul. Dan sang pelaku kini sedang tersenyum puas, sambil meletakan Railgun di tanah, dan satu tangan yang berkacak pinggang. Naruto sempat bergiding ngeri melihatnya.
"Dare ... Sepertinya aku harus pergi sekarang."
Naruto yang mendengar suara Freed langsung menatap kearah Freed. Dia bisa melihat Freed yang kini tengah tersenyum psikopat.
"Jangan harap kau bisa lari ... "
Naruto langsung menghilang dari tempatnya dan kini berada di depan Freed dengan pedang yang terhunus ke depan. Freed yang mempunyai refleks bagus langsung menghindar kesamping, dan memposisikan pistolnya untuk menembak kepala Naruto di sampingnya. Naruto dengan sigap langsung menjauh dan menyiapkan masamunenya.
'Dor 'Dor' 'Dor' 'Dor'
'Trank' 'Trank' 'Trank'
Naruto langsung menghindar pada tembakan terakhirnya dengan memutar tubuh. Namun, saat dia akan melakukan serangan balik, Freed sudah menghilang dari tempatnnya berdiri.
"Cihh ... Sial"
Naruto kemudian membalikan badannya pada Shikamaru yang berjalan ke arahnya dan juga perempuan yang membantu mereka tadi.
"Kalau tidak salah kita pernah bertemu sebelumnya.." Ujar Naruto pada perempuan yang tadi. Perempuan itu hanya tersenyum dan menganggukan kembali akan mengeluarkan suarannya, namun sebuah tekanan energy yang lumayan besar langsung membuatnya bungkam.
"Sepertinya, Issei sedang mengamuk sekarang ... Sebaiknya segera menyusulnya."
Naruto mengangguk atas perkataan Shikamaru barusan. Naruto dan Shikamaru dengan cepat langsung berlari untuk menyusul Issei, sementara perempuan tadi hanya berjalan santai mengikuti keduanya.
'At Issei'
Di tempat Issei kini berada, sungguh sangat kacau. Mayat bertebaran dimana - mana. Dengan Issei sendiri. Kini tubuhnya sudah dikelilingi aura hijau dengan meluap - luap. Dua bunshin Naruto sudah sejak tadi menghilang saat menghabisi para penjaga di ruangan itu.
Issei kini tengah menatap tajam penuh kebencian pada Reynare yang kini tengah berdiri di atas altar di samping tubuh Asia yang terikat di salib.
"Dengan ini ... Dengan ini aku akan menjadi Da-Tenshi yang paling hebat."
Issei bisa melihat Reynare kini tubuhnya di kelilingi oleh aura hijau yang terang. Dia terlihat sangat senang dengan kekuatan yang didapatnya sekarang ini.
"Kau …."
Mendengar suara Issei yang penuh dengan desisan tajam. Reynare mengalihkan pandangannya pada Issei.
"Kau …. Akan ku bunuh KAU REYNARE…"
[BOOST]
]BOOST]
[BOOST]
[BOOST]
Energy hijau dengan intensitas gila, langsung meluap – luap dari tubuh Issei. Issei dengan penuh benci menatap Reynare kini yang tengah menyeringai kepadanya. Dengan cepat dia langsung maju, dan berkat peningkatan kekuatan dari Sacred Gear, kecepatannya kini sungguh mengagumkan. Issei dengan cepat tiba – tiba sudah muncul di depan Reynare yang tengah memasang ekspresi Shock, dan langsung memukulnya tepat di pipi, sehingga membuat Reynare langsung jatuh menukik dan menghantam tembok.
Issei mendarat dengan mulus di tembok. Dia menatap tajam tempat dimana Reynare tadi tersungkur.
"cihh …. Kau benar – benar keterlaluan Iblis sialan."
Mendengar suara Reynare, Issei kembali bersiaga. Pandangannya terfokus ke depan, tepat pada Reynare yang kini tengah berdiri. Aura hijau kini menutupi seluruh tubuhnya. Dan Issei bisa melihat kini luka yang di terima Reynare kembali pulih seperti sedia kala.
"Hehh …. Untung aku mempunyai Sacred Gear ini …. Baiklah, sekarang giliranku untuk membalas."
Reynare kemudian menciptakan Light Spear di kedua tangannya. Dia dengan kuat langsung melemparkan Light Spearnya pada Issei. Issei yang melihat itu langsung dengan gesit menghindari setiap Light Spear yang mematikan untuknya. Reynare terus, dan terus melempari Issei dengan Light Spear. sementara Issei, dia terus menghindari Light Spear itu dengan susah payah.
Issei kemudian berlari maju dengan gaya zig-zag untuk menghindari Light Spear yang di lemparkan Reynare dengan cepat. dan saat tinggal beberapa langkah lagi, Reynare langsung mengarahkan Light Spearnya untuk menusuk Issei, namun Issei langsung menahannya dengan cara menangkap Light Spear itu dengan tangan naganya. Reynare shock, namun itu hanya bertahan sesaat, karena Issei langsung menghantam perutnya dengan lututnya, dan membuatnya langsung terbungkuk. Issei, kemudian merebut Light Spear yang kini di genggamnya dengan sarung tangan naganya, dia tidak memperdulikan panas pada tangannya itu. Issei langsung melakukan Uppercut dengan tangan kanan pada dagu Reynare, sehingga membuatnya kembali mendongkak kepalanya ke atas.
"MAATIII KAAUU….."
Issei kemudian menusukkan Light Spear Reynare yang dipegang olehnya pada dada Raynare, dan membuat tembus sampai ke punggung.
"Gyahhhh…"
Reynare langsung memuntahkan darah dari mulutnya.
"Ini belum berakhir sialan."
Issei kemudian menendang perut Reynare dan membuatnya terdorong ke belakang. Light Spear yang menusuk dadanya sudah menghilang entah kemana. Issei kembali menyusul maju pada Reynare.
[BOOST]
[EXPLOSION!]
"Heeyyaahhh….."
Issei, langsung menghantamkan tinju menggunakan tangan Naganya pada dada Reynare, hingga tangannya menembus tubuh sang Da-Tenshi itu. Reynare sendiri hanya bisa menatap kosong pada Issei yang menatap tajam padanya, dan darah yang terus keluar dari mulutnya. Dengan sadisnya, Issei langsung menendang tubuh tak berdaya Reynare, dan melepaskan tangannya yang menembus tubuh Reynare dengan paksa. Issei kini melihat ke arah telapak tangannya, dan di sana dia bisa melihat dua buah cincin yang memancarkan sinar kehijauan.
[RESET]
Issei langsung jatuh terduduk, saat Sacred Gearnya menghilang. Dia kini dengan susah payah kembali berdiri, setelah berusaha. Dia kemudian berjalan dengan terhuyung - huyung ke arah Asia yang kini masih terikat pada salib di atas altar. Pandangannya terlihat kosong, saat dia melihat tubuh Asia yang terlihat kaku.
"A-Asia…" Gumanya dengan tatapan kosong pada Asia. Setelah cukup lama berjalan dengan susah payah, dan tak terkadang juga dia terjatuh. Issei kini sudah berada di hadapan Asia, dia kemudian melepaskan ikatan pada tubuh Asia. Dan langsung menangkapnya. Namun, raut sedih, dan kecewa, langsung menampakkan dirinya pada ekspresi Issei.
"Aku gagal …. Aku sudah gagal."
Air mata langsung merembes keluar dari matanya. Dia menangis, dia menangis kecewa akan dirinya yang sama sekali tidak bisa menyelamatkan Asia.
Naruto dan Shikamaru, kini baru sampai di ruang bawah tanah ini. Keduanya langsung memasang ekspresi terkejut saat melihat tempat ini. Naruto sebenarnya tidak terlalu terkejut, karena bagaimanapun dua bunshinnya juga turut ikut adil dalam pembantaian di sini. Keduanya langsung mengalihkan pandangan saat mendengar suara dari atas altar.
Di sana mereka bisa melihat Issei yang kini tengah, menangis sambil merengkuh tubuh tak bernyawa Asia yang berada dalam pangkuannya. Keduanya dengan perlahan berjalan mendekati pada Issei. Naruto langsung menepuk pundak Issei, saat dia sudah berada di belakangnya. Issei langsung menengokan kepalanya, dan disana dia bisa melihat Naruto yang kini tengah tersenyum padanya, namun, Issei Tahu bahwa Shisounya itu tengah ikut bersedih.
"Shisou …. "
"Sudahlah Issei …. Tak ada gunanya jika kau terus menangis seperti ini"
"Tapi Shisou …. Aku… aku…."
Issei langsung berhenti bicara saat Naruto kini mengacak – acak rambutnya.
"Selalu ada jalan keluar…" Ujar Naruto masih dengan mengacak – acak rambut Issei. Shikamaru yang melihat itu hanya tersenyum simpul, begitu pula perempuan yang tadi.
"Sebaiknya kita pergi Shika …." Ujar Naruto pada Shikamaru.
"Teman –temanmu kini tengah menuju kemari …. Jadi kami akan pergi duluan Issei. Kau pasti tahu jalan keluarnya bukan."
Issei sempat terkejut saat mendengar bahwa teman – temannya kini tengah menuju kemari. Namun, Issei langsung mengangguk mengerti. Naruto juga ikut mengangguk, kemudian Naruto langsung menghilang dari hadapan Issei, dan kembali muncul di samping perempuan yang tadi tengah berdiri di depan pintu masuk. Perempuan itu sungguh terkejut akan kehadiran Naruto.
"Kau juga harus ikut Nona…"
Tanpa aba – aba, Naruto langsung menggendong perempuan itu ala Bridal Style. Perempuan itu benar – benar terkejut atas kelakuan Naruto barusan.
"Kami duluan Issei…"
Shikamaru dan Naruto yang membawa perempuan itu, langsung menghilang dalam kepulan asap. Meninggalkan Issei yang kini masih memeluk Asia yang dalam pelukannya.
'At Naruto'
Shikamaru dan juga Naruto yang membawa perempuan tadi, kini kembali muncul dalam kepulan asap.
"T-Turunkan aku…. Dasar laki – laki cabul."
Perempuan itu terus berontak dengan wajah yang memerah, dan memukul kepala Naruto terus menerus. Shikamaru yang melihatnya hanya menguap bosan.
"Oi … Oii… bagaimana aku bisa menurunkanmu kalau kau terus memukuliku seperti itu." Ujar Naruto dengan agak jengkel.
"P-Pokonya cepat turunkan aku …. Dasar laki – laki mesum."
"Heyy …. Siapa yang kau panggil mesum. Aku sama sekali bukan laki – laki mesum" Bantah Naruto dengan agak jengkel. Sepertinya Naruto malah ikut tersulut emosi dengan perilaku dari perempuan di gendongannya ini.
"Aku tidak peduli….."
Perempuan itu terus berontak, dan malah semakin menjadi – jadi, karena kini pipi Naruto menjadi bahan pukulan berikutnya., dan Naruto dengan segera langsung menurunkan peremuan itu.
"Menjauh dari ku…" Ujar perempuan itu dengan ketus. Naruto hanya memutar matanya dengan bosan, sambil mengusap – usap pipinya.
"….Kenapa kau membawaku kemari?"
"Kami hanya ingin menanyakan beberapa hal …." Ujar Shikamaru dengan nada bosannya. Naruto mengangguk menyetujui perkataan Shikamaru barusan.
"Aku Naruto Uzumaki, dan ini Shikamaru Nara …. Kami adalah seorang Shinobi." Ujar Naruto memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Perempuan tadi kini memicingkan mata pada keduanya, dan mendengus.
"Aku Naomi Hikari …. Manusia pengguna Sacred Gear." Ujar perempuan itu yang bernama Naomi masih dengan nada ketusnya. Naruto sempat mengangkat alisnya. Dia kemudian mengalihkan tatapan keheranannya pada Shikamaru.
"Tanyakan saja …." Kata Shikamaru serasa mengerti arti tatapan dari Naruto. Naruto hanya mengangguk, dia kemudian kembali mengalihkan tatapannya pada Naomi yang terlihat masih sebal atas perlakuan dari Naruto tadi.
"Ano …. Apakah kau adalah orang yang mengobatiku di kyoto?" Tanya Naruto dengan agak ragu – ragu. Naomi yang tadi membuang mukanya dari Naruto langsung menatap Naruto saat mendengar perkataan itu.
"Kalau iya memangnya kenapa…" Jawab Naomi dengan agak ketus. Namun, entah kenapa di pipinya terdapat semburat merah tipis. Naruto yang mendengar itu langsung tersenyum lebar. Dia kemudian langsung membungkuk 90 derajat.
"Terima kasih …. Berkat kau aku bisa agak tertolong waktu itu" Ujar Naruto berterimakasih. Naomi sebenarnya agak terkejut dengan respon Naruto. Dia kemudian menghela napas.
"Ya …. Sama – sama."
Meski moodnya masih kurang baik, namun Naomi kini mulai bersikap bersahabat. Naruto kemudian menegakan kembali badannya, dan tersenyum pada Naomi, yang entah kenapa malah membuang muka. Naruto sebenarnya heran, namun dia membiarkannya.
"Tadi, kau bilang kau adalah pengguna Sacred Gear. kalau boleh tahu, apa jenis Sacred Gearmu itu?" Tanya Naruto penasaran akan Sacred Gear yang dimiliki Naomi.
"'Arf Geni' salah satu dari tiga belas Longinus …." Ujar Naomi memberi tahukan nama Sacred Gearnya.
"Ahhh …. Bukankah itu adalah Sacred Gear yang dikatakan sangat mirip, sistem kerjanya seperti 'Sword of Birth'. Hanya saja, alih alih mengeluarkan pedang. Arf Geni, lebih condong pada senjata – senjata." Ujar Naruto sambil mengingat – ingat memory dari Ajuka tentang Sacred Gear. Naomi hanya mengangguk atas perkataan Naruto barusan.
"Hoaammm …. Ada yang ingin aku tanyakan." Ujar Shikamaru setelah dia menguap. Naomi sempat sweatdrop pada Shikamaru. 'Apakah dia memang benar niat untuk Hidup' Itulah isi pikirannya. Dia kemudian mengangguk mengiyakan atas permintaan dari Shikamaru.
"Kenapa kau bisa berada di Gereja Tadi?" Tanya Shikamaru dengan serius. Dia masih heran kenapa perempuan di hadapannya ini, bisa berada di Gereja, yang sudah jelas sangat jauh dari pemukiman.
"Aku pergi ke gereja, karena aku merasakan energy yang aneh dari sana. Dan karena penasaran akhirnya aku pergi ke gereja itu. Dan saat sampai, yang kutemukan adalah kekacauan yang dilakukan kalian berdua." Jawab Naomi dengan acuhnya.
"Begitukah …. Apakah kau terikat dengan Fraksi?" Tanya Naruto kemudian.
"Tidak …. Aku sama sekali tidak terikat dengan Fraksi manapun."
Naruto dan Shikamaru yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Errr…. Jika kau benar tidak terikat dengan ketiga Fraksi …. Apakah kau mau bergabung dengan kami Hikari-san." Ujar Naruto menawarkan Naomi untuk bergabung dengan mereka berdua.
"Bergabung…?" Tanya Naomi dengan satu alis terangkat. Naruto mengangguk.
"Yahh …. Kami bisa dikatakan adalah perwakilan Fraksi manusia …. Dan karena kami hanya berdua, mungkin setidaknya kami bisa mencari para manusia yang mau ikut bergabung." Ujar Naruto kemudian. Naomi, kini terlihat sedang menimang – nimang ajakan dari Naruto barusan.
"Akan aku pikirkan…" Ujar Naomi setelah memikirkannya. Naruto hanya tersenyum simpul.
"Semoga kau mau memikirkan hal ini baik – baik …." Ujar Naruto dengan senyum simpulnya. Naomi hanya mengangguk.
"Hoammm …. Kalau begitu aku akan pulang terlebih dahulu Naruto." Ujar Shikamaru kemudian, dan tanpa mendengar jawaban Naruto dia langsung menghilang dalam kepulan asap, meninggalkan Naruto yang terbengong dan Naomi yang mengangkat bahu tidak peduli. Naruto hanya menghela napas pasrah akan perilaku Shikamaru. Dia kemudian mengalihkan tatapannya pada Naomi kembali.
"Mungkin sebaiknya …. Hikari-san juga segera pulang."
"Hmmm …. Lagi pula aku sangat lelah sekarang." Ujar Naomi atas perkataan Naruto barusan. Naruto mengangguk, dia kemudian berjalan mendekati Naomi, setelah dekat, dia kemudian langsung membalikkan badannya dan berjongkok. Naomi mengangkat alisnya bingung saat dia melihat tingkah Naruto itu.
"Heyy …. Apa maksudnya ini?" tanya Naomi dengan heran. Naruto kemudian menengokkan kepalanya pada Naomi.
"Errr …. Apa kau sadar kita sedang ada dimana kita sekarang Hikari-san?"
Mendengar perkataan Naruto, Naomi langsung mengalihkan direksi pandangannya ke sekitarnya.
"Oke …. Sekarang aku bisa melihat sebuah puncak dari gedung yang tinggi, anginnya sangat besar, lalu aku bisa melihat pemandangan ko-…."
Naomi tidak menyelesaikan observasi-nya. Dia kini malah memasang ekspresi terkejut saat dia menyadari sekarang bahwa dia kini berada di puncak gedung pencakar langit, yang memiliki tinggi lantai yang begitu jauh. Dia kemudian melihat ke arah Naruto yang kini tengah menggaruk bagian belakang kepalanya, dan tertawa dengan canggung.
"Kenapa kau malah membawaku ke atas gedung tinggi seperti ini hahhhh?"
Mendengar penuturan Naomi yang kembali terlihat kesal. Naruto hanya tertawa garing.
"aha ha ha …. Karena terburu – buru. Aku dan Shikamaru tidak memperkirakan tempat tujuan tadi." Ujar Naruto sambil menggaruk pipi dengan jari telunjuknya.
"Cepat bawa aku turun…" Ujar Naomi dengan kesal. Naruto yang tidak mau kena imbas amukan, dengan cepat kini langsung mengangkat Naomi bridal Style kembali.
"H-Heyy …. A-Apa – apaan Kau..j-jangan mengangkatku s-seperti ini b-baka." Ujar Naomi dengan gerakan memberontak, tak lupa semburat merah tipis kini kembali menghiasi wajah cantiknya.
"Terus aku harus bagaimana?" Tanya Naruto dengan polosnya.
"L-lebih baik, A-Aku di g-gendong di belakang s-saja.." Ujar Naomi dengan terbata. Naruto mengangguk, dia kemudian menurunkan Naomi, dan langsung berjongkok membelakangi Naomi. Meski ragu – ragu, Naomi kemudian naik ke punggung Naruto sambil mengalungkan tangannya pada leher Naruto. Merasa sudah nyaman dengan posisi Naomi, Naruto kemudian bangkit berdiri.
"S-Sekarang a-apa ?" Tanya Naomi, Naruto hanya tersenyum pada Naomi yang kini kepalanya berada di samping kepalanya.
"Kita akan …. LOMPAATTTTT."
Naruto dengan tanpa bebannya, langsung melompat dari atas gedung berlantai 20 itu. Naomi?, jangan ditanya, dia kini tengah menjerit ketakutan. Dan dia tanpa sadar, semakin erat memeluk leher Naruto, dan wajahnya dia sembunyikan di belahan leher Naruto. Naruto tanpa rasa takutnya kini terus terjun dengan bebasnya. Dan setelah jaraknya agak dekat dengan permukaan, Naruto langsung mengalirkan chakra pada kakinya, dan langsung menghentakkan kakinya pad dinding gedung dibelakangnya, dan melakukan salto. Dia dengan mulus langsung mendarat di permukaan.
"Nahh …. Kita sudah di bawah sekarang Hikari-san…. Kau bisa turun."
Naomi yang mendengar itu, langsung mengangkat wajahnya, yang masih terlihat agak pucat. Dia kemudian dengan perlahan langsung turun dari gendongan Naruto. Naomi kemudian langsung menarik napas lega, karena dia bisa turun dengan selamat. Dia kemudian menatap Naruto dengan tajam, namun tak mengucapkan sepatah kata apapun. Naruto, dia hanya tersenyum grogi saja.
Naomi kemudian langsung membuang muka dari Naruto, kemudian langsung membalikkan tubuhnya dan mulai berjalan, untuk pulang.
"Ano …. Apakah kau perlu ku antar?" Tanya Naruto.
"Tidak perlu …. Aku bisa sendiri." Ujar Naomi tanpa membalikkan badannya, dan kembali melanjutkan jalannya yang sempat tertunda tadi.
"Baiklah …. Kuharap kita bisa bertemu kembali Hikari-san."
Setelah mengatakan itu Naruto langsung menghilang dalam kepulan asap.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Knotlamp_-_The Limited World
.
.
Huaaa…. Entah kenapa fell chap ini berantakan banget. Saya minta maaf jika chap ini makin berantakan. Sebenarnya saya ngetik ini dalam kondisi sedang cedera tangan. Dan sekarang tangan saya jadi di perban sebelah dan itu membuat update fic saya jadi terhambat.
Ahhh …. Sekali lagi maafkan saya.
Mungkin untuk chap ini saya juga belum bisa kembali membalas Revew kalian. Namun saya akan memberikan beberapa penjelasan yang saya rasa pentin.
Dalam revew ada yang menanyakan tentang alur yang saya buat. Errr… mungkin saya akan menjelaskan terlebih dahulu.
Fic ini mungkin 60% akan mengikuti alur seperti di LN-nya, tapi hanya sampai ke Arc Raiser nanti. Jadi fic di chap kemarin kemarin sampai yang udah saya tentuin, akan tetep ngikutin LN-nya. Lagipula Fic ini bakalan tamat pada 30 chap kalo saya perkirakan. Dan mungkin untuk Arc sesudah raiser, akan ada arc-arc tambahannya.
Lalu kemarin banyak yag nanyain soal Seiren nih. Haha … kayaknya banyak yang rindu dengan char Oc saya ini yah, untuk Seire, mungkin ketemu Naru bentar lagi kok, yang sabar aja untuk para fans Seiren XD.
Dan yep… chap ini pengenalan resmi tentang Naomi… hahaha. Ane bingung juga pas mau masukin Naomi di chap ini. hehe.
Oke … mungkin hanya itu saja dulu. Maaf gak bisa balas semua revew, yah karena tangan kiri saya cedera, dan di perban, saya jadi agak susah nulis panjang – panjan, jadi mungkin hanya itu yang dapat disampaikan untuk saat ini.
Dan saya sangat berterimakasih pada kalian yang sudah mensuport saya sampai saat ini, baik itu di FFN maupun di kehidupan ane sehari –hari. Special Thanks untuk kalian yang ada di Grup Lolicon. Puja Loli Ajaib ….. llululululu.
.
.
.
Oke … jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom revew, baik itu saran, kritik, pertanyaan ataupun Flame sekalipun.
Sampai jumpa di chap 10..
Jaa Ne~
