Sebelumnya:
"Akan aku tekankan sekali lagi, Phenex …. Jika kau berani untuk menyentuhnya, akan ku pastikan bahwa kau tidak akan pernah bisa merasakan lagi apa yang namanya Oksigen." Naruto berucap dengan penekanan di setiap perkataannya dan senyum simpul di wajahnya.
"Hehh …. Memangnya apa urusanmu manusia rendahan."
Naruto hanya tersenyum kecil sambil memejamkan matanya, dengan tangan kiri yang dia masukkan ke dalam saku celana cargonya.
"Tentu saja, untuk …."
Naruto menggantungkan perkataannya dan kemudian langsung mengangkat telapak tangan kanannya sebatas dada. Beberapa saat kemudian dia langsung menatap tajam Raiser, sambil di telapak tangannya kini sudah terbentuk sebuah Rasengan yang sudah dilapisi dengan sebuah Power Of Destruction.
.
.
.
"…. Membasmi iblis arrogant sepertimu."
.
.
.
.
One Ok Rock_-_Sonzai Shomei
.
φ©++Atarashi_Seikatsu++©φ
DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.
Author : Hyosuke Ryukisi™
Rating : T+ and semi-M (untuk kata – kata kasar)
GENDRE : Adventure, Romance, Family, Drama, Fantasy, Humor.
Pair : Naruto x Seiren(OC) x Naomi(OC) x (Ra-ha-si-a)
ShikaxSona
Warning(s) : AU, Semi-Cannon, Mainstream, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan.
Summary : Karena sebuah kecelakaan di dunia asli mereka, kedua sahabat ini harus rela terjebak dalam masalah yang sangat merepotkan di dunia yang mereka singgahi sekarang. Namun mereka bertekad, akan menyelesaikan permasalahan di dunia yang mereka tempati saat ini. Cinta dan kebahagiaan pun juga ikut mewarnai hari – hari mereka di sana.
.
.
"Normal"
"Thinking"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'
.
.
.
Chap 12
'Seiren yang Sekarang'
.
.
.
.
.
Semua iblis yang berada di ruangan itu kini benar – benar dibuat diam mematung karena terkejut atas sesuatu yang kini berada di telapak tangan Naruto, tak terkecuali Shikamaru, Seiren, dan juga Grayfia. Bahkan Raiser yang berada di hadapan Naruto kini tengah membulatkan matanya.
"I-Itu …" Issei berucap dengan melongo takjub menatap pada Naruto.
"Power of Destruction…" Rias melanjutkan perkataan Issei yang tadi digantungkannya. Sementara yang lainnya kini hanya bisa diam dengan tatapan yang menunjukkan keterkagetan. Raiser yang tersadar dari keterkejutannya langsung menggeram dengan kesal.
"Cihh …. Semua ini sama sekali tidak ada hubungannya denganmu manusia rendahan."
Raiser benar – benar emosi sekarang, namun, Naruto hanya diam masih dengan senyum simpul yang masih menempel pada wajahnya.
"Hmmm …. Kata siapa aku tidak ada hubungannya. Dengar ini Phenex …. Aku adalah salah seorang manusia yang menjalin kerja sama dengan Fraksi Iblis, dan salah satu hal yang menjadi tanggung jawabku, adalah iblis muda yang juga adik dari para Maou. Dan jika, mereka merasakan suaru hal yang mengganggu, itu berarti semua hal itu akan menjadi campur tanganku…." Naruto menjelaskan semuanya dengan seringai puas yang kini tampak pada wajahnya.
Raiser makin termakan emosi sekarang, dia kini mengepalkan telapak tangannya dengan kuat. Dan secara perlahan kedua tangannya sudah dilapisi oleh api yang berkobar, dan membuat tensi di ruangan menjadi memanas.
"Jangan bercanda kau RENDAHAN…."
"Hehh …. Sayang sekali Phenex, itu bukanlah sebuah Candaan."
Raiser yang sudah termakan emosi kini mencoba langsung menyerang pada Naruto yang kini masih berdiri di tempatnya dengan RasenDestruction yang masih ada di telapak tangannya. Api yang menyelimuti tangan Raiser kini semakin terasa panas, dan jarak antara keduanya kini semakin dekat. Namun, sebelum Raiser bisa melancarkan serangan. Sebuah dinding tebal yang terbuat dari es langsung tercipta di antara dirinya dan juga Naruto. Sehingga membuat Raiser langsung menghentikan larinya.
"Raiser-sama …. Naruto-san …. Bisakah kalian tidak membuat sebuah keributan di ruangan ini?"
Suara datar dari Grayfia barusan, langsung menyadarkan semuanya. Tatapan mereka kini beralih kepada Grayfia yang kini masih berdiri di tempatnya.
"Oh … Tentu saja Grayfia-san." Naruto berujar dengan Riang sambil menghilangkan RasenDestruction di tangannya, namun berbeda dengan Raiser yang kini terlihat menampakkan wajah kesalnya.
"Apa maksudmu Grayfia …. Jangan halangi aku untuk memusnahkan manusia keparat ini."
Sepertinya Raiser masih belum bisa menenangkan emosinya itu. Bahkan dia masih bisa bicara dengan lancangnya pada sang ratu dari Maou Lucifer itu.
"Maafkan saya Raiser-sama …. Tapi, hal ini masih bisa kita bicarakan. Namun, apabila anda masih memaksa, terpaksa aku akan mengambil tindakan tegas." Grayfia sepertinya benar – benar serius dengan perkataannya, itu terlihat dari sorot matanya. Raiser kembali mendecih dengan kesal, dan kemudian langsung menghilangkan api yang menyelimuti kedua tangannya.
Melihat situasi yang sudah terkendali, Grayfia langsung menghilangkan dinding Es yang dibuatnya tadi. Setelah itu dia kemudian mengalihkan tatapannya pada Shikamaru yang kini masih berjongkok secara Horizontal di dinding dan kini tengah memangku dagu sambil menatap malas pada sekitarnya.
"Anda bisa melepaskan mereka sekarang, Shikamaru-san…."
Semua orang yang mendengar perkataan dari Grayfia barusan kini langsung mengalihkan tatapannya pada Shikamaru, yang kini tengah menguap bosan. Semua orang langsung dibuat Sweatdrop seketika saat melihatnya. Naruto yang melihat itu hanya bisa Facepalm.
"Hoammm …. Baiklah kalau begitu…"
Shikamaru langsung melepaskan teknik pemikat bayangannya pada para Peerage Raiser, dan itu membuat kini para peerage Raiser kembali bisa menggerakan tubuh mereka, setelah itu mereka langsung menatap Shikamaru dengan tajam setelahnya, namun hanya di tanggapi dengan malas oleh Shikamaru. Grayfia kemudian kembali angkat suara.
"Baiklah …. Sekarang aku akan bertanya pada anda Naruto-san…. Kenapa anda menyerang Raiser-sama secara mendadak seperti itu?" Grayfia bertanya dengan profesional pada Naruto.
"Hmmm …. Bukankah itu sudah jelas Grayfia-san. Sesuai dengan perjanjian yang sudah kami sepakati, kami akan melindungi iblis muda keluarga Gremory dan juga Sitri dari apapun hal yang mengganggu mereka. Itu berarti, jika mereka yang dalam naungan diriku, merasakan sebuah ketidaknyamanan itu berarti aku tidak akan tinggal diam." Jelas Naruto dengan santai. Raiser kini kembali menggeram kesal.
"Namun, itu bukan berarti kau harus mencampuri urusan pertunanganku, Sialan…" Raiser berucap dengan amarah yang tertahan. Naruto yang mendengar argument dari Raiser, langsung mengalihkan tatapannya pada Raiser dengan satu alis terangkat.
"Heh …. Mau itu pertunangan kek ataupun pernikahan …. Itu tetap akan menjadi urusanku, jika dalam konteks ini, mereka merasakan ketidaknyamanan …. Dan melihat ekspresi dari Rias ataupun yang lainnya, yang menunjukkan ekspresi sangat terganggu akan dirimu. Itu sudah menjadi alasan kuat untukku untuk mengambil tindakan." Ujar Naruto dengan santai.
"Kau …."
"Cukup Raiser-sama …. "
Raiser kembali mendecih dengan kesal dan langsung menatap tajam pada Naruto yang kini tengah menampakkan senyum kemenangan di wajahnya.
"Jadi, sekarang apa tindakan yang akan anda ambil Naruto-san?" Tanya Grayfia kembali kepada Naruto.
"Sebelumnya aku mendengar jika Rias akan mengadakan Rating Game yah …. Namun sebelumnya aku akan meminta Maaf padamu Rias, karena mulai dari sini aku akan mengambil alih."
Semua orang langsung memandang heran ke arah Naruto.
"Apa maksudmu mengambil alih Naruto-san?" Rias bertanya dengan bingung, dia sepertinya belum mengerti akan perkataan Naruto barusan. Naruto yang mendengar pertanyaan Rias mengangguk, dan kemudian langsung menghadap ke arah Raiser, sambil memandangnya dengan tatapan Serius.
"Raiser Phenex …. Jika kau memang ingin menikahi putri dari keluarga Gremory, kau harus terlebih dahulu melangkahi mayat ku untuk mendapatkannya."
Semua orang kembali dibuat terkejut oleh perkataan yang diutarakan oleh Naruto barusan.
"Hehh …. Jangan bercanda kau manusia rendahan." Raiser berucap dengan arrogant-nya. Naruto yang mendengar itu terlihat sedikit menyunggingkan senyum.
"Apakah kau takut menghadapi ku hmmm ….?" Naruto mencoba untuk memancing Raiser. Dan sepertinya itu berhasil karena kini Raiser kembali memasang raut tidak sukanya dan menatap merendahkan pada Naruto.
"Takut padamu? ….. hehh, tidak mungkin iblis darah murni sepertiku ini akan takut pada manusia rendahan sepertimu yang sudah dapat dipastikan dapat aku habisi dengan mudahnya."
"Benarkah …. Jadi kau tidak takut yah. Itu berarti kau akan menghadapiku Phenex."
"Hehh …. Untuk apa aku membuang waktuku untuk menghadapimu …?" Raiser kembali memasang tampang sombongnya.
"Phenex, pengecut …." Naruto sepertinya tidak menyerah untuk membuat Raiser kesal.
"Apa kau bilang…?"
"Aku bilang kau seorang Phenex pengecut …. Melawanku saja kau harus beralasan seperti itu. Seharusnya kau menerima saja tantanganku ini …. Bukankah katamu tadi, melawanku adalah sebuah kemudahan. Bukankah itu bagus, kau nanti bisa langsung menikahi putri dari keluarga Gremory lohh jika kau bisa menghabisiku…"
Dan yak, sepertinya perkataan panjang dari Naruto barusan sudah membuat Urat kekesalan dari Raiser memuncak. Dia kemudian langsung menatap tajam pada Naruto.
"Baiklah ... Aku terima tantanganmu ini." Raiser dengan tatapan merendahkan menjawab tantangan Naruto dengan persetujuan. Dan itu membuat senyum kepuasan terpampang jelas di wajah Naruto.
"Baiklah~ ... Satu minggu dari sekarang….. Satu minggu dari sekarang tempatnya, arena pertarungan di Underworld. Dan sistem pertarungan adalah team, jadi kau bisa membawa semua peerage-mu itu." Naruto memberikan penjelasan mengenai pertarungan yang akan mereka lakukan nanti.
"Hehh ... Baiklah. Persiapkan saja dirimu untuk membuat kuburanmu sendiri." Raiser membalas dengan seringai sombong di wajahnya.
"Oh ... Kita lihat saja nanti Phenex ... Siapa ... yang akan mempersiapkan kuburannya sendiri." Naruto berujar tak mau kalah. Dan kini sorot keyakinan ingin mengalahkan lawan masing – masing terpancar dari sorot mata keduanya.
"Baiklah ... Ayo kita pergi. Dan Rias ..." Raiser memeberi perintah pada para Peeragenya kemudian tatapan Raiser di alihkan pada Rias. "...persiapkan dirimu untuk pernikahan kita nanti, setelah aku membuat manusia ini hilang dari muka bumi." Dia berucap dengan Seringai kemenangan di wajahnya.
"Ya, ya, ya ... Bisa kau pergi sekarang... Tampang gigolo-mu itu sudah membuatku merasa terganggu sekarang ini." Sepertinya Naruto tak pernah bosan untuk mencari gara – gara dengan iblis dari keturunan Phenex ini. Dan perkataan itu membuat hampir membuat semua orang yang ada di sana langsung menahan tawa. Sementara Raiser sendiri kini sudah memasang wajah yang terlihat sedang menahan amarah. Tak ingin harga dirinya semakin jongkok, Raiser kemudian pergi dari ruangan itu menggunakan lingkaran sihir teleportasi khas keluarga Phenex diikuti dengan para Peerage-nya.
Setelah kepergian Raiser, ruangan klub kini menjadi hening. Namun, keheningan itu terpecah oleh suara Naruto yang membuka suaranya.
"Grrrr …. Dasar burung sialan. Aku benar – benar muak …. Akan aku siksa kau nanti …. Akan ku potong – potong tubuhnya…. Grrrr."
Naruto terlihat sedang kesal sendiri sekarang. Dia bergumam mengucapkan sumpah serapah yang benar – benar menumpahkan seluruh kekesalannya. Namun, sepertinya Naruto lupa kalau orang – orang di sekitarnya adalah seorang iblis yang mempunyai pendengaran di atas rata – rata. Sehingga, sumpah serapah yang diucapkannya tadi sangat dapat di dengar jelas oleh semuanya.
"Shisou …."
Mendengar panggilan dari Issei, Naruto langsung mengalihkan tatapannya pada sang murid dadakannya waktu itu, dengan satu alis terangkat.
"Apa….?"
Issei tidak langsung menjawab, dia kini terlihat tengah melangkahkan kakinya mendekati Naruto, tatapan matanya terlihat kosong, dan itu sudah cukup membuat Naruto semakin heran dengan tingkah laku dari Issei.
"…. Oi, oi …. Kau baik – baik saja bukan?"
Bukannya menjawab pertanyaan dari Naruto, Issei tanpa aba – aba dan tanpa memberikan sebuah peringatan langsung menerjang Naruto degan sebuah pelukan. Dan itu membuat Naruto yang kaget tak bisa mengelak sehingga Issei dengan leluasa dapat memeluknya.
"Shisoouuuu ….."
"O-Oiiii … oiii …. Apa yang kau lakukan bodoh …. Lepaskan aku, kau membuatku merinding sekarang ini, sialan." Naruto langsung mencoba melepaskan pelukan dari makhluk nista di hadapannya itu dengan paksa, namun Issei ternyata sangat paten sekali memeluknya.
"Tidakkkkkk ….."
"Kamvreettt …. Lepaskan aku…."
"Tidak akan …. Sebelum kekerenanmu menurun padaku…." Issei kian gencar, dan memeluk Naruto semakin erat.
"Mana mungkin hal seperti itu terjadiiiiii …."
Naruto terus berontak dan mencoba melepaskan pelukan kuat dari Issei. Setelah beberapa saat, Naruto akhirnya bisa melepaskan diri dan langsung menatap tajam pada Issei yang kini tengah menatapnya penuh binar.
"Sialan …. Apa - ap-…"
"Shisou …. Kau sungguh sangat keren …"
Issei memotong perkataan Naruto dengan perasaan kagum, dan memandang Naruto masih dengan tatapan berbinar – binar.
"…. Kau harus banyak menurunkan sifat kerenmu itu padaku Shisou." Issei berucap dengan penuh semangat. Namun, tatapan Naruto masih terlihat menajam pada Issei.
"Sampai kapanpun Orang mesum sepertimu tidak mungkin akan terlihat keren." Naruto mengucapkan itu secara frontal, dan tanpa berperikeiblisan sama sekali.
'Dong'
Issei langsung pundung di tempat dengan awan hitam di atas kepalanya, dan tak lupa kini tangis ala anime sudah menghiasi wajahnya. Semangat yang sebelumnya di tampakkan wajahnya kini menghilang entah kemana.
"…. Kau kejam Shisou." Ujar Issei dengan tangis lebay. Naruto hanya tersenyum penuh kepuasan saat melihat nasib dari Issei. Dan kejadian itu membuat kini semua orang langsung tertawa. Namun, itu semua langsung terhenti saat suara seseorang langsung menginterupsi-nya.
"Naruto-kun…."
Mendengar seseorang memanggilnya, Naruto langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke seseorang yang memanggilnya itu. Di hadapannya, kini Naruto bisa melihat Seiren yang kini tengah menatapnya.
"Sei-…"
'Plak'
Hening, seisi ruangan yang tadinya ramai dengan tawa kini langsung menjadi sepi, saat mereka semua dengan jelas menyaksikan Seiren dengan tanpa alasan langsung menampar Naruto saat itu juga. Mereka kini benar – benar langsung di buat melongo atas kejadian barusan.
Naruto sendiri kini hanya bisa diam mematung, dia sepertinya sangat kaget karena Seiren menampar dirinya secara tiba - tiba. Naruto kini kembali mengalihkan tatapannya pada Seiren yang kini tengah menundukkan kepalanya, sehingga membuat Naruto tak bisa melihat ekspresi dari Seiren.
"Sei-chan ….?"
"Itu kerana Naruto-kun sudah pergi tanpa memberitahuku terlebih dahulu…."
Naruto hanya bisa diam sambil menatap Seiren dalam diam, namun dia langsung menatap khawatir pada Seiren, saat melihat tubuh Seiren kini tengah bergetar dan isak tangis mulai terdengar darinya.
"Hiks …. Hiks…"
"H-Hey …. Hey .Kenapa ka-…."
Belum sempat Naruto menyelesaikan bicaranya, Seiren menghentikannya dengan langsung memeluknya. Naruto langsung dibuat terdiam kaget dengan kelakuan Seiren kai ini, sementara Semua orang hanya bisa diam melihat adegan dari dua orang di hadapan mereka itu, bahkan Issei yang sebelumnya tepat berada di belakang Naruto, langsung melangkah mundur untuk menjauh.
Rias yang melihat adegan yang dilakukan oleh kembarannya itu dengan satu alis terangkat, dia kemudian menatap pada Grayfia yang kini tengah memasang senyum lembut sambil melihat Seiren dan juga Naruto. Merasa diperhatikan, Grayfia kini mengalihkan tatapannya, dan melihat Rias kini tengah menatapnya dengan tatapan bertanya.
"Kau akan mengetahuinya nanti …." Grayfia berujar dengan lirih. Dan itu membuat Rias semakin kebingungan. Namun, dia kembali mengalihkan tatapannya pada Naruto dan juga Seiren.
"Kenapa …. Hiks …. Kenapa Kau pergi tanpa memberi tahuku terlebih dahulu?" Seiren kembali angkat suara dalam pelukan Naruto. sementara Naruto yang mendengar itu langsung tersadar dari rasa kagetnya. Dia kemudian tersenyum lembut, dan langsung membalas pelukan Seiren.
"Gomen ne, Sei-chan …." Naruto berucap dengan lembut. Dia mengusap – usap bagian belakang Seiren dengan lembut. Seiren tidak menjawab, dia kini semakin mengeratkan pelukannya. Dan itu membuat Naruto hanya menggeleng – gelengkan kepalanya dengan senyum lembut di wajahnya. Mereka berpelukan selama beberapa saat.
"Hahhh …. Kau mungkin sedikit berubah, namun sifat cengengmu masih belumlah hilang ne~ …. Sei-chan." Naruto langsung terkekeh saat mengucapkan hal barusan. Dan Seiren kini langsung melepaskan pelukannya dan terlihatlah kini wajahnya yang tengah memasang ekspresi sebal pada Naruto.
"M-Mouu …. Bisakah kau tidak mengatakannya di saat seperti ini Naruto-kun." Seiren mengatakan itu dengan cemberut sebal.
"Hehe … Maaf … Maaf Sei-chan."
Naruto langsung mengusap kepala Seiren dengan lembut, dan mengusap air mata yang masih tersisa pada pipi Seiren dengan lembut, dan tak ayal rona merah sedikit demi sedikit langsung menjalar di pipinya.
"A-Arigatou …."
"Doita Sei-chan …." Ujar Naruto sambil memberikan senyum lembut pada Seiren yang juga membalas senyumnya.
"Sepertinya aku sudah di dahului oleh kembaranku sendiri dalam mendapatkan kekasih …."
Suara Rias barusan yang di tunjukan ke pada mereka barusan, langsung membuat keduanya terdiam mematung. Sepertinya Naruto dan Seiren baru sadar bahwa di ruangan itu bukan hanya ada mereka berdua saja.
"Ara …. Ara …. Sepertinya keberadaan kita semua memanglah sudah di lupakan…. Fufufu." Akeno juga ikut menambahkan. Dan mendengar itu, keduanya kini langsung menjadi salah tingkah dan wajah mereka kini langsung memerah.
"K-Kami, eto …. Maksudku ,,, ummm …." Naruto sepertinya sudah tak mampu lagi untuk berkata apa – apa sekarang, dan Seiren sendiri kini hanya bisa terdiam dengan menundukkan kepalanya. Yang lain hanya bisa tertawa geli saat melihat reaksi yang di keluarkan oleh keduanya.
"Hoaammm …. Roman picisan seperti biasanya …. Padahal aku mengira kau akan dihajar habis – habisan tadi" Shikamaru langsung menambahkan dengan nada bosan. Dan itu membuat keduanya semakin merona hebat. Dan Naruto langsung menatap tajam pada Shikamaru.
"Kau pilih kasih Shisou …. Kenapa saat di peluk olehku Shisou berontak. Sedangkan saat mendapatkan pelukan dari Seiren-san, Shisou diam saja dan terlihat menikmatinya." Issei sepertinya juga ikut – ikutan untuk menggoda mereka berdua.
"U-Urusai …."
Dan kini ruangan itu kembali dihiasi oleh gelak tawa, karena mereka terus menggoda Naruto dan juga Seiren.
"Baiklah …. Sekarang waktunya aku mendapat sebuah penjelasan bukan ….. aku ingin mengetahui siapa sebenarnya Naruto-san dan Shikamaru-san. Dan aku juga ingin mendapat penjelasan mengenai hubungan kerja sama yang Naruto-san tadi sebutkan." Rias sepertinya sudah tak dapat membendung lagi rasa penasaran-nya sekarang ini. Naruto yang mendengar itu langsung menghela napasnya.
"Hahhh …. Seperti yang dikatakan olehku tadi aku dan sahabat pemalasku ini, sudah membuat kesepakatan sebelumnya dengan Fraksi iblis. Lalu, kenapa kami bisa menjalin kontrak, mungkin Nanti Grayfia-nee bisa menjelaskannya secara rinci pada kalian. Yang bisa ku jelaskan secara jelas sekarang hanyalah, aku Naruto Uzumaki, dan juga Shikamaru Nara adalah perwakilan dari fraksi umat Manusia." Jelas Naruto agak ambigu, namun perkataan terakhir sedikit membuat yang lainnya kaget.
"Baiklah …. Lalu kenapa kalian bisa menjadi terlihat akrab, seperti sudah saling mengenal sejak lama?" Rias kembali bertanya.
"Hmmm …. Soal itu… kenapa kami bisa akrab begini, karena aku dan juga Shikamaru pernah tinggal di Gremory Manor selama sebulan."
"Apaaa ?" Beberapa orang kini langsung terkejut saat mendengar perkataan Naruto barusan, namun Naruto hanya bisa tertawa geli saat melihat ekspresi kaget dari semuanya.
"Jadi …. Dalam waktu sebulan … Naruto-san dan Shikamaru-senpai sudah tinggal di Underworld?" Kiba bertanya dengan terkejut, mewakili beberapa orang yang ada di sana.
"Yep …. Benar." Naruto membenarkan dengan sebuah anggukan juga.
"Bagaimana bisa …. Bukankah kalian berdua adalah seorang Manusia. Tapi, kenapa kalian bisa menginjakkan kaki di Underworld?" Rias bertanya dengan keterkejutan yang tak dapat ia sembunyikan.
"Entahlah …. Aku juga tidak terlalu mengerti, meski Underworld adalah sebuah tempat yang dapat dikatakan sebagai sebuah tepat yang tak mugkin di kunjungi oleh manusia karena Udara disana yang dapat menjadi racun, tapi kami di sana , masih bisa melakukan aktivitas dengan Normal." Naruto menjelaskan sambil mengangkat bahu. Dan penjelasan barusan hanya membuat semua orang kini terdiam dengan pikiran mereka masing – masing.
"Dan untuk penjelasan yang lainnya, aku menyerahkannya padamu Grayfia-nee!" Naruto berujar sambil menatap Grayfia. Dan Grayfia mengangguk mengerti dan itu membuat senyum puas mengembang di wajah Naruto.
Dan Grayfia langsung memulai penjelasannya, tentang beberapa bulan yang sudah terjadi di Underworld yang tentunya menyangkut Naruto dan juga Shikamaru. Namun, Grayfia sama sekali tidak memberitahukan mengenai dari mana Naruto dan Shikamaru berasal. Karena bagaimanapun itu adalah rahasia yang hanya para Maou, keluarga Gremory yang kebetulan ada di pertemuan saja.
Setelah penjelasan panjang yang diberikan Grayfia telah selesai, semua orang kini hanya bisa manggut – manggut mengerti.
"Jadi begitu …. Ini benar – benar berita yang sangat mengejutkan. Tapi, kenapa aku sama sekali tidak diberitahu mengenai hal ini?" Rias berkata dengan nada sedikit agak kesal, karena berita penting seperti ini, dia sama sekali tidak mengetahuinya.
"Karena tidak ingin mengganggu aktivitas kalian …. Kami sepakat untuk tidak memberitahukannya, karena pasti ada saatnya kalian mengetahuinya." Grayfia mencoba memberikan alasan logis. Rias mengangguk mengerti seteah mendengar alasan barusan.
"Grayfia-nee …. Ada hal yang ingin aku tanyakan?" Naruto angkat suara setelah beberapa saat yang lalu dia hanya diam memperhatikan saja. Grayfia langsung mengalihkan tatapannya pada Naruto yang kini tengah memasang ekspresi serius.
"Silahkan Naruto-kun …."
"Apa yang dimaksud dengan perjanjian terakhir itu, adalah ini …. ?" Naruto bertanya mengenai perjanjian yang dulu belum diputuskan oleh Shirzechs. Grayfia yang mendengar itu mengangguk dengan senyum di wajahnya. Melihat itu Naruto langsung menghela napas.
"Begitukah …. Hahhh ….. pada akhirnya Shirzechs-san hanya memanfaatkan perjanjian ini dengan seenaknya." Naruto terlihat pasrah dengan keputusan Maou Lucifer itu.
"Shirzechs-sama memang selalu begitu …. Jadi, ku harap kau bisa membiasakan diri Naruto-kun…"
"Hahhhh …. Aku sampai sekarang benar – benar masih tidak mengerti dengan jalan pikiran dari Maou Lucifer pengidap Siscon akut itu …." Naruto sepertinya mulai merenggut sekarang ini.
"Hmmmm …. Onii-sama memang begitu." Seiren mengangguk setuju atas perkataan dari Naruto barusan. Dan itu membuat Grayfia hanya tertawa kecil, sepertinya kedua pasangan itu benar – benar sudah mulai menyerah untuk meladeni sikap dari Suaminya itu.
"Sekarang bagaimana rencanamu menghadapi Raiser nanti Naruto-kun?" Grayfia langsung menanyakan perihal rencana Naruto nanti.
"Ummm …. Mungkin aku akan menghadapinya bersama dengan Shikamaru." Naruto memberikan tahukan apa rencananya.
"Hoammm …. Aku tidak ikut …"
"Heeeee ?" Naruto langsung terkejut saat mendengar perkataan Shikamaru barusan "…. Apa maksudmu kau tidak ikut?"
"Anggap saja itu hukuman untukmu karena semua tugasmu selalu aku yang menjalankannya…"
"Ahhh …. Tapi itu bukan berarti kau tidak ikut Shika…"
Namun Shikamaru hanya menguap bosan dan mengacuhkan Naruto.
"Oi … ayolah Shika, aku janji jika kau ikut aku akan menggantikan tugasmu nanti selama kau menjalankan tugasku." Naruto mencoba untuk memberikan penawaran agar Shikamaru mau mengikuti pertandingan nanti. Dan sepertinya itu berhasil karena Shikamaru kini langsung menatap ke arahnya meskipun masih dengan tatapan bosan. Sepertinya dia kini tengah memikirkan penawaran dari Naruto.
"Ayolah Shika …." Naruto kini kian memelas pada sahabatnya itu.
"Cih …. Baiklah, baiklah …. Dasar merepotkan." Shikamaru akhirnya menyetujui ke ikutsertaannya. Dan senyum sumringah langsung tercipta di wajah Naruto.
"Kau memang yang terbaik …." Naruto mengacungkan jempolnya pada Shikamaru.
"Nah …. Jadi aku akan turun dengan Shikamaru, Grayfia-nee…"
Grayfia kemudian mengangguk mengerti. Naruto kemudian langsung mengalihkan perhatiannya kepada Seiren kembali.
"Nah Sei-chan…. Bagaimana dengan latihanmu selama beberapa minggu ini?" Naruto kemudian mengalihkan tatapannya pada Seiren dan langsung menanyakan perihal latihannya.
"Ummm …. Latihanku berjalan dengan lancar Naruto-kun …. Dan aku sudah bisa menggunakan boken ke-tiga." Seiren menjawab sambil mengeluarkan sebuah boken dari lingkaran sihir penyimpanan, dan langsung menyodorkan pada Naruto.
"Sepertinya …. Perkembanganmu sungguh sangat meningkat secara drastis Sei-chan. Melihat boken yang kini sudah mengalami kerusakan seperti ini, kau mungkin sudah bisa mengayunkan sebuah senjata dengan cepat." Ujar Naruto sambil memperhatikan boken di genggamannya, yang sudah mengalami beberapa bagian yang sudah rusak. Dia kemudian langsung tersenyum bangga pada Seiren.
"…. Kau benar – benar hebat Sei-chan." Naruto berujar sambil mengusap bagian atas kepala Seiren. Sementara Seiren langsung menggeleng pelan.
"Itu juga berkat latihan yang Naruto-kun berikan …." Seiren berujar dengan senyum di wajahnya.
"Sepertinya aku juga ketinggalan berita mengenai saudara kembarku." Rias berujar dengan ingin meminta sebuah penjelasan. Seiren yang mendengar perkataan Rias, langsung memasang senyum pada kembarannya itu.
"Sebenarnya selama Naruto-kun berada di Underworld …. Aku selalu berlatih dalam bimbingannya Aneki…" Jawab Seiren. Mendengar kata latihan, sebelah alis Rias langsung terangkat.
"Latihan …?" Seiren langsung mengangguk.
"Yah …. Seiren sekarang sudah dikatakan iblis yang kuat sekarang. Dia selalu berlatih, dan juga Seiren bisa dkatakan adalah seorang keturunan Gremory pertama yang menjadi seorang ahli berpedang." Bukan Seren yang menjawab namun sang Kakak iparlah yang menjawab pertanyaan dari Rias barusan.
"Benarkah…. Wow, aku benar – benar terkejut dengan hal ini ….. kenapa kau tidak memberitahuku tentang hal ini Sei-chan…." Rias kini merenggut kesal, karena merasa banyak sekali yang disembunyikan darinya.
"Kami juga terkejut …. Karena kami juga baru mengetahuinya kemarin." Grayfia ikut menambahkan, Rias langsung menghela napas, dan langsung menatap pada Seiren.
"Maafkan aku Aneki, aku bukannya tidak ingin memberi tahumu …. Namun, Aku hanya ingin memberi kalian sebuah kejutan dengan perkembanganku jika waktunya tepat." Seiren mengatakannya dengan ekspresi yang terlihat menyesal. Rias yang mendengar itu kembali menghela napasnya. Namun, dia langsung tersenyum pada Seiren.
"Tak apa Sei-chan …. Aku mengerti." Rias mengatakannya dengan lembut. Seiren yang mendengar itu langsung membalas senyum Rias dengan senyum senangnya.
"Arigatou …. Aneki."
"Hehehe …. Doita Sei-chan."
Naruto yang melihat itu hanya bisa tersenyum dengan senang, dia kemudian mulai angkat suara kembali.
"Baikalh …. Kalau begitu aku mempunyai hadiah untukmu Sei-chan.…"
"Itu tidak perlu Naruto-kun …. Hadiah yang Naruto-kun berikan padaku sebelumnya itu juga sudah cukup. Jadi aku tidak memerlukan lagi hadiah" Seiren berujar sambil memperlihatkan kalung berbandul sebuah kristal berwana Hijau yang kini menggantung di lehernya.
"Are …. Ku pikir kau tidak akan suka dengan hadiahku itu Sei-chan."
"Tentu aku menyukainya Naruto-kun …. Kalung ini sangat indah, jadi mana mungkin aku tidak menyukainya."
"Begitukah ….?" Seiren mengangguk dengan senyum manis yang menempel pada wajahnya. "…. Tapi kau tetaplah harus mendapat sebuah hadiah …. Dan hadiahku kali ini sepertinya akan sangat kamu butuhkan." Naruto kembali memaksa ngin memberikan hadiah pada Seiren, mendengar itu Seiren langsung memasang ekspresi kebingungan. Namun, Naruto hanya tersenyum, sambil mengacak – acak rambut Seiren.
"Tapi sebelumnya …. Aku ingin mengetahui terlebih dahulu, perkembanganmu Sei-chan…. Jadi, aku akan mengetesmu." Mendengar itu Seiren langsung terlihat agak bersemangat, terlihat dari sorot matanya.
"Baiklah Naruto-kun …"
.
φ©++Atarashi_Seikatsu++©φ
.
Semua orang kini sudah berada, di sebuah tanah lapang yang kebetulan ada di bagian di dekat bangunan club milik Rias. Naruto dan Seiren kini sudah saling berhadapan, di masing – masing tangan mereka kini sudah tergenggam Boken. Sementara Shikamaru, Grayfia dan juga para Peerage Rias kini melihat keduanya dari kejauhan.
"Grayfia-nee …. Bisakah kau membuat kekai untuk kami?" Naruto bertanya pada Grayfia.
"Baiklah …."
Grayfia kemudian menciptakan lingkaran sihir besar di bawah kakinya, dan menyebar lumayan jauh. Setelah itu, perlahan – lahan kekai transparan sudah terbentuk, dan mereka semua sudah ada di dalamnya. Setelah kekai terbentuk, Naruto langsung mengalihkan perhatiannya kembali pada Seiren, yang kini sudah berdiri beberapa meter di depannya.
"Baiklah Sei-chan …. Tes ini masih sama seperti sebelumnya. Jadi jangan ragu – ragu, dan keluarkan semua kemampuanmu …." Naruto mengingatkan. Seiren mengangguk mengerti dan tatapannya yang kini mulai Serius.
"Baiklah…. Kalau begitu ….." Naruto sudah mulai memasang kuda – kudanya, dengan tubuh sedikit menyamping dengan kaki di rapatkan dan tangan kanan yang memegang boken di angkat setengah badan di belakang samping kanannya. Dan Seiren juga sudah memasang kuda – kudanya. Dengan kaki kanan ke depan, dan boken yang dia buat mengacung ke depan.
"…. Mulai."
Seiren kini langsung menghilang dari tempatnya tadi berdiri, Naruto yang melihat itu, langsung bersiaga, dengan tatapannya dia alihkan ke segala arah. Merasakan sebuah bahaya, Naruto langsung mengangkat bokennya ke atas, dan menahan sebuah ayunan vertikal sebuah boken yang di lakukan Seiren dari belakang Naruto.
"Kecepatanmu meningkat pesat ternyata …. " Naruto memberikan sebuah pujian pada Seiren, tanpa membalikkan tubuhnya.
"Itu sudah pasti Naruto-kun …."
Seiren langsung mencoba melakukan sebuah tendangan pada punggung Naruto, namun masih dapat Naruto antisipasi, karena Naruto langsung melompat ke depan.
"Baiklah … sekarang giliranku bukan…"
Naruto langsung menghilang dari tempatnya berdiri, dan kembali muncul di hadapan Seiren sambil mengayunkan bokennya secara Horizontal, Seiren yang sudah siap langsung menangkis serangan itu dengan bokennya. Dia kemudian mencoba melakukan serangan balik dengan langsung bersalto sambil melakukan sebuah tendangan uppercut. Naruto yang sudah menebaknya langsung sedikit memundurkan wajahnya. Namun, Naruto dibuat terkejut saat Seiren kembali melakukan sebuah serangan dadakan dengan bokennya.
Naruto dengan telak terkena serangan Seiren yang mengenainya pada bagian pipi. Seiren langsung melompat mundur menjauh dari Naruto. Dan langsung kembali memasang kuda – kudanya. Naruto sendiri kini langsung memberikan senyum pada Seiren.
"Refleksmu juga sudah meningkat …. Sepertinya ini waktunya serius…"
Naruto kembali memasang kuda – kudanya seperti di awal, dan tatapannya kini terlihat serius. Setelah itu, dia langsung merangsek maju, begitupula Seiren yang juga ikut merangsek. Saat jarak di antara mereka sudah dekat, Naruto dan Seiren langsung saling mengadukan boken mereka. Gerakan saling tebas di lakukan keduanya, namun karena refleks, kecepatan keduanya yang sama – sama mempunyai tingkatan hebat, mereka jadi terlibat sebuah adu pedang dengan sengit.
Naruto melancarkan sebuah tusukan, namun Seiren masih dapa menghindarinya dengan berputar, dan melakukan serangan balik dengan melakukan ayunan boken secara horizontal bermaksud menebas bagian samping tubuh Naruto. Namun beberapa senti lagi boken mengenainya, Naruto langsung menghilang begitu saja sehingga membuat serangan Seiren hanya mengenai udara kosong, dan Naruto kembali muncul di belakang Seiren sambil melancarkan sebuah tebasan secara Vertikal.
Seiren yang sudah merasakan bahaya sejak awal mengantisipasinya, dengan memajukan tubuhnya sedikit ke belakang, sehingga membuat serangan Naruto, dan langsung melakukan lompatan tinggi sambil bersalto, dan melakukan serangan pada Naruto dengan mengayunkan bokennya secara vertikal. Tak ingin kepalanya benjol oleh serangan Seiren, Naruto dengan sigap langsung menahan serangan itu dengan menggunakan bokennya.
"Kau benar – benar melebihi perkiraanku Seiren …." Ujar Naruto sambil memasang senyum kecil yang menunjukkan sebuah kebanggaan. Seiren membalasnya dengan senyum juga.
"Sebaiknya kau berhati – hati Naruto-kun …."
Naruto mengangkat alisnya bingung, namun kebingungannya langsung menguap saat melihat boken yang di genggam Seiren sudah terselimuti oleh Power Of Destruction. Tak ingin terkena dampak dari energy penghancur itu, sebelum bokennya termakan oleh Power of Destruction. Naruto langsung menghentakkan bokennya, dan langsung melancarkan sebuah tendangan dengan telapak kaki. Namun Seiren masih bisa menghindarinya dengan melompat sambil bertumpu pada kaki Naruto, dan balas melakukan tendangan sapuan pada wajah Naruto. Tak ingin terkena Naruto langsung memundurkan sedikit wajahnya, dan langsung melompat menjauh.
"Hehehe …. Aku benar – benar terhibur sekarang…" Naruto berujar dengan senyum puas pada wajahnya. Seiren yang baru saja menyiagakan kembali tubuhnya langsung tersenyum.
"Baguslah kalau begitu …."
Naruto juga kini kembali menyiagakan tubuhnya, boken di tangannya juga kini sudah terlapisi oleh Power Of Destruction. Seiren yang melihat itu langsung bersiaga, dan juga melapisi bokennya dengan Power of Destruction. Keduanya kemudian dengan secara bersamaan langsung mengayunkan boken mereka.
'Destruction Slash' 'Destruction Slash'
Dan dari tebasan mereka itu, mengeluarkan sebuah tebasan power of destruction yang membentuk seperti bulan sabit yang langsung melesat dengan cepat. Dan menghasilkan sebuah ledakan yang cukup besar, saat kedua energi penghancur itu saling bertubrukan.
Asap dan debu langsung mengepul dari tempat dimana Naruto dan juga Seiren berada, sehingga membuat semua orang yang menonton tidak bisa melihat bagaimana situasinya. Mereka hanya bisa mendengar sebuah bunyi boken yang saling beradu dari balik asap itu. Semua orang yang menonton juga kini hanya bisa terdiam dengan kagum saat melihat latihan tanding dari Naruto dan juga Seiren. Kecuali Shikamaru, yang sudah mengetahui kemampuan dari keduanya.
"Aku benar – benar tidak menyangka Sei-chan bisa sekuat itu …." Rias berujar pertama kali dengan kagum saat melihat bagaimana kemampuan dari saudara kembarnya itu. Grayfia mengangguk menyetujui apa yang dikatakan Rias barusan.
"Aku juga tidak menyangkanya …." Ujar Grayfia, dengan tatapan yang masih mengarah ke depan.
"Mereka berdua benar – benar hebat …." Issei juga menyampaikan kekagumannya. Dan di balas anggukan oleh semuanya.
"Kecepatan yang dimiliki keduanya, benar – benar hebat, refleks dan serangan benar – benar di buat seefisien mungkin dalam menyerang…." Ujar Kiba, dia juga kagum dengan kemampuan keduanya. Sebagai seorang Knight yang juga pengguna pedang, dia merasa benar – benar dibuat bersemangat.
"Mereka memang hebat …. Mengingat latihan mereka juga di jalankan secara rutin…." Semua orang disana langsung mengalihkan tatapannya pada Shikamaru yang kini tengah duduk bersandar di dahan pohon.
"…. Mereka adalah pasangan duet hebat, dalam berpedang. Mengingat mereka bisa saling mengisi kekurangan masing – masing. Naruto adalah seorang type kekuatan dan kecepatan. Sedangkan Seiren mungkin dia mencakup semuanya, kecepatan, teknik, dan kekuatan. Dapat digunakan dengan efisien oleh Seiren lagipula karena dia di latih oleh seorang ninja aliran seni berpedangnya memanglah gaya seorang ninja….. dan itu membuat keduanya menjadi pasangan duet yang mengerikan." Jelas Shikamaru masih dengan posisi santainya itu dengan mata terpejam. Mendengar itu, semuanya kembali membuat terkagum – kagum.
"Sepertinya aku sudah tertinggal jauh yah …." Rias berujar dengan agak lesu, sambil menatap kembali ke arah pertarungan. Setelah asap dan debu sudah menghilang. Grayfia yang mendengar perkataan dari perkataan adiknya itu langsung mengusap kepalanya dengan lembut.
"Jangan berkata seperti itu, Rias-chan …. Kau tahu, Seiren bisa seperti sekarang bukanlah tanpa alasan. Dia mempunyai dua tujuan dalam hidupnya sekarang ini."
Rias kemudian memandang ke arah Grayfia dengan penasaran.
"Seiren terus berlatih seperti itu, karena dirimu juga…. Dia selalu mempunyai keinginan untuk bisa seperti dirimu. Dia selalu menjadikan dirimu sebagai tujuan pertamanya." Rias benar – benar terkejut dengan perkataan dari Grayfia barusan.
"Aku ….?"
Grayfia mengangguk dengan senyum yang lembut di wajahnya.
"Yah …. Dia memang selalu ingin seperti dirimu yang bisa kuat…." Rias kemudian mengalihkan tatapannya ke depan menatap Seiren yang masih melakukan latih tanding dengan tatapan yang sulit di artikan. Namun, dia langsung tersenyum setelahnya.
"Dasar adikku dia selalu saja seperti itu …. Lalu tujuan keduanya?"
Mendengar pertanyaan itu, Grayfia tersenyum, dan menatap kembali ke depan.
"Tujuan keduanya …."
"Pemuda bodoh yang menjadi lawan tandingnya …." Shikamaru ikut nimbrung dalam pembicaraan keduanya. Rias langsung mengangkat sebelah alisnya, dia kemudian menatap pada Grayfia untuk memastikan. Dan Grayfia langsung mengangguk membenarkan perkataan dari Shikamaru.
"Begitukah …. Apakah perubahan Seiren yang sekarang ini ada hubungannya dengan Naruto-san?" Rias kembali bertanya pada Grayfia.
"Yah …. Dari sekian orang yang dekat dengan Seiren, Hanya Naruto-kun lahyang bisa merubah Seiren menjadi seperti sekarang ini." Grayfia menjawabnya sambil memberikan senyum pada Rias. Rias yang mendengar itu membalas senyum dari kakak iparnya itu, dan kembali memperhatikan jalannya pertandingan.
"Aku tak bisa berkata apa – apa lagi kalau begitu…"
'Back to Fight'
Naruto dan Seiren kini masih berimbang. Keduanya masih belum mau mengalah. Serangan serangan cepat di peragakan keduanya dengan apik. Seiren kini menjaga jarak dengan Naruto, kemudian mengalirkan power of destruction kembali pada bokennya. Dan langsung merangsek maju. Naruto yang melihat itu, langsung bersiap – siap di tempatnya, bokennya kini sudah di aliri dengan cakra angin.
Naruto kemudian langsung menebaskan bokennya secara cepat. Dan dari tebakannya itu membuat sebuah energy seperti sabit yang melesat cepat ke arah Seiren secara beruntun. Seiren yang melihat hal itu kini mencoba menghindarinya, dengan berlari jig jag dengan cepat, menghindari semua serangan yang di lancarkan oleh Naruto, dan saat menghindari serangan terakhir Seiren langsung menebaskan boken yang sudah di aliri oleh power of destruction.
'Dragon Destroyer'
Semua orang langsung dibuat terkejut begitu pula dengan Naruto saat dari tebasan Seiren barusan, kini membentuk sebuah Naga berwarna hitam dengan outline merah dan mata merah kini melesat dengan cepat pada Naruto. Naruto yang tersadar langsung melompat mundur mencoba menjauhi naga mengerikan itu. Namun, naga itu terus melesat mengikutinya.
Merasa tidak ada gunanya terus menghindar, Naruto dengan cepat merangkai handseal dengan tangan kirinya. Setelah selesai, Naruto langsung menarik napasnya dan langsung meniupkannya.
'Katon : Sanryuu Huashi'
Api dengan sekala besar langsung dikeluarkan Naruto, dan semburan api itu langsung membentuk menjadi tiga naga yang langsung menyerang ke arah naga yang terbuat dari power of destruction buatan Seiren. Semua orang kembali di buat terkejut atas naga api yang di keluarkan oleh Naruto.
'Bummm'
Ledakan besar langsung tercipta di tengah – tengah pertarungan itu. Asap dan debu yang tebal kini langsung kembali mengepul di tempat itu, Naruto yang sudah mendarat di tanah langsung bersiaga. Namun, dia dikejutkan dengan kehadiran Seiren di atasnya yang kini terlihat langsung mengayunkan bokennya secara Vertikal. Naruto dengan terburu – buru langsung menahan laju tebasan itu dengan bokennya sendiri.
'Tak'
'Krak'
Semua orang yang menonton kini benar – benar di buat takjub. Pertarungan yang di sajikan di hadapan mereka itu, benar – benar sudah terlihat seperti pertarungan sungguhan. Pandangan mereka kini terfokus ke depan, ke tempat pertarungan antara Naruto dan Seiren.
Mereka terus menunggu dengan sabar, sampai asapnya menghilang. dan saat asap kian menipis mereka bisa melihat siluet keduanya dari debu yang tercipta yang terlihat kini sedang saling membelakangi, dengan satu orang yang terlihat tengah berjongkok, dan satu lagi sedang berdiri dengan tegak.
Mereka kini kembali menganga terkejut, saat asap menghilang dan memperhatikan sosok keduanya. Naruto kini tengah berdiri dengan tegak membelakangi Seiren, dan Seiren yang kini tengah jongkok dengan sebelah lututnya dia gunakan sebagai tumpuan.
Namun, mereka semua terkejut saat melihat kini, boken yang di genggam oleh Naruto sudah patah, dan boken yang di pakai Seiren kini masih terlihat utuh, namun jika di perhatikan baik – baik di bagian tengah bokennya kini sudah terdapat sebuah retakan. Naruto sendiri kini langsung menghela napasnya dan langsung tersenyum sambil memejamkan matanya.
Beberapa saat kemudian semua orang langsung tersadar dari keterkejutan mereka. Seiren yang semula berjongkok, kini mulai menegakkan posisi tubuhnya, sehingga posisi mereka benar – benar membelakangi dengan punggung yang saling berhadapan, dan Seiren langsung menodongkan ujung bokennya pada punggung Naruto, tanpa membalikkan badannya.
"Hmmm …. Aku menyerah."
Seiren langsung tersenyum puas setelah mendengar itu. Keduanya kemudian secara bersamaan langsung melangkahkan kakinya ke depan, dan secara bersamaan pula langsung membalikkan badan. Setelah itu mereka langsung memberi hormat dengan membungkukkan badan.
"Aku benar – benar terkejut dengan perkembanganmu Sei-chan .…"Naruto mengatakan itu setelah keduanya kembali menegakkan tubuh mereka. Seiren yang mendengar itu hanya bisa tersenyum saja.
"…. Dan tambahan. Aku benar – benar merinding saat kau mengeluarkan Jurusmu yang tadi." Naruto menambahkan dengan tampang yang sedikit menunjukkan kengerian saat mengingat Naga yang di keluarkan Seiren. Seiren hanya bisa tertawa kecil mendengar penuturan jujur Naruto.
"Itu adalah jurus originalku Naruto-kun …"
"Begitukah …. Kau benar – benar sudah memberiku sebuah kejutan hebat Sei-chan…" Naruto berucap dengan nada bangga yang pada suaranya. Keduanya kemudian langsung mengalihkan perhatian mereka saat mereka berdua bisa merasakan beberapa orang yang tengah mendekat ke arah mereka. Dan Disana mereka menemukan Rias dan yang lainnya kini tengah berjalan ke arah mereka berdua.
"Kau benar – benar sangat hebat Sei-chan …." Rias adalah orang pertama yang mengeluarkan suaranya, dan perkataan dari Rias tadi dibalas dengan anggukan setuju oleh semuanya. Mendapat pujian secara langsung dari semuanya membuat Seiren malu.
"A-ah …. A-Arigatou minna. Ini juga berkat Naruto-kun yang melatihku." Seiren mengatakan dengan sedikit gugup.
"Tidak …. Ini semua memang murni karena dirimu Sei-chan. Peningkatan kemampuanmu, itu karena kau yang selalu berlatih dengan giat." Naruto membantah perkataan Seiren kalau itu berkat dirinya.
"Tapi itu-…." Seiren tak melanjutkan perkataannya karena Naruto sudah kembali mengusap kepalanya.
"Kau pantas mendapat pujian untuk itu Sei-chan …."
"Yah …. Naruto-san benar …. Kau pantas untuk mendapatkan semua pujian ini Sei-chan." Rias juga mendukung perkataan dari Naruto barusan. Seiren yang awalnya diam langsung mengangguk dengan rona merah yang mulai nampak pada pipinya.
"Dengan ini …. Kau sudah menunjukkan dirimu yang sesungguhnya Sei-chan." Naruto kembali menambahkan. Seiren kembali mengangguk sambil tersenyum pada Naruto dan juga kepada semuanya.
"…. Nah sesuai dengan perkataanku sebelumnya. Mungkin kau sudah pantas untuk mendapatkan hadiah ini." Naruto kini kembali angkat suara. Semua orang kini mulai mengalihkan pandangannya kepada Naruto yang kini tengah mengangkat kedua tangannya.
"ku harap kau akan menyukai hadiahku ini…."
Naruto kemudian langsung menyentuh segel yang berada pada pergelangan tangan kirinya. Dan kemudian kepulan asap yang lumayan tebal langsung tercipta dari segel di tangan yang di sentuh oleh Naruto tadi. Sehingga membuat pandangan semuanya jadi terhalang.
"Nahhh …. Ini hadiah untukmu Sei-chan …." Naruto langsung menyodorkan hadiahnya itu pada Seiren. Seiren yang melihat itu langsung terkejut namun juga kagum, karena mendapat sebuah hadiah yang benar – benar tak ia duga sama sekali. Rias dan juga para peeragenya juga memandang kagum pada apa yang kini di sodorkan oleh Naruto itu.
Namun, berbeda dengan Grayfia, dia kini tengah memasang ekspresi yang terlihat benar – benar terkejut saat melihat apa yang di keluarkan oleh Naruto barusan. Matanya benar – benar membualat sempurna.
"I-itu …." Suaranya kini menjadi tergagap karena shock, semua orang langsung menatap heran pada Grayfia, namun Naruto yang mengerti hanya tersenyum.
"Yahh … kau benar Grayfia-nee …. Aku berhasil mendapatkannya …." Grayfia kini tak tau harus bagaimana lagi, dia kini hanya bisa diam tanpa mengucapkan apa – apa. Semua orang hanya bisa memandang Naruto dan Grayfia dengan bingung.
"Kau kenapa Nee-sama…?" Rias bertanya pada Grayfia. Namun, Grayfia masih diam d tematnya.
"Naruto-kun …. Bagaimana kau bisa mendapatkan itu?" Grayfia bertanya dengan masih menunjukan rasa shock. Naruto hanya tersenyum.
"Ceritanya sangat panjang …. Namun yang jelas, aku sudah mendapatkan keduanya…."
Semua orang kini mulai memperhatikan ke arah Narutu.
" …. Pedang dalam legenda, yang juga merupakan pedang tertajam dan terkuat di seluruh dunia… dan salah satunya adalah yang sedang aku pegang ini."
Semua orang kini semakin dibuat bingung dan juga sedikit kaget saat mendengar perkataan Naruto barusan. Mereka kini menatap penuh penasaran pada Naruto. Melihat itu Naruto kini semakin memperlebar senyumnya.
"ini adalah …."
.
φ©++Atarashi_Seikatsu++©φ
.
'One Week Later'
Seminggu kini sudah berlalu sejak tantangan yang Naruto berikan pada Raiser. Dan pertandingan yang di selenggarakan di underworld itu, ternyata sudah menyebar ke setiap penjuru underworld. Dan tak ayal tempat di selenggarakan-nya pertandingan itu kini sudah mulai di penuhi oleh para iblis yang ingin melihat pertarungan antara sang putra keturunan keluarga Phenex, dengan manusia yang dikatakan adalah sekutu dari Fraksi Iblis.
Di sebuah podium utama. Kini disana kita bisa melihat beberapa orang sudah duduk manis di sebuah kursi khusus. Diantaranya sang Maou terkuat Shizechs Lucifer yang kini tengah duduk dengan tenang di kursinya. Kemudian juga ada sang Lord Gremory yang kini tengah duduk dengan santai di kursinya. Dan di banggu samping Lord Gremory kini tengah duduk seorang pria dewasa berambut pirang yang memiliki wajah yang hampir mirip dengan Raiser. Tengah duduk dengan santai di kursinya.
Dan juga disana sudah ada beberapa orang yang tengah duduk di bangku yang juga berada tepat di bawah podium itu. Di sana sudah ada Rias lengkap dengan para Peeragenya, lalu disana juga sudah ada Sona yang beserta dengan ratunya Tsubaki Shinra.
"Jadi, mengenai pertunanganmu ini ada yang mengambil alih begitu?" Sona bertanya untuk memastikan situasinya Rias yang duduk di sampingnya. Rias yang mendengar itu mengangguk sambil tersenyum pada Sona.
"Ya …. Dan aku jamin kau akan terkejut saat melihat siapa yang akan melawan Raiser dalam pertandingan kali ini." Sona hanya mengangkat sebelah alisnya bingung saat mendengar perkataan barusan.
"Memangnya siapa yang akan melawan Raiser kali ini ….?" Sona bertanya dengan penasaran akan lawan yang akan di hadapi manusia, dia sebenarnya juga terkejut saat mengetahui Fraksi iblis punya aliansi dengan perwakilan manusia. Dan saat mendengar akan di adakannya pertandingan, dia dengan sangat penasaran langsung pergi ke dunia bawah, untuk memastikannya sendiri.
"Kau akan mengetahuinya sebentar lagi …. Sona. Dan kuharap kau mempersiapkan dirimu agar tidak terkejut." Rias mengatakan itu dengan senyum misterius di wajahnya, dan itu semakin membuat Sona penasaran.
Sementara itu, di sebuah ruangan kini terlihat empat orang tengah berkumpul. Diantaranya adalah Naruto, Shikamaru, Seiren dan juga Venelana. Mereka kini terlihat sedang membicarakan sesuatu di ruangan itu.
"Hahh ... Kau yankin tentang hal ini Sei-chan?" Naruto bertanya memastikan pada Seiren yang kini berada di hadapannya. Penampilan Seiren kini terlihat agak berbeda, dia kini tengah memakai sebuah pakaian sebuah sweater berwarna putih dengan garis – garis hitam pada sweaternya. Dan celananya dia memakai sebuah Hotpans berwarna hitam. Rambut crimson-nya kini di sanggul di belakang kepalanya.
"Tentu Naruto-kun …. Ini sudah saatnya aku menunjukkannya pada Semuanya." Seiren berucap penuh keyakinan. Sepertinya tekadnya benar – benar sudah bulat.
"Tapi kau juga bisa memperlihatkannya nanti saja bukan Seiren …." Kini Venelana berucar dengan penuh rasa khawatir. Namun, Seiren hanya tersenyum lembut pada ibunya.
"Tidak Okaa-sama …. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperlihatkan pada seluruh iblis di Underworld, Seiren yang baru…. Okaa-sama sekarang hanya tinggal yakin dan percaya saja padaku."
Venelana hanya bisa menghela napasnya, saat menghadapi ke keras kepalaan dari putri bungsunya ini.
"Baiklah …. Okaa-sama menyerah. Tapi ingat Seiren, kau harus hati – hati dalam pertarungan ini." Venelana berucap dengan pasrah, dan mengingatkan Seiren agar berhati – hati.
"Tentu Okaa-sama …. Lagi pula Naruto-kun dan Shikamaru-kun akan melindungiku."
"Yah …. Itu benar Venelana-sama. Aku akan melindungi Seiren bagaimanapun juga." Naruto juga ikut meyakinkan Venelana. Mendengar itu Venelana kembali menghela napanya.
"Baiklah kalau begitu …. Selamat berjuang, dan menangkanlah pertarungan ini."
"Tentu Okaa-sama/Venelana-sama ….." Naruto dan Seiren berucap secara bersamaan. Mendengar itu Venelana hanya bisa tersenyum.
"Kalau begitu Okaa-sama pergi…"
Venelana kemudian pergi dari sana dengan lingkaran sihir teleportasi khas keluarga Bael. Dan meninggalkan Naruto, Seiren, dan Shikamaru di ruangan itu. Naruto kemudian langsung menatap Shikamaru yang kini tengah bersandar pada dinding sambil memejamkan matanya.
"Jadi …. Bagaimana rencanamu Shika?" Naruto menanyakan perihal rencana yang akan di sampaikan Shikamaru.
"Hahh …. Karena dari info yang kudapat tempat pertandingan akan menjadi sebuah tempat seperti hutan dan padang rumput, kita akan melakukan eksekusi ala ninja…. Eksekusi secara diam dan sembunyi. Jadi kita akan langsung berpencar saat pertandingan di mulai, dan aku sarankan sebaiknya kita melawan secara individual."
"Apa itu tidak terlalu beresiko ….?" Seiren mengeluarkan pendapatnya.
"Tidak …. Meski beresiko, namun ini efektif untuk menyelesaikan hal ini secara cepat. Dan jika pengamatan ku sebelumnya tepat. Ada kemungkinan Raiser, beserta Ratu dan adiknya itu, hanya akan menjadi seorang penunggu. Dan saat itulah, Naruto yang akan menghadapinya." Shikamaru kini selesai menjelaskan rencanaya. Dan terlihat Naruto yang kini tengah memikirkan rancana Shikamaru terlebih dahulu.
"Baiklah … ini tidak terlalu buruk … aku juga akhirnya akan bisa menghajar pria itu secara langsung." Naruto mengatakan itu dengan penuh semangat.
"Jadi sudah di putuskan …. Dan sebaiknya kalian memakai ini…." Shikamaru kemudian menyodorkan sebuah alat komunikasi yang terlihat seperti sebuah kepala headset kepada Naruto dan juga Seiren "…. Itu adalah alat komunikasi yang di berikan Grayfia-nee padaku. Dengan itu, kita bisa saling berkomunikasi." Naruto dan Seiren mengambil alat itu, kemudian memasangkannya pada telinga mereka.
"Oh yah …." Mendengar suara Naruto, Shikamaru dan juga Seiren langsung mengalihkan tatapannya pada Naruto, yang kini tengah memegang segel di pergelangan tangannya. Kepulan asap langsung tercipta di depan Naruto. Saat asap menghilang kini di tangan Naruto, sudah ada 3 buah Head protektor, dengan kain berwarna hitam dan di bagian tengahnya terdapat lempengan besi dengan sebuah ukiran yang terihat membentuk sebuah logo daun.
Shikamaru yang melihat itu langsung tersenyum, dan mengambil salah satu Head protektor di tangan Naruto, dan memasangnya pada lengan atas di bagian kanan. Naruto kemudian menyodorkan salah satunya pada Seiren.
"Ambilah Sei-chan …. Dengan ini kau sudah resmi mejadi bagian dari team ini…"
Seiren kemudian langsung mengambil Head protektor itu, dengan sedikit ragu. Setelah Seiren sudah mengambilnya, Naruto kini langsung memakai Head protektor miliknya di kepalanya. Setelah itu dia kemudian melihat ke arah Seiren.
"Jadi kau su-…."
Naruto tak bisa melanjutkan perkataanya saat dia melihat Seiren sudah memakai Head protektor yang tadi di berikan olehnya itu di bagian leher. Tiba – tiba ingatannya langsung teringan dengan seorang gadis berambut indigo yang sudah mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan dirinya. Orang yang juga selalu memakai headprotektor itu pada lehernya.
"Hinata…"
"Naruto-kun ….?"
Naruto kini sudah tersadar dari alam lamunannya saat suara Seiren yang memanggil namanya.
"A-Ah …. M-Maaf aku melamun tadi…"
Seiren yang melihat itu hanya menatap khawatir pada Naruto, sementara Shikamaru hanya menatap dalam diam.
"Apakah kau mengingatnya?"
"M-MaksudmuSei-chan?" Naruto bertanya dengan heran, namun dia masih terdengar tergagap.
"Hinata-san …."
Mendengar Seiren menyebutkan nama Hinata, Naruto hanya bisa diam. Seiren yang melihat itu hanya bisa mengehela napasnya. Dia kemudian mendekat ke arah Naruto, dan langsung mengusap pipi yang mempunyai tiga goresan halus itu dengan lembut.
"Aku tahu Naruto-kun pasti selalu memikirkannya …"
Naruto hanya bisa diam saat mendengar perkataan Seiren barusan. Seiren kemudian langsung tersenyum lembut pada Naruto, mata merah ruby-nya kini menatap mata biru sapphire Naruto dengan penuh perasaan.
"Izinkan aku untuk menjadi pengganti Hinata-san …."
Naruto langsung di buat terkejut atas perkataan dari Seiren barusan, dia menatap dengan mata yang terlihat menunjukkan sebuah ke tidak percayaan atas perkataan yang di lontarkan Seiren barusan.
"A-Apa ma-…."
Sebelum bisa melanjutkan perkataannya, Grayfia terlebih dahulu muncul di ruangan itu, dengan lingkaran sihir teleportasinya.
"Apa kalian sudah siap?" Grayfia menanyakan untuk memastikan kesiapan mereka. Shikamaru mewakili ke duanya langsung mengangguk. Dia kemudian melangkah mendekati Naruto dan Seiren dan menepuk pundak keduanya.
"Kalian bisa melanjutkannya nanti …. Sekarang kita mempunyai tugas."
Keduanya langsung mengangguk. Mereka bertiga kemudian langsung mendekat ke arah Grayfia yang sudah menyiapkan lingkaran sihir, yang akan mengirim mereka ke arena. Merasa mereka sudah siap, Grayfia langsung bersiap akan menteleport mereka bertiga.
"Sei-chan …. Jaga dirimu." Naruto mengucapkan itu dengan lirih pada Seiren. Dan Seiren mengangguk mengerti.
"Baikalh …. Ini waktunya untuk membuat seekor burung tak bisa kembali mengepakkan sayapnya."
Dan mereka bertigapun langsung menghilang dari ruangan itu setelah Grayfia langsung mengirim mereka ke arena dimana pertaruhan untuk nasib dari sang putri Gremory, dan juga untuk memperlihatkan, bagaimana putri bungsu Gremory menunjukkan tajinya di Underworld.
.
.
.
.
.
.
.
.
φ©++Atarashi_Seikatsu++©φ
.
.
TBC
Knotlamp_-_The Limited World
.
.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Yooo …. Ane kembali yo … maaf nih ane agak telat up-nya kemarin ane masih terkena drop karena terlalu kecapekan. Jadi ane libur satu hari buat di pakai istirahat.
Oke… pada chap kemarin banyak bener yang demo karena adegannya ane potong yah … hehe maaf deh. Ane gitu karena ketularan para author senior. Jadi ane pake sistem balas dendam, dengan para Reader yg jadi bahan pelampiasannya… nyiahahaha.
Oh yah, ane minta maaf deh, kalo chap ini tidak langsung ke pertarungan dengan Raiser, ane mau bikin pengembang karakter Seiren terlebih dahulu, jadinya chap ini Seiren juga ikut menunjukan kemampuannya. Oh yah ada yang bisa nebak, pedang mana yang akan di berikan pada Seiren. Silahkan kalian pilih :v.
Oke ane, mungkin akan sedikit membalas beberapa Review saja, dan bagi yang tidak kesebut, saya benar – benar minta maaf.
Oke ini dia :
Azriel Longinus : Bang kebanyakan '')/ ….
Rikuddou Sein : untuk kemampuan itu, ane lagi mempertimbangkan juga. Dan masih belum ngambil keputusan terlalu jauh, karena fi cane itu, jangka panjang dan gak akan taman dalam 20-an chapter saja. Tapi buka berarti Naruto gak akan berkembang nanti.
Jbi no kami : Buat Sharinggan ane masih rahasiain deh, mungkin akan muncul di beberapa chapter lagi.
Tokisaki Akira : Nyiahaha … kenapa gak di Bm aje coba. Oke untuk kemampuan Shika pasti ningkat, biar seimbang dengan kemampuan Naruto yg terus naik.
Daeyat. Koedim : buat interaksi pasti akan saya buat banyak nanti, dan untuk Naruto jadi iblis, jawaban saya tidak, naruto tetap akan menjadi manusia. Oke
Yuuki Hatsu : wkwkw … Sorry vrooh, pelampiasan XD… jadi iblis kayaknya ngak Vroh. Naruto tetap jadi manusia.
Izanagi no Ookami : wakkk …. Gak seru vrooh kalo di buat mati, gak greget XD buat sekarat aje, biar Varokah.
Volturys : Err …. Disini bukan berarti Naruto jadi anak buah iblis, namun mereka terikat sebuah perjanjian yg ane cantumin di chap2 awal, karena mereka berdua membuat sebuah keputusan untuk jadi fraksi manusia.
Mizu no Arashi : Terimakasih … buat Seiren ane rencanain emang gituh, biar makin greget XD.
Shin Kazumiya : Balas dendam Vak :v …. Dialog kagak dibuat, iklannya udah abis kontrak.
Nanase Akira : Terimakasih atas pujiannya. Naomi ane buat semi Tsundere aje, soalnya susah nentuin gimana alur setelah arc ini Selesai, mungkin akan sedikit menjadi sami AU pasti.
Esya. 27. BC : yep … tapi itu buat di chap – chap awal, nanti Naruto bakal OverPower pas di ujung ujung cerita.
Oke mungkin hanya itu saja buat sekarang. Sisanya kalin bisa menanyakannya lagi nanti XD…. Saya mau berterimakasih sebesar – besarnya pada para Reader semua, yang sudah mendukung, mereview, memFav dan memfolow Fic abal punya ane ini.
Dan jika berkenan tinggalkanlah kesan pesan dan kritik kalian di kolom riview …
Oke sampai jumpa di chap 13
Hyosuke kabur …
Jaa Ne~
