One Ok Rock_-_Sonzai Shomei

.

Atarashi_Seikatsu

DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.

Author : Hyosuke Ryukisi™

Rating : T+ and semi-M (untuk kata – kata kasar)

GENDRE : Adventure, Romance, Family, Drama, Fantasy, Humor.

Pair : Naruto x Seiren(OC) x Naomi(OC) x (Ra-ha-si-a)
Shika x Sona

Warning(s) : AU, Semi-Cannon, Mainstream, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan.

Summary : Mereka berdua menjadi kunci keselamatan dunia. Mereka kini menempuh sebuah takdir baru yang menuntut mereka harus terlibat dengan Tiga Fraksi Akherat. Menjadi perwakilan Manusia, dang membentuk tim untuk menempuh takdir mereka. Cinta, dan teman baru mewarnai kehidupan mereka. Mampukah mereka menempuh takdir baru mereka itu.

.

.

.

"Normal"
"Thinking"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'

.

.

.

Chap 13
'Tatakai ga Hajimarimasu'
Part 1
.

.

.

.

.

Arena khusus untuk sebuah pertarungan itu kini terlihat ramai. Para penonton sepertinya sudah tidak sabar lagi untuk menyaksikan pertarungan ini. DI arena sendiri, kini Riser Phenex dan para Peerage-nya sudah berdiri dengan tenang di sana. Mereka kini tengah menunggu lawan mereka hadir di pertandingan ini.

Riser langsung menyeringai dan penonton semakin heboh, saat lingkaran sihir sudah tercipta di arena. Namun, saat melihat orang yang muncul dari lingkaran sihir itu, Riser langsung mengangkat sebelah alisnya bingung. Karena kini dari lingkaran sihir itu, kini keluar tiga sosok orang.

Di sana dia bisa melihat manusia yang kemarin yang sudah menjatuhkan harga dirinya kini tengah menatap ke arahnya juga. Lalu dia ditemani sosok temannya yang berada di samping kanannya, dan disebelah kirinya dia bisa melihat sosok perempuan yang Raiser pastikan adalah putri bungsu dari keluarga Gremory.

Riser langsung menggeram kesal saat melihat hanya tiga orang saja yang keluar dari lingkaran sihir itu. Sosok Naruto langsung menatap Raiser dengan satu alis terangkat, saat dia melihat raut kesal keluar dari ekspresi Riser. Penonton yang sebelumnya sempat heboh, kini terlihat diam, saat mereka melihat salah satu sosok Seiren, putri bungsu dari keluarga Gremory dan sekaligus adik dari Maou Lucifer juga tengah berada di sana.

"Apa maksudnya ini …. Kenapa kalian hanya bertiga …. Kau meremehkan ku, haah?" Raiser langsung menumpahkan kekesalannya dengan berkata tajam pada Naruto. Naruto yang mendengar itu hanya memasang senyum simpulnya.

"Mau bagaimana lagi …. Hanya ini tim milikku saat ini… lagipula hanya kami saja yang mendapat izin dari Lucifer-sama untuk menghadapimu…" Naruto mengatakan itu dengan santainya.

Sementara di bangku khusus, sang lord Phenex kini tengah memasang ekspresi kebingungannya. Dia kemudian langsung menatap pada sang Maou Lucifer dengan penuh tanya.

"Lucifer-dono …. Apakah yang dikatakan pemuda itu benar?" Lord Phenex langsung menanyakannya pada Sirzhecs. Sirzhecs langsung mengangguk mengiyakan atas pertanyaan dari sang Lord Phenex itu.

"Itu benar …. Aku tidak ingin mengambil risiko. Pemuda itu, meskipun dia seorang manusia. Dia dan juga temannya itu mempunyai kemampuan yang tak dapat di prediksi…. Dan mereka adalah pasangan tim mengerikan." Jawab Sirzches dengan tegas, atas pertanyaan dari sang Lord Phenex itu.

"Apakah mereka benar – benar begitu hebat …. Sampai sang Maou seperti anda menyebut mereka adalah tim yang mengerikan?" Sepertinya sang Lord Phenex ini masih belum mempercayai Sirzechs. Sirzechs yang mendengar itu hanya memasang senyum simpul di wajahnya.

"Ya …. Itulah kenapa aku menyetujui kerja sama dengan mereka. Dan jika memang mereka ingin, mereka mungkin bisa saja mengalahkanku Phenex-dono."

Sang Lord Phenex langsung bungkam seketika saat mendengar hal barusan. Dia kini lebih memilih untuk melihat kembali ke arena, ke tempat dimana putranya yang akan melakukan pertandingan. Sementara di deretan bangku khusus yang di Isi oleh Rias dan teman – temannya. Kini Sona Sitri, sang pewaris klan Sitri yang selalu bersikap datar, dan jarang berekspresi, kini tengah memasang wajah penuh keterkejutan.

Mata yang selalu dibingkai oleh kaca mata itu, kini terlihat membulat dengan sempurna saat mata beriris violetnya melihat salah satu orang di arena. Matanya kini tertuju pada seorang pemuda berambut hitam yang di ikat ke atas sehingga menyerupai nanas, dan kini tengah memasang ekspresi malas khas miliknya.

"S-Shikamaru?" Sona berujar dengan shock. Rias yang berada di sampingnya hanya bisa terkikik geli saat dia bisa melihat ekspresi yang sangat jarang di keluarkan oleh sahabatnya itu.

"Bukankah tadi aku sudah bilang agar kau mempersiapkan dirimu Sona…"

Sona langsung menatap Rias dengan tatapan yang masih menunjukkan ekspresi Shock-nya, dan itu membuat Rias benar – benar ingin tertawa.

"B-Ba-gaimana d-d-dia …. D-Dia …."

"Kau akan mengetahuinya nanti Sona …. Sekarang sebaiknya kita melihat pertandingan ini terlebih dahulu." Rias mengucapkan itu dengan nada geli. Dia benar – benar ingin tertawa saat Sona yang selalu bersikap datar, anggun. Kini tengah memasang ekspresi terkejut, dan bicaranya juga sampai tergagap seperti itu. Sona yang mendengar itu langsung mengangguk dan menghela napasnya. Pandangannya kembali dia alihkan ke arena. Sementara Rias kemudian mengalihkan tatapannya pada para Peeragenya.

"Nah …. Kalian semua perhatikan pertarungan ini baik – baik. Dan jadikan pembelajaran untuk kalian…. Mengerti semuanya?" Rias mengatakan itu kepada seluruh Peerage-nya, dan semuanya langsung mengangguk mengerti. Dan merekapun kembali memfokuskan diri ke pertandingan. Sementara dengan Sona.

"Rusa sialan ….akan aku buat kau merasakan siksaan karena menyembunyikan hal ini." Pikir Sona sambil menatap tajam pada Shikamaru yang berada di arena.

'Back to Arena'

Riser kini benar – benar terlihat sedang marah sekarang. Dia merasa bahwa manusia di hadapannya ini benar – benar sudah meremehkannya. Dia kemudian menatap tajam pada manusia yang kini berada beberapa meter di depannya itu. Naruto sendiri hanya mengacuhkannya, dia kini langsung mengeluarkan satu boken dari segel penyimpanan di tangannya, setelah itu dia memberikannya pada Seiren.

"Kurasa boken ini akan kuat sampai pertandingan ini selesai…." Ujar Naruto sambil menyodorkan boken itu. Seiren langsung menerimanya dan mengucapkan terimakasih yang dijawab dengan senyum oleh Naruto.

"Sialan kau …. Akan aku pastikan kau benar – benar akan mati Rendahan…" mendengar kemarahan yang di keluarkan oleh Riser, Naruto langsung menatapnya dengan senyum menantang.

"Coba saja kalau kau memang bisa …. Phenex."

"Pertandingan akan segera dimulai …. Kedua tim akan dikirim ke arena yang sudah di siapkan tempat khusus. Dan dalam pertandingan ini setiap tim tidak di perbolehkan untuk membunuh. Kemudian, setiap peserta yang pingsan atau sudah tak mampu lagi untuk bertarung langsung akan di transfer keluar dari Arena."

Suara dari Grayfia langsung menggema keseluruh penjuru arena. Riser yang mendengar peraturan itu langsung menggeram. Dia akan melakukan sebuah protes, namun sebuah lingkaran sihir besar langsung tercipta dan menutupi seluruh arena.

"Kita langsung berpencar saat kita sudah di transfer di arena sesungguhnya." Shikamaru mengingatkan kembali rencana mereka. Naruto dan Seiren langsung mengangguk mengerti. Dan lingkaran sihir tadi kini langsung bersinar terang, dan membuat semua iblis langsung menutup mata mereka karena silau.

Beberapa saat kemudian, saat cahaya sudah menghilang. Para iblis kini bisa melihat Arena pertarungan kini sudah tertutupi oleh kubah besar. Mereka semua tidak bisa melihat apa – apa, kecuali hitam. Namun, sebuah hologram seperti layar langsung tercipta dari kubah itu. Dan mereka semua bisa melihat di layar itu, sebuah tempat yang dapat dipastikan adalah arena pertarungan yang kini sudah di penuhi pohon dan juga tanah lapang.

Sementara dengan Riser dan Peeragenya. Mereka langsung membuka mata mereka setelah mereka merasakan bahwa mereka kini sudah berpindah tempat. Dan saat itu mereka bisa melihat tempat dimana mereka sekarang. Sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah hutan, namun juga memiliki daerah lapang yang luas. Dan mereka sama sekali tidak bisa menemukan tiga orang yang menjadi musuh mereka kali ini. Sepertinya mereka bertiga sudah langsung berpencar sekarang.

"Grrr …. Akan aku buat dia merasakan akibat, karena sudah berani meremehkanku …." Riser menggeram dengan marahnya. Sedangkan para peeragenya hanya diam sambil memperhatikan sang raja mereka.

"Yubelluna …. Ravel …. Siris, dan Isabela, kalian berempat bersamaku disini. Dan untuk yang lainnya... berpencar dan temukan para sampah itu."

Para Peerage Raiser langsung mengangguk patuh, mereka kemudian langsung berpencar untuk menemukan lawan mereka. Riser sendiri kini masih berada di tempatnya, dan ekspresi kekesalannya masih tetap dia pertahankan.

"Tunggu saja kau manusia rendahan…. Akan ku buat kau menyesal karena sudah berani berurusan dengan Phenex"

Ekspresi Riser kini terlihat seringai lebar yang sungguh sangat membuat tampangnya semakin menyeramkan, sementara Ravel dan Yubelluna dan yang lainnya hanya diam saat melihat ekspresi dari Riser.

Sementara itu, kini para peerage Riser sedang melakukan pencarian musuh, di dalam hutan. Tim pencarian Riser terdiri dari 1 knight, 1 rook, 1 bishop, dan 8 pion. Mereka mencarinya secara bersama – sama, karena mereka tak ingin mengambil risiko, diserang secara mendadak. Apalagi ini ada di dalam hutan.

Mereka semua kini berdiam di sebuah tanah lapang yang di kelilingi pohon – pohon, mereka kewaspadaan mereka sama sekali tidak di turunkan. Namun, saat mereka akan kembali melangkahkan kaki,

'Sring'

'Wushh'

Serbuan kunai datang dari berbagai arah, dan membuat mereka semua terkepung. Mereka yang tersadar langsung membuat sihir pertahanan, sehingga membuat kunai – kunai itu langsung terpental, dan gagal menemui target. Namun, salah satu dari teman mereka, Mihae yang merupakan seorang bishop telat melakukan pertahanan sehingga membuatnya langsung tumbang terkena serangan kunai dadakan barusan,d an membuatnya langsung menghilang dalam partikel cahaya.

"Mihae …. Bishop Riser sama telah di kalahkan…."Suara Grayfia kembali menggema, dan memberi pengumuman bahwa salah satu bidak Riser telah tumbang.

Dan kini di sana masih tersisa 1 knight, 1 rook, dan 8 pawn milik Riser. Mereka langsung menggeram kesal, karena teman mereka sudah di kalahkan. Mereka kini langsung bersiaga penuh, mempersiapkan diri jikalau serangan mendadak kembali di lancarkan musuh.

'Tap'

'Tap'

'Tap'

Suara langkah kaki, langsung terdengar di indra pendengaran mereka semua. Mereka kemudian langsung mengalihkan tatapan mereka ke arah dari mana suara itu berasal. Dan di sana, mereka bisa melihat seorang pemuda pirang berantakan yang kini sudah berdiri beberapa meter di depan mereka.

"Yare …. Ku kira serangan tadi akan mengurangi jumlah kalian. Ternyata masih tersisa banyak."

Mereka semua langsung menggeram kesal saat mendengar penuturan dari musuh mereka itu. Mereka benar – benar merasa sudah di remehkan olehnya. Pemuda yang tak lain adalah Naruto itu hanya tersenyum saat melihat itu.

"Ma …. Ma …. Sepertinya kalian sedang marah ya…. PMS kah?" dengan nada bercanda Naruto mengucapkan hal barusan, namun di telinga para Peerage Riser itu seperti sebuah hinaan.

Karena sudah termakan emosi, tiga dari 10 orang disana langsung melesat maju menyerang Naruto. Mereka bertiga adalah bidak pion dari Riser, Marion, Burent, dan juga Shuriya. Merka menyerang tanpa aba – aba. Dan Naruto yang melihat itu hanya semakin memperlebar senyumya.

Naruto langsung menahan sebuah pukulan yang mengarah pada wajahnya dengan satu tangan. Namun, dari atasnya kini salah satu dari mereka sudah siap menyerang dengan satu kaki terangkat, siap melakukan tendangan dengan tumit kakinya. Tak ingin mendapat sebuah benjolan di kepala, Naruto langsung menendang perempuan pertama yang menyerangnya lumayan keras dan membuatnya tersred beberapa meter kebalang, dan Naruto sendiri langsung melompat mundur untuk menghindari serangan yang di lancarkan perempuan kedua.

"Ma …. Ma ….. kalian benar – benar garang untuk ukuran seorang wanita. Naruto langsung menunduk saat sebuah tendangan menyamping datang dari belakangnya. Naruto langsung bersalto ke belakang dan menendang bagian atas kepalanya sehingga membuat perempuan itu langsung tertelungkup di tanah. Namun, Naruto tak memprediksi serangan berikutnya. Dua perempuan sebelumnya kini langsung menyerangnya secara bersamaan dari samping, dan perempuan yang tadi di serang olehnyapun kini sudah bangkit.

Mereka bertiga langsung menyerang ke arahnya dengan sebuah pukulan cepat dengan tinju mereka yang sudah di lapisi oleh api. Naruto sendiri pasrah, dan membuatnya dengan telak terkena serangan barusan yang mengenai beberapa bagian tubuhnya. Kini Peerege Riser merasa sangat puas saat melihat musuh tuan mereka ini dapat di kalahkan dengan mudah oleh mereka. Dan kini sudah terbaring di tanah.

'Di Podium Penonton'

Lord Phenex langsung mengangkat alisnya bingung saat dia melihat pertarungan barusan dari layar yang berada di hadapan mereka. Lord Phenex kemudian mengalihkan tatapannya pada Sirzechs yang kini hanya diam di tempatnya.

"Lucifer-dono …. Apakah ini sebuah lelucon. Kau bilang kekuatan dari anak muda itu sangat kuat. Tapi kenapa dia bisa kalah bahkan oleh pawn milik putraku."

Sirzechs yang mendengar itu langsung tersenyum. Matanya kini langsung dia pejamkan.

"Sebaiknya anda perhatikan pertarungan ini baik – baik Phenex-dono …. Kau akan mengetahuinya."

'Back To Arena'

"Dia ternyata hanya bermulut besar saja …. Dia bahkan dapat ki-…."

"Ma …. Ma …. Sebaiknya kau menarik kembali perkataanmu itu Nona…."

Mereka langsung di kejutkan saat ternyata musuh mereka masih belumlah kalah. Naruto kini kembali sudah berdiri meski agak kesusahan dan menatap tiga pawn dari Riser dengan tatapan mengejek. Kembali kemarahan menguasai tiga pawn Riser itu, sementara yang lainnya hanya diam menonton dari kejauhan. Tiga pawn Riser barusan langsung menyerang kembali secara bersamaan.

"Ma ….. akan aku berikan kalian pengalaman, karena berurusan dengan Shinobi…."

Tangan Naruto kini membentuk satu buah handsel dengan jari tengah dan telunjuk di satukan dan di angkat sebatas dada. Kini jarak para Pawn Riser semakin dekat, dan Naruto yang berdiri di tempatnya hanya memasang seringai puas.

"Bunshin …."

Para pawn Riser kini sudah berada tepat di hadapan Naruto.

'…. Daibakuha'

'Dhuaarrrr...'

Sebuah ledakan langsung tercipta dari tubuh Naruto yang sudah di kelilingi oleh tiga pawn dari Riser. Para Peerage Riser yang menonton hanya bisa membulatkan mata mereka saat itu juga. Mereka kini bisa melihat, Naruto yang ternyata adalah sebuah bunshin khusus, meledak di tempatnya berdiri tadi, dan membuat tiga teman mereka juga ikut menghilang dari arena.

"Marion, Burent, dan Shuriya …. Pawn dari Riser-sama telah kalah dikalahkan."

Suara Grayfia kembali menggema di seluruh arena itu. Para Peerage Riser yang tersisa di tempat itu langsung menggeram kesal. Namun, mereka juga langsung bersiaga di tempat mereka berdiri sekarang.

"Sebaiknya kalian jangan ceroboh …. Kita harus bersiaga. Mereka sepertinya sudah mempermainkan kita." Salah satu Peerage Riser yang merupakan seorang Knight bernama Karlamine langsung memberikan peringatan pada teman – temannya yang dibalas anggukan mengerti oleh mereka semua.

'Zruuutttt'

Mereka kemudian langsung kembali di kejutkan kini dengan sulur – sulur hitam yang kini tengah merambat di tanah dan tengah mengincar mereka semua.

"Semuanya …. Itu adalah sulur yang waktu itu. Jangan sampai kalian terkena oleh serangan itu." Karlamine kembali memberi komando tegas. Mereka mengangguk dan langsung melompat menghindari serangan sulur hitam itu. Mereka berhasil menghindari sulur itu, namun itu membuat mereka kini jadi sedikit bercercar formasi. Serbuan kunai juga kini mulai menyerang mereka kembali. mereka dengan sigap menahan semua itu dengan lingkaran sihir pertahanan mereka.

'Destruction Slash'

Mendengar suara dari atas, mereka dengan serempak langsung mengalihkan tatapan mereka ke atas. Dan mata mereka langsung membulat sempurna saat mata mereka bisa melihat sebuah tebasan energi yang membentuk huruf 'X' langsung melesat ke arah mereka dengan cepat. Mereka yang tersadar langsung melompat menghindar, menjauhi jangkauan serang dari serangan gelombang energy dari Power of Destruction barusan.

Namun, satu dari tujuh peerage Riser sama sekali tak bisa menghindari serangan barusan. Dia adalah seorang gadis loli yang mempunyai surai hijau, yang merupakan Pawn Riser. Melihat itu, salah satu dari mereka yang mempunyai wajah mirip dengan sosok Pawn Riser yang tak bisa menghindar langsung berteriak panik.

"Nellll…."

Pawn Riser yang berteriak itu, mencoba untuk menyelamatkan kembarannya itu, namun terlambat. Karena tubuhnya kini sudah terlilit oleh sulur hitam yang membuatnya tak bisa bergerak, dan dia juga kini akhirnya menjadi sasaran dari jangkaun serang Power of Destruction.

'Booommmm'

Keduanya langsung berteriak kesakitan, dan langsung menghilang menjadi partikel cahaya. Para Peerage yang tersisa langsung kembali menggeram dan mengumpat dengan marah, karena teman – teman mereka sudah di tumbangkan kembali dengan mudah.

"Ile dan Nel …. Pawn dari Riser-sama telah dikalahkan."

Di tempat Riser kini berada, dia kini tengah memasang ekspresi marahnya. Dia sedari tadi terus mendengar pengumuman dari Grayfia, bahwa Peeragenya mulai di kalahkan satu persatu. Sementara para Peerage yang menemaninya kembali hanya bisa diam, memendam kekesalan mereka.

Sementara dengan peerage Riser yang berada di hutan, mereka kini sudah berkumpul mendekatkan diri, agar bsia saling melindungi satu sama lain. Dan di depan mereka, Seiren kini sduah berdiri dengan tegapnya, di tangannya kini tergenggam boken yang sudah di aliri oleh Power of Destruction. Peerage Riser menatap tajam perempuan di depan mereka itu, dengan tatapan yang menunjukkan kemarahan.

"Kau …."

"Hmmmm …. Jadi tinggal tersisa lima lagi di sini?"

Suara seorang pemuda, langsung terdengar di pendengaran mereka. Mereka mengalihkan pandangan mereka pada sosok seorang pemuda yang kini terlihat sedang berjalan dari baik bayangan. Dan saat sosoknya terlihat, mereka bisa melihat pemuda berambut hitam yang di ikat ke atas sehingga terlihat seperti nanas. Tengah menatap mereka dengan tatapan seperti sedang mengobservasi.

"Kalian berdua …." Seorang perempuan yang memakai pakaian sebuah dress seperti pakaian china yang merupakan Rook dari Riser yang bernama Xuelan langsung menatap Shikamaru dan Seiren dengan tajam, Dan begitupula dengan semuanya.

"Kalian benar – benar akan kami habisi…" sang Knight Riser, karlamine. Langsung menyerang maju. Dia kini merangsek maju menghadapi Seiren, yang sudah bersiap di tempatnya berdiri dengan pedang yang sudah berada di tangannya. Seiren yang menjadi target serangan kini juga langsung melesat maju. Pegangan pada Bokennya dia eratkan, dan tatapannya terlihat serius. Keduanya langsung saling mengadukan senjata mereka. Keduanya terlihat tak ada yang mau mengalah.

"Aku tak menyangka akan langsung berhadapan dengan seorang knight dari Riser…" Seiren langsung menghentakkan bokennya dan melompat mundur, dia kemudian langsung menatap Karlamine dengan tatapan senang. Sementara Karlamine hanya menatap tajam padanya.

Seiren kemudian langsung membalikkan tubuhnya, saat dia merasakan sebuah bahaya dari belakang. Dan benar saja, dari arah belakang Mira, Pawn dari Riser sudah bersiap menyerangnya dengan sebuah staff yang dia ayunkan, bersiap memukul bagian wajahnya. Seiren langsung menahannya dengan Boken di tangannya. Namun, serangan tak berhenti, dari belakangnya kini Karlamine, melancarkan serangan. Pedangnya dia siapkan untuk menusuk menusuk tubuh Seiren.

Tak ingin kalah dengan cepat, Seiren kemudian langsung menginjakkan kakinya pada pundak Mira yang berada di hadapannya, dan langsung meloncat salto kebelakang melewati tubuh Karlamine. Sehingga membuat Karlamine hanya menyerang udara kosong. Seiren mendarat dengan sempurna di tanah di belakang Karlamine.

"Yahhh …. Ini benar – benar menjadi menarik." Seiren mengatakan itu dengan senyum yang menempel pada wajahnya, dia kemudian mempersiapkan kembali kuda – kudanya.

"…. Ayo kita serius."

'At Shikamaru'

Shikamaru yang melihat Seiren sudah mulai melawan, hanya menguap bosan.

"Hahhhh …. Apakah mereka tak bisa untuk bersabar sedikit…" Shikamaru mengatakan itu dengan bosan. Dia kemudian mengalihkan tatapannya ke depan saat mendengar ada yang siap menyerangnya. Dan benar saja, perempuan yang memakai pakaian seperti orang china langsung maju ke arahnya dengan cepat. Shikamaru, kembali menghela napasnya. Dia kemudian langsung menghindar kesamping menghindari sebuah pukulan berlapis api yang siap menghantamnya.

Shikamaru kembali siaga setelah dia merasakan sebuah bahaya dari belakangnya. Dia kemudian langsung melompat tinggi, dan dia menghindari sebuah sapuan tendangan dari seorang perempuan yang terlihat memakai aksesoris yang menyerupai kucing. Namun, Shikamaru langsung merasakan sebuah serangan ternyata kembali menyerang Shikamaru, dari belakangnya kembali seorang perempuan yang mirip dengan yang tadi menyerangnya barusan. Melancarkan sebuah pukulan kuat pada punggung Shikamaru, dan membuat Shikamaru langsung menghantam permukaan dengan keras. Sang penyerang langsung mendarat dengan sempurna di tanah.

"Sepertinya lawan kita tidak terlalu kuat nyaaa…" Seorang perempuan yang memakai aksesoris kucing berkata dengan riangnya, saat melihat tubuh Shikamaru yang masih terbaring di tanah. Dan perkataan itu di setujui oleh yang lainnya.

'Poff'

Namun, mereka langsung terkejut saat tubuh dari Shikamaru langsung berubah menjadi sebatang kayu. Mereka kemudian tersadar saat merasakan sebuah serangan datang mengarah ke pada mereka. Dan benar saja, hujan kunai langsung menyerang mereka kembali. mereka dengan sudah payah menghindar, dan langsung membuat sihir pertahanan untuk menghalau laju dari kunai tersebut.

Sementara itu dari balik semak – semak, kini terlihat sosok dari Shikamaru yang tengah berjongkok. Dia sepertinya sedang bersembunyi, untuk mengobservasi lawannya.

"Hahhh …. Merepotkan saja. Kenapa aku harus kembali menyerang seorang wanita lagi…?" Pikir Shikamaru dengan helaan napas berat.

"Naruto …. Kau bisa melakukannya sekarang. Kami akan mengatasi yang disini." Shikamaru langsung mengatakan itu dengan lirih pada alat komunikasinya.

"Baiklah …. Setidaknya aku tak akan mati kebosanan sekarang." Suara di sebrang langsung menjawab dengan senang saat mendengar perkataan Shikamaru barusan. Dan Shikamaru yang mendengarnya hanya menanggapinya dengan gumaman malas. Dia kemudian kembali memfokuskan dirinya.

"Baiklah …. Sekarang apa yang harus aku lakukan….?"

'At Sirzechs'

Di podium tempat Sirzechs, dan pemimpin dari klan Gremory dan Phenex berada. Lord Gremory kini tengah menunjukkan tatapan bangganya. Dia sangat bangga saat melihat aksi dari Putri bungsunya itu. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa putrinya benar – benar menjadi seorang yang sangat kuat.

"Aku tidak menyangka, putri bungsu anda ternyata sangat berbakat dengan seni berpedang Gremory-dono…" Lord Phenex mengatakan itu dengan menunjukkan rasa kagumnya atas putri dari Lord Gremory. Lord Gremory semakin memperlebar senyumnya saat mendengar hal itu.

"Yah …. Aku bahkan selaku ayahnya, sama sekali tidak menyangka …. Putriku bisa seperti itu phenex-dono…" Lord Gremory berkata dengan jujur, kalau dia juga terkagum dengan kemampuan dari putrinya.

"Hmmm …. Ternyata yang di katakan Grayfia memang benar …. Dan saat melihatnya secara langsung seperti ini. Aku benar – benar tak bisa mengatakan apapun, selain kagum atas kemampuan Seiren." Itu adalah isi Pikiran dari Sirzechs. Dia menatap layar pertarungan itu dengan tatapan kagum. Namun,dia juga langsung menangis dalam hatinya.

"…. Tapi meski aku kagum …. Tetap saja, adikku sekarang menjadi perempuan yang garang. Aku jadi tak akan bisa menjahilinya lagi… oh satan-sama ..." Pikir Sirzechs dengan penuh kenistaan.

"Lalu …. Kemana perginya si pemuda yang bernama Naruto itu?" Lord Phenex berkata penuh kebingungan. Karena dia sama sekali belum kembali melihat sosok Naruto. Sirzechs yang mendengar itu langsung memfokuskan tatapannya ke layar. Dia kini tengah mencari sosok dari Naruto.

"Hmmm …. Sepertinya dia tengah mempersiapkan diri mungkin." Sirzechs menjawab dengan tidak yakin.

'At Arena'

Sementara itu di arena, kini kita bisa melihat Riser yang tengah menunggu di tempatnya, dengan raut kesal dan marah yang kini terpampang pada wajahnya. Dia kemudian langsung mengalihkan tatapannya pada sang Quint, Yubelluna yang kini berdiri di sampingnya.

"Yubelluna …. Kau pergi susul yang lain …. Dan saat kau menemukan mereka, jangan ragu – ragu untuk menghabisi mereka." Riser langsung memberikan perintahnya. Yubelluna langsung mengangguk mengerti.

"Baik …. Riser-sama…"

Yubelluna langsung terbang dengan sayap ibisnya untuk menyusul yang lain, dan untuk menghabisi musuh mereka.

"Cih …. Apa sebenarnya yang dilakukan oleh mereka …. Menghabisi manusia rendahan seperti itu saja mereka sudah kalah satu persatu." Riser menggeram dengan marah. Dan Peeragenya yang tersisa menatapnya dengan tatapan takut.

Sementara itu di salah satu pohon tak jauh dari posisi Riser berada, sosok seseorang kini tengah berdiri dengan santainya di balik pohon, dengan menyandarkan tubuhnya pada pohon.

"Shikamaru …. Seiren …. Kalian akankedatangan seorang Ratu, sebaiknya kalian bersiap." Sosok yang tak lain adalah Naruto mengatakan itu dengan lirih.

"Hmmm …. Wakatta Narti-kun…" Suara yang merupakan milik Seiren menyahut mengerti. Dan disusul oleh suara bergumam malas dari Shikamaru. Naruto hanya tersenyum mendengarnya, dia kemduain langsung menegakkan tubuhnya.

"Baiklah …. Waktunya untuk berburu burung…"

Naruto kemudian langsung melangkahkan kakinya keluar dari tempatnya bersembunyi dan mulai mendekati Riser. Posisi dirinya yang memang berada di belakang Riser, membuat mereka tak bisa melihatnya. Dan di tambah dia menyembunyikan aura kehadirannya.

Namun, kehadirannya langsung disadari, saat dia tak sengaja menginjak sebuah ranting pohon. Sehingga membuat sura patah dari ranting itu, mengalihkan perhatian dari Riser dan juga para Peeragenya. Dia langsung di hadiahi denga tatapan tajam oleh Riser dan para Peerage-nya.

"Ma …. Ma …. Padahal aku ingin membuat kalian kaget loh tadi …. Namun, sepertinya ranting ini sama sekali tidak mengizinkannya…. Hahaha." Naruto mengatakan itu dengan polosnya, dan itu membuatnya semakin di tatap tajam oleh Riser.

"Akhirnya kau muncul juga rendahan …." Riser mengatakan itu dengan desisan tajam pada Naruto.

"Ahh …. Sepertinya kau sudah merindukanku yah …. Hehee …. Maaf deh kalau aku terlambat, tadi aku tersesat di jalan yang bernama kehidupan…." Naruto mengatakan itu dengan nada mengejek. Dan Riser langsung menggeram marah. Dia kemudian langsung mengangkat tangannya ke depan dan menciptakan sebuah lingkaran sihir yang seukuran dengan tubuhnya.

"Grrrr …. Jangan BERCANDA KAU RENDAHAN…"

Riser langsung menembakkan bola api besar kepada Naruto. Bola api berukuran besar itu terus melesat dengan cepat ke arah Naruto. Sementara Naruto sendiri hanya diam ditempatnya.

"Hahhh …. Kau tidak sabaran ternyata…" Gumam Naruto. Dia kemudian merangkai Handseal dengan cepat, dan langsung menghentakkan tangannya ke tanah.

'Doton : Doryuuheki'

'Dhuar'

Sebuah dinding tanah langsung tercipta di hadapan Naruto, dan melindunginya dari serangan bola api Riser. Dan menciptakan sebuah ledakan yang lumayan dan menciptakan sebuah kabut dari asap dan debu di tempat Naruto.

"Ma …. Ma …. Bisakah kau bersabar sedikit, aku bahkan belum menyiapkan diri kau tau."

Riser langsung berdecak kesal saat sosok Naruto kini mulai nampak dan langsung tersulut emosi saat mendengar perkataan dari sosok manusia di hadapannya yang kini tengah memasang sebuah sarung tangan berwarna hitam tanpa jari, mempunyai plat besi dengan ukiran yang membentuk seperti pusaran yang terlihat seperti bentuk daun di punggung tangannya.

"Cih … Siris… Isabela …. Habisi manusia rendahan itu."

Dua wanita yang di maksud langsung mengangguk patuh. Salah satu perempuan yang bernama Siris langsung mengeluarkan pedangnya yang dia genggam di tangan kanannya, dan sosok Isabela langsung memasang posisi bertarung tangan kosongnya. Mereka berdua adalah pemegang bidak Knight dan juga Rook.

Naruto yang melihatnya tersenyum, dia kemudian langsung memasang kuda – kudanya. Tangannya kanannya dia angkat ke depan, dengan telapak tangan yang terbuka dan jari yang di tekuk. Dan tangan kiri dia sampaikan di samping tubuhnya dengan sebuah kepalan. Kakinya dia renggangkan.

"Baiklah …. Siapa yang akan maju duluan?" Naruto memberi tantangan.

Terpancing dengan umpan, sang knight Riser, Siris langsung maju menyerang. Dengan kelebihannya sebagai knight, dia bisa dengan cepat sudah menyerang Naruto. Siris langsung menyerang dengan menebaskan Zweihander secara Horizontal mencoba menebas leher Naruto. Namun, Naruto dengan sigap langsung menunduk menghindari tebasan barusan. Naruto kembali menghindar kesamping saat dia merasakan sebuah bahaya dari belakang. Dan saat dia sudah menghindar terlihat Isabela sang Rook Riser sudah melayangkan sebuah pukulan ke tempat tadi dia berada.

"Hmmm ... langsung menyerang secara bersamaan yah..." Naruto kemudian langsung mengencangkan sarung tangan hitamnya, dan kembali memasang kuda – kudanya.

"... Kalau begitu ... ayo berdansa."

Naruto langsung melesat dengan cepat menyerang Isabela. Naruto melayangkan sebuah pukulan lurus ke arah Isabela, namun Isabela masih bisa menahannya dengan menahan pukulan itu dengan tangannya. kemudian dari belakang Naruto, Siris langsung merangsek mencoba menebas punggungnya.

Naruto kemudian langsung menendang Isabela di depannya dengan kuat, dan membuatnya terseret ke belakang, kemudian dengan cepat pula Naruto langsung membalikkan tubuhnya. Dia kemudian menggeserkan tubuhnya sedikit kesamping, dan langsung menendang bagian pinggang dari Siris dengan kuat sehingga membuatnya terpental kesamping.

Insting Naruto kembali meneriakkan tanda bahaya, dan saat membalikkan tubuhnya, dia bisa melihat sebuah bola api besar yang melesat dengan cepat ke arahnya. Naruto dengan cepat langsung merangkai handseal.

'Katon : Gokakyuu'

Naruto langsung menyemburkan api dari mulutnya, dan membentuk sebuah bola api yang sama ukurannya dengan bola api yang mengarah padanya. Kedua bola api itu langsung bertubrukan dan membuat sebuah ledakan lumayan besar. Sementara Riser yang kini sudah terbang menggunakan sayap apinya, langsung mendecih kesal karena serangannya kembali gagal, dan semakin kesal karena ternyata Naruto mempunyai kemampuan api sepertinya.

Naruto yang masih berada di bawah, langsung melompat mundur saat dia kembali mendapat serangan dari Siris. Naruto kembali membalikkan tubuhnya saat serangan kembali dia terima. Dan kali ini Isabela yang menyerangnya dengan melancarkan pukulan, namun Naruto dapat menangkap tinju itu dengan mudah.

Dia kemudian langsung melemparkan Isabela, saat dia merasakan kembali Siris yang menyerangnya. Dan Siris yang tak bisa menghindar, langsung membuatnya bertubrukan dengan Isabela. Naruto langsung merangkai Handseal kembali.

'Fuuton : Daitopa'

Isabela dan Siris langsung terpental kembali, dan membuat mereka terseret lumayan jauh, setelah menerima sebuah tekanan angin kuat dan menghempaskan tubuh mereka. Riser yang melihat itu menggeram kesal, dia langsung menyiapkan kembali sihir apinya dan menembakkan bola api dengan ukuran sedang secara beruntun pada Naruto. Naruto yang melihat itu menghela napasnya, dan langsung merangkai handseal kembali.

"Hahh ... ini benar – benar merepotkan."

'Doton : Doryuuheki'

Dinding tanah tebal kembali tercipta di depan Naruto sehingga membuat serangan Riser dengan beruntun membombardir dinding tanah itu. ledakan – ledakan kecil tercipta di tempat Naruto, dan membuat kepulan asap membumbung dari sana.

Riser yang sudah menghentikan serangannya, menatap tempat dimana Naruto sekarang dengan tatapan tajam. Di tempat Naruto sendiri asap dan debu masih mengepul, dan saat asap menghilang, terlihat Naruto yang kini tengah berjongkok di tempatnya tadi sambil menatap ke arahnya dengan tatapan malas.

"Bisakah kau tidak terbang seperti seorang pengecut ...?" Naruto melontarkan sebuah pertanyaan yang benar – benar sangat membuat Riser marah.

"Sialan kau ..." Riser mendesis penuh amarah. Dan Naruto hanya menatapnya dengan tatapan bosan.

"Ma ... Ma ... tenanglah ... tak perlu marah – marah begitu.."

Dan Riser semakin tersulut emosi, sementara Naruto hanya tersenyum saja melihatnya.

.

OoOoO=:.:Atarashi Seikatsu:.:=OoOoO

.

Seiren kini masih berhadapan dengan knight dan juga pion dari Riser. Pertarungan mereka masih terus berlanjut. Seiren agak sedikit kewalahan melawan Karlamine dan juga Mira. Mereka menyerang dengan kerja sama yang sangat bagus. Karlamine yang memang seorang Knight membuat gerakannya sangatlah cepat, di tambah dia bertarung dengan menggunakan pedang dan juga dagger yang ada di tangan kirinya. Sedangkan Mira menjadi pelengkap, jika serangan Karlamine gagal, maka Mira akan menjadi serangan susulan.

Seiren langsung mundur saat Mira kembali menyerangnya, namun dari belakangnya, sudah ada Karlamine yang bersiap menebaskan pedangnya. Seiren dengan cepat membalikkan tubuhnya, dan menahan tebasan Karlamine dengan Boken di tangannya.

"Sepertinya anda mulai kewalahan menghadapi kami ... Seiren-sama." Karlamine memberikan penekanan di setiap perkataannya. Seiren sendiri sama sekali tidak menanggapi ucapan itu dengan serius, dan malah tersenyum kepada Karlamine.

"Yah …. Aku memang kewalahan, tapi…."

Seiren langsung menekan bokennya, dan setelah itu melakukan tendangan pada pinggang dari Karlamine dengan kuat. Karlamine yang tak memperkirakan serangan dadakan itu tak dapat menghindar. Dan membuatnya langsung terseret kesamping, dan jatuh.

"…. Ini baru dimulai."

Setelah mengatakan itu Seiren langsung membalikkan tubuhnya, dan menahan ayunan tongkat dari Mira dengan bokennya.

"Tidak semudah itu …. Mira-chan."

Seiren langsung menghentakkan bokennya kesamping, sehingga membuat tongkat yang di pegang Mira ikut terpental dan tubuhnya ikut menjadi oleng. Memanfaatkan keadaan Seiren langsung menendang pipi dari Mira dengan keras dengan tumit kakinya. Dan membuat Mira terpental beberapa meter ke samping dan menabrak pohon dengan kuat.

Namun, Seiren dikejutkan dengan Karlamine yang tiba – tiba muncul di belakangnya dan memberikan sebuah tebasan. Seiren yang terlambat menyadarinya, mencoba menghindar dengan susah payah. Dan sepertinya itu berhasil, namun lengan kiri-nya mendapat sebuah luka yang lumayan sehingga membuat Seiren langsung meringis.

"Sebaiknya kau tidak lengah Seiren-sama …. Aku masih bisa melakukan serangan." Karlamine memberikan peringatan pada Seiren dengan nada datar. Seiren yang mendengarnya tersenyum saja.

"Yah …. Sepertinya aku sedikit lengah tadi…."

Seiren kembali bersiap, kali ini dia memegang bokennya dengan satu tangan. Dia kemudian menatap Karlamine yang kini sudah bersiap – siap juga di tempatnya, dan di sampingnya sudah berdiri Mira yang juga sudah memasang posisi siaga.

Karlamine langsung maju terlebih dahulu. Dia langsung melakukan tebasan namun Seiren langsung menahannya, dengan bokennya. Sepertinya boken yang digunakan bukanlah boken biasa. Karena sejak tadi boken itu masih kuat untuk menahan lajuan pedang yang tajam.

Merasa serangannya gagal, Karlamine menarik dirinya sedikit mundur dan melakukan tebasan kembali, namun Seiren juga terus menahan serangan – serangannya dengan bokennya. Melihat celah Seiren langsung menendang perut dari Karlamine sehingga membuat Karlamine terpental ke belakang. Namun, saat dia terpental, Karlamine langsung melemparkan Pisau yang merupakan Dagger dengan kuat kepada Seiren.

Seiren yang mendapat serangan mendadak itu, langsung memiringkan kepalanya kesamping sehingga membuat Dagger itu hanya melewatinya. Namun dari sampingnya kini Mira sudah siap dengan menyerang dengan Tongkatnya. Seiren dengan sigap menangkisnya dengan boken di tangannya. Seiren kemudian langsung memutar tubuhnya dan menampar pipi Mira menggunakan bokennya. Setelah itu langsung menendangnya dengan kuat.

Seiren kemudian langsung mengalirkan Power of Destruction pada bokennya, dan langsung membalikkan tubuhnya dengan cepat sambil menebaskan bokennya yang menciptakan sebuah energy yang membentuk seperti taring yang melesat dengan cepat pada Karlamine. Karlamine terkejut menerima serangan mendadak itu, dia langsung melapisi pedangnya dengan api.

Dengan sekuat tenaga, Karlamine menahan serangan Power of Destruction milik Seiren menggunakan pedang berlapis elemen apinya. Sepertinya serangan dari Seiren sangatlah kuat, karena kini Karlamine sudah mulai terdorong kebelakang.

'Krak'

Sebuah suara retakan terdengar dari pedang yang ada pada genggamannya. Merasakan bahaya jika terus menahan serangan itu, Karlamine langsung menggeserkan tubuhnya sedikit demi sedikit sambil mencoba mementalkan energi power of destruction itu. Dan dengan sekuat tenaga dia langsung melompat ke samping, dan membuat Power of Destruction itu meledak setelah menghantam pohon di belakang Karlamine.

Karlamine langsung terengah – engah di tempatnya berdiri sekarang. Sepertinya dia banyak mengeluarkan energy hanya untuk menahan serangan barusan. Namun, Karlamine kembali terkejut, saat Seiren kini sudah berdiri di hadapannya dan mengayunkan Boken yang sudah di aliri power of destruction secara Vertical. Karlamine dengan susah payah kembali menahan serangan itu dengan pedangnya.

'Trak'

'Krak'

'Trang'

Mata Karlamine langsung membulat sempurna saat pedang di tangannya patah dengan mudah oleh serangan Seiren. Seiren yang memanfaatkan keterkejutan langsung menebaskan bokennya, dan dengan telak mengenai tubuh Karlamine yang tertutupi oleh dress armornya. Dan membuat sebuah luka melintang di tubuhnya, dan bajunya juga kini sudah mengalami robek dan memperlihatkan asetnya.

Seiren tak berhenti, dia kembali menendang Karlamine dengan kuat, dan membuatnya langsung menubruk pohon dengan kuat. Karlamine langsung terbaring sambil meringis kesakitan, sedangkan Seiren langsung membalikkan tubuhnya, dan menghadap Mira yang kini sudah bangkit kembali.

Serein kemudian langsung mengaliri kembali bokennya dengan Power of Destruction. Dia kemudian menghilang dari tempatnya berdiri, dan kembali muncul di hadapan Mira sambil menggerakan bokennya secara vertical dari bawah. Mira yang terkejut, dan juga karena tubuhnya yang sudah mengalami kelelahan, sehingga membuatnya tak bisa menghindari serangan barusan. Namun, dia mencoba menahannya dengan tongkat di tangannya.

Namun, sepertinya tongkat itu tak cukup kuat menahan serangan Seiren, karena tongkat itu dengan mudahnya patah begitu saja. Dan membuat Seiren dengan mudah menyerang Mira dan menebasnya dengan boken miliknya yang sudah di aliri power of destruction.

"Kyaaahhhhhhh…." Mira langsung menghilang dalam partikel cahaya saat sesudah menerima dengan telak serangan Seiren.

"Mira …. Pion Riser-sama telah dikalahkan."

Seiren langsung kembali membalikkan tubuhnya, menghadap ke arah Karlamine yang kini sedang mencoba untuk bangkit berdiri kembali. Karlamine langsung kembali memasang posisi siaga dengan di tangannya kini sudah tergenggam sebilah dagger. Seiren kembali memasang senyum pada Karlamine dan juga ikut memasang posisi siaga miliknya.

"Kau benar – benar seorang Knight sejati Karlamine-san…. Dan juga hebat. Aku benar – benar bangga bisa bertarung denganmu secara langsung." Seiren dengan jujur menyampaikan apa yang dia rasakan terhadap Karlamine. Karlamine sedikit terkejut mendengar perkataan dari Seiren barusan, dia bisa melihat Seiren kini tengah memasang mimik yang terlihat menunjukkan bangga dan juga senang. Lengkungan senyum langsung tercipta di wajah cantik Karlamine.

"Terimakasih atas pujian anda Seiren-sama …. Tapi aku tak pantas mendapat pujian itu, karena kemampuanku masih belumlah sehebat anda." Karlamine merendah, atas pujian dari Seiren barusan. Menurutnya dia belumlah pantas menerima pujian itu.

"Kau pantas Karlamine-san …. Kau memang benar – benar hebat. Dan janganlah merendah seperti itu. Kau pasti bisa menjadi seorang Knight kebanggaan Phenex jika kau terus berlatih dan berjuang." Seiren mengatakannya dengan memberi dorongan semangat pada Karlamine. Karlamine yang sempat terkesima langsung tersenyum pada Seire.

"Terimakasih Seiren-sama…. Aku pasti akan menjadi Knight kebanggaan Phenex." Karlamine mengatakannya dengan penuh terimakasih, dan dia langsung membulatkan semangatnya kembali.

"Akan aku tunggu sampai saat itu tiba Karlamine-san …. Dan jika waktu itu sudah tiba, aku adalah iblis pertama yang akan menjadi lawan bertarungmu." Seiren sepertinya benar – benar sangat semangat saat mengatakan hal barusan.

"Tentu …. Seiren-sama."

Keduanya saling melempar senyum satu sama lain, dan keduanya kembali memasang posisi siaga. Dan Setelah itu keduanya langsung kembali saling menyerang.

'At Shikamaru'

Shikamaru kini benar – benar di buat kewalahan dengan lawannya kali ini. Dua pion cosplayer yang kelewat energik, dan ditambah satu benteng yang sangat – sangat merepotkan menurutnya. Shikamaru kini sedang menghindari pukulan – pukulan yang dilancarkan dari dua pion Riser. Shikamaru langsung melompat mundur saat menerima sebuah tendangan yang dilancarkan secara bersamaan oleh dua orang perempuan kembar bernama Ni dan Li.

Namun, di belakangnya ternyata sang Rook Riser, Xuelan sudah siap menunggunya dengan tinju. Shikamaru yang tak sempat menghindar dengan telak menjadi sasaran pukulan itu, dan membuatnya langsung terpental dengan cepat dan menghantam pohon di belakangnya. Xuelan yang melihat musuhnya tumbang langsung tersenyum puas.

'Pooff'

Namun, itu hanya sesaat karena kini sosok Shikamaru sudah kembali berubah menjadi sebatang kayu. Xuelan langsung berdecak kesal. Ini sudah kesekian kalinya dia beserta dengan Ni dan Li, ditipu oleh makhluk pemalas itu.

"Grrr …. Sialan … keluar kau…" Xuelan langsung berteriak dengan kesal.

Sementara itu di salah satu semak – semak yang lumayan jauh dari Posisi Xuelan beserta dengan Li dan Ni, kiin terlihat Shikamaru sedang bersembunyi di sana.

"Cih …. Kenapa aku harus melawan dua orang cosplayer tingkat akut dan juga benteng china yang menyebalkan seperti mereka…." Sikamaru ngedumel di tempatnya bersembunyi sekarang ini sambil terus memperhatikan gerak gerik dari lawannya.

"Hahhh …. Sepertinya aku harus mencobanya sekarang …" Shikamaru kini tengah memikirkan rencana saat ini. Matanya dia pejamkan, mencoba memikirkan kemungkinan dari rencananya. Namun, dia langsung membuka matanya dengan cepat saat merasakan bahaya datang. Dan benar saja, dari depan kini dia bisa melihat Ni dan juga Li tengah berlari ke arahnya dengan cepat.

Shikamaru langsung melompat dari tempatnya bersembunyi tadi sambil melemparkan beberapa kunai dan juga Shuriken ke arah Li dan Ni. Sementara Li dan Ni dengan mudah menghindarinya, dengan melompat mundur kembali. sementara Shikamaru, kini dia sudah berdiri di atas dahan pohon.

"jangan harap kau akan aku lepaskan …."

Suara Xuelan kini terdengar oleh pendengaran Shikamaru. Shikamaru langsung mengalihkan tatapannya ke bawah, dan disana dia bisa melihat Xuelan yang kini sudah berdiri di dekat pohon dimana dia berdiri sekarang. Xuelan tanpa ragu langsung meninju pohon itu dengan tinjunya.

Pohon yang di diami oleh Shikamaru itu langsung roboh dengan mudahnya setelah di tinju oleh Xuelan. Tak ingin jatuh dengan konyol, Shikamaru langsung melompat dari pohon itu, dan mendarat di tanah tidak jauh dari posisi Xuelan. Namun, Shikamaru langsung disambut dengan tendangan kombo dari Li dan Ni.

Tak bisa menghindar Shikamaru, menahan tendangan itu degan menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya. Namun, kuatnya tendangan itu, membuat Shikamaru langsung terseret lumayan jauh ke belakang.

"Ini belum selesai …."

Shikamaru langsung mendongakkan kepalanya ke atas, disana dia melihat Xuelan yang kini sudah bersiap dengan tinjunya. Shikamaru sempat mendecih, namun dia langsung melompat ke belakang, menghindari tinjuan berkekuatan monster dari Xuelan. Shiakamaru yang mendarat langsung menatap siaga ketiga lawan di depannya.

"Sialan …" Xuelan sepertinya benar – benar kesal sekarang ini, dia langsung menatap tajam Shikamaru di depannya dengan tajam.

"Maaf saja …. Aku tak ingin tubuhku ini merasakan sakit oleh pukulan bertenaga monster itu…" Shikamaru berucap dengan santainya. Sementara Xuelan kini kian tajam menatap Shikamaru. Giginya mulai menggertak.

"kauu …."

Xuelan yang kesal, langsung menyerang Shikamaru. Keduanya kini saling berhadapan. Xuelan terus melancarkan pukulan kepada Shikamaru, dengan gaya bela diri Kung-fu. Sementara Shikamaru terus menghindari pukulan – pukulan itu denga mudahnya.

Xuelan kemudian langsung melancarkan pukulan dengan tangan Kanannya. Namun, Shikamaru langsung menghindar ke samping kiri, sehingga membuat pukulan itu hanya melewatinya, dan juga SHikamaru langsung memegang pergelangan tangan dari Xuelan, dan menariknya.

"Maaf …."

Setelah mengatakan itu, Shikamaru langsung menendang Xuelan dengan kuat, dan membuatnya langsung menubruk pohon di belakangnya. Shikamaru kemudian langsung, menahan dua buah pukulan yang dilancarkan Ni dan Li dengan menangkap tinjuan keduanya menggunakan telapak tangannya. Dan kemudian dia langsung melemparkan mereka berdua ke arah Xuelan yang baru saja bangkit dari jatuhnya. Dan Xuelan dengan telak langsung di tubruk oleh tubuh Ni dan juga Li, sehingga membuatnya kini langsung terjatuh kembali.

"Karlamine …. Knight Riser-sama telah kalahkan."

Grayfia kini kembali memberi pengumuman mengenai pertandingan. Shikamaru yang mendengarnya langsung tersenyum simpul. Dia kemudian kembali menatap pada lawannya yang kini sudah bengkit kembali.

"Yare …. Sepertinya Seiren sudah selesai dengan pertarungannya…. Jadi hanya tinggal aku saja yang belum." Shikamaru mengatakan itu dengan ekspresi malasnya. Namun, tatapannya langsung serius. Tangannya kini membentuk sebuah handseal andalan dan turun – temurun dari Klannya.

"Jadi …. Kurasa aku juga akan mengakhiri ini…"

Dan sebuah lingkaran bayangan dengan diameter berukuran Dua meter, langsung tercipta di bawah kaki Shikamaru, dan menutupi dua meter area dari tempatnya berdiri. kemudian secara perlahan – lahan dari bayangan lingkaran bayangan itu, sebuah tangan dengan ukuran besar langsung tercipta di kedua sisi tubuh Shikamaru. dan Shiakamru kini memasang wajah tanpa ekspresi menatap tiga lawannya kali ini.

'Kyodaina Kage No Te'

.

.

"Tak ada lagi main – main…."

.

.

.

.

OoOoO=:.:Atarashi Seikatsu:.:=OoOoO

.

.

.

.

TBC
Knotlamp_-_The Limited World

.

.

.

.

XxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxX

And Yep … mungkin hanya ini saja untuk chap 13. Maaf kalo ane potong lagi nih… soalnya adegan fight kali ini emanglah panjang. Jadi kalo di buat satu chap bakalan kepenuhan. Jadi ane membagi dua aja.

Oke mungkin untuk chap ini belum mendapatkan feel yang bagus, soalnya mood ane juga lagi kurang memadai.

Dan saya masih tetep tidak akan ngeh, kalau gak ngucapin hal ini.
Saya sangat berterimakasih kepada para Reader semua yang sudah bersedia membaca bahkan sampai memfolow dan memfavoritkan fic abal – abal ane ini… saya benar – benar berterima kasih yang sebesar – besarnya.

Lalu, saya juga minta para Reader juga membimbing adik saya, yg baru pertama kali di ffn. Ane gak terlalu maksa sih, seikhlasnya aja … tehehe…

Oh dan maaf untuk kali ini saya tak bisa membalas Riview dari kalian. Tapi di chap depan ane pastikan ane balas kok. Dan mungkin saya akn menjawab pertanyaan ini saja dulu untuk chap kali ini.

Mengenai kemampuan Seiren di chap kemarin. Sebenarnya ane juga pas baca ngeliatnya terlalu over kekuatannya. Namun, ane waktu itu mikirnya itu cuman Tes untuk Seiren, sehingga membuat Naruto tidak terlalu serius, dia hanya melakukan sebuah pengetesan dalam sajauh mana kemampuan Seiren berkembang.

Mungkin hanya itu saja untuk kali ini. Selebihnya kalian bisa tanyakan dengan menulis di kolom Riview ataupun di PM.

Namun, jangan lupa tinggalkan kritik, saran, dan pendapat kalian mengenai fic abal – abalku ini di kolom Riview yang sudah tersedia.

Oke lau ….

Sampai jumpa di chap 14 : part 2

Cialaou … Bye bye …

R

I

V

I

E

W