"Karlamine …. Knight Riser-sama telah Keluar dari pertandingan."
Grayfia kini kembali memberi pengumuman mengenai pertandingan. Shikamaru yang mendengarnya langsung tersenyum simpul. Dia kemudian kembali menatap pada lawannya yang kini sudah bengkit kembali.
"Yare …. Sepertinya Seiren sudah selesai dengan pertarungannya…. Jadi hanya tinggal aku saja yang belum." Shikamaru mengatakan itu dengan ekspresi malasnya. Namun, tatapannya langsung serius. Tangannya kini membentuk sebuah handseal andalan dan turun – temurun dari Klannya.
"Jadi …. Kurasa aku juga akan mengakhiri ini…"
Dan sebuah lingkaran bayangan dengan diameter berukuran Dua meter, langsung tercipta di bawah kaki Shikamaru, dan menutupi dua meter area dari tempatnya berdiri. Kemudian, secara perlahan – lahan dari bayangan lingkaran bayangan itu, sebuah tangan dengan ukuran besar langsung tercipta di kedua sisi tubuh Shikamaru. Dan, Shiakamru kini memasang wajah tanpa ekspresi menatap tiga lawannya kali ini.
'Kyodaina Kage No Te'
.
.
"Tak ada lagi main – main…."
.
.
.
.
One Ok Rock_-_Sonzai Shomei
.
Atarashi_Seikatsu
DISCLAIMER : I Don't own Naruto and High School DxD.
Author : Hyosuke Ryukisi™
Rating : T+ and semi-M (untuk kata – kata kasar)
GENDRE : Adventure, Romance, Family, Drama, Fantasy, Humor.
Pair : Naruto x Seiren(OC) x Naomi(OC) x (Ra-ha-si-a)
Shika x Sona
Warning(s) : AU, Semi-Cannon, Mainstream, Typo(s), OOC, Bahasa tidak baku, dan berantakan.
Summary : Mereka berdua menjadi kunci keselamatan dunia. Mereka kini menempuh sebuah takdir baru yang menuntut mereka harus terlibat dengan Tiga Fraksi Akherat. Menjadi perwakilan Manusia, dan membentuk tim untuk menempuh takdir mereka. Cinta, dan teman baru mewarnai kehidupan mereka. Mampukah mereka menempuh takdir baru mereka itu.
.
.
.
"Normal"
"Thinking"
"God/Bijuu/Monster"
"Jutsu"
'Flashback/Efek'
.
.
.
Chap 13
'Tatakai ga Hajimarimasu'
Final
.
.
.
.
.
Shikamaru menatap datar tiga perempuan yang kini tengah memasang posisi siaga di depannya. Tangan besar dari bayangan yang di buatnya kini tengah teracung ke atas. Seperti tengah bersiap menyerang jika sang tuan mendapat sebuah ancaman. Sementara tiga perempuan yang merupakan Peerage dari Riser itu, kini tengah memasang posisi siaga mereka, namun tak dapat di pungkiri ekspresi terkejut dan ketakutan, tampak di wajah mereka.
Shikamaru dengan perlahan, mulai melangkahkan kakinya mendekat, dan ketiga perempuan di depannya malah mulai melangkah mundur. Xuelan sang Rook Riser, kini terlihat agak kesal sambil menatap Shikamaru, namun sorot matanya sedikit bergetar, tanda takut.
"L-Li, Ni …. Jangan termakan rasa takut …. Dia hanya seorang saja …. K-Kita pasti bisa mengalahkannya." Xuelan mencoba memberi dorongan mental pada dua temannya, namun dia sendiri sepertinya tak terlalu bisa menekan ketakutannya. Li dan Ni hanya mengangguk dengan ragu – ragu.
"Jika kalian memang takut …. Aku sarankan kalian menyerah." Shikamaru berujar datar. Tatapannya masih memandang datar ketiga wanita itu. Xuelan yang mendengar itu langsung menggeram.
"J-Jangan harap …. Seorang iblis tak akan pernah takut pada manusia rendahan sepertimu."
"Baiklah kalau begitu …. Tanggunglah konsekuensinya…"
Kemudian lingkaran bayangan di sekeliling Shikamaru, langsung membuat sulur – sulur dan mengarah ke arah ketiga perempuan di depannya dengan cepat. Xuelan beserta dengan Li dan Ni dengan sigap menghindari sulur – sulur itu, namun Shikamaru juga tidak membuat mereka menghindarinya dengan mudah, karena sulur bayangan itu terus mengikuti pergerakan dari ketiganya.
Ketiganya kini mulai terpisah, Xuelan terus bergerak ke sisi kiri, sementara Li dan Ni ke sisi kanan. Dan saat jarak mereka sudah terpaut Lima meter, Sulur bayangan Shikamaru langsung berhenti mengikuti pergerakan dari Ketiganya. Xuelan dan kedua temannya bisa bernapas lega.
"Jadi …. Gerakan sulur itu ada batasnya…. Jaraknya sekitar Lima meter…. Hahh …Kena kau sekarang."
Sepertinya Xuelan sudah menemukan titik kelemahan dari jurus sulur Shikamaru. Dia langsung menyeringai, sambil menatap Shikamaru, yang hanya menatap datar ke arahnya. Shikamaru kemudian langsung menarik kembali sulur – sulur itu, dan juga menghilangkan tangan besar yang sempat dia buat tadi, namun dia masih mempertahankan lingkaran bayangan di bawah kakinya.
"Hehh …. Kehabisan batas eh…?" Xuelan berkata dengan nada mengejek. Shikamaru hanya menghela napasnya saja. Xuelan kemudian memberikan kode kepada dua temannya. Li dan Ni yang mengerti, langsung mencoba menyerang Shikamaru kembali secara bersamaan. Shikamaru yang melihat itu kembali mengeluarkan sulur – sulurnya untuk menyerang Li dan Ni, Namun mereka berdua bisa menghindarinya dengan gerakan lincah mereka. Dan mereka langsung melompat tinggi sambil melakukan tendangan secara bersamaan, sementara Shikamaru sama sekali tak bergeming dari tempatnya. Serangan Ni dan Li tinggal 1 meter lagi mengenai Shikamaru, namun..
'Domu wa Kage Supiku'
Setelah ucapan lirih Shikamaru barusan, sebuah kubah dari bayangan langsung tercipta dari lingkaran bayangan di bawah kakinya dan melindunginya dari tendangan Ni dan Li. Tak sampai di situ saja, Ni dan Li langsung dikejutkan dengan cepatnya keluar duri tajam dari kubah yang melindungi Shikamaru. Tak bisa menghindar Ni dan Li dengan telak terkena tusukan duri itu pada tubuhnya. Dan mereka berdua langsung menghilang menjadi partikel cahaya.
"Li dan Ni …. Pawn Riser-sama telah keluar dari pertandingan."
Xuelan yang melihatnya dari kejauhan benar – benar terkejut dengan serangan Shikamaru barusan. Dia kemudian langsung menatap tajam Shikamaru yang kini sudah menghilangkan kubah bayangannya dan begitu juga dengan lingkaran bayangan di bawah kakinya. Dan menatap Xuelan dengan datar namun terkesan juga malas.
"S-Sialan …. Kau menipu ku…" Xuelan marah, karena merasa sudah tertipu. Shikamaru langsung menguap bosan.
"Aku sama sekali tidak menipu …. Kaulah yang terlalu ceroboh mengambil keputusan." Shikamaru mengatakan itu dengan malasnya. Xuelan semakin di buat kesal, dia tanpa ragu langsung maju menyerang pada Shikamaru. Kini tangannya juga sudah terselimuti dengan api. Dia kemudian tanpa ragu langsung melancarkan pukulannya. Shikamaru langsung menghindarinya kesamping, kemudian dia langsung melancarkan sebuah pukulan pada Wajah Xuelan, namun masih bisa di hindari oleh Xuelan yang membungkukkan tubuhnya. Xuelan yang membungkukkan tubuhnya, juga langsung balas menyerang dengan melakukan pukulan Uppercut.
Shikamaru langsung memundurkan wajahnya, dan langsung melakukan salto dan menendang dagu dari Xuelan dengan telak. Xuelan langsung jatuh ke tanah, Shikamaru tak menyia – nyiakan kesempatan, dia melompat mundur dan melemparkan lima kunai ke arah Xuelan. Xuelan yang memang tak bisa bergerak bebas, hanya bisa menghindari sedikit hujaman kunai itu, sehingga kunai – kunai itu hanya menancap di sekitar tubuhnya.
"Jangan harap serangan seperti itu dapat melukaiku…." Xuelan kemudian secara perlahan bangkit dari posisi jatuhnya.
"Haa?" Shikamaru mengangkat sebelah alisnya "…. Apa kau yakin …. Kalau aku memang berniat menyerangmu?" Shikamaru kemudian membentuk satu handseal dengan jari yang teracung, dan jari telunjuk dan jari tengah yang di rapatkan. Shikamaru kemudian mulai memasang senyumnya, sementara Xuelan yang melihat itu mulai merasakan bahaya.
"Maaf …. Tapi permainan selesai … Xu-e-lan…" Shikamaru kian memperlebar senyum di wajahnya, sementara Xuelan menatapnya dengan tajam.
'Katsu'
'Dhuar'
Sebuah ledakan langsung tercipta saat kunai yang tadi di lemparkan Shikmaru ternyata sudah tertempel sebuah kertas peledak. Dan saat mengaktifkannya, sebuah ledakan besar terjadi, dan Xuelan yang kebetulan berada di dekat kunai, menerima imbasnya. Asap dan debu langsung mengepul di tempat ledakan, Shikamaru yang sudah menjaga jarak, menatap kejadian di depannya itu dengan tatapan malasnya.
'At Sona and Rias'
Di kursi penonton yang di tempati Rias dan Sona, kini mereka tengah menonton pertarungan itu dengan sangat cermat. Dan terkadang mereka juga harus di buat teragum – kagum dengan pertarungan yang di suguhkan oleh kedua tim. Dan yang paling membuat mereka kagum adalah pertarungan Seiren, dia berhasil mengalahkan beberapa Peerage dari Riser, bahkan dia berhasil mengalahkan sang Knight.
Namun, Sona sepertinya lebih tertarik melihat pertarungan yang di suguhkan oleh Shikamaru. Karena dia kini dengan khusyuk-nya , terus menatap layar yang menampilkan Shikamaru yang baru saja membuat sebuah ledakan di arena itu.
"Xuelan …. Rook Riser-sama telah keluar dari pertandingan."
Suara Grayfia menggema di seluruh penjuru arena itu. Dan semua penonton hanya bisa diam. Sepertinya mereka semua tak bisa berkata apa – apa mengenai pertarungan antara Tim yang beranggotakan manusia dengan salah satu iblis, yang merupakan anak dari keturunan Phenex.
"Sepertinya Shikamaru-san tak bisa di anggap remeh …." Rias mulai memberikan pendapatnya mengenai pertarungan Shikamaru. Da itu membuat Sona langsung menatap ke arahnya. "…Meskipun dia selalu terlihat seperti seorang yang tak mempunyai semangat hidup …. Tapi, dia benar – benar akan menjadi seseorang yang mengerikan jika sudah berada dalam pertarungan."
Sona tersenyum simpul mendengar penuturan dari sahabat yang sekaligus adalah rivalnya itu. Dia kemudian kembali mengalihkan tatapannya pada layar yang masih menunjukkan Shikamaru yang kini sudah mulai melangkahkan kakinya menjauh dari tempat bekas pertarungannya dengan sebelumnya dia menguap terlebih dahulu.
"Kau benar …. Meskipun jika dilihat dari segi power, dia benar – benar agak kurang mumpuni…. Namun, itu tertutupi oleh kecerdasannya dalam memilih strategi…." Sona juga ikut memberikan pendapatnya. " …. Dan yang membuatku benar – benar terkejut adalah kemampuan dari Seiren … dia benar – benar menjadi seseorang yang berbeda sekarang." Sona berkata sambil memperhatikan layar yang menampilkan Seiren yang kini masih berdiri di tempatnya setelah mengalahkan Karlamine sebelumnya. Rias mengangguk menyetujui perkataan dari Sona.
"Yah …. Aku juga masih terkejut dengan perkembangannya …. Namun jika melihat siapa yang menjadi gurunya, aku sama sekali tidak akan terkejut lagi." Rias mengatakan itu sambil tersenyum simpul. Sona menatap Rias dengan penuh tanya.
"Siapa yang melatihnya?" Sona bertanya dengan penasaran memandang Rias.
"Dia …" Rias mengatakan itu sambil menunjuk ke arah depan, Sona langsung mengikuti arah yang di tunjuk oleh Rias yang mengarah pada layar yang kini menampilkan pertarungan antara Naruto yang kini masih melawan Isabela dan juga Siris.
"Maksudmu …. Yang melatih Seiren adalah pemuda itu?" Sona bertanya lagi untuk memastikan. Dan Rias membalasnya dengan anggukan. Dan Sona langsung memperhatikan pertarungan itu dengan seksama. Sementara para Peerage dari Rias, kini hanya bisa diam dengan menatap layar yang menampilkan pertarungan antara Naruto melawan Riser dengan tatapan kagum. Dan Issei yang melihat aksi dari Shisounya itu menatapnya dengan penuh binar.
"Ara …. Ara …. Sepertinya Issei-kun sudah tak tertarik lagi dengan wanita…. Fufufu…" Suara akeno terdengar di pendengaran mereka semua. Issei yang mendengarnya hanya bisa memasang ekspresi bodoh.
"Are….?"
"Anda benar Akeno-senpai …. Sepertinya Issei-kun sudah mulai berpaling menyukai laki – laki …. Dan dia sepertinya sudah menyukai gurunya sendiri…" Kiba juga ikut menanbahkan dan memperjelas apa yang dimaksud oleh perkataan Akeno. Issei yang mendengarnya langsung memasang ekspresi panik.
"Oi …. Oi …. Apa maksudmu Bishounen…. Aku ini masih Normal…." Issei menyangkalnya dengan penuh kepanikan dan menatap Kiba dengan tajam.
"Ara …. Lalu …. Kenapa kau melihat Naruto-san dengan sebegitu berbinarnya Issei-kun.." Akeno kembali buka suara.
"Tentu saja itu harus Akeno-san ….. Shisou benar – benar sungguh keren…. Dan aku harus terus memperhatikannya, agar gaya keren-nya itu menular padaku …. Dan jika aku sudah sekeren Shisou, itu akan dapat membuatku bisa dengan mudah menjadi seorang Harem King…" Issei mengatakan itu dengan penuh semangat, dan tak lupa dari sorot matanya seperti menyala bak kobaran api. Mereka semua yang mendengar perkataan Issei hanya langsung tertawa.
'At Naruto'
Naruto langsung melompat mundur, menghindari sebuah ayunan pedang yang siap memberikan luka parah pada tubuhnya. Dia kemudian kembali harus menghindar, saat sebuah pukulan datang dari belakangnya. Dan saat sudah menghindari pukulan dari Isabela dengan melompat salto melewati Isabela, Naruto memberikan serangan balik dengan menendang punggung Isabela sehingga membuatnya terpental ke depan, dan jatuh di dekat Siris.
"Sepertinya peerage-mu sudah berkurang ne~ …. Phenex." Naruto langsung memberikan senyum mengejek pada Riser yang berdiri di belakang Siris dan juga Isabela yang sudah bangkit kembali.
"Cih …. Ini masih belum berakhir." Riser berkata masih dengan kesal seperti sebelumnya. Naruto yang mendengar itu tersenyum simpul sambil merangkai handseal secara perlahan.
"Ma …. Ma …. Namun, itu tak akan lama, Phenex …. Aku juga sepertinya harus mengakhiri ini. Jadi,…" Naruto sudah menyelesaikan handseal tangannya. Dia kemudian menatap Riser di depannya dengan tatapan yang entah mengartikan seperti apa."…. Ayo kita bakar tempat ini."
'Katon : Goka mekyakku'
Naruto langsung menarik napas panjang, dan langsung meniupkannya. Dan dari mulut Naruto kemudian langsung mengeluarkan semburan api yang membentuk dinding besar dan mengarah dengan cepat pada Riser, Isabela, dan juga Siris.
Riser yang melihat itu di buat terkejut, dia dengan panik langsung membuat sihir pertahanan, dan begitu pula dengan Isabela dan juga Siris. Sementara Ravel yang berdiri jauh di antara pertarungan itu, menatap khawatir pada Kakaknya.
Dinding api itu dengan cepat langsung menghantam sihir pertahanan. Membuat dinding api itu kian berkobar. Riser dan kedua peeragenya, dibuat kewalahan dengan jurus yang di keluarkan oleh Naruto, bahkan sihir pertahanan mulai mengalami keretakan.
Namun, jurus api itu langsung menghilang setelah beberapa saat. Riser dan kedua peeragenya menghela napas lega, namun arena dimana mereka sekarang, kini api sudah berkobar di sekeliling mereka, dan bahkan sudah menghanguskan banyak pohon yang ada di sana.
Riser dan kedua peeragenya langsung menatap ke arah tempat Naruto, namun mereka sama sekali tak menemukan Naruto di sana. Ketiganya langsung memasang posisi siaga, tatapan mereka di alihkan ke segala arah, takut – takut ada serangan mendadak dari Naruto. Dan Riser, langsung dikejutkan dengan kehadiran Naruto yang tiba – tiba sudah berada di depannya dan siap memberikan serangan. Riser tak sempat bereaksi untuk menghindar, dia kemudian merasakan sakit pada perutnya yang ternyata mendapat sebuah tendangan dari Naruto.
"Ughhh …."
Mendengar ringisan sakit raja mereka, Siris dan Isabela membalikkan tubuh mereka. Dan mereka bisa melihat musuh mereka sudah menyerang raja mereka. Siris yang sigap, dengan cepat langsung maju menyerang Naruto. Sementara Naruto yang merasakan bahaya datang dari belakangnya, langsung memukul Riser tepat di wajahnya dengan kuat, sehingga membuat Riser terpental ke belakang. Naruto kemudian membalikkan tubuhnya dan menghindari tebasan yang di lancarkan oleh Siris. Kemudian Naruto langsung menendang bagian pergelangan tangan Siris sehingga membuat pegangan Siris pada pedangnya terlepas. Dan kemudian Naruto langsung memukul Siris dengan kuat.
Naruto kembali membalikkan tubuhnya, dan langsung menahan pukulan yang di lancarkan Isabela dengan satu tangan. Dan langsung melakukan tendangan Uppercut pada dagu Isabela. Tak berhenti disitu, Naruto langsung memukul bagian perut Isabela secara beruntun. Dan pukulan terakhir sudah di lancarkan, Naruto menangkap pergelangan tangan Isabela, dan menendangnya dengan kuat sehingga membuatnya terpental dan menubruk Siris di belakangnya. Tak berhenti, Naruto kemudian langsung merangkai handseal kembali dengan cepat dan langsung menghentakkan tangannya ke tanah.
'Doton : Doryuso'
Tanah di bawah Isabela dan Siris langsung bergetar, dan tak berapa lama kemudian sebuah paku berbentuk seperti duri besar langsung menusuk tubuh mereka, Dan menyerang mereka tanpa ampun. Sehingga membuat mereka langsung di transfer keluar dari arena.
"Siris dan Isabela …. Knight dan Rook Riser-sama telah keluar dari pertandingan."
Naruto tersenyum puas mendengarnya. Namun, dia kembali diharuskan menghindar saat dari belakangnya sebuah serangan api kembali menyerangnya. Naruto melompat menjauh dari tempatnya barusan, dan membuat serangan api itu hanya menghantam tanah, dan membuat sebuah ledakan kecil. Naruto kemudian menatap sang pelaku penyerangan yang merupakan Riser, yang kini tengah memasang ekspresi marah ke arahnya.
"Kau akan mati sialan…." Riser dengan murka langsung menembakkan bola – bola api ke arah Naruto.
Naruto dengan cekatan terus menghindari serangan itu dengan melompat kesana kemari. Dia kemudian langsung maju ke arah Riser dengan gerakan zig – zag menghindari bola – bola api yang terus di tembakkan Riser ke arahnya. Naruto terus mengeliminasi jaraknya dengan Riser. Dan saat pada serangan terakhir Naruto langsung meningkatkan kecepatannya dengan mengalirkan chakra pada kakinya, dan itu membuatnya menghilang dari tempatnya tadi.
Riser langsung menghentikan serangannya saat Naruto menghilang dan langsung memasang sikap defensif di tempatnya. Riser langsung mendongakkan kepalanya saat dia merasakan bahaya di atasnya. dan di sana Riser bisa melihat Naruto, yang sudah siap melancarkan serangnnya, dengan kaki kanan yang terangkat dan siap melakukan tendangan dengan tumit kakinya.
Riser langsung menyilangkan kedua tangannya dan menahan serangan itu dengan kuat. Sebuah daya kejut langsung tercipta saat tendangan itu menemui targetnya. Tanah yang menjadi pijakan Riser bahkan mengalami retakan dan membuat cekungan. Riser juga sedikit meringis saat menahan serangan itu.
Tak ingin kalah, Riser langsung mengalirkan api pada tangan, untuk menutupi seluruh lengannya. Naruto yang melihat itu, kemudian langsung melompat mundur sebelum kakinya juga ikut terbakar. Riser langsung menatap Naruto tajam, dan maju menyerang.
Riser melakukan sebuah pukulan lurus dengan kepalan tangan yang terselimuti api. Naruto dengan sigap menghindar kesamping, sambil balas menyerang dengan melakukan tendangan. Namun Riser masih bisa menghindarinya. Adu pukul saling dilancarkan keduanya, yang tak ingin mengalah satu sama lain. Riser yang mulai mengalami kewalahan langsung melompat mundur sambil menembakkan sihir apinya pada Naruto. Tak ingin terpanggang oleh api Rise, Naruto langsung menghindarinya dengan cepat melompat jauh ke samping.
'Fuuton : Daitopa'
Tekanan angin kuat langsung mengarah pada Riser, dan dengan telak mengenainya sehingga membuatnya terpental lumayan jauh. Naruto tak berhenti, dia kembali menyerang dengan melemparkan lima kunai yang sudah di pasang dengan kertas peledak. Riser mencoba menghindarinya,
'Katsu'
Namun, kunai – kunai itu langsung meledak saat sudah tepat di dekatnya, dan membuatnya kembali harus terkena serangan dari Naruto. Asap dan debu mengepul dari tempat Riser, dan saat menghilang kini kondisi Riser sudah di penuhi dengan luka.
"Hehh …. Kau kira serangan seperti itu akan dapat mengalahkanku ehh?" Riser kembali bangkit, dia kemudian menatap Naruto dengan seringai arogan andalannya "…. Aku adalah seorang Phenex …. Sang Iblis abadi, Serangan seperti itu tak akan pernah membuatku kesakitan." Dia berucap dengan arogannya. Naruto mengangkat sebelah alisnya, saat dia melihat tubuh Riser kini mulai beregenerasi kembali, dan membuat semua luka yang dia berikan olehnya kini sembuh dalam sekejap.
"Regenerasi?" Naruto bergumam saat melihat hal barusan. Sementara Riser hanya memberikan seringai pada Naruto. Namun, Naruto langsung membulatkan matanya dengan sempurna saat dia mendengar, suara dari Grayfia.
"Shikamaru Nara …. Telah kalah dalam pertandingan."
Naruto langsung diam mematung di tempat, saat Grayfia mengumumkan bahwa, Shikamaru telah kalah. Sementara Riser menyeringai penuh kepuasan.
"Hahaha …. Kau dengar itu …. Sepertinya Yubelluna, berhasil mengalahkan teman manusiamu …." Riser berujar dengan nada mengejek. Dia kemudian langsung menciptakan lingkaran sihir di depannya. "…. Dan kaulah yang selanjutnya akan keluar dari arena ini."
Naruto hanya menggeram dengan kesal mendengar ke aroganan dari Riser, yang kian merajalela. Dan pandangan tajam ia berikan pada sang putra dari keturunan Phenex di depannya. Namun, dalam hatinya dia kini tengah dihantam rasa khawatir.
"Seiren …."
.
'Previously'
.
Shikamaru kini baru saja meninggalkan tempat pertarungannya tadi. Tujuannya kali ini, adalah untuk menemukan Seiren yang tadi baru menyelesaikan pertarungannya. Shikamaru juga tak mengendurkan kesiagaannya. Dia masih mengingat, bahwa Naruto tadi mengatakan dia atau Seiren akan kedatangan Ratu dari Riser. Dan dia harus bersiap untuk menghadapi situasi terburuk nanti.
'Duaarrrr'
Sebuah ledakan lumayan besar langsung terdengar oleh pendengarannya. Dan sepertinya tempat ledakan itu sama sekali tidak terlalu jauh dari posisinya sekarang ini. Shikamaru kemudian, langsung pergi dengan cepat ke tempat dimana ledakan itu berasal.
Sementara itu, dari tempat ledakan tadi. Seiren kini tengah terduduk dengan beberapa luka di tubuhnya. Seiren kemudian mencoba berdiri dengan susah payah, dan Dia kemudian langsung mengalihkan tatapannya pada seseorang yang kini berada di atasnya. di sana kini sudah ada sang Ratu dari Riser, Yubelluna. Yang kini tengah tersenyum dengan angkuh sambil melayang di atasnya.
"Sepertinya kau sudah tak bisa lagi bertarung …. Seiren-sama." Yubelluna angkat suara terlebih dahulu sambil menatap meremehkan pada Seiren yang baru saja bisa menegapkan kembali tubuhnya. Seiren kini terlihat terengah – engah, napasnya memburu, dan di beberapa tubuhnya kini sudah mengeluarkan darah, akibat luka yang terbuka.
"Hahhh …. Hahh …. Ini …. belum berakhir …."
Seiren, meski dalam kondisi yang buruk, kini kembali memasang posisi siaganya. Sementara Yubelluna yang melihatnya, langsung menyeringai. Dia kemudian kembali menciptakan lingkaran sihirnya.
"Baiklah …. Kalau begitu ini akan menjadi akhirnya…"
Lingkaran sihir itu semakin bersinar terang. Dan siap menembakkan serangannya. Namun, Yubelluna langsung membatalkan serangnnya, saat dia beberapa kunai langsung melesat ke arahnya, dan membuatnya terpaksa membatalkan serangnnya, lalu menghindari serangan kunai itu.
"Sepertinya …. Aku terlambat …."
Yubelluna langsung mengalihkan tatapannya pada orang yang mengeluarkan suara barusan. Di sana dia melihat, Shikamaru yang kini tengah berdiri di salah satu cabang pohon dan menatap dirinya dengan tajam. Yubelluna langsung berdecak kesal saat rencananya di gagalkan oleh pemuda itu. Dan tanpa bicara apapun Yubelluna kembali menyiapkan serangannya, namun kali ini yang menjadi target adalah Shikamaru.
Dia menembakkan bola api seukuran bola basket secara beruntun ke arah Shikamaru yang masih berdiri di salah satu cabang pohon. Sementara, Shikamaru langsung melompat dari dahan pohon itu, untuk menghindari serangan Yubelluna. Dan saat bola api itu menabrak pohon, terjadi sebuah ledakan kecil namun dapat menghancurkan pohon itu dalam sekejap.
"Cihh …. Ternyata rumor mengenai ratu bom itu benar adanya …. " Shikamaru kembali menghindar, saat bola – bola api Yubelluna kembali menyerangnya."…. sepertinya aku harus ekstra hati – hati sekarang. Dan lagi Naruto sama sekali tak membalas sambunganku…. Hahh ….Ini benar – benar merepotkan."
Shikamaru kemudian menghindar kembali, namun kali ini dia juga ikut menyerang dengan melemparkan beberapa kunai pada Yubelluna. Dan, Yubelluna dengan mudah dapat menghindarinya. Shikamaru kemudian langsung membuat satu buah handseal saat dia mendarat di tanah.
'Kage Domu'
Sebuah kubah bayangan dengan cepat terbentuk, dan melindungi Shikamaru dari serangan yang di lancarkan Yubellun. Sementara, Yubelluna sendiri tak menghentikan serangannya, dia dengan terus menerus melancarkan serangannya, dan membuat ledakan – ledakan kecil tercipta saat Sihirnya bertubrukan dengan kubah hitam yang melindungi Shikamaru. Dan Shikamaru sendiri kini mulai terlihat kewalahan di dalam kubah bayangannya.
"Cih …. Aku benar – benar menyesal sudah membuang – buang chakraku pada pertarungan sebelumnya…." Shikamaru kini sudah tertunduk di dalam kubah itu, dan keringat mulai membanjiri tubuhnya "Ughhh …. Sepertinya ini tak akan bertahan lama – lagi." Pikir Shikamaru.
Sementara di luar, Yubelluna masih terus menembaki kubah bayangan Shikamaru dengan sihirnya. Namun, sepertinya dia melupakan seseorang sekarang ini. Karena kini dari sisi lain posisi dirinya, Seiren kini tengah bersiap dengan serangannya. Boken di tangannya kini sudah dialiri dengan Power of Destruction yang meluap – luap, dan tanpa ragu, Seiren langsung mengayunkan bokennya ke arah Yubelluna.
'Dragon Destroyer'
Dari ayunan bokennya, kini power of destruction melesat dengan cepat ke arah Yubelluna, dan kemudian langsung berubah, membentuk seekor naga berwarna hitam dengan outline merah. Yubelluna yang merasakan bahaya, mengalihkan tatapannya ke samping. Dan saat itulah matanya langsung membulat sempurna saat melihat seekor naga kini melesat ke arahnya.
Yubelluna yang tersadar, dengan terburu – buru, langsung menghindarinya dengan meninggikan terbangnya. Namun, naga itu juga mengikuti pergerakannya. Yubelluna kemudian dengan susah payah terus menghindar dan mencoba untuk meloloskan diri dari serangan itu, namun serangan itu sama sekali tidak berhenti mengikuti pergerakannya. Merasa tak ada hasilnya jika terus menghindar, Yubelluna langsung membuat lingkaran sihir pertahanan terkuatnya.
'Dhuaarr'
Ledakan besar langsung tercipta di tempat dimana Yubelluna berada. Asap hitam pekat langsung tercipta di atas sana. Naga Power of Destruction Seiren sepertinya mengenai targetnya dengan tepat. Dan beberapa saat kemudian, sosok Yubelluna kini keluar dari asap itu, dan terjatuh dengan bebas menghantam permukaan. Seiren yang melihat itu langsung terjatuh dan terduduk kelelahan di tempatnya.
"Hahhh …. Hahh … aku … b-berhasil …. Hahhh …." Seiren terengah – engah mengucapkan hal barusan. Dan sepertinya energi Youkinya sudah menipis karena serangan yang di keluarkan olehnya tadi, sehingga membuatnya kini hanya bisa terduduk kelelahan di tempatnya. Seiren kemudian mengangkat kepalanya, saat dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat, di sana dia bisa melihat Shikamaru yang kini tengah berjalan ke arahnya. Seiren tersenyum saat melihat Shikamaru yang tersenyum sambil mengacungkan jempol padanya.
Namun, sesuatu yang mengejutkan langsung membuat Seiren diam mematung di tempatnya. Matanya membulat sempurna, tubuhnya langsung bergetar saat melihat Shikamaru yang tadi berjarak beberapa meter darinya, mendapat sebuah serangan mendadak yang dengan telak mengenainya.
'Dhuarrr'
Ledakan lumayan besar kembali tercipta di tempat dimana Shikamaru tadi berdiri. Dan Seiren yang berada di sana hanya bisa diam mematung dengan mata yang membulat sempurna.
"Shikamaru Nara …. Telah keluar dari pertandingan."
Suara Grayfia menggema di seluruh tempat, dan Seiren hanya bisa diam di tempatnya. Dia masih Shock saat melihat kejadian yang terjadi pada Shikamaru yang telah dikalahkan. Tatapannya kini hanya menatap kosong tempat dimana Shikamaru tadi berada.
"Hehhh …. Jangan harap aku akan dikalahkan dengan mudah…"
Seiren langsung mengalihkan tatapannya ke asal suara itu. Dan disana dia bisa melihat Yubelluna kini sudah kembali bangkit berdiri dengan tegap. Seiren kembali dibuat terkejut, karena melihat kondisi Yubelluna yang masih terlihat baik – baik saja.
"B-Bagaimana ….. m-mungkin..?" Seiren tergagap saat melihat Yubelluna. Sementara Yubelluna hanya menyeringai pada Seiren. Dan kemudian memperlihatkan sebuah botol kecil yang sudah kosong ke pada Seiren, dan itu kembali membuat Seiren terkejut.
"Aku akui …. Serangan anda memang sangat mematikan …. Namun, anda melupakan …. Bahwa aku ini adalah Queen dari Riser Phenex-sama …."
Seiren kembali disadarkan saat mendengar hal itu.
"Air mata Phenex…" Ujar Seiren dengan lirih. Yubelluna hanya menyeringai angkuh menanggapi hal itu.
"Nah …. Sekarang apa yang akan anda lakukan … mengingat sekarang kondisi anda yang sudah sangat memprihatinkan." Yubelluna kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekati Seiren yang kini tak bisa bergerak, bahkan untuk bangkitpun dia sangat kesusahan.
"Hmmmm …. Sepertinya aku mempunyai rencana bagus untuk anda …. Ne~ Seiren-sama…"
Yubelluna semakin memperlebar seringaiannya, saat dia sepertinya mempunyai rencana jahat untuk Seiren. Sementara Seiren hanya bisa menatap tajam Yubelluna yang sudah berdiri di hadapannya.
.
.::.:.:Atarashi Seikatsu:.:.::.
.
'With Naruto'
Naruto masih terus berusaha menghindari serangan beruntun dari Riser. Karena tadi sempat termakan oleh emosi, dia menjadi bulan – bulanan sekarang. Ditambah rasa khawatir yang dia rasakan sekarang, benar – benar membuatnya tak bisa fokus dalam pertarungan.
'Doton : Doryuuheki'
'Dhuarr'
Naruto langsung membuat dinding tanah untuk menahan bola api yang siap melahapnya, Dan membuat ledakan kembali tercipta. Asap hitam tebal langsung tercipta di tempatnya sekarang. Naruto kemudian keluar dari kepulan asap dan langsung melemparkan kunai – kunai kembali ke arah Riser. Riser dengan mudah menghindarinya, namun dia kembali di datangi sebuah serangan yang di lancarkan oleh Naruto.
'Fuuton : Renkudan'
Peluru – peluru angin dengan cepat langsung menghujani Riser yang kini masih berdiam diri di tempatnya. Riser mencoba menghindari serangan barusan, meski beberapa bagian tubuhnya harus mengalami beberapa luka. Namun, itu dapat teratasi dengan regenerasi andalannya dan membuatnya sembuh. Riser yang baru saja berhenti dari acara menghindarnya, kembali dikejutkan dengan Naruto, yang tiba – tiba sudah berada di hadapannya. Dan ditambah di telapak tangan Naruto kini sudah ada sebuah Bola energy berwarna hitam.
'Rasen-Destruction'
'Booommm'
Ledakan kembali terjadi, saat Rasen-destruction Naruto berhasil mengenai targetnya. Daya kejut lumayan kuat langsung tercipta dari ledakan itu. Riser langsung terpental jauh ke belakang, saat Naruto langsung mendorong Jurusnya dengan kuat. Dan, Riser berhenti saat dia sudah menubruk pohon yang jaraknya 10 meter dari tempatnya tadi berdiri.
Naruto kini masih berdiri di tempatnya sambil memasang kuda – kuda taijutsunya. Tatapan matanya masih tajam menatap Riser yang kini sudah mulai bangkit kembali. luka parah di perut hasil serangan yang diberikan olehnya kini mulai beregenerasi kembali, dan itu membuat Naruto langsung mendecih tidak suka.
"Hehe …. Hahahaha …. Ada apa heh …. Kau mulai terlihat kesal seperti itu." Riser berkata dengan angkuhnya, dan memandang Naruto dengan tatapan mengejek. Naruto hanya kian menatap tajam pada Riser. Dan Riser sendiri yang di tatap seperti itu, semakin menyeringai.
Namun, mereka langsung mengalihkan fokus mereka, saat di samping Riser, kini sebuah lingkaran sihir sudah tercipta dengan lambang clan Phenex. Dan dari lingkaran sihir itu secara perlahan mulai mengeluarkan sosok penggunanya. Dan saat sosok itu terlihat jelas, Naruto langsung membulatkan matanya dengan sempurna, dan Riser semakin memperlebar Seringai di wajahnya.
"Ahhh …. Lihat …. Siapa yang di bawa oleh ratuku…." Riser kemudian langsung mendekat ke arah Yubelluna yang kini tengah membawa sosok yang tadi menjadi lawannya "…. Seiren Gremory."
"SEIREN …." Naruto langsung meneriaki Seiren yang kini tengah meringis saat lehernya kini tengah di rangkul dari belakang oleh Yubelluna. Seiren yang mendengar suara yang dikenalnya, langsung menatap ke arah suara itu berasal.
"N-Naruto-kun…." Seiren menatap Naruto dengan tatapan lemah. Tatapannya juga terlihat menyesal saat melihat Naruto yang kini tengah menatapnya dengan khawatir.
"Seiren~ …." Riser kemudian langsung menarik Seiren dari Yubelluna. Dia kemudian langsung melilitkan tangannya pada leher Seiren yang sama sekali tak bisa melawan. Bagaimanapun kondisinya yang tak bisa di katakan baik, tak bisa untuk melawan.
"…. Hmmmm …. Sayang sekali …. Sepertinya kau mengalami kekalahan telak …. Sei-ren…." Riser berbisik di telinga Seiren.
"Ugh …. L-Lepaskan a-aku …. P-Phenex…" Seiren mencoba melepaskan diri, dengan berontak. Namun, karena lemahnya kondisi tubuh, Usaha Seiren menjadi sia – sia.
"Tak akan semudah itu Seiren…." Riser berkata lirih pada Seiren. Riser kemudian mengalihkan tatapannya ke arah Naruto, yang kini tengah menatap tajam padanya "…. Nah …. Sekarang Seiren ada di tanganku…. Sebaiknya kau menyerah saja rendahan…. Atau Seiren akan menjadi korbanku …." Riser mengatakannya dengan semakin mempererat pada leher Seiren. Naruto yang melihatnya semakin terlihat emosi.
"Lepaskan dia sekarang juga, Phenex." Naruto berkata dengan dingin pada Riser.
"Hohoho …. Melepaskannya?" Riser terlihat ingin bermain – main dengan Naruto sekarang "…. Kenapa aku harus melepaskannya?"
"Lepaskan dia …. Atau aku akan membuat kau merasakan penderitaan." Naruto mengatakannya dengan menekan setiap perkataannya. Tatapannya kian menajam pada Riser yang hanya menyeringai padanya.
"Benarkah …. Jika begitu …. Seiren juga akan merasakannya." Riser kemudian menjilat pipi Seiren dengan perlahan. Seiren tak bisa melawan, dan Naruto yang melihatnya semakin emosi.
"Hmmmm …. Kau tau … itu sangat terasa manis sekali…" Riser berkata dengan penuh kepuasan. Dan Naruto yang sudah termakan emosi, langsung maju menyerang. Riser yang melihat lawannya sudah emosi menyeringai puas.
"Yubelluna…." Riser langsung menatap pada Ratunya. Dan Yubelluna yang mengerti langsung berdiri di hadapan Riser. Dia kemudian menciptakan lingkaran sihir yang mengarah pada Naruto, dan langsung menembakkan sebuah demonic power yang melesat dengan kencang ke pada Naruto. Sementara Naruto yang melihat serangan yang mengarah tepat padanya, sama sekali tak menghentikan laju larinya. Namun, kini tangan kanannya sudah terselimuti oleh aura berwarna orange.
'Gedoudama'
Di tangannya kini sudah terbentuk sebuah bola kecil berwarna hitam pekat, dan dari bola itu langsung membentuk sebuah katana yang keseluruhannya berwarna hitam kelam. Serangan demonic power berbentuk laser yang dibuat Yubelluna, kini sudah kian dekat dengannya. Dan saat jaraknya sudah dekat, Naruto langsung menebas tembakan demonic power itu dengan katana dari Gedoudama miliknya dan membuat serangan itu terbelah dan menghilang begitu saja.
Naruto kian mempercepat laju larinya. Dan Yubelluna yang melihat itu, kembali menyerangnya dengan bola – bola api ke arah Naruto. Namun, Naruto dengan mudah menghindari serangan itu tanpa menghentikan laju larinya. Tatapannya kian menajam, dan kini juga di telapak kakinya sudah terlihat aura berwarna orange yang melapisi telapak kakinya. Dan saat Naruto menghindari bola api terakhir, dia langsung menghilang dari tempatnya tadi, dan meninggalkan sebuah retakan pada tanah bekas pijakan-nya.
Yubelluna yang melihat itu langsung bersiga. Namun, dia dikejutkan dengan kehadiran Naruto yang sudah berada di hadapannya dan bersiap menebaskan katana miliknya. Yubelluna, langsung menahannya dengan tongkat yang di bawanya.
'Trank'
'Krak'
Namun, sepertinya tongkatnya tak cukup kuat untuk menahan tebasan itu, dan kini mulai mengalami retakan. Dan Naruto yang melihat itu, langsung menghentakkan katananya dengan kuat, dan membuat tongkat itu patah dengan seketika. Yubelluna terkejut, dan matanya kini bisa melihat Katana milik Naruto kini siap mengenai dirinya. Namun, saat beberapa senti lagi serangan itu mengenainya. Naruto langsung menariknya dan melewati Yubelluna dan memberikan sebuah tendangan pada pinggul Yubelluna sehingga membuatnya terseret beberapa meter ke samping.
Setelah melewati Yubelluna, Naruto langsung melesat ke arah Riser, yang kini masih memasang seringai ke arahnya dan semakin mengeratkan cekikan lengannya pada leher Seiren sehingga membuatnya meringis. Naruto menggeram dalam larinya, saat melihat hal itu. Dan saat jarak dirinya dengan Riser tinggal beberapa meter lagi, Sebuah dinding api langsung tercipta di depannya.
Naruto yang sigap, langsung menghindari kobarannya dengan melompat kembali kebelakang. Namun, dia langsung di sambut dengan bola api kembali yang di lancarkan oleh Yubelluna. Naruto menghindarinya dengan melompat ke samping, dan menebas bola api kedua yang mengarah padanya.
'Dhuar'
Bola api yang di tebas Naruto langsung meledak, dan Naruto yang jaraknya hanya beberapa senti saja terkena imbasnya. Dia langsung terpental ke belakang dengan luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.
"N-Naruto-kun…." Seiren menatap Naruto dengan khawatir saat melihat Naruto yang terkena dampak dari serangan Yubelluna. Dan, Naruto terseret beberapa meter ke belakang, langsung berhenti saat Naruto menghentikannya dengan menancapkan katana gedoudama-nya pada tanah.
"Ugh …." Naruto langsung meringis tertunduk bertumpu pada katananya, saat merasakan sakit pada bagian tubuhnya yang mendapat sebuah bekas luka bakar. Naruto langsung mengalihkan tatapannya ke depan saat merasakan lagi sebuah serangan yang mengarah padanya. Naruto berdecak kesal melihat hal itu, dia kemudian merangkai handseal singkat.
'Doton : Doryuuheki'
Dinding tanah tercipta di depan Naruto dan menahan serangan yang dilancarkan oleh Yubelluna, Dan membuat sebuah ledakan di tempat Naruto. Asap hitam pekat tercipta di tempat Naruto. Dan, saat asap menghilang terlihat kini dinding tanah buatan Naruto yang sudah mengalami kerusakan, namun Naruto tak terkena serangan barusan itu.
"Cih …. Aku benar – benar menyesal sudah mengasihanimu…" Naruto berkata dengan kesal pada Yubelluna yang ada di depannya. Sementara Yubelluna yang mendengar itu langsung menatap tajam padanya. Naruto langsung bangkit dari posisi tertunduknya.
"Namun, jangan harap aku akan mengasihanimu lagi …."
Naruto kembali sudah menghilang dari tempatnya, dan kembali muncul di hadapan Yubelluna. Namun, Yubelluna sudah siap dengan serangan dadakan Naruto. Dia langsung menciptakan lingkaran sihir pertahanan dan menahan tebasan Naruto. Sementara Naruto yang serangannya berhasil di tahan, semakin menekan katananya. Merasa tak berhasil, Naruto sedikit memundurkan tubuhnya. Dan kembali menebaskan katannya secara Vertikal dari bawah dengan kuat.
Dan itu terbukti berhasil, karena kini lingkaran sihir pertahanan milik Yubelluna langsung terbelah, dan langsung menghilang. Yubelluna terkejut melihatnya, dan Naruto memanfaatkan keterkejutan Yubelluna, dengan membuat rasengan yang sudah di lapisi dengan elemen api di tangan Kirinya. Dan, Naruto tanpa ragu langsung menghantamkan-nya pada perut Yubelluna.
'Flame Rasengan'
Yubelluna dengan telak terkena serangan itu, dan saat Rasengan yang berlapis elemen api itu mengenai targetnya. Sebuah kubah energy dari elemen api langsung melahap tubuh Yubelluna. Dan membuat, Yubelluna langsung berteriak kesakitan sebelum menghilang menjadi partikel cahaya.
"Yubelluna …. Queen Riser-sama. Telah keluar dari pertandingan"
Naruto yang baru saja, melompat menjauh, langsung dikejutkan dengan serangan bola api yang mengarah padanya. Membuat jutsu pertahanan sepertinya akan sangat percuma, karena jaraknya yang sudah dekat dengannya, dan Naruto dengan susah payah langsung menghindar kesamping, dan membuat bola api itu hanya menghantam tanah di tempatnya tadi.
"Hehh …. Ternyata kau masih bisa menghindarinya…"
Naruto langsung menatap sang pelaku yang tak lain adalah Riser yang kini masih menawan Seiren, dan juga menyeringai ke arahnya.
"Sekarang lepaskan dia sekarang juga …. Phenex." Naruto memberi penekanan pada setiap perkataannya. Namun, Riser seperti tidak mendengarkannya, dia kini mendekatkan wajahnya pada Seiren, dan kembali melakukan hal yang membuat Naruto semakin terbakar emosi melihatnya.
"Jangan harap aku akan menuruti perkataanmu…." Perkataan itu semakin membuat kemarahan Naruto memuncak. Dia bahkan sampai langsung menundukkan kepalanya dan membuat ekspresinya tak terlihat.
"Ada apa heh …. Sudah menyerah?" Nada Arogan Riser semakin menjadi – jadi. Namun, Naruto hanya diam di tempatnya.
"Apakah aku sudah pernah memukulmu ….?" Naruto menanyakan hal itu dengan nada tanpa emosi. Dan Riser yang mendapat pertanyaan seperti itu, langsung mengangkat sebelah alisnya bingung. Dia tidak mengerti dengan arah pembicaraan dari manusia di depannya itu.
"Apa maksudmu hehh…. Apakah saking frustasinya kinerja otakmu sudah mengalami konsleting?"
"Lupakan …." Naruto menyahut, masih dengan nada tanpa emosinya. Kemudian tanpa mendongakkan kepalanya, Naruto mengangkat sebelah tangannya ke arah Riser "…. Aku akan memberimu kesempatan … lepaskan Seiren sekarang, atau kau akan menyesal Phenex." Nada yang di keluarkan Naruto kini terasa semakin gelap, dan aura yang di keluarkan Naruto terasa berbeda.
Sementara itu, di dalam alam bawah sadar Issei. Sosok Naga merah yang tak lain adalah Ddraig, sang naga yang merupakan salah satu dari Two heavenly dragon. Kini tengah memasang ekspresi terkejut, saat dia merasakan suatu perubahan energi yang tak asing baginya, dan di rasakan datang dari Naruto.
Meski Naruto kini bertanding di dalam sebuah arena yang dipasangi kekai tebal, dia masih bisa merasakan tekanan energy yang dikeluarkan oleh Naruto.
"White One…" Pikir Ddraig sambil memperhatikan pertarungan itu melalui prantara mata dari host-nya.
'Back To Naruto'
Riser menatap tajam Naruto saat mendengar perkataan yang sungguh membuat harga dirinya terasa menurun. Sementara Naruto kini masih mempertahankan posisinya yang kini tengah berdiri tegak, dengan tangan kiri yang tidak memegang apapun kearah Riser. Ekspresinya masih tak terlihat karena dia masih menundukkan kepalanya. Namun, aura yang dikeluarkan Naruto sedikit membuat dia terintimidasi.
"Hehh …. Jangan meremehkanku rendahan …. Memangnya bisa apa kau sekarang hahh …?" Riser berkata dengan agak emosi. Namun, Naruto tak bergeming, namun tekanan di sekitarnya mulai tersa agak memberat. Seiren yang melihat itu menatap pada Naruto dengan cemas.
"Naruto-kun…"
"Ku harap kau tidak akan menyesal …. Phenex …" nada berat nan lirih di keluarkan Naruto. Dia kemudian mengangkat kepalanya dan terlihat tatapan Naruto yang tak berekspresi dan terlihat sangat dingin dan menusuk "…. Dan persiapkanlah dirimu …." Riser menggeram kesal mendengar perkataan barusan, dan tak ingin kalah, dia langsung menatap Naruto dan meningkatkan tekanan Youki miliknya.
"DI-VI-NE…."
'Deg'
Riser langsung diam mematung saat di merasakan sebuah sensasi yang aneh pada tubuhnya. Dia merasakan Youki miliknya menurun sekarang. Dan itu membuat sekapannya paa Seiren mengendur. Seiren mencoba untuk melepaskan diri saat itu juga, Namun Riser sepertinya langsung tersadar, dan kembai menguatkan melingkarkan tangannya pada leher Seiren. Riser kemudian menatap tajam ke arah Naruto yang kini masih memepertahankan dirinya dengan ekspresi datar dan tatapan sedingin es.
"Ku beri kau kesempatan sekali lagi Phenex …. Cepat lepaskan Seiren …. Sekarang!" Naruto memberi Riser kesempatan kembali. dan Riser yang awalnya menggeram kesal, langsung menyeringai saat dia mendapatkan rencana.
"Baiklah …." Riser langsung mendorong Seiren dengan kuat, dan bahkan langsung menendang punggungnya dengan kuat.
"Akkhhh…." Seiren kesakitan. Dan Naruto yang melihat itu melebarkan matanya. Seiren terseret beberapa meter dan berhenti di pertengahan antara dirinya dan juga Riser. Naruto langsung berlari untuk mendekati Seiren.
"…. Terlamabat …" Naruto langsung terkejut saat melihat sebuah bola api besar di lancarkan Riser pada Seiren.
"SEIREN…."
Naruto langsung mengalirkan chakra pada tubuhnya, dan kecepatannya semakin bertambah. Namun, dia sedikit terlambat saat ternyata bola api Riser terlebih dahulu sampai sebelum Naruto bisa menyelamatkan Seiren.
'Dhuar'
"Akkhhhh…" Seiren kembali berteriak kesakitan, dan langsung menghilang menjadi partikel – partikel cahaya. Dan Naruto yang memang sebelumnya sudah mengeliminasi jaraknya, juga terkena dampaknya. Dia dengan telak terkena sedikit serangan Riser, dan terpental kembali ke belakang saat tekanan ledakan menghantamnya dan membuatnya terpental dan terseret lumayan jauh.
Riser yang melihat itu langsung tersenyum puas. Dan semakin puas saat melihat Naruto yang juga terkena serangannya dan kini tengah terbaring dengan posisi terlentang tak bergerak beberapa meter darinya.
Sementara di baku penonton. Rias dan yang lainnya langsung di buat terkejut atas kejadian barusan. Dan yang paling terkejut adalah Rias. Dia mengalami shock saat melihat adiknya dengan telak langsung terkena serangan dari Riser. Air mata sedikit demi sedikit mulai menggenangi pelupuk matanya.
"SEIREN…" Rias berteriak dengan penuh kesedihan. Dan dia langsung pergi dari bangku penonton. Sona dan yang lainnya juga langsung menyusul Rias saat melihat Rias yang mulai pergi.
'Back To Arena'
"Hahahaha …. kau benar – benar ceroboh …. Hahaha…" Riser berkata dengan penuh ke arogannan "…. Kau sudah kalah rendahan…" dan dia menatap penuh merendahkan pada Naruto yang amsih belum bangkit dari posisi terlentangnya. Ravel yang berdiri di kejauhan hanya menatap kejadian itu tanpa berekspresi apa – apa. Riser kembali tertawa dengan arogan dan penuh kepuasan saat itu juga.
Sementara dengan Naruto, dia kini hanya diam dengan posisi terlentangnya. Ekspresi matanya terlihat kosong, memandang ke atas arena yang kini langitnya sudah menjadi aurora. Dia sama sekali tidak memperdulikan tubuhnya yang mengalami luka parah.
"Seiren…." Ucapan lirih penuh penyesalan dikeluarkan oleh Naruto. Selama beberapa menit Naruto masih terus mempertahankan posisinya dan tak melakukan apapun. Naruto memejamkan matanya, dan kilasan mengenai kejadian tadi kembali terbayang olehnya. Ekspresi kesakitan dari Seiren, dan saat dia berteriak kesakitan yang sarat akan derita.
"Hehhh …. Sudah menyerah eehh …. Sepertinya akulah yang memenangkan pertarungan ini… hahaha…"
Suara Riser yang arogan kembali terdengar oleh pendengaran Naruto. Tiba – tiba tekanan energy Naruto kembali berubah. Riser langsung menghentikan tertawa puasnya, dan mengalihkan tatapannya pada Naruto.
"Kau…. Akan …. Mati…" Suara lirih Narut sayup – sayup terdengar oleh pendengarannya. Namun, Riser sama sekali tak memperdulikannya perkataan dan tekanan energy yang dikeluarkan oleh Naruto yang masih berbaring di tempatnya. Riser malah semakin berdiri dengan angkuhnya, dan seringai penuh kemenangan tercetak pada wajahnya.
"Hehhh …. Memangnya kau bisa apa dengan tubuh tak berdayamu itu heh?" Riser berkata dengan angkuhnya. Namun, Naruto tak menjawabnya sama sekali. Dan kini tekanan energy Naruto semakin terasa berat, namun Riser kembali tidak memerdulikannya. Sementara Ravel dari kejauhan yang merasakan tekanan energy yang terasa bercampur dan mencekam yang di keluarkan Naruto, mulai merasakan takut. Dia langsung menatap sang kakak dengan tatapan cemas saat merasakan akan adanya hal buruk.
Tekanan energy itu semakin terasa jelas dikeluarkan oleh Naruto. Dan sebuah pusaran angin langsung mengelilingi tubuhnya. Dan entah bagaimana, pusaran angin itu langsung mengangkat posisi tubuh Naruto, dan membuatnya kini langsung berdiri dengan tegap, dan ekspresinya sama sekali tidak terlihat karena dia menundukkan kepalanya.
"Kau …. Akan …. Mati." Suara lirih tanpa ekspresi namun sarat akan penekanan kini kembali terdengar dari Naruto. Dan Riser yang mendengarnya mulai sedikit jengah juga. Dia kemudian langsung mengangkat tangannya ke depan pada Naruto. Dan menciptakan lingkaran sihir khas miliknya.
"Hehh …. Sebelum itu, kau yang akan mati terlebih dahulu…"
Stelah mengatakan itu Riser langsung menembakkan bola api besar dari lingkaran sihir miliknya, dan dengan cepat mengarah pada Naruto yang kini masih berdiri di tempatnya dengan menundukkan kepala. Riser yang melihat itu semakin memperlebar Seringaian-nya karena Naruto sama sekali tak bergeming dari tempatnya.
Bola api besar itu semakin dekat mengenai Naruto, dan Naruto sama sekali tak bergeming dari tempatnya. Namun, kini tangan kirinya mulai terselimuti aura berwarna orange. Dan di telapak tangannya juga mulai tercipta sebuah bola hitam seukuran bola basket, dan Naruto langsung mengangkat tangan kirinya ke depan, ke arah bola api besar yang kini tengah melesat ke arahnya.
'BOOOMMM'
Ledakan besar langsung tercipta di tempat Naruto. Asap dan debu hasil ledakan langsung menutupi tempat dimana Naruto berada. Dan Riser yang melihat serangannya berhasil mengenai target langsung menyeringai senang. Namun seringai di wajahnya langsung menghilang, saat melihat siluet sesuatu di balik asap yang mulai menipis.
Dan saat asap dan debu menghilang, Riser langsung menggeram kesal, saat melihat di tempat Naruto, kini sudah ada sebuah kubah hitam yang tercipta di sana. Dan Riser semakin menggeram kesal, saat kubah itu menghilang dan memperlihatkan Naruto yang kini masih berdiri di tempatnya dan masih menundukkan kepalanya. Sehingga membuat Riser tak bisa melihat ekspresinya.
Namu, Riser langsung sedikit terlonjak kaget saat Naruto dengan cepat mendongakkan kepalanya, dan langsung menatap ke arahnya dengan tajam dan penuh kemarahan. Namun, yang membuatnya terlonjak kaget adalah saat melihat mata Biru milik Naruto. kini Riser bisa melihat mata biru Naruto mulai bercahaya dan dari pupil mata birunya terlihat satu buah bintik yang membentuk seperti tanda koma, yang kini mulai berputar dengan ganasnya.
Dan saat itulah, Riser bisa merasakan tekanan energy Naruto mulai terasa meningkat dan mencekam. Dia kini merasakan tiga aura yang terasa tercampur aduk dan mulai menyatu pada diri Naruto. Riser sama sekali tak tau mengenai energi asing yang dia rasakan itu. Namun, dia sedikit bisa merasakan aura iblis yang di keluarkan ole Naruto.
"Akan ku buat kau menderita Phenex…" Suara berat Naruto barusan langsung membuat Riser tersadar. Dia kini menatap Naruto yang masih berdiri di tempatnya, dan menatap dirinya dengan penuh kebencian menggunakan mata biru yang aneh menurutnya. Dan kini kedua tangan Naruto mulai tertutupi dengan Power Of Destruction di tangan kiri, dan sebuah aura berwarna orange di tangan kanannya.
Dan Riser langsung kembali di buat terkejut saat dalam sekejap mata, Naruto sudah menghilang dari tempatnya berdiri dan kini sudah berada tepat di hadapannya, dan Naruto langsung melancarkan sebuah pukulannya menggunakan tangan kanannya yang dilapisi oleh aura orange. Riser yang tak bsia menghindar, langsung menahan pukulan itu dengan menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya.
'Duak'
Riser langsung terpental kebelakang dan terseret saat menerima pukulan kuat dari Naruto yang bahkan menciptakan sebuah daya kejut. Dan Riser kembali mengalami rasa sakit, saat Naruto yang tiba – tiba sudah ada di belakang dan menunggunya. Kembali melancarkan serangan dengan telapak kaki yang di angkat, dan membuat Riser yang masih terseret langsung di sambut dengan tendangan pada perutnya.
"Arghhh …." Riser kesakitan aat menerima tendangan itu.
Namun, Naruto tak memberikan kesempatan pada Riser, dia langsung kembali melancarkan serangan bertubi – tubi dengan kepalan tangannya yang sudah dilapisi chakra Kurama dan juga Power of Destruction. Dan Riser yang tak bisa apa – apa dengan telak menjadi bulan – bulanan dari Naruto. Pukulan – pukulan kuat terus dia rasakan pada sekujur tubuhnya. Lalu Naruto kemudian langsung melakukan pukulan Uppercut pada dagu Riser dengan kuat menggunakan tangan kanan.
Dan itu membuat Riser langsung terpental melayang ke atas. Naruto kembali menghilang dari tempatnya berdiri, dan langsung ada di atas tubuh Riser dan kembali melayangkan sebuah pukulan dengan tangan yang sudah di satukan, dan langsung memukul Riser dengan kuat, dan membuatnya langsung menukik dengan tajam menghantam permukaan.
"Arggghhhh…." Riser kesakitan saat tubuhnya menghantam permukaan dan menciptakan kawah lumayan besar di tempatnya. Riser meringis kesakitan di tempatnya terbaring sekarang. Riser kembali mengalihkan tatapannya pada Naruto yang kini masih di udara. Dia bisa melihat di telapak tangan Naruto kini sudah ada sebuah energy berwarna hitam, dan di arahkan padanya.
'Power of Destruction'
Power of Destruction langsung melesat pada Riser yang masih terbaring di bawah. Riser yang melihatnya langsung membuat sihir pertahanan dan langsung menahan serangan itu dengan lingkaran sihir miliknya.
'Dhuarr'
Ledakan kembali tercipta di pertandingan itu. Naruto langsung mendarat dengan mulus di tanah dan menatap tempat Riser yang kini sudah tertutupi oleh asap hitam pekat. Lalu dari kepulan asap itu Riser langsung keluar dari sana dengan menggunakan sayap apinya dan terbang melayang di udara luka di tubuhnya mulai beregenerasi secara perlahan. Naruto hanya menatap hal itu dengan datar, dan mata biru yang kini mempunyai satu Tomo itu kembali berputar mengelilingi pupil matanya dengan cepat.
Sementara Riser langsung menatap tajam pada Naruto yang kini berada di bawahnya dan menatapnya dengan datar tanpa emosi sedikitpun. Dia langsung menggeram kesal melihat itu.
"SIALANNN KAU MANUSIA RENDAHAN…..!"
Riser langsung menembakkan bola – bola api kembali pada Naruto, namun Naruto dapat mengatasinya dengan menciptakan dinding tanah di depannya. Sehingga serangan Riser sama sekali tak mengenai Naruto. Riser terbawa emosi melihat serangannya berhasil kembali di blok. Dia dengan terang – terangan langsung terbang menukik ke arah Naruto yang kini berdiri menatapnya.
Kedua Kepalan tangan Riser kini sudah tertutupi oleh api, dan Riser terus mengeliminasi jaraknya dengan Naruto. Naruto sendiri tak bergeming, namun dia langsung mengangkat tangan kanannya pada Riser, sebuah aura berwarna biru muda langsung menutupi tangannya.
"Divine…"
Riser langsung kehilangan keseimbangannya saat energy youki miliknya kembali berkurang dengan drastis. Dan karena itu juga, kini Riser tak bisa mempertahankan sayap apinya, sehingga membuat tubuhnya dengan cepat langsung menghantam tanah. Dan sial untuknya karena kini dia meluncur ke arah Naruto yang kini sudah menunggu di tempatnya berdiri.
Naruto kemudian mengangkat kaki kanannya dengan posisi lurus, dan saat Riser sudah tepat berada di hadapannya. Naruto langsung mengayunkan kakinya dengan cepat dan melancarkan Axe kick yang tepat mengenai bagian kepala belakang Riser. Dan membuat kepalanya langsung tertanam di tanah,
"Ini adalah balasan untuk Seiren…" Naruto mengatakan hal itu dengan datar tak beremosi. Riser yang kini masih diam di dengan posisinya. Dia sama sekali tak bergerak sedikitpun. Naruto yang melihat hal itu kemudian mulai memundurkan tubuhnya, dan menatap tubuh Riser tanpa emosi. Di tangannya, kini dia menciptakan jutsu andalan dirinya.
Rsengan mulai terbentuk di tangannya, dan ukurannya semakin membesar dan juga putarannya semakin kencang. Kemudian di pinggirannya juga mulai terbentuk sebuah sisi tajam, dan kini mulai membentuk seperti shuriken. Riser tak bergerak dari posisinya, dan Naruto kini mulai mengangkat tangannya ke atas.
"Ini adalah akhir untukmu. Phenex…. Jangan salahkan aku atas apa yang menimpa dirimu …. Salahkan dirimu sendiri yang selalu bersikap sombong dan arogan."
Naruto kemudian bersiap untuk melemparkan Rasenshuriken miliknya ke arah Riser yang kini masih tak bergeming dari posisinya. Bahkan untuk mengangkat kepalapun dia tak melakukannya dan Naruto tak terlalu peduli akan hal itu.
"Ini …. Adalah akhir …. Phenex." Dan Naruto-pun langsung mengambil ancang – ancangnya.
'RasenShu-…."
.
.
"Hentikan…."
'Grep'
.
.
.
.
.
.
.
.
.::.:.:Atarashi Seikatsu:.:.::.
.
TBC
One Ok Rock_-_Etcetera
XxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxX
.
And Cut…..
Yeah …. Maaf ane update telat …. Ugh … kemarin rencana updatenya, tapi karena lagi sial … ane tak sempat update karena kehabisan paket data, ditambah ane semakin sial karena opr. Yang ane pake sedang gangguan dan tak bisa mengisi pulsa dari kemarin sampe sekarang.
Hahh …. Lupakan hal barusan. Oke untuk chap 14 ane gak bisa ngomong apa – apa lagi deh. Sebenarnya arc Riser awalnya masih menyisakan 3 chapter, namun karena ane pengen cepet2 kelar. Ane bikin menyusut aja chap 14 ini yang awalnya juga terbagi lagi. Dan chap besok adalah akhir dari Arc-II dan chap 16 sudah masuk arc baru.
Oke …. Mungkin hanya itu saja. Selebihnya kalian bisa menanyakan langsung di kolom Riview dan ane akan membalasnya di chap berikutnya.
Oke … Read if you like it. And don't forget to leave a message dan your effect. And Thanks to you who always supported me during this.
Oke Sekian…
Sanmpai jumpa di chap depan. See you
R
I
V
I
E
W
