Summary
Aku menyukaimu, tapi aku takut.
Mungkin aku terlihat baik – baik saja
Mungkin aku terlihat kuat
Tapi hatiku bagaikan kertas.
.
.
Warning : It's YAOI! DLDR ! TYPO(s) ! NO BASHING! NO PLAGIAT!BAHASA TIDAK SESUAI EYD!
Cast
Oh Sehun as Wu Sehun
Kim Jongin
other
Cast milik diri mereka sendiri,orang tua dan agensinya. Tapi fict ini asli buatan otak author
Jika ada kesamaan unsur, alur,tema,konflik maupun kalimat itu adalah unsur ketidaksengajaan dan apabila terjadinya typo berlebihan itu adalah unsur kekeliruan -.-
Rated : T
Hope you like this story!
OohSehoonie present….
"Paper Heart"
Chapter 2
.
.
.
"Memangnya dengan siapa saja kau berkenalan hari ini huh?" Yifan langsung menyerang Sehun dengan berbagai pertanyaan setelah melihat pesan origami yang di letakkan pada loker Sehun
"Ehm, itu, dengan seseorang bernama Park Chanyeol. Dia yang membantuku membawa buku ke lokerku" ujar Sehun sambil memasang pose berpikir
"Kau sebangku dengan siapa?"
"Kalau tidak salah, namanya Kim Jongin. Kau tau hyung, aku takut padanya" Sehun memasang wajah ketakutannya sambil memikirkan pembicaraannya dengan Jongin saat istirahat tadi
"Dari semua anak dalam kelasmu, kenapa kau memilih duduk bersama dia?" tanya Yifan
"Lee seonsaengnim yang mengaturnya hyung. Lagipula, kenapa kau dan Junmyeon sunbae sangat khawatir jika aku berdekatan dengan Jongin?" Sehun masih bingung kenapa Kim Jongin dikenal hampir oleh seluruh siswa sekolahnya. Bahkan hyungnya yang tidak terlalu peduli dengan urusan orang lain pun mengenal anak itu.
"Dari mana kau kenal Junmyeon?" Yifan mengabaikan pertanyaan Sehun. Ia lebih tertarik dengan pembicaraan tentang Junmyeon.
"Tadi pagi kami berkenalan, dia juga yang mengantarku ke kelas"
"Apa Junmyeon tau letak lokermu?" tanya Yifan curiga
"Ani. Dan aku rasa bukan Junmyeon sunbae yang mengirimiku origami ini, jika itu yang hyung pikirkan"
"Apa kau yakin?" Yifan melihat adiknya mengangguk pasti "Jika Junmyeon yang mengirim ini akan kupastikan kau kembali ke Beijing Sehun"
"Hyung, jangan bilang kau suka padanya?" kali ini Sehun balik bertanya pada Yifan
"Eh? Tidak. Yang benar saja. Aku hanya tidak ingin kau bersekolah disini hanya untuk mencari kekasih"
"Benarkah?" tanya Sehun sambil tersenyum penuh arti pada hyungnya
"Sudah jangan kau bahas lagi, lebih baik kau pikirkan siapa yang mengirimimu lipatan kertas ini" ujar Yifan sambil menunjukkan origami berbentuk hati yang sedari tadi dipegangnya
"Menurutmu siapa hyung?" tanya Sehun
"Entahlah. Tapi yang jelas kau sudah kenal orang itu karena dia menulis disini agar kau tidak melupakan namanya. Karena Junmyeon sudah jelas tidak akan berbuat hal seperti ini, bisa jadi ini ulah Chanyeol"
"Lalu Jongin? Kenapa hyung tidak mencurigainya?"
"Jongin tidak akan menyukaimu" ucap Yifan pasti, dan membuat Sehun mengernyit heran
"Kenapa?"
"Dengar Sehun, kau ini memang manis, cukup cantik untuk ukuran namja dan walaupun tinggimu hampir menyamaiku kau masih terlihat menggemaskan. Tapi Jongin sama sekali tidak akan tertarik padamu"
"Hyung,kenapa kau begitu yakin? Kau sangat mengenal Jongin ya?"
"Bukan. Dia itu aneh. Tidak pernah tertarik pada apapun. Bahkan saat upacara penerimaan murid baru dia tidak mau menuruti apa yang anggota osis perintahkan. Anehnya, Jumnyeon sebagai ketua osis tidak memarahinya sama sekali."
"Jadi?"
"Sudah jelas dia tak akan melakukan hal-hal picisan seperti mengirim surat dan menaruhnya di lokermu. Apalagi yang berbentuk hati begini, mana mungkin Jongin bisa membuat origami seperti ini. Sudahlah, aku tau Jongin itu lumayan keren tapi jika kau berharap dia yang mengirimimu surat ini, lebih baik kau hentikan khayalanmu itu sebelum kau kecewa" ujar Yifan sambil menepuk-nepuk bahu Sehun.
"Aku tidak berharap dia melakukan itu!" bantah Sehun. Ia kan hanya memikirkan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi
"Ya sudah, bagus kalau begitu. Dan saranku, coba besok kau pinjam saja catatan Chanyeol. Siapa tahu tulisan di catatannya sama seperti tulisan di surat ini. Dengan begitu kita bisa membuktikan bahwa Chanyeol lah yang mengirim ini"
.
.
.
Sehun memutuskan mengikuti saran hyungnya. Ia akan meminjam catatan Chanyeol saat namja itu datang dan mencocokan tulisannya dengan tulisan si pengirim origami.
"Hei Sehun, mau ikut kami ke kantin?" Baekhyun datang menepuk bahu Sehun
Ini masih pagi, bahkan di kelas baru ada beberapa murid. Sehun ragu kantin mereka sudah buka
"Kyungsoo bilang dia lapar. Kantin juga sudah buka beberapa menit lalu" ujar Baekhyun lagi seakan bisa membaca pikiran Sehun
"Baiklah" Tidak ada salahnya mengikuti mereka. Sehun juga bisa sekalian menghafal letak kantin mereka
"Mau makan apa nanti Hun?" tanya Baekhyun
Sehun menggeleng "Aku sudah makan tadi pagi"
"Ayolah, kau juga harus makan. Kyungsoo akan mentraktir kita. Iya kan Kyung?"
"Diam kau Baek, awas saja sesudah aku traktir kau malah membocorkan perkataanku tadi ke semua orang"
"Kyungsoo akan mentraktir kita agar kita tak membocorkan rahasianya"
"Diamlah Baek, cepat katakan kau mau makan apa?"
"Tolong strawberry cake dan milkshake strawberry juga" ujar Baekhyun seolah dia sedang memesan pada pelayan café
"Cih, gayamu Baek. Dan Sehun, kau mau apa?"
"Em, tidak usah Kyungsoo. Aku kan tidak tau apa-apa tentang rahasiamu, traktir saja Baekhyun"
"Kalau begitu akan kuberitahu rahasia Kyungsoo"
"Aih, diamlah Baek, kau sudah berjanji padaku agar tidak memberitahu siapapun"
"Baiklah, baiklah. Cepat pesan makanannya dan datang kesini lagi" ujar Baekhyun
Baekhyun melirik Sehun dan tersenyum "Kau pasti penasaran kan dengan pembicaraanku dengan Kyungsoo"
"Tidak juga" Sehun bingung harus menjawab apa. Ia memang sedikit penasaran, tapi mereka kan baru berkenalan jadi Sehun rasa dia harus tau batasannya
"Ais, kau ini tidak asik. Ya sudah, akan kuberitahu saja. Kyungsoo suka pada Chanyeol, sebenarnya dia sudah menyukai Chanyeol sejak lama dan aku sudah menyadarinya. Hanya saja anak itu baru mau mengakuinya tadi pagi dan untungnya aku berhasil merekamnya –" ujar Baekhyun sambil terkikik. Tidak menyadari Kyungsoo sudah kembali dan mendengar percakapan mereka
Sehun hanya tersenyum melihat Kyungsoo yang seperti ingin mengamuk. Dia berusaha memberitahu Baekhyun namun namja itu terlalu sibuk dengan ocehannya.
.
.
.
"Ayolah Kyung, hanya Sehun. Anak itu masih polos dia tidak akan buka mulut pada siapapun" Baekhyun masih dalam usahnya merayu Kyungsoo yang sedang merajuk karena insiden tadi pagi
"Kyungie, berhentilah bersikap seperti anak kecil" ujar Baekhyun sambil menarik-narik lengan baju Kyungsoo
"Kau yang seperti anak kecil Baek, hentikan itu" ujar Kyungsoo tanpa mau menatap Baekhyun
"Kyungiee, jebal. Maafkan aku" ujar Baekhyun memelas.
Sehun sendiri, yang menjadi bibit pertengkaran Kyungsoo dan Baekhyun hanya bisa diam mendengarkan pertengkaran kecil itu. Walaupun hanya pertengkaran biasa di kalangan teman, Sehun merasa bersalah pada Kyungsoo. Namja itu tidak mau ada yang mengetahuinya menyukai Chanyeol, dan sialnya Baekhyun malah memberitahunya.
Andai saja dia tidak ikut bersama dua orang itu tadi pagi, mungkin ia tak akan merasa bersalah seperti ini.
"Jangan dengarkan mereka. Baekhyun dan Kyungsoo memang seperti itu sejak masuk sekolah"
Sehun melirik Chanyeol yang sudah duduk di depannya, dia sampai tak menyadari kehadiran Chanyeol karena sibuk memikirkan Kyungsoo dan Baekhyun.
"Lupakan saja mereka. Memangnya apa yang menjadi masalah mereka berdua sampai kau juga ikut terlibat di dalamnya?" Chanyeol baru saja menyuruhnya melupakan kejadian bersama Baekhyun dan Kyungsoo, tapi dia juga yang mengingatkan Sehun pada masalanya. Dasar.
"Itu, Kyungsoo akan lebih marah lagi jika aku memberitahukannya pada orang lain" ujar Sehun
"Aku mengerti"
Sehun tersenyum. Syukurlah Chanyeol tidak benar-benar berniat mengetahuinya
"Mau istirahat denganku Sehun?"
"Bukankah ini belum waktunya istirahat?" tanya Sehun sambil melirik jam dinding yang terpasang di depan kelasnya
"Yah, biar saja. Lagipula, para seonsaengnim sedang rapat dan aku sudah lapar"
"Ajak saja yang lain. Aku tidak lapar" ujar Sehun pelan, dia memang sedang tidak ingin ke kantin.
"Hahaha" Sehun memandang Jongin heran, anak ini bukannya sedang tidur tadi? Kenapa tiba-tiba bangun dan tertawa seperti itu.
"Kau baik-baik saja Jongin?" tanya Sehun takut-takut Jongin kesurupan
"Ya, ya. Aku baik-baik saja Sehun"
"Berhenti bertingkah aneh Jong. Sehun lebih baik kau ikut aku saja daripada disini bersama orang seperti dia" Chanyeol masih berusaha mengajak Sehun
"Dia sudah menolakmu barusan Yeol"
"Diam Jongin, Sehun hanya sedang tidak ingin ke kantin"
"Sudahlah Chanyeol,aku akan menemanimu tapi kita pergi saat istirahat saja. Aku takut seonsaengnim masuk saat kita pergi ke kantin" Bohong. Sehun sama sekali tidak perduli tentang itu, ia hanya tak ingin Jongin dan Chanyeol berdebat karenanya. Cukup Kyungsoo dan Baekhyun saja yang sedang bertengkar karenanya.
.
.
.
"Sehun, kan sudah hyung bilang untuk menunggu di kelas. Kau ini keras kepala sekali"
"Aku tidak akan hilang hyung, lagipula ada Chanyeol yang menunjukan jalan"
"Tetap saja, kau ini kan mudah tersesat. Kalau kau hilang hyung yang repot"
"Aku bukan anak kecil, dan ini di sekolah. Bukan di jalan raya atau taman bermain yang besar"
"Sekolah ini lumayan besar kok" Chanyeol masuk ke dalam pertengkaran kakak beradik Wu
"Diam Chanyeol" ujar Sehun dan Yifan bersamaan.
"Oke, oke. Lanjutkan saja pertengkaran kalian, aku akan kembali ke kelas saja" ujar Chanyeol
"Seberapa dekat kau dengannya?" tanya Yifan saat Chanyeol sudah pergi
"Hyung, berhenti menanyakan hal-hal aneh padaku"
"Hei, memangnya kau tak penasaran siapa yang mengirimu origami itu?"
Sehun menggeleng "Nanti juga dia akan memberitahu siapa dirinya sendiri hyung"
"Aku benar-benar berharap dia itu Chanyeol, dan bukan Junmyeon" ucap Yifan sambil meminum soda yang tadi dibelinya
Chanyeol ya, sebenarnya tidak apa-apa sih jika orang yang mengiriminya surat origami adalah Chanyeol. Masalahnya adalah sekarang Sehun tau bahwa Kyungsoo menyukai Chanyeol, ia kan semakin merasa bersalah jika orang yang mengiriminya origami itu benar-benar Chanyeol
"Semoga saja bukan Chanyeol" gumam Sehun pelan
"Jadi kau berharap itu Junmyeon yah?" tanya Yifan panik
"uh? Bukan begitu juga hyung, aku hanya tidak berharap orang itu adalah Chanyeol"
"Kenapa? Apa kau menyukai Junmyeon jadi berharap Junmyeon yang mengirimimu origami itu huh?"
"Jangan menarik kesimpulan sendiri idiot. Aku hanya tak ingin saja. Lagipula, hyung ini aneh sekali sih, kenapa juga kalau misalnya orang yang mengirim itu adalah Junmyeon hyung?"
"Itu, kau tau sendiri kan, fans Junmyeon itu banyak. Aku hanya tak ingin saja kau di serang oleh mereka" kata Yifan cepat, berusaha menyembunyikan kegugupanya namun tak berhasil
"Banyak alasan" ujar Sehun seraya bangkit meninggalkan hyungya
"Hei, tunggu Sehun. Kau bisa tersesat"
.
.
.
"Chanyeol, bisa kupinjam catatan matematikamu?" Sehun datang menghampiri Chanyeol yang sedang sibuk memainkan game di ponselnya
"Kapan mau di kembalikan?" tanya Chanyeol sambil menyerahkan buku catatannya
"Aku hanya ingin memfotonya saja, akan kusalin dirumah nanti. Jadi hanya kupinjam beberapa menit saja"
Sehun kembali ke tempat duduknya dan mulai memotret catatan Chanyeol, dia akan menyuruh Yifan saja yang membandingkan tulisan Chanyeol dengan tulisan si pengirim. Agar hyungnya tidak menanyainya hal-hal aneh sepanjang waktu.
Setelah selesai, ia melirik Jongin yang sedang menulis entah apa di bukunya. Sehun mencoba untuk melirik ke arah tulisan yang ditutupi Jongin dengan tangannya sebelum namja itu menutupi bukunya.
"Jangan suka mengintip Sehun"
"Aku tidak melakukannya" elak Sehun
"Kau ini masih bisa menyangkal padahal sudah ketahuan"
"Aku hanya penasaran. Salahmu sendiri kenapa malah menutupinya dariku"
"Kenapa kau tidak meminjam catatan dariku saja?" Jongin mengabaikan pertanyaan Sehun
"Huh?"
"Kenapa harus catatan Chanyeol yang kau pinjam? Padahal aku ada di sampingmu sejak tadi"
"Kenapa kau malah mengalihkan pembicaraan?" Sehun bingung harus menjawab apa sebenarnya.
"Kau benar-benar penasaran ya? Ini lihatlah" ujar Jongin sambil menyerahkan buku yang daritadi ditulisinya "Sekarang beritahu kenapa kau memilih meminjam catatan Chanyeol daripada punyaku?"
"Memangnya catatanmu lengkap? Kemarin saja kulihat kau memilih tidur daripada mencatat. Kalau aku pinjam padamu mungkin aku hanya akan mendapat buku kosong"
Sehun melirik Jongin yang diam, tak membalas ucapannya. Ia sendiri bingung kenapa Jongin tiba-tiba diam, akhirnya Sehun memilih melihat-lihat buku yang diserahkan Jongin. Ternyata buku sketsa yang dipenuhi gambar dan lipatan-lipatan aneh menurut Sehun.
"Gambarmu bagus" puji Sehun
"Aku ingin jadi mangaka"
"Harusnya kau masuk saja ke sekolah seni" ujar Sehun sambil terus membalik lembaran kertas yang dipenuhi gambar Jongin
"Appa eommaku tidak akan mau"
"Kenapa?"
"Kau tak perlu tau" ujar Jongin
"Baiklah, baiklah" Sehun berusaha tidak peduli, dia tau setiap orang memiliki privasi dalam hidupnya. Namun, walaupun otaknya sudah berpikiran seperti itu, tetap saja Sehun penasaran "Jongin, apa ini ada dalam imajinasimu? Kenapa pemandangannya indah sekali?"
"Itu ada di belakang rumahku. Gambarnya belum selesai" Jongin mengambil kembali bukunya dari tangan Sehun
"Yang benar saja? Rumahmu di dekat hutan?"
"Hmm" gumam Jongin sambil meneruskan gambarnya
"Kemarikan, aku belum melihat semuanya. Nanti saja kau lanjutkan gambarmu" Sehun menarik-narik buku Jongin
Jongin hanya bisa pasrah memberikan bukunya pada Sehun karena jika tidak dilepas, bisa dipastikan bukunya akan robek beserta gambar-gambar di dalamnya
"Woah, kau benar-benar berbakat Jongin. Lain kali gambarkan aku sesuatu yang indah" Sehun terkagum-kagum melihat gambar Jongin
"Jangan lihat bagian belakang" ucap Jongin
"Kenapa?"
"Jangan terlalu banyak bertanya Hun, patuhi saja"
"Kau membuatku penasaran" Sehun baru ingin membuka lembar belakang namun Jongin langsung menarik kembali bukunya
"KUBILANG JANGAN DIBUKA!" bentak Jongin pada Sehun
"Ma-maaf Jongin" Sehun yang tiba-tiba dibentak seperti itu hanya bisa menunduk ketakutan
BRAK!
Jongin mendorong mejanya sampai terjatuh dan menimbulkan bunyi yang cukup keras. Sekarang seluruh siswa di kelas menaruh perhatian pada Jongin dan Sehun. Bahkan anak dari kelas lain yang sedang lewat berhenti di koridor dan mengintip ke dalam kelas mereka karena suara yang ditimbulkan Jongin
"KAU INI BENAR-BENAR KERAS KEPALA"
"Hei,kendalikan dirimu" Chanyeol mendorong Jongin agar menjauh dari Sehun kemudian menarik Sehun keluar kelas
"Sehun? Kau tidak apa-apa?" tanya Chanyeol saat mereka sampai di luar. Banyak anak yang memperhatikan mereka berdua
"Sehun, jangan bilang kau yang bermasalah dengan Jongin?" Junmyeon datang dan menanyai Sehun
"Ne hyung. Aku tidak sengaja membuatnya marah"
"Sudah kubilang jangan berurusan dengannya. Apa dia memukulmu? Apa Yifan tau?"
"SEHUN!" baru saja Junmyeon menyebut nama Yifan, hyung Sehun itu sudah berlari kearah mereka
"Apa dia melukaimu?" tanya Yifan panik, namja itu mulai memeriksa kepala dan tangan Sehun
"Ayo ke ruang kesehatan" Yifan menarik tangan Sehun tanpa memperdulikan Chanyeol dan Junmyeon yang memandang kepergian mereka berdua.
.
.
.
"Jangan dekat-dekat dengannya lagi Sehun. Hyung tidak akan bisa membantumu karena kita tidak sekelas. Walaupun kelas kita lumayan dekat, tetap saja kau bisa dilukai duluan olehnya" ujar Yifan sambil memeriksa punggung dan perut Sehun
"Sudah kubilang dia tidak melukaiku hyung. Hanya membentakku saja, ini juga salahku"
"Terserah apa katamu Hun, tapi yang jelas hyung tidak akan membiarkannya begitu saja"
"Jangan mencari masalah hyung, biarkan saja. Jongin bahkan tidak menyentuhku sedikit pun. Jangan berlebihan. Ayo kembali ke kelas"
"Tidak, kau diam saja disini. Aku yang akan kembali ke kelas dan memberitahu seonsaengnim kalau kau sakit"
"Tidak mau, kalau hyung pergi aku juga ikut"
"Dasar manja" Yifan mengambil ponsel dari sakunya dan menelpon seseorang
"Yeol? Bisa ijinkan aku dan Sehun?" ujar Yifan pada orang di ujung line telepon
"…"
"Ya, Sehun masih ketakutan pada Jongin. Dan aku harus menemaninya" jawab Yifan sambil melirik Sehun "Oh, dan ingat hari ini kita latihan. Jangan datang terlambat"
"Hyung, apa kau dekat dengan Chanyeol?"
"Hanya karena kita satu tim basket. Aku ketuanya, jadi wajar saja aku mengenal semua anggotaku"
"Apa Chanyeol menyukai seseorang?"
"Entahlah, jika yang mengirimu origami itu adalah Chanyeol, berarti dia sedang menyukaimu"
"Kurasa bukan hyung, tulisan mereka berbeda. Aku sudah melihat tulisan Chanyeol tadi" ujar Sehun sambil mengambil ponselnya dan menunjukkan foto catatan Chanyeol pada Yifan
Yifan sendiri mengambil kertas origami yang disimpannya, diam-diam ia juga membandingkan tulisan tangan Junmyeon dengan si pengirim origami
"Lalu siapa? Apa mungkin si pengirim ini mengubah tulisannya agar tak ketahuan?"
Sehun menggeleng, dia tiba-tiba berharap jika si pengirim adalah Jongin.
"Sehun" raut wajah Yifan mendadak jadi serius
"Kau ini kenapa hyung?"
"Kalau misalnya Junmyeon yang mengirimin ini bagaimana? Aku baru ingat dia terlihat sangat khawatir padamu tadi. Aneh sekali dia tiba-tiba muncul seperti itu"
"Dia ketua osis hyung, wajar saja kalau dia sedang mengecek anak-anak yang berada di luar saat jam pelajaran" ujar Sehun "Jangan khawatir hyung, aku tidak akan mengambil Junmyeon-mu" Sehun terkikik geli saat melihat wajah Yifan memerah
"Aih, hyung. Kau membuatku malu. Kemana sikap sok dinginmu itu? Kenapa setiap membicarakan Junmyeon hyung kau jadi malu begini?"
"Hei, diamlah bocah. Kau ini benar-benar nakal" ucap Yifan sambil mencubiti Sehun
"Tapi janji oke, jangan sampai membuat Junmyeon benar-benar suka padamu. Juga, jangan terlalu dekat dengan Jongin. Hyung tau kau sangat ketakutan tadi"
"Jongin sangat menakutkan tadi. Hiks" Sehun memeluk hyungnya "Untung ada Chanyeol. Hiks, kalau tidak ada..hiks..Chanyeol,mungkin hiks"
"Hei, hei Sehun diamlah. Yatuhan, aku lupa kau ini selain manja sangat cengeng dan penakut" Yifan panik saat dongsaengnya tiba-tiba memeluknya dan menangis seperti ini
"Hyung, kau ini..hiks jahat sekali. Hiks.. harusnya kau menghiburku"
"Hei, aku disini menemanimu Sehun, memangnya dimana lagi kau bisa memiliki hyung sebaik diriku?"
"Hiks"
"Jangan menangis lagi oke? Nanti kita beli bubble tea sepulang sekolah"
"Benarkah? Wah, hyung kau yang terbaik"
"Aduh, dasar anak ini"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Ini apa coba? Kenapa Sehun childish banget disini? Maafkan author hanya merindukan moment Krishun, jadi di fanfic ini Kaihunnya masih sedikit. Tapi bisa dipastkan chapter depan bakal penuh dengan Kaihun walaupun Krishun masih nyempil begitu pula dengan Chanhun. Kangen aja masa di mana Sehun masih imut, sekarang mah jadi manly, walaupun kalau udah sama Jongin imutnya bakal keluar lagi.
Btw, adakah yang udah nntn teaser Sing for You? Itu Kai kenapa sexy amat, pake ngedance di tengah salju lagi. Tapi, yang author pertanyakan adalah dimana SEHUN? author jengkel banget kalo udah ngeluarin Winter Album pasti deh bagian Sehun sama Xiumin jadi dikit, mulai dari part nyanyi sampe muncul mukanya juga jarang banget di MVnya. Semoga kali ini maknae dan hyung tertua kita banyak dapet bagian, walaupun bukan part nyanyinya, setidaknya muka Sehun harus muncul paling tidak lebih dari 30 detik di MV lah. Kesian kan muka bagus gitu malah gak di tampilin /plak/
Ff ini udah lumayan panjang kan? Yaudah karena author udah ngabulin permintaan reader supaya ff ini dipanjangin, author juga minta supaya yang review juga di tambahin dong~ eheheh
Ppyong~!
