Summary
Aku menyukaimu, tapi aku takut.
Mungkin aku terlihat baik – baik saja
Mungkin aku terlihat kuat
Tapi hatiku bagaikan kertas.
.
.
Warning : It's YAOI! DLDR ! TYPO(s) ! NO BASHING! NO PLAGIAT!BAHASA TIDAK SESUAI EYD!
Cast
Oh Sehun as Wu Sehun
Kim Jongin
other
Cast milik diri mereka sendiri,orang tua dan agensinya. Tapi fict ini asli buatan otak author
Jika ada kesamaan unsur, alur,tema,konflik maupun kalimat itu adalah unsur ketidaksengajaan dan apabila terjadinya typo berlebihan itu adalah unsur kekeliruan -.-
Rated : T
Hope you like this story!
OohSehoonie present….
"Paper Heart"
Chapter 5
.
.
.
"Sehun, bisa kita bicara sebentar?" Chanyeol duduk di hadapan Sehun yang sedang beristirahat setelah berlari 3 kali mengelilingi lapangan
"Ya, bicara saja" ujar Sehun sambil mengipasi dirinya. Dia benar-benar kelelahan setelah berlarian di tengah terik matahari. Sedikit merutuki cuaca bulan ini yang tidak menentu. Bukankah seharusnya sudah ada salju? Kenapa malah matahari yang muncul setelah hujan kemarin.
"Mungkin kita bisa mencari tempat yang lebih tepat" Chanyeol melirik Kyungsoo dan Baekhyun yang memang berada di samping Sehun.
Sehun sendiri bingung, memangnya apa yang ingin Chanyeol bicarakan padanya sampai Kyungsoo dan Baekhyun tidak boleh mendengarnya? Ia juga bisa melihat pandangan Kyungsoo padanya, seakan-akan iri Chanyeol mengajak Sehun berdua.
Sehun merasa tidak enak pada Kyungsoo, tapi ia juga tidak enak pada Chanyeol jika menolaknya. Namja tinggi ini terlihat sangat berharap Sehun mengikutinya.
"Sudah, pergi saja dengannya Hun" Baekhyun mendorong Sehun agar suasana di sana tidak canggung. Jujur saja ia kasihan pada Sehun yang sedari tadi mendapat tatapan membunuh dari Kyungsoo. Mungkin lebih baik menyingkirkan Sehun dan Chanyeol dari sini secepatnya sebelum Kyungsoo hilang kendali. Begitulah pikiran Baekhyun
"Aku janji hanya sebentar Sehun,setelah itu kau bisa kembali bersama Kyungsoo dan Baekhyun"
"Baiklah, tapi janji jangan lama-lama oke?"
"Tenang saja" Chanyeol tersenyum puas "Kyungsoo, Baekhyun aku pinjam anak ini sebentar"
.
.
.
Chanyeol ternyata mengajak Sehun ke tempat penyimpanan bola, sambil membawa bola basket yang tadi dipakainya bermain bersama Jongdae dan Yixing. Sehun memperhatikan Chanyeol yang sedang menyusun ulang susunan bola-bola. Anak ini sangat rajin. Pikir Sehun.
"Jangan bilang kau mengajakku kesini untuk menemanimu merapikan bola-bola itu" Kalau memang benar seperti itu, Sehun lebih baik meninggalkan Chanyeol sekarang juga. Bukannya tidak mau menemani atau membantu namja itu, hanya saja Sehun sedang dalam keadaan lelah dan lapar. Dia juga tidak enak pada Kyungsoo yang sepertinya mencurigai Sehun dan Chanyeol.
"Tunggu sebentar Sehun, aku harus merapikan ini dulu. Nanti Kim saem memarahiku kalau tidak mematuhi perintahnya"
"Kalau begitu beritahu saja apa yang ingin kau sampaikan, aku bisa mendengarnya dan kau bisa bekerja. Perutku sudah berteriak minta diisi Yeol"
Chanyeol hanya diam melanjutkan kegiatannya tanpa memperdulikan ocehan Sehun, akhirnya Sehun putuskan untuk membantu Chanyeol agar dia bisa pergi dan menjelaskannya pada Kyungsoo.
"Jadi Sehun, kemarin kau ke rumah Jongin?"
"Yifan hyung yang bercerita padamu kan?"
"Kemarin aku ada di rumahmu Sehun, saat Jongin mengantarmu pulang"
Sehun ingat dia ketiduran saat itu, pantas saja ia tidak tau Chanyeol berada dirumahnya saat Jongin mengantarnya.
"Jangan terlalu dekat dengan Jongin"
Sehun baru akan bertanya kenapa orang-orang di sekitarnya seperti menyuruhnya untuk menghindari Jongin, namun Chanyeol sudah berjalan mendahuluinya.
"Sampai bertemu di kelas Sehun, sebaiknya kau cepat temui Kyungsoo. Dia terlihat tidak suka padaku saat aku mengajakmu pergi tadi"
"Tenang saja Yeol, Kyungsoo tidak seperti itu"
"Ya, terserahmu saja. Jangan lupa pesan Yifan hyung, kau pulang denganku"
"Iya, iya"
Sehun segera meninggalkan Chanyeol, namja itu benar. Sehun harus bertemu Kyungsoo, bukan karena Kyungsoo tidak suka pada Chanyeol tapi karena Kyungsoo pasti akan marah karena Sehun pergi bersama Chanyeol.
Sehun kembali ke tempat tadi ia meninggalkan Baekhyun dan Kyungsoo, namun mereka tidak ada disana. Sehun memutuskan untuk mencari kedua temannya itu di kantin namun ia malah melihat Jongdae yang melambai-lambaikan tangannya dan menyuruh Sehun agar bergabung dengannya.
"Kyungsoo dan Baekhyun tidak akan hilang di sekolah. Kau disini saja, kulihat tadi kau kelelahan setelah berlari. Tunggu disini, aku akan membeli minuman"
Mungkin memang lebih baik Sehun disini saja menemani Jongdae daripada kembali ke kelas. Dia tidak ingin berbicara pada Jongin untuk sementara ini. Yifan marah sekali saat ia tau Sehun pergi ke rumah Jongin, untungnya saat Jongin mengantarnya ke rumah, Sehun masih tertidur. Dia hanya mendengar Yifan marah-marah tidak jelas saat Jongin sudah pulang.
"Yifan hyung belum masuk kan?" Jongdae datang membawa sekotak susu rasa coklat. Kesukaan Sehun. Namja itu juga membeli snack yang merupakan kesukaan Sehun dan dengan senang hati dihabiskan oleh Sehun. Ia melupakan Kyungsoo dan Baekhyun begitu saja setelah Jongdae membawakan snack favoritnya.
"Kenapa kau tau apa kesukaanku?" Sehun tiba-tiba merasa ada yang aneh karena sejak tadi Jongdae terus menatapnya sambil tersenyum. Kalau menurut Sehun itu lebih seperti menyeringai.
"Jangan berpikiran macam-macam!" suara Jongdae melengking di area kantin. Membuat semua anak yang berada disana menatapnya dan Sehun
"Hei control suaramu. Aku tau suaramu bagus tapi tidak perlu memamerkannya begitu" Sehun memasukkan sebatang cokelat utuh yang baru saja di bukanya ke dalam mulut Jongdae yang masih terbuka. Hanya berjaga-jaga jika anak itu ingin berteriak lagi setidaknya cokelat itu akan menghalanginya.
"Itu karena kau seenaknya menuduhku" Jongdae mengunyah coklatnya. Tampak tidak terganggu dengan kekacauan yang baru saja dibuatnya
"Aku tidak menuduhmu. Aku hanya bertanya"
"Ya, tapi nada bicaramu itu seolah-olah aku sedang menginginkan sesuatu darimu. Padahal aku hanya berusaha menjagamu saat Yifan hyung tidak ada di sekolah"
"Apa Yifan hyung yang menyuruhmu?" Sehun mulai curiga hyungnya itu menyuruh teman-teman dan anggota timnya mengawasi Sehun selama dirinya tidak masuk ke sekolah. Hyungnya selalu overprotektif pada Sehun.
"Yah, tidak juga. Hanya saja siapa tau kau bercerita pada Yifan hyung dan dia bisa menaikkan jabatanku dalam –" Jongdae spontan menutup mulutnya saat sadar apa yang dikatakannya barusan.
Sehun tersenyum pada Jongdae "Jangan menyeringai padaku Sehun! Tidak cocok untukmu"
"Jongdae-ya, kau baru saja memberitahuku kalau ternyata kau hanya bersikap baik padaku untuk mendapatkan posisi penting dalam tim basket sekolah kan? Bagaimana kalau kuberitahu saja pada Yifan hyung?"
"Sehun, kau tega sekali. Tolong bantu aku sekali ini saja" Jongdae memelas pada Sehun "Biarkan aku bermain dalam tim inti"
"Aku tidak peduli dengan basket dan segala urusan tentang itu Jongdae" Sehun terkikik geli saat melihat ekspresi Jongdae, seakan-akan dia tidak akan pernah bisa masuk ke dalam tim inti
"Aku bercanda" ujar Sehun santai sambil mengambil sepotong kentang goreng dari piringnya "Nanti akan kucoba bicara pada Yifan hyung. Tapi sering-sering traktir aku seperti ini ya Jongdae" Sehun berlari meninggalkan Jongdae. Sudah saatnya dia mencari Kyungsoo dan Baekhyun. Sepertinya bicara dengan Jongdae cukup untuk merilekskan dirinya yang ketakutan akan Kyungsoo yang marah karena dia pergi bersama Chanyeol.
.
.
.
Sehun melirik ke tepat duduk Kyungsoo dan Baekhyun, keduanya tampak sibuk dengan gambaran mereka. Tadinya Sehun baru akan berbicara pada Kyungsoo namun malah didahului oleh bel masuk. Akhirnya ia malah terjebak bersama selembar kertas gambar berukuran A3 dan sebuah pensil di tangannya.
Sehun bertaruh jika dirinya adalah Yifan mungkin dia akan senang setengah mati jika sedang dalam kelas kesenian. Sehun heran sendiri kenapa kelas seni di sekolahnya malah mengajarkannya menggambar bukannya seni-seni yang lain.
"Jongin, kau tau tidak kenapa sekolah ini menyuruh kita menggambar seperti anak TK?" Sehun memilih berbicara pada Jongin, mereka kan sebangku. Jika Sehun menghindari Jongin, siapa yang akan dia ajak berbicara di saat pelajaran membosankan seperti ini?
"Untuk menghargai bakat menggambar orang-orang sepertiku di sekolah ini mungkin?" Jongin masih fokus pada gambarnya dan menjawab pertanyaan Sehun asal
Namja berkulit putih itu mencoba memperhatikan gambar Jongin lebih dekat "Untuk apa kau menggambar kota yang sedang diguyur hujan begitu?"
"Kenapa juga kau tidak menggambar di kertasmu Sehun? Waktunya sisa 30 menit dan kertasmu masih putih bersih tidak bernoda" ujar Jongin sambil menunjuk-nunjuk kertas Sehun dengan pensilnya dan dengan sengaja menodai kertas Sehun dengan titik-titik yang dihasilkan oleh ujung pensilnya
"Dan kau baru saja menodainya Jongin" Sehun mengambil penghapusnya dan menggosok-gosok bagian yang dikotori Jongin
"Kenapa kertasmu masih bersih Sehun?" Sehun mendengar suaran Choi saem di sampingnya. Gurunya itu sedang memperhatikan Sehun yang menghapus titik-titik yang dibuat Jongin
"Itu er – tadi um– Jongin. Yah! Jongin mencoret gambar saya dan saya harus memulainya dari awal saem" mendadak ide itu muncul di kepala Sehun. Ide untuk menyalahkan Jongin yang sebenarnya hanya membuat beberapa titik hitam di kertas Sehun
Choi seonsaengnnim hanya menggeleng-geleng lalu menyuruh Jongin agar bertanggung jawab dan membantu Sehun lalu kembali duduk di meja guru lalu memandang anak-anak yang sedang berolahraga di lapangan.
"Kau dengar apa katanya Jongin, bantu aku" Sehun tersenyum puas saat mengetahui setidaknya nilai gambarannya akan diatas tujuh puluh karena Jongin membantunya. Namja di sebelahnya ini benar-benar tidak bisa diragukan lagii soal gambarannya. Sehunlah yang menjadi saksi dari gambaran-gambaran indah di buku sketsa Jongin. Ini berlebihan. Tapi tetap saja Sehun berpikiran seperti itu.
"Yah,hanya karena aku membuat titik-titik kecil yang bisa kau hapus bahkan dengan sekali gosokan penghapus Sehun" ujar Jongin. Kali ini tangannya bergerak lebih cepat, telihat ingin cepat-cepat menyelesaikan gambarannya
"Aku bisa membantumu Sehun" Sehun berbalik ke belakang dan menemukan Jongdae sedang tersenyum manis dengannya.
"Aku mulai curiga dengan segala kebaikanmu Jongdae" Sehun tersenyum pada Jongdae
"Kita kan sudah sepakat tadi Sehun"
"Aku hanya bilang akan mencobanya. Bukan berarti aku menyetujuimu" Sehun menemukan hobi barunya. Mengganggu Jongdae. Padahal biasannya anak itu yang akan menjahili satu kelas tapi dengan rahasianya ada di tangan Sehun, pemuda albino itu jadi sesuka hati bisa mengganggu dan menjahili Jongdae
"Baiklah, kau gambar apa saja yang kau bisa. Aku sudah pasrah" ujar Sehun beberapa menit kemudian dan menyerahkan kertasnya pada Jongdae melalui bawah meja, takut ketahuan gurunya.
"Anak pintar" Jongdae menepuk kepala Sehun riang
"Biar aku saja" Jongin tiba-tiba merebut kertas Sehun dari tangan Jongdae yang masih berada di bawah mejanya
"Yah terserah saja" ujar Jongdae cuek
"Kupikir kau masih ingin melanjutkan gambaranmu Jongin" Sehun melirik gambar Jongin yang sudah selesai "Lanjutkan saja gambaranmu" ujar Sehun lagi, walaupun ia tau gambar Jongin sudah sepenuhnya selesai. Karena tidak ada lagi tempat yang cukup di kertasnya yang sudah digambar sepenuhnya.
"Apa tanganmu tidak lelah menggambar kertas sebesar itu di tambah dengan punyaku?" Sehun menanyai Jongin setelah beberapa menit Jongin mengacuhkannya dan fokus pada gambarannya untuk Sehun
"Biar aku yang melanjutkannya Jongin" Sehun merasa menjadi beban untuk Jongin setelah melihat dahi Jongin mulai berkeringat
"Kalau kau benar-benar merasa bersalah karena menimpakan tugasmu padaku, kau bisa menebusnya dengan menemaniku makan saat pulang sekolah nanti" Jongin berhenti menggambar dan menatap Sehun penuh harap
"Maaf Jongin, kau tau sendiri kan Chanyeol mati-matian bilang aku harus pulang bersamanya. Kalau tidak Yifan hyung akan mengeluarkannya dari tim basket"
"Hyungmu tidak akan seceroboh itu mengeluarkan Chanyeol. Nanti akan kuberitahu Chanyeol, yang penting kau janji dulu akan pergi bersamaku"
"Apa lama? Banyak tugas yang diberikan pada kita dan aku belum mengerjakannya sedikit pun" Sehun benar-benar tidak ingin menolak ajakan Jongin sebenarnya, hanya saja dia masih takut dengan hyungnya yang menjadi pemarah jika Sehun dekat dengan Jongin
"Masih banyak waktu Sehun, lagipula aku kan hanya bilang kita akan pergi makan. Bukan ingin mengajakmu berkeliling Seoul"
Sehun rasa pipinya memanas. Memangnya berapa lama waktu yang akan dia habiskan bersama Jongin hanya untuk makan? Mungkin tidak sampai sejam dan mereka akan langsung pulang. Kenapa ia harus berharap akan menghabiskan waktu lebih banyak bersama Jongin. Dia merasa benar-benar bodoh.
"Baiklah, kau bicarakan saja dengan Chanyeol" ujar Sehun cepat-cepat dan menarik kertas gambar Jongin lalu memperhatiakan gambaran Jongin
"Kenapa kau pilih untuk menggambar ini?" tanya Sehun lagi. Pertanyaannya yang belum dijawab Jongin
"Sebentar saat pulang akan turun hujan"
"Tidak mungkin. Langitnya saja tidak berawan"
"Yah, terserah kau saja sebenarnya. Mau percaya atau tidak. Yang jelas itu alasanku menggambarnya" Jongin menyerahkan kertas Sehun yang sekarang terisi dengan gambarannya
"Woah, terima kasih Jongin. Kurasa aku akan mentraktirmu lain kali" Sehun memandang gambaran Jongin "Setidaknya aku akan dapat nilai yang tinggi"
"Ingat kau harus menepati janjimu Sehun"
"Baiklah. Asal kau juga bisa membujuk Chanyeol" Sehun merapikan alat menggambarnya sambil melirik Jongin yang sedang memperhatikannya
"Jangan melihatku seperti itu" Sehun tidak tahan melihat Jongin yang terus saja memperhatikan gerak-geriknya
"Masih sepuluh menit lagi sebelum bel pulang. Aku tidak memiliki kegiatan lain selain memperhatikanmu" Jongin masih saja memperhatikan Sehun, kali ini sambil tersenyum.
Sehun sendiri berusaha menahan dirinya saat melihat Jongin tersenyum. "Kalau begitu menggambar saja di bukumu"
"Tertinggal di mobil" jawab Jongin cepat
"Cih, pantas saja hari ini kau mau berbicara padaku. Ternyata kau hanya bosan karena bukumu tertinggal"
"Memang biasanya aku mengabaikanmu? Tidak kan?" Jongin tiba-tiba saja menaruh tangannya di sandaran kursi milik Sehun, sehingga jika dilihat sekilas seperti Jongin sedang merangkul Sehun
"Iya! Kau bahkan baru akan menjawab pertanyaanku setelah aku menanyakannya padamu berkali-kali Jongin" Sehun rasa ini saatnya dia protes pada Jongin. Mereka sebangku dan Jongin seharusnya lebih sering berbicara pada Sehun agar dirinya tidak mati kebosanan dalam pelajaran-pelajaran membosankan seperti sekarang ini
"Maaf tapi aku tidak bisa menemukan sesuatu yang cocok diantara kita berdua Sehun, jadi aku tidak tau apa yang harus dibicarakan denganmu"
Sehun bisa merasakan tangan Jongin menyentuh bahunya. Kehangatan merambat di sekujur tubuhnya. Ia baru akan membalas ucapan Jongin saat bel pulang yang ditunggu-tunggu berbunyi. Sehun memasukan barang-barangnya ke dalam tas sambil mendengarkan Choi saem yang menyuruh Baekhyun untuk mengumpulkan gambaran mereka dan mengantarnya ke ruang guru
"Kau bisa menjawab pertanyaanku kalau begitu Jongin. Tidak perlu memulai obrolan karena selalu aku yang mengajakmu bicara" Sehun mengambil jeda dalam kalimatnya, menunggu Jongin menjawabnya namun namja itu malah diam dan menunggu Sehun melanjutkan ucapannya. "Jujur saja, sepertinya kau memang tidak ingin berbicara denganku bukan? Kalau begitu kenapa malah mengajakku makan? Mungkin kita bisa makan bersama lain kali"
Entah kenapa Sehun merasa marah pada Jongin mengingat namja itu tidak pernah sekalipun memperdulikannya sebelum ia memanggil Jongin berkali-kali. Padahal sebelumnya Sehun sama sekali tidak keberatan dan mengira Jongin tidak terlalu bisa bergaul, tapi tanpa bisa Sehun kendalikan dirinya malah marah pada Jongin karena itu.
Sehun sudah setengah jalan menuju keluar kelas saat dia ingat harus pulang bersama Chanyeol atau Yifan akan mengamuk. "Chanyeol, aku tunggu di depan. Jangan berlama-lama dan cepat selesaikan pekerjaanmu"
Ia bisa merasakan tatapan heran Kyungsoo dan Baekhyun yang ingin menanyakan sesuatu padanya hanya saja Sehun terlalu malas menanggapi mereka. Emosinya sedang buruk dan niat menjelaskan kenapa dirinya dan Chanyeol bertemu pada Kyungsoo menguap begitu saja. Ini semua karena Jongin. Pikir Sehun dalam hati.
"Sehun jangan pulang dulu oke? Tunggu aku dan Kyungsoo mengumpulkan pekerjaan kita"
Sehun benar-benar harus menjauh sebelum Kyungsoo atau Baekhyun selesai mengumpulkan pekerjaan teman sekelasnya dan menemuinya. Dia sedang tidak ingin berbicara dengan siapa-siapa. Sehun hanya ingin pulang kerumah dan tidur. Bila perlu dia akan melampiaskan semuanya pada Yifan. Ini juga salah Yifan karena melarang Sehun mendekati Jongin dan akhirnya Sehun yang kelewat penasaran malah semakin dekat dengan Jongin.
"Chanyeol cepatlah! Kalau tidak aku akan pulang sendiri" teriak Sehun kesal sebelum dia meninggalkan kelas dengan mood yang buruk.
.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-
.
.
.
Gak tau kenapa alurnya jadi kyk gini. Nulis ff ini sambil ngebaca ulang novel harry potter 5. Mungkin itu salah satu penyebab kenapa penulisan author jadi berbeda. Itu juga kalo readernya nyadar sih. Kkkk~
Btw, Happy Jongin Day!
Semoga KaiHun makin langgeng dan makin banyak KaiHun moment bertebaran~!
Udah gitu aja. Ppyong~~~
