PART 2

Terlihat seorang pemudai sedang duduk termenung sambil sesekali mencek benda kotak yang ada di depannya. Sudah hampir sebulan ini orang yang selalu mengganggu hidupnya hilang entah kemana. Sudah tidak ada ucapan selamat pagi sampai semalat malam lagi.

"HAAAAH.." dia mendengus kasar ketika mengingat kejadian waktu itu.

"Seharusnya aku tidak membuatnya menangis waktu itu." Ucapnya lirih sambil sesekali mengusak rambutnya kasar.

"Menyesal?" Seseorang mengintrupsi kegiatan pemuda satu ini.

"V hyung.." ucap pemuda itu lemas.

"Eum.. kenapa jungkook-ah? Apa sekarang kau merindukan jimin mu itu?"

"YAK! Hyung kau ini apa-apaan sih aku ini pacar mu, kenapa kau malah berbicara seperti itu. OH atau mungkin kau yang sudah bosan dengan ku eoh? Kau ingin aku kembali pada jimin hyung agar kau terlepas dari ku kan? Jawab lah !"

"Ckckck.. kau ini.. jika memang ada niat seperti itu tidak usah susah payah sekarang juga aku bisa memutuskan mu tau!" Ucap v sebal.

"Kalau bukan begitu mengapa tiba-tiba kau berbicara seperti itu?"

"Ani.. aku merasa selama ini.. kau tidak mencintaiku sepenuhnya. Mm.. maksudku kau bahkan tidak mencintaiku, kau hanya mengagumi ku jungkook-ah, dan kau.. mencintainya."

"Mencintainya ? Siapa? Hell.. hyung aku ini mencintai mu !" Ucap jungkook tertunduk. Enah mengapa matanya terasa panas.

V membawanya kedalam pelukannya.

"Berhenti membohongi diri sendiri jungkook-ah. kau tau, orang yang bahkan selalu membohongi diri sendiri lebih rendah dari sampah. Maka dari itu berhenti membohongi diri sendiri dan cobalah membuka hati mu." Ucap v sambil sesekali mengusap puncuk kepala jungkook.

"Hiks.. aku.. apa yang harus aku lakukan hyung? Dia.. dia pasti sudah sangat membenci ku. Dan dia pun sudah mulai melupakan ku."

"kau tau dari mana kalau dia mulai melupakan mu eoh?"

"itu.. waktu itu aku tak sengaja mendengar percakapan nya dengan…. Yoongi? entahlah aku tidak terlalu tau orang itu, namun sepertinya itu orang yang pernah jimin ceritakan pada ku waktu itu." Jawab jungkook menerawang.

"yoongi? min yoongi maksud mu?"

"ah.. nde.. min yoongi. apa kau mengenalnya hyung?"

"Nde.. dia senior di club basket ku dulu."

"oh.. hah.. tapi tetap saja dia pasti sudah sangat membenciku sampai-sampai menceritakan soal ini ke orang lain." Ucap jungkook sedih.

"Ani… jimin itu anak yang baik. Aku yakin dia pasti memaafkan mu. Lagi pula dia kan pasti masih memiliki perasaan kepada mu. Jadi bukan hal yang mustahil mendapat permintaan maaf darinya."

Jungkook tersenyum seraya melepas pelukannya pada V.

"Nde kau benar hyung, Dia itu anak yang sangat baik. Baiklah, akan kucoba tapi.. bagaimana dengan mu dan... hubungan kita?"

"Hubungan yang hanya di dasari rasa kagum belaka tidak akan berakhir bahagia walaupun di pertahankan sekuat tenaga. Jadi.. sudahi saja hubungan kita, aku baik-baik saja. Lagi pula aku ini tampan banyak yeoja atau pun namja yang tertarik padaku bukan?" ucap V percaya diri.

"Hmm.. nde nde nde.. kau ini memang tampan makanya aku tergila-gila pada mu. Hehe."

V mencubit hidung jungkook gemas.

"Oiya hyung.. ku dengar di kelas 3 A ada murid baru. Dan yang ku dengar juga ia memiliki paras yang tampan, kau coba lah dekati dia. Kalau tidak salah namanya...-"

"Jung hoseok."

Seketika wajah V merona merah mendengar nama itu.

"Eiyyy.. hyung~ mengapa wajah mu merona seperti itu? A A A.. jangan bilang kau...-"

"YAK ! APA YANG KAU PIKIRKAN!"

"HAHAHAA BENARKAN... KAU MENYUKAINYA KAN ?"

"A.. ANIYA.. YAK!"

Mereka berdua asik bercanda sampai tidak menyadari ada seseorang yang datang.

"Ekhm." Sontak mereka menghentikan kegiatan -Mari tertawa bersama- mereka.

"Apa aku mengganggu kalian?" Ucap orang yang berdehem Tadi.

"Tidak jimin. Ada apa?" Tanya V

"Begini.. tadi aku ingin latihan tapi pintu ruang dance masih terkunci dan aku disuruh meminta kuncinya pada mu V." Jelas jimin. Matanya hanya lurus pada V ia sama sekali tidak melihat lelaki di sebelah V yang sekarang sudah mematung sambil menghadap ke lantai. Jimin sudah tidak ingin berurusan dengannya lagi. Sungguh.

"Ah.. kunci ya.. itu.. dimana ya ? Aku lupa.. sebentar kau tunggulah disini sebentar biar ku carikan dulu." Ucap V serasa pergi berlalu meninggalkan jungkook dan jimin berduaan.

-hening-

Sama sekali tidak ada yang berniat untuk berkata. Sekedar menyapa oh sekedar MENATAP pun mereka enggan.

"Mmm.. h..hyung.." akhirnya jungkook bersuara.

"Nde." Ucap jimin singkat dan terdengar. Dingin?

"Eh.. I.. itu.. aku.. aku ingin minta maaf atas kejadian waktu itu.. aku.. benar-benar tidak berniat membuatmu sakit hati dan menangis."

"..." jimin tidak menjawab. Tatapanya kembali kosong seperti waktu itu.

"H..hyung? Ka.. kau.. aku..-"

"Lupakan."

"Nde?"

"Lupakan. Ku bilang lupakan."

"Ta.. tapi.. hyung aku-"

"Sudah kubilang lupakan! Kau tuli eoh ?!" Ucap jimin membentak. Tidak tersa krystal bening jatuh dari pelupuk matanya. Dengan cepat ia membalikan wajahnya dan pergi meninggalkan. Jungkook yang masih termenung tidak percaya dengan apa yang dia alami barusan.

"Hyung.. apa kau membenci ku?" Lirih jungkook.

Brakk

"Awh... jimin-ah?" V menahan bahu jimin.

"Ka.. kau.. kenapa? Apa.. kalian?"

Jimin terus menangis kali ini tangisannya semakin menjadi.

"Hei.. tenanglah~" ucap V seraya memeluk jimin.

Saat di rasa tangisan jimin sudah mereda V melepas pelukannya.

"A.. apa yang sebenarnya terjadi? Katakanlah."

"A.. ani.. hehee. Hanya pertengkaran kecil sebenarnya, tapi aku saja yang cengen jadi.. ya.. hahaha." Ucap jimin tertawa. Namu tertawa yang di paksakan.

"Oh iya.. mana kuncinya ? Aku harus latihan."

"Ini.. kau benar-benar tidak apa kan?"

"Nde V aku baik-baik saja. Aku pergi dulu nde. Annyeong." Ucap jimin sambil menampilkan senyum lima jarinya dan lekas pergi dari hapan V.

Setelah kepergian jimin V langsung berlari ketempat dimana tadi ia jungkook dan jimin berada. Terlihat jungkook sedang membendam wajah pada dua lututnya. Tubuhnya bergetar.. V tau persis dia pasti sedang menangis.

"Ada apa sebenarnya?"

"Dia... dia membenciku hyung. Dia sudah berubah, aku harus ottokae/ga -baik di ulang- aku harus bagaimana?" Ucap jungkook lirih.

"Sekarang kau mengertikan bagaimana sakitnya di perlakukan seperti itu? Itulah yang jimin rasakan selama ini. Dan seperti yang kau tau, walaupun kau selalu menolak bahkan menghinanya dia tetap saja memperjuangakn mu. Begitu juga dengan mu, kau harus memperjuangakn nya sekarang. Buktikan bahwa hanya kaulah yang pantas mengisi ruang kosong di hatinya." Jelas V panjang lebar.

'Piyung benar aku tak boleh menyerah, masa makhluk imut satu itu saja bisa bertahan walau ku caci makai. Sedangkan aku yang notabenenya adalah gentleman menyerah begitu saja hanya karna di bentak sekali olehnya. Tidak bisa ! Aku harus mendapatkannya dan aku harus beri hukuman padanya. Berani-beraninya dia membentak jeon jungkook. Cih.. liat saja kau park jimin, akan ku buat kau bertekuk lutut kepada ku." Ucap jungkook dalam hati. Seringaian pun ikut serta menghiasi wajah tampannya.

"Baiklah hyung, terimakasih kau selalu bisa menyemangatiku. Aku berjanji akan ku bantu kau mendapatkan hoseok hyung." Ucap jungkook sambil mengedipkan matanya sebelah-read wink- dan pergi berlalu meninggalkan V yang masih tersipu akibat ucapan namja yang sekarang berstatus mantan pacarnya ini.

"YAK! JEON JUNGKOOK!"

Yang di teriaki hanya tertawa dan berlari menjauh.

"Nghhhh.." lenguhan itu keluar dari bibir mungil seorang park jimin.

"Selamat sore."

Jimin terkejut ketika melihat ada seseorang yang sedang menatapnya dengan senyuman dan terlebih jarak mereka hanya kurang lebih 5cm. Jimin reflek memundurkan badangnya menjauh, tapi..

DUK

"AUWH.." lirih jimin sambil memegangi kepala bagian belakangnya.

"Aigoo.. yak Hyung.. kau tidak apa? Mana yang sakit coba ku lihat !" Ucap jungkook -namja yang berada di hadapannya- panik.

"Hyung~ kau harusnya berhati-hati ! Untung saja tidak berdarah." Ucap jungkook sambil mengusap-usap kepala bagian belakang jimin.

Jimin hanya bisa terpaku melihat wajah jungkook yang sedekat ini. Wajahnya merona merah bak kepiting rebus. tak sengaja lewat depan rumah mu kumelihat ada tenda biru~ /pansi/ -ulang-

Tak sengaja tatapan mereka bertemu. Mereka bertatapan lama seakan tidak ada yang lebih menarik dari objek di depan mereka. Jungkook memajukan wajahnya sedikit demi sedikit, jarakpun sedah mulai menipis

5cm...

4cm...

3cm...

2cm...

1cm...

BRAKK

-TBC-

Gatau kenapa jadi gini… review guys~ dan makasih yang udah mampir ke ff ku^^

Oiya yang review minta ada namjoon nya maaf aku ga bias bales review kamu karena kamu ga pake account'-'

Dan.. ah.. sebenernya ini ff sudah tertata tanpa adanya namjoon, jadi maaf banget aku kayanya ga bisa menampilkan namjoon disini. Kalau ku paksa nanti malah melenceng dari expectasi ku huhuhu u,u Tapi aku janji bakal bikin ff RapMin wkwkwk:v