DARK PARADE
.
.
.
Rate M
Dead chara, crime, fiendship, drama, adventure, roman? Maybe -_-, humor :3
Warning : AU , ooc, typo, eyd murat marit :v, bahasa amburgaul :3, dll
.
.
.
Kuroko No Basuke selalu punya FUJIMAKI TADATOSHI
.
.
.
CHAPTER 5 – Datangnya Murid Baru
.
.
.
"Bicara biasa."
'Bicara dalam hati.'
"E-eng….."
Aomine membuka matanya pelan, ruang tidurnya hanya diterangi oleh cahaya dari lampu kamar. Aomine melirik jam weker diatas meja, tepat disebelah lampu tidur.
'Masih pukul 12.30 ya.'
Merasa masih terlalu pagi untuk beraktifitas Aomine pun memilih untuk melanjutkan kembali tidur malamnya. Aomine merasa posisi tidurnya tidak terlalu nyaman jadi dia pun berbalik kearah kananya.
"..."
Aomine terkaget saat melihat sesosok tubuh berbaring diranjangnya. Di tempat yang sama dengannya bahkan berbagi selimut dengan dirinya. Dengan bantuan pencahayaan lampu tidur diatas nakas, Aomine tahu jika orang itu memiliki surai berwarna merah dengan ujung berwarna hitam. Rambut pendek dan alis bercabang. Ya bercabang, seperti jalan tol di Ibukota yang mumet dan semerawut. Tubuhnya tidak lebih besar dari Aomine, berhidung mancung dan berwajah tegas.
Tangan kiri Aomine terulur untuk menyentuh pipi kanan pemuda yang ada diatas ranjangnya. Aomine dapat merasakan rambut sang pemuda yang lembut saat jemarinya bersentuhan dengannya. Jemari Aomine meraba alis bercabang milik si pemuda, serta hidungnya yang mancung sampai akhirnya jemari Aomine berada tepat dibelahan bibir sang pemuda.
Glup
Aomine melan ludah saat menyentuh bibir kenyal sang pemuda, jemari Aomine masih betah untuk menyentuh bahkan menggesekkan ibu jarinya di bibir sebelah bawah pemuda seumurannya itu.
Zap
"?"
Aomine terkaget saat tiba-tiba pemuda yang tidur didepannya itu membuka matanya. Bahkan sekarang sedang memandang jemari Aomine yang masih berada di bibirnya.
"A-aku bisa jelaskan apa yang terjadi Ka-kagami. Ja-jangan langsung menyimpulkan yang aneh-aneh." Jawab Aomine kikuk.
Bruk
"Argh-…"
Aomine menggerang saat Kagami tiba-tiba menendang perutnya dengan keras sampai dia terlempar dari ranjang berukuran King Size miliknya.
"Ho-hoi kau tidak perlu sampai seperti itu Baka! Itu hanya sebuah kesalah fahaman!" teriak Aomine lantang. Bukannya menjawab Kagami malah menyembunyikan wajahnya di selimut dan membalik badannya kearah seballiknya.
"Tsk, hei jangan acuhkan aku hoi! Ka-"
Ucapan Aomine terhenti saat mengingat apa yang tadi dia lakukan."Aku akan tidur disofa." Lanjut Aomine setelah bangun, sambil berjalan kearah sofa, Aomine melirik Kagami sekilas.
.
.
.
Kemarin, pukul 09.43 pagi.
Lokasi : Lorong KS.
Aomine diseret oleh Mayuzumi sambil kedua tangannya diborgol dibelakang badannya. Aomine terlihat menggunakan pakaian ala napi terusan celana berwarna hitam-putih bergaris-garis. Aomine dapat melihat beberapa siswa yang berbisik-bisik mengenai penagkapan dirinya. Sementara Aomine hanya bisa menundukkan kepala dalam.
Mayuzumi sengaja melewati jalan yang padat akan aktifitas para siswa agar semua orang bisa mengetahui siapa Aomine Daiki yang sesungguhnya.
"Para korban pasti akan tersenyum dari surga, saat tahu jika pelaku pembunuhan mereka sudah tertangkap dan akan dihakimi secara public."
"Heh? Tertawa? Surga? Jangan bercanda Mayuzumi senpai. Ada beberapa hal yang salah tentang diri ku dan pernyataan mu." Jawab Aomine sesantai mungkin.
"Pertama mereka tak kan tertawa, karena bukan aku yang membunuh mereka." Sambil terus berjalan Aomine berbicara pada Mayuzumi.
"Kedua, mereka takkan ditempatkan disurga." Mayuzumi hanya menaikkan sebelah alis merasa tertarik dengan pernyataan Aomine, walau Mayuzumi yakin Aomine takkan tahu itu. Karena Mayuzumi berjalan didepannya.
"Karena mereka, tetap berada disini. Untuk membantu ku mencari pelaku sebenarnya. Walau aku tak percaya roh tapi dalam hal ini aku akan mencoba mempercayainya." Sahut Aomine mantap.
"Hoh? Pembelaan yang bagus. Nah ayo cepat kita sudah ditunggu lapangan." Mayuzumi berkata santai sambil menyeret lengan Aomine.
.
.
.
Kemarin, pukul 10.03 pagi.
Lokasi : Lapangan KS.
Aomine berdiri diatas panggung ditenggah-tenggah lapangan KS. Aomine bisa melihat semua mata memandangnya Marah.
"Jadi Aomine-kun, kau akan dieksekkusi disini. Disaksikan semua orang, agar mereka tahu jika KEADILAN AKAN SELALU MENANG" Nijimura berkata dengan semanggat yang dibalas dengan teriakan semua siswa.
.
.
.
'Aomine….'
"Apa yang kau fikirkan Shin-chan?" ucapan Takao membuat Midorima sedikit kaget. Midorima melirik Takao dengan ujung matanya.
"Tidak ada nanodayo…."
"Kau bohong Shin-chan aku tahu kok." Takao memandang Midorima yang mulai menaikkan kacamatanya. 'Shin-chan pasti sedih dengan situasi seperti ini' batin Takao sebelum kembali focus pada Aomine didepan panggung.
"Aku masih percaya…."
Jawaban aneh Midorima membuat Takao melirik Midorima sekilas. Apa kehilangan dua sahabat terdekatnya membuat Midorima tidak waras? Ya melihat sahabat mu mati didepan mu dengan kepala menggelinding memang bukan lah kenagan yang menyenagkan. Apa lagi jika sahabat mu yang lain lah yang menjadi tersangka pembunuhannya serta akan dieksekusi secara public didepan seluruh anggota KS.
"….Jika ramalan Oha-Asa tidak pernah salah." Mata Midorima memicing, seolah menahan gejolak amarah. Membuat Takao sedikit merinding.
.
.
.
Kemarin, pukul 10.03 pagi.
Lokasi : Gerbang Utama KS.
Seorang wanita dengan pakaian dokter terlihat menyender digerbang KS, seolah sedang menunggu sesuatu. Rambutnya yang berwarna blonde berkibar terkena angin, dibibirnya yang berwarnya merah membara terselip sebatang rokok.
"Yo, Alex!"
Smirk
"You so late Taiga." Sambarnya lalu dengan cepat dibuangnya rokok dibibirnya ke sembarang arah.
Hug. Cup
"Berhenti mencium ku di sembarang Tempat Alex." Ucap pria bernama kecil Taiga tersebut setelah berhasil lolos dari cengkraman Alex.
"Ugh jahatnya~" Alex memilih mengabaikan perkataan Taiga dan malah menusuk-nusuk pipinya.
"Tsk, sudah lah ayo antar aku ke ruang kepala sekolah."
Mendengar ucapan Taiga, Alex hanya diam sebelum menyeringai pelan, "Mereka semua sedang sibuk Taiga." Ucapannya membuat pemuda ber alis belah memandang Alex intense. "Menghakimi pelaku pembunuhan." Lanjut Alex santai.
Dirangkulnya leher Taiga walau agak susah "Nah sekarang ayo ke lapangan, jika kita telat kita akan ketinggalan hidanganan utamanya." Alex berjalan sambil mengeret Taiga. "Ho-hoi lepas Alex sakit hoi." Protes dari bibir Taiga diacuhkan Alex.
.
.
.
Kemarin, pukul 10.56 pagi.
Lokasi : Lapangan KS.
Kagami menyeryitkan alis melihat begitu banyak orang dilapangan, diliriknya Alex yang memandang kearah panggung dengan tatapan bersemangat. Kagami memutuskan untuk diam dan mengikuti arah pandang Alex. Kagami bisa melihat seorang pemuda seumuran dirinya berdiri ditenggah-tenggah panggung menggunakan pakaian mirip napi, dia memiliki kulit berwarna dim dan rambut cepak berwarna navy blue.
Kagami menjilat bibirnya yang tiba-tiba terasa kering "Alex, aku mau beli minum dulu ya." Dan Kagami segerameninggalkan Alex dengan barang bawaanya, mengabaikan teriakan protes dari Alex yang dengan seenak udel Kagami dijadikan babu dadakan.
.
.
.
Clang, buny kaleng minuman yang jatuh dari mesin penjual minuman otomatis yang Kagami gunakan.
Tangan Kagami terulur untuk mengambil kaleng minuman dari mesin otomatis.
Clash
Kagami membuka penutup minuman tersebut pelan, sebelum mulai meminumnya.
"Kau Kagami Taiga bukan?" Tanya sesosok bayangan yang bersembunyi dibalik rerimbunan pohon sambil memainkan pisau.
Kagami hanya meliriknya sekilas sebelum melemparkan bekas kalengnya kearah bayangan tersebut "Heh? Kau hebat juga rupanya." Puji Kagami tidak niat "Sebaiknya kau pergi karena…kedua teman mu masih memerlukan mu….." Kagami membalikkan badan dan berjalan pergi dengan pelan.
"….Haizaki Sougo."
Pluk
Pisau yang dipegang pemuda berambut silver itu jatuh ke tanah, setelah dia mendegar namanya disebutkan oleh Kagami.
'Di-dia…..
…di-dia TAHU.'
.
.
.
"Ho ... kau sudah kembali Sougo, bagaimana?" mayuzumi berbisik pelan, matanya masih focus pada LN yang ada ditangannya.
"Seperti yang Shuzo katakan, dia berbahaya." Haizaki berkata pelan sambil sedikit mendesis, dia merasa telah dipencundangi oleh Kagami bahkan sebelum dia mulai beraksi.
"Hem?" gumam Mayuzumi pelan sambil menyeringai.
.
.
.
'A-apa yang harus kulakukan?' keringat dingin mulai menetes dari dahi Aomine. 'Aku tidak bisa kabur.' Matanya yang berwarna biru seperti dalamnya samudra melirik kesana kemari.
'Siapapun tolong aku!'
.
.
.
Mendengar penuturan Midorima membuat Takao mengerutkan dahi dalam 'Mungkin isi ramalan Oha-Asa adalah tentang Aomine sebagai pelaku pembunuhan.' Takao melirik Midorima yang masih mengeluarkan aura-aura menyeramkan.
.
.
.
"Akhirnya kau kembali juga Taiga." Alis milik Alex berkedut karena kesal terhadap Taiga. mengabaikan wanita bernama lengkap AlexandraGarcia tersebut, Kagami lebih memilih fokus kedepan. menatap pemuda diatas panggung.
"Tadi aku bertemu dengan Haizaki Sougo."
"Hah? Lalu apa yang terjadi?" Alex memandang Taiga serius.
"Tidak ada aku menyuruhnya pergi." Jawaban Taiga membuat Alex menghembuskan nafas lega. Alex tidak ingin Taiga mendapatkan kesan yang buruk dihari pertamanya.
"Alex kau masih ingat apa cita-cita ku?" Alex memandang Taiga yang dengan pandangan aneh, sebelum menjawab "Menjadi seorang pemadam bukan?" pertanyaan Alex sama sekali tidak memerlukan jawaban bagi Taiga.
"Yosh akan ku padamkan bara api disini." Ucap Taiga sambil menyeringai sebelum dia berjalan kearah panggung.
"Dasar." Alex hanya tersenyum simpul.
'Hei bocah, jika kau melihat ini apa yang akan kau lakukan.' Alex menandang langit yang mulai menghitam.
.
.
.
Hari ini, pukul 05.57 pagi.
Lokasi : Kamar Aomine-Kagami.
Bruk
"Bangke! Siapa yang berani-berani menendang ku!" seru Aomine dengan marah sambil mencoba bangkit dari lantai yang dingin.
"Aho! Kau jatuh sendiri." Kagami menyahut dengan nada tidak perduli, kedua tangannya sibuk menata bentou.
"Eh? Kau membuat apa?" Aomine segera berlari mendekat kearah Kagami. Aomine bisa melihat dua kotak bentou berukuran besar "Woah~ nampaknya enak." Aomine melihat pemandangan didepannya laksana melihat oase dipadang pasir, berlebihan sekali memang.
Kagami melirik Aomine sekilas sebelum kembali melanjutkan pekerjaanya "Kau bisa melihat sendiri Aomine apa yang aku kerjakan, dan tolong mandilah dulu kau membuat ku jijik." Hinaan keluar dari bibir Kagami dan hanya dibalas dengan decihan kesal Aomine.
.
.
.
Aomine memandang roti tawar dengan olesan margarin didepannya dengan bahagia, pasalnya selama dia bersekolah di KS dia belum pernah sekalipun makan masakan lain selain dari dapur KS. Tentu alasannya karena bibinya Satsuki sangat tidak bisa diandalkan dalam hal memasak, dan temanya Tetsu hanya bisa masak telur rebus.
Mungkin hanya Murasakibara saja yang masakannya masih bisa dimakan. Midorima terlalu terpaut dengan aturan dan takaran belum lagi kepercayaanya terharap Oha-Asa yang membuat Aomine pusing sendiri. Masakan Akashi bahkan sama bencananya dengan Satsuki Aomine masih ingat saat Akashi membuat omlet diruang memasak KS "Kita perlu mencampurkan jahe untuk menetralkan bau amis, lalu tambahkan daun pandan agar baunya harum. Sedikit kecap inggris dan mayonnaise untuk rasa gurih." Dan jangan pernah membantah Akashi atau kalian akan dihujani gunting, "Ingat aku itu MUTLAK" jargon favoritnya akan muncul saat kau membangkang. Belum lagi Kise, Aomine hanya bisa sweetdrop saat Kise lebih asik berfoto ria dari pada memasak. "Kise ganteng–ssu cekrek, Kise ganteng dikit-ssu cekrek, Kise ganteng banget-ssu cekrek, Kise paling ganteng-ssu cekrek cekrek." Dan acara foto-foto itu harus berakhir saat Mitobe-sensei mengetok kepala Kise dengan alat pel.
Ngomong-ngomong soal Kise, Aomine jadi teringat akan kejadian dua hari lalu. Bagaimana kepala Kise mengelinding tepat didepan matanya.
"Jangan melamun Aomine. Cepat habiskan! Nanti kita telat." Teguran Kagami berhasil membuat Aomine focus kembali.
"Ah iya! Maaf."
.
.
.
Kagami diam, dia sedang meresapi surge kecil yang dihadiahkan Tuhan kepada manusia.'Ugh lega~' batinya bahagia.
Kagami melirik kearah samping, dilihatnya sesosok pemuda yang Kagami kenal sebagai teman sekamarnya.
"Ne Aomine."
"Hum iya Kagami kenapa?"
"Sampai kapan…."
"Hah sampai kapan apanya?" Tanya Aomine sambil menoleh kearah Kagami disampingnya.
Kagami hanya menunduk, menyembunyikan matanya yang sewarna dengan ruby. Setelah menaikkan resletingnya, Kagami yang masih bungkam dari pertanyaan Aomine, kemudian berjalan kearah wastafel dan mencuci tangannya disana.
"Hoi Baka aku bertanya pada mu! Jawab woi!" seru Aomine tidak sabaran.
"Sampai kapan….
…KAU MAU MENGIKUTI KU HAH?" teriak Kagami dengan kencang setelah dia mencuci tangannya.
Secepat kilat Aomine mendekat kearah Kagami.
Hup
Tangan tan Aomine membekap bibir Kagami. "Ba-baka jangan keras-keras bodoh." Bentak Aomine dengan pipi memerah menahan malu.
Plak
Kagami menampar Aomine setelah berhasil melepaskan diri darinya "Jangan pegang pegang aku dengan tangan korot mu idiot! Cuci tangan dulu sana!" bentak Kagami, dengan punggung tangan Kagami menggosok-gosok bibirnya. Kagami merasa bibir sexynya telah ternoda oleh perbuatan sbejat AHOMINE DAKIan.
"Egh-hem.." mendengar suara deheman Aomine beserta Kagami langsung menolah ke asal suara.
Keduanya mengangkat sebelah alis mereka berbarengan "Kau siapa?" Tanya mereka berbarengan juga.
Pemuda tanpa rambut itu terdiam sebentar "Aku hanya senpai kalian kok hehe." Jawabnya sambil tertawa.
"Oh."
Sweetdrop
"Hoi-hoi kenapa jawaban kalian begitu. Hah… pokoknya jika kalian mau melakukan hal yang aneh-aneh harap jangan ditempat umum." Setelah berkata begitu pemuda tersebut langsung pergi kearah bilik Toilet.
"Dah satu lagi, Aku lebih percaya pada mu Aomine Daiki. dibandingkan dengan Haizaki" ucap si botak bukan dari anime One Punch Man itu sebelum menutup pintu bilik toilet.
Deg
Iris Aomine meleber mendengar perkataan pemuda tersebut.
Kagam hanya diam memandang pemuda itu 'Senpai tahun ke-3 ya.'
.
.
.
TBC
.
.
.
Uhum halo semua kembali dengan saya :v
Di fic geje buatan saya juga :3
Ah saya mau sedikit menjelaskan tentang umur mereka desu~
Hem pertama-tama
Di Indonesia pelatihan untuk calon polisi hanya dilaksanakan sekitar 6 bulan, untuk kemudian melanjutkan ke jenjang berikutnya. Lengkapnya kalian bisa baca di mbah google :v.
Tapi untuk keperluan cerita geje saya disini mereka akan bersekolah untuk waktu 3 tahun dimana mereka akan dibagai berdasar 3 tingkatan kayak smp dan sma gt~. dimana tiap 1 tingkatnya berjumlah 1 tahun pelajaran.
Angkatan tahun pertama = 18 tahun. (baru lulus sma karena syarat masuk kepolisian kan hrus lulus sma terus lanjut ke akademi polisi)
Angkatan tahun kedua = 19 tahun.
Angkatan tahun ketiga = 20 tahun. (mau lulus dia)
Untuk list umur chara :
Kagami, GOM, Haizaki, Takao, Himuro, Furihata, Sakurai = angkatan tahun pertama 18th.
Hanamiya beserta kawanan Kirisaki Daichi = angkatan tahun kedua 19th.
Mayuzumi, Nijimura, Nebuya, Hayama, Reo = angkatan tahu ketiga 20th.
Momoi Satsuki = 25th.
Aida Riko = 26th.
Alexandra Garcia = 29th.
Sensei pria = kurang lebih 31th an.
Imayoshi = 45th.
See? Mbak Momo itu gak pedo :v walau saya gak keberatan sih ama yg namanya pedo"an asal mereka bahagia dunia akhirat apa dosanya? /dibuang/
Ya sudah sampai jumpa lagi~
Berminat Review?
Tolong Kritik dan Saran
Yang Membangun
